PELAKSANAAN PENDIDIKAN KARAKTER PEDULI SOSIAL DI SD

advertisement
2.812 Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Edisi 29 Tahun ke-5 2016
PELAKSANAAN PENDIDIKAN KARAKTER PEDULI SOSIAL DI SD NEGERI
KOTAGEDE 5 YOGYAKARTA
THE IMPLEMENTATION OF SOCIAL CARE CHARACTER EDUCATION IN SD N KOTAGEDE 5
YOGYAKARTA
Oleh:
Ahsan Masrukhan, PSD/PGSD
[email protected]
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan pendidikan karakter peduli sosial di SD
Negeri Kotagede 5 Yogyakarta. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Peneliti melakukan
observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan subjek penelitian yaitu kepala sekolah, guru, dan siswa.
Analisis data menggunakan reduksi data, display data, dan penarikan kesimpulan. Teknik keabsahan data
menggunakan triangulasi teknik dan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan pelaksanaan
pendidikan karakter peduli sosial dilakukan melalui; (1) pengembangan diri berupa kegiatan rutin dengan
infaq, guru memberikan keteladanan berupa contoh langsung, guru juga melaksanakan kegitan spontan
dengan menegur siswa yang acuh dengan teman, serta melalui pengkondisian dengan memasang tata tertib,
kode etik siswa dan poster berkatian dengan peduli sosial, guru juga mengkondisikan kelas dengan kerja
kelompok; (2) pengintegrasian karakter peduli sosial dalam materi pelajaran; dan (3) pengembangan budaya
sekolah dilaksanakan dengan kegiatan sekolah sesuai dengan indikator karakter peduli sosial.
Kata kunci: pendidikan karakter, karakter peduli sosial
Abstract
This research aims at describing the implementation of social care character education in SD N
Kotagede 5 Yogyakarta. This research is a qualitative descriptive study . Subjects were principals, teachers,
and students. This study used data collection techniques such as observation, interviews, and documentation.
Data analysis techniques used data reduction, data display, and conclusion. The validity of data used
triangulation techniques. The results show that the implementation of social care character education done
through; (1) the development of self in the form of regular activities with infaq, teachers provide exemplary
form of a direct example, teachers also carry out the activity of spontaneous to admonish students who are
unconcerned with friends, as well as through conditioning by installing the regulations and poster related
with social care, teachers also conditioned classroom with group work; (2) the integration of social care
character in the subject matter; and (3) development of school culture carried out with school activities
which according to the indicators of social care character value.
Keywords : character education , social care character
PENDAHULUAN
Pendidikan merupakan unsur yang
masyarakat dan mengembangkan individu
sangat penting dan tidak dapat dipisahkan dari
menuju
manusia
yang
kehidupan manusia. Pendidikan diharapkan
bermartabat. Hal ini sesuai dengan tujuan
mampu memberikan perubahan dan kemajuan
pendidikan nasional dalam Undang Undang
pada diri manusia. Pendidikan merupakan
Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas
sarana dan media yang sangat berperan dalam
yang
pembentukan keperibadian dan kecerdasan
nasional berfungsi untuk mengembangkan
manuisa. Pendidikan ini merupakan sarana
kemampuan dan membentuk watak serta
untuk melestarikan nilai-nilai yang ada dalam
peradaban bangsa yang bermartabat dalam
menyebutkan
lebih
bahwa
baik
dan
pendidikan
Pelaksanaan Pendidikan Karakter .... (Ahsan Masrukhan) 2.813
rangka mencerdaskan kehidupan bangsa,
Negeri menuturkan kepada penulis bahwa
bertujuan untuk mengembangkan potensi
siswa pernah kepergok merokok, mengambil
peserta didik agar menjadi manusia yang
barang orang lain. menonton film dewasa, dan
beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang
menggunakan kata-kata kotor dan tidak sopan
Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu,
kepada orang yang lebih tua.
cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga
Sekolah dasar merupakan salah satu
negara yang kreatif dan bertanggungjawab.
lembaga
Maka sudah jelas bahwa pendidikan nasional
mempunyai tugas menanamkan nilai-nilai
tidak hanya membentuk pribadi yang cerdas
karakter kepada peserta didik. Salah satu nilai
saja
yang harus ditanamkan yaitu nilai kepedulian
akan
tetapi
juga
pribadi
yang
bermartabat, mulia dan berkarakter.
penyelenggara
pendidikan
sosial. Hal ini dikarenakan memudarnya rasa
Bangsa Indonesia sudah menyadari
empati terhadap sesama, misalnya saja sikap
akan hal itu dan sudah mulai melakukan
egois dan acuh tak acuh dengan keadaan
perubahan menuju Indonesia yang lebih baik.
teman, perkelahian antar siswa, kurangnya
Pemerintah sudah mencoba melaksanakan
kepedulian membantu teman yang kurang
pendidikan karakter melalui pengintegrasian
pandai dan lain sebagainya. Maka sangat
pendidikan karakter ke dalam kurikulum.
penting adanya internalisasi nilai peduli sosial
Ironisnya adalah pelaksanaan kurikulum yang
yang dilakukan guru di sekolah dasar.
berisi pendidikan karakter ini yang masih
Berdasarkan
prapenelitian
yang
belum optimal. Hal ini dibuktikan dengan
dilakukan peneliti di beberapa sekolah dasar
digunakannya kembali kurikulum 2006 atau
di Giwangan dan Kotagede Yogyakarta
KTSP pada tahun ajaran 2015/2016.
menunjukkan bahwa sekolah telah berupaya
Pelaksanaan pendidikan karakter yang
kurang
juga
dari
menjadi pribadi yang baik dan diharapkan
penyelenggaraan pendidikan yang belum
oleh masyarakat, bangsa dan negara. Sekolah-
mampu sepenuhnya menghasilkan generasi
sekolah itu antara lain SD Negeri Giwangan,
yang cerdas dan berbudi pekerti yang baik.
SD Negeri Kotagede1, SD Negeri Kotagede
Hal ini didasarkan pada perilaku pelajar dan
4, dan SD Negeri Kotagede 5 Yogyakarta. Di
lulusan
yang
SD Negeri Giwangan, peneliti melakukan
menyimpang dari nilai, norma dan peraturan
observasi di kelas V. Peneliti menemukan
yang berlaku, misalnya pelajar yang terlibat
adanya sikap siswa yang membully teman
narkoba, perkelahian, tawuran, dan aksi
sekelasnya. Siswa yang lain acuh terhadapa
bullying.
lagi, perilaku
sikap temannya tersebut. Menurut penuturan
negatif ini juga terjadi di kalangan pelajar
wali kelas V, guru sudah sering memberikan
sekolah dasar. Seorang guru di sebuah SD
teguran pada siswa yang demikian, namun
yang
dapat
melakukan
Lebih ironisnya
dilihat
membentuk kesadaran siswa akan moral agar
aksi
2.814 Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Edisi 29 Tahun ke-5 2016
siswa kelas V merupakan kelas yang spesial
5 yang memiliki visi “Terwujudnya siswa
karena terdiri dari anak-anak yang nakal dan
yang takwa, cerdas, kreatif, berprestasi,
orang tua yang juga minim pendidikan. Di SD
peduli, dan berbudaya.” Sesuai dengan visi
N Kotagede I peneliti menemukan sikap
tersebut, sekolah sudah mencoba menerapkan
siswa yang acuh terhadap keadaan teman
kebiasaan baik bagi siswa-siswanya salah
yang mengalami kesusahan. Ketika istirahat
satunya kepedulian sosial. Berdasarkan pra
berlangsung, ada siswa yang mengalami
penelitian tersebut, peneliti tertarik untuk
kecelakaan di depan sekolah saat membeli
mengetahui
jajan. Siswa kebanyakan tidak peduli dan
pendidikan karakter peduli sosial di SD
hanya ingin tahu siapa yang mengalami
Kotagede 5 Yogyakarta. Oleh karena itu,
kecelakaan.
peneliti
penulis mengadakan penelitian dengan judul
mewawancarai salah satu anak, siswa tersebut
“Pelaksanaan Pendidikan Karakter Peduli
mengatakan bahwa siswa tidak mengenal
Sosial di SD Kotagede 5 Yogyakarta.”
Kemudian
lebih
lanjut
implementasi
yang mengalami kecelakanaan jadi tidak
membantu. Di SD N Kotagede 4, peneliti
menemukan siswa yang bersikap kurang
METODE PENELITIAN
Jenis Penelitian
Jenis penelitian ini adalah penelitian
sopan terhadap orang yang lebih tua. Ada
siswa yang ramai sendiri ketika ada teman
yang melakukan presentasi di depan kelas.
Guru sudah mengingatkan, tetapi siswa
meunjukkan sikap acuh bahkan terhadap guru
kelasnya. Hal yang sangat berbeda ketika
peneliti mendatangi SD N Kotagede 5
deskriptif karena penelitian dimaksudkan
mendeskripsikan suatu keadaan, melukiskan
dan menggambarkan pelaksanaan pendidikan
karakter peduli sosial di SD Negeri Kotagede
5 Yogyakarta.
Subjek Penelitian
Subjek penelitian merupakan seseorang
Yogyakarta. Peneliti mendapatkan sambutan
hangat dari beberapa anak yang mau menegur
peneliti dan menanyakan maksud kedatangan
peneliti. Peneliti menemukan beberapa siswa
di kelas V sudah memiliki rasa kepedulian
yang baik. Beberapa siswa tersebut terlihat
menawarkan diri untuk menolong teman
atau
menjenguk.
Dari beberapa sekolah yang peneliti
datangi, peneliti tertarik dengan SD Kotagede
yang
darinya
diperoleh
keterangan. Dalam penelitian ini, subjek
penelitian adalah kepala sekolah, guru, dan
siswa yang berada di SD Negeri Kotagede 5
Yogyakarta.
Tempat dan Waktu Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan di SD
ketika mengalami kesulitan. Ketika ada siswa
yang tidak masuk, ada siswa yang berinisatif
sesuatu
Negeri Kotagede 5 Yogyakarta. Penelitian
dilaksanakan pada bulan April-Mei tahun
2016.
Teknik Pengumpulan Data
Pelaksanaan Pendidikan Karakter .... (Ahsan Masrukhan) 2.815
Teknik
digunakan
pengumpulan
dalam
data
yang
Program pengembangan diri meliputi
ini
yaitu
kegiatan rutin, kegiatan spontan, keteladanan,
penelitian
observasi, wawancara dan dokumentasi.
dan pengkondisian.
Kegiatan rutin yang dilakukan sekolah
Instrumen Penelitian
Instrumen
dalam
adalah kegiatan rutin harian dan kegiatan
pedoman
rutin mingguan. Kegiatan rutin harian yang
penelitian dengan indikator nilai karakter
dilakukan sekolah adalah membiasakan siswa
peduli sosial.
untuk saling menyapa dan memberi salam
Teknik Analisis Data
ketika bertemu teman atau guru. Guru juga
penelitian
ini
yang
digunakan
yaitu
kisi-kisi
Data dianalisis menggunakan teknik
selalu memberi perhatian kepada siswa ketika
triangulsi. Miles dan Huberman (Sugiyono,
mengawali
2012: 337) menyatakan bahwa aktifitas dalam
mingguan yang dilakuakn sekolah yaitu infaq
analisis data kualitatif dilakukan secara
dilakukan dua kali dalam satu minggu yaitu
interaktif
terus
pada hari Senin dan Kamis. Setiap pagi
menerus sampai tuntas, sehingga datanya
sebelum pelajaran dimulai salah satu siswa
sudah jenuh. Aktivitas dalam analisis data,
berkeliling kelas dengan membawa kotak
yaitu data reduction, data display, dan data
infaq dan bendahara kelas mencatat siswa
drawing/verification.
yang infaq. Selain itu siswa Kegiatan-
Keabsahan Data
kegiatan tersebut tersebut rutin dilakukan
dan
berlangsung
secara
Dalam penelitian ini, uji keabsahan data
dlakukan
dengan
menggunakan
pelajaran.
Kegiatan
rutin
sekolah dan konsisten secara terus menerus.
uji
Hal tersebut sesuai dengan pernyataan Agus
kedibilitas. Dalam menguji kredibilitas data,
Wibowo (2012: 87) bahwa kegiatan rutin
peneliti
merupakan kegiatan yang dilakukan secara
menggunakan
triangulasi,
bahan
referensi, serta cross check.
HASIL
terus menerus dan konsisten setiap saat. Salah
PENELITIAN
DAN
Implementasi pendidikan karakter dapat
dilaksanakan menjadi tiga bentuk. Menurut
Wibowo
implementasi
cara
menanamkan
karakter
adalah
dengan membiasakan kegiatan yang baik
PEMBAHASAN
Agus
satu
(2012:
dapat
84)
dilihat
bentuk
dari
dalam kegiatan sehari-hari.
Berdasarkan hasil penelitian, kegiatan
spontan yang dilakukan oleh guru dalam
menanamkan
pendidikan
karakter
peduli
pengintegrasian nilai karakter peduli sosial
sosial adalah dengan memberi teguran kepada
dalam program pengembangan diri, integrasi
siswa yang acuh tak acuh dan kurang peduli
dalam mata pelajaran, dan dalam budaya
terhadap
sekolah.
teguran pada siswa yang ramai sendiri dan
Program Pengembangan Diri
tidak menghargai teman yang menyatakan
siswa
lain.
Guru
memberikan
2.816 Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Edisi 29 Tahun ke-5 2016
pendapat di depan kelas. Teguran langsung
Guru memiliki peran penting dalam
diberikan kepada siswa saat itu juga. Guru
pelaksanaan
juga menegur siswa yang berbicara kurang
sosial. Guru sebagai panutan selayaknya guru
sopan dan tidak menghormati guru. Guru
memberikan
memberikan nasihat dan pengertian pada
perilaku yang dapat dicontoh langsung oleh
siswa agar siswa menghormati, menghargai
siswa. Hal tersebut juga sesuai dengan
orang lain, dan peduli terhadap teman maupun
semboyan
sesama. Guru juga memberikan tindak lanjut
Siswoyo dkk, 2011: 180) yaitu “ing ngarsa
agar siswa tidak mengulangi perbuatan yang
sung tuladha” yaitu pendidik di depan
sama. Kegiatan yang dilakukan guru tersebut
memberi contoh, contoh yaitu teladan. Agus
dilakukan secara spontan saat itu juga ketika
Wibowo (2012: 89) menambahkan bahwa
ada siswa yang melakukan hal kurang baik.
keteladanan adalah perilaku dan sikap guru
Hal tersebut sesuai dengan pernyataan Agus
dan tenaga kependidikan yang lain dalam
Wibowo (2012: 87) bahwa kegiatan spontan
memberikan
adalah
tindakan yang baik, sehingga diharapkan
kegiatan
yang
dilakukan
secara
spontan pada saat itu juga.
pendidikan
teladan
Ki
berupa
Hajar
contoh
karakter
peduli
sikap
Dewantara
terhadap
dan
(dalam
tindakan-
menjadi panutan bagi peserta didik untuk
Hasil penelitian menunjukkan bahwa
mencontohnya.
keteladanan yang dilakukan guru dalam
Berdasarkan
hasil
penelitian
pelaksanaan pendidikan karakter peduli sosial
menunjukkan bahwa pengkondisian yang
adalah dengan memberikan contoh langsung
dilakukan
kepada siswa. Guru memberikan contoh cara
pendidikan karakter peduli sosial mencakup
bertindak dan cara bersikap yang menunjukan
hal fisik dan nonfisik. Pengkondisian fisik
kepedulian
yang
terhadap
orang lain.
Ketika
sekolah
dilakukan
dalam
sekolah
pelaksanaan
adalah
dengan
kegiatan infaq rutin, guru ikut menyisihkan
memasang poster berkatian dengan karakter
uang untuk infaq sehingga anak mengikuti
siswa yang diharapkan tertananam dalam diri
apa yang guru lakukan. Guru juga membantu
siswa. Sekolah juga memasang tata tertib,
siswa
dan
aturan kode etik, dan program pembiasaan
membutuhkan bantuan, misalnya ketika salah
siswa sehingga siswa mengetahui dan menaati
seorang siswa kelas V kehilangan buku, guru
tata tertib aturan yang berlaku di sekolah.
ikut mencari yang kemudian siswa lain
Kode etik siswa memuat aturan dan tata
mengikuti. Ketika ada siswa yang sakit ketika
aturan sehingga
pelajaran berlangsung atau ketika upacara
bersikap dan bergaul yang baik dengan guru
bendera, guru membantu siswa yang sakit dan
maupun dengan teman. Selain itu siswa juga
membawa siswa ke UKS untuk diberikan
diharapkan
perawatan.
pembiasaan siswa yang diberikan sekolah
yang
mengalami
kesulitan
siswa
dapat
mengetahui cara
mengikuti
program
Pelaksanaan Pendidikan Karakter ....(Ahsan Masrukhan) 2.817
sehingga siswa terbiasa berbuat dan bersikap
mengintegrasikan
yang
pengkondisian
dalam materi pelajaran gotong royong sebagai
nonfisik yang dilakukan sekolah adalah
bentuk kerjasama di lingkungan keseharian
dengan memberikan perhatian dan kerja
siswa.
kelompok di dalam kegiatan pembelajaran.
mengintegrasikan nilai-nilai karakter kedalam
Guru dalam mengawali pembelajaran dapat
materi pelajaran yang terdapat di dalam
memberikan perhatian pada siswa sehingga
Desain Induk Pendidikan Karakter yang
siswa siap menerima pelajaran. Guru juga
diterbitkan oleh Kemendiknas (2010: 21)
menggunakan kerja kelompok sehingga anak
yaitu mengungkapkan nilai-nilai yang ada
dapat
teman
dalam materi pembelajaran, mengintegrasikan
sekelompoknya, siswa akan bersosial dan
nilai karakter menjadi bagian terpadu dari
bekerjasama serta tolong menolong teman
materi
yang mengalami kesulitan.
perumpamaan dan membuat perbandingan
baik.
Sedangkan
berinteraksi
dengan
Hal
ini
nilai
kepedulian
sesuai
dengan
pembelajaran,
sosial
cara
menggunakan
Pengkonsian yang dilakukan sekolah
dengan kejadian-kejadian serupa dalam hidup
baik fisik maupun nonfisik merupakan bagian
para peserta didik, mengubah hal-hal negatif
pendukung dalam pelaksanaan pendidikan
menjadi nilai positif, mengungkapkan nilai-
karakter peduli sosial. Hal tersebut sesuai
nilai melalui diskusi dan curah pendapat,
dengan pernyataan Agus Wibowo (2012: 90)
menggunakan cerita untuk memunculkan
bahwa
mendukung keterlaksanaan
nilai-nilai, menceritakan kisah hidup orang-
pendidikan karakter maka sekolah harus
orang besar, menggunakan laggu-lagu dan
dikondisikan sebagai pendukung kegiatan itu.
musik untuk mengintegrasikan nilai-nilai,
Integrasi Mata Pelajaran
menggunakan
untuk
Berdasarkan
hasil
penelitian
drama
kejadian-kejadian
yang
berisi
melukiskan
nilai-nilai,
menunjukkan bahwa guru sudah membuat
menggunakan
RPP berkarakter yang memuat nilai karakter
kegiatan pelayanan, praktik lapangan melalui
peduli sosial. hal ini sesuai dengan pernyataan
klub-klub atau kelompok kegiatan untuk
Zubaedi (2011: 243) bahwa guru kelas harus
memunculkan nilai-nilai kemanusiaan.
mampu mempersiapkan dan mengembangkan
Integrasi dalam Budaya Sekolah
silabus,
memuat
Rencana
Pelaksanaan
Dalam
berbagai
untuk
kegiatan
melaksanakan
seperti
pendidikan
Pembelajaran (RPP) dengan memasukkan
karakter peduli sosial, peneliti menggunakan
nilai-nilai karakter. Nilai karakter peduli
indikator keberhasilan sekolah dan kelas yang
sosial
terdapat
dalam
kegiatan
pembelajaran
di dalam Panduan Penerapan
terintegrasi karakter untuk menolong sesama
Pendidikan Karakter Bangsa yang diterbitkan
dan peduli sosial dalam mata pelajaran IPS,
oleh Kemendiknas (2011: 30-31) yaitu 1)
PPKn
memfasilitasi kegiatan bersifat sosial, 2)
dan
Bahasa
Indonesia.
Guru
2.818 Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Edisi 29 Tahun ke-5 2016
melakukan aksi sosial, 3) menyediakan
teman kelas, dan 5) membangun kerukunan
fasilitas untuk menyumbang, 4) berempati
warga kelas, 6) membagi makanan dengan
kepada
teman, 7) berterimakasih kepada petugas
sesama
teman
kelas,
dan
5)
membangun kerukunan warga kelas. Peneliti
kebersihan sekolah,
juga menggunakan indikator siswa kelas
kepada teman yang tidak membawa atau tidak
rendah dan kelas tinggi, namun peneliti
punya, 9) mengumpulkan uang dan barang
menggabungkan indikator nilai peduli sosial
untuk korban bencana alam, 10) mengunjungi
menjadi satu tanpa memisah jenjang kelas
rumah
yaitu 1) membagi makanan dengan teman, 2)
menghormati petugas-petugas sekolah, 12)
berterimakasih kepada petugas kebersihan
membantu teman yang sedang memerlukan
sekolah, 3) meminjamkan alat kepada teman
bantuan. Sedangkan nilai karakter peduli
yang tidak membawa atau tidak punya, 4)
sosial
mengumpulkan uang dan barang untuk
menyumbang darah untuk PMI.
yatim
yang
8) meminjamkan alat
dan
orang
kurang
jompo,
dominan
11)
yaitu
1)
korban bencana alam, 5) mengunjungi rumah
Dari pembahasan di atas, SD Negeri
yatim dan orang jompo, 6) menghormati
Kotagede 5 Yogyakarta telah menjalankan
petugas-petugas sekolah, 7) membantu teman
indikator nilai peduli sosial dengan baik.
yang sedang memerlukan bantuan, dan 8)
Sehingga dapat dikatakan bahwa sekolah
menyumbang darah untuk PMI.
berhasil
Berdasarkan
menunjukkan
hasil
bahwa
penelitian
sekolah
peduli
mengintegrasikan
sosial
dalam
nilai
karakter
budaya
sekolah.
sudah
Pelaksanaan pendidikan karakter melalui
melaksanakan pendidikan karakter peduli
budaya sekolah yang berjalan dengan baik
sosial sesuai dengan indikator tersebut. Akan
akan
tetapi dari hasil penelitian dapat dilihat bahwa
membentuk karakter peduli sosial dalam diri
terdapat 12 indikator nilai karakter peduli
siswa. Hal ini sesuai dengan pendapat
sosial yang dominan dan 1 indikator nilai
Thomas
karakter peduli sosial yang kurang dominan.
menyatakan bahwa sekolah itu sendiri harus
Nilai dominan adalah nilai yang selalu
mewujudkan karakter yang baik. Pendidikan
nampak dalam pengamatan sedangkan nilai
karakter adalah tentang menjadikan sekolah
yang kurang dominan adalah nilai yang
berkarakter.
mempermudah
Lickona
pendidik
(2012:
271)
dalam
yang
kurang nampak atau tidak nampak dalam
pengamatan. Indikator nilai karakter peduli
KESIMPULAN DAN SARAN
sosial yang dominan yaitu 1) memfasilitasi
Kesimpulan
kegiatan bersifat sosial, 2) melakukan aksi
sosial,
3)
menyediakan
fasilitas
untuk
menyumbang, 4) berempati kepada sesama
Berdasarkan
pembahasan, maka
hasil
penelitian
penelitian
ini
dan
dapat
disimpulkan bahwa pelaksanaan pendidikan
Pelaksanaan Pendidikan Karakter ....(Ahsan Masrukhan) 2.819
karakter peduli sosial di SD Kotagede 5
membawa, mengumpulkan uang dan barang
Yogyakarta secara keseluruhan berjalan baik.
untuk korban bencana alam, engunjungi
Pelaksanaan pendidikan karakter peduli sosial
rumah
meliputi pengembangan diri berupa kegiatan
menghormati petugas-petugas sekolah, dan
rutin dengan infaq rutin setiap Senin dan
membantu teman yang sedang memerlukan
Kamis. Guru memberikan keteladanan berupa
bantuan.
yatim
setiap
bulan
Ramadhan,
contoh langsung dengan ikut melaksanakan
infaq dan memberi contoh membantu siswa
yang
mengalami
melaksanakan
kesulitan,
kegitan
guru
spontan
Saran
juga
Berdasarkan kesimpulan, maka saran
dengan
yang dapat disampaikan peneliti sebagai
menegur dan memberi nasihat kepada siswa
berikut.
yang acuh dan tidak peduli dengan teman,
1.
serta
melalui
pengkondisian
Sekolah
hendaknya
meningkatkan
dengan
pengawasan dan kontrol terhadap siswa
memasang tata tertib, kode etik siswa dan
terutama pada saat istirahat, sehingga
poster berkatian dengan peduli sosial, guru
siswa tidak melakukan hal-hal yang
juga mengkondisikan kelas dengan kerja
melanggar aturan.
kelompok sehingga siswa bekerjsama dan
2.
Sekolah perlu membuat reward dan
membantu siswa lain. Pengintegrasian dalam
sanksi yang tegas bagi semua warga
mata pelajaran dilakukan guru dengan cara
sekolah
mengaitkan karakter peduli sosial dalam
pendidikan karakter peduli sosial di
materi pelajaran PPKn, IPS, dan Bahasa
sekolah.
terkait
dalam
pelaksanaan
Indonesia. Selain itu, pengembangan budaya
sekolah dilaksanakan dengan memfasilitasi
kegiatan yang bersifat sosial dan aksi sosial
seperti bakti sosial dan berbagi daging kurban
saat Idul Adha, menyediakan fasilitas untuk
menyumbang untuk infaq rutin, berempati
kepada sesama teman kelas dengan membantu
teman yang sakit dan tidak membawa uang
saku, membangun kerukunan warga kelas
dengan tidak ramai dan menghargai teman
yang
melakukan
makanan
dengan
kepada
petugas
presentasi,
teman,
membagi
berterimakasih
kebersihan
sekolah,
meminjamkan alat kepada teman yang tidak
DAFTAR PUSTAKA
Agus Wibowo. 2012. Pendidikan Karakter:
Strategi Membangun Karakter Bangsa
Berperadaban. Yogyakarta: Pustaka
Pelajar.
Kementerian Pendidikan Nasional. 2010.
Pengembangan Pendidikan Budaya
dan Karakter Bangsa Pedoman
Sekolah.
Jakarta:
Kementrian
Pendidikan Nasional.
Novan Ardy Wiyani. (2013). Membumikan
Pendidikan
Karakter
di
SD.
Yogyakarta: Ar Ruzz Media.
Sugiyono. (2010).
Metode
Penelitian
Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D.
Bandung: Alfabeta.
2.820 Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Edisi 29 Tahun ke-5 2016
Thomas Lickona. (2012). Character Matter.
Jakarta. Bumi Aksara.
Zubaedi. 2011. Desain Pendidikan Karakter.
Jakarta: Kencana Prenada Media
Group.
Download