Musik Populer, Bab 2 (bagian 3 dari 3 bagian)

advertisement
22 | MUSIK POPULER
Dalam perkembangan mutakhir, setelah ditemukan prinsip
digital (berdasarkan MIDI: Musical Instrument Digital Interface)
dan sistem baru dalam komputer, kemampuan teknologi alat
musik sudah mampu menyamai format orkestra dengan berbagai
kemudahan dalam pengaturan bunyi. Karena itu, banyak musik
populer, khususnya yang bersifat iringan, dikerjakan dengan
meng­gunakan teknologi komputer. Sering kali beberapa musisi
bekerjasama dalam menggarap sebuah aransemen musik. Na­mun
karena kecanggihan teknologi komputer, menggarap aransemen
musik bisa ditangani seorang musisi saja. Lihatlah proses peng­
garap­an musik yang dilakukan untuk rekam­an! Dengan kata lain,
program musik pada komputer memudahkan pe­nger­jaan musik
di studio rekam­an. Program-program itu antara lain Cakewalk, Finale, Nuendo, Sibelius, Cubase, Encore dan sebagainya. Karena itu,
tahap proses rekaman, seperti penyusunan aransemen musik,
peng­ambilan suara (vokal) penyanyi dan alat musik, penye­lia­
an (editing), penggabungan keseluruhan suara (mixing), penye­
lesaian hasil rekaman utama (mastering), hingga memperbanyak
hasil akhir ke dalam kaset atau CD, menjadi cepat dan akurat.
Gbr. 2.21: Pertunjukan musik di pentas yang banyak memanfaatkan teknologi modern
MUSIK POPULER DI INDONESIA | 23
Gbr. 2.22: Pemusik Didi AGP dan peralatannya yang banyak menggunakan teknologi
komputer
Salah satu perangkat teknologi yang paling banyak diguna­
kan dalam musik populer adalah instrumen keyboard. Instrumen
itu memiliki tuts atau kunci-jujur. Instrumen ini masuk ke Indone­
sia sudah sejak lama. Beberapa instrumen tipe keyboard yang ma­
suk melalui jalur pendidikan dan penyebaran agama Kristen atau
Katolik, antara lain piano dan orgel. Sementara itu, yang masuk
melalui jalur pengaruh seni pertunjukan, antara lain akordeon dan
harmonium. Instrumen ini memberi warna dalam musik orkes
melayu dan ghazal di kawasan Selat Malaka, samrah di Betawi, dan
gamat di Sumatera Barat.
Perkembangan teknologi di bidang alat musik telah meng­
hasilkan keyboard elektrik. Alat musik itu kemudian menjadi ba­
gian penting dalam perkembangan musik populer dunia. Dalam
pertunjukan musik di Indonesia, keyboard adalah alat musik fa­
vorit. Pertunjukannya disebut organ tunggal. Alat musik itu mem­
beri warna yang khas, termasuk pada musik-musik pop daerah,
seperti campursari dan kendang kempul di Jawa, gendang keyboard
di Karo, keyboard “mak-lampir” di Pantai Timur Sumatera Utara.
Campursari, Gending Kibod (Karo)
24 | MUSIK POPULER
Gbr. 2.23: Alat musik keyboard modern yang banyak digunakan dalam musik populer
Gbr. 2.24: Indra Lesmana sedang
memainkan alat musik piano akustik
Gbr. 2.25: Alat musik akordeon menjadi ciri
khas pada berbagai ragam musik populer
dunia
MUSIK POPULER DI INDONESIA | 25
2.3. KERAGAMAN TEKNIK DAN GAYA VOKAL
Dalam istilah musik, corak atau warna suara sering disebut
timbre atau tone color. Setiap orang memiliki warna suara vokal
yang khas dan unik. Namun dalam ekspresi musikal suatu ma­
syarakat, kadangkala terjadi kecenderungan untuk menyamakan
teknik bernyanyi karena ingin menyesuaikan dengan corak yang
berlaku pada masyarakat. Hal ini seringkali mempengaruhi teknik
bernyanyi seseorang pada saat membawakan jenis musik popu­
lar.
Setiap jenis musik populer memiliki ciri khas dalam cara me­
nyanyikannya. Oleh karena itu, kita seringkali dapat membeda­
kan jenis musik hanya dengan mendengarkan cara menyanyikan­
nya. Cobalah kalian dengar bagaimana seseorang menyanyi dan
mengolah nada dalam musik dangdut! Bandingkanlah dengan
seseorang yang menyanyikan lagu dari jenis musik kroncong! Ke­
mudian kalian bandingkan lagi dengan nyanyian dari jenis musik
thrash metal. Jika kalian menyimaknya dengan seksama, kalian
akan menemukan cara penggarapan atau cara mengolah nada
yang berbeda-beda. Dalam istilah teknis, penggarapan ini dikenal
dengan istilah ornamentasi (atau embellishment). Ornamentasi di­
lakukan dengan cara meliuk-liukkan nada. Atau ada juga dengan
teknik menggetarkan suara, kemudian mengkombinasikannya
dengan suara hidung sehingga memungkinkan untuk menghasil­
kan kualitas vokal yang unik.
Jika ditinjau dari jumlah penyanyi, kelompok penyanyi da­
lam penyajian musik populer bervariasi. Jika penyanyinya ha­nya
satu orang disebut solo. Bentuk penyajian solo sangat umum dalam
musik populer. Namun jika penyanyinya dua orang disebut duet,
atau tiga orang penyanyi disebut trio, empat orang penyanyi dise­
but quartet, lima quintet, enam sextet, tujuh septet, delapan octet
dan sembilan nonet. Jika jumlah penyanyinya lebih dari sembilan
orang disebut paduan suara atau koor (choir). Mereka kadang-ka­
dang menyanyi dengan iringan alat musik. Namun bisa juga mere­
ka hanya bernyanyi rampak (a cappella), tanpa iringan alat-alat
musik.
Whitney Houston, Louis Amstrong, Trio Lamtana, Iyet Bustami,
Papua, Kroncong Moriska, Liberate (Slipknot)
26 | MUSIK POPULER
Gbr. 2.27: Kelompok La Belle dari Prancis dalam
formasi penyanyi trio
Gbr. 2.26: Joy Tobing tampil sebagai
penyanyi tunggal
Gbr. 2.28: Kelompok vokal tanpa iringan alat musik disebut a capella
MUSIK POPULER DI INDONESIA | 27
AKOR DASAR
Akor adalah gabungan dari tiga nada atau lebih yang dibunyikan
secara bersamaan. Nada yang digunakan di dalam akor diambil dari nadanada yang ada di dalam tangga nada. ��������������������������������
Tangga nada adalah susunan nadanada di dalam komposisi atau susunan nada-nada dalam instrumen musik.
Bentuk dan karakter tangga nada sangat bervariasi di berbagai kebudaya­
an. Ada yang memiliki dua, tiga, empat, lima, enam, dan bahkan tujuh
nada. ���������������������������������������������������������������
Tangga nada yang sering kita dengar dalam musik populer adalah
tangga nada diatonis. Tangga nada ini terdiri dari tujuh nada yang diba­
ngun atas lima interval satu langkah dan dua interval setengah langkah.
Interval adalah jarak antara dua nada. Contoh tangga nada tersebut adalah
tangga nada mayor dan tangga nada minor. Kedua tangga nada ini sangat
umum di dalam musik Barat dan musik-musik lain yang terpengaruh musik
Barat (termasuk musik Pop Indonesia). Tangga nada mayor atau minor
boleh dimulai dari nada apa saja, yang penting strukturnya harus mutlak
seper­ti tersebut di bawah ini:
Solmisasi
do re mi fa sol la si do
Tangga nada Mayor: C D E F G A B C
Pola struktur : 1 1 1/2 1 1 1
1/2
Tingkatan : I II III IV V VI VII I’
Peranan : Tonika Super tonika Median Sub-dominan Dominan Sub-median Leading tone Tonika
Solmisasi la si do re mi fa sol la
Tangga nada Minor : A B C D E F G A
Pola struktur : 1 1/2 1 1 1/2 1 1
Tingkatan : I II III IV V VI VII I’
Peranan : Tonika Super tonika Median Sub-dominan Dominan Sub-median Leading tone Tonika
28 | MUSIK POPULER
Salah satu jenis susunan akor adalah akor trinada atau disebut juga
triad. Triad adalah rangkaian tiga nada yang dimainkan secara bersamasama. Nada-nada di dalam triad disusun berdasarkan interval ters di atas
ters. Oleh karena dalam satu tangga nada ada 7 buah nada pokok, maka
dalam satu tangga nada terdapat 7 buah triad yang dapat disusun berdasarkan nada-nada pokok tersebut. Triad-triad itu dinamai sesuai dengan nama
peranannya: triad tonika, triad super tonika, triad median, triad subdominan, triad dominan, triad sub-median dan triad leading tone. Triad
yang kedelapan disebut triad tonika juga, karena triad itu sama de­ngan
triad yang pertama. Ini disebut juga oktaf. Progresi akor yang mendasar
mengacu pada uraian di atas adalah seperti berikut ini:
Dalam tangga nada /C/ mayor:
�������������
5
1 2
5
3
6 7
3
1
4 5
1
C
- F G
- C
tonika sub-dominan
dominan
tonika
Perhatikan contoh progresi akor pada lagu Kapan-Kapan di bawah ini
C F
C
Kapan – kapan kita berjumpa lagi F
C
Kapan – kapan kita bersama lagi
G
C
Mungkin lusa atau di lain hari
F
C
Bila kita pergi hatiku tinggal di sini
F
G
Bila kita datang harapan bukan impian
MUSIK POPULER DI INDONESIA | 29
Tablatur gitar dan piano di bawah ini menunjukkan bagaimana memainkan akor /C/, /F/, dan /G/
I. Gitar:
Posisi triad /C/
Posisi triad /F/
2. Piano:
Posisi triad /C/ Posisi triad /F/
Posisi triad
/G/
Posisi triad /G/
30 | MUSIK POPULER
RHOMA IRAMA
Lahir di Tasikmalaya, Jawa Barat tahun 1946. Riwayat karirnya
di bidang musik sangat panjang. Ia pernah menjadi pengamen
di Solo hingga pemain band musik rock, sampai akhirnya
menjadi “Raja Dangdut”. Ia banyak menciptakan lagu
sehingga menghasilkan 11 kali penghargaan Golden Record
yang dinilai dari penjualan rekaman. Di antaranya; Bina
Ria, Begadang, Berkelana, Gitar Tua, Penasaran, Bujangan,
Hak Azasi. Selain itu belasan film yang sangat digemari juga
dibuatnya, seperti “Perjuangan dan Doa”, “Satria Bergitar”,
“Santai” dan lain-lain.
Dalam perkembangan musik di Indonesia, dia bersama ke­lom­
pok musiknya, Soneta, mengawali warna baru dalam gaya
Orkes Melayu dengan gagasan kreatifnya, termasuk me­masuk­
kan ragam musik pop-rock, yang kemudian dikenal sebagai
musik dangdut. Dia memiliki penggemar puluh­an juta. Teks
lagu-lagunya memasukkan pesan-pesan religius yang di­­sebut
“The Sound of Moslem”. Hal itu membuat posisi­nya menjadi
sangat penting dalam sejarah musik populer di Indonesia.
Download