Modul Kapita Selekta Ilmu Sosial [TM7]

advertisement
MODUL PERKULIAHAN
KAPITA SELEKTA ILMU SOSIAL
PSIKOLOGI SOSIAL (2)
Fakultas
Program Studi
Tatap Muka
Ilmu Komunikasi
Program
Studi Public
Relations
07
Abstract
Kode MK
Disusun Oleh
Drs. E.Muhamad Chamdan
Kompetensi
Media massa adalah suatu alat yang
digunakan seseorang untuk
menyampaikan informasi kepada
masyarakat luas atau banyak. Media
massa merupakan media yang selalu
mendapat perhatian dari masyarakat
luas. Kehidupan manusia pada masa
sekarang ini hampir tidak pernah lepas
dari media massa baik itu televisi,
koran, radio, ataupun internet.
Mahasiswa mampu memahami dan
menjelaskan konsep masyarakat dan
budaya.
Pengaruh Media Terhadap Perilaku Sosial
Dalam suatu penelitian diketahui bahwa orang yang sering melihat film kekerasan
beranggapan bahwa kemungkinan terjadinya kekerasan terhadap seseorang dijalan
sebanyak
dua
puluh
berbanding
satu.
Padahal
pada
kenyataannya
kemungkinannya sebesar lima puluh berbanding satu. Dari sini dapat kita lihat
bahwa dengan sebuah film yang sering dilihat dapat membentuk penilaian
seseorang tentang suatu hal, dan penilaian tersebut sangat jauh berbeda dari
kenyataan. Dengan demikian intansitas melihat film dapat membentuk perspektif
seseorang.
Adanya kenyataan demikian sering pula dimanfaatkan oleh para elit politik untuk
memperoleh jumlah suara saat menjelang pemilu. Sering elit politik tertentu
membuat tayangan-tayangan tentang kegiatan sosialnya pada suatu stasiun televisi
dalam intensitas yang besar. Elit politik ini berusaha membentuk pandangan
masyarakat luas tentang dirinya. Hampir sama dengan hal diatas, terdapat seorang
aktor film yang dinilai memanfaatkan ketenarannya guna mendukungnya untuk
suatu pencalonan pemilihan gubernur. Dari seringnya ia tampil di film ia telah
memiliki citra sendiri yang diberikan oleh masyarakat. Dan citra yang dibuat oleh
masyarakat inilah yang dimanfaatkan untuk menarik dukungan atau simpati dari
masyarakat.
Spiral of silence, suatu teori tentang pengaruh khalayak luas terhadap pendapat
individu. Teori itu menjelaskan bahwa pada suatu ketika pendapat dari masyarakat
tentang hal tertentu akan terbagi atas dua kelompok. Kelompok ini terdiri dari
kelompok besar dan kelompok kecil. Kelompok mayoritas (kelompok besar) akan
selalu mendominasi pendapat dari masyarakat. Pendapat dari kelompok kecil
(kelompok minoritas) suaranya akan hilang atau tidak terdengar. Lama kelamaan
kelompok minoritas tidak memiliki nilai tawar sehingga kelompok minoritas akan
mengikuti kelompok mayoritas.
Pada jaman mendatang penguasaan terhadap komunikasi akan menjadi senjata
ampuh untuk menguasai dunia. Amerika sebagai contoh, dengan penguasaannnya
2012
2
Kapita Selekta Ilmu Sosial
Drs. E.Muhamad Chamdan
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
terhadap segala bentuk informasi maka ia dapat selalu mengklaim dirinya
memenangkan suatu peperangan. Atau ia dapat mengklaim negara lain sebagai
sarang teroris hanya dengan pemberitaaan yang ia lancarkan secara gencar.
Amerika
selalu
membuat
kebohongan-kebohongan
terhadap
publik
atau
masyarakat untuk membuat citra dirinya sebagai pahlawan.
Penayangan suatu hal di suatu media massa yang sering diperhatikan oleh
masyarakat luas akan dapat membentuk pandangan masyarakat terhadap hal
tersebut. Dengan demikian peran media massa akan berpengaruh besar dalam
membentuk
persepsi masyarakat.
Adanya
anggapan
siapa
yang
mampu
menguasai media massa maka kemungkinan besar ia yang akan mampu
menguasai dunia. Hal ini dapat dipahami karena dengan dikuasainya media massa
maka ia akan mampu membentuk pandangan masyarakat. Persepsi dari
masyarakat akan berpengaruh pada perilakunya dalam menanggapi setiap
kejadian. Dengan mampunya membentuk pandangan masyarakat, maka akan
dapat menguasai seluruh masyarakat karena kelompok mayoritas akan mampu
mengalahkan kelompok minoritas. Dalam konteks luas pembentukan persepsi
masyarakat luas akan dapat mengubah adat budaya dari masyarakat tersebut,
misal adanya perubahan dari cara menanggapi suatu kejadian. Dengan demikian
nyatalah pengaruh media terhadap perilaku sosial manusia.
Pentingnya media massa, membuat peranannya begitu kuat dan hebatdalam
mempengaruhi manusia. Manusia begitu tergantung pada media,hingga sampai ke
urusan hidup sehari-hari. Media massa, seakan telahmenjadi faktor penentu
kehidupan manusia. Efek yang ditimbulkan olehmedia itu sangat nyata dan jelas.
Besarnya pengaruh media massa,menimbulkan efek pada kehidupan manusia.
Media massa seperti surat kabar, majalah, televisi dan radio, sering dijadikan objek
studi, karena memang dipandang sebagai suatu institusi penting dalam masyarakat.
Asumsi itu ditopang oleh beberapa alasan, bahwa:

Media
merupakan
yangmenciptakan
industri
lapangan
yang
berubah
kerja,
barang
dan
dan
berkembang,
jasa,
serta
menghidupkanindustri lain yang terkait. Media juga merupakan industri
tersendiriyang
memiliki
peraturan
dan
norma-norma
yang
menghubungkaninstitusi tersebut dengan masyarakat dan institusi sosial
lainnya
2012
3
Kapita Selekta Ilmu Sosial
Drs. E.Muhamad Chamdan
Pusat Bahan Ajar dan eLearning

Media massa merupakan sumber kekuatan, alat kontrol, manajemen,dan
inovasi dalam masyarakat, yang dapat didayagunakan sebagai pengganti
kekuatan atau sumber daya lainnyac.

Media adalah wadah yang menampilkan peristiwa-peristiwakehidupan
masyarakat, baik yang bersifat nasional maupuninternasionald.

Media seringkali berperan dalam mengembangkan kebudayaan, jugatata
cara, mode, gaya hidup dan norma-normae.

Media
telah
menjadi
untukmemperoleh
bagimasyarakat
sumber
gambaran
dan
dominan,
dan
kelompok
citra
bukan
realitas
secara
saja
bagi
sosial,
kolektif.
individu
tetapi
Media
juga
juga
turutmenyuguhkan nilai-nilai dan penilaian normatif yang dibaurkandengan
berita dan hiburan.Keberadaaan media massa dalam menyajikan informasi
cenderungmemicu perubahan serta banyak membawa pengaruh pada
penetapan polahidup dan perilaku masyarakat. Beragam informasi yang
disajikan dapatmemberi pengaruh yang berwujud positif dan negatif.Secara
perlahan-lahan namun efektif, media membentuk pandanganmasyarakat
terhadap bagaimana seseorang melihat pribadinya
dan bagaimana
seseorang seharusnya berhubungan dengan dunia sehari-hari.
Pesan/informasi yang disampaikan oleh media bisa jadi endukungmasyarakat
menjadi lebih baik, membuat masyarakat merasa senang akan dirimereka, merasa
cukup atau sebaliknya mengempiskan kepercayaan dirinyaatau merasa rendah dari
yang lain.Pergeseran pola tingkah laku yang diakibatkan oleh media massa
dapatterjadi
di
lingkungan
keluarga,
sekolah,
dan
dalam
kehidupan
bermasyarakat.Wujud perubahan pola tingkah laku lainnya yaitu gaya hidup.
Perubahan gaya hidup dalam hal peniruan atau imitasi secara berlebihan terhadap
diri seorangfirgur yang sedang diidolakan berdasarkan informasi yang diperoleh
darimedia.
Biasanya
seseorang
akan
meniru
segala
sesuatu
yang
berhubungandengan idolanya tersebut baik dalam hal berpakaian, berpenampilan,
potongan rambutnya ataupun cara berbicara yang mencerminkan diri idolanya.
2012
4
Kapita Selekta Ilmu Sosial
Drs. E.Muhamad Chamdan
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
Hal tersebut di atas cenderung lebih berpengaruh terhadap generasimuda.Secara
sosio-psikologis,
arus
informasi
yang
terus
menerpa
kehidupankita
akan
menimbulkan berbagai pengaruh terhadap perkembangan jiwa,khususnya untuk
anak-anak dan remaja. Pola perilaku mereka, sedikit demisedikit dipengaruhi oleh
apa yang mereka terima yang mungkin melencengdari tahap perkembangan jiwa
maupun norma-norma yang berlaku. Hal inidapat terjadi bila tayangan atau
informasi yang mestinya di konsumsi olehorang dewasa sempat ditonton oleh anakanak.Dampak
yang
ditimbulkan
diantaranyaterjadinya perilaku
media
massa
bisa
yang menyimpang dari
beraneka
ragam
norma-norma sosial atau
nilai-nilai budaya. Di jaman modern ini umumnya masyarakat menganggap
haltersebut bukanlah hal yang melanggar norma, tetapi menganggap bagian
daritrend massa kini. Selain itu juga, perkembangan media massa yang teramat
pesat dan dapat dinikmati dengan mudah mengakibatkan masyarakatcenderung
berpikir praktis.
Dampak lainnya yaitu adanya kecenderungan makin meningkatnya polahidup
konsumerisme. Dengan perkembangan media massa apalagi denganmunculnya
media
massa
elektronik
(media
massa
modern)
sedikit
banyakmembuat
masyarakat senantiasa diliputi prerasaan tidak puas dan bergayahidup yang serba
instant Gaya hidup seperti ini tanpa sadar akan membunuhkreatifitas yang ada
dalam diri kita dikemudian hari.Rubrik dari layar TV dan media lainnya yang
menyajikan
begitu
banyak
unsur-unsur
hingga larut malam membuat menurunnya minat
kenikmatan
dari p
agi
belajar di kalangan generasi
muda. Dari hal tersebut terlihat bahwa budaya dan pola tingkah laku yang sudah
lama tertanam dalam kehidupan masyarakat mulai pudar dan sedikit demi sedikit
mulai diambil perannya oleh media massa dalam menyajikan informasi-informasi
yang berasal dari jaringan nasional maupun dari luar negeri yang terkadang
kurang pas dengan budaya kita sebagai bangsa timur.
Orientasi dari media massa
Perubahan sosial merupakan gejala berubahnya struktur sosial dan pola budaya
dalam suatu masyarakat dan merupakan gejala umum yang terjadi sepanjang masa
dalam setiap masyarakat. Perubahan sosial di masyarakat meliputi beberapa
orientasi, antara lain:

perubahan dengan orientasi pada upaya meninggalkan faktor-faktor atau
unsur-unsur kehidupan sosial yang mesti ditinggalkan atau diubah,
2012
5
Kapita Selekta Ilmu Sosial
Drs. E.Muhamad Chamdan
Pusat Bahan Ajar dan eLearning

perubahan dengan orientasi pada suatu bentuk atau unsur yang memang
bentuk atau unsur baru,

suatu perubahan yang berorientasi pada bentuk, unsur, atau nilai yang telah
eksis atau ada pada masa lampau.
Dalam memantapkan orientasi suatu proses perubahan, ada beberapa faktor yang
memberikan kekuatan pada orientasi perubahan tersebut, antara lain adalah
sebagai berikut:

sikap, dalam hal ini baik skala individu maupun skala kelompok yang
mampu menghargai karya pihak lain, tanpa dilihat dari skala besar atau
kecilnya produktivitas kerja itu sendiri,

adanya kemampuan untuk mentolerir sejumlah penyimpangan dari
bentuk-bentuk atau unsur-unsur rutinitas, sebab pada hakekatnya salah
satu pendorong perubahan adanya individu-individu yang menyimpang
dari hal-hal yang rutin, makhluk yang suka menyimpang dari unsur-unsur
rutinitas,

mengokohkan suatu kebiasaan atau sikap mental yang mampu
memberikan penghargaan (reward) kepada pihak lain (individual,
kelompok) yang berprestasi dalam berinovasi, baik dalam bidang sosial,
ekonomi, dan iptek,

tersedianya fasilitas dan pelayanan pendidikan dan pelatihan yang
memiliki spesifikasi dan kualifikasi progresif, demokratis, dan terbuka
bagi semua fihak yang membutuhkannya.
Suatu proses perubahan sosial tidak selalu berorientasi pada kemajuan semata.
Tidak menutup kemungkinan bahwa proses perubahan sosial juga mengarah pada
kemunduran atau mungkin mengarah pada suatu degradasi pada sejumlah aspek
atau nilai kehidupan dalam masyarakat yang bersangkutan. Suatu kemunduran dan
degradasi (luntur atau berkurangnya suatu derajat atau kualifikasi bentuk-bentuk
atau nial-nilai dalam masyarakat), tidak hanya satu arah atau orientasi perubahan
secara linier, tetapi juga memiliki dampak sampingan dari keberhasilan suatu
proses perubahan. Contohnya perubahan iptek, dari iptek yang bersahaja ke iptek
yang modern (maju), mungkin menimbulkan kegoncangan-kegoncangan pada
unsur-unsur atau nilai-nilai yang tengah berlaku dalam masyarakat yang
bersangkutan, yang sering disebut sebagai culture-shock.
2012
6
Kapita Selekta Ilmu Sosial
Drs. E.Muhamad Chamdan
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
Peran dan Fungsi Media Massa sebagai penunjang perubahan
Sadar atau tidak sadar media massa telah menjadi bagian penting dari kehidupan
masyarakat. Melalui media massa kita dapat belajar banyak hal yang bisa di jadikan
pelajaran. Berita tentang peristiwa-peristiwa yang terjadi di luar negeri maupun
dalam negeri dapat diketahui dengan cepat dan mudah melalui media massa. Hal
ini karena media massa memiliki kemampuan untuk memberikan informasiinformasi secara efektif.
Adapun peran media massa ialah: pertama, media dapat memperluas cakrawala
pemikiran.
Kebanyakan
orang
yang
hidup
dalam
masyarakat
tradisional
menganggap media memiliki kekuatan gaib sewaktu pertama kali mengenalnya
sebab media massa dapat membuat seseorang melihat dan mengetahui tempattempat yang belum pernah dikunjunginya serta mengenal orang-orang yang belum
pernah
ditemuinya.
Media
telah
membantu
masyarakat
Negara
sedang
berkembang mengenal kehidupan masyarakat lain sehingga mereka memperoleh
pandangan baru dalam hidupnya. Media massa dapat menjadi jembatan peralihan
antara masyarakat tradisional kearah masyarakat modern.
Kedua, media massa dapat memusatkan perhatian. Masyarakat tradisional yang
bergerak
ke
arah
modern
sedikit
demi
sedikit
mulai
menggantungkan
pengetahuannya pada media massa sehingga hal-hal mengenai apa yang penting,
yang berbahaya, apa yang menarik dan sebagainya berasal dari media. Akibatnya
lama kelamaan masyarakat mulai meninggalkan kebiasaan atau budayanya dan
menganggap budaya tersebut sebagai sesuatu yang kuno dan tidak modern. Oleh
karena itu, media massa harus bisa memutuskan dengan tepat informasi atau rubric
apa yang akan disampaikannya sebab media dapat mempenggaruhi pola pikir
masyarakat dan membangkitkan aspirasi masyarakat.
Ketiga, media massa mampu menumbuhkan aspirasi. Secara tidak langsung
aspirasi masyarakat tumbuh melalui siaran-siaran atau informasi yang disampaikan
media massa. Banyak hal-hal baru yang disampaikan oleh media, misalnya dari
gaya berpakaian atau potongan rambut yang membuat masyarakat terdorong untuk
melakukan atau menggunakan hal yang sama seperti yang dilihat mereka melalui
media. Hal penting yang perlu disadari dan diperhatikan bahwa terkadang aspirasi
yang berlebihan akan membawa resiko dan buruknya hal tersebut tidak dianggap
sebagai suatu kesalahan.
2012
7
Kapita Selekta Ilmu Sosial
Drs. E.Muhamad Chamdan
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
Fungsi media massa sebagai penunjang perubahan social yaitu: pertama, sebagai
pemberi informasi. Dalam hal ini fungsi penyampaian informasi dapat dilakukan
sendiri oleh media. Tanpa media, sangat mustahil informasi dapat disampaikan
secara tepat dan cepat. Kedua, sebagai pengambilan keputusan. Dalam hal ini
media massa berperan sebagai penunjang yang mana menuntut adanya kelompokkelompok diskusi yang akan mengambil keputusan, di samping itu diharapkan
adanya perubahan sikap, kepercayaan, dan norma-norma sosial. Hal ini berarti
media massa berperan dalam menghantarkan informasi sebagai bahan diskusi,
menyampaikan pesan para pemuka masyarakat serta memperjelas masalahmasalah yang disampaikannya. Ketiga, media berfungsi sebagai pendidik. Dalam
hal ini, media dapat meningkatkan tingkat pengetahuan masyarakat
Pengaruh media massa terhadap perubahan sosial masyarakat
Pesatnya perkembangan teknologi informasi dan komunikasi seperti media massa,
menyebabkan terjadi perubahan secara cepat dimana-mana. Media massa sedikit
demi sedikit membawa masuk masyarakat ke suatu pola budaya yang baru dan
mulai menentukan pola pikir serta budaya perilaku masyarakat. Tanpa disadari
media massa telah ikut mengatur jadwal hidup kita serta menciptakan sejumlah
kebutuhan.
Keberadaaan media massa dalam menyajikan informasi cenderung memicu
perubahan serta banyak membawa pengaruh pada penetapan pola hidup
masyarakat. Beragam informasi yang disajikan dinilai dapat memberi pengaruh
yang berwujud positif dan negatif. Secara perlahan-lahan namun efektif, media
membentuk pandangan masyarakat terhadap bagaimana seseorang melihat
pribadinya dan bagaimana seseorang seharusnya berhubungan dengan dunia
sehari-hari.
Media memperlihatkan pada masyarakat bagaimana standar hidup layak bagi
seorang manusia, sehingga secara tidak langsung menyebabkan masyarakat
menilai apakah lingkungan mereka sudah layak atau apakah ia telah memenuhi
standar tersebut dan gambaran ini banyak dipengaruhi dari apa yang di lihat,
didengar dan dibaca dari media. Pesan/informasi yang disampaikan oleh media
bisa jadi mendukung masyarakat menjadi lebih baik, membuat masyarakat merasa
2012
8
Kapita Selekta Ilmu Sosial
Drs. E.Muhamad Chamdan
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
senang akan diri mereka, merasa cukup atau sebaliknya mengempiskan
kepercayaan dirinya atau merasa rendah dari yang lain.
Pergeseran pola tingkah laku yang diakibatkan oleh media massa dapat terjadi di
lingkungan keluarga, sekolah, dan dalam kehidupan bermasyarakat. Wujud
perubahan pola tingkah laku lainnya yaitu gaya hidup. Perubahan gaya hidup dalam
hal peniruan atau imitasi secara berlebihan terhadap diri seorang firgur yang
sedang diidolakan berdasarkan informasi yang diperoleh dari media. Biasanya
seseorang akan meniru segala sesuatu yang berhubungan dengan idolanya
tersebut baik dalam hal berpakaian, berpenampilan, potongan rambutnya ataupun
cara berbicara yang mencerminkan diri idolanya (Trimarsanto, 1993:8).
Hal tersebut di atas cenderung lebih berpengaruh terhadap generasi muda.
Secara sosio-psikologis, arus informasi yang terus menerpa kehidupan kita akan
menimbulkan berbagai pengaruh terhadap perkembangan jiwa, khususnya untuk
anak-anak dan remaja. Pola perilaku mereka, sedikit demi sedikit dipengaruhi oleh
apa yang mereka terima yang mungkin melenceng dari tahap perkembangan jiwa
maupun norma-norma yang berlaku. Hal ini dapat terjadi bila taayangan atau
informasi yang mestinya di konsumsi oleh orang dewasa sempat ditonton oleh
anak-anak (Amini, 1993).
Dampak yang ditimbulkan media massa bisa beraneka ragam diantaranya
terjadinya perilaku yang menyimpang dari norma-norma sosial atau nilai-nilai
budaya. Di jaman modern ini umumnya masyarakat menganggap hal tersebut
bukanlah hal yang melanggar norma, tetapi menganggap bagian dari trend massa
kini. Selain itu juga, perkembangan media massa yang teramat pesat dan dapat
dinikmati dengan mudah mengakibatkan masyarakat cenderung berpikir praktis.
Dampak lainnya yaitu adanya kecenderungan makin meningkatnya pola hidup
konsumerisme. Dengan perkembangan media massa apalagi dengan munculnya
media massa elektronik (media massa modern) sedikit banyak membuat
masyarakat senantiasa diliputi prerasaan tidak puas dan bergaya hidup yang serba
instant Gaya hidup seperti ini tanpa sadar akan membunuh kreatifitas yang ada
dalam diri kita dikemudian hari.
Rubrik dari layar TV dan media lainnya yang menyajikan begitu banyak unsur-unsur
kenikmatan dari pagi hingga larut malam membuat menurunnya minat belajar
2012
9
Kapita Selekta Ilmu Sosial
Drs. E.Muhamad Chamdan
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
dikalangan generasi muda. Dari hal tersebut terlihat bahwa budaya dan pola
tingkah laku yang sudah lama tertanam dalam kehidupan masyarakat mulai pudar
dan sedikit demi sedikit mulai diambil perannya oleh media massa dalam
menyajikan informasi-informasi yang berasal dari jaringan nasional maupun dari
luar negeri yang terkadang kurang pas dengan budaya kita sebagai bangsa timur.
Media massa pada umunya merupakan sektor pranata modern, yang sampai batas
tertentu adalah asing untuk negara dan kebudayaan negara ketiga. Untuk
memasukkannya diperlukan baik oleh alih teknologi maupun kemampuan
adaptasinya terhadap kebutuhan dunia ketiga (Tharpe, 1992). Secara umum media
massa
merupakan
sarana
penyampaian
informasi
dari
sumber
informasi
(komunikator) kepada penerima informasi (komunikan).
Masuknya informasi oleh media massa membawa dampak perubahan sosial dalam
kehidupan masyarakat. Dengan demikian Informasi memiliki kekuatan baik yang
membangun dan merusak ( Wahyudi, 1992). Artinya media massa dalam hal ini
berwajah ganda. Informasi yang sampai kemasyarakat dapat ditanggapi berbedabeda oleh setiap individu tergantung pada kepentingannya masing-masing serta
tergatung dari kemampuan masyarakat dalam memanfaatkan informasi yang
datang secara proporsional.
Dampak yang paling kontras dirasakan dikalangan masyarakat ialah perubahan
gaya hidup dan pola tingkah laku yang menuntut masyarakat bersikap serba instant
sehingga menyebabkan terjadi pergeseran nilai-nilai budaya dalam kehidupan
masyarakat. Media massa mempengaruhi gaya hidup masyarakat untuk menjadi
serupa dengan apa yang disajikan oleh media. Sadar atau tidak masyarakat pun
masuk kedalamnya bahkan menuntut lebih dari itu. Kehadiran media massa
dirasakan lebih berpengaruh terhadap generasi muda yang sedang berada dalam
tahap pencarian jati diri.
Informasi-informasi yang diterima dari media tersebut mempengaruhi kehidupan
sosial budaya suatu masyarakat baik dalam persepsi sikap serta perilaku hidupnya.
Dari pejelasan-penjelasan di atas, secara tersirat kehadiran media massa telah
memunculkan
suatu
budaya
baru
yang
menginginkan
masyarakat
dapat
menyesuaikan diri terhadap budaya tersebut. Budaya ini dikenal dengan sebagai
budaya populer atau budaya pop (Sugihin, 1991).
2012
10
Kapita Selekta Ilmu Sosial
Drs. E.Muhamad Chamdan
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
Teori Dampak Media
Sembilan Teori Dampak Media adalah kumpulan teori yang menjelaskanmengenai
efek
teknologi
komunikasi
yang
berbentuk
media
memberikan pengaruhnya terhadap perilaku dan cara berpikir manusia di kehidupa
nsosialnya dari berbagai perspektif.Berikut teori-teori yang menjelaskan bagaimana
media massa bekerja dan bagaimana mereka dapat mempengaruhi masyarakat:
Teori Jarum Suntik
Teori ini mencoba menjelaskan bagaimana persuasi yang datang darimedia
memegang
peran
penting
dalam,
mengubah
cara
manusia
berpikir, bertindak, maupun berperilaku. Contoh yang jelas ialah pidato yangdi
lakukan oleh pemimpin Nazi, Adolf Hitler, melalui radio publik, yangakhirnya
menjadi faktor vital memulai holocaust di Perang Dunia Ke II
Teori Arus Bertahap
Teori ini beranggapan bahwa efek media terjadi secara tidak langsung
dantermediasi melalui opinion leaders. Opinion Leaders adalah individu yang
gagasan dan perilakunya menjadi model bagi orang lain yang kemudian
mengomunikasikan pesan dan mempengaruhi sikap dan perubahan perilaku para pengikut.
Contoh
Opinion
Leaders
yang
datang
dari
dunia politik, akan menggunakan cara kampanye yang berbeda ketika inginm
elakukan komunikasi tentang dirinya dengan penyimak yang memilikitingkat
pengetahuan
yang
bahasa yang lebih
berkomunikasi
tinggi
dengan
menggunakan
penggunaan
Sebaliknya,
ketika ingin
kompleks dan rumit.
dengan masyarakat
secara
umum
dengan
tingkat
pengetahuan yang sedang bahkan rendah, politikus tersebut akan menjadi
lebih rendah hati, dengan menggunakan bahasa yang lebih merakyat dan
media yang bisa dijangkau oleh masyarakat secara luas.
Teori Proses Selektif
Teori
ini
menjelaskan
bahwa
masyarakat
melakukan
suatu
proses
seleksisehingga masyarakatlah yang secara selektif menentukan, efek apa
yangmereka ingin dapatkan dari informasi yang diberikan oleh media. Contoh,
kelompok masyarakat yang mendukung invasi Amerika Serikat ke Irak, tidak
akan membaca artikel mengenai pembentukan kedamaian di Irak, dan
penghapusan perang.
2012
11
Kapita Selekta Ilmu Sosial
Drs. E.Muhamad Chamdan
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
Teori Pembelajaran Sosial
Teori
pembelajaran
sosial
adalah
teori
yang
memprediksi
perilaku
denganmelihat cara lain yang dilakukan individu dalam memproses
informasi.Teori ini menjelaskan bahwa contoh dari personal tertentu atau
mediamassa
dapat
menjadi
penting
dalam
usaha
memperoleh
perilakuyang baru. Individu melakukan proses imitasi atas apa yang
mereka
lihat dari media. Contoh, ketika suatu acara di televisi menampilkan seorang
preman
yang
akhirnya
ditangkap
polisi, karena
melakukan tindakan
kriminal, masyarakat yang menontonnya akan berusaha untuk tidakmeniru
apa yang telah dilakukan oleh preman tersebut
Teori Kultivasi
Teori ini mendeksripsikan bahwa media menghasilkan sebuah dampak
dimana
ada
sebagian
masyarakat
yang
menganggap
dunia
nyata
(kehidupannya sehari-hari) berjalan sesuai dengan dunia yangdigambarkan
oleh media. Ataupun sebaliknya, menganggap bahwa dunia dalam media itu
adalah "realita". Contoh, anak-anak yang secara konsisten menyaksikan
liputan mengenai penculikan anak, akanmenganggap bahwa dimana pun Ia
berada penculikan tersebut bisaterjadi, sehingga memiliki rasa ketakutan yang
berlebihan, dibandingkananak-anak yang tidak menonton liputan tersebut
Teori P r i m i n g
Priming adalah proses di mana media massa berfokus pada sebagian isudan
tidak pada isu lainnya dan dengan demikian mengubah juga standarevaluasi
yang digunakan khalayak untuk menilai realitas sosial yangdihadapinya.
Selain itu teori ini juga menjelaskan bahwa mediamendorong terbentuknya
pikiran yang terhubung dengan apa yang ditampilkan dimedia itu sendiri.
Contoh, adanya kecenderungan untukmeniru adengan-adegan kekerasan
yang ditampilkan di media pada oranglain di dunia nyata
Teori Penetapan Agenda
Teori penetapan agenda adalah sebuah proses dimana figur publik dan
peristiwa penting apa yang membantu menentukan konten yang akan
disampaikan oleh media. Teori ini juga menjelaskan efek proses tersebut
2012
12
Kapita Selekta Ilmu Sosial
Drs. E.Muhamad Chamdan
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
bagi masyarakat penyimak media, di mana dijelaskan bahwa semakin
besar ketertarikan masyarakat akan suatu isu, maka semakin besar pula
Coverage yang dilakukan oleh media atas isu tersebut
Teori C a t h a r s i s
Konsep teori ini berdiri diatas psikoanalisa Sigmund Freud, yaitu emosiyang
tertahan
bisa
itudiperlukan
menyebabkan
sebuah
ledakan
penyaluran
emosi
atas
berlebihan,
emosi
maka
yang
dari
tertahan
tersebut.Penyaluran emosi yang konstruktif ini disebut dengan Catharsis.
Contohnya, Musik, film, gambar, peristiwa merupakan contoh dari efek
Catharsis
tersebut. Teori ini menjelaskan juga bahwa konten dewasa
dan juga kekerasan yang ditampilkan oleh media memberikan efek positifkare
na memberikan kesempatan bagi individu untuk meninggalkan sifatanti sosial
mereka didalam sebuah dunia fantasi.
Teori Kritis
Teori ini sendiri memfokuskan pembahasannya bukan pada efek perilakuyang
diterima Individu dari media, namun melihat perubahan budayadalam ruang
lingkup yang luas yang disebabkan oleh media. Teori Kritis ini juga memiliki
kemampuan dalam mendeksripsikan secara lanjuthubungan antara budaya
dengan media itu sendiri. Teori ini percaya,dampak yang dihasilkan oleh
media, bukanlah efek yang terjadi secaramonoton, namun sebagai sebuah
proses timbal balik
Teori Dampak Media dan Interaksi Manusia dengan Komputer
Konsep ini menjelaskan mengenai proses, dialog, dan kegiatan dimana
melaluinya
pengguna
memanfaatkan
dan
berinteraksi
dengan
komputer.Interaksi manusia dengan media dapat dikategorikan dalam konsep
ini.Manusia yang tidak bisa lepas dari informasi selalu memanfaatkan
teknologi komunikasi yang berbasis teknologi komputer dalamkehidupannya.
Ketika interaksi tersebut terjadi, maka terjadi puladampak-dampak yang
dihasilkan oleh media dari berbagai perspektifyang ada.
Pengaruh yang ditimbulkan media massa berdasarkan teori kontemporer
Pengaruh media terhadap masyarakat telah menumbuhkan pembaharuanpembaharuan yang cepat dalam masyarakat. Pembaharuan yang berwujud
2012
13
Kapita Selekta Ilmu Sosial
Drs. E.Muhamad Chamdan
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
perubahan ada yang ke arah negatif dan ada yang ke arah positif. Pengaruh media
tersebut berkaitan dengan aspek-aspek lain seperti sifat komunikator, isi/informasi
dari media itu sendiri, serta tanggapan dari masyarakat.
Sadar atau tidak sadar masyarakat sering dipengaruhi oleh media massa, misalnya
media membujuk untuk menggunakan suatu produk tertentu ataupun secara tidak
langsung membujuk untuk mendukung ideologi politik tertentu maupun partai
tertentu. Sehubungan dengan hal tersebut, ada beberapa teori kontemporer yang
berkaitan dengan pengaruh komunikasi massa yang digolongkan dalam empat
bagian, yaitu:
Teori perbedaan Individu
Menurut teori ini terdapat kecendrungan baru dalam pembentukan watak
sesorang melalui proses belajar. Adanya perbedaan pola pikir dan motivasi
didasarkan pada pengalaman belajar. Perbedaan individu disebabkan
karena perbedaan lingkungan yang menghasilakan perbedaan pandangan
dalam menghadapi sesuatu. Lingkungan akan mempengaruhi sikap, nilainilai serta kepercayaan yang mendasari kepribadian mereka dalam
menaggapi informasi yang datang. Dengan demikian pengaruh media
terhadap individu akan berbeda-beda satu sama lain.
Teori Penggolongan Sosial
Penggolongan sosial lebih didasarkan pada tingkat penghasilan, seks,
pendidikan, tempat tinggal maupun agama. Dalam teori ini dikatakan bahwa
masyarakat yang memiliki sifat-sifat tertentu yang cenderung sama akan
membentuk sikap-sikap yang sama dalam menghadapi stimuli tertentu.
Persamaan ini berpengaruh terhadap tanggapan mereka dalam menerima
pesan yang disampaikan media massa.
Teori Hubungan Sosial
Menurut
teori
ini
kebanyakan
masyarakat
menerima
pesan
yang
disampaikan media banyak di peroleh melalui hubungan atau kontak
dengan orang lain dari pada menerima langsung dari media massa. Dalam
hal ini hubungan antar pribadi mempunyai pengaruh yang kuat terhadap
penyampaian informasi oleh media.
2012
14
Kapita Selekta Ilmu Sosial
Drs. E.Muhamad Chamdan
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
Teori Norma-Norma Budaya
Teori ini menganggap bahwa pesan/informasi yang disampaikan oleh media
massa dengan cara-cara tertentu dapat menimbulkan tafsiran yang
berbeda-beda oleh masyarakat sesuai dengan budayanya. Hal ini secara
tidak langsung menunjukkan bahwa media mempengaruhi sikap individu
tersebut. Ada beberapa cara yang ditempuh oleh media massa dalam
mempengaruhi norma-norma budaya. Pertama, informasi yang disampaikan
dapat memperkuat pola-pola budaya yang berlaku serta meyakinkan
masyarakat bahwa budaya tersebut masih berlaku dan harus di patuhi.
Kedua, media massa dapat menciptakan budaya-budaya baru yang dapat
melengkapi atau menyempurnakan budaya lama yang tidak bertentangan.
Ketiga, media massa dapat merubah norma-norma budaya yang telah ada
dan berlaku sejak lama serta mengubah perilaku masyarakat itu sendiri.
BAHAN BACAAN
Agustriono, et.al. 1996. Dampak Globalisasi Informasi Dan Komunikasi Terhadap
Kehidupan Sosial Budaya Masyarakat Di Daerah Sumatera Utara.
Departemen Pendidikan Dan Kebudayaan
Mappiare, Syahrir, et.al. 1996. Dampak Globalisasi Informasi Dan Komunikasi
Terhadap Kehidupan Sosial Budaya Masyarakat Pedesaan Di Sulawesi
Tengah. Departemen Pendidikan Dan Kebudayaan
Murniatmo, gatut, et.al. 1997. Dampak Globalisasi Informasi Terhadap Kehidupan
Sosial Budaya Masyarakat Pedesaan Di Daerah Istimewa Yogyakarta.
Departemen Pendidikan Dan Kebudayaan: Yogyakarta
Pratikto, Riyono. 1997. Komunikasi Pembangunan Edisi I. Bandung.
Purwasito, Andrik. 1993. Pengaruh TV dan Cara Menyikapinya.
Kedaulatan Rakyat: Sabtu, 6 november
Subrata. 1992. Media Massa Dalam Era Globalisasi. Kompas, 27 Oktober.
T. Sugihen, Bahrein. 1991. Budaya Populer dan Perilaku Sosial: Suatu
Obyek Kajian dan Penelitian Sosiologi. ( Makalah yang disampaikan
dalam rangka peringatan Ulang Tahun FSIP-USU Medan, 11 Oktober
1991).
Salim, Agus. 2002. Perubahan Sosial: Sketsa Teori dan Metodologi Kasus
Indonesia. PT. Tiara Wacana: Yogyakarta
Sukanto, Surjono. 1981. Sosiologi: Suatu pengantar. UI Press: Jakarta.
Susanto Sunario, Astrid. S. 1993. Globalisasi dan Komunikasi. Cetakan Pertama.
Sinar Harapan: Jakarta.
Thorpe, Gold J. E. 1992. Sosiologi Dunia Ketiga: Kesenjangan dan Pembangunan.
PT. Gramedia Pustaka Utama: Jakarta.
2012
15
Kapita Selekta Ilmu Sosial
Drs. E.Muhamad Chamdan
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
Trimarsanto, Tonny. 1993. Instant Mania Manusia Modern. Kedaulatan Rakyat: 12
September.
Wahyudi, J. B. 1992. Prospek Iklan Media Massa Setelah Dikepung TV Swasta.
Kedaulatan Rakyat: 24 Agustus
Wiryanto. (2004). Pengantar Ilmu Komunikasi . Jakarta: Grasindo.
Devito, Joseph A. (2011). Komunikasi Antar Manusia Edisi Kelima .Jakarta:
Kharisma Publishing Group (Bahasa Indonesia)
Sumber Lain:
Wikipedia. (2013). Media Massa http://id.wikipedia.org/wiki/Media_massa(diakses 4
November 2013) Wikipedia. (2013).
9 Teori Dampak Media. http://id.wikipedia.org/wiki/9_Teori_Dampak_Media
(diakses 25 Oktober2013) Wikipedia. (2013).
Efek Media http://id.wikipedia.org/wiki/Efek_media(diakses 4 November 2013
2012
16
Kapita Selekta Ilmu Sosial
Drs. E.Muhamad Chamdan
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
Download