Unduh

advertisement
PENGERTIAN MANUSIA
 Pengertian manusia dapat dilihat dari berbagai segi.
Secara bahasa manusia berasal dari kata “manu”
(Sansekerta), “mens” (Latin), yang berarti berpikir,
berakal budi atau makhluk yang mampu menguasai
makhluk lain. Secara istilah manusia dapat diartikan
sebuah konsep atau sebuah fakta, sebuah gagasan atau
realitas, sebuah kelompok (genus) atau seorang
individu. Secara biologi, manusia diartikan sebagai
sebuah spesies primata dari golongan mamalia yang
dilengkapi otak berkemampuan tinggi.
PENGERTIAN MANUSIA
PENGERTIAN MANUSIA
 Menurut Islam manusia itu terdiri dari dua
bagian yang membuatnya menjadi manusia
sempurna, yaitu terdiri dari Jasmani dan rohani.
MANUSIA
JASMANI
ROHANI
PROSES PENCIPTAAN MANUSIA
(Q.S AL Mu’minun 12:14)
PROSES PENCIPTAAN MANUSIA
 A. ‘Sulalah min thin’ (saripati tanah).
Saripati tanah yang dimaksud – sebagaimana
pendapat Thahir Ibn ‘Asyur – adalah zat yang
diproduksi oleh alat pencernaan yang berasal dari
bahan makanan (baik tumbuhan maupun hewan)
yang bersumber dari tanah, yang selanjutnya menjadi
darah, kemudian berproses hingga akhirnya menjadi
sperma ketika terjadi hubungan sex
PROSES PENCIPTAAN MANUSIA
 B. ‘Nuthfah’ (air mani).
Makna asal kata ‘nuthfah’ dalam bahasa Arab berarti
setetes yang dapat membasahi. Penggunaan kata ini
sejalan dengan penemuan ilmiah yang
menginformasikan bahwa pancaran mani yang
menyembur dari alat kelamin pria yang mengandung
sekitar dua ratus juta benih manusia, tetapi yang
berhasil bertemu dengan ovum wanita hanya satu.
Itulah yang dimaksud dengan nuthfah.
PROSES PENCIPTAAN MANUSIA
 C. ‘Alaqah’ (segumpal darah).
Dan ‘alaqah diartikan ‘segumpal darah’ atau
‘gumpalan darah yang membeku’ karena embrio
selama fase ini berkembang melalui saat-saat
internal yang diketahui seperti pembentukan darah
di pembuluh tertutup sampai dengan putaran
metabolis lengkap melalui plasenta (ari-ari).
PROSES PENCIPTAAN MANUSIA
 D. ‘Mudghah’ (segumpal daging).
Mudhghah berasal dari kata madhagha yang berarti
mengunyah. Pada fase ini embrio disebut mudhghah
karena bentuknya masih dalam kadar yang kecil
seukuran dengan sesuatu yang dikunyah.
PROSES PENCIPTAAN MANUSIA
 E. ‘Idzam (tulang atau kerangka).

Pada fase ini embrio mengalami perkembangan
dari bentuk sebelumnya yang hanya berupa segumpal
daging hingga berbalut kerangka atau tulang.
PROSES PENCIPTAAN MANUSIA
 F. Kisa al-‘idzam bil-lahm (penutupan tulang
dengan daging atau otot).
Pengungkapan fase ini dengan kisa yang berarti
membungkus, dan lahm (daging) diibaratkan pakaian
yang membungkus tulang, selaras dengan kemajuan
yang dicapai embriologi yang menyatakan bahwa selsel tulang tercipta sebelum sel-sel daging, dan bahwa
tidak terdeteksi adanya satu sel daging sebelum
terlihat sel tulang.
PROSES PENCIPTAAN MANUSIA
 G. Insya (mewujudkan makhluk lain).
Fase ini mengisyaratkan bahwa ada sesuatu yang
dianugerahkan kepada manusia yang menjadikannya
berbeda dengan makhluk-makhluk lain. Sesuatu itu
adalah ruh ciptaannya yang menjadikan manusia
memiliki potensi yang sangatbesar sehingga dapat
melanjutkan evolusinya hingga mencapai
kesempurnaan makhluk.
HAKEKAT MANUSIA
1.Makhluk yang memiliki tenaga dalam yang dapat
menggerakkan hidupnya untuk memenuhi
kebutuhan-kebutuhannya.
2.Individu yang memiliki sifat rasional yang
bertanggung jawab atas tingkah laku intelektual dan
sosial.
3.Makhluk yang mampu mengarahkan dirinya ke
tujuan yang positif mampu mengatur dan
mengontrol dirinya dan mampu menentukan
nasibnya.
HAKEKAT MANUSIA
4. Makhluk Tuhan yang berarti ia adalah makhluk
yang mengandung kemungkinan baik dan jahat.
5. Individu yang sangat dipengaruhi oleh lingkungan
turutama lingkungan sosial, bahkan ia tidak bisa
berkembang sesuai dengan martabat
kemanusaannya tanpa hidup di dalam lingkungan
sosial.
Filsafat manusia adalah bagian filsafat yang mengupas apa
arti manusia filsafat manusia mengungkapkan sebaik
mungkin apakah sebenarnya makhuk yang disebut
”manusia”. Istilah filsafat manusia diterjemahkan dari
istilah antropologi filosofis (dalam bahasa Yunani
anthropos berarti manusia), yang menggali,
memperdalam dan memperkaya pengetahuan tentang
manusia dengan memandang manusia sebagai kesatuan
roh dan badan, atau jiwa dan daging.
Hal tersebut seperti yang digambarkan oleh Rene
Descartes, bahwa manusia terbentuk dari badan dan jiwa
sebagai dua substansi yang lengkap masing-masing.
MENURUT PARA AHLI
 Edmund Hussler
Pandangan Edmund Husler tersebut dipengaruhi
tradisi pemikiran filsafat kuno pendahulunya, yaitu
filsafat Plato yang humanis. Pandangan Plato tentang
manusia menempatkan manusia sebagai manusia,
yang sangat dipengaruhi oleh rasionya. Karena itu,
menurut Plato manusia memiliki idealisme
 Lois Leahy, SJ
Selanjutnya, dalam kajian filsafat manusia, Louis
Leahy (2001 : 17) menjelaskan bahwa demikian banyak
para ahli filsafat telah berupaya untuk menjelaskan
tentang manusia, namun banyak di antaranya
memunculkan keragu-raguan dan pertentangan.
Dengan adanya watak-sifat manusia, memungkinkan
manusia dapat dibedakan dengan makhuk-makhuk
lainnya. Tanpa adanya watak-sifat yang dimiliki
manusia, filsafat dan setiap ilmu pengetahuan tentang
manusia tidak mungkin akan berjalan.
 Clyde Kluckhohn
Penegasan yang bernuansa permisif tentang wataksifat manusia tersebut didukung oleh pernyataan
Clyde Kluckhohn (dalam Louis Leahly, 2001:21),
sebagai berikut : ”Para anggota dari semua masyarakat
manusiawi, mendapati persoalan-persoalan sulit dan
sama dimana-mana, yang tidak bisa dihindari dan
ditimbulkan oleh biologi manusia serta fakta-fakta
lain dari pada keadaan manusia itu.”
 Manusia Sebagai makhluk yang dibekali dengan
berbagai kelebihan jika dibandingan dengan makhluk
lain, sudah sepatutnya manusia mensyukuri anugrah
tersebut dengan berbagai cara, diantaranya dengan
memaksimalkan semua potensi yang ada pada diri
kita. Kita juga dituntut untuk terus mengembangkan
potensi tersebut dalam rangka mewujudkan tugas dan
tanggung jawab manusia sebagai makhluk dan
khalifah di bumi.
Download