BAB I

advertisement
1
DUKUNGAN SOSIAL PADA PENDERITA SAKIT JANTUNG
DI RUMAH SAKIT HARAPAN KITA JAKARTA
Eti Komalasari
Fakultas Psikologi Universitas Gunadarma
ABSTRAKSI
Penelitian ini dilakukan untuk memberikan gambaran dukungan sosial
pada penderita sakit jantung khususnya di Rumah Sakit Harapan Kita Jakarta
dan ingin mengetahui mengapa penderita sakit jantung memerlukan dukungan
sosial serta bagaimana proses pemberian dukungan sosial tersebut pada
penderita sakit jantung.
Dukungan sosial adalah bantuan yang diterima individu dari orang lain
atau kelompok sekitar yang membuat penerima merasa nyaman, dicintai dan
dihargai serta dapat menimbulkan efek positif bagi dirinya. Penyakit jantung
adalah suatu keadaan dimana adanya penyempitan pembuluh darah atau arteri
yang menyebabkan tidak cukupnya suplai darah sehingga mengganggu aliran
darah keotot jantung dan mengalami kerusakan atau gangguan fungsi jantung.
Penelitian ini menggunakan metode wawancara dan observasi. Teori yang
digunakan adalah teori-teori dukungan sosial dan teori-teori penyakit jantung.
Berdasarkan hasil penelitian ini bahwa dukungan sosial yang dapat
diterima oleh penderita sakit jantung adalah dukungan emosional berupa
perhatian sehingga penderita merasakan nyaman, aman dan dicintai, dukungan
penghargaan diberikan dengan tidak selalu dilibatkan pada masalah yang dapat
mengganggu kesehatannya, dukungan instrumental diberikan melalui tindakan
atau bantuan fisik, dukungan informasional yang diberikan melalui penyluhan
atau dari pihak rumah sakit sendiri, dukungan persahabatan yang dapat
meringankan beban penderitaan penderita sakit jantung, dukungan motivasional
diberikan melalui nasehat dan saran. Dengan dukungan ini penderita sakit
jantung merasa tertolong dan dapat meringankan beban penderitaannya, lebih
kuat dalam memerangi penyakitnya sehingga dapat menjalani hidup ini dengan
baik, sehat dan normal.
PENDAHULUAN
Tubuh manusia memang sangat menakjubkan. Secara biologis, individu
terdiri dari sekumpulan organ-organ yang bekerja dalam kesatuan dan
menciptakan berbagai macam proses yang membuat kita berfungsi secara
sempurna. Jantung sangat menakjubkan didalam kesederhanaannya, dan
2
menimbulkan kekaguman yang luar biasa jika mempertimbangkan beban kerjanya
yang sangat besar (Fredric & Libov, 1997).
Penyakit jantung merupakan penyakit pembunuh nomor satu bagi kaum
laki-laki dan perempuan. Penyakit jantung sering terjadi karena adanya proses
penyempitan arteri koroner.
O’Malley, dkk (2004) mengungkapkan tentang studinya bahwa tanda awal
penyakit jantung adalah adanya penumpukan kalsium yang tidak normal dalam
pembuluh jantung atau pengerasan pembuluh darah dalam pembuluh jantung. Hal
tersebut bisa dideteksi dengan cara discan. Tanda awal penyakit jantung ini bisa
juga dihubungkan dengan tingginya tekanan darah, tingginya indeks berat tubuh
dan kenaikan kadar LDL serta kadar lemak darah yang disebut trigliserida.
Penyakit jantung sering kali menyebabkan gejala yang berupa nyeri dada
atau sesak. Nyeri angina yang timbul pada saat melakukan kerja fisik atau pada
keadaan stres emosional. Sesak napas dan rasa letih yang berlebihan terutama
pada saat melakukan kerja fisik yang disebabkan oleh berkurangnya aliran darah
dan juga oksigen keotot-otot. Berdebar atau palpitasi terjadi akibat adanya
peningkatan denyut jantung atau kehilangan iramanya atau juga iramanya
bertambah cepat tanpa sebab dapat 1mengakibatkan pingsan tetapi palpitasi
(berdebar) menimbulkan rasa tidak enak dan rasa takut. Rasa takut yang
berlebihan akan membuat individu merasa kehilangan kepercayaan diri.
Mengalami serangan jantung melalui suatu krisis jantung atau bahkan
didiagnosis dengan penyakit jantung dapat memicu terjadinya depresi.
Dewasa ini, jutaan orang dengan penyakit jantung dapat menikmati gaya
hidup yang aktif dan memuaskan serta tidak mengalami depresi. Salah satu faktor
yang dapat mengurangi tingkat depresi pada penderita penyakit jantung adalah
dukungan dari keluarga, karena dibandingkan dengan orang lain kelurga
merupakan orang yang terdekat dengan penderita.
Menurut Sarafino (1990) yang dimaksud dukungan sosial adalah bantuan
yang diterima individu dari orang lain atau kelompok disekitarnya, yang membuat
penerima merasa nyaman, dicintai dan dihargai, bentuk dukungan sosial antara
lain adalah dukungan emosional, dukungan berupa penghargaan, dukungan
3
berupa bantuan langsung dan dukungan informasional. Dukungan sosial
menjadikan individu merasa nyaman dan tenang.
Tujuan Penelitian
Adapun tujuan dari penelitian ini adalah memberikan gambaran dukungan
sosial pada penderita sakit jantung di Rumah Sakit Harapan Kita Jakarta, mengapa
penderita sakit jantung memerlukan dukungan sosial dan bagaimana proses
pemberian dukungan sosial bagi penderita sakit jantung.
DUKUNGAN SOSIAL
1. Definisi Dukungan Sosial
Kehadiran orang lain didalam kehidupan pribadi seseorang begitu
diperlukan, sebab itu individu membutuhkan dukungan dari orang terdekat,
dukungan yang dimaksud adalah dukungan sosial.
Sarafino (1990) mengartikan dukungan sosial sebagai bantuan yang
diterima individu dari orang lain atau kelompok sekitarnya, yang membuat
penerima merasa nyaman, dicintai, dan dihargai.
Sears dkk (1991) berpendapat bahwa dukungan sosial adalah adanya saling
mendukung antara individu satu dengan individu yang lainnya dimana
didalamnya terdapat satu orang yang memberikan bantuan untuk orang lain.
Kaplan dkk (1993) berpendapat bahwa tingkatan yang merupakan kebutuhan
dasar individu untuk cinta kasih, penghargaan, rasa memiliki, rasa aman yang
dipuaskan melalui interaksi dengan orang lain.
2. Bentuk-bentuk Dukungan Sosial
Sarafino (1998) mengemukakan bahwa bentuk dukungan sosial antara lain
adalah :
a. Dukungan Emosional.
4
Dukungan sosial emosional meliputi empati dan perhatian terhadap individu.
Dukungan emosional tersebut memberikan perasaan nyaman, aman dan
dicintai terutama pada saat-saat penuh tekanan.
b. Dukungan Penghargaan.
Dukungan penghargaan diwujudkan melalui penghargaan terhadap individu,
dorongan atau persetujuan terhadap gagasan atau perasaan individu serta
perbandingan positif dengan individu lain. Dukungan penghargaan ini terutama
membantu meningkatkan harga diri individu.
c. Dukungan Instrumental.
Dukungan instrumental meliputi bantuan langsung, seperti ketika seseorang
memberikan bantuan uang untuk pengobatan bagi ekonomi lemah bantuan ini
sangat berarti.
d. Dukungan Informasi.
Dukungan informasi mencakup pemberian nasehat, saran atau umpan balik
tentang keadaan atau apa yang dikerjakan individu.
e. Dukungan persahabatan.
Suatu bentuk dukungan sosial yang dapat memberikan dukungan bagi
seseorang dalam usaha untuk mengurangi tekanan yang dirasakan.
f. Dukungan Motivasional.
Pemberian dorongan dan semangat pada individu yang membutuhkan untuk
menyelesaikan permasalahan yang dihadapi.
3. Sumber-sumber Dukungan Sosial
. Wortman dan Conway (dalam Farhati & Rosyid, 1996) menyatakan
bahwa dukungan sosial dapat diperoleh dari teman dekat, anggota keluarga,
teman, dokter serta ahli-ahli dibidang keahlian yang sesuai. Sedangkan menurut
Orford (dalam Witridiani, 1996) menyebutkan beberapa sumber yang dapat
memberikan dukungan sosial antara lain: keluarga, teman dan tetangga serta guru
disekolah.
5
4. Pengaruh Dukungan Sosial.
Dukungan sosial tidak terlepas dari akibat atau pengaruh yang ditimbulkan
oleh dukungan sosial sangat efektif mengurangi distress selama waktu stress.
Folonsen dan Beehr (dalam Farhati & Rosyid, 1996) menyatakan dukungan sosial
dapat mengurangi stress dengan cara berpengaruh terhadap stress dan
menghambat hubungan stressor dan stress.
5. Fungsi Dukungan Sosial
Sheridan dan Radmacker (1992) menyebutkan bahwa selama menjalankan
masa-masa yang dipenuh tekanan, seseorang sering mengalami penderitaan
emosional serta kemungkinan selanjutnya adalah menderita depresi, kesedihan,
cemas dan berkurangnya harga diri. Dengan adanya dukungan sosial setidaknya
orang tersebut dapat menyadari bahwa ada pihak atau orang-orang disekitar yang
siap membantu dalam menghadapi tekanan.
Dengan kata lain, dukungan sosial itu tidak akan efektif berfungsi bila
tidak disertai oleh adanya situasi peristiwa yang akan menimbulkan stres. Lebih
lanjut lagi dikatakan bahwa dukungan sosial ini akan kurang dirasakan/sama
sekali tidak ada efeknya pada situasi/kondisi yang taraf stresnya rendah.
6. Faktor-faktor yang Membentuk Dukungan Sosial.
Dukungan sosial terbentuk karena berbagai faktor. Myres (dalam Runtu,
2002) mengemukakan bahwa sedikitnya ada 3 faktor penting yang mendorong
seseorang untuk memberikan bantuan atau dukungan yang positif. Pertama,
empati yaitu turut merasakan kesusahan orang lain dengan tujuan mengantisipasi
emosi dan memotivasi tingkah laku untuk mengurangi kesusahan dan
meningkatkan kesejahteraan orang lain. Kedua, norma & nilai sosial yang berguna
untuk membimbing individu untuk menjalankan kewajiban dalam kehidupan.
Ketiga, pertukaran sosial yaitu hubungan timbal balik perilaku sosial antara cinta,
pelayanan, informasi dan status dengan strategi minimax, yaitu meminimalkan
korban dan memaksimalkan reward, dan untuk meramalkan tingkah laku
seseorang.
6
7. Manfaat Dukungan Sosial.
Menurut Johnson dan Johnson (dalam Witridiani, 1996) dukungan sosial
dapat memberikan dukungan emosi, instrumental, penilaian positif dan informasi
yang bermanfaat bagi individu dalam :
a. Meningkatkan produktivitas bila dihubungkan dengan pekerjaan.
b. Meningkatkan kesejahteraan psikologis dan penyesuaian diri dengan
menyediakan rasa memiliki, memperjelas identitas diri, menambah harga diri,
serta mengurangi stress.
c. Meningkatkan dan memelihara kesehatan fisik.
d. Pengelolaan terhadap stres dengan menyediakan pelayanan, perawatan,
sumber-sumber informasi dan umpan balik yang dibutuhkan untuk menghadapi
stres dan tekanan.
PENYAKIT JANTUNG
1. Pengertian Penyakit Jantung.
Menurut Supari (2003) penyakit jantung (serangan jantung) adalah suatu
keadaan dimana terdapat penyempitan pembuluh darah koroner sehingga
mengganggu aliran darah ke otot jantung dan mengalami kerusakan/gangguan
fungsi. Luasnya kerusakan otot jantung akan mempengaruhi harapan hidup si
penderita.
Menurut Mansjoer (1999) penyakit jantung adalah proses penyumbatan di
pembuluh arteri yang menyebabkan tidak cukupnya suplai darah ke otot jantung.
2. Gejala-gejala Penyakit Jantung.
Menurut Petch (1995) gejala-gejala penyakit jantung adalah sebagai
berikut :
a. Nyeri/sesak pada dada.
Biasanya terasa pada bagian tengah dada dan bersifat berat meskipun dapat
menyebar kearah mana saja, ia cenderung menyebar kearah dagu dan lengan.
b. Nyeri angina.
7
Rasa ini hanya timbul jika jantung harus bekerja lebih keras seperti pada saat
melakukan kerja fisik atau pada keadaan stres emosional. Biasanya rasa tidak
enak tersebut berupa suatu perasaan tertekan pada dada, pada saat berjalan
tergesa-gesa. Akan menjalar keleher, dagu dan lengan tetapi bisa menghilang
dalam beberapa menit dengan istirahat. Manifestasi penyakit jantung ini
disebut sebagai angina pectoris yang berarti “dada tercekik”.
c. Sesak napas dan rasa letih.
Penambahan volume darah didalam serambi jantung dan pembuluh balik yang
mengarah ke jantung. Karena kebanyakan penyakit jantung terutama mengenai
bilik kiri jantung, maka paru-paru akan mengalami bendungan dan akan
merasa sesak (dyspnea). Rasa letih yang berlebihan terutama pada saat
melakukan kerja fisik yang disebabkan karena berkurangnya aliran darah dan
demikian juga oksigen ke otot-otot.
d. Pingsan.
Disebabkan karena kekurangan aliran darah didalam otak. Hal ini dapat
disebabkan akibat syok psikologis saja atau dapat disebabkan oleh penyakit
jantung berat.
e. Berdebar (palpitasi).
Peningkatan denyut jantung atau kehilangan iramanya atau juga iramanya
bertambah cepat tanpa sebab dapat mengakibatkan pingsan atau perasaan
pingsan, tetapi biasanya palpitasi hanya menimbulkan rasa tidak enak dan rasa
takut.
3. Penyebab Utama Penyakit Jantung.
Fredic & Libov (1997) mengemukakan faktor resiko atau penyebab utama
penyakit jantung diantaranya adalah :
a. Merokok.
b. Riwayat penyakit jantung dalam keluarga.
c. Kadar kolesterol yang tinggi di dalam darah.
d. Diabetes.
e. Tekanan darah tinggi yang tak terkendali.
8
f. Laki-laki atau perempuan setelah menopause.
g. Kurang olah raga.
h. Stres.
4. Macam-macam Penyakit Jantung.
a. Gagal Jantung.
b. Infark Miokard Akut (IMA).
c. Angina Pektoris.
d. Penyakit Jantung Hipertensif (PJH).
e. Stenosis Mitral.
f. Endokarditis Infektif.
g. Demam Reumatik (Rheumatic Fever).
h. Penyakit Jantung Reumatik (Rheumatic Heart Disease).
i. Kardiomiopi.
j. Perikarditis.
C. Peranan Dukungan Sosial pada Penderita Sakit Jantung.
Penyakit jantung (serangan jantung adalah suatu keadaan dimana terdapat
penyempitan pembuluh darah koroner sehingga mengganggu aliran darah ke otot
jantung dan mengalami kerusakan atau gangguan fungsi (Supari, 2003). Luasnya
kerusakan otot jantung akan mempengaruhi harapan hidup si penderita. Tanda
awal penyakit jantung adalah adanya penumpukan kalsium yang tidak normal
dalam pembuluh jantung atau pengerasan pembuluh darah dalam jantung. Salah
satu dari gejala penyakit jantung adalah rasa letih yang dapat menyebabkan sesak
napas dan berdebar-debar.
Untuk mengatasi stresnya salah satu usaha yang dilakukan adalah dengan
membentuk dukungan sosial yang diberikan oleh orang-orang terdekat misalnya
keluarga, teman, dokter, dan lain-lain. Dukungan ini sangat penting apalagi untuk
pasien yang menderita penyakit jantung. Semangat dari lingkungan luar juga
dapat menolong dan menanggulangi sakit yang kronis. Dukungan sosial dapat
9
memberikan efek yang positif terhadap kesehatan dengan perlindungan seseorang
dari efek yang negatif.
METODOLOGI PENELITIAN
Pendekatan Penelitian
Yin (2002) menjelaskan studi kasus merupakan suatu inkuiri (penelitian)
empiris yang menyelidiki fenomena didalam konteks kehidupan nyata, bilamana
batas-batas fenomena dan konteks tak tampak dengan tegas, dan diamati multi
sumber bukti dimanfaatkan. Selltiz, dkk (1977) mendefinisikan studi kasus
sebagai studi yang dilakukan secara intensif terhadap suatu fenomena yang
menarik.
Sedangkan
menurut
Patton
(dalam
Poerwandari,
2001)
dengan
menggunakan studi kasus dapat diperoleh gambaran yang mendalam, mendetail
dan menyeluruh dan dalam konteksnya, serta dapat melihat keunikan pengalaman
individu. Dalam penelitian ini metode studi kasus digunakan agar mendapat
gambaran yang menyeluruh dan mendalam tentang gambaran peranan dukungan
sosial terhadap penderita sakit jantung di Rumah Sakit Harapan Kita. Melalui
studi kasus dapat dilihat dengan jelas dinamika terjadinya gambaran peranan
dukungan sosial pada penderita sakit jantung. Penelitian yang akan dilakukan ini
merupakan Multiple Case Study.untuk Multiple Case Study, Yin tidak
menyebutkan secara pasti jumlah kasus yang sebaiknya diikut sertakan.
Teknik Pengumpulan Data
Dasar digunakan pendekatan kualitatif untuk mengetahui seberapa besar
dukungan sosial bagi penderita penyakit kronis khususnya penyakit jantung
sehingga penderita dapat merasakan tenang dan nyaman dalam menjalani
kehidupannya. Dengan pendekatan kualitatif peneliti berharap memperoleh
penghayatan,
pengalaman,
persepsi
pemahaman
yang
lebih
mendalam.
Poerwandari (1998) memaparkan bahwa kedua metode ini yaitu wawancara dan
observasi merupakan metode dasar yang umumnya dipakai dan dilibatkan dalam
tipe-tipe penelitian kualitatif.
10
1. Wawancara
Menurut Banister dkk (dalam Peorwandari, 2001) wawancara kualitatif
dilakukan pada peneliti bermaksud untuk memperoleh pengetahuan tentang
makna-makna subjektif yang dipahami individu berkenaan dengan topik yang
diteliti, dan bermaksud eksplorasi terhadap isu tersebut, yang tidak dilakukan
melalui pendekatan lain.
2. Observasi
Dalam penelitian ini, observasi digunakan sebagai metode penunjang dalam
pengumpulan data. Penggunaan metode ini merujuk pada penjelasan Poerwandari
(1998) mengenai observasi yaitu kegiatan mengarahkan secara akurat, mencatat
fenomena yang muncul dan mempertimbangkan hubungan antar asfek dalam
fenomena tersebut.
Keabsahan dan Keajegan Penelitian
Untuk memperoleh hasil penelitian kualitatif yang dapat dipercaya,
diperlukan data yang teruji. Menurut Moeloeng (2000) triangulasi adalah teknik
pemeriksaan kabsahan data yang dimanfaatkan sesuatu yang lain diluar data itu
untuk keperluan pengecekan atau sebagai pembanding terhadap data.
HASIL DAN ANALISIS
Berdasarkan analisis antar kasus bahwa dalam penelitian ini terdapat
kesesuaian dengan teori dari Petch (1995) mengenai gejala penyakit jantung
diantaranya : nyeri/sesak pada dada, nyeri angina, sesak napas dan rasa letih,
pingsan dan berdebar, kedua subjek penelitian ini mengalami gejala seperti yang
dikemukakan oleh teori tersebut.
Secara umum subjek mendapatkan dukungan sosial dari orang-orang di
sekeliling subjek ini sesuai dengan teori Sarafino (1998) mengenai bentuk-bentuk
dukungan sosial meliputi dukungan emosional (adanya empati, perhatian dan rasa
nyaman), dukungan penghargaan (dorongan dan persetujuan terhadap gagasan),
dukungan instrumental (bantuan langsung berupa tindakan dan bantuan
11
fisik/materi), dukungan informasi (nasehat, saran dan umpan balik), dan
ditambahkan oleh Fenlanson dan Beehr (dalam Farhati & Rosyid, 1996) tentang
dukungan sosial dengan bentuk dukungan persahabatan (dukungan yang
mengurangi rasa tertekan) dan dukungan motivasional. Subjek mendapatkan
perhatian sehingga merasakan aman, nyaman dan dicintai. Merasa dihargai
dengan tidak dilibatkannya dalam gagasan untuk pemecahan masalah yang
sifatnya terlalu berat sehingga dapat menyebabkan kondisi subjek menurun,
bantuan tindakan dan materi ataupun fisik diterima oleh subjek dan membuat
subjek merasa senang, subjek mendapatkan nasehat dan informasi mengenai sakit
jantungnya hanya berbeda caranya. Dukungan persahabatan yang diterima subjek
dapat meringankan beban penderitaannya. Agar bisa hidup lebih baik, lebih kuat
untuk memerangi penyakitnya, subjek mendapatkan nasehat, semangat serta
dorongan yang baik dan berarti, subjek tidak mendapatkan dukungan jaringan
karena kedua-duanya tidak pernah mengikuti organisasi apapun termasuk dengan
Klub Jantung Sehat.
Rutter dkk (1993) menyebutkan bahwa semangat dari lingkungan luar dapat
menolong dan menanggulangi sakit yang kronis. Sheridan dan Radmacker (1992)
menyebutkan bahwa dengan adanya dukungan sosial orang-orang sekitar pasti
siap membantu dalam menghadapi tekanan. Disini subjek mendapatkan dukungan
emosional yang dapat memulihkan kondisi subjek sehingga lebih baik, subjek
merasa senang karena jauh dari stres. Adanya dukungan penghargaan membuat
subjek merasa dihargai sehingga kondisinya semakin membaik walaupun sakit
subjek masih dihormati. Bantuan yang diterima oleh subjek dapat membuatnya
merasa lega karena terhindar dari beban yang besar masalahnya menyangkut
biaya, subjek bisa lebih berkonsentreasi untuk proses penyembuhannya. Nasehat,
saran dan informasi tentang sakit jantungnya dapat mengakibatkan subjek merasa
tenang, lebih berhati-hati dalam menjaga kondisinya dan lebih kuat dalam
menjalani hidup ini dengan baik. Dukungan persahabatan yang diterima oleh
subjek dapat memperingan beban yang mereka pikul, dorongan dan semangat
dapat membuat subjek lebih termotivasi untuk sembuh, lebih kuat dan berani
dalam memerangi penyakitnya hingga subjek dapat hidup sehat.
12
Perhatian yang subjek terima diberikan melalui nasehat, perkataan yang
baik, menemani, memberikan sesuatu yang menyenangkan, menuruti dan tidak
membantahnya sehingga emosi subjek dapat terkontrol. Penghargaan diberikan
melalui percakapan, tukar pikiran, menjenguk, dan tidak dilibatkannya subjek
dalam masalah yang berat sehingga dengan penghargaan ini subjek mendapatkan
umpan balik yang positif. Bantuan tindakan dapat langsung diberikan pada subjek
dan bantuan fisik/materi dapat diberikan langsung kepada subjek atau langsung
dengan pihak rumah sakit. Bantuan langsung tersebut dapat berupa Jaminan
kesehatan baik dari pemerintah (JPS) ataupun dari perusahaan swasta. Ini dapat
membuat subjek terbantu dari bebannya. Informasi yang diterima oleh subjek
dapat diterima melalui penyuluhan, saran, nasehat dokter atau perawat. Untuk
mengurangi rasa tertekan subjek mendapatkan dukungan persahabatan yang
diberikan melalui telepon, sms, atau bicara langsung, dengan menjenguk dan
menghibur, kedua subjek disini merasa tenang, aman dan nyaman. Dorongan dan
semangat diberikan langsung sehingga subjek termotivasi untuk hidup labih sehat,
termotivasi untuk sembuh sehingga keadaannya bisa lebih baik dari sebelumnya.
PENUTUP
Kesimpulan :
1. Gambaran Gejala-gejala Sakit Jantung pada Penderita Sakit Jantung
Umumnya gejala penyakit jantung diawali dari rasa sesak/nyeri pada dadanya
yang menjalar pada pangkal lengan. Biasanya terjadi jika bekerja atau melakukan
pekerjaan yang terlalu berat.
2. Gambaran Dukungan Sosial pada Penderita Sakit Jantung.
Secara umum para subjek mendapatkan dukungan emosional berupa perhatian
dari orang-orang di sekelilingnya sehingga subjek merasa nyaman, aman dan
dicintai. Mereka merasa dihargai oleh orang-orang di sekelilingnya karena subjek
tidak dilibatkan dalam setiap gagasan dan pemecahan masalahnya, jika masalah
tersebut dapat mengganggu kesehatan subjek. Subjek mendapatkan bantuan
langsung berupa tindakan dan fisik/materi yang dapat memberikan umpan balik
13
yang positif. Nasehat dan saran serta informasi yang berkenaan dengan masalah
jantung diterima oleh subjek melalui penyuluhan. Menerima pula dukungan
persahabatan yang dapat meringankan beban penderitaannya. Dorongan dan
semangat diterima subjek agar mereka bisa lebih kuat dan berjuang terus untuk
mencapai kesembuhan.
3. Mengapa Penderita Sakit Jantung Membutuhkan Dukungan Sosial.
Adanya dukungan emosional yang diterima subjek melalui perhatian dapat
membantu memulihkan kondisi subjek agar lebih baik, merasa senang karena jauh
dari stres. Dengan adanya dukungan penghargaan, kondisinya pun semakin
membaik. Terbantu dengan bantuan langsung berupa tidakan dan fisik/materi
yang dapat membuat subjek merasa lega karena terhindar dari beban yang sangat
berat. Nasehat dan informasi yang subjek terima membuat subjek lebih tenang dan
kuat untuk menjalani hidup ini lebih baik. Dukungan persahabatan yang diterima
oleh subjek membuat subjek merasa terhibur, subjek mendapatkan dorongan dan
semangat sehingga dapat lebih termotivasi untuk sembuh dan membuat subjek
lebih berani memerangi penyakitnya.
4. Proses Pemberian Dukungan Sosial.
Dukungan emosional melalui perhatian,memberikan nasehat, berkata-kata yang
baik, menemani, memberikan sesuatu yang menyenangkan sehingga tidak
membuat subjek stres. Selain itu melarang segala sesuatu yang dapat membuat
kondisinya menurun, menghibur dan membuat subjek nyaman itu juga merupakan
bentuk dari satu dukungan emosional. Penghargaan diberikan melalui percakapan,
tukar pikiran, dan tidak melibatkannya subjek untuk masalah yang dapat
membuatnya stres itu dapat membuat subjek merasa dihargai. Bantuan berupa
tindakan diberikan subjek dengan cara, misalnya mengambilkan minum untuk
minum obat, membopong atau menggotong dan lain sebagainya. Sedangkan
bantuan fisik/materi dapat diterima langsung oleh subjek dapat juga langsung
dengan pihak rumah sakit. Informasi yang diterima, didapatkannya melalui saran
dan nasehat atau penyuluhan. Dukungan persahabatan dapat diberikan dengan
14
cara memberikan support, hiburan, nasehat dan saran. Sedangkan untuk
memberikan dorongan dan semangat dapat dilakukan dengan cara bicara
langsung, agar subjek termotivasi untuk hidup lebih baik dan lebih kuat untuk
memerangi penyakitnya.
5. Dampak Pemberian Dukungan Sosial Bagi Penderita Sakit Jantung.
Dukungan emosional memiliki dampak yang positif dimana dengan pemberian
dukungan tersebut subjek merasa diperhatikan, sehingga dapat mengurangi rasa
sakit yang dideritanya. Adanya dukungan penghargaan membuat subjek merasa
dihargai. Dukungan instrumental memiliki dampak yang besar, merasa terbantu
dan dapat mengurangi beban penderitaannya. Dengan dukungan informasi
membuat subjek merasa lebih berhati-hati. Dampak dari dukungan persahabatan
membuat kedua subjek merasa senang karena orang-orang disekeliling subjek
memberikan semangat. Motivasi dan dorongan yang kuat dan sangat tinggi
membuat kondisi penyakit subjek semakin membaik.
DAFTAR PUSTAKA
Farhati, Feri & Rosyid, Haryanto F. (1998). Karakteristik pekerjaan, dukungan
sosial dan tingkat burn-out pada non human services corporation. Jurnal
Psikologi. No. 1. 1-12. Yogyakarta : Universitas Gajah Mada.
Kaplan, R. M., Sallis, J. F., Patterson, T.L. (1993). Health and human behavior.
New York : McGraw-Hill, Inc.
Mansjoer, A., Triyanti, K., Safitri, R., Wardhani, W. I., & Sutiowulan, W. (1999).
Kapita selekta kedokterani. Jakarta : Media Aesculapus Fakultas
Kedokteran Universitas Indonesia.
Moeloeng, L. J. (2000). Metodologi penelitian kualitatif. Bandung : PT.
Rosdakarya.
Petch, M. (1995). Penyakit jantung. Alih bahasa Dr. Gunadi. Jakarta : Arcan.
Poerwandari, E. K. (1998). Pendekatan kualitatif dalam penelitian psikologi.
LPSP3 : Fakultas Psikologi Universitas Indonesia.
15
Poerwandari, E. K. (2001). Pendekatan kualitatif untuk penelitian perilaku
manusia. LPSP3 : Fakultas Psikologi Universitas Indonesia.
Runtu, D. Y. N. (2002). Hubungan antara dukungan sosial dengan penyesuaian
diri pada remaja. Skripsi. Jakarta : Universitas Gunadarma.
Rutter, D. R., Quine, L., Chesham, O. J. (1993). Social psychological approaches
to health. New York : Harvester Wheatsheaf.
Sarafino, E. P. (1990). Health psychology biopsychological interaction. USA :
John Wiley & Sons.
Sarafino, E. P. (1998). Health psychology biopsychological interaction (3
USA : John Wiley & Sons.
rd
ed).
Sears, D. O., Peplau, L. A., Taylor, S. E. (1991). Social psychology 7 th ed. USA :
Prentice-Hall International, Inc.
Sheridan, C. L & Radmacher, S. A. (1992). Health pychology challenging the
biomedical model. New York : John Wiley & Sons, Inc.
Witridiani, L. (1996). Hubungan antara dukungan sosial dan penyesuaian diri
pada para janda di kota besar. Skripsi. Depok : Univesitas Indonesia.
Yin, R. K. (2002). Studi kasus : Desain dan metode. Jakarta : PT. Raja Grafindo
Persada
www. Google. Com dalam file ://A:/ Penyakit jantung. Posted 17 November
2003.
Download