BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Maluku merupakan salah

advertisement
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Maluku merupakan salah satu propinsi dengan bentuk kepulauan di wilayah Indonesia bagian
Timur dan terdiri dari beberapa gugusan pulau. Propinsi Maluku memiliki luas wilayah total
sebesar 712.479,65 km2 dan 92,4% dari luas tersebut merupakan wilayah perairan laut
(658.294,69 km2). Kondisi geografis inilah yang menjadi salah satu alasan kuat untuk
mempercepat pelaksanaan kebijakan lumbung ikan nasional di Maluku agar dapat segera
mendongkrak peningkatan ekonomi daerah maupun ekonomi nasional. (henrijic, 2010).
Potensi dari Provinsi Maluku di sektor perikanan sangat besar. Hal ini dijelaskan oleh
(Badmdin, 1992). Potensi wilayah laut yang terdapat di Provinsi Maluku memliki berbagai
komoditas seperti, Ikan Pelagis Kecil, Ikan Tuna, Ikan Cakalang, Ikan Dasar, Ikan Karang,
Udang, Rumput Laut, Cumi-cumi, Lobster. Dengan memiliki potensi sekitar 682.000 ton/Tahun
dan merupakan komoditas yang sangat ekonomis serta berpengaruh besar terhadap mata
pencaharian masyarakat di Provinsi ini. Oleh sebab itu potensi laut yang ada di kawasan ini,
berpeluang untuk dikelola. Selain komoditas ikan pelagis kecil maupun pelagis besar, potensi
kawasan laut Provinsi Maluku memiliki berbagai jenis kerang-kerangan. Diperkirakan potensi
perikanan kerang-kerangan sekitar 969 jenis kerang yang juga termasuk potensi laut yang
ekonomis tinggi.
Pada perairan Laut Buru Selatan juga terdapat berbagai macam jenis ikan, yang dapat
dimanfaatkan, banyak masyarakat pesisir buru selatan berprofesi sebagai nelayan. Hasil ikan
yang ditangkap langsung di jual
pada kapal-kapal penada ikan atau dijual kepada warga
setempat dan juga di jual kepada kampung tetangga yang membutuhkan ikan
Ikan Momar (Decapterus russelli) banyak ditemukan pada perairan sekitar Pulau Ambalau,
Kecamatan Namrole dan Waisama. Potensi dan tingkat pemanfaatan ikan momar pada perairan
tersebut menunjukkan bahwa sumberdaya ikan momar sangat penting untuk kelangsungan hidup
para nelayan setempat.
Ikan merupakan bahan pangan yang mudah rusak atau membusuk. Hanya dalam waktu
sekitar 8 jam sejak ikan ditangkap akan mengalami pembusukan Kondisi ikan saat ditangkap
sangat dipengaruhi oleh kerusakan fisik. Krusakan fisik pada tubuh ikan berupa memar akibat
benturan dan luka terkena benda tajam merupakan jalan masuk bagi mikroba pembusuk untuk
merombak daging ikan
Pada penelitian ini menggunakan dua metode yaitu dengan penggaraman dan penanaman
ikan dalam pasir pada tepi pantai untuk pembuatan ikan asin. Dari kedua metode diatas
kebiasaan masyarakat Desa Waesili
untuk konsumsi ikan asin adalah hanya dengan cara
penggaraman. Ikan asin sangat dibutuhkan dikalangan masyarakat Desa Waesili. Ikan asin
sangat diperlukan pada saat musim timur karena para nelayan tidak bisa melaut untuk
menangkap ikan karena arus gelombang sangat kuat maka masyarakat semua beralih pada
produk ikan asin selain harganya yang relatife murah ikan asin juga enak untuk dikonsumsi, ikan
asin juga digemari semua umur.
Metode yang di gunakan dalam penelitian ini adalah mengetahui kualitas, serta cita rasa
dan aroma ikan momar pada pembuatan ikan asin (ikan garam). Uji organoleptik merupakan
cara pengujian dengan menggunakan indera manusia sebagai alat utama untuk pengukuran daya
penerimaan terhadap produk. Pengujian uji organoleptik dapat memberikan indikasi kebusukan,
kemunduran mutu dan kerusakan lainnya dari produk. (Rahayu W.P, 1998).
B. Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah yang diangkat adalah : Bagaiman Perbedaan pembuatan ikan
asin dengan menggunakan metode yang berbeda terhadap kualitas Ikan Momar (Decapterus
russelli) pada pembuatan ikan asin.
C. Tujuan Penelitian
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pembuatan Ikan Momar
(Decapterus russelli) dengan menggunakan metode penggaraman dan penanaman dalam pasir
ditepi pantai pada pembuatan ikan asin terhadap uji organoleptik ikan momar (Decapterus
russelli).
D. Manfaat Penelitian
Manfaat penelitian meliputi :
1.
Memberikan informasi alternatif pada masyrakat tentang pembuatan ikan asin yang
berkualitas.
2.
Menambah bahan informasi bagi peneliti serta bahan pemasukan bagi mahasiswa yang
ingin melakukan penelitian yang terkait dengan ikan momar (Decapterus russelli).
3.
Sebagai referensi untuk mahasiswa program studi biologi, terutama pada mata kuliah
Fisiologi Hewan, Ekologi Perairan
E. Ruang Lingkup Penelitian
Untuk membatasi permasalahan dalam penelitian ini, maka peneliti hanya berfokus
terhadap proses pembuatan ikan asin dengan menggunakan dua metode yaitu dengan
penggaraman, penanaman dalam pasir pada tepi pantai.
F. Penjelasan Istilah
Pengaruh
: Merupakan
bentuk
yang
tidak
dapat
diukur
kepastiannya (Barry. 1994)
Kualitas
: Kualitet atau mutu, baik-buruknya suatu barang
(Barry. 1994)
Ikan
Bahan
Asinmakanan yang :
Bahan makan yang Terbuat dari daging ikan yang
diawetkan dengan menambahkan banyak garam.
(Afrianto, E. dan E. Liviawaty. 1989).
Metode Penggaraman
: Cara atau teknik mengunakan garam dalam proses
pembuatan ikan asin (ikan garam). (Adawyah. 2008).
Metode Penanaman
: Cara atau teknik dalam proses pembuatan ikan asin
tanpa menggunakan garam, hanya ditanam dalam
pasir pada tepi pantai. (Departemen Perindustrian.
1982)
IkanMomar
(Decapterus russelli)
: Ikan pelagis kecil yang hidup bergerombol, yang
tergolong suku carangidae, ukurannya sekitar 15cm.
(Najamuddin. 2004).
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A. Ikan Momar (Decapterus Russelli)
Ikan momar (Decapterus russelli) merupakan salah satu komunitas perikanan pelagis kecil
yang penting di Indonesia. Ikan yang tergolong suku Carangidae ini bisa hidup bergerombol.
Diskripsi ikan momar (Decapterus russelli), badan memanjang, dua sirip punggung. Sirip
punggung pertama berjari-jari keras 9 (1 meniarap + 8 biasa), sirip punggung kedua berjari – jari
keras 1 dan 30 – 32 lemah. Sirip dubur berjari-jari keras 2 (lepas) dan 1 bergabung dengan 22 –
27 jari sirip lemah. Baik di belakang sirip punggung kedua dan dubur terdapat 1 jari-jari sirip
tambahan ( finlet ) termasuk pemakan plankton, diatomae, chaetognatha, copepoda,
udangudangan larva-larva ikan,juga telur-telur ikan teri (Stolephorus sp,). Hidup di perairan
lepas pantai, Dapat mencapai panjang 30 Cm, umumnya 20 – 25 cm. Warna: biru kehijauan,
hijau putih bagian atas, putih perak bagian bawah.
Gambar ikan momar (Decapterus ruselli) dapat dilihat pada gambar 2.1 dibawah ini.
Gambar 2.1 ikan momar (Decapterus ruselli)
Sumber :Najamuddin. 2004
Menurut klasifikasi Bleker dalam Saanin (1968) sistematika ikan layang/momar adalah
sebagai berikut :
Phyllum
:
Chordata
Kelas
:
Pisces
Sub kelas
:
Teleostei
Ordo
:
Percomorphi
Divisi
:
Perciformes
Sub divisi
:
Carangi
Familia
:
Carangidae
Genus
:
Decapterus
Spesies
:
Decaptersus russelli
B. Komposisi Kimia Garam
Secara umum garam terdiri atas 39,39% Na dan 6,69% Cl, berbentuk Kristal seperti kubus
yang brwarna putih. Garam yang baik adalah garam yang mengandung NaCl cukup tinggi (95%)
dan sedikit mengandung elemen magnesium (Mg) maupun kalsium (Ca) (Adawyah, 2008)
C. Penggaraman
Proses penggaraman dilakukan sebelum ikan dijemur, penggaraman dapat dilakukan dengan
dua cara, yaitu dengan cara penggaraman kering (Dry Salting) dan penggaraman basah atau
larutan (Drine Salting).
D. Penanaman Ikan Dalam Pasir
Pada proses ini tidak menggunakan garam melainkan ikan ditanam dalam pasir pada tepi
pantai. Air laut sangat berperan penting dalam metode ini, dalam lubang tersebut akan terjadi
proses pengasinan secara alami. Pengasinan pada metode ini dilakukan pada tepi pantai yang
bersih. Metode ini dilakukan pada kondisi alam dalam keadaan cerah, hingga proses pengasinan
berlangsung cepat
E. Pengeringan
Pengeringan ikan sebagai salah satu cara pengawetan ikan yang paling mudah, proses
pengeringan pada umumnya daging ikan yang sudah diberi garam atau proses penggaraman, ikan
dijemur langgsung dibawah terik matahari hingga kering, lama pengeringan biasanya 6 atau 7
hari tergantung panas matahari. Hal ini akan memberikan efek pengawetan karena bakteribakteri pembusuk lebih aktif pada produk-produk berair.
F. Uji organoleptik
Metode uji organoleptik atau uji indera atau uji sensori merupakan cara pengujian dengan
menggunakan indera manusia sebagai alat utama untuk pengukuran daya penerimaan terhadap
produk.
BAB III
METODE PENELITIAN
A. Tipe Penelitian
Tipe penelitian yang digunakan adalah eksperimen yaitu untuk melihat pengaruh pengguna
dua teknik pembuatan ikan asin (teknik penggaraman dan teknik penanaman ikan pada tepi
pantai) terhadap kualitas, serta cita rasa ikan asin.
B.
Tempat dan Waktu Penelitian
1. Tempat penelitain
Penelitian ini akan dilakukan dan bertempat Desa Waisili Kecamatan Waesama, Buru
Selatan.
2. Waktu
Penelitian ini akan dilaksanakan setelah proposal ini diseminarkan dan di rencanakan
selama 1 bulan.
C. Subjek dan Objek Penelitian
1.
Subjek Penelitian
Yang menjadi subyek dalam penelitian ini 20 orang responden yang akan menilai
warna, aroma, rasa dan tekstur dari ikan momar asin.
2.
Objek Penelitian
Objek dalam penelitian ini adalah kualitas ikan momar asin dengan perlakuan
penggaraman dan penanaman dalam pasir pada tepi pantai yang diberikan kepada panelis
sebanyak 20 orang.
D. Variabel Penelitian
Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah :
1. Variable bebas yaitu pengaruh pembuatan ikan asin tradisional dengan dua perlakuan
yang berbeda Penggaraman dan Penanaman Ikan dalam Pasir Pada Tepi Pantai
2. Variabel terikat yaitu kualitas ikan momar asin dengan melihat warna, aroma dan rasa
dan tekstur.
E. Alat dan Bahan
1. Alat
a.
Pisau
b.
Baskom
c.
Timbangan
d.
Alat tulis menulis
e.
Sendok
f.
Cobek
g.
Camera digital (untuk dokumentasi)
h.
Ayak-ayak
2. Bahan
a.
Ikan Momar sebanyak 20 ekor
b.
Garam sebanyak 1 kg
c.
Daun pisang sebanyak 5 helai
d.
Kayu sebanyak 15 potong
F. Prosedur Kerja
Untuk memperoleh data yang sesuai dengan penelitian ini, maka langkah-langkah yang
dilakukan dalam penelitian ini antara lain :
1.
Tahapan persiapan
Persiapkan peralatan penunjang, persiapan bahan-bahan yang akan digunakan.
2.
Tahapan pelaksanaan pembuatan ikan dengan 2 metode yang berbeda
a. Untuk Penggaraman
- Memilih ikan momar yang segar
- Membersihkan ikan dengan menggunakan air bersih
- Membelah ikan momar yang telah dipilih dengan pisau
- Letakan ikan diatas ayak-ayak, sekalian tiriskan air pada ikan
- Kemudian, menghaluskan garam dapur dengan menggunakan cobek
- Setelah itu lumuri ikan yang ditiriskan dengan garam yang telah dihaluskan
- Ikan yang dilumuri garam dijemur dibawah sinar matahari selama 7 hari
- Proses penjemuran selama 7 hari dalm posisi yang sama yaitu posisi ikan yang dibelah
terkena langsung oleh matahari.
- Setelah hari ke 7 ikan telah menjadi ikan asin yang siap untuk diuji kualitas ikan asin
aroma, rasa, warna.
b. Untuk Penanaman Ikan Pada Tepi Pantai
- Memilih ikan momar yang segar
- Membersihkan ikan dengan menggunakan air bersih
- Membelah ikan momar yang telah dipilih dengan pisau
- Letakan ikan diatas ayak-ayak, sekalian tiriskan air pada ikan
- Setelah ditiriskan bungkus ikan dengan daun pisang
- Buat lubang berbentuk segi empat seperti dengan kedalam 15 cm pada tepi pantai
- Masukan ikan yang telah dibungkus dengan daun pisang
- Tutup lubang dan tunggu hingga 4 hari kemudian angkat dan dijemur ikan selama 7 hari
- Setelah hari ke 7 ikan telah menjadi ikan asin yang siap untuk diuji kualitas ikan asin
aroma, rasa, warna.
G. Teknik Pengumpulan Data
1. Observasi
Observasi dilakukan untuk melihat pengaruh 2 perlakuan yang berbedadalam proses
pembuatan ikan asin terhadap kualitas ikan asin.
2. Kepustakaan
Kajian kepustakaan dilakukan untuk mencari informasi yang berkaitan dengan penelitian.
H. Teknik Analisis Data
Data yang diperoleh dari penelitian ini dianalisis dengan menggunakan uji organoleptik
untuk melihat kualitas (warna, Aroma, Rasa dan tekstur ) pada ikan momar asin.
Download