PERANCANGAN SISTEM INFORMASI REKAM MEDIS PASIEN

advertisement
Jurnal Informasi
Volume VIII No.1 / Februari / 2016
PERANCANGAN SISTEM INFORMASI REKAM MEDIS
PASIEN POLIKLINIK “X” DI BANDUNG
Yudhi W. Arthana R.
ABSTRAK
Perkembangan dunia teknologi sudah mengalami kemajuan yang sangat pesat
pada era globalisasi saat ini, maka pemanfaatan teknologi dapat digunakan untuk
mengolah data dan memperolah informasi yang cepat, akurat dan tepat. Sistem
informasi yang menangani pengolahan data pasien merupakan suatu hal yang perlu
mendapat perhatian khusus. Pengolahan data Poliklinik “X” Bandung masih
menggunakan sistem manual, dimana pengolahan dan pembuatan laporan masih kurang
teliti, sehingga sering menyulitkan dalam pencarian data hingga pengambilan keputusan
oleh pasien dan dokter.Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat berguna sebagai
masukan guna menilai sejauh mana sistem pengolahan data pasien yang berbasis
komputer dapat dilakukan secara efektif, sehingga dapat menunjang pelaksanaan
pengolahan data pasien oleh petugas dan dokter serta mempermudah dalam
pengambilan keputusan. Dengan mengganti sistem pengolahan data manual dengan
sistem pengolahan data komputerisasi, sehingga memiliki tingkat efisiensi kerja yang
lebih tinggi bagi pelayanan poliklinik.
Kata kunci : Sistem Informasi, Rekam Medis
1. PENDAHULUAN
Pada era globalisasi ini, komputer merupakan suatu perangkat yang sangat
dibutuhkan untuk proses pengolahan data, agar data yang diolah tersebut dapat secara
efektif dan efisien dalam memberikan informasi yang diperlukan baik oleh individu,
perusahaan, maupun instansi. Pengolahan data yang dilakukan secara manual, akan
membutuhkan waktu dan tenaga yang sangat banyak dan tidak efisien. Penggunaan
komputer dan sistem informasi yang optimal dalam sebuah instansi atau perusahaan
merupakan pilihan yang tepat dalam pengolahan data yang efisien untuk mendapatkan
informasi yang dibutuhkan.
Poliklinik sebagai salah satu institusi pelayanan umum membutuhkan keberadaan
suatu sistem informasi yang akurat, handal, serta cukup memadai untuk meningkatkan
pelayanannya kepada para pasien.
Saat ini masih banyak poliklinik yang menggunakan sistem manual dalam
pengolahan data. Pengelolaan data secara manual, mempunyai banyak kelemahan,
selain membutuhkan waktu yang lama, keakuratannya juga kurang dapat diterima. Hal
60
Jurnal Informasi
Volume VIII No.1 / Februari / 2016
ini dapat menurunkan mutu dan kualitas dari pelayanan yang diberikan poliklinik
tersebut. Sementara dengan aktivitas pasien dan dokter yang cukup banyak, telah
menimbulkan berbagai masalah dari pelayanan sehari-hari terutama dalam menangani
data rekam medis pasien. Dengan teknologi informasi yang ada sekarang ini, pekerjaan
pengelolaan data dengan cara manual dapat digantikan dengan suatu sistem informasi
dengan menggunakan komputer. Selain lebih cepat dan mudah, pengelolaan data juga
menjadi lebih akurat. Data yang akurat bila diproses akan menghasilkan informasi yang
akurat. Informasi akurat sangat berguna untuk membuat keputusan, baik untuk pasien
maupun dokter.
Sistem informasi dapat digunakan sebagai sarana strategis untuk memberikan
pelayanan yang berorientasi kepada kepuasan pelanggan. Prosedur administrasi yang
sederhana, mudah dan cepat merupakan salah satu peningkatan pelayanan kepada
pasien. Pelayanan pertama dari meja depan/pendaftaran pasien sangat perlu
diperhatikan, semakin cepat dalam mencari data pasien lama maupun pembuatan daftar
bagi pasien baru akan berpengaruh pada cepatnya layanan medis yang diinginkan oleh
pasien.
Melihat situasi tersebut, sudah sangat tepat jika saat ini poliklinik menggunakan
sisi kemajuan komputer, baik piranti lunak maupun perangkat kerasnya dalam upaya
membantu penanganan data yang sebelumnya dilakukan secara manual.
2.
LANDASAN TEORI
2.1 Konsep Dasar Sistem
Pengertian dan definisi sistem pada berbagai bidang berbeda-beda, walaupun
istilah sistem yang digunakan berbeda, semua sistem pada bidang-bidang tersebut
mempunyai beberapa persyaratan umum, yaitu sistem harus mempunyai elemen,
lingkungan, interaksi antar elemen, interaksi antara elemen dengan lingkungannya, dan
yang terpenting adalah sistem harus mempunyai tujuan yang akan dicapai. Sistem
didefinisikan sebagai suatu kesatuan yang terdiri dari dua atau lebih komponen atau
subsistem yang berinteraksi untuk mencapai tujuan. Suatu sistem terdiri dari sistemsistem bagian (subsystem). Masing-masing subsistem dapat terdiri dari subsistemsubsistem yang lebih kecil atau terdiri dari komponen-komponen. Subsistem-subsistem
saling berinteraksi dan saling berhubungan membentuk satu kesatuan sehingga tujuan
61
Jurnal Informasi
Volume VIII No.1 / Februari / 2016
atau sasaran sistem tersebut dapat tercapai. Interaksi dari subsistem-subsistem
sedemikian rupa, sehingga dicapai suatu kesatuan yang terpadu atau terintegrasi
(integrated).
2.1.1 Pengertian Sistem
Dalam merancang suatu sistem haruslah mengetahui apa arti sistem itu sendiri,
dimana sistem dapat diartikan sebagai suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang
saling berhubungan, berkumpul bersama- sama untuk melakukan sesuatu kegiatan atau
untuk menyelesaikan suatu sasaran yang tertentu (Jogiyanto Hartono, 2000 : 683).
Penulis juga mengutip beberapa pengertian lain dimana sistem dapat diartikan
sebagai berikut :
“Sistem merupakan kumpulan elemen- elemen yang saling terkait dan bekerja
sama untuk memproses masukan (input) yang di tujukan kepada sistem tersebut
dan mengolah masukan tersebut sampai menghasilkan keluaran (output) yang
diinginkan”. (Andri Kristanto, 2003 : 2)
Sistem adalah sebuah tatanan (keterpaduan) yang terdiri atas sejumlah komponen
fungsional (dengan satuan fungsi/tugas khusus) yang saling berhubungan dan
secara bersama-sama bertujuan untuk menangani satu proses/pekerjaan
tertentu.(Fatansyah, 1999 : 9)
2.1.2 Elemen Sistem
Elemen sistem merupakan suatu hal yang penting dalam membentuk suatu sistem
sehingga apa yang diharapkan dari sistem dapat tercapai, maka dari itu sangat
diperlukan beberapa elemen sistem. Terdapat 7 elemen sistem yang dikutip yaitu :
(1) Tujuan sistem
Tujuan sistem merupakan tujuan dari sistem tersebut dibuat. Tujuan sistem dapat
berupa tujuan organisasi, kebutuhan organisasi, permasalahan yang ada dalam suatu
organisasi maupun urutan untuk mencapai tujuan organisasi.
(2) Batasan masalah
Batasan sistem merupakan sesuatu yang membatasi sistem dalam mencapai tujuan
sistem. Batasan sistem dapat berupa peraturan-peraturan yang ada dalam suatu
organisasi, biaya-biaya yang dikeluarkan, orang-orang yang ada dalam organisasi,
fasilitas baik sarana dan prasarana maupun batasan yang lain.
62
Jurnal Informasi
Volume VIII No.1 / Februari / 2016
(3) Kontrol input
Kontrol atau pengawasan sistem merupakan pengawasan terhadap pelaksanaan
pencapaian tujuan dari sistem tersebut. Kontrol sistem dapat berupa kontrol
terhadap pemasukan data (input), kontrol terhadap keluaran data (output), kontrol
terhadap pengolahan data, kontrol terhadap umpan balik dan sebagainya.
(4) Masukan (Input)
Input merupakan elemen dari sistem yang bertugas untuk menerima seluruh
masukan data, dimana masukan tersebut dapat berupa jenis data, frekuensi
pemasukan data dan sebagainya.
(5) Pengolahan (Proses)
Proses merupakan elemen dari sistem yang bertugas untuk mengolah data atau
memproses data, dimana masukan tersebut dapat berupa jenis data, frekuensi
pemasukan data dan sebagainya.
(6) Pengeluaran (Output)
Output merupakan hasil dari input yang telah diproses oleh bagian pengolahan dan
merupakan suatu tujuan akhir sistem. Output ini bisa berupa laporan grafik,
diagram batang dan sebagainya.
(7) Umpan balik (Feedback)
Umpan balik merupakan elemen dalam sistem yang bertugas mengevaluasi bagian
dari output yang dikeluarkan dari output yang dikeluarkan, dimana elemen ini
sangat penting demi kemajuan sebuah sistem. Umpan balik ini dapat merupakan
perbaikan-perbaikan sistem dan sebagainya.
2.1.3 Kriteria Sistem Yang Baik
Dalam menyusun sebuah sistem harus memenuhi kriteria-kriteria sistem yang
baik. Kriteria sistem yang baik antara lain :
(1) Kegunaan
Sistem harus menghasilkan informasi yang tepat pada waktunya dan relevan untuk
memproses pengambilan keputusan manajemen dan personil operasi di dalam
organisasi.
63
Jurnal Informasi
Volume VIII No.1 / Februari / 2016
(2) Ekonomis
Semua bagian dari sistem termasuk laporan-laporan, pengawas, dan lain–lain harus
menyumbangkan suatu nilai tambah sekurang-kurangnya sebesar biayanya.
(3) Keandalan
Keluaran (output) sistem harus mempunyai tingkat ketelitian yang tinggi dan sistem
itu sendiri harus mampu beroperasi secara efektif dan efisien.
(4) Kapasitas
Sistem harus mempunyai kapasitas yang memadai untuk menangani periodeperiode operasi puncak seperti pada saat operasi normal.
(5) Kesederhanaan
Sistem harus cukup sederhana, sehingga struktur dan operasinya dapat dengan
mudah dimengerti dan prosedurnya mudah diikuti.
(6) Fleksibilitas
Sistem harus fleksibel untuk dapat menampung perubahan-perubahan.
2.1.4 Klasifikasi Sistem
Dari berbagai sudut pandang, sistem dapat diklasifikasikan sebagai berikut :
(1) Sistem abstrak dan sistem fisik
Sistem abstrak merupakan sistem yang tidak bisa dilihat secara mata biasa dan
biasanya sistem ini berupa pemikiran atau ide-ide. Sistem fisik merupakan sistem
yang bisa dilihat secara mata biasa dan biasanya sering digunakan oleh manusia.
(2) Sistem alamiah dan sistem buatan
Sistem alamiah merupakan sistem yang terjadi karena pengaruh alam. Sistem
buatan merupakan sistem yang dirancang dan dibuat oleh manusia.
(3) Sistem tertutup dan sistem terbuka
Sistem tertutup merupakan sistem yang tidak berhubungan dengan bagian luar
sistem dan biasanya tidak terpengaruh oleh kondisi di luar. Sedangkan sistem
terbuka merupakan sistem yang berhubungan dengan bagian luar sistem.
2.2 Konsep Dasar Informasi
Informasi adalah sesuatu yang sangat penting di dalam suatu organisasi. Suatu
sistem yang kurang mendapatkan informasi akan menjadi luruh, kerdil dan akhirnya
mati. Informasi merupakan hasil dari proses pengolahan data, dikatakan bernilai jika
64
Jurnal Informasi
Volume VIII No.1 / Februari / 2016
memiliki kaitan dengan pengambilan keputusan. Informasi sangat erat kaitannya dengan
data, karena untuk menghasilkan informasi diperlukan data- data yang mendukung.
2.2.1 Pengertian Informasi
Menurut Davis (1999) bahwa informasi adalah data yang telah diolah menjadi
suatu bentuk yang berarti bagi penerimanya dan bermanfaat dalam pengambilan
keputusan saat ini atau saat mendatang. Selain itu penulis juga mengutip definisi lain
dari informasi, yaitu:
“Informasi didefinisikan sebagai hasil dari pengolahan data dalam suatu bentuk
yang lebih berguna dan lebih berarti bagi penerimanya yang menggambarkan
suatu kejadian-kejadian (event) yang nyata (fact) yang digunakan untuk
mengambil keputusan” (Jogiyanto Hartono , 2002 : 692).
2.2.2 Siklus Informasi
Model yang digunakan untuk mengolah data tersebut disebut dengan model
pengolahan data atau lebih dikenal dengan nama siklus pengolahan data, seperti gambar
2.1.
Gambar 2.1 Siklus Informasi
2.2.3 Kualitas Informasi
Kualitas informasi tergantung dari 3 hal yang sangat dominan. Ketiga hal
tersebut adalah :
(1) Akurat
65
Jurnal Informasi
Volume VIII No.1 / Februari / 2016
Informasi yang dihasilkan harus bebas ari kesalahan-kesalahan dan tidak
menyesatkan bagi orang yang menerima informasi tersebut.
(2) Tepat waktu
Informasi yang diterima harus tepat pada waktunya, sebab kalau informasi yang
diterima terlambat maka informasi tersebut sudah tidak berguna lagi.
(3) Relevan
Bahwa suatu informasi yang dihasilkan harus memiliki manfaat bagi penerimanya
dan diberikan kepada penerima yang tepat.
2.3 Pengertian Sistem Informasi
Ada beberapa definisi tentang sistem informasi, Leitch (1983) mengatakan bahwa
sistem informasi adalah suatu sistem di dalam suatu organisasi yang mempertemukan
kebutuhan pengolahan transaksi harian, mendukung operasi, bersifat manajerial dan
kegiatan strategi dari suatu organisasi yang menyediakan pihak luar tertentu dengan
laporan-laporan yang diperlukan (Jogiyanto, 1990:11).
Sedangkan Alter (1992) mengemukakan bahwa ”Sistem informasi adalah
kombinasi antara prosedur kerja, informasi, orang, dan teknologi informasi yang
diorganisasikan
untuk
mencapai
tujuan
dalam
sebuah
perusahaan”.
(http://blog.re.or.id/konsep-dasar-sistem-informasi-definisi-sistem-informasi.htm
diakses pada tanggal 25 Juni 2010).
John Burch dan Gary Grudnitski mengemukakan bahwa sistem informasi terdiri
dari komponen-komponen yang disebut dengan istilah blok bangunan (building bock),
yaitu blok masukan (input block), blok model (model block), blok keluaran (output
block), dan blok teknologi (technology block), blok database (database block) dan blok
kontrol (control block). Sebagai suatu sistem keenam blok tersebut masing-masing
saling berinteraksi satu dengan yang lainnya membentuk satu kesatuan untuk mencapai
sasarannya, seperti pada gambar 2.2.
66
Jurnal Informasi
Volume VIII No.1 / Februari / 2016
Gambar 2.2 Komponen Sistem Informasi
2.4 Pengertian Rekam Medis
Menurut Kamus Umum Bahasa Indonesia, rekam medis dapat diartikan
sebagai “hasil perekaman yang berupa keterangan mengenai hasil pengobatan pasien”.
Sedangkan menurut PERMENKES No: 269/MENKES/PER/III/2008, rekam medis
dapat diartikan sebagai berkas yang berisi catatan dan dokumen antara lain identitas
pasien, hasil pemeriksaan, pengobatan yang telah diberikan, serta tindakan dan
pelayanan lain yang telah diberikan kepada pasien. Catatan merupakan tulisan-tulisan
yang dibuat oleh dokter atau dokter gigi mengenai tindakan-tindakan yang dilakukan
kepada pasien dalam rangka pelayanan kesehatan.
2.5 Pengertian Pasien
Pasien adalah seseorang yang menerima perawatan medis, menderita penyakit
atau cedera dan memerlukan bantuan dokter untuk memulihkannya (Wikipedia, 2008).
Sedangkan
menurut
Surat
Keputusan
Menteri
Kesehatan
RI
no.269/MENKES/PER/III/2008 tentang rekam medis, pasien adalah “Setiap orang yang
melakukan konsultasi masalah kesehatannya untuk memperoleh pelayanan kesehatan
yang diperlukan baik secara langsung maupun tidak langsung kepada dokter atau dokter
gigi.”
3.
PEMBAHASAN
3.1 Analisis Masalah
Poliklinik merupakan salah satu institusi pelayanan umum yang bergerak dalam
bidang kesehatan masyarakat. Sebagai institusi pelayanan umum yang bergerak dalam
bidang kesehatan masyarakat, sudah seharusnya poliklinik dapat memanajemeni data,
baik data pribadi maupun data rekam medis pasien yang bersangkutan.
67
Jurnal Informasi
Volume VIII No.1 / Februari / 2016
Setelah melakukan analisis di Poliklinik Gunung Batu, maka penulis melakukan
analisis data dan mengevaluasi data penelitian. Evaluasi merupakan tahap penting yang
harus dilakukan. Tahap dari evaluasi adalah menilai seluruh kerja dari sistem yang ada
selama ini, apakah sudah cukup optimal atau belum. Jika belum optimal, maka akan
disarankan usulan pemecahan masalah untuk proses tersebut, diantaranya sebagai
berikut :
1. Masih adanya kekurangan dalam pengolahan data seperti memasukkan data pasien
yang kurang tepat, sehingga informasi data pasien tidak sesuai dengan yang
sebenarnya.
2. Proses pencarian data pasien yang selama ini manual yang membutuhkan sangat
banyak waktu dan tenaga sehingga kinerja dari sistem yang ada menjadi terhambat
dan tidak akurat.
3. Perlu adanya cara baru yang lebih mudah dan cepat dalam pendaftaran antrian
pasien yang akan melakukan pemeriksaan kesehatan.
4. Pencatatan rekam medis pasien yang masih menggunakan cara manual sehingga
seringkali kurang akurat.
5. Hilangnya data rekam medis pasien sehingga seringkali menyulitkan pasien dan
dokter dalam pengambilan keputusan.
6. Perlu adanya sistem komputerisasi yang dapat mengoptimalkan proses pemasukan,
pencarian, dan penghapusan data pasien yang tersimpan dalam database.
Dengan adanya Sistem Informasi diharapkan mampu memberikan kemudahankemudahan yang diinginkan seperti:
1.
Keputusan yang diambil menjadi lebih baik.
2.
Data dan informasi menjadi lebih mudah dicari, dianalisis dan direpresentasikan.
3.
Penghematan waktu dan biaya.
4.
Keputusan yang diambil menjadi lebih baik.
3.2 Perancangan Sistem
Tahapan ini akan memberikan gambaran mengenai aliran data dan proses berjalan
dalam usulan sistem yang baru.
68
Jurnal Informasi
Volume VIII No.1 / Februari / 2016
3.2.1 Flow Map
Flow Map merupakan diagram aliran data yang melibatkan unsur eksternal dan
internal sistem. Gambar 3.1 sampai dengan gambar 3.3 adalah diagram flow map dari
rancangan aplikasi yang dibangun.
Gambar 3.1 Flow map pendaftaran pasien baru
69
Jurnal Informasi
Volume VIII No.1 / Februari / 2016
Prosedur Antrian Pasien
Pasien
Mulai
Kartu Medis Pasien
Kartu Medis Pasien
Petugas
Cek Nomor
Rekam Medis
Pasien
Kartu Medis Pasien
T
Kartu Medis Pasien
Ada
Y
Isi Data Pasien
Selesai
antrian_umum
antrian_anak
antrian_gigi
Cetak Nomor
Antrian
Kartu Medis Pasien
Nomor Antrian
Kartu Medis Pasien
Nomor Antrian
Tunggu
Panggilan
Panggil Pasien
Selesai
Gambar 3.2 Flow map pendaftaran antrian pasien
70
Jurnal Informasi
Volume VIII No.1 / Februari / 2016
Gambar 3.3 Flow map pencatatan rekam medis pasien
3.2.2 Diagram Konteks
Diagram konteks merupakan aliran logic dari suatu sistem perangkat lunak secara
global, yang bertujuan untuk memudahkan pemahaman terhadap suatu perangkat lunak
tersebut. Diagram konteks untuk aplikasi sistem informasi rekam medis dapat dilihat
pada gambar 3.4 :
Gambar 3.4 Diagram Konteks Sistem Informasi Rekam Medis
71
Jurnal Informasi
3.2.3
Volume VIII No.1 / Februari / 2016
Data Flow Diagram (DFD)
Pada diagram alir data terdapat beberapa proses yang terlihat antara lain : 1.0
kelola data login, 2.0 kelola data pasien, 3.0 kelola antrian pasien, 4.0 kelola data
dokter, 5.0 kelola jadwal praktek dokter, 6.0 kelola rekam medis, 7.0 kelola laporan
Data Pasien Terpanggil
Data Pribadi
Nomor Antrian Pasien Terpanggil
Data Jadwal Praktek Dokter
Jadwal Praktek Dokter
Data Pribadi
Data Dokter Praktek Baru
Data Dokter Praktek
User Baru
rekam medis seperti yang digambarkan pada Gambar 3.5.
Gambar 3.5 DFD Level 1
3.2.4
Entity Relationship Diagram (Diagram E-R)
Diagram E-R digunakan untuk menjelaskan hubungan (relasi) antar entitas,
dilengkapi dengan atribut yang dimilikinya. Gambar 3.6 adalah gambaran relasi antar
himpunan entitas aplikasi sistem informasi rekam medis .
72
Jurnal Informasi
Volume VIII No.1 / Februari / 2016
Gambar 3.6 Entity Relationship Diagram Sistem Informasi Rekam Medis
3.3
Rancangan Antarmuka
Rancangan antarmuka merupakan rancangan dari antarmuka dari input maupun
output yang akan dipakaiseperti yang digambarkan pada Gambar 3.7 smapai dengan
Gambar 3.22.
3.3.1 Rancangan Form Masukan (Input)
1.
Rancangan Form Login
Gambar 3.7 Rancangan form login
73
Jurnal Informasi
2.
Volume VIII No.1 / Februari / 2016
Rancangan Menu Utama Petugas Administrasi
Gambar 3.8 Rancangan menu utama petugas administrasi
3.
Rancangan Menu Utama Petugas Penerima Pasien
Gambar 3.9 Rancangan menu utama petugas penerima pasien
74
Jurnal Informasi
4.
Volume VIII No.1 / Februari / 2016
Rancangan Menu Utama Dokter Praktek
Gambar 3.10 Rancangan menu utama dokter
5.
Rancangan Form Buat User Baru
Gambar 3.11 Rancangan form buat user baru
75
Jurnal Informasi
6.
Volume VIII No.1 / Februari / 2016
Rancangan Form Ganti Password
Form Ganti Password
Password Lama
Password
Konfirmasi Password
Ganti
Batal
Gambar 3.12 Rancangan form ganti password
7.
Rancangan Form Tambah Dokter Praktek
Gambar 3.13 Rancangan form tambah dokter praktek
8.
Rancangan Form Tambah Jadwal Praktek
Gambar 3.14 Rancangan form tambah jadwal praktek
76
Jurnal Informasi
9.
Volume VIII No.1 / Februari / 2016
Rancangan Form Pendaftaran Pasien Baru
Gambar 3.15 Rancangan form pendaftaran pasien baru
10.
Rancangan Form Pencarian Data Pasien
DAFTAR PASIEN
No RM
Nama
Umur
Tgl
Lahir
Jenis
Kelamin
Gol
Darah
Agama
Alamat
No.
Telp
Pencarian Data Pasien
Kata Kunci
Kategori
Cari
V
Hapus
Reset
Edit
Detail
Tutup
Gambar 3.16 Rancangan form pencarian data pasien
77
Jurnal Informasi
11.
Volume VIII No.1 / Februari / 2016
Rancangan Form Pendaftaran Antrian
No Antrian
No. RM
Nama Pasien
Keluhan
No Antrian
No. RM
Nama Pasien
Keluhan
No Antrian
No. RM
Nama Pasien
Keluhan
Gambar 3.17 Rancangan form pendaftaran antrian
12.
Rancangan Form Input Data Medis
Gambar 3.18 Rancangan form input data medis
78
Jurnal Informasi
Volume VIII No.1 / Februari / 2016
13.
Rancangan Form Catatan Data Medis
Tanggal Periksa
Jam Periksa
Kode Dokter
Gambar 3.19 Rancangan form catatan rekam medis
3.3.2
Rancangan Keluaran (Output)
1. Rancangan Laporan Data Pasien
POLIKLINIK X
Jalan Gunung Batu No 173 Bandung
LAPORAN DATA PASIEN
Tahun : _______
No.RM
Nama
Umur
Jenis Kelamin
Golongan Darah
Pekerjaan
Alamat
Gambar 3.20 Rancangan laporan data pasien
79
No. Telepon
Jurnal Informasi
Volume VIII No.1 / Februari / 2016
2. Rancangan Laporan Data Dokter
POLIKLINIK X
Jalan Gunung Batu No 173 Bandung
LAPORAN DATA DOKTER
Tahun : _______
Kode Dokter
Nama
Tanggal Lahir
Umur
Alamat
No. Telepon
Spesialis
Gambar 3.21 Rancangan laporan data dokter
3. Rancangan Laporan Data Rekam Medis Pasien per Bulan
POLIKLINIK X
Jalan Gunung Batu No 173 Bandung
LAPORAN REKAM MEDIS PASIEN
No Rekam Medis : _____
Nama Pasien
: ____________
Alamat
: ____________
No. Telepon
: ____________
Bulan
: ________
Tahun
: _____
Tanggal
Periksa
Jam Periksa
Kode Dokter
Anamnesa
Periksa
Diagnosa
Catatan
Gambar 3.22 Rancangan laporan rekam medis pasien
4.
KESIMPULAN
Dengan adanya sistem informasi pengolahan data rekam medis pasien yang baru
diharapkan :
1. Proses pencarian data pasien yang selama ini manual menjadi lebih sehingga
kinerja dari sistem yang ada menjadi lebih baik
2. Ada cara baru yang lebih mudah dan cepat dalam pendaftaran antrian pasien yang
akan melakukan pemeriksaan kesehatan.
80
Jurnal Informasi
Volume VIII No.1 / Februari / 2016
3. Pencatatan rekam medis pasien menjadi lebih akurat
4. Tidak terjadi lagi hilangnya data rekam medis pasien sehingga seringkali
menyulitkan pasien dan dokter dalam pengambilan keputusan.
5.
DAFTAR PUSTAKA
Hartono, Jogiyanto. 2000. Pengenalan Komputer. Penerbit Andi, Yogyakarta.
Kadir, Abdul. 2008. Belajar Database Menggunakan MySQL. Penerbit Andi,
Yogyakarta.
Kristanto, Andi. 2003. Perancangan Sistem Informasi Dan Aplikasinya. Gaya Media,
Jakarta.
Madcom. 2002.
Yogyakarta.
Pemrograman Borland Delphi 7.0 Jilid 1 & 2. Penerbit Andi,
Pressman, Roger S. 2002. Rekayasa Perangkat Lunak : Pendekatan Praktis Buku 1.
Penerbit Andi, Yogyakarta.
Supardi, Yuniar. 2004. Borland Delphi Dalam Praktek. Datakom Lintas Buana, Jakarta.
PERMENKES NO. 269 MENKES PER III 2008
81
Download