Pedologi - Universitas Mercu Buana

advertisement
Modul ke:
Pedologi
Gangguan Mood (Mood Disorder) dan Bunuh Diri
Fakultas
PSIKOLOGI
Program Studi
Psikologi
www.mercubuana.ac.id
Maria Ulfah, M.Psi., Psikolog
Gangguan Mood/Afeksi
Mood
Situasi emosi internal yang persisten dan
bertahan lama, dialami dan dirasakan secara
subyektif. Mood mungkin naik / meningkat
(elatif), normal atau menurun (depresif)
Gangguan Mood
Gangguan mood melibatkan masalah emosi
yang mengganggu, berkisar antara dysphoria
(kesedihan) pada depresi hingga euphoria
(elasi/ peningkatan) serta iritabilitas mood
pada mania
Gangguan Mood/Afeksi
Afek
Ekspresi emosi yang dapat diobservasi,
durasi lebih singkat, bisa sesuai atau tidak
dengan mood yang dirasakan individu
• Orang yang normal mengalami berbagai mood dan
memiliki berbagai ekspresi afektif yang seimbang juga
merasa mampu mengontrol mood dan afeknya.
• Penderita gangguan afektif merasa kehilangan kontrol
tersebut dan karena itu mengalami stres berat
Ciri-ciri Depresi
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
Kehilangan energi
Merasa sedih, tak berharga & merasa bersalah
Sulit konsentrasi
Menarik diri
Hilang minat & kesenangan
Berpikir tentang kematian & bunuh diri.
Perubahan kemampuan kognitif
Perubahan kemampuan bicara
Perubahan dalam fungsi vegetatif
Î Semua gangguan ini menimbulkan masalah dalam hubungan
interpresonal, sosial serta pekerjaan
Ciri-ciri Mania
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
Peningkatan berlebih pada mood
Mudah marah/ tersinggung
Hiperaktif
Mudah terganggu
Flight of ideas
Kurang tidur
Kepercayaan diri meningkat
Ide tentang kebesaran.
ÎMasalah dalam hubungan interpersonal, sosial & pekerjaan.
Gangguan Depresi Mayor
• Nama lain : gangguan unipolar
• Kriteria diagnostik menurut DSM IV:
Munculnya 5 atau lebih simtom minimal 2 minggu dan
mempengaruhi perubahan dari kondisi sebelumnya.
Salah satu simtom minimal adalah
(1) mood depresif atau
(2) hilangnya minat atau kesenangan
• Simptom-simptomnya adalah:
1. Mood depresif sepanjang hari, hampir setiap hari
2. Hilangnya minat atau kesenangan pada semua aktivitas
harian
3. Hilangnya/ bertambahnya berat badan/ selera makan
secara signifikan
4. Insomnia atau hipersomnia hampir setiap hari
5. Agitasi atau retardasi psikomotor hampir setiap hari
6. Kelelahan atau kehilangan energi hampir setiap hari
7. Perasaan tidak berdaya atau bersalah yang berlebihan
atau tidak sesuai
8. Berkurangnya kemampuan untuk berpikir atau
konsentrasi atau keragu-raguan hampir setiap hari
9. Pemikiran tentang kematian yang berulang-ulang, ide
bunuh diri tanpa rencana spesifik, atau usaha bunuh diri
atau rencana spesifik untuk melakukan bunuh diri
• Prevalensi penderita gangguan depresi mayor :
1. Lebih banyak pada perempuan
2. Kelas ekonomi bawah
3. Usia 20-an
4. Cenderung kronis dan berulang
Î Semakin sering penderita mengalami gangguan
depresi, durasi setiap episode akan bertambah dan
keparahan akan meningkat
Gangguan Bipolar
• Pasien mengalami eposide manik atau episode
campuran (simtom mania maupun depresi)
• Kriteria Diagnostik DSM IV:
Munculnya 1 atau lebih episode manik atau
episode campuran, kadang alami episode depresi
mayor.
Episode Manik
• Simptom-simptom :
1. Meningkatnya kepercayaan diri atau ide kebesaran
2. Berkurangnya kebutuhan untuk tidur
3. Jadi lebih banyak bicara aatau tekanan untuk terus bicara
4. Flight of ideas atau perasaan subyektif bahwa pikiran seperti
berlomba
5. Distraktibilitas
6. Peningkatan aktivitas yang mengarah pada tujuan
7. Keterlibatan berlebihan pada aktivitas menyenangkan yang
miliki potensi besar untuk timbulkan konsekuensi
menyakitkan
Episode Campuran
• Minimal 1 minggu terpenuhi kriteria baik untuk
episode manik maupun depresi utama, terjadi hampir
setiap hari. Penderita alami perubahan mood yang
sangat cepat yang disertai simtom dari episode manik
maupun depresi utama.
• Gangguan ini sangat berat Î timbulkan masalah
nyata dalam fungsi sosial dan pekerjaan, mungkin
muncul ciri-ciri psikotik atau perlu hospitalisasi
• Onset rata-rata usia 20-an, seimbang pria & wanita
(wanita lebih umum episode depresif, pria sebaliknya)
Gangguan Mood Lainnya
• EPISODE CAMPURAN :
Alami episode mania dan depresi hampir setiap hari
• GANGGUAN BIPOLAR II:
Alami episode hipomania, yaitu perubahan perilaku dan
mood yang tak terlalu ekstrim dibanding mania yang
full-blown
• DIAGNOSIS SEASONAL :
Gangguan bipolar dan unipolar terjadi berkaitan dengan
musim tertentu
Gangguan Mood Lainnya
• GANGGUAN MOOD KRONIS : berlangsung lebih dari 2 tahun
namun tak pernah cukup parah untuk didiagnosis depresi
utama atau episode manik.
Terdiri dari
– Gangguan Cyclothymic Î mirip gangguan Bipolar II (ciri :
ada episode hipomania (Îpercaya diri meningkat, mencari
orang lain, sedikit tidur) dan depresi ringan (Î merasa
tidak adekuat, menarik diri, banyak tidur))
– Gangguan Dysthymic Î mood depresif hampir setiap hari,
merasa sedih, hilang kesenangan serta gejala lain depresi
Î kebanyakan pernah alami gangguan depresi mayor
Faktor Sosial dan Gangguan Mood
• Peristiwa hidup yang menimbulkan stres tinggi (stressful life
events) :
– 42-67% : mengalami peristiwa2 tersebut (seperti
kehilangan pekerjaan, persahabatan, atau hubungan
romantis) yang akhirnya menyebabkan munculnya depresi
– Stressor yang bersifat jangka panjang (seperti kemiskinan)
– Model diatesis-stres:
• Diatesis dapat bersifat biologis, sosial, atau psikologis
• Kurangnya dukungan sosial
• Problem interpersonal dalam keluarga :
– Ekspresi emosi yang tinggi
– Konflik marital
Faktor Sosial dan Gangguan Mood
• Tingkah laku sosial yang negatif :
– Mencari pengyakinan diri secara berlebihan
(excessive reassurance seeking)
– Rendahnya kompetensi sosial
– Bicara yang lambat atau pendiam
– Self-disclosures yang negatif
– Afek negatif
– Kurang adanya kontak mata & sedikitnya ekspresi
wajah yang positif
Bunuh Diri
• Perilaku bunuh diri bukan merupakan gangguan psikologis,
namun merupakan simtom dari gangguan psikologis lain,
umumnya gangguan mood
• Umumnya pelaku percobaan bunuh diri tidak segera mencari
bantuan profesional setelah upaya bunuh diri dilakukan
• Munculnya pemikiran untuk bunuh diri umumnya
merefleksikan semakin berkurangnya pilihan yang dapat
ditempuh untuk menyelesaikan masalah dan tidak melihat
jalan keluar lain
Bunuh Diri
•
Prevalensi
– Pria 4x lebih tinggi melakukan bunuh diri daripada wanita
– Angka bunuh diri tertinggi pada usia di atas 65 tahun
•
Penderita gangguan mood yang parah seperti Depresi Mayor dan
Gangguan Bipolar, memiliki risiko yang lebih besar untuk melakukan bunuh
diri
•
Bunuh diri juga dihubungkan dengan gangguan psikologis lain seperti
ketergantungan obat dan alkohol, anorexia, skizofrenia, gangguan panik,
gangguan kepribadian, PTSD dan gangguan kepribadian ambang
• “Rational Suicide” Î keyakinan untuk melakukan bunuh diri
dilandasi keputusan rasional bahwa hidup sudah tidak dapat
diperjuangkan lagi karena penderitaan yang berkelanjutan
• Pelaku bunuh diri mengisyaratkan keinginan mereka,
kadangkala secara eksplisit, mengenai pemikiran bunuh diri
ataupun memberikan petunjuk yang jelas (misalnya :
membuang barang-barang, menyiapkan surat warisan ataupun
menyiapkan alat bantu untuk bunuh diri)
Terima Kasih
Maria Ulfah, M.Psi., Psikolog
Download