X3 : Indeks Pendapatan Standar Hidup Layak Rumus IPM Tabel 2

advertisement
PENGERTIAN UMUM
IPM/HDI adalah pengukuran perbandingan dari
harapan hidup, melek huruf, pendidikan dan
standar hidup untuk semua negara sedunia.
IPM digunakan untuk mengklasifikasikan apakah
suatu daerah masuk klasifikasi maju, berkembang
atau terbelakang.
IPM digunakan untuk mengukur pengaruh dari
kebijaksanaan ekonomi terhadap kualitas hidup.
PENGERTIAN UMUM
IPM/HDI pertama kali dikembangkan oleh
Peraih Nobel India Amartya Sen dan
Mahbub ul Haq seorang ekonom Pakistan
dibantu Gustav Ranis dari Yale University
dan Lord Meghnad Desai dari London School
of Economics tahun 1990.

Hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional
(Susenas)

Produk Domestik Regional Bruto (PDRB)

Beberapa data penunjang dari
Dinas/Instansi seperti Dinas Pendidikan
,Dinas Kesehatan dan Instansi lainnya

Usia harapan hidup diukur dg angka
harapan hidup waktu lahir (eo )

Pengetahuan diwakili oleh angka melek huruf
dan rata-rata lamanya sekolah

Standar hidup layak diukur dengan nilai
konsumsi riil perkapita
1.
Penghitungan (e0) dilakukan dengan bantuan Life
Table, namun belum dapat dilakukan di Indonesia .
2. Alternatif penghitungan scr tdk langsung dengan
menggunakan 2 variabel yaitu rata-rata anak yang
dilahirkan hidup (Life Birth) dan rata-rata anak yg msh
hidup (Still Living) utk setiap wanita umur 15-49 th
mnrt kelompok umur 5 tahunan
3. Penghitungan e0 dilakukan dengan soft ware
Mortpak .
1
Angka melek huruf diperoleh dgn membagi banyaknya
pddk umur 15 th + dapat baca dan tulis
dgn seluruh
pddk berusia 15 th +.
2
Rata-rata lamanya sekolah mrpk kumulatif jml th yg
ditempuh oleh seseorang dlm mengikuti pendidikan formal,
dihitung dari jenjang pendidikan tinggi yg ditamatkan atau
yg pernah diduduki.

Indikator yang digunakan digunakan adalah
konsumsi riil per kapita yang disesuaikan dgn
Rumus Atkinson

Penghitungan indikator ini diperoleh dari data
pengeluaran konsumsi hasil pengolahan Susenas
yang dideflasi dengan Indeks Harga Konsumen
(IHK)

Nilai Konsumsi Riil per Kapita distandarkan dgn
angka daya beli per unit ( PPP/unit : Purchasing
Power Parity) yg mencakup 27 komoditas
V
P Q
(i , j )
PPP =
j
(9, j )
(i , j )
j
Dimana :
V(i,j) : pengeluaran untuk komodite j di daerah ke i.
P(9,j) : harga komodite j di Jakarta
Q(i,j) : volume komodite j (unit) yang dikonsumsi di daerah ke i
Rumus Atkinson
Untuk penyesuaian rata-rata konsumsi riil.
D*(i)=D(i)
Jika D(i) < Z
=Z + 2(D(i) – Z) (1/2)
Jika Z< D(i) < 2Z
=Z + 2(Z)(1/2) + 3 (D(i) – 2Z)(1/3)
Jika 2Z< D(i) < 3Z
=Z + 2(Z)(1/2) + 3 (Z)(1/3) + 4(D(i) – 3Z)(1/4) Jika 3Z< D(i) < 4Z
Dimana:
D(i) : Konsumsi riil perkapita yg telah disesuaikan dg PPP/unit
Z : threshold (tingkat tertentu digunakan sebagai garis
kemiskinan ). Nilai Z ditetapkan sebesar Rp.1.500,-/kapita/hari
atau Rp. 547.500 per kapita per tahun

Ketiga indikator dibuat indeks komposit
dengan Rumus :
Index X(i,j) = (X(i,j) - X(i-min) ) / (X(i-max) - X(i-min) )
Dimana:
X(i,j)
= Indikator ke i dari daerah ke j
X(i-min) = Nilai minimum dari Xi
X(i-max) = Nilai maksimum dari Xi
Tabel 1. Nilai Maximun dan Minimum Komponen IPM
Komponen
Nilai Max
Nilai Min
•
Angka Harapan Hidup (Th)
85
25
•
Angka Melek Huruf (%)
Rata-rata Lama
sekolah (th)
100
0
15
0
732.720
360.000
•
•
Konsumsi Riil per kapita yg
disesuaikan (Rp/th)
IPM = 1/3 ( X1 + X2 + X3 )
Dimana ;
X1 : Indeks Harapan Hidup
X2 :Indeks Pendidikan
= 2/3 ( Indeks Melek Huruf )+ 1/3 (indeks Rata-2 lama sekolah )
X3 : Indeks Pendapatan Standar Hidup Layak
Tabel 2. Indikator Kesehatan Kabupaten Gunungkidul
Tahun 2009 dan 2010
Uraian
2009
2010
70,88
70,97
29
29
23.292
23.289
108
108
b. Rasio Penduduk - Pustu
4. Penduduk mengalami gangguan
kesehatan (%) 1)
6.254
6.254
22,22
24,15
1
5. Rata-rata
lamanya
sakit
(hari)
)
1
5,09
5,43
1. Usia Harapan Hidup ( Tahun ) 1)
2. a. Jumlah Puskesmas 2)
b. Rasio Penduduk - Puskesmas
3. a. Jumlah Pustu 2)
Sumber: ) BPS Kabupaten Gunungkidul
2
) Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul
Tabel 3. Indikator Pendidikan Kabupaten Gunungkidul
Tahun 2009 dan 2010
Uraian
2009
2010
17
27
28
33
18
32
27
34
12
11
7
10
12
11
7
9
98,62
73,48
48,94
7,61
84,52
99,04
91,56
60,22
7,65
84,66
1
1. Rasio Murid - Kelas )
a. SD
b. SLTP
c. SLTA
d. SMK
1
2. Rasio Murid - Guru )
a. SD
b. SLTP
c. SLTA
d. SMK
3. Angka Partisipasi Murni 2)
a. SD
b. SLTP
c. SLTA
2
4. Rata-rata Lama Sekolah (Thn) )
5. Angka Melek Huruf (%) 2)
1
Sumber ) Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olah Raga Kab. Gunungkidul
2
) BPS Kab. Gunungkidul
Tabel 4. Indikator IPM Kabupaten Gunungkidul
Tahun 2008, 2009 dan 2010
Uraian
2008
2009
2010
70,88
84,52
7,61
623,09
70,97
84,66
7,65
625,20
76,32
73,22
60,47
76,47
73,26
60,80
76,62
73,45
61,29
70,00
70,18
70,45
1,07
0,58
0,93
Komponen IPM
1. Angka Harapan Hidup (Tahun)
2. Angka Melek Huruf (%)
3. Rata-rata Lama Sekolah (Tahun)
4. Konsumsi riil perkapita (000Rp.)
70,79
84,50
7,60
621,67
Indeks IPM
1. Harapan Hidup
2. Pendidikan
3. Pendapatan
IPM
Reduction shortfall
Reduksi Shortfall : adalah peningkatan nilai IPM dalam suatu periode relatif terhadap jarak nilai IPM
awal periode ke IPM sasaran (=100). Jika ukuran ini bernilai negatif pada th tertentu berarti terjadi
penurunan kualitas pembangunan manusia pada thn tsb thd thn yg dijadikan perbandingan
CARA PENGHITUNGAN IPM
KABUPATEN GUNUNGKIDUL 2010
Angka Harapan Hidup
Angka Melek Huruf
Rata-rata Lama Sekolah
Konsumsi Riil per Kapita
= 70,97
= 84,66
=
7,65
= 625,20
Indeks Harapan Hidup
Indeks Melek Huruf
Indeks Lama Sekolah
Indeks Pendidikan
Indeks Daya Beli
=
=
=
=
=
IPM
= (76,62+73,45+61,29)/3=70,45
(70,97-25)/(85-25) = 0,7662 = 76,62%
(84,66-0)/(100-0) = 0,8466 = 84,66%
(7,65-0)/(15-0) = 0,5102 = 51,02%
(2/3x84,66)+(1/3x51,02)=73,45
(625,20-360)/(732,72-300)=0,6129=61,29
Wilayah / Daerah
Provinsi D.I. Yogyakarta
- Kulon Progo
- Bantul
- Gunungkidul
- Sleman
- Yogyakarta
Nilai IPM
2009
75,23
73,77
73,75
70,18
77,70
79,29
2010
75,77
74,49
74,53
70,45
78,20
79,52
Peringkat se
Indonesia *)
2009 2010
4
106
107
285
14
1

Indeks Pembangunan Manusia Kabupaten Gunungkidul pada
tahun 2010 sebesar 70,45; meningkat dibandingkan tahun 2009
yang tercatat sebesar 70,18; yang berarti pula adanya perbaikan
kualitas pembangunan sumber daya manusia.

Indeks komponen Usia Harapan Hidup meningkat sebesar 0,15
poin selama periode tahun 2009-2010.

Indeks Komponen Pendidikan mengalami kenaikan 0,19 poin pada
periode 2009-2010.

Indeks Komponen Pedapatan meningkat sebesar 0,49 point
4. PDRB.ppt
Download