Uploaded by common.user150340

Metode Milling: Karakterisasi Material

advertisement
Metode karakterisasi material
Milling
1. pendahuluan
a. definisi milling
Milling merupakan proses penguraian material(10; 11) yang menghasilkan bentukan bidang datar
yang biasanya menggunakan proses dengan menggunakan bantuan mesin. Secara mekanik Milling
merupakan teknik yang sederhana dan efektif(14) untuk membuat ukuran kristal padat yang cukup
besar menjadi lebih kecil tanpa melalui fasa penguapan atau reaksi kimia yang mana biasanya
diperlukan dalam proses sintesa lainnya(17) .
b. sejarah dan perkembangan metode milling
Mesin Milling (Frais) ditemukan oleh Eli Whitney sekitar tahun 1818. Mesin
Milling ini melakukan operasi produksi suku cadang duplikat yang pertama dengan
pengendali secara mekanik, dengan arah dan gerakan pemotongan dari perkakas mata
potong jamak yang berputar. Mesin Milling melemparkan logam (beram) ketika
benda kerja dimakankan terhadap suatu alat potong (cutter) yang berputar. Alat
potong/cutter pada mesin Milling memiliki satu deretan mata potong pada kelilingnya
yang masing-masing berlaku sebagai pemotong tersendiri pada tiap siklus putaran.
Benda kerja dipegang pada meja yang mengendalikannya, antaranya terdapat
pemotong mesin Milling tersebut.
pada tahun 1952 John Parson mengembangkan mesin miling dengan kontrol basis angka (Milling
Numeric Control). Mesin ini menggunakan kartu berlubang untuk mengatur pergerakan mesin
perkakas, meningkatkan efisiensi dan akurasi. Dalam perkembangannya, mesin frais mengalami
berbagai perkembangan baik secara mekanis maupun secara teknologi pengoperasiannya.
Pada tahun 1958, John T. Parsons mengembangkan prototipe mesin perkakas dengan kontrol numerik
yang pertama kali menggunakan kode G (G-code) sebagai instruksi program
Pada tahun 1960-an, teknologi kontrol numerik menjadi semakin populer di industri permesinan. Pada
tahun 1970-an, teknologi CNC mulai menggantikan NC dan menjadi standar dalam industri
permesinan.
Teknologi CNC terus berkembang, dengan kemampuan untuk mengatur mesin perkakas yang lebih
kompleks dan presisi yang semakin tinggi. Saat ini, CNC digunakan dalam berbagai aplikasi, mulai
dari produksi massal hingga pembuatan produk yang sangat khusus dan presisi tinggi
Sekarang, mesin milling dapat dikendalikan secara komputerisasi dengan tingkat akurasi yang sangat
tinggi. Perkembangan teknologi seperti penyimpanan data dan metode input yang ditingkatkan telah
memungkinkan penggunaan mesin CNC di berbagai industri, dari pembuatan prototipe hingga
produksi massal
Mesin miling jika dikolaborasikan dengan suatu alat bantu atau alat potong pembentuk khusus, akan
dapat menghasilkan beberapa bentuk yang sesuai dengan tuntutan produksi, misalnya uliran, spiral,
roda gigi, poros bintang, dan lain-lain.
c. pentingnya milling dalam pemroresan material
Milling sangat penting dalam pemrosesan material karena memungkinkan pembuatan komponen
presisi dengan bentuk dan ukuran yang tepat. Proses ini meningkatkan sifat mekanik dan fisik
material, serta memfasilitasi homogenisasi dan penghalusan partikel. Selain itu, milling berkontribusi
pada efisiensi produksi dan kualitas produk akhir, sehingga menjadi teknik kunci dalam berbagai
industri, termasuk otomotif, aerospace, dan elektronik.
2. jenis jenis milling
a. ball miling
Ball Milling adalah jenis metode yang digunakan untuk menggiling bahan
menjadi bubuk sangat halus untuk digunakan dalam cat, kembang api dan keramik grinding. Selama
penggilingan, tekanan tinggi yang dihasilkan secara lokal karena tabrakan antara kecil, bolakaku
dalam wadah tersembunyi, yang skematis ditunjukkan oleh Gambar. 1. Efek Cascadinginternal bola
mengurangi material serbuk halus. bahan yang berbeda, termasuk keramik, kerikil batu dan stainless
steel, yang digunakan sebagai bola. Ball mill berputar melalui sumbu horisontal yang dipenuhi
dengan material yang ingindigiling beserta dengan medium penggiling. Berbagai material dapat
digunakan sebagai mediaseperti bola keramik, batu api, dan bola yang terbuat dari stainless steel.
Ball mill berkualitas tinggi dapat menggiling partikelcampuran menjadi sekecil 5 nm, meningkatkan
luas permukaan dan laju reaksi secara besar.Ball mill dapat menggiling berbagai macam biji dan
material baik basah ataupun kering.
Jenis Mill yang kita gunakan ini memiliki tipe horisontal, berbentuk tabung, dan duatempat
penyimpanan. Bagian luar mesin berjalan sepanjang roda gigi. Material masuk secaraspriral dan
merata dalam tempat penyimpanan pertama. Dalam tempat penampungan ini ada ladder scaleboard
Atau ripple scaleboard , dan steelball dengan berbagai macam spesifikasiyang dipasang pada
scaleboard. Seiring dengan perputaran tubuh barel yang kemudianmenghasilkan gaya sentrifugal,
steel ball akan terbawa pada ketinggian tertentu dan jatuh untukmembuat material tergiling. Setelah
proses penggilingan dalam tempat penyimpanan pertama,material akan masuk dalam tempat
penampungan kedua untuk kembali digiling dengan steel ball dan sckaeboard. Akhirnya, bubuk akan
dibawa ke papan penampungan produk akhir dan proses kerja sepenuhnya.
Keuntungan penggunaan ball milling:
1. Penanganan peralatan mudah
2. Dapat menghasilkan jumlah yang besar ketika diterapkan dalam berbagai tipe material
yang berbeda
3. Pada produksi dalam skala besar dapat menghasilkan partikel berukuran nano
4. Sangat cocok untuk proses penggilingan basah maupun kering
5. Dapat digunakan untuk menggiling bahan beracun, karena alat bekerja dalam kondisi tertutup
Kekurangan penggunaan ball milling
1. Konsumsi listrik yang tinggi
2. Membutuhkan ruang yang luas, karena alatnya besar dan berat
3. Kecepatan putar rendah
4. Mesin mengeluarkan getaran dan suara elama proses kerjanya
5. Bahan dapat terkontaminasi oleh bola maupun alat penggilingannya
b. jet milling
Download