Uploaded by S4n74y4

Pertemuan 13 (edited)

advertisement
PERTEMUAN KE 13
KOMPENSASI MANAJEMEN
Sigit Sanjaya, SE, MM
PENEMUAN PENELITIAN ATAS INSENTIF
ORGANISASIONAL




Individu-individu cenderung untuk lebih termotivasi oleh
penghargaan pendapatan potensial daripada oleh rasa
takut akan hukuman.
Penghargaan pribadi bersifat relatif atau situasional.
Kompensasi moneter adalah suatu cara penting untuk
memenuhi kebutuhan. Tetapi, di luar tingkat kepuasan
tertentu, jumlah kompensasi tidak selalu sama pentingnya
seperti penghargaan non-moneter
Jika manajemen senior memberikan tanda-tanda melalui
tindakannya
bahwa
mereka
menganggap
sistem
pengendalian manajemen adalah penting, maka manajer
operasi juga akan menganggapnya penting.
Individu-individu sangat termotivasi ketika mereka
memperoleh laporan, atau umpan balik, mengenai kinerja
mereka
PENEMUAN PENELITIAN ATAS INSENTIF
ORGANISASIONAL
Insentif menjadi kurang efektif ketika periode
antara tindakan dan umpan balik atas tindakan
tersebut semakin panjang
 Motivasi menjadi lemah ketika orang tersebut
merasa yakin bahwa suatu insentif tidak dapat
dicapai atau terlalu mudah dicapai
 Insentif yang disediakan oleh suatu anggaran
atau pernyataan tujuan lainnya adalah paling
kuat ketika manajer bekerja sama dengan
atasannya untuk memperoleh angka-angka
anggaran.

KARAKTERISTIK DARI RENCANA
KOMPENSASI INSENTIF
Paket kompensasi total dari seorang manajer
terdiri dari tiga komponen: (1) gaji, (2) tunjangan
(terutama tunjangan pensiun dan kesehatan,
tetapi juga berbagai jenis lainnya), dan (3)
kompensasi insentif.
 Tiga komponen tersebut saling bergantung satu
sama lain. Tetapi yang ketiga khusus berkaitan
dengan fungsi pengendalian manajemen.

RENCANA INSENTIF JANGKA PENDEK

Total Kantong Bonus


Jumlah total dari bonus yang dapat dibayarkan ke
sekelompok karyawan yang memiliki kualifikasi
dalam suatu tahun tertentu disebut dengan “kantong
bonus”.
Carryover

Bukannya membayar jumlah total dalam kantong
bonus, rencana tersebut mungkin memperbolehkan
dilakukannya carryover tahunan atas sebagian dari
jumlah tersebut yang ditentukan oleh rumus bonus.
RENCANA INSENTIF JANGKA PENDEK

Kompensasi ditunda
Meskipun jumlah bonus dihitung secara tahunan,
pembayaran ke penerima mungkin disebar ke suatu
periode, biasanya lima tahun.
 Keunggulan dari metode ini

Manajer dapat mengestimasikan, dengan akurasi yang
cukup besar, pendapatan tunai mereka untuk tahun
mendatang
 Pembayaran yang ditunda meratakan penerimaan kas
manajer
 Seorang manajer yang pensiun akan terus menerima
pembayaran untuk sejumlah tahun.
 Kerangka waktu penundaan mendorong para pengambil
keputusan untuk berpikir secara jangka panjang

RENCANA INSENTIF JANGKA PANJANG

Opsi Saham


Suatu opsi saham adalah hak untuk membeli
sejumlah lembar saham pada, atau setelah tanggal
tertentu di masa depan (tanggal pelaksanaan), pada
harga yang telah disetujui pada tanggal pemberian
opsi (biasanya harga pasar sekarang atau 95% dari
harga pasar sekarang)
Saham Fantom

Suatu saham fantom memberikan kepada manajer
sejumlah saham untuk tujuan pembukuan saja.
RENCANA INSENTIF JANGKA PANJANG

Hak Apresiasi Saham


Saham kinerja


Suatu hak apresiasi saham adalah suatu hak untuk
menerima pembayaran uang tunai berdasarkan
peningkatan dalam nilai saham dari saat pemberian
penghargaan sampai suatu tanggal tertentu di masa
depan
Suatu saham kinerja memberikan sejumlah tertentu
saham ke seorng manajer ketika cita-cita jangka
panjang tertentu telah terpenuhi
Unit Kinerja

Dalam suatu rencana unit kerja, suatu bonus tunai
dibayarkan ketika target jangka panjang tertentu
telah tercapai
INSENTIF UNTUK PEJABAT KORPORAT

Kompensasi CEO biasanya didiskusikan oleh
komite kompensasi dewan komisaris setelah
CEO tersebut mempresentasikan rekomendasi
untuk kompensasi bawahannya
INSENTIF UNTUK MANAJER UNIT BISNIS

Jenis Insentif
Beberapa insentif bersifat keuangan, sementara
lainnya bersifat psikologis dan sosial. Insentif
keuangan mencakup kenaikan gaji, bonus, atau
tunjangan, dan fasilitas (mobil, perjalanan
wisata, keanggotaan klub, dan seterusya).
Insentif
psikologis
dan
sosial
meliputi
kemungkinan promosi, tambahan tanggungjwab,
otonomi yang lebih besar, lokasi geografis yang
lebih baik, dan pengakuan (piala, partisipasi
dalam program pengembangan eksekutif, dan
semacamnya)
DUA FILOSOFI ATAS KOMPENSASI
INSENTIF (PEMBAYARAN TETAP)
Merekrut orang
yang baik
Membayar
mereka dengan
baik
Mengharapkan
kinerja yang
baik
DUA FILOSOFI ATAS KOMPENSASI INSENTIF
(PEMBAYARAN BERDASARKAN KINERJA)
Merekrut orang
yang baik
Mengharapkan
kinerja yag baik
Membayar
mereka dengan
baik jika kinerja
benar-benar baik
TINGKAT BATAS
Suatu rencana bonus mugkin memiliki tingkat
batas dan batas bawah. Batas atas adalah
tingkat kinerja dengan mana bonus maksumum
dapat dicapai. Batas bawah adalah tingkat
dibawah dimana tidak ada penghargaan bonus
yang akan diberikan. Kedua batas tersebut dapat
menimbulkan
efek
samping
yang
tidak
diinginkan.
DASAR BONUS

Bonus insentif seorang manajer unit bisnis dapat
didasarkan hanya pada total laba korporat atau
pada laba unit bisnis atau campuran keduanya.
Salah satu argumen untuk mengaitkan bonus ke
kinerja unit adalah bahwa keputusan dan
tindakan manajer tersebut lebih berdampak
secara langsung pada unitnya sendiri dan bukan
pada unit bisnis yang lain.
KRITERIA KINERJA
Masalah yang sulit dalam rencana bonus insentif
untuk manajer unt bisnis adalah untuk
memutuskan kriteria mana yang sebaiknya
digunakan untuk menentukan bonus.





Kriteria Keuangan
Penyesuaian untuk faktor-faktor yang tidak dapat
dikendalikan
Manfaat dan kekurangan target keuangan jangka
pendek
Mekanisme untuk mengatasi bias jangka pendek
Tolok ukur untuk perbandingan
PENDEKATAN PENENTUAN BONUS

Penghargaan bonus untuk manajer unit bisnis
dapat ditentukan dengan menggunakan rumus
yang ketat, seperti persentase dari laba operasi
unit bisnis, atau dengan penilaian yang murni
subjektif oleh atasan manajer tesebut, atau
suatu gabungan antara keduanya
TEORI AGENSI
Teori agensi mengekplorasi bagaimana kontrak
dan insentif dapat ditulis untuk memotivasi
individu-individu untuk mencapai keselarasan
tujuan.
 Hubungan agensi ada ketika salah satu pihak
(prinsipal) menyewa pihak lain (agen) untuk
melaksanakan suatu jasa dan, dalam melakukan
hal itu, mendelegasikan wewenang untuk
membuat keputusan kepada agen tersebut

TEORI AGENSI
Dalam suatu korporasi, pemegang saham
merupakan prinsipal dan CEO adalah agen
mereka. Pemegang saham menyewa CEO dan
mengharapkan ia untuk bertindak bagi
kepentingan mereka.
 Tantangannya menjadi bagaimana cara untuk
memotivasi agen sedemikian rupa sehingga
mereka akan menjadi sama produktifnya seperti
jika mereka adalah pemilik.

PERBEDAAN TUJUAN ANTARA PRINSIPAL
DAN AGEN
Teori agensi mengasumsikan bahwa semua
individu bertindak untuk kepentingan mereka
sendiri. Agen diasumsikan akan menerima
kepuasan tidak hanya dari kompensasi
keuangan tetapi juga dari tambahan yang
terlibat dalam hubungan suatu agensi, seperti
waktu luang yang banyak, kondisi kerja yang
menarik, keanggotaan klub, dan jam kerja yang
fleksibel
 Prinsipal (yaitu, pemegang saham), di pihak lain,
diasumsikan hanya tertarik pada pengembalian
keuangan yang diperoleh dari investasi mereka
di perusahaan tersebut.

TIDAK DAPAT DIAMATINYA TINDAKAN
AGEN
Pemegang saham tidak berada dalam posisi
untuk memantau aktivitas CEO setiap harinya
untuk memastikan bahwa ia bekerja untuk
kepentingan mereka.
 Secara serupa, CEO tidak berada dalam posisi
untuk memantau aktivitas manajer unit bisnis
setiap harinya
 Karena prinsipal tidak memiliki informasi yang
mencukupi mengenai kinerja agen, prinsipal
tidak pernah dapat merasa pasti bagaimana
usaha agen memberikan kontribusi pada hasil
aktual perusahaan. Situasi ini disebut asimetri
informasi

MEKANISME PENGENDALIAN
Pemantauan
 Kontrak insentif
 Kompensasi CEO dan rencana kepemilikan
Saham
 Manajer unit bisnis dan insentif berdasarkan
akuntansi

Terima Kasih
Download