Uploaded by Purnama Rizer

pupupurnama toc

advertisement
TOTAL ORGANIC CARBON
(LaporanPraktikumWell Logging)
Oleh
Pupu Purnama
1615051044
LABORATORIUM GEOFISIKA
JURUSAN TEKNIK GEOFISIKA
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS LAMPUNG
2018
Judul Praktikum
: Total Organic Carbon (TOC)
Tempat Praktikum
: Laboratorium Teknik Geofisika
Tanggal Praktikum
: 25 November 2018
Nama
: Pupu Purnama
NPM
: 1615051044
Jurusan
: Teknik Geofisika
Fakultas
: Teknik
Kelompok
: V(Lima)
Bandar Lampung, 25 November 2018
Mengetahui,
Asisten
Muhammad Juliniardi
NPM. 1515051028
ii
TOTAL ORGANIC CARBON
Oleh
Pupu Purnama
ABSTRAK
Pada praktikum kali ini kami membahas mengenai total organic carbon, total
organic carbon merupakan jumlah carbon yang terikat dalam suatu senyawa
organic dan sering digunakan sebagai indicator untuk menentukan lapisan carbon
pada suatu lapisan bawah permukaan. Tujuan dari praktikum ini yaitu mahasiswa
mampu menentukan total organic carbon pada suatu data log yang dihasilkan.
Dimana semakin tingginya persentase dari TOC maka akan semakin bagus dan
semakin cepat minera organic termatangkan. kandungan dari TOC biasanya
diindikasikan terdapat pada zona source rock, ditandai dengan adanya nilai
defleksi gamma ray yang sangat tinggi karena litologi dari source rock tersebut
adalah serpih (shale), dan adanya perpotongan atau berhimpitnya kurva dari log
Dt dan log Rt. Pada praktikum kali ini praktikan diberi data sumur untuk
selanjutnya dilakukan interpretasi baik secara kualitatif maupun kuantitatif untuk
mendapatkan nilai TOC. Hasil yang didapatkan dari praktikum ini yaitu adalah
nilai TOC dari 10 titik kedalaman pada zona source rock berdasarkan data log
yang tersedia.
Kata kunci : Total organic carbon, source rock dan reservoir
iii
DAFTAR ISI
Halaman
LEMBAR PENGESAHAN ................................................................................ ii
ABSTRAK ........................................................................................................... iii
DAFTAR ISI ........................................................................................................ iv
DAFTAR GAMBAR ........................................................................................... v
I. PENDAHULUAN
A. LatarBelakang ..................................................................................... 1
B. TujuanPercobaan ................................................................................. 1
II. TEORI DASAR
III. METODOLOGI PENELITIAN
A. AlatdanBahan ..................................................................................... 4
B. Diagram Alir ...................................................................................... 5
IV. HASIL DAN PEMBAHASAN
A. Data Pengamatan ................................................................................. 6
B. Pembahasan ......................................................................................... 6
V. KESIMPULAN
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN
iv
DAFTAR GAMBAR
Halaman
Gambar 1. Laptop ................................................................................................ 4
Gambar 2. Alat tulis ............................................................................................ 4
Gambar 3. Data sumur ......................................................................................... 4
Gambar 4. Software Interactive Petrophysics v3.5 ............................................. 5
Gambar 5. Diagram Alir ...................................................................................... 5
v
I. PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Material organik yang termatangkan dalam source rock ini dikenal sebagai
TOC (total organic carbon). Dalam menentukan TOC diperlukan beberapa
parameter yaitu diantaranya Log GR, Log Resistivitas, Log Sonic, nilai Ro
(vitrinite reflectance), nilai Rbaseline, dan Tbaseline. Nilai-nilai ini nantinya
dapat digunakan untuk mencari niali Log R, setelah mencari nilai Log R,
maka dilanjutkan dengan mencari nilai LOM (Level of Maturity). Nilai dari
LOM didapat dengan menge-plot nilai Ro pada grafik Ro Vs LOM sehingga
didapatkan nilai LOM-nya. LOM ini sendiri adalah parameter yang
menyatakan tingkat kematangan dari suatu material organic tertentu didalam
batuan sumber atau source rock. Dari nilai Log R dan LOM dapat dilakukan
perhitungan untuk mendapatkan nilai TOC. Dengan TOC, kita dapat
menentukan banyaknya hidrokarbon yang terkandung pada suatu source rock,
informasi ini sangat penting dalam dunia minyak dan gas modern atau yang
biasa disebut shale oil dan shale gas. Karena alasan itulah mahasiswa
geofisika harus dapat mengetahui cara untuk mendapatkan parameter TOC
karena sangat berguna dalam proses perkuliahan maupun dunia kerja
nantinya. Pada suatu Carbon yang terkandung pada media terdiri dari dua
jenis, yaitu Organic Carbon (OC) dan Inorganic Carbon (IC). Sistem
pengukuran carbon yang ada hingga saat ini adalah dengan cara
merubahcarbon menjadi CO2, baru kemudian mengukur kadar CO2
tersebut sebagai representasi dari kadar carbon yang ada. Yang diukur
sebenarnya semua unsur carbon yang ada dalam sample (total carbon/TC)
tanpa membedakan apakah itu OC atau IC. Mengingat pentingnya praktikum
ini dalam eksplorasi logging, maka dilakukanlah praktikum ini.
B. Tujuan Praktikum
Adapun tujuan praktikum dari praktikum ini adalah sebagai berikut:
1. Agar mahasiswa dapat menghitung nilai TOC dari data log yang
dihasilkan.
II. TEORI DASAR
Well loggingadalah suatu perekaman karakteristik dari formasi batuan diperoleh
melalui pengukuran pada sumur bor. Berdasarkan proses kerjanya, logging dibagi
menjadi dua jenis yaitu wireline logging, dimana pada logging ini dilakukan
ketika pemboran telah berhenti dan kabel digunakan sebagai alat untuk
mentransmisikan data dan logging while drilling dilakukan bersamaan dengan
pemboran. Saat ini logging while drilling lebih banyak digunakan karena lebih
praktis sehingga waktu yang diperlukan lebih efisien walaupun masih memiliki
kekurangan berupa transmisi data yang tidak secepat wireline logging (Ellis &
Singer, 2008).
Secara umum, matrik batuan dan hidrokarbon (gas dan minyak) dalam pori batuan
adalah sangat resistif. Resistivitas formasi, dalam satuan ohm-meter tergantung
pada jumlah dan salinitas air yang terdapat pada formasi dan konektifitas antar
pori yang mampu mengalirkan aliran listrik. Resistivitas direpresentasikan dengan
simbol R, biasanya dengan tambahan huruf kecil yang mengindikasikan tipe
resistivitas tertentu, misalnya RW untuk resistivitas air atau Rt untuk resistivitas
sesungguhnya. Besarnya RW (resistivitas air formasi) dihitung dengan
menggunakan chart (SLB) (Reeves, 1986).
Dalam pelaksanaan well logging truk logging diatur segaris dengan kepala sumur,
kabel logging dimasukkan melalui dua buah roda-katrol.Roda katrol atas diikat
pada sebuah alat pengukur tegangan kabel. Didalam kabin logging atau truk
logging terdapat suatu alat penunjuk beban yang menunjukkan tegangan kabel
atau berat total alat. Roda katrol bawah diikat pada struktur menara bor dekat
dengan mulut sumur. Setelah alat-alat logging disambungkan menjadi satu maka
diadakan serangkaian pemeriksaan ulang dan kalibrasi sekali lagi untuk dilakukan
supaya yakin bahwa alat berfungsi dengan baik dan tidakterpengaruh oleh suhu
tinggi atau lumpur. Alat logging kemudian ditarikdengan kecepatan tetap, maka
dimulailah proses perekaman data. Untuk mengumpulkan semua data yang
diperlukan, seringkali diadakan beberapa kali perekaman dengan kombinasi alat
yang berbeda (Harsono,1997).
3
Interactive Petrophysic (IP) adalah sebuah program yang dapat digunakan oleh
banyak disiplin ilmu termasuk petrophysic dan ahli geologi. Program ini
memungkinkan anda untuk memaksimalkan potensi dari data sumur dengan
menawarkan control dan eleksibilitas, melalui antar muka. Interactive Petrophysic
ini juga berguna untuk memudahkan suatu pekerjaan dalam menginterpretasikan
pembacaan logging. User IP dapat melakukan interpretasi seperti minimal curve,
penentuan litologi suatu batuan, penentuan volume shale, penentuan porositas
batuan, analisa multi zone, analisa multi well, penentuan Rw, perhitungan cut off,
batuan, penentuan saturasi air (Sw) (Mitchum, 1977).
Total Organic Carbon atau TOC didefiniskan sebagai jumlah karbon terikat
dialam senyawa organik yang terkandung di dalam air itu sendiri. Karbon organik
total mengukur semua bahan yang berdihat organik. Analisis terhadap Total
Organic Carbon (TOC) merupakan analasi yang bisa dikatakan paling baiik untuk
mengetahui kualitas suatu air. Analisa khas untuk mengukur TOC total karbon
sekarang serta karbon organik (IC). Mengurangkan anorganik karbon dari hasil
karbon total TOC. Nilai TOC tidak menunjukkan laju degradasi senyawa karbon.
Senyawa-senyawa yang dianalisis dalam lingkungan alamiah. Variasi umum
lainnya meliputi analisis TOC mengeluarkan bagian IC terlebih dahulu dan
kemudian mengukur sisa karbon (Tissot dan Welte, 1984).
Selanjutnya nilai dari Log R dapat di transformasi secara linear jika tingkat
kematangan (LOM) dapat ditentukan. Hal ini dikarenakan TOC merupakan fungsi
dari Log R dan LOM. Nilai LOM ditentukan berdasarkan kurva plot silang antara
nilai Log R dan nilai TOC dari sampel batuan inti. Perlu diperhatikan bahwa
penentuan nilai LOM ini harus dilakukan dengan baik dan tepat karena sangat
berpengaruh terhadap perhitungan nilai TOC. Persamaan empiris untuk
menghitung nilai TOC berdasarkan Log R dan LOM, yaitu:
TOC = (Log R) x 102.297-0.1688xLOM)
dimana: TOC = Total Organic Carbon (wt %) dan LOM = Tingkat
kematangan(Hood dkk, 1975)
Log R dihitung menggunakan persamaan sebagai berikut:
Log R = Log 10 (R/Rbaseline)+0.02x(t-tbaseline)
Dimana,R = nilai pengukuran resistivitas (ohm.m). Log R = nilai pengukuran log
sonic (us/ft). Rbaseline = nilai resistivitas yang sama dengan tbaseline, ketika kurva
baseline berada pada batuan kaya lempung non-source. Dan 0.02 = berdasarkan
rasio pada -50 us/ft per 1 resistivity cycle. Baseline interval merupakan zona
dengan litologi berbutir halus namun tidak berpotensi sebagai batuan induk
dimana nilai resistivitas dan sonic nya tidak memiliki separasi(Passey, 1990).
III. METODOLOGI PRAKTIKUM
A. Alat dan Bahan
Adapun alat dan bahan yang digunakan dalam praktikum ini adalah sebagai
berikut:
Gambar 1. Laptop
Gambar 2. Alat tulis
Gambar 3. Data sumur
Gambar 4. Software Interactive Petrophysics v3.5
5
B. Diagram alir
Adapun diagram alir dari praktikum ini adalah sebagai berikut:
Mulai
Melakukan interpretasi kualitatif pada kurva log
yang diberikan oleh asisten.
Menentukan Rbaseline dan Tbaseline.
Menentukan 10 titik pengukuran pada zona prospek.
Menganalisa nilai Dt log dan LLD log (R)
pada kurva log Dt dan log LLD.
Menentukan nilai Ro dan LOM menggunakan
kurva grafik Ro terhadap LOM.
Menghitung nilai Log R.
Menghitung nilai TOC.
Selesai
Gambar 5. Diagram Alir
IV. HASIL PENGAMATAN DAN PEMBAHASAN
A. Data Pengamatan
Adapun data pengamatan dari praktikum ini teralampirkan dalam lampiran.
B. Pembahasan
Pada praktikum kali ini kami membahas mengenai total organic carbon atau
TOC. TOC merupakan merupakan jumlah carbon yang terikat dalam suatu
senyawa organic dan sering digunakan sebagai indicator untuk menentukan
lapisan carbon pada suatu lapisan bawah permukaan. Tujuan pada praktikum
kali ini yaitu agar mahasiswa mampu menhitung atau menentukan total
organic carbon pada suatu lapisan bawah permukaan. Pada total organic
carbon Material-material organik ini nantinya akan termatangkan pada source
rock sehingga terbentuknya hidrokarbon. Semakin besar nilai TOC maka
akan semakin bagus keadaan source rock, dan makin cepat pula proses
pematangan dari material organik untuk menjadi hidrokarbon. Setelah
hidrokarbon tersebut telah termatangkan, maka hidrokarbon tersebut akan
bermigrasi ke tempat yang berpotensi untuk hidrokarbon tersebut dapat di
eksplorasi, yaitu ke reservoar. Di reservoar inilah hidrokarbon yang dapat
berupa minyak ataupun gas dapat di eksplorasi.
Untuk menentukan nilai TOC, kita harus mengetahui terlebih dahulu zona
source rock pada sumur tersebut. Zona source rock diperoleh dari nilai
gammaray tinggi, nilai log lld dan DT tinggi serta terjadi separasi. Pada data
sumur yang diberikan kami menentukan zona zource yaitu dengan cara
manual, seperti memplot nilai log gr, log lld dan log dt. Kemudian setelah itu
tentukan nilai log kurva tersebut. Lalu lanjutkan dengan mencari nilai Rbaseline
dan tbaseline. Nilai Rbaseline dan tbaseline diperoleh dari nilai lld dan nilai DT
dimana lld dan DT memiliki kurva yang saling berdekatan atau berhimpit
dengan melihat log Gr yang tinggi. Nilai Rbaseline dan tbaseline pada sumur yang
kami olah yaitu 1.8 dan 121. Nilai lld pada log resistivity merupakan nilai
Resistivitas sebenarnya (Rt). Selanjutnya dalam mencari nilai TOC kita harus
menentukan nilai log R. nilai log R merupakan kurva separasi pada overlay
7
overlay log sonik dan log resistivitas. Untuk menentukan nilai Log R dapat
ditentukan dengan menggunakan rumus sebagai berikut.
=
10
+ 0.02 ×
−
Nilai R merupakan nilai resistivitas yang terukur oleh alat log dan dalam satuan
ohm-m. sedangkan t merupakan waktu pengukuran yang terukur dalam
microsecond per feet. Sedangkan Rbaseline merupakan nilai yang sama dengan
Tbaseline ketika kurva baseline berada pada batuan yang kaya akan lempung nonsource, dan nilai 0.02 ini merupakan nilai yang ditentukan berdasarkan rasio pada
-50 mikrosecond per feet per 1 resistivity cycle.
Setelah menentukan nilai Log R selanjutkan mencari nilai LOM pada sumur
tersebut. Nilai LOM diperoleh dari kurva antara Ro dan LOM. Ro adalah
parameter yang digunakan untuk menentukan nilai reflektansi dari vitrinite,
vitrinite merupakan salah satu jenis material organik pembentuk hidrokarbon.
Nilai dari Ro ini dapat langsung dilihat secara kualitatif ada kurva log, setelah
didapatkan nilai Ro maka barulah data dihasilkan nilai LOM dengan melakukan
plotting nilai Ro terhadap grafik LOM vs Ro (Crain,2010). Pada grafik, sumbu x
merupakan nilai Ro dan sumbu y merupakan nilai dari LOM, nilai dari Ro yang
dihasilkan ini ditarik ke garis grafik LOM sehingga nanti didapatkan lah nilai dari
LOM. Setelah nilai Log R dan nilai LOM diketahui, maka dapat dilakukan
perhitungan untuk mendapatkan nilai TOC menggunakan rumus berikut ini:
!."#$$×%&'
=
× 10 .
TOC adalah total kandungan material organik pada suatu sumur, Log R
merupakan kurva separasi pada overlay log sonik dan log resistivitas, dan LOM
merupakan tingkat kematangan dari sebuah source rock atau batuan induk. Batuan
induk disebut matang (mature) apabila memiliki nilai LOM 7 hingga LOM 12.
Jika kurang dari LOM 7 maka dapat disebut bahwa batuan induk tersebut belum
matang (immature), dan jika memiliki nilai LOM lebih dari 12 maka dapat disebut
batuan tersebut terlalu matang (over mature). Berdasarkan parameter tersebut,
nilai LOM yang bernilai 6 menunjukkan bahwa batuan induk pada zona ini belum
matang atau imature.
Pada praktikum kali ini kami mengambil 10 titik sampel pada data sumur yang
diberikan. Sampel ini dilakukan untuk mengetahui kandungan hidrokarbon dalam
sumur yang dianalisa. Dari 10 titik yang kami analisa kami mengambil beberapa
sampel kedalaman yang berbeda-beda dimulai dari kedalaman 790, 810, 850, 990,
1075, 1125, 1200, 1285, 1390, dan 1400 dengan satuannya yaitu ft. pada
kedalaman 790ft diperoleh nilai GR yaitu 93, nilai Ro 0,2, nilai HLLD yaitu 2
dan nilai DT yaitu 128. Lalu pada kedalaman 810ft nilai gr, Ro, HLLD dan DT
adalah 118, 0.25, 2 dan 128. Pada kedalaman 850ft diperoleh nilai Gr 119, nilai
8
Ro 0.2, nilai HLLD 1.7 dan nilai DT yaitu 126. Kemudian pada kedalaman 990ft
memiliki nilai GR 110, Ro 0.35, HLLD 1.76 dan DT yaitu 131. Pada kedalaman
1075 nilai GR, Ro, HLLD dan DT yaitu 95, 0.4, 1.9 dan 124. Lalu pada
kedalaman 1125ft nilai yang diperoleh yaitu GR 116, Ro 0.5, HLLD 1.8 dan DT
yaitu 128. Kedalaman 1200ft memiliki nilai GR 117, nilai Ro 0.43, nilai HLLD
1.9 dan nilai DT 123. Lalu pada kedalaman 1285, 1390 dan 1400 memiliki nilai
Gr yaitu 100, 117 dan 120. Nilai Ro yang diperoleh yaitu 0.5, 0.65, dan 0.55. nilai
HLLD yang diperoleh yaitu 1.8, 1.5 dan 1.8. dan nilai DT pada kedalaman 1285,
1390 dan 1400ft yaitu 122, 123 dan 125. Dari beberapa nilai sampel yang
diperoleh kami menentukan nilai Rbaseline dan Tbaseline. pada sumur tersebut
nilai Rbaseline dan Tbaseline pada keseluruhan sumur yaitu, 1.8 dan 121, dengan
nilai LOM yang diperoleh yaitu 6 dimana LOM 6 menunjukan bahwa batuan
induk pada zona ini belum matang atau imature. Dari nilai-nilai tersebut rata-rata
nilai log R yang diperoleh yaitu 0.14. dan nilai TOC yang diperoleh pada masingmasing 10 kedalaman dimulai dari kedalaman yang terkecil sampai yang terbesar
yaitu 2.6, 2.6, 1.9, 3.8, 1.02, 2.21, 0.76, 0.31, 0.16, dan 1.26. untuk nilai rata-rata
TOC pada sumur yang dianalisa yaitu 2.6 dimana pada skala TOC nilai 2.6
tergolong kedalaman sekala bagus.
V. KESIMPULAN
Adapun kesimpulan yang diperoleh dari hasil praktikum ini sebagai berikut :
1. TOC merupakan kuantitas dari karbon organik yang terendapkan dalam
batuan. Semakin tinggi nilai TOC maka semakin baik source rock tersebut
dan kemungkinan terbentuknya hidrokarbon akan semakin tinggi.
2. Zona source rock dapat ditentukan berdasarkan defleksi dari gamma ray
yang menunjukkan defleksi gamma ray tinggi, karena pada dasarnya
source rock memiliki litologi serpih (shale) dimana nilai gamma ray dari
shale tersebut tinggi, dan dapat ditentukan pula dari adanya separasi antara
log Dt (Sonic) dan log Rt (Resistivitas).
3. Menghitung nilai TOC menggunkan rumus :
TOC = LogR (10 2.297 - 0.01688 x LOM )
DAFTAR PUSTAKA
Ellis, D. V. & Singer, J. M., 2008, Well Logging for Earth Scientist 2nd Edition,
Springer, Netherlands.
Harsono, A, 1997.Evaluasi Formasi dan Aplikasi Log, Schlumberger Oilfield
Services, Jakarta.
Hood, A., Gutjahr, C. C. M., and Heacock, R. L., 1975, Organic metamorphism
and the generation of petroleum: AAPG Bulletin, v. 59. P. 986-996.
Mitchum, R.M, dkk.1977.An Overview of Seismic Stratigraphy. TheAmerican
Association of Petroleum Geologist. Tulsa Oklahoma.
Passey, Q. R., Creaney, S., Kulla, J. B., Moretti, F.J., and Stroud, J. D., 1990, A
Practical Model for Organic Richness from Porosity and Resistivity Logs:
The American Association of Petroleum Geologists Bulletin. V. 74. No. 12,
P. 1777-1794. 19 Figs., 7 Table.
Reeves. 1986. The Geological Interpretation of Well Logs, 2nd Edition, Revised
Tissot, B.P., dan Welte, D.H. 1984. Petroleum Formation and Occurrence.Berlin:
Springer-Verlag.
LAMPIRAN
No
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
Depth
790
810
850
990
1075
1125
1200
1285
1390
1400
Gr
93
118
119
110
95
116
117
100
117
120
Ro
0,2
0,25
0,28
0,35
0,4
0,5
0,43
0,5
0,65
0,55
HLLD
2
2
1,7
1,76
1,9
1,8
1,9
1,8
1,5
1,8
DT
128
128
126
131
124
128
123
122
123
125
R-baseline
1,8
1,8
1,8
1,8
1,8
1,8
1,8
1,8
1,8
1,8
T-baseline
121
121
121
121
121
121
121
121
121
121
Table nilai TOC pada 10 titik sampel kedalaman
Ket
Parameter
0 - 0,5
poor source rock
JELEK
0,5 - 1
fair
CUKUP JELEK
1-2
good
BAGUS
02--04
very good
SANGAT BAGUS
>4
excellent
LUAR BIASA
Table tingkat kematangan nilai TOC
LOM
6
6
6
6
6,3
6,5
6
6,5
10
6,5
Log R
0,14
0,14
0,1
0,2
0,06
0,14
0,04
0,02
0,04
0,08
TOC
2,693569
2,693569
1,923978
3,847955
1,027333
2,217829
0,769591
0,316833
0,162577
1,267331
BG-1
Scale : 1 : 5000
DEPTH (722.M - 1562.M)
DB : Project (1)
1
2
DEPTH
0.
(M)
0.
0.
GR (GAPI)
HTTI ()
RO ()
17/11/2017 15:16
3
150. 0.2
15. 140.
HLLD (OHMM)
DT (US/F)
4
2000. 1.9
40. 0.6
RHOZ (G/C3)
TNPH (V/V)
2.9
0.
2.
800
900
1000
1100
1200
1300
1400
1500
1
2
DEPTH
0.
(M)
0.
0.
GR (GAPI)
HTTI ()
RO ()
3
150. 0.2
15. 140.
2.
HLLD (OHMM)
DT (US/F)
4
2000. 1.9
40. 0.6
RHOZ (G/C3)
TNPH (V/V)
2.9
0.
Download