Uploaded by User44880

BAB I

advertisement
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Tumor atau neoplasma dapat diartikan sebagai suatu pertumbuhan abnormal dan tidak
terkontrol jaringan yang mengalami transformasi atau perubahan pada satu atau lebih
tempat utama dalam tubuh inang Penyakit degeneratif ini merupakan salah satu penyakit
pada hewan piara, khususnya anjing dan kucing yang sering ditemui di lapangan
(Gunanti, 2009).
Persentasi kejadian penyakit tumor pada hewan, terutama anjing, cukup tinggi.
Hingga saat ini, penang-gulangan penyakit tumor umumnya dilakukan dengan tindakan
operasi, penggunaan radiasi , kemoterapi. Sistem pengobatan dengan kemoterapi dan
radiasi memiliki be-berapa kelemahan, antara lain karena sifat toksiknya dapat
menurunkan fungsi fisiologis organ–organ tubuh lainnya. Penyakit tumor atau neoplasma
merupakan salah satu masalah dalam dunia medis yang sangat penting untuk segera
ditangani. Penyebab tumor sangat bervariasi dan sangat komplek sehingga dalam
penanganannya pun sangat sulit, apalagi biasanya hewan yang terkena penyakit ini
dibawa ke dokter hewan setelah stadium lanjut (Gunanti, 2009).
Pada umumnya penyakit tumor ini diobati dengan cara operasi (mastektomi) dan
biasanya akan muncul kembali setelah lebih dari 6 bulan. Penelitian terdahulu (Hibah
Bersaing XI tahun 2003–2004) telah berhasil menguji secara in vitro aktivitas
antiproliferasi dari ekstrak tanaman (nusa indah, blustru dan temu putih) yang
dikombinasi dengan rekombinan interferon anjing (rCaIFN) dengan menggunakan sel
lestari tumor K-569 dan MCM-B2. Tampak bahwa kombinasi ekstrak ketiga tanaman
terpilih (nusa indah, blustru, dan temu putih) dengan rCaIFN memiliki aktivitas yang
sinergis dalam menghambat pro-liferasi sel tumor secara in vitro. Fenomena di atas
mengindikasi suatu harapan baru bagi penanganan dan pengobatan penyakit tumor,
khususnya pada hewan anjing/ kucing yang juga dapat diterapkan nantinya ke manusia
(Gunanti, 2009).
1.2 Rumusan Masalah
1.2.1 Apa yang dimaskud dengan mamectomi ?
1.2.2 Bagaimana tahapan dan cara pelaksanaan mamectomi ?
1.2.3 Bagaimana pengobatan pre-operasi dan pasca operasi mamectomi ?
1.2.4 Apa tujuan pemberian obat dan berapa dosisnya ?
1.3 Tujuan
1.2.1 Mengetahui pengertian dari mamectomi.
1.2.2 Mengetahui tahapan dan cara melaksanakan mamectomi.
1.2.3 Mengetahui pengobatan pre-operasi dan pasca operasi mamectomi.
1.2.3 Mengetahuitujuan pemberian obat dan jumlah dosis yang diberikan.
BAB II
PEMBAHASAN
1.1 Pengertian Mammektomi.
Mammektomi adalah pengangkatan kelenjar susu tunggal, termasuk puting
dan kelenjar kulit di atasnya. Mammektomi adalah pilihan tepat saat massa mammae
berada tepat di bawah puting atau menempel pada kulit di atasnya. Mammektomi
tidak boleh digunakan untuk massa yang menempel pada rektum yang mendasari
jalurnya. Jaringan mammae terletak di daerah superficial dari fasia ventral otot rektus
dan biasanya memiliki lapisan lemak secara langsung di bawah kelenjar (Enrhart,
2013).
Menurut Fossum (2002) mamectomi adalah opresi pengangkatan tumor untuk
lokasi tumor yang berada pada pusat mamae yang ukuran tumornya lebih besar dari
1cm, atau ada indikasi yang menunjukkan adanya perlekatan terhadap kulit di atasnya
atau jaringan subkutan lainnya. Sayatan berbentuk elips dibuat disekitar kelenjar
dengan batas 2 cm dari kulit, jaringan subcutan dan lapisan superficial dari fascia
dinding abdomen juga dilepaskan.
DAFTAR PUSTAKA
Enrhart, N., 2017. Surgical Treatment for Mammary Tumors. Colorado State University.
Fossum, T. W, (2002), Small Animal Surgery, 2nd, Mosby Inc
Gunanti, S., Priosoeryanto B.P., Wientarsih I., dan Sumarny, R., 2009. Pengobatan Penyakit
Tumor Mammae melalui Operasi (Mastektomi Dan Ovariohisterektomi) dan
Kombinasinya (Tanaman Herbal) pada Hewan. Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia
Download