Uploaded by muhamad_saat

Usulan Student Loan

advertisement
Usulan Student Loan, Biaya Kuliah Bisa
Ngutang Dulu dan Dicicil Setelah Kerja.
Begini Pro Kontranya
Dana pinjaman pendidikan untuk melanjutkan kuliah
Student loan, sebuah solusi atau masalah? via https://www.moneywise.co.uk
Sejak pendidikan dianggap sebagai sebuah aset penting masa depan, banyak orang jadi begitu
mendambakan pendidikan gratis sampai sarjana, bahkan sampai profesor kalau perlu. Nggak
heran kalau yang namanya beasiswa, mau dari manapun sumbernya, pasti peminatnya sampai
ratusan bahkan ribuan. Begitu pun dengan program tabungan pendidikan yang banyak
ditawarkan penyedia jasa keuangan. Pokoknya kemudahan apapun di bidang pendidikan hampir
pasti banyak diminati.
Beberapa hari lalu, Presiden Joko Widodo ‘menantang’ bos-bos perbankan untuk menyediakan
dana pinjaman pendidikan khususnya untuk kuliah, kepada masyarakat. Nantinya pinjaman itu
bisa dicicil setelah mereka bekerja. Tujuan Jokowi ini ingin mengubah pola kredit konsumtif
orang Indonesia dari barang ke aset pendidikan. Memang sih, sekilas wacana ini bisa membantu
banget kalau ada yang pengen kuliah tapi terkendala biaya. Tapi hati-hati, kalau nggak disiapkan
benar-benar, justru bisa menyusahkan negara. Simak berbagai argumen pro kontranya bareng
Hipwee News & Feature berikut ini yuk~
Kalau lihat sisi positifnya, dana pinjaman ini memang bisa membuka akses
pendidikan bagi siapapun. Terutama bagi mereka yang sekarang belum mampu
Tingkat pendidikan meningkat via youngster.id
Nggak sedikit orang yang enggan melanjutkan kuliah karena keterbatasan biaya. Sebagai
gantinya mereka lebih memilih langsung bekerja begitu lulus SMA. Menurut Deputi Gubernur
BI Erwin Rijanto, seperti dilansir Kompas, fasilitas pembiayaan ini diyakini bisa membantu
meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Soalnya otomatis jadi banyak orang yang
mengakses pendidikan sampai perguruan tinggi. Meningkatnya jumlah lulusan universitas bisa
membantu pendidikan Indonesia lebih maju lagi.
Banyak juga kasus dimana mahasiswa harus di drop out (DO) karena faktor
biaya. Adanya student loan ini diharapkan bisa meminimalisir hal tersebut
Drop out karena tak mampu bayar via hai.grid.id
Nggak pernah ada yang tahu gimana kondisi keuangan seseorang di masa depan. Ada yang hari
ini masih bisa makan enak, tapi ternyata besokannya mau makan aja susah. Hal-hal semacam itu
banyak membuat mahasiswa kadang sampai harus dikeluarkan karena orang tuanya nggak lagi
sanggup membayar uang semesteran. Dengan adanya student loan, kasus serupa akan lebih bisa
diminimalisir.
Tapi nggak semua pihak menyambut baik rencana ini. Menyediakan hutang
bagi mahasiswa dinilai bisa menimbulkan kredit macet di masa depan
Kredit macet via www.businessinsider.com
Indonesia sebenarnya pernah menerapkan kebijakan yang sama tahun 1985. Tapi formula itu
dianggap gagal oleh sebagian besar orang, termasuk Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan
Tinggi, M. Nasir. Seperti dilansir Vice, Nasir yang saat itu jadi salah satu penerima kredit
pendidikan Kredit Mahasiswa Indonesia (KMI) dari bank BUMN, mengaku kalau banyak orang
di zamannya justru nggak bisa mengembalikan hutang pendidikannya. Jadi ada baiknya kalau
pemerintah berkaca dari pengalaman saat Orde Baru itu, untuk mengantisipasi adanya kredit
macet.
Belum lagi nggak semua lulusan universitas akan langsung mendapat pekerjaan
setelah llus. Ada juga yang bisa bekerja tapi pendapatannya masih terlampau
kecil
Gaji masih kecil via www.moneywise.co.uk
Kemungkinan kredit macet diperbesar dengan adanya fakta kalau nggak semua mahasiswa bisa
langsung mendapat pekerjaan setelah lulus. Sekalipun langsung dapat, kecil kemungkinan gaji
yang diterima bisa langsung dipakai bayar hutang pendidikan. Jangankan bayar cicilan, buat
hidup sehari-hari aja kadang susah setengah mati. Apalagi bagi mereka yang hidup di kota besar,
tempat tinggal mahal, makanan mahal, kebutuhan sehari-hari mahal, eh masih disuruh nyicil
hutang. Siapa yang nggak pusing?
Sebetulnya susah juga sih untuk menerapkan kebijakan ini. Soalnya nggak semua orang punya
kapabilitas yang sama dan terjamin kehidupannya di masa depan. Contohnya aja di Amerika
Serikat, sebagai negara yang sudah menerapkan student loan dari lama, justru sebagian besarnya
nggak bisa melunasi hutang pendidikan dalam waktu 4 tahun. Imbasnya? Pertumbuhan ekonomi
negara adidaya itu justru melambat. Stabilitas ekonomi yang bersangkutan carut marut. Hmm,
kalau sudah begini, apa negara bakal bertanggung jawab?
Download