Uploaded by carllanelgiana

Prinsip Pengolahan Makanan: Tugas Kuliner dan Patiseri

advertisement
TUGAS PENGETAHUAN BOGA &
PATISERI
“Prinsip Pengolahan Makanan”
OLEH :
KADEK DIANA PUTRI ARYANTI
18102065
ADH C
PROGRAM STUDI ADMINISTRASI PERHOTELAN
SEKOLAH TINGGI PARIWISATA NUSA DUA BALI
TAHUN 2019
A. Prinsip pengolahan makanan
1. Chilled cook
 pemasakan bahan baku dengan cara dipanaskan minimum suhu 70°C
selama 2 menit kemudian dilanjutkan dengan penyimpanan dingin ≤3°C
selama ≤150 menit dan dihangatkan/dipanaskan kembali ≥70°C sebelum
dikonsumsi (Food Safety Authority of Ireland, 2006). Pemasakan pada suhu
dan waktu tersebut bertujuan untuk memasak bahan baku yang masih mentah
serta memastikan bahwa setiap mikroorganisme patogen yang mungkin masih
ada menjadi mati.
 proses pemanasan yang cukup untuk membunuh bakteri patogen (Listeria
monocytogenes) sebesar 6D (Fellows, 2000). Setelah pemasakan selesai,
produk disimpan dalam wadah kontainer plastik dan didinginkan secara cepat
hingga mencapai 3°C dalam jangka waktu 90 menit menggunakan blast chiller
atau chiller freezer dan dan tetap disimpan antara suhu 0-3°C untuk mengontrol
pertumbuhan mikroba.
2. Freeze cook
 Bagi banyak perusahaan katering, Cook-Freeze sistem menawarkan cara
terbaik untuk memberikan makanan berkualitas tinggi dengan efisiensi
maksimum. Karena dengan persiapan ini metode makanan tidak perlu
disiapkan langsung sebelum mereka dikonsumsi, penggunaan optimal dapat
dibuat dari kapasitas yang ada.
3. Convetional / Traditional Cook

4. Bath cook
 Konsep batch memasak cukup sederhana. Pada dasarnya, kita hanya
memasak beberapa batch dari bahan-bahan yang berbeda dan
menyimpannya dalam kulkas untuk membuat menu sepanjang minggu.
 Batch cooking atau sering disebut meal preparing. Mempunyai pengertiannya
yang sama saja, menyiapkan makanan untuk periode waktu tertentu dengan
mengolahnya di awal sekaligus.
5. Sous vide

B. Pengertian bahan makanan

Menurut kamus besar bahasa indonesia Pengertian Bahan
makanan adalah bahan yg dapat dijadikan makanan, seperti beras, terigu, jagung, dan
ubi, daging dan lain-lain. Secara garis besar bahan makanan dapat dibedakan menjadi
dua berdasarkan dari asalnya yaitu Bahan makanan Hewani dan Bahan
makanan Nabati.


Bahan makanan adalah bahan yang memungkinkan manusia tumbuh dan mampu
memelihara tubuhnya serta berkembang biak. Manusia memerlukan bahan makanan
untuk menunjang kelangsungan kehidupannya, misalnya untuk membangun sel-sel
tubuh dan menjaga agar tubuh sehat dan berfungsi sebagaimana mestinya (Winarno,
1993).
Menurut Peraturan Pemerintah RI nomor 28 tahun 2004 adalah segala sesuatu yang
berasal dari sumber hayati dan air, baik yang diolah maupun yang tidak diolah, yang
diperuntukkan sebagai makanan atau minuman bagi konsumsi manusia, termasuk
bahan tambahan pangan, bahan baku pangan, dan bahan lain yang digunakan dalam
proses penyiapan, pengolahan, dan atau pembuatan makanan atau minuman.
C. Penggolongan Bahan Makanan
Perishable foods adalah mereka cenderung merusak,membusuk,atau menjadi tidak aman
untuk dikomsumsi jika tidak di simpan dalam lemari es pada 40 °F (4,4 °C) atau dibawah atau
beku pada 0 °F (-17,8 °C) atau dibawah. Perishable foods diartikan sebagai pangan yang dijual
atau didistribusikan dalam bentuk yang mudah mengalami kerusakan, kebusukan atau berjamur
dalam jangka waktu yang relatif singkat. Termasuk di dalamnya adalah perishable foods yang
potensial berbahaya dan yang tidak berbahaya bagi kesehatan manusia. Sementara itu, ada
juga yang mengelompokkan perishable foods yang tidak berbahaya bagi kesehatan sebagai
semi perishable foods, contohnya adalah olahan serealia (semolina, cracked wheat, rice flakes),
produk kacang-kacangan, umbi-umbian (kentang, ubi jalar), lemak dan minyak dan sebagainya.

bahan makanan hewani : bahan makanan yang dari hewan atau olahan bahan yang
bahan dasarnya adalah hewan. Bahan pangan ini memiliki karasteristik yang berbeda
dan pengolahan yang berbeda , sehingga memerlukan penanganan yang berbeda pula.
contohnya : susu , telur , daging , ikan , cumi-cumi , kerang , udang , telur bebek .
Bahan makanan hewani bersifat lunak dan lembek sehingga mudah terpenetrasin oleh
faktor tekanan dari luar. mempunyai sifat khas, tidak mempunyai daya simpan lama
kecuali telur, sifatnya lunak, masing-masing jenis punya sifat spesifik, dan umumnya
merupakan sumber protein dan lemak.
 Daging
Menurut “Food And Drug Administration” , daging merupakan bagian tubuh yang
berasal dari ternak sapi , babi , atau domba yang dalam keadaan sehat dan cukup
umur untuk dipotong. Protein daging lebih mudah dicerna ketimbang yang berasal
dari nabati.

1.
Hewan penghasil daging :
1. Sapi :
a. Sapi perah jantan
b. Sapi potong : ras Shorthom , Hereford , Brahman , Ongola , sapi Madura ,
sapi bali.
2. Domba : biasanya untuk produksi bulu dan atau produksi daging Rambrillet ,
East Frisian , Sheep , Karakul , Romnev , Shoutdown.
3. Babi : Tipe lard : Hampshire , Berkshire , Bacon : Tomworth Yorkshire , lemak
rendah : polland China dan babi asli Indonesia.
4. Kambing : Angora , Anglo Saanen dan French – Alpine
5. Kerbau
6. Ikan
bahan makanan nabati : bahan-bahan makanan yang berasal dari tanaman (bisa
berupa akar, batang, dahan, daun, bunga, buah atau beberapa bagian dari tanaman
bahkan keseluruhannya) atau bahan makanan yang diolah dari bahan dasar dari
tanaman. Sumber nabati ini dapat dibedakan lagi berdasarkan sifat fisiknya, sifat
kimiawi, dan biologisnya.
Contohnya : buah alpukat , gandum , kacang kedelai , kacang almond , kangkung ,
jagung , kacang hijau , bayam , kacang kenari , jambu.
Kentang
Satu buah kentang ukuran sedang mengandung 3 gram protein, potassium, vitamin C
dan serat. Mengolah kentang untuk dimakan pun mudah, bisa direbus, dip anggang,
hingga digoreng.
2.
Brokoli
Ada alasan khusus mengapa brokoli disebut sebagai sayuran super. Satu porsi brokoli
kaya akan protein nabati dan serat, dua nutrisi penting untuk menjaga kesehatan saluran
cerna.
3.
Kembang kol
Kembang kol bisa jadi pilihan makanan saat diet. 100 Gram kembang kol
mengandung 3 gram protein dan 25 kalori. Selain itu, kembang kol juga kaya akan
potassium, kalsium, mangan, magnesium, dan zat besi.
4.
Jamur
Enak digoreng ataupun ditumis, jamur kaya akan protein nabati. Jamur juga memiliki
efek baik untuk menjaga sistem kekebalan tubuh Anda.
5.
Bayam
Ingin mendapatkan kandungan protein nabati maksimal dari bayam? Rebus saja. Bayam
selain kaya protein, juga tinggi kandungan vitamin C, asam folat, dan vitamin B
kompleks.
6.
Jagung
Jagung tak hanya tinggi karbohidrat, namun juga tinggi protein. Konsumsi jagung rebus
sebagai pengganti nasi bisa membantu pencernaan karena kandungan seratnya yang
banyak.
Non perishable foods : atau bahan yang tidak mudah rusak. Yaitu bahan pangan
yang dapat disimpan dalam jangka waktu relatif lama pada suhu kamar. Contoh bahan pangan
seperti ini antara lain: Beras (Rice), kacang-kacangan (nuts) yang telah dikeringkan, serta
produk-produk lainnya. Non perishable foods, yaitu bahan pangan yang tidak memerlukan
kontrol suhu dan relatif stabil selama penyimpanan dalam jangka waktu lama. Contohnya
adalah makanan kaleng yang masih tertutup, bumbu dan rempah-rempah, tepung, makanan
kering dan sebagainya.
1. Kacang Almond
Almond atau yang disebut juga dengan Badam, dan amandel ialah merupakan bagian dari
Subkeluarga Prunoidae dari keluarga Rosaceae. Tetapi kacang ini lebih dikenal dengan
almond, padahal dalam bahasa indonesia tumbuhan ini disebut sebagai badam.
Dan kandungan yang terdapat pada buah biji ini seperti vitamin dan mineral yang penting untuk
kesehatan tubuh. Beberapa diantaranya seperti protein, mangnesium, kalsium, kalium
(potassium), serat, zat besi, zinc, selenium dan juga vitamin E.
2. Kacang Polong
Kacang polong, Ercis atau kacang ercis, berupa biji-bijian berwarna hijau yang dihasilkan dari
tumbuhan sayuran. Tumbuhan yang berasal Asia Kecil ini, masih sejenis kapri (Penamaan lain
pada biji ini).
Ada dua macam kacang polong yang biasa dikonsumsi yaitu snow peas dan garden
peas. Yang pertama adalah snow peas atau biasa disebut kacang kapri. Biasanya paling sering
dikonsumsi dalam bentuk utuh dalam sup atau tumis.
Ada berbagai kandungan yang terdapat pada kacang polong ini diantaranya ialah energi,
karbohidrat, protein, lemak, kolestrol, serat, folat, niacin, asam pantotenat, pyridoxine, riboflavin,
thiamin, vitamin A, vitamin C, vitamin E, vitamin K, Kalium, Tembaga, Besi, Magnesium,
Manggan, selenium, Seng, Karoten-β dan Lutein-zeaxanthin.
3. Kacang Pistachio
Pistacio (Pistacia vera L., Anacardiaceae) adalah sejenis tumbuhan penghasil biji-bijian yang
disebut dengan kacang pistachio. Tumbuhan yang tumbuh di daerah yang kering seperti Iran,
Turmenistan dan Azerbaijan barat, tumbuh sebagai perdu ini bisa mencapai 10 m.
Kacang pistachio ini terbilang unik, teksturnya yang garing dan rasanya gurih serta renyah,
bijinya yang berwarna hijau dilindungi oleh kulit yang berwarna krem yang katupnya sedikit
terbuka. Karena warnanya yang cantik, sering juga dijadikan garnish pada makanan, dan lain
lain.
Seperti halnya kacang almond, kacang pistachio juga kaya akan protein dan potasium, serta
kandungan nutrisi lainnya seperti karbohidrat, lemak, serat makanan, fosfor, kalium, tiamin,
vitamin B6, beta karoten, lutein dan zeaxanthin, kalsium, zat besi, magnesium, seng, tembaga,
mangan, vitamin C, riboflavin, niasin, asam pantotenat, asam folat, vitamin E, vitamin A, dan
vitamin K.
4. Kacang Tanah
Kacang ini berasal dari Amerika Selatan yaitu Brazilia, merupakan tanaman pangan berupa
semak. Dan merupakan salah satu tanaman tropic yang memiliki tinggi 30 – 50 cm, serta
tumbuh secara pardu, dan memiliki daun yang kecil..
Sebagai salah satu bahan masakan, kacang tanah bisa dikonsumsi lansung secara mentah,
bisa juga setelah digoreng, direbus, maupun diolah menjadi selai sebagai pelengkap roti. Tidak
heran kacang ini menjadi salah satu cemilan yang banyak diminati.
Selain rasanya yang enak dan menjadi cemilan, ternyata kacang tanah ini juga banyak akan
kandungan nutrisi yang bagus untuk tubuh. Kandungan yang dimilikinya antara lain protein
nabati, zat besi, vitamin B kompleks, kalsium, vitamin E, vitamin A dan vitamin K.
5. Kacang Kedelai
Glycine max adalah nama lain dari kacang kedelai, termasuk dalam
kelompok Leguminosae atau jenis kacang kacangan. Biji kedelai pada umumnya berbentuk
lonjong tetapi ada pula yang bundar atau agak bulat pipih.
Warna kulit bijinya adalah kuning, hitam, hijau, coklat. Dan biji kedelai berkeping dua,
terbungkus kulit biji dan tidak mengandung jaringan endosperma.
Kacang yang merupakan sumber utama minyak nabati dunia dan protein nabati ini,
sering dijadikan cemilan. Dan kedelai juga bisa diolah menjadi makanan lain seperti kecap,
susu kedelai, tauco, kembang tahu, oncom, dan lain-lain.
Tak heran jika kacang kedelai ini merupakan kacang dengan penjualan tertinggi di
Indonesia. Itu disebabkan karena kacang ini menjadi bahan utama pada makanan wajib seharihari masyarakat indonesia, yaitu pada pembuatan tahu dan tempe.
Tidak banyak yang mengetahui, bahwa selain memiliki rasa gurih dan enak, kacang
kedelai juga banyak mengandung gizi yang baik untuk tubuh. Selain sumber protein nabati,
banyak kandungan baik juga seperti serat, lesitin, vitamin A, vitamin B komplek, dan vitamin E,
serta kalsium, fosfor, zat besi, dan magnesium.
6. Kacang Tolo atau Kacang Tunggak
Kacang tolo atau yang biasa disebut juga dengan kacang tunggak, merupakan termasuk
salah satu jenis kacang kacangan. Mempunyai bentuk yang hampir mirip dengan kacang
kedelai dan kacang hijau ini, serta memiliki warna yang cenderung krem kecokelatan.
Selain rasanya yang gurih, padat dan sedikit kenyal, ternyata kacang tunggak ini juga
memiliki kandungan nutrisi yang menyehatkan tubuh, diantaranya seperti lemak, kalori, serat,
protein, kalium, zat besi, dan masih banyak lagi yang lainnya.
7. Kacang Koro
Mempunyai kandungan gizi yang hampir sama dengan kacang kedelai. Kacang koro juga bisa
dijadikan sebagai alternatif untuk membuat tahu dan tempe. Dan kandungan lainnya yaitu
lemak, kalori, protein, serat, kalium, zat besi dan masih banyak kandungan lainnya.
8. Kacang Merah
Kacang merah adalah salah satu tanaman yang satu kelompok dengan kacang hijau
dan kedelai dan lain-lain, yaitu jenis polong-polongan. Kacang merah ini ada tiga jenis
diantaranya kacang merah besar, kacang merah sedang, dan kacang merah kecil.
Kacang merah juga termasuk salah satu jenis kacang kacangan yang kaya akan gizi serta
tinggi serat. Dan juga mempunyai sumber karbohodrat kompleks, serat makanan (fiber), vitamin
B (terutama vitamin B dan asam folat), mangaan, besi, fosfor, protein dan thiamin.
9. Kacang Hijau
Kacang hijau ini tumbuh didaerah tropika merupakan sejenis tumbuhan palawija. Dan
termasuk kedalam jenis kacang kacangan atau polong-polongan. Di Indonesia kacang ini
sebagai tanaman pangan legum, menempati urutan ketiga terpenting setelah kacang kedelai
dan kacang tanah.
Kacang hijau ini biasa diolah menjadi makanan seperti bubur, sebagai isi onde-onde,
bakpau dan gandas turi. Kacang hijau berwarna hijau gelap dan memiliki bentuk serta ukuran
yang mirip dengan kacang kedelai.
Selain rasanya yang enak jika sudah menjadi bubur kacang hijau. Kacang ini juga memiliki
kandungan protein yang cukup tinggi. Dan merupakan sumber mineral penting, seperti kalsium
dan fosfor serta kandungan lemaknya.
10. Kacang Mete
kacang mete, kacang mede, atau bisa disebut juga dengan kacang mente. Kacang ini berasal
dari biji buah jambu monyet atau jambu mede yang dikeringkan dan digoreng untuk dijadikan
berbagai macam makanan. Didalam dunia boga ilmu botani, mete ini dianggap sebagai kacang,
padahal sebenarnya merupakan biji tunggal dari buah sejatinya.
Kacang ini bisa dibilang unik, karena dari buah jambu mete, memiliki bentuk yang sedikit
melengkung dengan ukuran sedang yang berwarna kecoklatan. Karena teksturnya yang renyah
dan memiliki rasa yang enak dan gurih. Kacang mete ini juga sering dijadikan sebagai
campuran pada coklat, kue, dan makanan lainnya.
11. Kacang Pecan
Kacang pecan merupakan kacang yang tidak terlalu terkenal di Indonesia. Maka dari itu
tidak heran jika kacang ini terdengar asing bagi anda. Kacang ini memang terkenal di Amerika,
biasanya diolah untuk isi kalkun panggang, isi pie, cemilan dan berbagai macam makanan
lainnya.
12. Kacang Macadamia
Kacang macadamia atau sering juga disebut dengan Queensland nuts ini merupakan
kacang yang berasal dari Australia. Tanaman ini bisa tumbuh dengan tinggi bisa sampai 50
meter dan disetiap bunganya terdapat satu sampai dua biji kacang saja.
Kacang macadamia ini selain rasanya lezat, cenderung manis, gurih dan aromanya pun lembut.
Dan merupakan yang paling mahal diantara jenis kacang kacangan. Jumlah yang cukup sedikit
inilah yang menyebabkan harga kacang ini melonjak cukup tinggi.
Bijinya yang mirip kemiri ini, tidak hanya dikonsumsi secara mentah atau diolah sebagai
cemilan saja. Tetapi banyak juga orang-orang mengolah kacang ini menjadi minyak, untuk
menyehatkan kulit, dan terutama untuk rambut
 JENIS – JENIS DAPUR

Menurut Arif (2002:111), dapur mempunyai pengertian suatu tempat atau ruangan yang
memproduksi makanan dan memasak bahan-bahan makanan untuk keperluan tamu
hotel serta karyawan hotel keseluruhanya

Menurut Soekresno (2000:155), dapur dalam hotel mempunyai luas 40% dari restoran.
Untuk menanggulangi seluruh kegiatan pengolahan, dapur harus memiliki organisasi
yang jelas menyangkut pembagian seksi atau bagian-bagian, fungsi-fungsi suatu dapur
akan berbeda menurut kecilnya hotel serta jumlah outlet penjualan makanan yang
disediakan.

Semakin besar hotel yang dioperasikan dan semakin banyak unit-unit penjualan
makanan dan minuman yang dibuka didalamnya, maka makin besar pula dapur yang
disediakan. Jadi dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa dapur adalah tempat
atau ruangan untuk mengelolah makanan dimana dapur tersebut dibagi menjadi
beberapa bagian atau area bergantung jenis makanan yang dipersiapkan dapur
tersebut.
 Secara garis besar dapur dapat diklafikasikan menjadi empat
jenis,yaitu:
1. Conventional Kitchen Merupakan dapur biasa dimana pada umunya terdapat pada
perusahaan jasa pelayanan yang terdapat di hotel-hotel kecil. Fungsi dan ruang lingkup
kegiatannya hanya menyiapkan jenis-jenis menu tetap (D’hote Menu) serta
mempersiapkan menu banquet dalam jumla kecil.Dalam dapur ini penentuan standar
menu lebih baik ukuran dan resep dan porsi bersifat fleksibel.Ruangan dapur model ini
hanya terdiri atas satu ruang persiapan dan produksi.Ruang atau bagian produksi
merupakan bagian yang menjadi sentral kegiatan memasak,kegiatan pemorsian dan
kegiatan penyelesaian.semua makanan panas disajikan satu tempat yang disebut
counter.
2. Combinated Preparation & Finishing Kitchen Bentuk dapur ini sangat berbeda
dengan bentuk dapur conventionalkarena disini tempat pemisahan antara bagian yang
mempersiapkan dengan bagian yang mengolah makanan.Oleh sebab itu dapur
kombinasi persiapan dan penyelesaian ini disediakan bagi perusahaan jasa pelayanan
makanan dalam skala menengah yang memungkinkan untuk mempersiapkan sejumlah
standar menu dan porsi tertentu.
3. Seperated Preparation & Finishing Kitchen Sistem ini sesuai diterapkan dalam jasa
pelayanan dalam skala besar. Dapur model ini dipisah menjadi bagian persiapan,
bagian pengolahan yang dibagi menjadi seksi, bagian pemorsian dan bagian
penyelesaian. Dengan adanya ini maka bermacam-macam menu serta jenis menu
makanan yang bervariasi dapat disajikan dalam jumlah besar serta dalam waktu yang
cepat. Namun untuk kelancaranya sangat diperlukan standar menu serta standar porsi
yang jelas.Di dapur ini terbagi menjadi beberapa bagian yaitu: bagian Leader, bagian
sayuran (L’entremettier), bagian sauce (Le Saucier),bagian pengolahan kue (Le
Pattissier)
4.
Convenience Kitchen Dapur ini dipersiapkan khusus untuk membuat makanan jadi
sehingga tidak memerlukan satu ruang pendingin, ruang untuk penyimpanan, ruangan
persiapan dan ruang penyimpanan peralatan seperti microwave, oven maupun alat-alat
12 penggorengan. Untuk makanan pendingin (refrigerator) dan peralatan penyimpanan
makanan yang sudah dipersiapkan sebelumnya
Menurut Soekresno (2000:310), dapur terdiri dari beberapa seksi atau section
yaitu:
1. Pantry Bagian dapur yang bertanggung jawab atas pengadaan makanan untuk breakfast.
2. Garde Manger Bagian dapur yang bertanggung jawab atas pengadaan bermacam-
macam makanan pembuka (appetizer)
3. Entremetier Bagian dapur yang bertanggung jawab atas pengadaan bermacam-macam
sayuran, kentang, sop dan pasta
4. Saucier Bagian dapur yang bertanggung jawab atas pengadaan semua makanan panas,
sauce panas termasuk grilling dan roasting 10
5. Butcher Bagian dapur yang bertanggung jawab atas pengadaan bermacam- macam
daging seperti: fish, pork, veal, beef, dan chickentermasuk portion chart.
6. Pastry Bagian dapur yang bertanggung jawab atas pengolahan jenis roti dan kue
7. Bakery Bagian dari pastry yang bertanggung jawab atas semua makanan dessert yang di
panggang termasuk bread
8. Patisserie Bagian dapur dari pastry yang bertanggung jawab atas pengolahan makanan
dessert, ice cream dan lain-lain
Daftar Pustaka
https://www.kopi-ireng.com/2014/09/pengertian-bahan-makanan-dan-jenisnya.html
http://belajarilmukomputerdaninternet.blogspot.com/2013/06/pengertian-bahan-pangan-dan-gizi.html
http://pengertianahli.id/2013/11/pengertian-pangan-dan-jenis-jenis-pangan-2.html
https://brainly.co.id/tugas/13468970
WARSITO MP,HERI. 2015.ILMU BAHAN MAKANAN DASAR.INDONESIA.NUHA MEDIKA
ISKANDAR ,MAHADI.2010.TEORI PENGOLAHAN MAKANAN
https://www.suara.com/health/2018/09/05/163000/7-sayuran-ini-kaya-akan-protein-nabati
http://kamuslife.com/2011/10/klasifikasi-bahan-pangan-perishable-foods-and-non-perishablefoods.html
https://rhalindah.wordpress.com/2014/12/15/pengertian-dan-penggolongan-pangan/
http://kulinologi.co.id/blog-225-Handling-Perishable-Foods.html
https://buatlagi.com/jenis-kacang-kacangan/
https://foodtech.binus.ac.id/2017/04/25/cook-chill-foods-proses-produksi-serta-aspek-kemananpangan/
http://repository.usu.ac.id/bitstream/handle/123456789/55507/Chapter%20II.pdf?sequence=4&isAllo
wed=y
Download