Uploaded by common.user20426

Pertemuan 2. Asam Amino (UP)

advertisement
Asam Amino
Oleh:
Prof. Ir. Usman Pato, MSc. PhD.
PENDAHULUAN
• Asam amino merupakan monomer
penyusun peptida dan protein
• Ada 3 macam yaitu asam amino
essensial, asam amino non esensial,
asam amino semi esensial
(bersyarat/kondisonal).
Asam amino esensial
• Asam amino yang harus diperoleh tubuh
dari makanan sehari-hari karena tubuh
tidak dapat mensintesis.
• Terdiri dari arginin, histidin, isoleusin,
leusin, lisin, metionin, fenil alanin, treonin,
triptopan, valin.
Asam amino non-esensial
• Asam amino yang diperlukan tubuh dan
dapat disintesis oleh tubuh dalam jumlah
cukup untuk memenuhi kebutuhan tubuh
terhadap asam amino tersebut.
• Alanin, asparagin, aspartat, sistein,
glutamat, glutamin, glisin, prolin, serin,
tirosin, hidroksiprolin, hidroksilisin
Asam amino semi esensial
• Asam amino yang dapat disntesa tubuh
tetapi kecepatan sintesa tidak mencukupi
untuk mendukung tumbuh kembang anak
yang termasuk asam amino semi esensial
ini adalah arginin dan histidin.
Isomer aasam amino
Singkatan Asam Amino
R mengandung gugus fungsi
alkohol
• Serin
CH2 CH
OH
NH2
• Treonin
CO2H
CH3CH CH
OH
NH2
CO2H
R mengandung sulfur
• Sistein
CH2 CH
SH
NH2
• Metionin
CO2H
CH2S CH2CH CH CO2H
NH2
Ada titik isoelektrik
• Fenil alanin
• Tirosin
CH2 CH CO2H
NH2
CH2 CH CO2H
NH2
. Triptopan
CH2 CH CO2H
N
HO
NH2
Satu gugus amino dan dua gugus
karboksil dan sebaliknya
• Asam aspartat
HOOC CH2 CH CO2H
• Asam glutamat
HOOC CH2CH2 CH CO2H
NH2
NH2
Asparagin
O
H 2N
C
Glutamin
O
CH2 CH CO2H
NH2
H 2N
C
CHCH2 CH CO2H
NH2
Zwitter-ion
• Asam amino dalam bentuk tidak ter-ion dan dalam bentuk
zwitter-ion.
• Karena asam amino memiliki gugus aktif amina (NH2) dan
karboksil (COOH) sekaligus, zat ini dapat dianggap sebagai
sekaligus asam dan basa (walaupun pH alaminya biasanya
dipengaruhi oleh gugus-R yang dimiliki).
• Pada pH tertentu yang disebut titik isolistrik, gugus amina
pada asam amino menjadi bermuatan positif (terprotonasi,
• –NH3+), sedangkan gugus karboksilnya menjadi bermuatan
negatif (terdeprotonasi, –COO-).
• Titik isolistrik ini spesifik bergantung pada jenis asam
aminonya.
• Dalam keadaan demikian, asam amino tersebut dikatakan
berbentuk zwitter-ion.
Zwitter-ion
• Zwitter-ion dapat diekstrak dari larutan asam
amino sebagai struktur kristal putih yang bertitik
lebur tinggi karena sifat dipolarnya.
• Kebanyakan asam amino bebas berada dalam
bentuk zwitter-ion pada pH netral maupun pH
fisiologis yang dekat netral.
• Karena mempunyai muatan negatif dan positif
(dipolar), asam amino dapat mengalami reaksi
terhadap asam maupun basa
Manfaat Asam Amino
Kode Genetik
• Kode genetik adalah kode yang dibuat untuk menandai informasi genetik
yang dibawa oleh DNA, dituliskan dalam rangkaian huruf yang disusun
oleh empat macam basa nukleotida A (Adenin), G (Guanin), C (Sitosin)
dan T (Timin), dalam RNA, T (Timin) digantikan dengan U (Urasil).
• Kodon adalah urutan basa nukleotida yang terdiri dari 3 nukleotida
berurutan (triplet codon) yang menyandi asam amino tertentu.
• Kodon disusun dengan variasi 4 huruf dengan susunan 3 huruf
berurutan, sehingga ada 64 kombinasi berbeda atau kodon (4 x 4 x 4 x 4
= 64).
• Kodon sebanyak 64 macam tersebut dikenal sebagai kode genetik
universal, namun tidak semua ke-64 kodon mengkode asam amino.
UAA, UAG dan UGA merupakan kodon yang memberikan sinyal
”berhenti” atau ”stop”, yang artinya biosintesis polipeptida akan berhenti
pada lokasi kodon-kodon ini.
• Selebihnya ada 61 kodon pengkode asam amino.
• Kodon AUG memberikan sinyal ”mulai” atau ”start”, yang juga mengkode
asam amino Metionin.
Kode Genetik Asam Amino
Kode Genetik Asam Amino
Biosintesis Asam Amino pada
Tumbuhan melalui asimilasi
nitrat
Sel parenkim/klorenkim
Prof. Usman Pato, PhD, Universitas Riau
HASIL AKHIR ASIMILASI NITRAT
• Asimilasi
CO2
menyediakan
rantai
karbon untuk sintesis
berbagai macam asam
amino.
• Berbagai jenis asam
amino
dianggap
sebagai produk akhir
dari asimilasi nitrat.
• Glutamat (glu) dan glutamin (gln) merupakan asam amino yg
dominan dihasilkan sebagai prekursor untuk pembentukan
asam amino lainnya
Prof. Usman Pato, PhD, Universitas Riau
Prof. Usman Pato, PhD, Universitas Riau
Download