Uploaded by Nisrina Nur Aini

KUESIONER KINERJA KARYAWAN

advertisement
1
KUESIONER
KINERJA KARYAWAN
EKO HERTANTO
PROGRAM PASCASARJANA
Manajemen sumber daya manusia memiliki
Kinerja merupakan kualitas seorang pegawai
peranan yang sangat penting bagi perusahaan
dalam
pelaksanaan
tugasnya.
dalam mengelola, mengatur dan memanfaatkan
merupakan kualitasdari pencapaian tugas-tugas,
pegawai. Sumber daya manusia di perusahaan
baik yang dilakukan individu maupun kelompok,
perlu dikelola secara profesional agar terwujud
maka kesadaran diri pegawai untuk keberhasilan
keseimbangan antara kebutuhan pegawai dengan
suatu organisasi dapat dilihat dari kinerja pegawai
tuntutan dan kemampuan organisasi perusahaan.
atau aparaturnya.
Pada dasarnya sumber kekuatan yang ada di
Menurut
Mahsun
Kinerja
juga
(2006:25),
kinerja
dalam perusahaan yaitu terletak pada sumber daya
(performance) adalah gambaran mengenai tingkat
manusia
pencapaian
dalam
perusahaan
tersebut.
Apabila
pelaksanaan
atau
suatu
kebijakan
kegiatan
dalam
atau
tenaga kerja diperlakukan secara tepat dan sesuai
program
mewujudkan
dengan harkat dan martabatnya, perusahaan akan
sasaran, tujuan, misi dan visi organisasi yang
mencapai hasil yang sesuai dengan tujuan yang
tertuang dalam strategic planning suatu organisasi.
diinginkan perusahaan.
Kinerja sering digunakan untuk menyebut prestasi
Pentingnya faktor sumber daya manusia yang
atau tingkat keberhasilan individu atau kelompok.
ada di dalam perusahaan, karyawan sebagai
Kinerja seseorang atau kelompok dapat diketahui
sumber daya manusia dari perusahaan yang
apabila
merupakan faktor penentu keberhasilan untuk
terlebih dahulu. Kriteria keberhasilan ini berupa
menjalankan visi dan misi di dalam mencapai target
tujuan-tujuan
perusahaan, maka dari itu sumber daya manusia
hendak
perlu
(2000:135), kinerja pada dasarnya adalah kegiatan
mendapatkan
perhatian
lebih
dari
perusahaan.
kriteria
keberhasilan
atau
telah
target-target
dicapai.Sedangkan
ditetapkan
tertentu
menurut
yang
Handoko
dan hasil yang dapat dicapai atau dilanjutkan
Istilah kinerja berasal dari kata job performance
seseorang atau sekelompok orang
di dalam
atau actual performance, yaitu prestasi kerja atau
pelaksanaan tugas pekerjaan dengan baik, artinya
prestasi sesungguhnya yang dicapai seseorang.
mencapai sasaran atau standar kerja yang telah
Kinerja
yang
ditetapkan sebelumnya dan atau bahkan dapat
dilakukan oleh karyawan atau organisasi. Kinerja
merupakan
perwujudan
kerja
melebihi standar yang ditentukan oleh perusahaan
yang baik merupakan langkah untuk tercapainya
pada periode tertentu. Kemudian menurut Widodo
tujuan organisasi sehingga perlu diupayakan untuk
dalam
meningkatkan kinerja. Tetapi hal ini tidak mudah
melakukan suatu kegiatan dan menyempurnakan
dilakukan sebab banyak berbagai faktor yang
sesuai dengan tanggung jawabnya dengan hasil
mempengaruhi tingkat tinggi rendahnya kinerja
seperti yang diharapkan.
seseorang. Untuk menciptakan kinerja yang tinggi,
dibutuhkan
adanya
peningkatan
kinerja
yang
Pasolong
(2007:175),
kinerja
adalah
Menurut Keban (2004:1), kinerja pegawai
merupakan
perihal
yang
penting
dan
perlu
optimal dan mampu mendayagunakan potensi
mendapat perhatian yang cukup dalam rangka
sumber daya manusia yang dimiliki oleh karyawan
untuk
guna menciptakan tujuan organisasi.
pelayanan publik. Sedangkan menurut Rivai dan
peningkatan
dan
perbaikan
kualitas
Sagala (2009:127), kinerja adalah perilaku nyata
2
yang ditampilkan setiap orang sebagai prestasi
utama
kerja yang dihasilkan oleh karyawan sesuai dengan
adalah kemampuan individu untuk melakukan
yang
mempengaruhi
kinerja
karyawan
peranannya dalam perusahaan. Kemudian menurut
pekerjaan tersebut, tingkat usaha yang dicurahkan,
Dessler (2007:314), kinerja merupakan prestasi
dan dukungan organisasi yang diterimanya.
kerja, yakni perbandingan antara hasil kerja yang
Menurut Mangkunegara (2005:18-19), aspek-
secara nyata dengan standar kerja yang ditetapkan.
aspek standar kinerja terdiri dari aspek kuantitatif
Hal senada disampaikan Anoraga (2006:64), yang
dan aspek kualitatif. Aspek kuantitatif meliputi: (1)
menyatakan kinerja merupakan prestasi atau hasil
proses kerja dan kondisi pekerjaan, (2) Waktu yang
kerja yang ditunjukkan oleh perorangan atau
dipergunakan
kelompok maupun organisasi sesuai persyaratan-
pekerjaan,
persyaaratan pekerjaan yang telah ditentukan.
melaksanakan pekerjaan, dan (4) Jumlah dan jenis
atau
(3)
lamanya
Jumlah
melaksanakan
kesalahan
dalam
Menurut Roziqin (2010:41), mendefinisikan
pemberian pelayanan dalam bekerja. Sedangkan
kinerja merupakan keseluruhan proses bekerja dari
aspek kualitatif meliputi: (1) ketepatan kerja dan
individu yang hasilnya dapat digunakan landasan
kualitas pekerjaan, (2) tingkat kemampuan dalam
untuk
bekerja, (3) kemampuan menganalisis data atau
menentukan
apakah
pekerjaan
individu
tersebut baik atau sebaliknya. Sedangkan Wirawan
informasi,
(4)
kemampuan
(2009:5), mengatakan kinerja juga merupakan
menggunakan
keluaran yang dihasilkan oleh fungsi-fungsi atau
kemampuan mengevaluasi (keluhan atau keberatan
indikator suatu pekerjaan atau suatu profesi dalam
konsumen).
mesin
atau
atau
kegagalan
peralatan,
(5)
waktu tertentu.
Menurut
Timpe
(2002:31),
kinerja
adalah
tingkat prestasi seseorang atau karyawan dalam
suatu organisasi atau perusahaan yang dapat
meningkatkan produktivitas. Sedangkan menurut
Meiner (2005:43), kinerja adalah kesuksesan yang
dapat
dicapai
individu
di
dalam
melakukan
pekerjaannya, dimana ukuran kesuksesan yang
dicapai individu tidak dapat disamakan dengan
individu yang lain. Kesuksesan yang didapat
individu adalah berdasarkan ukuran yang berlaku
dan disesuaikan dengan jenis pekerjaannya.
Menurut Simamora (2004:339), kinerja adalah
kadar pencapaian tugas-tugas yang membentuk
pekerjaan karyawan dan merefleksikan seberapa
baik karyawan memenuhi persyaratan sebuah
pekerjaan.
Sedangkan
Robbins
(2001:187),
mendefinisikan kinerja sebagai fungsi dari interaksi
antara
kemampuan
(ability)
dan
motivasi
(motivation) sehingga kinerja = f ( A x M). Jika ada
yang tidak memadai, kinerja itu akan dipengaruhi
secara negatif.
Mathis dan Jackson (2006:378), menjelaskan
bahwa kinerja adalah apa yang dilakukan dan tidak
dilakukan oleh karyawan. Selain itu Mathis dan
Jackson (2006:113), menjelaskan ada tiga faktor
KINERJA ORGANISASI
Menurut Hessel (2007:178), faktor-faktor yang
mempengaruhi kinerja organisasi adalah motivasi,
budaya organisasi, kompensasi, kepemimpinan,
kepuasan kerja, kedisiplinan, lingkungan kerja dan
komitmen organisasi. Sedangkan menurut Fahmi
(2010:3),
kinerja
organisasi
adalah
sebagai
efektivitas organisasi secara menyeluruh untuk
memenuhi kebutuhan yang ditetapkan dari setiap
kelompok yang berkenaan melalui usaha-usaha
yang sistemik dan meningkatkan kemampuan
organisasi
secara
terus
menerus
mencapai
kebutuhannya secara efektif. Menurut Tampubolon
(2003:67), kinerja keorganisasian tergantung dari
kinerja individu dan kelompok, para manajer harus
mencapai tingkat hasil karya yang tinggi dari
mereka yang bekerja dalam organisasi.
Kinerja organisasi merupakan jawaban dari
berhasil atau tidaknya tujuan organisasi yang telah
ditetapkan. Para atasan atau manajer sering tidak
memperhatikan kecuali sudah amat buruk atau
segala sesuatu jadi serba salah. Terlalu sering
manajer tidak mengetahui betapa buruknya kinerja
telah merosot sehingga perusahaan atau instansi
menghadapi krisis yang serius. Kesan-kesan buruk
3
organisasi yang mendalam berakibat mengabaikan
if it satisfies the motives of the aim, whatever it
tanda-tanda
is effective or no.”.
peringatan
adanya
kinerja
yang
Artinya:
merosot.
Menurut Ambar (2003:223), kinerja organisasi
Sehubungan
dengan
itu,
kita
dapat
merupakan kombinasi dari kemampuan, usaha dan
mengatakan sesuatu efektif bila mencapai
kesempatan yang dapat dinilai dari hasil kerjanya.
tujuan tertentu. Dikatakan efisien bila hal itu
Sedangkan menurut Robert dan Jackson (2001:78),
memuaskan sebagai
menyatakan
tujuan, terlepas apakah efektif atau tidak.
bahwa
kinerja
organisasi
pada
dasarnya adalah apa yang dilakukan atau tidak
dilakukan
oleh
karyawan
dalam
lingkungan
2.
pendorong mencapai
Otoritas dan Tanggung Jawab
Otoritas
adalah
wewenang
kinerja
(masukan),
(bawahannya) untuk melaksanakan tugas yang
Process (proses), Outputs (keluaran), Outcomes
dibebankan kepada masing-masing bawahan
(hasil), Benefits (manfaat), dan Impacts (dampak).
dalam suatu organisasi. Wewenang tersebut
adalah:
Inputs
memerintah
dimiliki
seseorang
organisasi
untuk
yang
organisasi. Adapun yang menjadi indikator dari
mempunyai batas-batas
FAKTOR-FAKTOR MEMPENGARUHI KINERJA
ORGANISASI
(2008:27-32),
mengatakan
faktor variabel yang mempengaruhi organisasi dan
kinerjanya sebagai berikut:
tentang apa yang
boleh dilakukan dan apa yang tidak boleh
bila tujuan tersebut dapat dicapai sesuai
yang
direncanakan.
Sedangkan efisiensi berkaitan dengan jumlah
pengorbanan yang dikeluarkan dalam upaya
mencapai
tujuan.
(order) in a formal organization by virtue of
member of the organization as governing the
Efektivitas dari organisasi perusahaan adalah
kebutuhan
“Authority is the character of a communication
which it is accepted by a contributor to or
Efektivitas dan Efisiensi
dengan
lain
dilakukan.
Prawirosentono
1.
orang
Bila
pengorbanannya
dianggap terlalu besar, maka dapat dikatakan
tidak efisien.
“When a specific desired and is attained we
shall say that the action is effective. When the
unsought consequences of the desired end are
dissatisfactory, effective action, we shall say, it
is inefficient.”
Artinya:
Bila suatu tujuan tertentu akhirnya dapat
dicapai, kita boleh mengatakan bahwa kegiatan
tersebut adalah efektif. Tetapi bila akibat-akibat
yang tidak dicari dari dari kegiatan mempunyai
nilai yang lebih penting dibandingkan dengan
hasil yang dicapai, sehingga menghasilkan
ketidakpuasan walaupun efektif, hal ini disebut
tidak efisien.
“Accordingly, we shall sat that an action is
effective if it specific objective aim. It is efficient
action he contributes or that is as governing
determining what he does or is not to do so, as
far as the organization concerned”.
Artinya:
Otoritas adalah sifat dari suatu komunikasi atau
perintah dalam suatu organisasi formal yang
dimiliki oleh seorang peserta organisasi kepada
para anggota organisasi lain untuk melakukan
suatu
kegiatan
kerja,
sesuai
dengan
kontribusinya. Perintah tersebut menyatakan
apa yang boleh dilakukan dan apa yang tidak
boleh
dikerjakan
dalam
organisasi
bersangkutan.
“Authority is the right to give orders, and
responsibility
is
its
essential
counterpart.
Whenever authority is exercised, responsibility
arises”.
Artinya:
Wewenang
memberikan
adalah
hak
perintah
seseorang
kepada
untuk
bawahan,
sedangkan tanggung jawab adalah bagian
yang tidak terpisahkan atau sebagai akibat dari
kepemilikan wewenang tersebut. Bila ada
wewenang berarti dengan sendirinya muncul
4
tanggung jawab. Hak atau wewenang yang
3.
PENGUKURAN KINERJA KARYAWAN
diberikan kepada seseorang dalam suatu
Mathis dan Jackson berpendapat penilaian
organisasi akan berkaitan dengan tanggung
kinerja (performance appraisal-PA) adalah proses
jawab atas wewenang yang dimiliki.
evaluasi seberapa baik karyawan mengerjakan
Disiplin
pekerjaan mereka ketika dibandingkan dengan satu
“Discipline implies obedience and respect for
set standar, dan kemudian mengkomunikasikannya
the agreements between the firm and its
dengan para karyawan.
employee.
Penilaian kinerja karyawan yang dilakukan
Artinya:
secara obyektif tepat dan di dokumentasikan secara
Disiplin meliputi ketaatan dan hormat terhadap
baik cenderung menurunkan potensi penyimpangan
perjanjian yang dibuat antara perusahaan dan
yang dilakukan oleh karyawan, sehingga kinerjanya
karyawan.
diharapkan harus bertambah baik sesuai dengan
Disiplin juga berkaitan erat dengan sanksi yang
kinerja yang dibutuhkan oleh perusahaan.
perlu dijatuhkan kepada pihak yang melanggar.
Dalam
hal
peraturan
seorang
yang
karyawan
berlaku
dalam
melanggar
(2003:355), mempertimbangkan hal-hal sebagai
organisasi
berikut:
perusahaan, maka karyawan bersangkutan
4.
Pengukuran kinerja karyawan menurut Darma
1.
Kuantitas
harus sanggup menerima hukuman yang telah
Pengukuran kinerja seorang karyawan dapat
disepakati.
dilihat dari kuantitas kerja yang diselesaikan
Masalah
disiplin
para
peserta
organisasi baik dia atasan maupun bawahan
dalam
akan
tersebut
memberi
corak
terhadap
kinerja
waktu
tertentu.
seorang
Dengan
karyawan
organisasi.
kemampuan
Inisiatif
melakukan kerja-kerja organisasi.
“Initiative involves thinking out a plan and
2.
kuantitas
ataupun
kepercayaan
memiliki
untuk
Kualitas
ensuring it success. This gave zeal and energy
Penilaian seorang karyawan adalah dengan
to organization”.
melihat kualitas kerja yang dilakukan sesuai
Artinya:
dengan yang diharapkan. Penyelesaian bukan
Inisiatif seseorang berkaitan dengan daya pikir,
hanya terlihat dari penyelesaian tapi dilihat dari
kreativitas
kecakapan dan juga hasil.
dalam
bentuk
ide
untuk
merencanakan sesuatu yang berkaitan dengan
3.
Ketepatan waktu
tujuan organisasi. Setiap inisiatif sebaiknya
Yaitu sesuai tidaknya dengan waktu yang
mendapat perhatian atau tanggapan positif dari
direncanakan.
atasan. Bila atasan selalu menjegal setiap
inisiatif,
tanpa
memberikan
berupa
argumentasi
yang
penghargaan
jelas
dan
mendukung, menyebabkan organisasi akan
kehilangan energy atau daya dorong untuk
maju. Dengan perkataan lain inisiatif peserta
organisasi merupakan daya dorong kemajuan
yang akhirnya akan mempengaruhi kinerja
organisasi bersangkutan.
Jadi, pada prinsipnya, pengukuran kinerja
sesorang dapat dilihat secara kualitas kerjanya,
kuantitas atau sebanyak apa ia bisa menghasilkan
sesuatu dalam waktu tertentu, ketepatan waktu
penyelesaian pekerjaannya, pemanfaatan sumber
daya yang ia miliki, kemandiriannya baik secara
individu ataupun secara kerja tim, komitmennya
terhadap organisasi, serta tanggung jawabnya
terhadap apa yang telah ia kerjakan.
5
KESIMPULAN
Untuk
dengan
menentukan
aspek-aspek
seperti;
efektivitas
dan
pegawai
efisiensi. Tingkat keberhasilan karyawan di dalam
mempunyai kinerja atau tidak, salah satunya dilihat
melaksanakan tugas pekerjaannya dinamakan level
dari hasil yang mampu dicapai setelah pekerjaan
of performance. Orang yang level of performance
selesai. Jika hasil kerja kurang memuaskan, berarti
tinggi dikatakan produktif, sedangkan orang yang
kinerja tersebut masih rendah, sebaliknya hasil
level of performance tidak mencapai standar
kerja
disebut tidak produktif atau performance rendah.
yang
dihasilkan
seorang
pegawai
bagus,
maka
cenderung pegawai tersebut dikatakan berkinerja
tinggi.
bahwa
Secara keseluruhan dapat
penilaian
organisasi
sangat
disimpulkan
dipengaruhi oleh kinerja individu karyawannya.
kemampuan
Setiap organisasi maupun perusahaan akan selalu
berusaha untuk meningkatkan kinerja karyawan,
secara kuantitas yaitu seberapa besar kemampuan
dengan
pegawai dalam menyelesaikan pekerjaan dari
perusahaan akan tercapai. Salah satu cara yang
banyaknya
yang
ditempuh oleh perusahaan dalam meningkatkan
diberikan. begitu juga kemampuan pegawai dala
kinerja karyawannya, misalnya dengan melalui
menyelesaikan pekerjaan secara kualitas yaitu
pendidikan, pelatihan, pemberian kompensasi yang
memenuhi standar pelaksanaan pekerjaan yang
layak,
telah ditentukan organisasi. Disamping itu dinilai
lingkungan kerja yang kondusif.
bagaimana
meliputi
suatu
pegawai dalam menyelesaikan pekerjaan baik
atau
kinerja
Keberhasilan
jumlahnya
pegawai
pekerjaan
pemberian
apa
yang
menjadi
motivasi,
dan
tujuan
menciptakan
menyelesaikan
Sukses tidaknya seorang karyawan dalam
pekerjaan dengan efektif dan efisien dengan waktu
bekerja akan dapat diketahui apabila perusahaan
penyelesaian pekerjaan yang telah dijadwalkan
atau organisasi yang bersangkutan menerapkan
oleh pimpinan.
sistem penilaian kinerja. Jadi kinerja merupakan hal
Memiliki
mampu
harapan
sumber
daya
manusia
yang
yang penting bagi perusahaan atau organisasi serta
berkualitas dan profesional merupakan harapan
dari pihak karyawan itu sendiri. Kinerja karyawan
organisasi, bagi organisasi yang memiliki hal
dipengaruhi
tersebut akan dapat mencapai kinerja yang optimal
berhubungan dengan tenaga kerja itu sendiri
sesuai yang diinginkan organisasi, baik oleh
maupun yang berhubungan dengan lingkungan
karyawan individu maupun kelompok (team work)
perusahaan atau organisasi.
dalam organisasi sehingga tujuan akan dapat
dicapai dan diwujudkan.
oleh
beberapa
faktor
baik
yang
Peningkatan kinerja karyawan memerlukan
beberapa
hal
seperti
motivasi
yang
tinggi,
Pencapaian tujuan perusahaan dipengaruhi
kompetensi yang memadai, kepemimpinan yang
oleh kinerja karyawan perusahaan itu sendiri. Maka
baik, dan lingkungan kerja yang mendukung
dari itu perusahaan membutuhkan sumber daya
karyawan untuk dapat meningkatkan kinerjanya.
manusia yang potensial dan berkualitas, baik dari
Seorang karyawan yang memiliki kinerja yang tinggi
segi pemimpin maupun karyawan pada pola tugas,
dapat menunjang tercapainya tujuan dan sasaran
tanggung jawab, berdaya guna sesuai dengan
yang telah ditetapkan oleh perusahaan. Dengan
peraturan
adanya kinerja yang tinggi yang dimiliki karyawan,
dan
pengawasan
yang
merupakan
penentu tercapainya tujuan perusahaan.
Tingkatan
kinerja
karyawan
diharapkan
tujuan
organisasi
dapat
tercapai.
dapat
Sebaliknya tujuan organisasi susah atau bahkan
dikelompokkan ke dalam tingkatan kinerja tinggi,
tidak tercapai bila karyawannya bekerja tidak
menengah atau rendah. Seorang karyawan dapat
memiliki kinerja yang baik sehingga tidak dapat
dikelompokkan kedalam tingkatan kinerja tertentu
menghasilkan kerja yang baik pula.
6
INDIKATOR KINERJA KARYAWAN:
1. KUANTITAS
2. KUALITAS
3. KETEPATAN WAKTU
KRITERIA JAWABAN
SKOR PENILAIAN
SS
= Sangat Setuju
5
S
= Setuju
4
KS
= Kurang Setuju
3
TS
= Tidak Setuju
2
STS
= Sangat Tidak Setuju
1
No
PERTANYAAN
KUANTITAS
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
Tingkat pencapaian volume kerja yang saya hasilkan telah
sesuai dengan harapan perusahaan
Kuantitas kerja yang diberikan sudah sesuai dengan
kemampuan anda
Kuantitas kerja saya sudah sesuai dengan standar kerja
yang diharapkan oleh perusahaan
Selama bekerja, hasil pekerjaan saya lebih baik bila
dibandingkan dengan waktu yang lalu
Saya mampu menyelesaikan jumlah pekerjaan seperti yang
ditetapkan oleh perusahaan
Hasil kinerja saudara terkadang melebihi target yang
diberikan oleh perusahaan
Target pekerjaan dan tugas dari perusahaan dapat anda
penuhi dengan baik dan cermat
Saya merasa dapat memenuhi dengan banyaknya beban
pekerjaan yang ditetapkan
Saya mampu dan memahami tugas-tugas rutin yang saya
kerjakan setiap harinya di perusahaan
Saya bersedia diberi tambahan kuantitas kerja diluar jam
kerja apabila dibutuhkan
Saya memaksimalkan pencapaian target yang ditargetkan
11
12
oleh oleh perusahaan
Saya meminta petunjuk dalam penyelesaian pekerjaan
SS
S
KS
TS
STS
7
Saya sering melakukan penyelesaian pekerjaan diluar jam
13
kerja untuk mencapai target yang dibebankan oleh
perusahaan
Saya selalu berusaha mencapai target kerja yang telah
14
ditetapkan oleh perusahaan
Saya dapat mengerjakan pekerjaan dengan efektif dan
15
efisien sehingga tidak perlu banyak bertanya kepada atasan
Saya selalu fokus menyelesaikan pekerjaan, walaupun
16
atasan sedang tidak ada di perusahaaan
Dalam menyelesaikan pekerjaan saya selalu berinisiatif
17
tanpa menunggu perintah dari atasan
18 Kuantitas kerja saya melebihi rata-rata karyawan lain
KUALITAS
19
20
Saya
mengerjakan
pekerjaan
dengan
penuh
perhitungan, cermat dan teliti
Skill yang saya miliki sesuai dengan pekerjaan dan tugas
yang saya kerjakan saat ini
Dengan
21
suatu
pengetahuan
yang saya
miliki, saya
dapat
menguasai bidang tugas yang saya kerjakan dengan hasil
yang baik
22
23
24
25
26
27
Dengan
pengetahuan
yang saya
miliki, saya
dapat
menguasai bidang tugas yang lain
Dengan pengetahuan yang saya miliki, saya mampu
melaksanakan pekerjaan dengan baik
Standar
kualitas
kerja
yang
telah
ditetapkan
oleh
perusahaan dapat saya capai dengan baik dan optimal
Saya selalu berusaha menghasilkan kualitas pekerjaan
yang baik dibandingkan dengan rekan kerja yang lain
Saya
menyadari
akan
pentingnya
akurasi
dalam
menyelesaikan pekerjaan
Saya terampil dalam bekerja dan mempunyai inisiatif untuk
membantu rekan kerja
28
Saya selalu meminimalisir tingkat kesalahan dalam bekerja
29
Dalam bekerja saya menguasai penggunaan komputer
Saya
30
berinisiatif
mencari
cara-cara
terbaik
untuk
meningkatkan kualitas kerja
Berdasarkan penilaian atasan dan pendapat rekan kerja,
31
32
saya bekerja dengan teliti
Kualitas hasil pekerjaan saya dapat diterima oleh atasan
8
Saya
33
menggunakan
yang
diberikan
oleh
perusahaan untuk menunjang kualitas hasil pekerjaan
Dalam
34
fasilitas
menyelesaikan
pekerjaan
saya
selalu
mengutamakan kualitas pekerjaan
Saya menyelesaikan kualitas pekerjaan dengan baik sesuai
35
perintah atasan
Saya selalu bekerja sesuai dengan standar mutu yang telah
36
ditetapkan oleh perusahaan
Pengetahuan akan pekerjaan dapat membantu saya dalam
37
mengatasi permasalahan yang muncul pada saat bekerja
Saya selalu terbuka untuk menerima kritik atau saran atas
38
hasil kerja yang saya peroleh
39
Kualitas kerja saya jauh lebih baik dari karyawan lain
40
Saya dalam bekerja selalu mengutamakan tingkat ketelitian
Hasil kerja saya sesuai dengan kualitas yang telah
41
ditentukan
KETEPATAN WAKTU
Untuk menghasilkan pekerjaan yang praktis dan efektif,
42
saya proaktif dalam mencari tata kerja baru yang dianggap
lebih efektif dan efisien dalam penyelesaian pekerjaan
43
Saya taat terhadap semua aturan dan prosedur kerja yang
ditetapkan dalam suatu pekerjaan
Saya mencari cara lain agar pekerjaan selesai tepat waktu
44
ketika
saya
mengalami
kebuntuan
dalam
proses
penyelesaian pekerjaan
45
46
Saya mengerjakan suatu pekerjaan dengan cekatan dan
tidak menunda-nunda
Seluruh pekerjaan selama ini dapat saya kerjakan dan
hasilnya sesuai dengan waktu yang telah direncanakan
Saya selalu menyelesaikan pekerjaan tepat waktu untuk
47
menghindari tertumpuknya pekerjaan yang akan menjadi
beban pekerjaan
48
49
50
51
Saya membuat target waktu untuk penyelesaian pekerjaan
dan kegiatan
Saya merasa dapat menyelesaikan pekerjaan dengan tepat
sesuai standar yang ditetapkan oleh perusahaan
Saya merasa bersalah apabila pekerjaan yang menjadi
tugas saya terlambat untuk diselesaikan
Saya berusaha untuk lebih mengutamakan kepentingan
9
pekerjaan daripada kepentingan pribadi
52
Menurut atasan pekerjaan yang saya lakukan tepat waktu
Berdasarkan data absen, saya datang dan pulang kantor
53
54
tepat waktu
Saya bekerja sesuai dengan prosedur dan jadwal
Saya memperhitungkan waktu dalam setiap penyelesaian
55
tugas
Saya mampu menggunakan waktu dengan efisien dalam
56
melaksanakan tugas pekerjaan yang dibebankan kepada
saya
Saya mampu menentukan dan mengatur prioritas kerja
57
secara efektif
Efisiensi waktu saya dalam menyelesaikan pekerjaan
58
59
melebihi rata-rata karyawan lain
Saya dapat menyelesaikan pekerjaan dengan cepat
Banyaknya hasil kerja yang saya selesaikan dapat dilihat
60
dari waktu kerja
10
DAFTAR PUSTAKA
Ambar, T. Manajemen Sumber Daya Manusia,
Meiner. The Horizontal Organization, USA:
Konsep, Teori dan Pengembangan
dalam
Konteks
Organisasi
Publik,
Oxford University Press.
Pasolong, Harbani. Teori Administrasi Publik,
Yogyakarta: Graha Ilmu, 2003.
Bandung: Alfabeta, 2007.
Anoraga, Pandji. Psikologi Kerja, Jakarta:
Prawirosentono,
Suyadi.
Sumberdaya
Rineka Cipta, 2006.
Manajemen
Manusia
“Kebijakan
Kinerja Karyawan”, Yogyakarta: BPFE
Darma, Agus. Manajemen Supervisi, Jakarta:
PT. Raja Grafindo Perkasa, 2003.
UGM, 2008.
Dessler, Gary. Manajemen Sumber Daya
Rivai,
Veithzal
&
Ella
Jauvani
Sagala.
Manusia, Jilid I, Jakarta: Indeks, 2007.
Manajemen Sumber Daya Manusia
Fahmi, Irham. Manajemen Kinerja Teori dan
Untuk Perusahaan: Dari Teori ke
Aplikasi, Bandung: Alfabeta, 2010.
Praktek,
Handoko, T. Hani. Manajemen Personalia dan
Sumber
Daya
Manusia,
Edisi
Jakarta:
Raja
Grafindo
Persada, 2009.
II,
Robbins, Stephen P. Perilaku Organisasi,
Cetakan Keempat Belas, Yogyakarta:
Konsep, Kontroversi, Aplikasi, Jilid I
BPFE, 2000.
dan II, Edisi Kedelapan, Jakarta;
Hessel, Nogi Tangkalisan. Manajemen Publik,
Robert & Jackson J.M. Manajemen Sumber
Jakarta: Grasindo, 2007.
Keban, T. Yarimias, Enam Dimensi Strategis
Administrasi Publik, Konsep, Teori,
dan Isu, Yogyakarta: Gaya Media,
2004.
Mahsun,
Daya
Manusia,
Jakarta:
Salemba
Empat, 2001.
Roziqin, Muhammad Zainur. Kepuasan Kerja,
Malang: Averroes Press, 2010.
Mohamad.
Sektor
Prenhallindo, 2001.
Pengukuran
Publik,
Edisi
Kinerja
Simamora, Henry. Manajemen Sumber Daya
Pertama,
Manusia, Edisi Ketiga, Yogyakarta:
Yogyakarta: BPFE, 2006.
Mangkunegara, A.P. Evaluasi Kinerja Sumber
STIE, YKPN, 2004.
Tampubolon,
Manahan
P.
Perilaku
Edisi
Pertama,
Daya Manusia, Cetakan 1, Bandung:
Keorganisasian,
PT. Refika Aditama, 2005.
Jakarta: Ghalia Indonesia Anggota
Mathis, Robert L, & John H. Jackson,
Manajemen Sumber Daya Manusia,
Jakarta: Salemba Empat, 2002.
Mathis, Robert L, & John H. Jackson, Human
IKAPI, 2004.
Timpe, Dale. Seri Ilmu dan Seni Manajemen
Bisnis (Memimpin Manusia), Jakarta:
PT. Elex Media Komputindo, 2002.
Resource Management, terjemahan,
Wirawan. Evaluasi Kinerja Sumber Daya
Edisi Kesepuluh, Jakarta: Salemba
Manusia, Jakarta: Salemba Empat,
Empat, 2006.
2009.
Download