Berita Pers Dukung Pemkot Resmikan RPTRA

advertisement
Kontak Anda
Berita Pers
Melisa Sandrianti +62 21 2856 5600
Dukung Pemkot Resmikan RPTRA Trikora, Merck Adakan
Edukasi Mengenai Gangguan Tiroid
•
Merck berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Jakarta Timur, dukung
Taman Sehat di RPTRA Gedong Trikora
•
Bersamaan dengan momentum Pekan Kesadaran Tiroid Internasional
(ITAW) 2017, Merck edukasi warga Kelurahan Gedong, Jakarta Timur
tentang gejala gangguan tiroid yang seringkali disalahartikan dan
diabaikan karena dianggap semata-mata sebagai akibat gaya hidup
modern
Jakarta, 24 Mei 2017 –Merck, perusahaan sains dan teknologi terkemuka di dunia
melalui kemitraan dengan pemerintah kota Jakarta Timur mendukung peresemian
Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Gedong Trikora, di Kelurahan Gedong,
Kecamatan Pasar Rebo, Jakarta Timur. RPTRA tersebut menjadi pusat berkumpul dan
aktivitas bagi masyarakat sekitar. Bertepatan dengan peringatan Pekan Kesadaran
Tiroid Internasional 2017, Merck memberikan edukasi kesehatan mengenai gangguan
tiroid.
Arryo Aritrixso Wachjuwidajat Direktur Pabrik PT Merck Tbk mengungkapkan,
“Kami sangat antusias bisa ikut berpartisipasi mendukung program pemerintah kota,
dengan melengkapi RPTRA Trikora dengan fasilitas Taman Sehat bagi masyarakat
sekitar pabrik dimana Merck beroperasi. Kami juga berkomitmen untuk mendukung
upaya pemerintah setempat menjadikan RPTRA Trikora sebagai RPTRA Plus yang secara
maksimal dimanfaatkan untuk aktivitas masyarakat, dengan cari melakukan kegiatan
edukasi kesehatan seperti yang dilakukan pada hari ini.”
Peresmian RPTRA Gedong Trikora oleh Kepala Bagian Kesra Kota Administrasi Jakarta
Timur Yeni Asnita hari ini juga diramaikan dengan berbagai aktivitas bagi warga yang
hadir, diantaranya edukasi mengenai tiroid, cek tiroid (palpasi), serta kegiatan bercerita
dan mewarnai bagi anak-anak sebagai sarana edukasi mengenai gangguan tiroid sejak
usia dini.
Gangguan tiroid adalah gangguan yang menyerang kelenjar tiroid, biasanya berupa
kelainan fungsi hipertiroid (kelenjar tiroid memproduksi terlalu banyak hormon tiroid)
dan hipotiroid (kelenjar tiroid tidak cukup memproduksi hormon tiroid). Hormon tiroid
sendiri sangat diperlukan dalam metabolisme tubuh, untuk membantu tubuh
menggunakan energi agar tetap hangat, serta membuat otak, jantung, otot dan organ
lainnya bekerja sebagaimana mestinya.
Halaman1dari2
Evie Yulin, Direktur Biopharma PT Merck menambahkan, “Edukasi mengenai
gangguan tiroid adalah komitmen jangka panjang Merck bekerja sama dengan berbagai
pihak, di antaranya asosiasi dokter, organisasi pasien serta Kementerian Kesehatan
Republik Indonesia. Hari ini kami mendapat kesempatan istimewa untuk bertemu
langsung dengan warga masyarakat di sekitar RPTRA untuk melakukan edukasi
mengenai tiroid, terutama gejala gangguan tiroid.Sesuai dengan tema ITAW tahun ini,
’It’s not you. It’s your thyroid.’ Atau ‘Bukan Karena Anda, Tetapi Karena Tiroid Anda’;
pada peringatan kali ini kami menekankan pada informasi mengenai banyak sekali
kemiripan antara efek gaya hidup modern yang serba sibuk dengan gejala gangguan
tiroid.
Gangguan tiroid seringkali sulit diidentifikasi karena gejalanya tidak spesifik,sangat mirip
dengan berbagai keluhan akibat gaya hidup modern sehingga sangat sering diabaikan.
Sebuah survei global yang dilaksanakan oleh Merck dan Federasi Tiroid Internasional
(TFI) menunjukkan masih banyak wanita yang menyalahkan diri mereka dan juga gaya
hidup mereka untuk berbagai gejala yang dialami seperti perubahan berat badan,
kecemasan, insomnia, rasa kelelahan berlebihan. Mereka tidak menyadari bahwa gejalagejala tersebut bisa jadi gejala adanya gangguan fungsi tiroid dalam diri mereka.
Akibatnya pasien seringkali tidak menyadari ada masalah pada dirinya dan
tidakmemeriksakan diri ke dokter. Hal ini menjadikan gangguan tiroid diabaikan, tidak
terdiagnosa sehingga terlambat diobati dan menurunkan kualitas hidup penderita.
“Melalui kegiatan edukasi di RPTRA Gedong Trikora ini, kami ingin menyadarkan
masyarakat akan berbagai gejala umum gangguan tiroid yang sering disalahartikan dan
diabaikan sebagai akibat kesibukan gaya hidup modern. Diharapkan dengan
pemahaman yang cukup, masyarakat terutama kaum perempuan yang berisiko lebih
tinggi terkena gangguan tiroid, dapat lebih waspada dalam mengenali gejala-gejala
gangguan tiroid yang mirip dengan gangguan akibat gaya hidup modern, dan tidak
mengabaikan gejala yang terlihat sepele sekalipun. Segera periksakan diri dan
berkonsultasi dengan dokter bila mengalami gejala tersebut,“ tutup Evie Yulin.
Sebagai rangkaian Pekan Kesadaran Tiroid Internasional 2017, Merck juga akan
mendukung kegiatan Seminar Publik dan Deteksi Dini Tiroidyang dilakukan di Ruang
Siwabessy, Kantor Kementerian Kesehatan pada 26 Mei 2017, pukul 09:00 – 14:00.
-- selesai -Tentang Merck
Merck adalah perusahaan sains dan teknologi dalam sektor kesehatan, life science, dan performance
materials. Sebanyak 50.000 karyawan bekerja untuk mengembangkan teknologi yang dapat memperbaiki dan
meningkatkan kualitas kehidupan - dari terapi biofarma untuk pengobatan kanker atau multiple sclerosis,
sistem mutakhir untuk riset dan produksi ilmiah, hingga kristal cair untuk smartphone dan televisi LCD. Pada
tahun 2016, Merck menghasilkan penjualan sebesar 15 miliar euro di 66 negara. Berdiri pada tahun 1668,
Merck merupakan perusahaan kimia dan farmasi tertua di dunia. Keluarga pendiri masih merupakan pemilik
mayoritas dari grup perusahaan publik. Merck, Darmstadt, Jerman, memiliki hak secara global terhadap nama
dan merek perusahaan. Pengecualian hanya di Amerika Serikat dan Kanada, dimana perusahaan beroperasi
atas nama EMD Serono, EMD Milipore, dan EMD Performance Materials. Di Indonesia, PT Merck Tbk didirikan
pada 14 Oktober 1970. Bertransformasi menjadi perusahaan publik pada tahun 1981, dan merupakan salah
satu perusahaan pertama yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Mayoritas saham dimiliki oleh Grup Merck
yang berkantor pusat di Darmstadt, Jerman. Untuk informasi lebih lanjut tentang PT Merck Tbk, silakan
kunjungi www.merck.co.id
Halaman2dari2
Download