1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Karyawan

advertisement
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang Masalah
Karyawan sebagai sumber daya utama perusahaan yang berpengaruh
dalam kesuksesan perusahaan dalam mencapai tujuan. Karyawan memberikan
tenaga, pikiran, kreativitas dan usahanya dalam menjalankan kegiatan usaha
perusahaan. Oleh karena itu perusahaan perlu mengetahui dan memenuhi
kebutuhan karyawan agar karyawan dapat terus berkerja.
Pemenuhan kebutuhan tersebut tidak hanya berupa pemberian gaji dan
bonus namun juga penghargaan atas pekerjaan yang telah dilakukan. Salah
satu cara yang dilakukan perusahaan sebagai bentuk penghargaan perusahaan
kepada karyawan melalui program dimana memungkinkan karyawan
mendapat kesempatan dan berhak untuk memiliki saham pada perusahaan
tempat dimana karyawan itu bekerja. Dengan kepemilikan karyawan pada
perusahaan dimana karyawan itu bekerja, karyawan merasa ikut memiliki
(sense of belonging) pada tempat bekerja, sehingga karyawan akan
termotivasi untuk memajukan perusahaan tempatnya bekerja. Program
tersebut dikenal dengan nama program kepemilikan saham oleh karyawan
atau lebih di kenal dengan sebutan Employee Stock Ownership Program
(ESOP).
1
Sejarah pertumbuhan program kepemilikan saham oleh karyawan
dapat ditelusuri sampai dengan lebih lima puluh tahun silam di Amerika.
Sebelum diperkenalkannya program kepemilikan saham oleh karyawan
(ESOP), sebagian besar perusahaan di negara tersebut semata-mata dikelola
untuk kepentingan pemilik modal atau pemegang saham. Hal ini sesuai
dengan sistem ekonomi kapitalis yang menganut faham individualisme
sehingga pemegang saham selaku pemilik perusahaan dapat bertindak sesuai
dengan keinginannya dalam pengelolaam perusahaan. Dalam sistem ekonomi
ini, karyawan hanya dikelompokkan sebagai salah satu faktor produksi. Untuk
itu, pihak perusahaan menganggap telah memberikan hak yang memadai
kepada karyawannya apabila karyawan tersebut telah diberikan gaji atau balas
jasa yang memadai.5
Pada tahun 1950-an, seorang ahli hukum yang juga investmen banker
bernama Louis Kelso6 mempunyai gagasan bahwa sistem kapitalis akan
menjadi lebih kuat apabila karyawan diikutsertakan dalam kepemilikan saham
perusahaan. Dengan demikian, hubungan hukum antara karyawan dengan
perusahaan tidak terbatas pada hubungan perburuhan, melainkan karyawan
juga sekaligus pemilik perusahaan. Sarana yang digunakan untuk memberikan
5
Tim Studi Penerapan ESOP Emiten atau Perusahaan Publik di Pasar Modal Indonesia, Studi
Tentang Penerapan ESOP (Employee Stock Ownership Plan) Emiten atau Perusahaan Publik di
Pasar Modal Indonesia, 2002, halaman 17
6
Ron Bernstein, David Binns, Marshal Hyman, Martin Staubus, Design an Employee Stock
Option Plan: A Practical Approach for the Entrepreneurial Company, (Foundation for Enterprise
Development La Jolla, California, 2001)
2
kesempatan berpartisipasi dalam kepemilikan saham perusahaan adalah
melalui program kepemilikan saham oleh karyawan. Saat diperkenalkan
program kepemilikan saham oleh karyawan, hanya beberapa perusahaan yang
tertarik untuk melaksanakan gagasan Kelso tersebut. Hal ini karena belum
adanya ketentuan yang memberikan kemudahan serta manfaat (benefit)
tertentu terhadap perusahaan yang bermaksud melaksanakan program ESOP.7
Untuk mendorong pertumbuhan program kepemilikan saham oleh
karyawan, pada tahun 1973 Kelso mengusulkan kepada Senator Rusell Long,
Ketua The Tax Senate Finance Committee, untuk secara tegas merumuskan
dalam peraturan perundang-undangan tentang pemberian kemudahan serta
fasilitas terhadap pelaksanaan program kepemilikan saham oleh karyawan.
Hal ini mendapat tanggapan positif dari Senate dengan diundangkannya The
Employee Retirement Income Security Act 1974 (ERISA). Selanjutnya,
ESOP juga telah diatur dalam The Tax Act of 1984 and 1986.8
Beberapa tujuan yang mendasari perusahaan menyelenggarakan
program kepemilikan saham oleh karyawan (ESOP) antara lain sebagai
berikut:
7
Ibid, hal 17
8
Ibid, hal 18
3
a.
Memberikan penghargaan (reward) kepada seluruh pegawai, direksi dan
pihak-pihak tertentu atas kontribusinya terhadap meningkatnya kinerja
perusahaan.
b.
Menciptakan keselarasan kepentingan serta misi dari pegawai dan pejabat
ekslusif dengan kepentingan dan misi pemegang saham, sehingga tidak
ada benturan kepentingan antara pemegang saham dan pihak-pihak yang
menjalankan kegiatan usaha perusahaan.
c.
Meningkatkan motivasi dan komitmen karyawan terhadap perusahaan
karena mereka juga merupakan pemilik perusahaan, sehingga diharapkan
akan meningkatkan produktivitas dan kinerja perusahaan.
d.
Menarik, mempertahankan, memotivasi (attact, retain, and motivate)
pegawai kunci perusahaan dalam rangka pengingkatan shareholders’
value.
e.
Sebagai sarana program sumber daya manusia untuk mendukung
keberhasilan strategi bisnis perusahaan jangka panjang, karena program
tersebut pada dasarnya merupakan bentuk kompensasi yang didasarkan
atas prinsip insentif, yaitu ditujukan untuk memberikan pegawai suatu
penghargaan yang besarnya dikaitkan dengan ukuran kinerja perusaaan
atau shareholders’ value.
4
Selain mempunyai manfaat dan tujuan di atas, program kepemilikan
saham oleh karyawan (ESOP) juga memerlukan berbagai biaya dalam
pelaksanaannya. Berikut ini adalah uraian mengenai teori manfaat dan biaya
dari program kepemilikan saham oleh karyawan (ESOP) sebagai berikut: 9
a.
Insentif untuk meningkatkan produktivitas
Berdasarkan teori ini, pemilikan karyawan atas saham perusahaan akan
menjadi insentif bagi karyawan tersebut untuk bekerja lebih giat,
sehingga meningkatkan produktivitas. Hal ini dapat terjadi karena
karyawan ikut memiliki saham perusahaan, maka kenaikan harga saham
perusahaan akan memberikan gain bagi karyawan tersebut, dan karyawan
termotivasi untuk meningkatkan harga saham perusahaan melalui
peningkatan kinerja perusahaan.
b.
Mempertahankan karyawan
Umumnya program tersebut dikaitkan dengan status kepegawaian
karyawan. Jika karyawan tidak lagi berkerja pada perusahaan, maka
karyawan tersebut kehilangan haknya untuk ikut dalam program tersebut.
Kondisi ini yang menyebabkan program tersebut digunakan sebagai
upaya untuk mempertahankan karyawan.
9
Rissanen, Eric,Stock Based Employee Compensation – A Survey of the Literature, 2006 atau
dapat di baca di http://arc.hhs.se/download.aspx?Mediumld=248
5
c.
Pendanaan
Pembayaran kepada karyawan yang dilakukan dengan saham pada
dasarnya membuat karyawan membiayai kegiatan perusahaan.
d.
Perpajakan
Umumnya pelaksanaan program tersebut memberikan manfaat di bidang
perpajakan oleh perusahaan dan karyawan.
e.
Dukungan terhadap manajemen
Manfaat ini berguna, misalnya ketika perusahaan sedang menghadapi
hostile take-over. Karena umumnya karyawan lebih memihak manajeman
daripada pemegang saham luar, maka jika mereka menjadi pemegang
saham perusahaan, karyawan dapat menjadi pendukung keputusan yang
diusulkan oleh manajemen.
f.
Kemudahan dari pemerintah
Di banyak negara, pemerintah mengeluarkan subsidi tertentu atau
legislasi khusus dalam rangka mendorong penerapan program tersebut
oleh perusahaan.
Program ini dapat dilakukan dengan beberapa cara, antara lain dengan
memberikan saham secara cuma-cuma (Stock Grant), menjual saham kepada
karyawan, atau dengan memberikan opsi kepada karyawan untuk membeli
saham perusahaan selama periode tertentu. Opsi saham karyawan adalah surat
6
kontrak yang memberikan hak pada karyawan untuk membeli saham
perusahaan dalam periode waktu tertentu di masa yang akan datang dengan
harga yang telah ditetapkan sebelumnya atau pada saat opsi tersebut
diberikan. Harga yang telah ditetapkan sebelumnya tersebut dikenal dengan
istilah strike price. Dengan adanya selisih positif antara harga saham
perusahaan dengan strike price di masa yang akan datang, maka karyawan
akan mendapatkan keuntungan. Namun demikian, program pemberian opsi
saham karyawan ini dalam penghitungan harganya harus memperhatikan
kepentingan perusahaan dan juga kepentingan karyawan dalam jangka
panjang.
Pada beberapa negara seperti Amerika, Inggris, Singapura dan
Malaysia, program kepemilikan saham oleh karyawan (ESOP) telah
berkembang dengan baik. Pada umumnya negara tersebut telah memiliki
peraturan yang mengatur mengenai pola-pola dan syarat-syarat program
kepemilikan saham oleh karyawan. Sebaliknya di Indonesia, penerapan
program kepemilikan saham oleh karyawan (ESOP) belum optimal karena
tidak ada perangkat hukum yang secara khusus mengatur program
kepemilikan saham oleh karyawan (ESOP), khususnya di sektor Pasar Modal.
Hal ini mengakibatkan penerapan program kepemilikan saham oleh karyawan
(ESOP) dibatasi oleh rambu-rambu hukum yang sesungguhnya tidak secara
khusus mengatur mengenai program kepemilikan saham oleh karyawan.
7
Berdasarkan Undang-undang Nomor 40 Tahun 1995 tentang
Perseroan Terbatas, setiap penerbitan saham baru perusahaan dalam rangka
penambahan modal wajib terlebih dahulu ditawarkan kepada pemegang
saham. Penawaran saham kepada pemegang saham tersebut dapat
dikecualikan apabila saham tersebut ditawarkan kepada karyawan. Ketentuan
dalam Undang-undang Nomor 40 Tahun 1995 tentang Perseroan Terbatas
pada intinya memungkinkan perusahaan dalam rangka penambahan modal
menerbitkan saham dan menawarkan saham perusahaan tersebut kepada
karyawannya.
Mempertimbangkan hal-hal tersebut di atas, maka kebutuhan akan
ketentuan mengenai program kepemilikan saham oleh karyawan (ESOP)
dalam peraturan di sektor Pasar Modal di Indonesia dirasa perlu dalam rangka
menunjang praktek program kepemilikan saham oleh karyawan yang ada,
pada saat yang sama memperhatikan perlindungan investor dan terciptanya
Pasar Modal yang wajar, teratur, dan efisien. Untuk itu, peneliti tertarik untuk
mencoba membahas tentang praktek dan ketentuan yang mengatur hal-hal
yang terkait program kepemilikan saham oleh karyawan (ESOP) yang
dilakukan oleh Perusahaan Terbuka dalam rangka mengantisipasi rencana
program kepemilikan saham oleh karyawan yang disampaikan oleh
Perusahaan Terbuka, dengan judul bahasan sebagai berikut:
8
”TINJAUAN
YURIDIS
KEPEMILIKAN
SAHAM
PERUSAHAAN
TERBUKA OLEH KARYAWAN (STUDI KASUS PT AKR CORPORINDO
TBK)”
B.
Permasalahan
Berdasarkan latar belakang masalah di atas, penulis mencoba untuk
merumuskan permasalahan dari judul tersebut sebagai berikut:
1. Bagaimanakah praktek penyelenggaraan mengenai program kepemilikan
saham Perusahaan Terbuka oleh karyawan?
2. Apakah penyelenggaraan program kepemilikan saham Perusahaan
Terbuka oleh karyawan telah memperhatikan peraturan perundangundangan di sektor Pasar Modal?
3. Hal-hal apa saja yang perlu diperhatikan dalam rangka pengaturan
mengenai program kepemilikan saham Perusahaan Terbuka oleh
karyawan?
C.
Tujuan Penelitian
Adapun tujuan penelitian ini adalah:
1.
Mengetahui praktek penyelengaraan program kepemilikan saham oleh
karyawan pada Perusahaan Terbuka.
2.
Mengetahui
ketentuan-ketentuan
yang
terkait
dengan
kepemilikan saham oleh karyawan pada Perusahaan Terbuka.
9
program
3.
Mengetahui hal-hal yang perlu diperhatikan dalam rangka pengaturan
mengenai program kepemilikan saham oleh karyawan pada Perusahaan
Terbuka.
D.
Manfaat Penelitian
1.
Manfaat Teoretis
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangan pemikiran
dalam pengembangan ilmu hukum dan pembaharuan hukum nasional
khususnya berkaitan dengan pengaturan program kepemilikan saham
Perusahaan Terbuka oleh karyawan di industri Pasar Modal Indonesia.
2.
Kegunaan Praktis
Dilakukannya penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan
khususnya kepada Otoritas Jasa Keuangan untuk melakukan pengaturan
secara khusus mengenai program kepemilikan saham Perusahaan Terbuka
oleh karyawan sehingga memberikan kepastian hukum kepada stakeholder di
industri Pasar Modal khususnya kepada Perusahaan Terbuka yang akan
melaksanakan program kepemilikan saham oleh karyawan.
E.
Keaslian Penelitian
Bahwa sebelum dilakukan penulisan karya ilmiah ini telah banyak
dilakukan penelitian lain mengenai pelaksaaan program kepemilikan saham
oleh karyawan di Indonesia. Namun demikian, yang membedakan penulisan
10
karya ilmiah ini dengan penelitian-penelitian lainnya adalah penelitian ini
dikhususkan untuk memberikan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan dalam
rumusan permasalahan yaitu bagaimanakah praktek penyelengaraan program
kepemilikan saham oleh karyawan pada Perusahaan Terbuka, pengaturan
mengenai program kepemilikan saham oleh karyawan pada Perusahaan
Terbuka, dan hal-hal apa saja yang perlu diperhatikan dalam pengaturan
mengenai program kepemilikan saham oleh karyawan pada Perusahaan
Terbuka.
11
Download