Modul Etika Filsafat Komunikasi [TM6]

advertisement
MODUL PERKULIAHAN
ETIKA
FILSAFAT
KOMUNIKASI
Etika dan Moral
Fakultas
Program Studi
Fakultas Ilmu
Komunikasi
Penyiaran
Tatap Muka
06
Kode MK
Disusun Oleh
Dr. AG. Eka Wenats Wuryanta
Abstract
Kompetensi
Dalam proses komunikasi salah
satunya terdapat elemen komunikan
dan komunikator. Baik komunikator
dan komunikan harus mempunyai etika
dan
moral
dalam
melakukan
komunikasi.
1. Mahasiswa
harus
dapat
menjelaskan
perbedaan
antara
moral dan etika
2. Mahasiswa
dapat
menjelaskan
mengenai kaitan antara moral dan
etika.
Pembahasan
Istilah “etika” berasal dan bahasa Yunani kuno. Kata Yunani ethos dalam
bentuk tunggal mempunyai arti kebiasaan-kebiasaan tingkah laku manusia; adat,
ahlak, watak, perasaan; sikap; dan cara berfikir. Dalam bentuk jamak ta
etha mempunyai adat kebiasaan. Menurut filsuf Yunani Aristoteles, istilah etika
sudah dipakai untuk menunjukkan filsafat/moral. Sehingga berdasarkan asal usul
kata, maka etika berarti: ilmu tentang apa yang biasa dilakukan atau ilmu tentang
adat kebiasaan.
Pengertian etika
Etika adalah bagian filsafat yang meliputi hidup baik,menjadi orang yang baik,
berbuat baik dan menginginkan hal-hal yang baik dalam hidup.
Kata ”Etika” menunjukkan dua hal, yang pertama: disiplin ilmu yang
mempelajari nilai-nilia dan pembenaran nya. Kedua: pokok permasalahan disiplin
ilmuitu sendiri yaitu nilai-nilai hidup kita yang sesungguhnya dan hukum-hukum
tingkah laku kita.
Etika berasal dan bahasa Inggris Ethics, artinya pengertian, ukuran tingkah
laku atau perilaku manusia yang baik, yakni tindakan yang tepat yang harus
dilaksanakan oleh manusia sesuai dengan moral pada umumnya.
Etika berasal dan bahasa Latin Mos atau Mores (jamak), artinya moral, yang
berarti juga adat, kebiasaan, sehingga makna kata moral dan etika adalah sama,
hanya bahasa asalnya berbeda.
Menurut Kamus Umum Bahasa Indonesia (Poerwadarminta, 1953), Etika
artinya ilmu pengetahuan tentang azas-azas akhlak (moral). Menurut Kamus Besar
Bahasa Indonesia (Depdikbud, 198) etika mengandung arti:
a.
Ilmu tentang apa yang baik dan apa yang buruk tentang hak dan kewajiban
moral.
b.
Kumpulan asas atau nilai yang berkenaan dengan akhlak.
c.
Nilai mengenai benar dan salah yang dianut suatu golongan atau masyarakat.
Bertens merurnuskan arti kata etika sebagai berikut:
a. Kata etika bisa dipakai dalam arti nilai-nilai dan norma- norma moral yang menjadi
pegangan bagi seseorang atau suatu kelompok dalam mengatur tingkah lakunya,
arti ini bisa dirumuskan sebagai sistem nilai. Sistem nilai bisa berfungsi dalam hidup
manusia perorangan maupun pada taraf sosial.
b. Etika berarti kumpulan asas atau nilai moral. Yang dimaksud disini adalah kode etik.
2015
2
Etika Filsafat Komunikasi
AG. Eka Wenats Wuryanta
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
c. Etika mempunyai arti ilmu tentang apa yang baik atau buruk.
Faktor-faktor yang melandasi etika adalah meliputi hal tersebut dibawah ini:
a.
Nilai-nilai atau value.
b.
Norma.
c.
Sosial budaya, dibangun oleh konstruksi sosial dan dipengaruhi oleh
perkembangan ilmu pengetahuan dan tehnologi.
d.
Religius
1) Agama mempunyai hubungan erat dengan moral.
2) Agama merupakan motivasi terkuat perilaku moral atau etik.
3) Agama merupakan salah satu sumber nilai dan norma etis yang paling penting.
4) Setiap agama mengandung ajaran moral yang menjadi pegangan bagi perilaku
para anggotanya.
e.
Kebijakan atau policy maker, siapa stake holders nya dan / bagaimana kebijakan
yang dibuat sangat berpengaruh atau mewarnai etika maupun kode etik.
Terdapat tiga pembagian mengenai etika, yaitu sebagai berikut:
a.
Etika deskriptif
Etika deskriptif melukiskan tingkah laku moral dalam arti luas, misalnya adat
kebiasaan, anggapan-anggapan tentang baik buruk, tindakan-tindakan yang
diperbolehkan atau tidak diperbolehkan. Etika deskriptif tidak memberi penilaian
tetapi menggambarkan moralitas pada individu-individu tertentu, kebudayaan atau
subkultur tertentu dalam kurun waktu tertentu.
b.
Etika normatif
Pada etika normatif terjadi penilaian tentang perilaku manusia. Penilaian ini
terbentuk atas dasar norma. Etika normatif bersifat preskriptif (memerintahkan), tidak
melukiskan melainkan menentukan benar atau tidaknya tingkah laku. Etika normatif
menampilkan argumentasi atau alasan atas dasar norma dan prinsip etis yang dapat
dipertanggungjawabkan secara rasional dan dapat diterapkan dalam praktik.
c.
Metaetika
2015
3
Etika Filsafat Komunikasi
AG. Eka Wenats Wuryanta
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
“Meta” berasal dan bahasa Yunani yang berarti melebihi atau melampaui. Metaetika
mempelajari logika khusus dan ucapan-ucapan etis. Pada metaetika
mempersoalkan bahasa normatif apakah dapat diturunkan menjadi ucapan
kenyataan. Metaetika mengarahkan pada arti khusus dan bahasa etika.
Moral
Moral adalah nilai-nilai dan norma yang menjadi pegangan seseorang atau
suatu kelompok dalam mengatur tingkah lakunya.
Beberapa sistem filsafat moral :
1.
Hedonisme
Ditemukan pada aristipos dari Kyrene (sekitar 433 – 355 SM) seorang murid
Sokrates.
Hedonimesme itu sendiri merupakan suatu kesamaan yang dapat memuaskan
keinginan dan meningkatkan kuantitas kesenangan atau kenikmatan dalam diri kita.
2.
Aeudominisme
Menurut pendapast Aristoteles (384 – 322 SM) ia menegaskan bahwa dalam setiap
kegiatannya manusia mengejar suatu tujuan yang dapat dikatakan bahwa setiap
perbuatan kita ingin mencapai sesuatu yang baik bagi kita. Contohnya kita minum
obat untuk bisa tidur dan kita tidur untuk dapat memulihkan kesehatan.
3.
Utilitarisme
a.
Utilitarisme klasik
Aliran ini berasal dari tradisi pemikiran moral di United Kingdom dan dikemudian hari
berpengaruh keseluruh kawasan yang berbahasa Inggris. Pada tahun 1711 – 1776
David Hume memberikan sumbangan penting kearah perkembangan aliran sebagai
dasar etis untuk memperbaharui hukum Inggris khususnya hukum pindana.
b.
Utilitarisme aturan
Ditemukan oleh filsafat Inggris yaitu Stephen Toulmin. Menegaskan bahwa prinsip
kegunaan tidak harus diterapkan atas aturan moral yang mengatur perbuatan kita.
4.
Deontologi
Disini memperhatikan hasil perbuatan baik tidaknya perbuatan dianggap tergantung
pada konsekuensinya.
2015
4
Etika Filsafat Komunikasi
AG. Eka Wenats Wuryanta
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
Kaidah dasar moral
1.
Kaidah sikap baik
Dimaksudkan bahwa kita wajib bertindak sedemikian rupa sehingga ada kelebihan
dari akibat baik dibandingkan tingkat akibat buruk.
2.
Kaidah keadilan
Maksudnya yaitu keadilan dalam membagikan yang baik dan yang buruk.
Tahap-tahap dalam perkembangan moral
Tingkat Prakonvensional
Pada tingkat ini si anak mengaku adanya aturan-aturan dan baik serta buruk mulai
mempunyai arti baginya tapi hal itu semata-mata dihubungkan dengan reaksi orang
lain.
Tingkat Konvensional
Pada tingkat ini biasanya anak mulai beralih ke tingkat antara umur 10 dan 13 tahun.
Disini perbuatan mulai dinilai atas dasar norma umum dan kewajiban serta otoritas
di junjung tinggi.
Tingkat Pascakonvensional
Tingkat ini disebut juga tingkat ”otonom” atau tingkat berprinsib. Pada tingkat ketiga
ini hidup moral dipandang sebagai penerimaan tanggung jawab pribadi atas dasar
prinsib yang dianut dalam batin.
Moralitas berasal dari bahasa latin Moralitas, artinya :
a.
Segi moral suatu perbuatan atau baik buruknya
b.
Sifat moral atau keseluruhan azas dan nilai yang berkenaan dengan baik buruk
Etiket
Etiket berasal dan bahasa Inggris Etiquette. Etika berarti moral, sedangkan etiket
berarti sopan santun. Persamaan etika dengan etiket:
a. Sama-sama menyangkut perilaku manusia.
b. Memberi norma bagi perilaku manusia, yaitu menyatakan tentang apa yang harus
dilakukan atau tidak boleh dilakukan.
Perbedaan antara etiket dengan etika:
2015
5
Etika Filsafat Komunikasi
AG. Eka Wenats Wuryanta
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
Etiket :
1.
Menyangkut cara sesuatu perbuatan yang harus dilakukan
2.
Hanya berlaku dalam pergaulan, bila tidak ada orang lain tidak berlaku
3.
Bersifat relative, tidak sopan dalam satu kebudayaan, sopan dalam kebudayaan
lain
4.
Memandang manusia dari segi lahiriyah
Etika :
2. Tidak terbatas pada cara dilakukannya suatu perbuatan, memberi nilai tentang
perbuatan itu sendiri
2. Selalu berlaku, tidak tergantung hadir atau tidaknya seseorang
3. Bersifat absolut, contoh “Jangan mencuri”, “Jangan berbohong”
4. Memandang manusia dan segi bathiniah
Kode etik
Pengertian kode etik adalah norma-norma yang harus diindahkan oleh setiap profesi
didalam melaksanakan tugas profesinya dan didalam hidupnya dimasyarakat.
Profesi adalah moral community (masyarakat moral) yang memiliki cita-cita dan nilai
bersama. Mereka yang membentuk suatu prifesi karena disatukan oleh latar
belakang pendidikan yang sama dan memiliki keahlian yang sama.
Kode etik menunjukkan arah moral bagi suatu profesi dan menjamin mutu moral
profesi dimata masyarakat. Kode etik yang sudah ada, sewaktu-waktu harus dinilai
kembali, jika perlu memungkinkan direvisi, karena ada perubahan lingkungan, ilmu
pengetahuan dan tehnologi serta kemajuan profesi.
Hukum
Hukum berhubungan erat dengan moral. Contoh bahwa mencuri it adalah moral
yang tidak baik, supaya prinsip etis ini berakar di masyarakat maka harus dengan
hukum.
2015
6
Etika Filsafat Komunikasi
AG. Eka Wenats Wuryanta
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
Menurut Bertens
Hukum :
a. Hukum ditulis sistematis, disusun dalam kitab undang-undang, mempunyai kepastian
lebih besar dan bersifat objektif
b. Hukum membatasi pada tingkah laku lahiriah saja dan hukum meminta legalitas.
c. Hukum bersifat memaksa dan mempunyai sanksi
d. Hukum didasarkan atas kehendak masyarakat dan negara, masyarakat atau negara
dapat merubah hukum. Hukum tidak menilai moral
Moral
a. Moral bersifat subjektif. tidak tertulis dan mempunyai ketidakpastian lebih besar
b. Moral menyangkut sikap batin seseorang
c.
Moral tidak bersifat memaksa, sanksi moral adalah hati nurani tidak tenang, sanksi
dari Tuhan
d. Moral didasarkan pada norma-norma moral yang melebihi masyarakat dan negara,
masyarakat dan negara tidak dapat merubah moral.
Pengenalan Etika Umum
1. Hati Nurani
Memberikan penghayatan tentang baik atau buruk berhubungan dengan tingkah
laku nyata kita. Hati nurani bisa merupakan penilaian terhadap perbuatan yang telah
berlangsung dimasa lampau (retrospektif). Hati nurani juga bisa merupakan
penilaian perbuatan yang sedang dilaksanakan saat ini atau penilaian terhadap
perbuatan kita di masa yang akan datang (prospektif).
2. Kebebasan dan tanggung jawab
Terdapat hubungan timbal balik antara kebebasan dan tanggung jawab.
Batas-batas kebebasan meliputi:
a.
Faktor internal.
b.
Lingkungar.
c.
Kebebasan orang lain.
2015
7
Etika Filsafat Komunikasi
AG. Eka Wenats Wuryanta
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
d.
Generasi penerus yang akan datang.
3. Nilai dan Norma
Nilai adalah :
1.
Sifat hal yang penting, berguna bagi kemanusiaan
2.
Sesuatu yang paling dibanggakan
3.
Sesuatu yang ingin dicapai
4.
Sesuatu yang dikagumi
5.
Kualitas atau fakta
Norma adalah :
1.
Ukuran
2.
Suatu aturan
3.
Pedoman yang mengatur tingkah laku masyarakat
4.
Standar pertimbangan
Nilai merupakan sesuatu yang baik, sesuatu yang menarik, sesuatu yang dicari,
sesuatu yang menyenangkan, sesuatu yang disukai,sesuatu yang diinginkan.
Menurut filsuf Jerman Hang Jonas nilai adalah the addressof a yes, sesuatu yang
ditunjukkan dengan kata ya kita. Sesuatu yang kita iakan. Nilai mempunyai konotasi
yang positif. Nilai mempunyai tiga ciri:
a.
Berkaitan dengan subyek.
b.
Tampil dalam sutu niali yang praktis karena subyek ingin membuat sesuatu.
c.
Nilai menyangkut pada sifat yang ditambah oleh subyek pada sifat yang dimiliki
obyek.
Norma berasal dari bahsa Latin Norma, artinya aturan atau kaidah yang dipakai
sebagai tolok ukur menilai sesuatu.
Norma umum meliputi tiga hal:
a.
Norma kesopanan atau etiket
b.
Norma hukum
c.
Norma moral, adalah norma yang tertinggi dan norma moral tidak dapat dilampaui
oleh norma yang lain tetapi menilai norma-norma yang lain.
2015
8
Etika Filsafat Komunikasi
AG. Eka Wenats Wuryanta
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
Sumber dari nilai dan norma adalah agama, kebudayaan, nasionalisme, dan lainlain.
4.Hak dan kewajiban
Hak merupakanpengakuan yang dibuat oleh orang tau sekelompok orang terhadap
orang atau sekelompok orang lain.
Setiap kewajiban seseorang berkaitan dengan hak orang lain. Kewajiban sempurna
artinya kewajiban didasarkan atas keadialn, selalu terkait dengan hak orang lain.
Sedanhakan kewajiban tidak sempurna, tidak terkait dengan hak orang lain tetapi
bisa didasarkan atas kemurahan hati atau niat berbuat baik.
5.
Amoral dan immoral
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata amoral berarti tidak bermoral atau
tidak berakhlak. Sedangkan immoral berarti bertentangan dengan moralitas yang
baik,secara moral buruk, tidak etis.
6.
Moral dan agama
Agama mempumyai hubungan erat dengan moral. Dsar terpenting dari tingkah laku
moral adalah agama. Agama mengatur bagaimana cara kita hidup. Setiap agama
mengandung ajaran moral yang menjadi pegangan bagi setiap penganutnya.
2015
9
Etika Filsafat Komunikasi
AG. Eka Wenats Wuryanta
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
Daftar Pustaka
Bertens, 2011. Etika. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama
Effendy, Onong Uchjana. 2007. Ilmu Komunikasi, Teori dan Praktek . Bandung: PT. Remaja
Rosdakarya.
Jefkins, Frank. 2004. Public Relations. Edisi Kelima. Jakarta: Erlangga.
2015
10
Etika Filsafat Komunikasi
AG. Eka Wenats Wuryanta
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
Download