22 BAB 2 TINJAUAN TEORETIS DAN PERUMUSAN HIPOTESIS 2.1

advertisement
BAB 2
TINJAUAN TEORETIS DAN PERUMUSAN HIPOTESIS
2.1
2.1.1
Tinjauan Teoretis
Pengertian Pemasaran
Pemasaran merupakan salah satu kegiatan pokok dari suatu perusahaan
untuk mengubah kebutuhan-kebutuhan orang lain menjadi peluang yang
menghasilkan laba bagi perusahaan. Oleh karena itu peusahaan harus benar-benar
memahami arti pentingnya pemasaran dan melakukannya sesuai dengan kondisi
yang dihadapi untuk dapat mempertahankan hidup perusahaan, berkembang serta
mencapai hasil yang diharapkan. Disamping itu perusahaan juga dituntut untuk
dapat menafsirkan segala sesuatu yang terjadi di pasar dan selalu berusaha
mencari jalan keluar yang bertujuan untuk meningkatkan kepuasan konsumen.
Menurut Assauri (2009:5) pemasaran sebagai kegiatan manusia untuk
diarahkan untuk memenuhi kepuasan dan keinginan melalui proses pertukaran.
Menurut Kotler (2008:5) pemasaran adalah satu proses dimana individu
dan kelompok mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan inginkan dengan
menciptakan dan mempertukarkan produk-produk dan nilai dengan individu
dengan kelompok lain.
2.1.2
Proses Pemasaran
Menciptakan nilai untuk pelanggan dan membangun hubungan pelanggan
selanjutnya menangkap kembali nilai dari pelanggan.
22
23
Memahami
pasar dan
kebutuhan
serta
keinginan
pelanggan
Merancang
strategi
pemasaran
yang
digerakkan
oleh
pelanggan
Membangun
program
pemasaran
terintegrasi
yang
memberikan
nilai unggul
Membangun
hubungan
yang
menguntungka
n dan
menciptakan
kepuasan
Menangkap
nilai dari
pelanggan
untuk
menciptaka
n
keuntungan
Sumber : Kotler dan Amstrong (2008 : 6)
Gambar 1
Model sederhana proses pemasaran
1. Memahami Pasar dan Kebutuhan Pelanggan
Sebagai langkah pertama harus memahami kebutuhan dan keinginan
pelanggan dan pasar di mata mereka beroperasi.
2. Merancang Strategi Pemasaran yang digerakkan oleh pelanggan
Setelah benar-benra memahami konsumen dan pasar, maanajemen
pemasaran dapat merancang strategi pemasaran yang digerakkan oleh
pelanggan.
3. Menyiapkan rencana dan program pemasaran yang terintegrasi
Strategi pemasaran menggaris bawahi pelanggan mana yang akan dilayani
perusahaan dan bagaimana cara perusahaan menciptakan nilai bagi
pelanggan.
4. Membangun hubungan pelanggan
Tiga langkah pertama dalam proses pemasaran memahami pasar dan
kebutuhan pelanggan, merancang strategi pemasaran yang digherakkan
pelanggan.
24
2.1.3 Bauran Pemasaran
Menurut Sumarwan (2011:18) bauran pemasaran atau marketing mix
adalah sejumlah alat pemasaran yang digunakan perusahaan untuk mencapai
tujuan-tujuan pemasarannya.
Berikut ini akan dijelaskan secara singkat mengenai masing-masing unsur
dari definisi yang dikemukakan oleh Kotler (dalam Arif, 2010:14), antara lain
sebagai berikut:
1.
Product ( Produk)
Keputusan-keputusan tentang produk ini mencakup penentuan bentuk
penawaran produk secara fisik bagi produk barang, merek yang akan ditawarkan
atau ditempelkan pada produk tersebut (brand), fitur yang ditawarkan di dalam
produk tersebut, pembungkusan, garansi, dan servies sesudah penjualan (after
sales servies).
2.
Price (Harga)
Pada setiap produk atau jasa yang ditawarkan, bagian pemasaran dapat
menentukan harga pokok dan harga jual suatu produk. Faktor-faktor yang perlu
dipertimbangkan dalam suatu penetapan harga antara lain:
a.
Biaya
b.
Keuntungan
c.
Harga yang ditetapkan oleh pesaing
d.
Perubahan keinginan pasar
25
3.
Promotion (Promosi)
Promosi merupakan komponen yang dipakai untuk memberitahukan dan
mempengaruhi pasar bagi produk perusahaan, sehingga pasar dapat mengetahui
tentang produk yang diproduksi oleh perusahaan tersebut. Adapun kegiatan yang
termasuk aktivitas promosi:
a.
Periklanan
b.
Personal selling
c.
Promosi penjualan
d.
Publisitas
4.
Place (Tempat)
Yang perlu diperhatikan dari keputusan mengenai tempat yaitu:
a.
Sistem transportasi perusahaan
b.
Sistem penyimpanan
c.
Pemilihan saluran distribusi
2.1.4
Konsep Produk
Di bawah ini dijelaskan pengertian produk, kualitas, kualitas produk, dan
dimensi kualitas produk, sehingga akan diperoleh pengertian variable kualitas
produk secara mendalam.
2.1.4.1 Pengertian Produk
Produk, yaitu segala sesuatu yang ditawarkan kepada pangsa pasar agar
diperhatikan, diminta, dipakai, atau dikonsumsi sehingga memuaskan kebutuhan
atau keinginan konsumen. Istilah produk mempunyai bermacam-macam arti dan
makna. Menurut Kotler (2011:47), produk adalah segala sesuatu yang dapat
26
ditawarkan ke pasar untuk menarik perhatian, pembelian atau dikonsumsi yang
dapat memuaskan keinginan atau kebutuhan.
Sedangkan menurut Tjiptono (2010:95), produk adalah segala sesuatu
yang dapat ditawarkan produsen untuk diperhatikan, diminta, dicari, dibeli,
digunakan dan dikonsumsi.
Produk yang ditwarkan tersebut, berupa barang fisik, jasa, orang atau
pribadi, tempat organisasi dan ide. Jadi, produk dapat berupa tangible maupun
intangible yang dapat memuaskan kebutuhan konsumen atau pelanggan.
Berdasarkan definisi tersebut, dapat dipahami bahwa produk bukan hanya bersifat
fisik saja. Namun juga dapat bersifat non fisik yaitu jasa, prestise, perusahaan
maupun gagasan. Klarifikasi produk berdasarkan berwujud atau tidaknya,
menurut Tjiptono (2010:98) adalah sebagai berikut :
a. Barang, yaitu merupakan produk yang berwujud fisik sehingga bisa
dilihat, diraba atau disentuh, dirasa, dipegang, disimpan, dipindahkan dan
perlakuan fisik lainnya.
b. Jasa, yaitu merupakan aktivitas, manfaat atau kepuasan yang ditawarkan
untuk dijual. Contohnya, bengkel reparasi, salon kecantikan kursus, hotel,
dan lembaga keuangan.
Produk yang beredar dipasaran saat ini sangat beragam. Produk tersebut dapat
berupa barang fisik, jasa ataupun bauran antara keduanya.
Dari beberapa difinisi dapat disimpulkan, bahwa yang dimaksud dengan
produk adalah segala sesuatu baik berwujud barang atau jasa yang digunakan
untuk memuaskan konsumen, dimana setiap barang atau jasa tersebut memiliki
27
manfaat yang berbeda. Menurut Kotler (2011:90) dalam merencanakan suatu
tawaran pasar atau suatu produk, seorang pemasar harus berpikir melalui tiga
tingkatan produk, adalah sebagai berikut :
a.
Inti produk, pada dasarnya merupakan jawaban yang sebenarnya tentang apa
yang dibeli oleh seseorang pembeli. Pada intinya produk terlihat manfaat /
jasa inti yang merupakan tugas pemasaran perusahaan untuk menginformasi
kepada pembeli.
b.
Wujud produk, inti produk yang diubah oleh seseorang perencana produk
menjadi tingkat nyata dalam bentuk (wujud produk) memakai jawaban atau
manfaat yang dibutuhkan oleh pembeli. Wujud produk memiliki lima
karakteristik, yaitu :
1) Mutu, yaitu merupakan kemampuan yang bisa dimiliki dari suatu merek
dalam menjalankan suatu fungsinya.
2) Ciri produk, yaitu karakter dari suatu produk yang menonjol/kelebihan
dari suatu produk
3) Corak gaya / mode atau ukuran tertentu, yaitu dari bentuk suatu produk
yang menonjolkan sifat-sifat tertentu dapat membedakan suatu produk
dengan produk lain.
4) Merek atau suatu nama, istilah, lambang (desain) atau gabungan, yaitu
semua yang diharapkan dan mengidentifikasi barang atau jasa dari
seorang penjual dan diharapkan akan membedakan barang atau jasa dari
produk lain.
28
5) Kemasan, yaitu bagi suatu produk yang bila direncanakan dengan baik
dapat memberikan suatu daya tarik bagi para pembeli.
c. Produk tamabahan ( augemented product ) adalah tambahan produk formal
dengan berbagai jasa yang menyertainya, seperti pemasangan (instalasi),
pelayanan, pemeliharaan dan pengangkutan secara cuma-cuma.
Secara konseptual produk, yaitu pemahaman subyektif dari produsen atas
sesuatu yang bisa ditawarkan sebagai usaha untuk mencapai tujuan organisasi
melalui pemenuhan kebutuhan dan keinginan konsumen, sesuai dengan
kompetensi dan kapasitas organisasi serta daya beli pasar.
2.1.4.2 Pengertian Kualitas Produk
Kualitas merupakan kemampuan sebuah produk atau jasa untuk
memuaskan kebutuhan atau tuntutan dari pelanggan. Meningkatkan kualitas
produk atau jasa merupakan tantangan dari kompetitif kritis yang dihadapi oleh
perusahaan yang bergerak dipasar global. Ditinjau dari pandangan konsumen
secara subyektif kebanyakan orang mengatakan bahwa kualitas adalah sesuatu
yang cocok denghan selera. Produk atau jasa tersebut mempunyai kecocokan
penggunaan bagi dirinya, pandangan lain bahwa kualitas adalah barang atau jasa
yang dapat menaikkan status pemakainya.
Kualitas atau mutu suatu barang menjadi sangat penting artinya dalam
dunia bisnis dengan ini kualitas dari barang yang diproduksi sangat besar
pengaruhnya terhadap rencana penjualan. Oleh karena itu produsen harus hati-hati
menangani masalah ini setelah konsumen tertarik oleh suatu desain kemudian
perhatiannya dari barang tersebut.
29
Seperti telah banyak diketahui setiap produk mempunyai tingkatantingkatan kualitas atau kelas-kelas tertentu. Kualitas atau kelas mana yang akan
dipilih tergantung dari kebutuhan dan kesanggupan, hal ini sebenarnya tidak
terlalu penting, yang terpenting adalah kemampuan bersaing dengan kualitas
tertentu terhadap pesaing yang ada. Mengenai arti dari pada kualitas ini dapat
berbeda-beda tergantung pada rangkaian perkataan kalimat dimana istilah kualitas
ini dipakai serta orang yang memakainya.
Menurut Ahyari (2010:333) mendefinisikan kualitas adalah secara umum
mutu atau kualitas adalah sebagai jumlah dari atribut atau sifat-sifat sebagaimana
didiskripsikan dalam produk yang bersangkutan sehingga dengan demikian
termasuk didalam kualitas ini adalah daya tahan dari produk, kenyamanan
pemakai, daya guna dan lain sebagainya.
Berdasarkan pendapat tersebut, maka yang diartikan kualitas dalam hal ini
dibatasi pada pengertian kualitas suatu produk saja maka produk tersebut
mempunyai sifat-sifat yang paling berhubungan yang dikatakan dengan mutu,
sedang sifat-sifat tersebut meliputi: kekuatan, dimensi, tata warna, ukuran dan
bentuk.
Dalam perusahaan atau pabrik, menurut Assauri (2010:25) istilah mutu itu
diartikan sebagai faktor-faktor yang terdapat dalam suatu barang atau jasa itu
dibutuhkan. Produsen harus menyesuaikan produknya dengan kegunaannya,
artinya kita tidak dapat mengatakan bahwa suatu kualitas itu baik atau buruk,
karena hal ini tergantung pada apasar dimana produk itu berada. Suatu barang
30
dikatakan kualitasnya baik, buruk atau sedang itu mengatakan tingkat kegunaan,
tingkat kecocokan dan tujuan pemakainya.
2.1.4.3Dimensi kualitas produk
Kemampuan perusahaan dalam memenuhi kebutuhan dan keinginan
konsumen atau pelanggan agar puas merupakan satu hal yang sangat penting.
Itulah sebabnya, setiap perusahaan hendaknya memahami kualitas produk berikut
dimensi-dimensinya. Dalam riset ini telah membicarakan tentang kualitas produk
sedangkan dimensi-dimensi kualitas produk menurut Kotler (2011:329), adalah
sebagai berikut:
1) Performance (kinerja)
Performance mempunyai pengertian yaitu seberapa baik suatu produk
melakukan apa yang memang harus dilakukannya dan sejauh mana produk
atau jasa digunakan dengan benar serta kemampuan untuk menangani
masalah dengan baik yang diberikan kepada konsumen.
2) Esthetic (keindahan)
Esthetic mempunyai pengertian adalah nilai keindahan atau daya tarik suatu
produk, dan bagaimana daya tarik produk tersebut bisa menarik konsumen.
Bahwa kualitas produk tidak tergantung dari kemampuan fungsional yang
sering harus diperbaiki.
3) Suitability (kesesuaian)
Suitability mempunyai pengertian adalah kesesuaian produk dalam standar
yang baik pada kebutuhan yang ada pada masing-masing konsumen dari
selera konsumen sampai kepuasan konsumen.
31
4) Features (ciri-ciri)
Features mempunyai pengertian adalah ciri-ciri yang khas pada produk untuk
meningkatkan fungsi dasar produk yang akan memudahkan konsumen selalu
ingat produk tersebut.
Produk yang diinginkan konsumen dan dimensi kualitas yang mereka
harapkan adalah ketika semua unsur pengembangan produk diterapkan secara
maksimal.
2.1.5
Konsep Desain
Masalah desain dari suatu produk telah menjadi salah satu faktor yang
perlumendapatkan
perhatian
serius
dari
manajemen
khususnya
team
pengembangan produk baru, karena sasaran konsumen yang dituju tidak sedikit
yang mulai mempersoalkan masalah desain suatu produk yang mampu memenuhi
kebutuhan dan keinginan konsumen.
Menurut Stanton (2009:125) Desain produk merupakan salah satu
aspekpembentuk citra produk. Perusahaan juga makin menyadari pentingnya
nilaipemasaran dari desain produk, terutama desain penampilannya.Dua faktor
yangmenyangkut desain produk adalah warna dan kualitas produk.Pemilihan
warna yang tepat merupakan keuntungan tersendiri bagi pemasaransuatu produk.
Ketepatan manajemen dalam memilih warna apa yang sesuai sertakapan harus
mengganti warna produk. Hal ini dapat memberikan keuntungan yanglebih bagi
perusahaan apabila perusahaan dapat menggunakan warna secaramaksimal.Telah
lama diakui bahwa pendayagunaan warna yang tepat dapatmeningkatkan
penjualan suatu produk.Begitu pula halnya denganmemasyarakatkan secara tepat
32
citra kualitas produkyang sesuai dengan kebutuhankonsumen.Para eksekutif
pemasaran
harus
mampu
membuat
keputusan-keputusantentang
kualitas
produknya.Seperti suatu produk harus mampumencapai tingkat kualitas yang
sesuai dengan fungsi penggunaanya.
Sedangkan menurut Kotler terdapat 7 parameter desain produk yaitu,
Kotler (2010:238):
1.
Ciri-ciri
Ciri-ciri adalah karakteristik yang mendukung fungsi dasar produk. Sebagian
besar produk dapat ditawarkan dengan beberapa ciri-ciri. Ciri-ciri produk
merupakan alat kompetitif untuk produk perusahaan yang terdiferensiasi.
Beberapa perusahaan sangat inovatif dalam penambahan ciri-ciri baru ke
produknya. satu dari faktor kunci keberhasilan perusahaan jepang adalah
karena mereka secara terus menerus meningkatkan ciri-ciri tertentu pada
produk seperti arloji,mobil,kalkulator,dll. Pengenalan ciri-ciri baru dinilai
merupakan satu dari cara-cara yang sangat efektif dalam persaingan
2.
Kinerja
Kinerja mengacu kepada tingkat karakteristik utama produk pada saat
beroperasi. Pembeli produk-produk mahal biasanya membandingkan kinerja
(kenampakan/prestasi) dari merek-merek yang berbeda. Para pembeli
biasanya rela membayar lebih untuk kinerja yang lebih baik sepanjang
lebihnya harga tidak melebihi nilai yang dirasakan.
33
3.
Mutu Kesesuaian
Yang dimaksud dengan penyesuaian adalah tingkat dimana desain produk dan
karekteristik operasinya mendekati standar sasaran. Mutu kesesuaian adalah
tingkat kesesuaian dan pemenuhan semua unit yang diproduksi terhadap
spesifikasi sasaran yang dijanjikan. Hal ini disebut konformansi karena
spesifikasinya.
4.
Tahan Lama (Durability)
Daya tahan merupakan ukuran waktu operasi yang diharapkan dari suatu
produk tertentu. Sebagai contoh, Volvo mengiklankan mobilnya sebagai
mobil yang mempunyai waktu pakai tertinggi untuk menjustifikasi harganya
yang lebih tinggi. Pembeli bersedia membayar lebih untuk produk yang lebih
tahan lama.
5.
Tahan Uji (Reliabilitas)
Reliabilitas adalah ukuran kemungkinan bahwa suatu produk tidak akan
berfungsi salah atau rusak dalam suatu periode waktu tertentu. Pembeli rela
membayar lebih untuk produk-produk dengan reputasi reliabilatas yang lebih
tinggi. Mereka ingin menghindari biaya karena kerusakan dan waktu untuk
reparasi.
6.
Kemudahan Perbaikan (Repairability)
Kemudahan perbaikan adalah suatu ukuran kemudahan perbaikan suatu
produk yag mengalami kegagalan fungsi atau kerusakan–kerusakan.
Kemudahan perbaikan ideal akan ada jika pemakai dapat memperbaiki
34
produk tersebut dengan biaya murah atau tanpa biaya dan tanpa memakan
waktu terlalu lama.
7.
Model (Style)
Model menggambarkan seberapa jauh suatu produk tampak dan berkenan
bagi konsumen. Model memberi keunggulan ciri kekhususan produk yang
sulit untuk ditiru. Sebagai contoh, banyak pembeli mobil yang membayar
lebih untuk mobil jaguar karena penampilannya yang luar biasa walaupun
jaguar sendiri tidak begitu baik dari segi ketahanan uji.
Desain produk adalah totalitas keistemewaan yang mempengaruhipenampilan
dan fungsi suatu produk dari segi kebutuhan pelanggan. Dengansemakin ketatnya
persaingan, desain akan menjadi salah satu cara yang palingampuh untuk
mendiferensiasikan dan memposisikan produk dan jasa perusahaan.Semua hal-hal
yang telah disebutkan merupakan parameter-parameter desain. semuanya
menegaskan
betapa
sukarnya
tugas
mendesain
produk
dengan
segala
keterbatasannya. Seorang desainer harus memahami berapa yang harus
diinvestasikan
dalam
pengembangan
ciri,
kinerja,
konformansi,
daya
tahan,kemudahan perbaikan, model dan sebagainya. Dari sudut pandang
perusahaan, sebuah produk yang didesain dengan baik akan mudah dibuat dan
didistribusikan. Sedangkan dari sudut pandang konsumen, adalah produk yang
menyenangkan untuk dilihat dan mudah dibuka, dipasang dan dipelajari cara
penggunaanya, digunakan,diperbaiki, dan pada akhirnya dibuang. Desain harus
mempertimbangkan hal-hal tersebut dan mengikuti pepatah, bentuk mengikuti
fungsi. Desainer harus menyesuaikan diri dengan beberapa ciri yang diinginkan.
35
Kebanyakan tergantung kepada pemahaman cara pasar sasaran menerima produk
dan mempertimbangkan segi manfaat dan biaya yang berbeda Beberapa
perusahaan kini menyadari pentingnya desain produk.
Aspek Desain dalam kegiatan pemasaran merupakan salah satu pembentuk
daya tarik terhadap suatu produk. Desain dapat membentuk atau memberikan
atribut pada suatu produk, sehingga dapat menjadi ciri khas pada merek suatu
produk. Ciri khas dari suatu produk tersebut pada akhirnya akan dapat
membedakannya dengan produk-produk sejenis merek lain dari pesaing (Kotler
dan Amstrong,2008:47). Desain produk dapat berupa peningkatan maupun
penyederhanaan. Peningkatan pada desain produk berupa penambahan fungsi dan
kegunaan dari suatu produk. Sedangkan penyederhanaan desain produk bertujuan
agar pemakaian suatu produk menjadi semakin mudah.
Dalam menetapkan desain produk, perusahaan harus terlebih dahulu
menetapkan strategi desain produk. Menurut Tjiptono, (2010:122) terdapat tiga
strategi desain produk. Strategi ini berkaitan dengan tingkat standarisasi produk.
Perusahaan memiliki tiga pilihan strategi, yaitu produk standar, customized
product yaitu produk disesuaikan dengan kebutuhan dan keinginan pelanggan
tertentu, dan produk standar dengan modifikasi. Tujuan dari setiap strategi
tersebut adalah:
1.
Produk Standar
Untuk meningkatkan skala ekonomis perusahaan melalui produksi massa.
2.
Customized Product
Untuk bersaing dengan produsen produksi massa/produk standar melalui
fleksibilitas desain produk.
36
3.
Produk Standar dengan Modifikasi
Untuk mengkombinasi manfaat dari dua strategi di atas.
Hasil yang diharapkan perusahaan dari strategi-strategi ini adalahpeningkatan
dalam pertumbuhan, pangsa pasar, dan laba. Strategi produk standardengan
modifikasi juga memungkinkan perusahaan untuk melakukan hubunganyang erat
dengan pasar dan memperoleh pengalaman dalam pengembangan standar produk
yang baru.
2.1.6
Konsep Harga
Di bawah ini akan dijelaskan pengertian harga dan dimensi harga,
sehingga akan diperoleh pengertian variabel harga secara mendalam :
2.1.6.1 Definisi harga
Suatu perusahaan atau organisasi baik mengutamakan laba maupun tidak
akan selalu berhadapan dengan penetapan harga produk yang dihasilkan. Dimana
sebelumnya lebih dulu perusahaan merumuskan mengenai penetapan harga yang
ingin dicapai. Harga memiliki peranan utama dalam proses pengambilan
keputusan para pembeli (Tjiptono, 2010 : 147) yaitui:
1. Peranan alokasi harga, yaitu fungsi harga dalam membantu para pembeli
yuntuk memutuskan cara memperoleh manfaat atau utilitas tertinggi yang
diharapkan berdasarkan daya belinya.
2. Peranan informasi harga, yaitu fungsi harga dalam membidik konsumen
mengenai faktor-faktor produk, seperti kualitas,. Hal ini terutama
bermanfaat dalam situasi dimana pembeli mengalami kesulitan untuk
menilai faktor produk atau manfaatnya secara obyektif. Persepsi yang
sering muncul adalah bahwa harga yang mahal mencerminkan kualitas
37
yang tinggi sehingga konsumen menilai harga yang ditetapkan sesuai
dengan kualitas produk maupun jasa yang ditetapkan.
Selain desain produk, harga merupakan variabel yang dapat dikendalikan
dan menentukan diterima atau tidaknya suatu produk oleh konsumen. Harga
semata-mata tergantung pada kebijakan perusahaan, tetapi tentu saja dengan
mempertimbangkan berbagai hal. Murah atau mahalnya suatu produk sangat
relatif sifatnya.
Harga menurut Kotler dan Amstrong (2008:121) adalah sejumlah uang
yang ditukarkan untuk sebuah produk atau jasa. Lebih jauh lagi, harga adalah
sejumlah nilai yang konsumen tukarkan untuk sejumlah manfaat dengan memiliki
atau menggunakan suatu barang atau jasa. Harga merupakan hal yang
diperhatikan konsumen saat melakukan pembelian. Sebagaian konsumen bahkan
mengidentifikasi harga dengan nilai.
Bila suatu produk mengharuskan konsumen mengeluarkan biaya yang
lebih besar dibanding manfaat yang diterima, maka yang terjadi adalah bahwa
produk tersebut memiliki nilai negatif. Konsumen mungkin akan menganggap
sebagai nilai yang buruk dan kemudian akan mengurangi konsumsi terhadap
produk tyrsebut.
2.1.6.2 Dimensi Harga
Pelanggan memliki persepsi atas seluruh variabel pemasaran perusahaan,
seperti yang dijelaskan oleh Dharmmesta dan Handoko (2008:83) berikut ini :
“Pelanggan akan mempunyai persepsi produk, persepsi harga, persepsi periklanan,
dan persepsi penjual dari kegiatan pemasaran perusahaan.” Jadi, setiap variabel
38
bauran pemasaran mampu melahirkan persepsi tersendiri di dalam diri pelanggan,
demikian juga dengan harga.
Menurut Peter dan Olson (2009:554), persepsi harga adalah berkenaan
dengan bagaimana informasi harga dipahami oleh konsumen atau pelanggan dan
menjadi sesuatu yang berarti bagi pelanggan. Price isa give component of the
model, rather than a get component. Harga yaitu sesuatu komponen yang
diberikan sebagai ganti sesuatu komponen yang didapatkan. Adapun komponenkomponen atau dimensi harga meliputi objetive monetery price, perceived price
dsacrifice price, dan price discount (Kotler, 2010:87). Ke-empat komponen harga
tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut :
a.
Objective monetary price
Yaiu harga sesungguhnya (actual price) dari suatu produk yang tertulis di
suatu produk, yang harus dibayar oleh pelanggan. Actual priceinilah yang
dilihat oleh pelanggan dan dianalisis di dalam pikirannya, guna untuk
menentukan sikap pembeliannya.
b.
Perceived price
Yaitu harga yang dipersepsikan oleh pelanggan. Harga suatu produk dapat
dipersepsikan murah atau mahal, sesuai dengan kualitas atau tidak sesuai
dengan kualitas. Perceived priceinilah yang biasanya dikomunikasikan
pelanggan kepada teman-teman atau keluarganya, untuk memberi kesan yang
berarti atas sebuah produk yang pernah dikonsumsi.
39
c.
Sacrifice price
Yaitu harga yang harus dibayar oleh pelanggan berikut pengorbanan, baik
berupa transportasi, telepon, mungkin juga komisi yang harus dibayar oleh
pelanggan untuk mendapatkan suatu produk yang hendak dibeli.
d.
Price discount
Yaitu pengurangan sejumlah harga atas harga yang ditawarkan (price list),
karena
pelanggan
memenuhi
persyaratan-persyaratan
tertentu
guna
memotivasi pembelian pelanggan.
Setiap harga yang ditawarkan peruhaan senantiasa mengandung empat
dimensi tersebut. Itulah sebabnya, pengukuran harga penelitian ini didasarkan
empat dimensi tersebut karena dinilai relavan untuk mengukur variable harga
pada obyek penelitian, yang tidak lepas dari harga sesungguhnya, persepsi harga,
harga pengorbanan, dan potongan harga.
2.1.6.3 Tujuan Penetapan Harga
Pada umumnya para produsen di dalam menetapkan tingkat harga dari
setiap barang dan jasa yang dihasilkan memiliki sejumlah tujuan dan sasaran.
Menurut Angipora (2007:271) menyatakan bahwa tujuan penetapan harga
adalah sebagai berikut :
a. Mendapatkan Laba Maksimum
Sesuai dengan yang ingin dicapai, maka melalui penetapan harga atas setiap
barang yang dihasilkan, perusahaan mengharapkan akan mendapatkan laba
maksimal. Melalui pendapatan laba maksimal, maka harapan-harapan lain
yang ingin dicapai dalam jangka pendek ataupun jangka panjang akan
terpenuhi.
40
b. Mendapatkan Pengembalian Investasi
Berdasarkan pada tujuan yang ingin dicapai, maka perusahaan mengharapkan
sedapat mungkin melalui penetapan harga dari setiap barang dan jasa yang
dihasilkan mampu mendapatkan pengembalian atas seluruh nilai investasi
yang dilakukan terhadap kegiatan yang dilakukan.
c. Mencegah atau Mengurangi Persaingan
Melalui tujuan ini perusahaan akan mengharapkan bahwa dengan tingkat
harga yang ditetapkan pada setiap produk yang dihasilkan akan mencegah atau
mengurangi tingkat persaingan dari industri yang masuk.
d. Mempertahankan atau Memperbaiki Market Share
Tujuan
penetapan
harga
ini
diharapkan
setidak-tidaknya
mampu
mempertahankan atau memperbaiki market share yang dimiliki perusahaan
dalam jajaran persaingan industri saat ini. Pemilihan dan penetapan tujuan
harga ini dengan harapan bahwa tingkat penjualan atas produk-produk yang
dihasilkan akan meningkat bila dibandingkan dengan perusahaan lain secara
tidak langsung akan memperbaiki markey share yang dimiliki perusahaan
dalam jajaran industri yang sama.
2.1.7
Promosi
2.1.7.1 Definisi Promosi
Faktor yang berperan penting dalam memasarkan produk perusahaan dan
sekaligus menjalani komunikasi yang cukup erat dengan masyarakat sehubungan
dengan produk tersebut adalah promosi.
Definisi menurut para ahli :
41
Menurut
Cipta
Halim
(2010:45),
promosi
adalah
media
untuk
mengenalkan suatu produk barang dan jasa yang baru atau memperkuat brand
image suatu produk yang telah ada sebelumnya.
Menurut Freddi Rangkuti (2009:49) promosi merupakan salah satu
variabel IMC yang digunakan perusahaan untuk mengadakan komunikasi dengan
pasarnya, dengan tujuan untuk memberitahukan bahwa suatu produk itu ada dan
memperkenalkan produk serta memberikan keyakinan akan produk tersebut
kepada pembeli atau calon pembeli.
Dari definisi diatas dapat disimpulkan bahwa promosi adalah bagian dari
bauran pemasaran dan merupakan alat komunikasi pemasaran yang didalamnya
terdapat pesan – pesan pemberitahuan suatu produk, dan memberi keyakinan
kepada pembeli atau calon pembeli, sehingga calon pembeli dapat menstimulasi
terjadinya kesadaran (awareness), ketertarikan (interest), dan berakhir dengan
tindakan pembelian (purchase).
Karena itu promosi dipandang sebagai arus informasi atau persuasi satu
arah yang dibuat untuk mengarahkan seseorang atau organisasi agar melakukan
pertukaran dalam pemasaran. Kegiatan promosi ini pada umumnya adalah
periklanan, penjualan personal, promosi penjualan, promosi langsung,serta
hubungan dengan masyarakat dan publisitas.
2.1.7.2 Definisi Bauran promosi
Adapun bauran promosi menurut Plilip Kotler yang tercantum dalam
bukukarangan Drs. Djaslim Saladin (2009:172) adalah sebagai berikut :
42
1. Periklanan (Advertising)
Periklanan adalah semua bentuk penyajian nonpersonal, promosi ide-ide,
promosibarang atau jasa yang dilakukan oleh sponsor yang dibayar.
2. Promosi Penjualan (Sales Promotion)
Promosi
penjualan
adalah
variasi
insentif
jangka
pendek
untuk
merangsangpembelian atau penjualan suatu produk atau jasa.
3. Hubungan masyarakat dan Publisitas (Public Relation and Publicity)
Hubungan masyarakat adalah suatu usaha (variasi) dari rancangan program
gunamemperbaiki, mempertahankan, atau melindungi perusahaan atau citra
produk.
4. Penjualan Persoanal (Personal Selling)
Penjualan pribadi atau tatap muka adalah penyajian lisan dalam suatupembicaraan
dengan satu atau beberapa pembeli potensial dengan tujuan untukmelakukan
penjualan.
5. Pemasaran Langsung (Direct Marketing)
Komnikasi secara langsung yang digunakan dari mail, telepon, fax, e-mail,
atauinternet untuk mendapatkan tanggapan langsung dari konsumen secara jelas.
2.1.8 Perilaku Konsumen
2.1.8.1 Definisi Perilaku Konsumen
Perilaku konsumen sangat mempengaruhi kelangsungan hidup perusahaan
sebagai lembaga yang berusaha memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen.
Tujuan dari bisnis adalah untuk menciptakan dan mempertahankan konsumen
dapat dikembangkan dan diperhatikan melalui strategi pemasaran. Dengan kata
43
lain keberhasilan suatu bisnis tergantung pada pemahaman, pelayanan dan cara
mempengaruhi konsumen untuk mencapai tujuan organisasi, sehingga perusahan
dapat mengembangkan, menentukan harga, melakukan promosi dan mendistribusi
produknya.
Menurut Mangkunegara (2010:3) perilaku konsumen adalah tindakantindakan yang dilakukan oleh individu, kelompok atau organisasi yang
berhubungan dengan proses pengambilan keputusan dalam mendapatkan,
menggunakan barang-barang atau jasa secara ekonomis yang dapat dipengaruhi
oleh lingkungan.
Perilaku konsumen adalah tindakan-tindakan yang dilakukan oleh individu
yang secara langsung terlibat didalamnya proses pengambilan keputusan pada
persiapan dan penentuan kegiatan tersebut (Swasta. B, 2010:9)
Sedangkan menurut Sinamora (2010:6) perilaku konsumen adalah proses
sikap atau tingkah laku yang dilaksanakan seseorang atau konsumen di dalam
merencanakan dan mengambil keputusan terhadap penggunaan suatu produk baik
barang atau jasa.
Dari beberapa definisi diatas dapat disimpulkan bahwa pengertian perilaku
konsumen sebagai perilaku yang diperlihatkan konsumen dalam mencari,
membeli, menggunakan, mengevaluasi dan menghabiskan produk dan jasa yang
mereka harapkan akan memuaskan kebutuhan mereka.
44
2.1.8.2 Manfaat Perilaku Konsumen
Perilaku konsumen dan proses konsumsi yang dilakukan oleh konsumen
memberikan beberapa manfaat. Menurut Sutisna (2008:5), mengemukakan
manfaat yang dapat diperoleh sebagai berikut:
1.
Membantu para manajer dalam pengambilan kepuusan
2.
Memberikan pengeahuan kepada para peneliti pemasaran dengan dasar
pengetahuan analisis konsumen
3.
Membantu legislator dan regulator dalam menciptakan hukum dan peraturan
yang berkaitan dengan pembelian dan penjualan barang dan jasa
4.
Membantu konsumen dalam pembuatan keputusan pembelian yang lebih baik
Tujuan kegiatan peasaran adalah mempengaruhi pembeli untuk membeli
barang atau jasa perusahaan pada saat mereka membutuhkan. Hal tersebut sangat
penting bagi eksekutif pemasaran unuk memenuhi harapan dan ingkah laku
konsumen, sehingga perusahaan dapat mengembangkan produknya, menentukan
harga promosi dan mendistribusikan secara lebih baik.
2.1.8.3 Jenis-jenis Perilaku Pembelian
Pengambilan keputusan konsumen berbeda-beda, tergantung pada
keputusan pembelian. Pembelian yang rumit dan mahal mungkin melibatkan lebih
banyak pertimbangan pembeli dan lebih banyak peserta.
Menurut Kotler (2011:221), terdapat empat jenis perilaku pembelian
konsumen berdasarkan tingkat keterlibatan pembeli dan tingkat perbedaan antara
merek, diuraikan sebagai berikut:
1.
Perilaku pembelian yang rumit (Complex Buying Behaviour)
45
Perilaku membeli yang rumit membutuhkan keterlibatan yang tinggi dalam
pembelian dengan berusaha menyadari perbedaan-perbedaan jelas diantara
merek-merek yang ada. Perilaku membeli ini terjadi pada waktu membeli
produk-produk yang mahal, tidak sering dibeli, beresiko, dan dapat
mencerminkan diri pembelinya, seperti mobil, jam tangan, pakaian, dan lainlain.
Biasanya konsumen tidak tahu terlalu banyak tentang kategori produk dan
harus berusaha untuk mengetahuinya. Sehingga pemasar harus menyusun
strategi untuk memberikan informasi kepada konsumen, tentang atribut
produk, kepentingannya, tentang merek perusahaan, dan atribut penting
lainnya.
2.
Perilaku pembelian pengurang ketidaknyamanan (Dissonance Reducing
Buying Behaviour)
Perilaku membeli semacam ini mempunyai keterlibatan yang tinggi dan
konsumen menyadari hanya terdapat sedikit perbedaan diantara berbagai
merek. Perilaku membeli ini terjadi untuk pembelian produk yang harganya
mahal, tidak sering dibeli, berisiko, dan membeli secara relatif cepat karena
perbedaan merek tidak terlihat, seperti karpet, keramik, dan lain-lain.
3.
Perilaku pembelian karena kebiasaan (Habitual Buying Behaviour)
Konsumen membeli suatu produk berdasarkan kebiasaan, bukan berdasarkan
kesetiaan terhadap suatu merek. Konsumen memilih produk secara berulang
bukan karena merek produk, tetapi karena mereka sudah mengenal produk
46
tersebut. Setelah membeli, mereka tidak mengevaluasi kembali mengapa
mereka membeli produk tersebut karena mereka tidak terlibat dengan produk.
4.
Perilaku pembelian yang mencari variasi (Variety Seeking Buying Behaviour)
Perilaku ini mempunyai keterlibatan ynag rendah, namun masih terdapat
perbedaan merek yang jelas. Konsumen berperilaku dengan tujuan mencari
keragaman dan bukan kepuasan. Jadi merek dalam perilaku ini bukan
merupakn suatu yang mutlak. Perilaku seperti ini biasanya terjadi pada
produk-produk yang sering dibeli, harga dan konsumen sering mencoba
merek-merek baru.
2.1.9 Proses Pengambilan Keputusan Pembelian
Dalam melakukan proses keputusan pembelian, konsumen harus melewati
tahap-tahap tertentu menurut Kotler dan Amstrong (2011:179) menggambarkan
bagaimana proses pengambilan keputusan untuk melakukan pembelian terhadap
suatu merek (brand) sperti ditunjukkan pada gambar 1
Pengenala
n
Kebutuhan
Pencarian
Informasi
Evaluasi
Alternatif
Sumber : Kotler dan Amstrong (2011:179)
Gambar 2
Model Keputusan Pembelian
Keputusan
Pembelian
Peilaku
Pasca
Pembelian
47
1) Pengenalan Masalah
Proses pengambilan dimulai dari ketika pembeli mengenal suatu masalah
atau kebutuhan. Kebutuhan ini dapat dipicu oleh rangsangan dari intern
atau ekstern.
2) Pencarian Informasi
Seseorang konsumen mulai tergugah minatnya berusaha untuk mencari
lebih banyak informasi tentang produk tersebut. Jika dorongan konsumen
kuat dan obyek dapat memuaskan kebutuhan yang tersedia maka
konsumen akan membeli produknya.
3) Penilaian atau Evaluasi Alternatif
Tahap
penilaian
alternatif
dalam
proses
pengambilan
keputusan
pembelian, dimulai sewaktu pencarian informasi. Dengan adanya berbagai
alternatif, maka calon pembeli akan menetapkan kriteria pilihannya dalam
hal menganalisis aneka macam kemungkinan pembelian.
4) Keputusan Pembelian
Ada dua faktor yang dapat mempengaruhi maksud keputusan pembelian.
Faktor yang pertama adalah sikap atau pendirian orang lain, faktor yang ke
dua adalah situasi yang tidak diantisipasi.
5) Perilaku Pasca pembelian
Setelah pembelian produk, konsumen akan mengalami suatu tingkat
kepuasan atau ketidakpuasan tertentu. Konsumen juga akan melakukan
tindakan setelah pembelian dan menggunakan produk tersebut yang
mendapatkan perhatian dari pemasar.
48
Keputusan untuk membeli yang diambil oleh pembeli itu sebenarnya
merupakan kumpulan dari sejumlah keputusan. Setiap keputusan membeli
mempunyai suatu struktur sebanyak tujuh komponen.Tujuh struktur keputusan
membeli tersebut adalah sebagai berikut, (Swastha. B, 2010:118):
1.
Keputusan tentang jenis produk
Konsumen dapat mengambil keputusan untuk membeli sebuah produkatau
menggunakan uangnya untuk tujuan lain. Dalam hal ini perusahaan harus
memusatkan perhatiannya kepada orang-orang yang berminat membeli
produkserta alternatif lain yang mereka pertimbangkan.
2.
Keputusan tentang bentuk produk
Konsumen dapat mengambil keputusan untuk membeli produk tertentu.
Keputusan tersebut menyangkut pula ukuran, mutu, desain, dan sebagainya.
Dalam hal ini perusahaan harus melakukan suatu riset pemasaran untuk
mengetahui kesukaan
konsumen tentang produk bersangkutan
agar
memaksimumkan daya tarik produknya.
3.
Keputusan tentang merek
Konsumen harus mengambil keputusan tentang merek mana yang akan dibeli.
Setiap merek memiliki perbedaan-perbedaan tersendiri. Dalam hal ini
perusahaan harus mengetahui bagaimana konsumen memilih sebuah merek.
4.
Keputusan tentang penjual
konsumen harus mengambil keputusan dimana hal ini akan dibeli, apakah
pada toko serba ada, toko alat listrik, toko khusus batik, toko pakaian atau
49
toko lain. Dalam hal ini produsen, pedagang besar, dan pengecer harus
mengetahui bagaimana konsumen memilih penjual tertentu.
5.
Keputusan tentang jumlah produk
Konsumen dapat mengambil keputusan tentang berapa banyak produk yang
akan dibelinya pada suatu saat. Pembelian yang dilakukan mungkin lebih dari
satu unit. Dalam hal ini perusahaan harus mempersiapkan banyaknya produk
sesuai dengan kenginan yang berbeda-beda dari para pembeli.
6.
Keputusan tentang waktu pembelian
konsumen dapat mengambil keputusan tentang kapan ia harus melakukan
pembelian. Oleh karena itu perusahaan harus mengetahui faktor-faktor yang
mempengaruhi keputusan konsumen dalam penentuan waktu pembelian.
Dengan demikian perusahaan dapat mengatur waktu produksi dan kegiatan
pemasarannya.
7.
Keputusan tentang cara pembayaran
Konsumen harus mengambil keputusan tentang metode atau cara pembayaran
produk yang dibeli, apakah secara tunai atau dengan cicilan. Keputusan
tersebut akan mempengaruhi keputusan tentang penjual dan jumlah
pembeliaanya. Dalam hal ini perusahaan harus mengetahui keinginan pembeli
terhadap cara pembayarannya.
50
2.1.10 Hubungan Produk, promosi, dan Harga Terhadap Keputusan
Pembelian
Kualitas produk merupakan hal yang sangat perlu diperhatikan oleh
perusahaan, karena kualitas produk yang baik akan memberikan kepuasan
konsumen. Hal ini juga disebabkan oleh perilaku konsumen yang selalu
menginginkan produk yang terbaik dalam memenuhi kebutuhannya. Kualitas
produk yang baik ini akan memberikan kepercayaan kepada konsumen dalam
penggunaannya yang kemudian menjadi kemudian motivasi konsumen untuk
membeli / menikmati produk tersebut. Dapat dikatakan jika kualitas produk yang
dihasilkan bagus dan terjamin maka penjualan akan meningkat, sehingga laba
perusahaan juga ikut meningkat sedangkan jika kualitas produk yang dihasilkan
kurang bagus maka penjualan akan menurun sehingga laba perusahaan akan ikut
menurun pula.
Selain kualitas produk, faktor lain yang berpengaruh dalam keputusan
pembelian adalah desain produk. Masalah desain dari suatu produk telah menjadi
salah satu faktor yang perlu mendapatkan perhatian serius dari manajemen
khususnya team pengembangan produk baru, karena sasaran konsumen yang
dituju tidak sedikit yang mulai mempersoalkan masalah desain suatu produk yang
mampu memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen.
Hubungan antara harga dengan keputusan pembelian yaitu harga
mempengaruhi keputusan konsumen dalam melakukan pembelian, semakin tinggi
strategi harga yang diterapkan oleh perusahaan maka pembelian semakin tinggi,
51
sebaliknya jika harga rendah keputusan pembelian berubah semakin tinggi. Maka
para pengusaha harus jeli dalam menetapkan harga produknya ke pasar agar
produk tersebut sukses di pasar.
Untuk itu dalam hal ini perusahaan selaku produsen akan mengkondisikan
bauran pemasaran agar dapat memenuhi kebutuhan dan keinginan dari pasar
sasaran sehingga dapat menimbulkan suatu keinginan dari dalam diri konsumen
untuk membeli dan menggunakan produk atau jasa yang ditawarkan oleh
perusahaan.
2.1.11 Penelitian Terdahulu
1.
Faber Tri Perwira, 2013 meneliti tenteng Pengaruh Produk, Harga dan
Promosi terhadap keputusan pembelian mobil Toyota yaris di PT. Nasmoco
Gombel Semarang. Dengan jumlah respoden 100 responden dengan
menggunakan SPSS. Tujuan dari penelitian ini adalah menguji secara
simultan (uji F) harga, produk, dan promosi berpengaruh signifikan terhadap
keputusan pembelian mobil di PT. Nasmoco Gombel Semarang, dan hasil
pengujian secara parsial (uji t) harga, produk, promosi dan distribusi
berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian mobil di PT. Nasmoco
Gombel Semarang, sedangkan hasil pengujian yang berpengaruh dominan
terhadap keputusan konsumen dalam membeli mobil yaitu Harga.
Adapun persamaan dan perbedaan penelitian terdahulu dan penelitian
sekarang yaitu untuk pengambilan sampel sama-sama menggunakan teknik
nonprobability sampling, sedangkan untuk perbedaannya terdapat pada obyek
penelitian dan jumlah sampel yang diteliti.
52
2.
Putu Ayu Okky Arya Pratiwi, 2010 meneliti tentang Pengaruh marketing mix
terhadap keputusan konsumen dalam pembelian mobil avanza pada PT.
Agung Automall Denpasar.
Dengan jumlah responden sebanyak 93 responden menggunakan SPSS. Hasil
pengujian secara simultan ( Uji F ) Produk, Harga, Tempat dan Promosi
berpengaruh signifikan terhadap keputusan konsumen dalam membeli mobil
toyota avanza pada PT. Agung Automall Denpasar.Sedangkan hasil
pengujian secara parsial ( Uji t ) Produk, Harga, Tempat dan Promosi
berpengaruh signifikan terhadap keputusan konsumen dalam membeli mobil
toyota avanza pada PT. Agung Automall Denpasar. Sedangkan hasil
pengujian yang berpengaruh dominan terhadap keputusan konsumen dalam
membeli mobil toyota avanza yaitu Harga.
Adapun persamaan dan perbedaan penelitian terdahulu dengan penelitian
sekarang terdapat pada jenis penelitian,teknik pengambilan sampel
dan
obyek penelitian.
3. Intan Suti, 2010 meneliti tentang Pengaruh Kualitas Produk, Harga dan
Promosi terhadap Keputusan Pembelian Handphone Esia ( Studi Kasus pada
Mahasiswa UIN Syarif Hidayatulloh Jakarta ) dengan jumlah responden
sebanyak 70 responden dengan menggunakan SPSS. Menyatakan, Hasil
pengujian secara simultan ( Uji F ) Kualitas Produk, Harga dan Promosi
berpengaruh signifikan terhadap keputusan konsumen dalam membeli
Handphone Esia pada Mahasiswa UIN Syarif Hidayatulloh Jakarta. Dan hasil
53
pengujian secara parsial ( Uji t )
Kualitas Produk, Harga dan Promosi
berpengaruh signifikan terhadap keputusan konsumen dalam membeli
Handphone Esia pada Mahasiswa UIN Syarif Hidayatulloh Jakarta.
Sedangkan hasil pengujian yang berpengaruh dominan terhadap keputusan
konsumen dalam membeli Handphone Esia pada Mahasiswa UIN Syarif
Hidayatulloh Jakarta yaitu Produk.
Adapun persamaan dan perbedaan dari penelitian terdahulu dengan sekarang
terdapat pada jumlah variabel, jumlah sampel yang diteliti, teknik
pengambilan sampel dan obyek penelitian.
2.2
Rerangka Pemikiran
Produk merupakan segala sesuatu yang ditawarkan kepada pangsa pasar agar
diperhatikan, diminta, dipakai, atau dikonsumsi sehingga memuaskan kebutuhan
atau keinginan konsumen. Istilah produk mempunyai bermacam-macam arti dan
makna. Menurut Kotler (2011:47), produk adalah segala sesuatu yang dapat
ditawarkan ke pasar untuk menarik perhatian, pembelian atau dikonsumsi yang
dapat memuaskan keinginan atau kebutuhan.
Sedangkan menurut Tjiptono (2010:95), produk adalah segala sesuatu yang
dapat ditawarkan produsen untuk diperhatikan, diminta, dicari, dibeli, digunakan
dan dikonsumsi.
Harga menurut Kotler dan Amstrong (2008:121) adalah sejumlah uang yang
ditukarkan untuk sebuah produk atau jasa. Lebih jauh lagi, harga adalah sejumlah
nilai yang konsumen tukarkan untuk sejumlah manfaat dengan memiliki atau
menggunakan suatu barang atau jasa. Harga merupakan hal yang diperhatikan
54
konsumen
saat
melakukan
pembelian.
Sebagaian
konsumen
bahkan
mengidentifikasi harga dengan nilai.
Bila suatu produk mengharuskan konsumen mengeluarkan biaya yang lebih
besar dibanding manfaat yang diterima, maka yang terjadi adalah bahwa produk
tersebut memiliki nilai negatif. Konsumen mungkin akan menganggap sebagai
nilai yang buruk dan kemudian akan mengurangi konsumsi terhadap produk
tyrsebut.
Suatu perusahaan atau organisasi baik mengutamakan laba maupun tidak
akan selalu berhadapan dengan penetapan harga produk yang dihasilkan. Dimana
sebelumnya lebih dulu perusahaan merumuskan mengenai penetapan harga yang
ingin dicapai. Harga memiliki peranan utama dalam proses pengambilan
keputusan para pembeli (Tjiptono, 2010 : 147)
Promosi merupakan komponen yang dipakai untuk memberitahukan dan
mempengaruhi pasar bagi produk perusahaan, sehingga pasar dapat mengetahui
tentang produk yang diproduksi oleh perusahaan tersebut. Adapun kegiatan yang
termasuk aktivitas promosi:Periklanan, Personal selling, Promosi penjualan dan
Publisitas. Kotler (dalam Arif, 2010:14).
55
Berdasarkan uraian tersebut, maka Rerangka pikir teoritis dalam penelitian
ini dapat dirumuskan pada bagan berikut ini:
Produk
(Prd)
Keputusan
Harga
Pembelian
(Hrg)
(KP)
Promosi
(Prm)
GAMBAR 3
Rerangka Pemikiran
2.3
Perumusan Hipotesis
Hipotesis ini merupakan dugaan sementara terhadap masalah penelitian yang
kebenarannya masih harus diuji secara empiris. Dari permasalahan masalah,
tujuan penelitian, landasan teori yang telah dituangkan dalam kerangka pemikiran,
maka dapat ditarik hipotesis sebagai berikut :
1.
Variabel produk berpengaruh signifikan terhadap keputusan konsumen dalam
membeli mobil di PT. Buana Indomobil Trada Surabaya.
2.
Variabel harga berpengaruh signifikan terhadap keputusan konsumen dalam
membeli mobil di PT. Buana Indomobil Trada Surabaya.
56
3.
Variabel promosi berpengaruh signifikan terhadap keputusan konsumen
dalam membeli mobil di PT. Buana Indomobil Trada Surabaya.
4.
Salah satu dari variabel produk, harga dan promosi mempunyai pengaruh
dominan terhadap keputusan konsumen dalam membeli mobil di PT. Buana
Indomobil Trada Surabaya.
Download