Modul_11KonsepTPM2_new

advertisement
http://www.mercubuana.ac.id
Modul
Konsep Total Productive Maintenance (TPM) Lanjutan
6. Keuntungan – keuntugan dengan melaksanakan TPM:
Meliputi :
a. Productivity ( Produktivitas),
b. Quality (Kwalitas),
c. Cost ( Biaya),
d. Delivery ( Penyerahan ),
e. Safety ( Keselamatan) ,
f. Motivasi.
Peningkatan Produktivitas dengan TPM meliputi:
 Produktivitas Pekerja
 Nilai Tambah Personil
 Tingkat Pengoperasian
Peningkatan Kwalitas dengan TPM meliputi “ Pengurangan “:
Cacat dalam Proses
Cacat Produk
Kelluhlan Pemakai Produk
Pengurangan Pembiayaan dalam TPM meliputi:
Biaya Tenaga Kerja
Biaya Pemeliharaan
Konservasi energi
Untuk Delivery ( Penyerahan ), TPM memberikan :
Pengurangan Stok
Peningkatan Perputaran Inventory
Untuk masalah Safety, TPM memberikan :
Kecelakaan Nihil
Polusi Nihil
Untuk Motivasi, TPM memberikan andil dengan :
Bertambahnya idea-idea perbaikan
Waktu untuk pertemuan kelompok kecil meningkat
Apresiasi atau peghargaan
7. Lima Penyebab Utama Kerusakan Mesin (5 Major Causes)
Tabel 4. Faktor-faktor Penyebab Kerusakan Mesin
Mesin
- Tangki minyak
pelumas kotor
- Penampung Minyak
meluap
- Kebocoran minyak
pelumas
- Mesin panas
- Mesin berisik
- Getaran mesin
Operator
- Tidak memperdulikan
mesin kotor
- Salah dalam
pengoperasian
- Tidak mengerti
mengenai inspeksi
- Tidak mampu melakukan
pemeliharaan sederhana
- Tidak mengerti mesin ;
Petugas Maintenance
-Mengganti atau memperbaiki
komponen, tetapi tidak
menanyakan
mengapa masalah timbul
- Tidak menginstruksikan
atau bekerjasama
dengan operator menangani
maintenance
yang mendasar atau mudah
http://www.mercubuana.ac.id
8. Kaizen Sebagai Induk TPM
Kencenderungan sistem yang digunakan untuk kegiatan perusahaan pada masa
mendatang adalah apa yang dikenal sebagai manajemen total ( Total management)
Sebagaimana pada sekpakbola total sistem ini mengikut sertakan seluruh personil
dalam kegiatan untuk mencapai sasaran perusahaan.
Kita
bisa
melihat
pada
sepakbola
tradisionil,
bertanggungjawab terhadap serangan lawan
gawang kita. Apabila datang serangan
seorang
yang datang
back-kiri
hanya
melalui sektor kiri
melalui sektor kanan maka itu menjadi
tanggung jawab penuh dari back-kanan dan back kiri samasekali tidak punya urusan
pada kondisi ini. Jadi seorang pemain hanya menjalankan fungsinya masing-masing
saja.
Pada sepakbola total, apabila terjadi kondisi seperti tersebut diatas, back kiri akan
bahu membahu dengan back kanan untuk menghalau serangan karena mereka
sadar bahwa serangan lewat manapun akan berpotensi untuk menembus gawang
yang berarti kekalahan untuk seluruh tim sepakbola.
Manajeman total menuntut seseorang untuk melihat perusahaan secara total
sebagai markas yang harus dipertahankan bersama. Kerugian yang dialami oleh
salah seorang personil perusahaan berarti kerugian bagi keluarga besar perusahaan
tersebut.
Kaizen merupakan budaya kerja yang melandasi pelaksanaan manajemen total
secara utuh. Tanpa menjalankan Kaizen pelaksanaan makmanajemen total tidak
http://www.mercubuana.ac.id
9.4 Apa sebenarnya inti Kaizen ?
Inti sistem manajemen
ini bisa berupa peningkatan produktivitas, kegiatan TQC
(Total Ouality Control), QCC ( Quality Control Circle), dan sebagainya.
9.5 APA HUBUNGAN ANTARA KAIZEN DENGAN MANAJEMEN ?
Jepang memiliki persepsi bahwa manajemen terdiri dari pemeliharaan dan
penyempurnaan. Pemeliharaan meliputi standar teknologi, standar manajerial dan
standar operasional yang b erlaku pada saat ini. Sedangkan penyempurnaan
maksudnya cara meningkatkan standar yang berlaku saat ini kearah yang lebih baik.
9.6 Bagaimana keterlibatan top management dalam Kaizen ?
Top management mutlak harus terlibat dalam kegiatan Kaizen sebab ditangan
merekalah terletak sukses tidaknya penerapan Kaizen. Keterlibatannya meliputi:
1. Memiliki
tekad
yang
kuat
untuk menjadikanKaizen
sebagai strategi
perusahaan.
2. Memberi arahan dan dukungan dalam alokasi sumber daya untuk Kaizen.
3. Menetapkan kebijaksanaan dan sasaran fungsionil Kaizen.
4. Merealisasikan sasaran Kaizen melalui penyebar luasan kebijaksanaan dan
melakukan audit.
5. Memberi bantuan untuk Kaizen dengan cara membuat sistem, prosedur, dan
struktur.
9.7 Bagaimana keterlibatan middle-management dan staf dalam Kaizen ?
Middle managemant dan staf memiliki keterllibatan yang bersifat penjabaran dan
dukungan bagi keterlibatan top-management, yaitu :
1. Menerapkan dan menyebarluaskan sasaran Kaizen.
2. Menggunakan Kaizen dalam kesesuaian fungsionil.
3. Menetapkan, memelihara, dan meningkatkan standar.
4. Menyadarkan pekerja akan Kaizen melalui program latihan intensif.
5. Membantu pekerja untuk meningkatkan ketrampilan dan kemampuandalam
menanggulangi masalah.
9.8 APAKAH PROGRAM KAIZEN ITU?
Program Kaizen dirancang dalam tiga bagian
Download