perubahan anatomik fisiologik pada wanita hamil

advertisement
PERUBAHAN ANATOMIS
FISIOLOGIS PADA
WANITA HAMIL
Kehamilan, terjadi perubahan pada :

Genitalia externa

Genitalia interna

Payudara
Uterus
Membesar pd bulan I  estrogen dan progesteron 
Hipertrofi otot polos uterus
Serabut kolagen  higroskopik oleh karena estrogen
meningkat
Uterus Normal
Uterus hamil

Berat : 30 gr

Berat : pd 40 minggu
menjadi 1000gr
Ukuran : 20 cm x 5,2
cm x 2,5 cm

Ukuran : 7-7,5 cm x
5,2 cmx 2,5 cm


Bentuk: advokat


Besar : telur ayam
Bentuk : 4 bln =>
bulat akhir hamil =>
lonjong telur

Besar : 8 minggu
=>telur bebek.
12 minggu : telur angsa (FUT teraba diatas simfisiss)
tanda hegar : ismus panjang dan lebih lunak.
16 minggu : sebesar kepala bayi atau tinju orang dewasa
Tinggi (cm)
16
20
24
28
32
36
40
Fundus uteri (TFU)
½ pusat – SOP
dibawah pinggir pust
pinggir pusat atas
3 jari atas pusat
½ pusat – proc. xiphoideus
1 jari dibawah proc. xiphoideus
3 jari dibawah proc. xiphoideus
Lingkaran retraksi fisiologis antara korpus yang padat
dengan serviks
Patologis bila ½ pusat dan simfisis ossis pubis.
Bil lingkaran masuk sampai pusat =>ruptura uteri.
Serviks Uteri
Jaringan ikat (>> kollagen) lebih banyak dari jar. otot yang
hanya 10 %.
Estrogen meningkat, bertambah hipervaskularisasi =>
lunak
Fungsi tdk sbg sfingter => partus => membuka mengikuti
tarikan korpus uteri keatas dan tekanan bagian bawah
janin ke bawah.
Post partum => berlipat-lipat dan tidak menutup.
Kelenjar-kelenjar berfungsi lebih baik=> sekresi >> =>
cairan pervaginam >> (fisiologis)
Vagina dan vulva
Hipervaskularisasi => lebih merah, kebiru-biruan => livide
=> tanda Chadwick => warna portio => livide (+)
Ovarium
Sampai kehamilan 16 mg => korpus luteum graviditas (+)
dg diameter 3 cm => estrogen & progesteron.
.>16 mg => plasenta terbentuk => korpus luteum
mengecil.
Mamma
Membesar dan tegang o.k hormon somatoammotropin, estrogen
dan progesterone.
estrogen : hipertrofi sistem saluran
progesterone: menambah sel-sel asinus pd mammae
Glandula Montgomery => jelas menonjol pd permukaan areola
mammae.
Hamil 12 minggu ke atas dari putting susu dapat keluar cairan
berwarna putih agak jernih, disebut kolustrum, setelah partus agak
kental dan agak kuning.
Sirkulasi darah
Sirkulasi darah ibu bertambah secara fisiologik dg adanya
pencairan darah yang disebut hidremia.
Eritropoiesis meningkat,penambahan volume plasma jauh
lebih besar sehingga Hb jadi rendah.
Protein, albumin & gamma globulin menurun pd triwulan I
dan meningkat pd akhir kehamilan. LED umumnya
meningkat.
Sistem Respirasi
Rasa sesak nafas pd kehamilan 32 minggu krn usus-usus
tertekan oleh uterus yang membesar kearah diafragma.
Kebutuhan O2 wanita hamil meningkat 20%
Traktus Digestivus
Rasa enek (nausea) karena estrogen yang meningkat.
Obstipasi karena penurunan tonus otot-otot tr. digestivus.
Sering dijumpai morning sickness, hiperemesis gravidarum
dan salivasi.
Traktus Urinarius.
Trimester pertama sering kencing karena kandung kencing
tertekan uterus.
Akhir kehamilan krn penekanan oleh kepala bayi.
Pembesaran ureter kiri dan kanan, tetapi kanan lebih
membesar krn uterus lebih sering memutar ke kanan
hidroureter dextra dan pielitis dextra lebih sering.
Poliuria karena peningkatan filtrasi glomerulus
Kulit
Kloasma gravidarum karena peningkatan MSH.
Linea alba menjadi hitam : linea grisea.
Hiperpigmentasi pada leher, areola mammae.
Pada kulit perut : striae livide => striae albikantes setelah
partus.
Metabolisme dalam kehamilan
BMR meningkat 10 -15 %, sistem endokrin juga tinggi.
Na turun diikuti turunnya plasma bikarbonat.
Penurunan dalam fraksi albumin dan sedikit penurunan
gamma globulin. Globulin alfa-1, alfa-2 dan beta dan
fibrinogen meningkat.
Kadar kolesterol meningkat sampai 350 mg.
Janin butuh 30-40 gr kalsium. Kadar kalsium serum
memang lebih rendah karena adanya hidremia tetapi masih
cukup untuk menanggulangi adanya tetani.
Fosfor, magnesium dan tembaga banyak tertahan dalam
masa hamil daripada tidak hamil.
Wanita hamil butuh tambahan besi sekitar 800 mg.
Sebaiknya diet wanita hamil diberikan 30-50 mg besi
sehari, dpt diberikan sebagai sulfas ferrosus atau glukonas
ferrosus sesudaah makan.
Kadar alkali-fosfatase meningkat 4x lipat dibanding wanita
tdk hamil, mulai kehamilan 4 bulan.
Alkali fosfatase dapat dipakai untuk menilai fungsi
plasenta.
Berat badan wanita hamil naik 6,5 – 16,5 kg, rata-rata 12,5
kg, terutama 20 minggu terakhir.
Kenaikan BB terlalu banyak pada pre-eklampsia
Kenaikan BB pada kehamilan disebabkan oleh

Hasil konsepsi

ibu sendiri.
Download