Profil Asam Amino Ekstrak Cacing Tanah

advertisement
Perpustakaan Digital
Universitas Negeri Malang
Index Jurnal
http://library.um.ac.id
Profil Asam Amino Ekstrak Cacing Tanah (Lumbricus Rubellus)
Terenkapsulasi Dengan Metode Spray Driying
Penulis
Sumber
Subyek
Septi Nur Hayati
Jurnal Teknologi Indonesia Lembaga Ilmu Pengetahuan
Indonesia, No , Vol 34, -2011
1. LUMBRICUS RUBELLUS
2. DEKOKTA
3. ENKAPSULASI
Label Bendel
Abstrak / Anotasi
Antibiotik pada ternak unggas banyak digunakan sebagai pemacu pertumbuhan dan antiinfeksi. Antibitik yang digunakan
terus-menerus dalam waktu lama dapat menyebabkan mikroba resisten. Berbagai upaya dilakukan untuk mencari pengganti
antibiotik seiring meningkatnya kecenderungan permintaan produk peternakan yang sehat, aman dan bebas residu yang
berbahaya. Salah satunya dengan pemanfaatan cacing tanah ( Lumbricus rubellus) yang mengandung protein tinggi dan asam
amino lengkap. Cacing tanah diekstrasi ke dalam bentuk ekstrak air dengan metode dekokta. Bentuk ekstrak air masih memiliki
kelemahan. Maka perlu dilakukan formulasi ke dalam bentuk sediaan padat yang lebih stabil, reprodusibel, dan praktis.
Formulasi yang dipilih adalah enkapsulasi dengan teknik spray drying. Evaluasi kualitas imbuhan pakan dapat dilihat dari nilai
biologisnya. Nilai biologis berkorelasi positif menunjukkan ekstrak cacing tanah (ECT) mempunyai kandungan asam amino, baik
esensial maupun nonesensial lebih tinggi dibandingkan tepung cacing tanah (TCT) dan ekstrak cacing tanah terenkapsulasi
(ECT-e). Asam amino esensial tertinggi TCT, yaitu isoleusin(3,14%), pada ECT, yaitu isin (8,16%), dan pada ECT-e, yaitu
leusin (1,71%). Asam amino nonesensial tertinggi pada TCT dan ECT-e adalah asam glutamat, masing-masing 7,6% dan 1,87
%, sedangkan ECT adalah serin (14,52%). Tingginya nilai IAAE pada ECT menunjukkan bahwa ekstraksi menghasilkan
keseimbangan asam amino yang lebih baik (69,87%) dibandingkan TCT (58,67%), sedangkan nilai IAAE pada ECT-e
menunjukkan bahwa tingkat imbangan asam amino esensial lebih rendah (16,05%) dibandingkan TCT (69,87%) dan
ECT(58,67%).
page 1 / 1
Powered by TCPDF (www.tcpdf.org)
Download