2. Teori faktor sifat

advertisement
KOMUNIKATOR
BAGAIMANA SIFAT KOMUNIKATOR?
(Tradisi Sosiopsikologi)
BAGAIMANA INDIVIDU BERPIKIR DAN MENGETAHUI?
(
KOMUNIKATOR
Pihak yang mengirim pesan kepada khalayak atau
komunikan. Komunikator bisa disebut pengirim, sumber,
source, encoder.
Dalam proses komunikasi dua arah, komunikator
bisa juga bertukar peran sebagai komunikan atau penerima
pesan sehingga komunikator yang baik juga harus berusaha
menjadi komunikan yang baik.
BAGAIMANA SIFAT KOMUNIKATOR ?
(Tradisi Sosiopsikologi)
Aspek komunikasi dalam sosiopsikologi ini adalah untuk memahami
bagaimana komunikator individu berpikir dan bertindak dalam situasi
komunikasi. Ada dua jenis teori dalam tradisi sosiopsikologi.
1. TEORI SIFAT
Sifat menunjukan pola atau cara yang relatif tidak banyak berubah
mengenai bagaimana seseorang berpikir, merasakan dan bertingkah
laku dalam berbagai situasi yang dihadapinya. Sifat sering digunakan
untuk memprediksi tingkah laku. Tingkah laku seseorang ditentukan oleh
kombinasi antara sifat yang dimiliki dengan faktor situasional.
Terdapat tiga kategori sifat komunikator yang paling menarik dan paling
sering dibahas dalam literatur komunikasi, yaitu sifat mementingkan
diri sendiri, sifat berdebat dan sifat cemas.
A. Sifat mementingkan diri sendiri
Proses pengiriman pesan didasarkan atas keinginan sang komunikator. Mereka
mengukur kesuksesan komunikasi dari segi kesuksesan mencapai target sasaran
secara kuantitatif.
B. Sifat berdebat
Komunikator yang memiliki sifat ini memiliki kecendrungan untuk suka
melibatkan diri dalam topik kontroversional. Komunikator dengan sifat ini
bertugas dalam mengemukakan pandangannya, dia akan menyatakan
dukungan pandangan yang dianggapnya benar dan sebaliknya.
C. Sifat cemas
Menurut James McCroskey :
Pada dasarnya setiap orang pernah mengalami kecemasan berkomunikasi.
Namun, ada kalanya kecemasan itu bersifat berlebihan sehingga menjadi tidak
normal.
Kecemasan berkomunikasi merupakan bagian dari konsep yang lebih besar
dalam konsep-konsep psikologi seperti, penghindaran sosial, kecemasan sosial,
kecemasan interaksi dan sifat malu ini disebut dengan kecemasan sosial dan
komunikasi.
2. TEORI FAKTOR SIFAT
Para ahli menyusun apa yang disebut teori atau model faktor sifat atau
disebut juga dengan super traits. Model ini terdiri dari beberap sifat umum
yang dapat menjelaskan banyak sifat lainnya serta berbagai perbedaan
individu.
5 faktor sifat menurut digman :
a.
Sifat neurotisisme  kecenderungan utk merasakan emosi negatif
dan perasaan tidak bahagia
b.
Sifat ekstraversi  kecenderungan utk senang bergaul, menyukai
klp lain, percaya diri, dan berpikir optimis
c.
Sifat terbuka  kecenderungan utk senang berpikir, memiliki, daya
imajinasi, memberikan perhatian pada perasaan, dan memiliki
kecenderungan berpikir bebas.
d.
Sifat setuju  kecenderungan utk menyukai atau bersimpati thdp
org lain, suka membantu/menolong org lain, cenderung menghindari
pertentangan.
e.
Sifat hati-hati  kecenderungan utk bersikap disiplin, tidak mudah
mengikuti kata hati, teratur, menyelesaikan tugas secara tuntas.
3. TEORI SIFAT DAN KETURUNAN
Menurut James McCroskey dan rekan, Sifat adalah
mengemukakan pandangan bahwa sifat dipengaruhi oleh
sifat genetik.
3 sifat utama pada manusia yaitu,
O Ekstraversi  Sifat utk cenderung melihat keluar
O Neurotisisme atau sifat cemas
O Psikotosisme  kekurangan kontrol thd diri sendiri
B. BAGAIMANA INDIVIDU BERFIKIR DAN MENGETAHUI
1. TRADISI SOSIOPSIKOLOGI
Dalam tradisi ini, ada 3 teori yang menjelaskan bagaimana individu
berfikir dan mengetahui.
A.
Teori Atribusi
Teori ini menjelaskan bagaimana orang menyimpulkanpenyebab
tingkah laku yang dilakukan diri sendiri atau orang lain.
Penyebab yang mendorong orang memiliki tingkah laku tertentu (Fritz
Heider, pendiri teori atribusi) :
O
O
O
O
O
O
O
O
O
Penyebab situasional (orang yang dipengaruhi oleh lingkungannya)
Adanya pengaruh personal
Memiliki kemampuan
Adanya usaha
Memiliki keinginan
Adanya perasaan
Rasa memiliki
Kewajiban
diperkenankan
B. Teori penilaian sosial
Teori ini menjelaskan mengenai segala pernyataan yang didengarnya.
Teori ini disusun berdasarkan penelitian Muzafer Sherif, yang berupaya
memperkirakan bagaimana seseorang menilai suatu pesan dan
bagaimana penilaian yang dibuat tersebut dapat mempengaruhi sistem
kepercayaan yang sudah dimiliki sebelumnya. Dan seorang individu
memberikan penilaian untuk menerima atau menolak pesan
berdasarkan acuan internal dan keterlibatan ego.
Teori penilaian sosial menyatakan seperti berikut :
 Pesan yang berada dalam wilayah penerimaan akan dapat mendorong
perubahan sikap.
 Jika penilaian suatu argumen atau pesan masuk dalam wilayah peolakan,
maka perubahan sikap akan bekurang atau bahkan tidak ada.
 Jika berbagai argumen yang diterima berada antara wilayah penerimaan
dan wilayah berpandangan netral, maka kemunkinan perubhan sikap
akan terjadi walaupun berbeda dengan argumen yang dimiliki.
 Smakin besar keterlibatan ego dalam suatu isu, semakin luas wilayah
penolakan. Semakin kecil wilayah netral maka semakin kecil perubahan
sikap.
C. Teori kemungkinan Elaborasi
Teori mengenai persuasi karena mencoba memperkirakan
kapan dan bagaimana seseorang akan dapat atau tidak
dapat mengubah pendapatnya (dibujuk) oleh adanya suatu
pesan atau argumen yang diterimanya. Menurut teori ini, cara
seseoang memproses suatu informasi terdiri atas 2 cara, yaitu :
1.
Jalur Periferal, mengolah informasi melalui jalur ini akan
membuat seseorang menjadi kurang kritis, dan
perubahan yang terjadi akan bersifat sementara, juga
pengaruh terhadap tingkah laku sangat minimal.
2.
Jalur Sentral, mengolah informasi melalui jalur ini
membuat seseorang menjadi aktif memikirkan informasi
itu dan mempertimbangkannya dengan memperhatikan
informasi lain yang sudah dimiliki sebelumnya.
Faktor yang mempengaruhi seseorang menggunakan pemikiran kritis
pada suatu informasi :
1.
Motivasi mempengaruhi kecendrungan pemikiran kritis pada suatu
informasi. Motivasi memiliki 3 faktor didalamnya yaitu keterlibatan
atau relevansi pribadi terhadap suatu topik,keberagaman
argumen, dan kecendrungan pribadi untuk memiliki pemikiran
kritis.
2.
Kemampuan menganalisa danmengelola pesan.
3.
Eksperimen.
2. TRADISI SIBERNETIKA
Tradisi Sibernetika adalah suatu paham yang sangat intensif memahami
komunikasi berdasarkan proses yang terjadi dalam otak dan sistem
saraf manusia.
Dalam Tradisi Sibernetika, ada 2 teori yang membahas bagaimana
individu berfikir dan mengetahui, yaitu :
1. Teori Integrasi Informasi
2. Teori Konsistensi
Teori Integrasi Informasi
Teori ini memusatkan perhatian pada cara komuikator mengumpulkan
dan mengatur informasi mengenai orang lain, benda-benda, situasi,
serta ide-ide untuk membentuk sikap.
Suatu sikap merupakan kumpulan informasi mengenai suatu objek,
orang, situasi atau pengalaman. Perubahan sikap terjadi karena
informasi baru memberikan tambahan terhadap sikap, atau informasi
tersebut mampu mengubah penilaian mengenai bobot atau
arahinformasi lainnya.
Perubahan sikap dipengaruhi oleh Valen (Valence), atau arah yang
mengacu pada apakah informasi yang diterima itu mendukung atau
menentang.
1.
Teori Informasi Integrasi dibagi menjadi :
a. Teori Nilai Harapan
Martin Fishbein, menilai bahwa sikap muncul melalui proses yang
kompleks. Frishbein memberdakan antara kepercayaan dan sikap.
Menurutnya, ada 2 jenis kepercayaan, yaitu :
1.
Percaya pada sesuatu
2.
Kepercayaan mengenai
b. Teori Tindakan Beralasan
Menurut teori ini, niat atau kehendak seseorang untuk melakukan
tindakan tertentu ditentukan oleh sikapnya terhadap tindakan itu sendiri
serta seperangkat kepercayaan mengenai bagaimana orang lain
menginginkan ia bertindak.
2. Teori Konsistensi
Teori ini mengatakan bahwa manusia akan selalu merasa lebih nyaman
dengan sesuatu yang tetap (konsisten) daripada hal hal yang tidak tetap
(inkonsisten). Manusia selalu mencari keseimbangan (homeostasis) dan
sistem kognitif yang dimiliki manusia menjadi alat utama untuk mencapai
keseimbangan.
Ada 2 teori yang menjelaskan mengenai pross konsistensi kognitif, yaitu Teori
Disonansi Kognitif dan Teori Kepercayaan, Sikap, dan Nilai.
a. Teori Disonansi Kognitif
Teori ini dikemukakan oleh Leon Festinger, yang mengatakan bahwa
disonansi kognitif merupakan salah 1 teori terpenting dalam ilmu
psikologi sosial. Manusia membawa berbagai macam unsur (elemen)
kognitif dalam diri, seperti elemen sikap, persepsi, pengetahuan dan
elemen tingkah laku (behavior).
Ketiga elemen tersebut akan memilih salah satu jenis hubungan dengan
elemen lainnya, seperti :
1.
Hubungan nihil atau tidak relevan (tidak memberikan pengaruh
apapun kepada masing-masing elemen yang terdapat disistem).
2.
Hubungan konsisten atau konsonan ( hubungan yang terjdi dengan
salah satu eemen memperkuat elemen lainnya.
3.
Hubungan tidak sesuai atau inkonsisten atau disonan (terjadi apabila
salah satu elemen tidak diharapkan untuk mengikuti elemen lain.
Metode yang digunakan manusia untuk mengatasi masalah
ketidaksesuaian kognitif menurut Festinger adalah sebagai berikut :
1.
Mengubah satu atau lebih elemen kognitif.
2.
Menambah elemen baru dengan hubungan yang inkonsisten itu.
3.
Mempertimbangkan kembali bahwa disonansi yang terjadi bukanlah
sesuatu yang penting.
4.
Berupaya mencari informasi lain yang mendukung tindakan yang
dilakukan.
5.
Mulai mengurangi disonansi yang terjadi dengan mendistorsi atau
menyalah artikan informasi yang terlibat.
Tingkat disonansi atau penyesalan yang dialami seseorang terkait dengan
pengambilan keputusan bergantung pada 4 variabel, diantaranya :
1.
Bobot keputusan yang diambil.
2.
Tingkat daya tarik dari alternatif yang dipilih.
3.
Semakin besar daya tarik alternatif yang tidak terpilih, maka semakin tinggi
disonansi yang dirasakan.
4.
Semakin besar tingkat kemiripan atau tigkat tumpang tindih diantara
alternatif, maka semakin rendah tingkat disonansinya.
b. Teori Kepercayaan, Sikap, dan Nilai.
Teori Milton Rokeach menyatakan bahwa setiap manusia memiliki sistem
kepercayaan, sikap, dan nilai yang sangat terorganisasi yang membimbing tingkah
laku atau sikap tindak manusia.
 Kepercayaan adalah pernyataan yang jumlahnya sangat banyak yan dibuat
seseorang mengenai dirinya dan lingkungannya, dapat bersifat umum dan
khusus.
 Sikap adalah kelompok-kelompok kepercayaan yang tersusun disekitar suatu
objek perhatian yang mendorong seseorang untuk bertindak atau bertingkah
laku menurut cara-cara tertentu terhadap objek tersebut.
 Nilai adalah jenis atau tipe khusus dari kepercayaan yang menjadi pusat sistem
dan bertindak sebagai panduan hidupp.
3. TEORI MASALAH INTEGRITAS
Pikiran manusia terdiri atas seperangkat sikap, kepercayaan,
dan nilai yang bergerak dengan berpindah arah aatau tujuan
untuk meningkatkan integrasi atau konsistensi ini. Austin
babrow menjelaskan peranan komunikasi dalam membantu
individu mengelola apa yang disebutnya “integritas
bermasalah”. Teori ini bersandar pada 3 ide dasar berikut :
 Manusia memiliki kecendrungan alami untuk mendukung
harapannya dan juga evaluasinya.
 Upaya mengintegrasikan harapan dan evaluasi tersebut
tidaklah mudah dan dapat menimbulkan masalah.
 Integrasi bermasalah, mencakup juga komunikasi.
Download