perang yang mengubah dunia

advertisement
1 FEBRUARI 2014
PERANG YANG MENGUBAH
DUNIA
Cetakan Tiap Terbitan:
45.944.000 DALAM 213 BAHASA
1 FEBRUARI 2014
․․․․․․․․․․․․․․․․․․․․․․․․․․․․․․․․․․․․․․․․․․․․․․․․․․․․․․․․․․․․․․․․․․․․․․․․․․․․․․․․․․․․․․․․․․․․․․․․․․․․․․․․․․․
Vol. 135, No. 3
February 1, 2014
Semimonthly
INDONESIAN
MAJALAH INI, Menara Pengawal,
memuliakan Allah Yehuwa,
Penguasa alam semesta. Majalah
ini menghibur orang dengan kabar
baik bahwa Kerajaan surgawi Allah
akan segera mengakhiri semua
kejahatan dan mengubah bumi
menjadi firdaus. Majalah ini
membantu orang beriman kepada
Yesus Kristus, yang telah mati agar
kita bisa memperoleh kehidupan
abadi dan yang kini memerintah
sebagai Raja Kerajaan Allah. Jurnal
ini terus terbit sejak 1879 dan tidak
terkait dengan politik. Majalah ini
berpaut pada Alkitab.
TOPIK UTAMA
Perang yang
Mengubah Dunia
HALAMAN 3-7
Perang yang Mengubah Dunia 3
Oknum Sebenarnya di Balik Perang dan
Penderitaan5
․․․․․․․․․․․․․․․․․․․․․․․․․․․․․․․․․․․․․․․․․․․․․․․․․․․․․․․․․․․․․․․․․․․․․․․․․․․․․․․․․․․․․․․․․․․․․․․․․․․․․․․․․․․
ARTIKEL LAIN
Alkitab Mengubah Kehidupan 8
Maukah Anda
mendapatkan lebih
banyak informasi atau
belajar Alkitab gratis
di rumah?
Kunjungi www.jw.org/id
atau kirim permintaan Anda
ke alamat di bawah ini.
Untuk AMERIKA SERIKAT:
Jehovah’s Witnesses
25 Columbia Heights
Brooklyn, NY 11201-2483
Untuk HONGKONG:
Jehovah’s Witnesses
4 Kent Road, Kowloon Tong
Kowloon
Untuk daftar alamat di negara lain,
lihat www.jw.org/id/hubungi-kami.
˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙
Tahukah Anda? 10
Pembaca Bertanya . . .
Mengapa Allah Membiarkan Yang Kuat Menindas
Yang Lemah? 11
Tirulah Iman Mereka
—Ia Tabah Menghadapi Ketidakadilan 12
Pertanyaan Alkitab Dijawab 16
BACA DI INTERNET | www.jw.org/id
PERTANYAAN ALKITAB DIJAWAB
—Perdamaian Dunia—Mengapa Begitu Sulit
Dicapai?
(Temukan di AJARAN ALKITAB > PERTANYAAN ALKITAB
DIJAWAB)
Publikasi ini tidak diperjualbelikan, dan
disediakan sebagai bagian dari pekerjaan
pendidikan Alkitab sedunia yang didukung
sumbangan sukarela. Kecuali disebutkan
sumbernya, semua kutipan ayat diambil dari
Kitab Suci Terjemahan Dunia Baru.
The Watchtower (ISSN 0043-1087) is published
semimonthly by Watchtower Bible and Tract
Society of New York, Inc.; L. Weaver, Jr.,
President; G. F. Simonis, Secretary-Treasurer;
25 Columbia Heights, Brooklyn, NY 11201-2483,
and in Indonesia by Saksi-Saksi Yehuwa
Indonesia, PO Box 2105, Jakarta 10001.
Periodicals Postage Paid at Brooklyn, NY, and at
additional mailing offices. POSTMASTER: Send
address changes to Watchtower, 1000 Red Mills
Road, Wallkill, NY 12589-3299. 5 2014 Watch
Tower Bible and Tract Society of Pennsylvania.
Hak cipta dilindungi. Printed in Japan.
1 FE BRUARI 201 4
34567
UNDUH MAJALAH INI
DALAM BERBAGAI
FORMAT
PERANG YANG MENGUBAH
DUNIA
TOPIK UTAMA
Perang
Yang Mengubah Dunia
Seabad yang lalu, jutaan anak muda meninggalkan rasa aman yang mereka
dapatkan di rumah dan menuju medan perang. Dengan semangat cinta tanah
air, mereka pergi. ”Saya senang dan sudah tidak sabar lagi menyambut
hari-hari yang indah,” tulis seorang sukarelawan Amerika di tahun 1914.
Namun, semangat mereka segera menjadi kegetiran. Tak ada yang
menyangka kalau pasukan yang sangat besar itu akan terjebak dalam perang
yang berlarut-larut di kubangan lumpur Belgia dan Prancis. Kala itu,
orang-orang menyebutnya ”Perang Besar”. Sekarang, kita mengenalnya
sebagai perang dunia pertama.
Jumlah korban perang dunia pertama itu sangatlah besar. Menurut
perkiraan, sekitar 10 juta orang tewas dan 20 juta orang terluka parah. Perang
ini juga disebabkan oleh kesalahan besar. Negarawan Eropa tidak sanggup
menghentikan ketegangan internasional yang memuncak menjadi konflik
sedunia. Mungkin yang lebih penting lagi, ”Perang Besar” itu meninggalkan
bekas luka yang besar. Perang itu telah mengubah dunia kita.
1 FEBRUARI 2014
|
3
KESALAHAN YANG MENGHANCURKAN
KEPERCAYAAN
Perang dunia pertama pecah karena salah perhitungan. Para pemimpin Eropa seperti ”generasi yang
berjalan sambil tidur tiba-tiba terjungkal pada musim
panas yang menyenangkan tahun 1914 itu”, jelas buku
The Fall of the Dynasties—The Collapse of the Old Order
1905-1922.
Dalam beberapa minggu, pembunuhan Pangeran
Austria menyeret negara-negara besar di Eropa ke
kancah perang yang tidak mereka inginkan. ”Bagaimana ini bisa terjadi?” kanselir Jerman ditanya beberapa hari setelah pertikaian itu terjadi. Ia menjawab
dengan nada sedih, ”Seandainya saja saya tahu.”
Para pemimpin yang membuat keputusan menentukan yang berujung pada perang itu tidak punya firasat atas akibatnya. Tetapi, para prajurit yang berada
dalam parit-parit itulah yang mengetahui kenyataannya. Mereka sadar bahwa para negarawan mengecewakan mereka, pemimpin agama menipu mereka,
dan para jenderal mengkhianati mereka. Bagaimana
mungkin?
Para negarawan mengecewakan mereka,
pemimpin agama menipu mereka, dan
para jenderal mengkhianati mereka
Para negarawan berjanji bahwa perang akan membuka jalan menuju dunia baru yang lebih baik. Kanselir Jerman mengumumkan, ”Kita berperang demi hasil industri kita di masa damai, demi warisan kejayaan
masa lalu, dan demi masa depan kita.” Presiden Amerika Woodrow Wilson menciptakan slogan populer
yang menenteramkan bahwa perang ini akan ”membuat dunia yang aman bagi demokrasi”. Dan di Inggris, orang-orang mengira bahwa itu adalah ”perang
untuk menghentikan perang”. Tetapi, mereka salah
besar.
Para pemimpin agama mendukung perang dengan
antusias. ”Para penjaga firman Allah memimpin paduan suara peperangan. Perang total akhirnya memaksudkan kebencian total,” kata The Columbia History of
the World. Para pemimpin agama mengobarkan api
kebencian dan bukan memadamkannya. ”Para klerus tidak bisa, dan bahkan tidak mau, menempatkan
iman Kristen di atas semangat cinta tanah air,” kata
A History of Christianity. ”Kebanyakan mencari jalan
pintas dan menyamakan Kekristenan dengan cinta tanah air. Para tentara dari semua denominasi Kristen
didesak untuk saling membunuh atas nama Juru Selamat mereka.”
Para jenderal menjanjikan kemenangan yang cepat
dan mudah, tetapi janji itu tidak pernah terjadi. Tak
lama kemudian, pasukan yang bertikai menghadapi
jalan buntu. Selanjutnya, jutaan tentara menghadapi
apa yang digambarkan oleh seorang sejarawan sebagai ”musibah yang mungkin paling brutal yang sangat
menyakitkan secara fisik maupun batin”. Meski sudah banyak korban jiwa, para jenderal tetap mengirim tentara mereka untuk menghadapi barikade kawat duri dan gempuran senapan mesin. Tidak heran
banyak tentara akhirnya memberontak.
Bagaimana perang dunia pertama berdampak pada
masyarakat? Sebuah catatan sejarah mengutip katakata seorang veteran, ”Perang ini . . . membakar habis
cara berpikir dan karakter suatu generasi.” Sebenarnya, akibat perang ini, seluruh imperium lenyap. Konflik tragis ini telah menjadi awal dari abad paling berdarah dalam sejarah. Berbagai revolusi dan unjuk rasa
telah menjadi hal yang tidak aneh lagi.
Mengapa perang ini bisa membuat dunia kacau balau? Apakah perang ini cuma kecelakaan besar? Jawabannya akan membantu kita tahu tentang masa
depan kita.
Oknum Sebenarnya
Di Balik Perang dan Penderitaan
Pada 11 November 1918, Perang Dunia I berakhir. Bisnis diliburkan, dan orang-orang menari di jalan-jalan.
Tetapi, tarian mereka tidak berlangsung lama. Ancaman lain, yang lebih mematikan daripada senapan
mesin, selalu saja membuntuti perang dunia.
Wabah memautkan yang dikenal sebagai flu Spanyol menyerang medan perang Prancis pada Juni
1918. Virus ini sangat mematikan. Misalnya, hanya
dalam beberapa bulan, virus ini telah menewaskan
lebih banyak tentara Amerika di Prancis daripada
yang tewas oleh senjata musuh. Dan, flu ini cepat menyebar ke seluruh dunia seiring para serdadu pulang
ke negara asal mereka saat perang berakhir.
Tahun-tahun sesudah perang, juga diwarnai oleh
kekurangan makanan dan kesengsaraan ekonomi. Ba-
nyak negara di Eropa dilanda kelaparan saat perang
berakhir pada 1918. Pada 1923, mata uang Jerman
sama sekali tidak ada nilainya. Enam tahun kemudian, perekonomian dunia runtuh. Dan akhirnya, pada
1939, perang dunia kedua meletus. Bisa dikatakan ini
adalah kelanjutan dari konflik global yang pertama
itu. Ada apa di balik rentetan malapetaka ini?
TANDA HARI-HARI TERAKHIR
Nubuat Alkitab membantu kita mengetahui mengapa peristiwa-peristiwa sejarah tertentu terjadi, khususnya Perang Dunia I. Yesus Kristus menubuatkan
suatu masa ketika ”bangsa akan bangkit melawan
bangsa” dan kekurangan makanan serta wabah penyakit akan menimpa seluruh bumi. (Matius 24:3, 7;
Lukas 21:10, 11) Ia memberi tahu murid-muridnya
Perang di Bumi dan Perang di Surga
Sekitar 19 abad sebelum pecahnya Perang
Dunia I, Setan menawari Yesus ”semua kerajaan dunia”. (Matius 4:8, 9) Yesus menolak godaan itu, dan belakangan ia menyebut Iblis
sebagai ”penguasa dunia ini”. (Yohanes 14:30)
Selain itu, rasul Yohanes menulis bahwa
”seluruh dunia berada dalam kuasa si fasik”.
—1 Yohanes 5:19.
Karena Setan Si Iblis berkuasa atas seluruh
dunia, masuk akal untuk menyimpulkan bahwa
ia bertanggung jawab paling tidak atas perang
dunia pertama dan akibatnya. Memang, buku
Penyingkapan mengaitkan Setan dengan bencana di bumi sejak 1914. Berikut ringkasan peristiwa di Penyingkapan pasal 12:
Ayat 7 Terjadi perang di surga antara Mikhael
(Yesus Kristus) dan naga (Setan) itu.
Ayat 9 Si Iblis, ”yang sedang menyesatkan seluruh bumi yang berpenduduk”, dicampakkan
ke bumi.
Ayat 12 ”Celaka bagi bumi dan bagi laut, sebab si Iblis telah turun kepadamu dengan kemarahan yang besar, karena ia tahu bahwa
waktunya tinggal sedikit.”
Urutan waktu di Alkitab dan peristiwa-peristiwa dunia menunjukkan bahwa perang di surga
ini terjadi setelah Kerajaan Allah didirikan di surga pada 1914. Jadi, perang di bumi dan di surga terjadi pada tahun yang sangat penting ini.
Lihat pasal 8 buku Apa yang Sebenarnya Alkitab Ajarkan?
yang diterbitkan Saksi-Saksi Yehuwa.
1 FEBRUARI 2014
|
5
bahwa berbagai bencana itu akan menjadi tanda
hari-hari terakhir. Ada lebih banyak perincian di
buku Penyingkapan (Wahyu) yang mengaitkan penderitaan di bumi dengan perang di surga.—Lihat kotak ”Perang di Bumi dan Perang di Surga”.
Buku Alkitab ini menjelaskan mengenai empat penunggang kuda, yang kadang disebut empat penunggang kuda Akhir Zaman. Tiga penunggang kuda
menggambarkan kehancuran yang sama yang Yesus
nubuatkan, yaitu perang, kelaparan, dan wabah penyakit. (Lihat kotak ”Apakah Keempat Penunggang
Kuda Memang Sedang Berpacu?”) Jelaslah, perang
dunia pertama memicu masa sengsara yang tidak
mereda. Dan Alkitab menyingkapkan bahwa Setanlah yang, bisa dibilang, menarik pelatuknya. (1 Yohanes 5:19) Apakah ia dapat dihentikan?
Buku Penyingkapan juga meyakinkan kita bahwa
waktu Setan hanya ”tinggal sedikit”. (Penyingkapan
12:12) Itu sebabnya ia marah besar dan menimbulkan celaka yang sangat parah di bumi. Dengan demikian, berbagai kesusahan yang kita lihat menunjukkan bahwa waktu Setan hampir habis.
Apakah Keempat Penunggang Kuda Memang Sedang Berpacu?
Background, fiery horse: From the book The Photographic History
of the Great European War in Gravure (1916)
Kuda putih, penunggangnya raja surgawi.
Sang Raja, Yesus Kristus, adalah pribadi yang
menunggang demi keadilan. (Mazmur 45:4)
Tugas pertamanya adalah mengusir Setan dan
hantu-hantunya dari surga.—Penyingkapan 6:2;
12:9.
6
|
MENARA PENGAWAL
Kuda merah menyala, penunggangnya memiliki
kuasa untuk ”mengambil perdamaian dari bumi”. (Penyingkapan 6:4) Sejak 1914, manusia
tak henti-hentinya mengalami peperangan.
Hanya 21 tahun setelah Perang Dunia I berakhir, perang dunia kedua pecah dan menewaskan lebih banyak orang. Menurut sebuah perkiraan, Perang Dunia II menelan korban sekitar
60 juta jiwa. Sejak 1945, skala peperangan yang
terjadi lebih kecil, tetapi sama brutalnya. Beberapa sejarawan memperkirakan bahwa lebih dari
seratus juta jiwa tewas dalam perang selama
abad ke-20.
MENGHANCURKAN PERBUATAN IBLIS
Perang Dunia I adalah titik balik dalam sejarah.
Ini menciptakan era perang total yang menyulut api
revolusi dan rasa tidak percaya terhadap pemimpin
manusia. Ini juga memberi bukti yang jelas bahwa
Setan sudah diusir dari surga. (Penyingkapan 12:9)
Dan, penguasa dunia yang tidak kelihatan ini bereaksi seperti diktator bengis yang sadar bahwa hariharinya sebentar lagi selesai. Ketika itu tamat, masamasa sulit yang dipicu oleh Perang Dunia I akan
berakhir.
Berdasarkan nubuat Alkitab, Anda punya alasan untuk percaya bahwa Yesus Kristus, Raja surgawi kita,
akan segera ”menghancurkan perbuatan Iblis”. (1 Yohanes 3:8) Jutaan orang berdoa agar Kerajaan Allah datang. Apakah Anda juga? Melalui Kerajaan ini, orangorang yang setia akhirnya akan melihat kehendak Allah
—bukan kehendak Setan—terlaksana di bumi. (Matius 6:
9, 10) Di bawah Kerajaan Allah, tidak akan ada lagi perang dunia, atau perang apa pun! (Mazmur 46:9) Cari tahulah tentang Kerajaan itu agar Anda bisa melihat saat
kedamaian memenuhi bumi!—Yesaya 9:6, 7.
Background, pale horse: National Museum of Health & Medicine,
Armed Forces Institute of Pathology, NCP 1603
Kuda hitam, penunggangnya memegang timbangan yang menggambarkan bala kelaparan.
(Penyingkapan 6:5, 6) Pada perang dunia pertama, akibat pengepungan tentara Sekutu, sekitar
750.000 orang tewas di Jerman karena kekurangan makanan. Lebih dari dua juta warga Rusia mati kelaparan pada 1921, dan tak lama kemudian bencana serupa terjadi di tempat-tempat
lain. Diperkirakan total korban yang meninggal
karena kelaparan mencapai 70 juta orang selama abad ke-20. Setiap tahun, lebih dari tiga juta
anak balita meninggal terutama karena kekurangan gizi.
Kuda pucat, penunggangnya mendatangkan kematian melalui tulah penyakit. (Penyingkapan
6:8) Wabah penyakit yang pertama dan terbesar pada abad ke-20 adalah flu Spanyol. Catatan
jumlah korban beragam, tetapi sebuah perkiraan
menyatakan bahwa flu ini membunuh sekitar
50 juta jiwa. ”Wabah ini adalah salah satu bencana terburuk dalam sejarah,” kata buku Man
and Microbes. ”Bahkan wabah bubo tidak membunuh sebanyak dan secepat ini.” Cacar air, malaria, dan tuberkulosis adalah beberapa penyakit
menular lainnya yang menyebabkan ratusan juta
kematian pada abad ke-20.
1 FEBRUARI 2014
|
7
ALKITAB MENGUBAH KEHIDUPAN
Janji firdaus
di bumi mengubah
hidup saya!
MASA LALU SAYA: Saya lahir di Riga, ibu kota Latvia. Saya
dan kakak perempuan saya dibesarkan oleh Ibu. Meski
Ibu seorang Katolik, kami ke gereja hanya pada hari raya.
Saya selalu percaya pada pribadi yang lebih berkuasa, tapi
semasa remaja, saya sibuk dengan berbagai hobi.
DICERITAKAN OLEH
IVARS VIGULIS
LAHIR
1974
NEGERI ASAL
LATVIA
RIWAYAT
PEMBALAP
MOTOR
8
|
MENARA PENGAWAL
Sewaktu saya beranjak dewasa, Ibu melihat bahwa saya
punya bakat bongkar-pasang barang. Karena ada banyak
barang yang bisa dibongkar-pasang, Ibu takut meninggalkan saya di rumah sendirian. Jadi, ia memberi saya mainan
logam bongkar-pasang, yang bisa saya bongkar dan pasang
sesuka hati saya. Hal ini sejalan dengan hobi saya yang lain,
yaitu balap motor. Ibu mendaftarkan saya dalam lomba balap motor Zelta Mopēds (Moped Emas). Awalnya, saya ikut
balap moped (motor pedal), dan belakangan, balap sepeda
motor.
Saya segera menjadi mahir dan meraih prestasi dalam
olahraga yang berbahaya ini. Tiga kali saya menang dalam
beberapa kejuaraan motor kelas racing Latvia, dan dua kali
menang dalam Kejuaraan Negara-Negara Baltik.
BAGAIMANA ALKITAB MENGUBAH KEHIDUPAN SAYA:Saat
saya sedang jaya-jayanya, pacar saya Evija (belakangan
menjadi istri saya) bertemu dengan Saksi-Saksi Yehuwa. Ia
menerima bacaan dari mereka yang memuat kupon untuk
diskusi Alkitab. Ia mengisi kupon itu dan mengirimkannya.
Tak lama kemudian, dua Saksi mengunjunginya dan dimulailah diskusi Alkitab. Saya tidak berkeberatan, tapi saat itu,
saya tidak terlalu berminat akan hal-hal rohani.
Belakangan, Saksi-Saksi mengundang saya untuk ikut sewaktu Evija belajar Alkitab. Saya menerima tawaran mereka dan menikmatinya. Satu hal yang sangat menyentuh hati
adalah janji Alkitab tentang firdaus di bumi. Sebagai contoh, mereka memperlihatkan Mazmur 37:10, 11, yang bunyi-
nya, ”Hanya sedikit waktu lagi, orang fasik tidak
akan ada lagi; dan engkau pasti akan memperhatikan tempatnya, dan ia tidak akan ada. Tetapi
orang-orang yang lembut hati akan memiliki bumi, dan mereka akan benar-benar mendapatkan
kesenangan yang besar atas limpahnya kedamaian.” Janji itu sangat menarik bagi saya.
Saya mulai tertarik pada hal-hal rohani. Saya
baru tahu bahwa ternyata ada banyak kebohongan
agama. Di sisi lain, Alkitab membuat saya terkesan
karena ajarannya sangat masuk akal dan jelas.
Pelajaran Alkitab membantu saya mengetahui
bahwa Yehuwa sangat menghargai kehidupan.
Bagi Dia, kehidupan itu sangat bernilai. (Mazmur
36:9) Ini memengaruhi pandangan saya terhadap
balap motor. Dan, saya tidak mau lagi mempertaruhkan nyawa. Saya ingin menggunakan kehi-
Saya tahu bahwa saya
bertanggung jawab kepada
Pemberi kehidupan
MANFAAT YANG SAYA PEROLEH:Beberapa teman
saya tewas karena balap motor yang penuh risiko.
Setelah belajar Alkitab, saya tahu bahwa saya bertanggung jawab kepada Pemberi kehidupan, Yehuwa. Pemahaman inilah yang mungkin menyelamatkan kehidupan saya.
Selama empat tahun, Evija dan saya memiliki
hak istimewa untuk menjadi rohaniwan sepenuh
waktu di kantor cabang Saksi-Saksi Yehuwa di
Riga. Sekarang, kami sangat bahagia bisa membesarkan putri kami, Alise, dan membantunya mengasihi Yehuwa. Saya juga memiliki hak istimewa
untuk memperbaiki mobil dan barang-barang lain
yang rusak di kantor penerjemahan satu hari setiap minggu. Saya sungguh senang bisa memanfaatkan keterampilan yang saya pelajari sejak kecil
untuk hal-hal yang berguna! Ya, saya masih suka
bongkar-pasang barang.
Saya sangat menghargai hak istimewa untuk
memberikan kesaksian tentang Allah yang benar
bersama keluarga saya, dan itu semua karena saya
belajar Alkitab. Janji firdaus di bumi benar-benar
mengubah hidup saya!
dupan untuk memuliakan Yehuwa. Ketenaran, kebanggaan, dan sensasi yang saya dapatkan dari
balap motor tidak ada lagi artinya bagi saya.
Pada 1996, saya menghadiri sebuah kebaktian
internasional Saksi-Saksi Yehuwa di Tallinn, Estonia. Lokasinya tidak jauh dari tempat saya sering
berlomba. Pada kebaktian itu, saya melihat banyak
orang dari berbagai negeri bersatu dengan rukun. Sebagai contoh, saat seorang Saksi kehilangan dompetnya, saya pikir dompetnya pasti sudah
lenyap. Tapi, tidak lama kemudian seorang Saksi
lain menemukan dompet itu dan mengembalikannya. Saya sangat kaget! Saya baru tahu bahwa
Saksi-Saksi Yehuwa benar-benar mengikuti ajaran Alkitab. Evija dan saya terus belajar Alkitab,
dan pada 1997 kami dibaptis sebagai Saksi-Saksi
Yehuwa.
1 FEBRUARI 2014
|
9
TAHUKAH ANDA?
Jenis gaharu mana yang digunakan
pada zaman Alkitab?
Alkitab mengatakan bahwa gaharu biasa digunakan untuk parfum pakaian dan tempat tidur. (Mazmur 45:8; Amsal 7:17; Kidung
Agung 4:14) Gaharu yang dimaksudkan kemungkinan berasal dari
pohon gaharu (tengkaras) spesies Aquilaria. Sewaktu lapuk, kayunya mengeluarkan minyak dan getah wangi. Kayu itu dibuat menjadi serbuk dan kemudian dijual sebagai ”gaharu”.
Alkitab menyamakan kemah-kemah Israel dengan ”tanaman gaharu yang ditanam Yehuwa”. (Bilangan 24:5, 6) Ini memaksudkan
bentuk pohon gaharu, yang dapat tingginya mencapai 30 meter
dan bercabang-cabang. Meski pohon ini tidak ditemukan di Israel modern, buku A Dictionary of the Bible mengatakan bahwa
”kita tidak bisa menolak gagasan bahwa pohon ini dan pohon lain
yang tidak dikenal di [daerah itu] pernah ditanam di Lembah Yordan yang pada masa itu subur dan penuh dengan berbagai jenis
tanaman”.
GAHARU DIAMBIL DARI
POHON TENGKARAS
Bagaimana menentukan persembahan
yang berterima di bait di Yerusalem?
METERAI TANAH LIAT DARI
BAIT YERUSALEM YANG BERUSIA
SEKITAR 2.000 TAHUN
LEVINE/SIPA
10
|
MENARA PENGAWAL
Hukum Allah menyatakan bahwa semua korban yang dipersembahkan di bait haruslah yang terbaik. Allah tidak menerima korban yang
cacat. (Keluaran 23:19; Imamat 22:21-24) Menurut seorang penulis Yahudi abad pertama M bernama Filo, para imam harus memeriksa dengan saksama binatang-binatang ”dari kepala hingga kaki”
untuk memastikan bahwa keadaan hewan ”tanpa noda atau cacat
apa pun”.
Pakar E.P. Sanders mengatakan bahwa kemungkinan besar para
petugas bait ”mengizinkan penjual binatang-korban untuk menjual
hanya binatang dan burung yang sudah diperiksa para imam. Untuk
itu, para penjual harus memberikan kepada pembeli semacam meterai, yang menunjukkan bahwa binatang itu tidak bercacat”.
Pada 2011, para arkeolog menemukan semacam meterai di daerah sekitar bait. Meterai ini terbuat dari tanah liat seukuran koin,
yang berasal dari abad pertama SM hingga 70 M. Pada meterai itu
terdapat inskripsi dua kata dalam bahasa Aram yang jika diterjemahkan berarti ”Tahir untuk Allah”. Konon, para petugas bait telah
menyertakan tanda semacam itu pada berbagai persembahan berupa barang atau binatang.
PEMBACA BERTANYA . . .
Mengapa Allah membiarkan yang kuat menindas yang lemah?
Alkitab mencatat beberapa kisah yang meresahkan
tentang penindasan atas yang lemah. Kita langsung
ingat kasus Nabot. Ahab, raja Israel pada abad kesepuluh SM, membiarkan istrinya, Izebel, menyuruh orang membunuh Nabot dan putra-putranya agar
sang raja dapat mengambil kebun anggur milik Nabot.
(1 Raja 21:1-16; 2 Raja 9:26) Mengapa Allah membiarkan tindakan yang semena-mena ini?
Mari kita pikirkan satu alasan penting: Allah tidak
dapat berdusta. (Titus 1:2) Apa hubungannya dengan penindasan yang jahat? Sejak semula Allah telah memperingatkan bahwa apabila manusia memberontak terhadap-Nya, mereka akan mati. Tepat seperti
yang Firman Allah katakan, kematian menjadi bagian dari pengalaman manusia sejak pemberontakan di
Taman Eden. Malah, kematian pertama dalam sejarah manusia disebabkan oleh penindasan, yaitu ketika Kain membunuh saudaranya, Habel.—Kejadian 2:
16, 17; 4:8.
Sejarah manusia sejak saat itu diringkaskan dalam
Firman Allah dengan kata-kata ini, ”Manusia menguasai manusia sehingga ia celaka.” (Pengkhotbah 8:9)
Apakah kata-kata itu terbukti? Yehuwa memperingatkan bangsa Israel, umat-Nya, bahwa mereka bakal
mengalami penindasan oleh raja-raja mereka sehingga mereka berseru kepada Allah. (1 Samuel 8:11-18)
Bahkan Raja Salomo yang bijak sangat membebani
rakyat dengan pajak. (1 Raja 11:43; 12:3, 4) Raja-raja
yang jahat, misalnya Ahab, bertindak lebih kejam lagi.
Pikirkan: Seandainya Allah mencegah semua tindakan
sewenang-wenang tersebut, bukankah Ia, bisa dikatakan, akan membuat kata-kata-Nya sendiri menjadi kebohongan?
Ingat juga bahwa Setan sesumbar bahwa orangorang melayani Allah karena alasan yang mementingkan diri. (Ayub 1:9, 10; 2:4) Jika Allah melindungi
semua hamba-Nya dari segala bentuk kesewenangwenangan, bukankah ini akan membenarkan pernyataan Setan? Dan, jika Allah melindungi setiap orang
dari segala bentuk penindasan, bukankah Ia akan berLihat artikel ”Tirulah Iman Mereka” dalam majalah ini.
tanggung jawab atas dusta yang lebih besar lagi? Dengan adanya perlindungan seperti itu, banyak orang
akan beranggapan bahwa manusia bisa memerintah
diri sendiri tanpa bantuan Allah. Tetapi, Firman Allah
justru mengatakan yang sebaliknya—bahwa manusia
sama sekali tidak mampu memerintah diri sendiri. (Yeremia 10:23) Kita butuh Kerajaan Allah datang; baru
pada saat itulah ketidakadilan berakhir.
Apakah ini berarti Allah diam saja? Tidak. Perhatikan dua hal yang Ia lakukan: Pertama, Ia membeberkan terjadinya kelaliman. Misalnya, Firman Allah
menguak setiap aspek dari rencana busuk Izebel terhadap Nabot. Alkitab lebih jauh menyingkapkan bahwa perbuatan jahat seperti itu dimotori oleh penguasa
besar yang ingin menyembunyikan jati dirinya. (Yohanes 14:30; 2 Korintus 11:14) Alkitab membeberkan
bahwa ia adalah Setan si Iblis. Allah membeberkan
”Manusia menguasai manusia sehingga
ia celaka.”—Pengkhotbah 8:9
”Allah . . . tidak dapat berdusta.”—Titus 1:2
kejahatan dan penindasan serta dalangnya agar kita
sendiri tidak melakukan kefasikan. Jadi, Ia melindungi
masa depan kekal kita.
Kedua, Allah memberi kita harapan yang teguh bahwa penindasan akan berakhir. Cara Ia membeberkan,
menghakimi, dan menghukum Ahab dan Izebel, serta
banyak yang lainnya yang seperti mereka, meyakinkan
kita akan janji-Nya untuk menghukum semua pelaku
kejahatan kelak. (Mazmur 52:1-5) Allah juga memberikan harapan yang andal bahwa semua dampak kefasikan yang menimpa orang-orang yang mengasihi Dia
akan ditiadakan. Nabot yang setia dan putra-putranya
kelak akan hidup di firdaus di bumi selama-lamanya,
bebas dari ketidakadilan.—Mazmur 37:34.
Lihat pasal 11 buku Apa yang Sebenarnya Alkitab Ajarkan?
yang diterbitkan Saksi-Saksi Yehuwa.
1 FEBRUARI 2014
|
11
TIRULAH IMAN MEREKA | ELIA
Ia Tabah Menghadapi
Ketidakadilan
E
LIA berjalan menyusuri Lembah Yordan. Sudah
beberapa minggu ia menempuh perjalanan ini
dari Gunung Horeb menuju utara. Saat tiba di Israel, ia melihat banyak yang berubah di kampung
halamannya. Dampak kekeringan yang berkepanjangan tidak terasa lagi. Hujan musim gugur turun,
dan para petani keluar membajak ladang. Melihat
hal ini, hati sang nabi sedikit merasa lega, tetapi
ada yang ia khawatirkan. Keadaan orang-orang yang
tinggal di sana. Mereka secara rohani tidak baik. Penyembahan Baal masih ada di mana-mana, dan Elia
harus bekerja keras untuk itu.
Dekat kota Abel-mehola, Elia melihat sebidang
tanah yang luas sedang digarap. Ada 12 pasang
lembu jantan yang setiap pasang disatukan dengan
kuk, dan ada 12 orang yang membajak dalam barisan paralel untuk membuat alur di tanah yang lembut. Pria yang ada di bajak terakhirlah yang dicari
Elia. Ia adalah Elisa, pria yang Yehuwa pilih sebagai
penerus Elia. Elia pernah mengira bahwa ia sendirian yang tetap loyal kepada Allah. Pastilah, ia tidak
sabar untuk bertemu dengan pria ini.—1 Raja 18:22;
19:14-19.
Apakah Elia juga agak khawatir mendelegasikan
beberapa tugasnya, membagi hak istimewanya, atau
digantikan orang lain? Kita tidak tahu; kita juga tidak bisa menepis kemungkinan bahwa itu terpikir olehnya. Bagaimanapun, ia ”seorang pria yang
mempunyai perasaan seperti kita”. (Yakobus 5:17)
Apa pun kemungkinannya, Alkitab menyatakan,
”Elia menyeberang ke tempatnya dan melemparkan
pakaian kebesarannya kepadanya.” (1 Raja 19:19)
Pakaian resmi Elia, mungkin dari kulit domba atau
kulit kambing, dikenakan dengan diselempangkan
dan menandakan pelantikan khusus dari Yehuwa.
Maka, tindakan Elia melemparkannya ke bahu Elisa sangatlah penuh arti. Elia mau menaati perintah
Yehuwa untuk melantik Elisa sebagai penerusnya.
Elia percaya pada Allahnya dan mematuhi-Nya.
Di sisi lain, pria yang lebih muda itu sangat bersemangat membantu nabi yang lebih senior. Elisa
tidak langsung menggantikan Elia. Tetapi, selama
enam tahun, ia dengan rendah hati menemani nabi
yang lebih tua itu dan membantunya, dan belakangan dikenal sebagai orang ”yang menuangkan air ke
tangan Elia”. (2 Raja 3:11) Betapa terhiburnya Elia
karena punya pendamping yang cakap dan cekatan!
Boleh jadi, kedua pria ini segera menjadi sahabat.
Karena saling membesarkan hati, mereka bisa tabah meski melihat ketidakadilan yang parah di negeri itu. Khususnya karena ketidakadilan Raja Ahab
kian menjadi-jadi.
Pernahkah Anda diperlakukan tidak adil? Banyak dari kita mengalaminya di dunia bobrok ini.
Teman yang mengasihi Allah bisa membantu Anda
tabah. Anda juga bisa belajar banyak dari iman Elia
saat menghadapi ketidakadilan.
Yehuwa menggunakan kekeringan selama tiga setengah tahun
untuk menunjukkan pada orang Israel bahwa Baal yang mereka
sembah benar-benar tidak mampu mendatangkan hujan dan kesuburan atas negeri itu. (1 Raja-Raja, pasal 18) Lihat artikel ”Tirulah
Iman Mereka” di Menara Pengawal 1 Januari dan 1 April 2008.
”BANGKITLAH, PERGILAH MENEMUI AHAB”
12
|
MENARA PENGAWAL
Elia dan Elisa bekerja keras membangun kerohanian bangsa itu. Tampaknya, mereka mengadakan semacam pelatihan yang terorganisasi untuk
para nabi lain. Namun, akhirnya, Elia menerima tugas baru dari Yehuwa, ”Bangkitlah, pergilah menemui Ahab, raja Israel.” (1 Raja 21:18) Apa yang telah
Ahab lakukan?
Raja itu telah murtad, raja Israel yang paling murtad. Ia menikahi Izebel yang menyebabkan penyembahan Baal tumbuh subur di negeri itu; raja pun
ikut-ikutan. (1 Raja 16:31-33) Penyembahan Baal
mencakup ritus kesuburan, ritual pelacuran, dan
bahkan pengorbanan anak. Selain itu, Ahab baru
saja melanggar perintah Yehuwa untuk mengeksekusi Raja Ben-hadad yang jahat dari Siria. Alasan
Ahab tidak mematuhi perintah ini adalah demi keuntungan dagang. (1 Raja-Raja, pasal 20) Namun
sekarang, sikap tamak, gila harta, serta kekejaman
Ahab dan Izebel sudah keterlaluan.
Ahab memiliki istana yang sangat megah di Samaria! Ia juga punya satu istana di Yizreel, kira-kira
37 kilometer jauhnya. Ada sebuah kebun anggur di
sebelah istana ini. Ahab ingin sekali memiliki sepe-
Elia dengan rendah hati melantik Elisa
sebagai penerusnya
tak kecil lahan milik Nabot itu. Ahab memanggil
Nabot. Ia ingin membeli lahan itu, atau menukarnya dengan kebun anggur lain. Tetapi Nabot berkata, ”Dari sudut pandangan Yehuwa, mustahil aku
memberikan milik pusaka bapak-bapak leluhurku
kepadamu.” (1 Raja 21:3) Apakah Nabot keras kepala? Nekat? Banyak yang beranggapan seperti itu.
Justru ia mematuhi Hukum Yehuwa, yang melarang
orang Israel menjual tanah warisan milik keluarga
secara permanen. (Imamat 25:23-28) Mustahil bagi
Nabot untuk melanggar Hukum Allah. Ia pasti pria
yang beriman dan berani, karena meski sadar bahwa melawan Ahab itu berbahaya, ia tetap melakukannya.
Ahab tentu saja tidak peduli dengan Hukum Yehuwa. Ia pulang dengan ”kesal dan murung” karena keinginannya tidak tercapai. Kita membaca, ”Ia
berbaring di atas pembaringannya dan terus memalingkan mukanya, dan ia tidak makan”. (1 Raja 21:4)
Ketika melihat suaminya murung seperti anak kecil, Izebel langsung menyusun siasat untuk memenuhi keinginan suaminya, dan akhirnya menyingkirkan sebuah keluarga yang saleh.
Saat membaca rencananya yang keji ini, pasti kita
merasa ngeri. Ratu Izebel tahu bahwa dalam Hukum Allah, untuk meneguhkan sebuah tuduhan
serius perlu kesaksian dua orang. (Ulangan 19:15)
Jadi, dia menulis surat atas nama Ahab dan menyuruh beberapa bangsawan di Yizreel untuk mencari
dua orang yang mau menuduh Nabot melakukan
hujah, yang bisa membuatnya dihukum mati. Rencananya berjalan mulus. Dua ’orang yang tidak berguna’ memberikan kesaksian palsu terhadap Nabot
sehingga ia dilontari batu sampai mati. Tidak hanya
itu, putra-putra Nabot juga dibunuh! (1 Raja 21:
5-14; Imamat 24:16; 2 Raja 9:26) Ahab pada dasarnya melepaskan kekepalaannya dengan membiarkan istrinya bertindak semaunya dan menghabisi
orang yang tidak bersalah.
Kemungkinan Izebel takut bahwa ladang kebun anggur milik
Nabot akan beralih pada keturunan Nabot, sehingga dia terdorong
untuk merencanakan pembunuhan putra-putra Nabot. Untuk tahu
lebih banyak mengapa Allah membiarkan penindasan seperti itu,
lihat artikel ”Pembaca Bertanya” di majalah ini.
1 FEBRUARI 2014
|
13
Bayangkan perasaan Elia saat Yehuwa memberi
tahunya apa yang telah dilakukan raja dan ratu.
Sewaktu melihat orang-orang jahat sepertinya menang atas orang-orang yang tidak bersalah, kita bisa
sangat kecil hati. (Mazmur 73:3-5, 12, 13) Dewasa ini, kita sering melihat ketidakadilan dilakukan
oleh orang-orang yang memiliki wewenang yang
mengaku wakil Allah. Tetapi, dengan membaca kisah Alkitab ini, kita bisa terhibur. Alkitab mengingatkan kita bahwa di mata Yehuwa tidak ada yang
tersembunyi. Ia melihat semuanya. (Ibrani 4:13)
Dan, apa yang Ia lakukan setelah melihat semua tindak kejahatan ini?
”ENGKAU MENEMUKAN AKU, HAI, MUSUHKU”!
Yehuwa mengutus Elia untuk menemui Ahab.
Allah langsung berkata, ”Di sana ia sedang berada
di kebun anggur Nabot.” (1 Raja 21:18) Ketika Izebel memberi tahu Ahab bahwa kebun anggur sudah
jadi miliknya, Ahab bergegas ke sana untuk menikmatinya. Sedikit pun ia tidak berpikir bahwa Yehuwa mengamatinya. Bayangkan wajahnya tersenyum
puas di kebun anggur itu sambil mengkhayalkan
kebun anggur indah impiannya. Tetapi, tiba-tiba
Elia muncul! Dalam sekejap, wajah Ahab berubah,
penuh amarah dan kebencian, dan melontarkan
”Engkau menemukan aku, hai, musuhku”!
kata-kata, ”Engkau menemukan aku, hai, musuhku”!—1 Raja 21:20.
Kata-kata Ahab menunjukkan dua kebodohan.
Pertama, kata-kata ”Engkau menemukan aku” yang
ditujukan kepada Elia menunjukkan bahwa Ahab
buta secara rohani. Yehuwa-lah yang ”menemukan” dia. Ia melihat bagaimana Ahab menyalahgunakan karunia kebebasan memilih dan menikmati
buah siasat busuk Izebel. Allah melihat bahwa di
hati Ahab, cinta akan kekayaan telah mengalahkan
belas kasihan, keadilan, atau keibaan hati. Kedua,
saat ia menyapa Elia, ”Hai, musuhku!” Ahab menunjukkan kebenciannya pada pria yang menjadi
sahabat Allah Yehuwa yang sebenarnya bisa membantu Ahab berbalik dari haluannya yang mengerikan.
Kita bisa belajar dari kebodohan Ahab. Kita mesti
ingat bahwa Allah Yehuwa melihat segalanya. Sebagai Bapak yang pengasih, Ia tahu saat kita menyimpang dari jalan yang benar, dan Ia sangat ingin kita
mengubah jalan kita. Untuk membantu kita, Ia sering menggunakan sahabat-sahabat-Nya—manusia
yang setia yang, seperti Elia, menyampaikan perkataan Allah kepada sesama manusia. Sungguh keliru memandang sahabat Allah sebagai musuh kita!
—Mazmur 141:5.
Bayangkan saat Elia menjawab Ahab, ”Aku telah menemukan engkau.” Ia sudah tahu siapa Ahab
sebenarnya, pencuri, pembunuh dan pemberontak
yang melawan Allah Yehuwa. Betapa besar keberaniannya menghadapi pria yang jahat ini! Elia lantas
menyampaikan vonis Allah atas Ahab. Yehuwa melihat semuanya—kefasikan yang menyebar dari keluarga Ahab dan menjangkiti bangsa itu. Maka, Elia
memberi tahu Ahab bahwa Allah telah menetapkan
untuk ”menyapu bersih” seluruh dinasti itu. Izebel
juga akan diadili.—1 Raja 21:20-26.
Elia tidak sinis berpikir bahwa orang-orang bisa
berbuat sesukanya tanpa dihukum dan diadili.
Orang-orang di dunia ini gampang berpikir seperti
itu. Kisah Alkitab ini mengingatkan kita bahwa
Allah Yehuwa tidak hanya melihat apa yang terjadi,
tetapi juga akan bertindak secara adil pada waktu
yang Ia tetapkan. Firman-Nya meyakinkan kita bahwa waktunya akan tiba saat Ia mengakhiri semua
ketidakadilan untuk selamanya! (Mazmur 37:10, 11)
Namun, Anda mungkin bertanya, ’Apakah penghakiman Allah hanya untuk menghukum? Apakah
ada belas kasihan?’
”SUDAHKAH ENGKAU MELIHAT BAGAIMANA
AHAB MERENDAHKAN DIRI?”
Mungkin Elia terkejut melihat reaksi Ahab setelah mendengar vonis Allah. Kisahnya berbunyi,
”Segera setelah Ahab mendengar perkataan ini, ia
mengoyak pakaiannya dan mengenakan kain goni
pada tubuhnya; dan ia berpuasa dan terus berbaring
dengan mengenakan kain goni dan berjalan dengan putus harapan.” (1 Raja 21:27) Apakah Ahab
bertobat?
Setidaknya, ia mengarah ke tindakan yang benar.
Ahab merendahkan dirinya, suatu hal yang sulit dilakukan oleh orang seangkuh dia. Tetapi, apakah
itu pertobatan sejati? Mari kita bandingkan dengan
raja yang lebih jahat daripada Ahab, yaitu Manasye.
Ketika Yehuwa menghukum Manasye, ia merendahkan diri dan berseru memohon bantuan Yehuwa. Tetapi, bukan itu saja. Ia belakangan mengubah
hidupnya sama sekali dengan menyingkirkan semua patung berhala yang ada, terus berupaya untuk
melayani Yehuwa, dan bahkan mendesak rakyat untuk berbuat yang sama. (2 Tawarikh 33:1-17) Apakah Anda melihat Ahab berbuat begitu? Sayangnya,
tidak.
Apakah Yehuwa mengamati kesedihan Ahab
yang ia pertontonkan? Yehuwa berkata kepada
Elia, ”Sudahkah engkau melihat bagaimana Ahab
merendahkan diri oleh karena aku? Sebab ia telah merendahkan diri oleh karena aku, aku tidak
akan mendatangkan malapetaka pada zamannya.
Pada zaman putranya aku akan mendatangkan malapetaka ke atas keluarganya.” (1 Raja 21:29) Apakah Yehuwa mengampuni Ahab? Tidak, karena hanya pertobatan yang sungguh-sungguhlah yang
akan mendapat belas kasihan Allah. (Yehezkiel 33:
14-16) Tetapi, karena Allah melihat bahwa hingga
taraf tertentu Ahab menyesal, Yehuwa pun mengulurkan belas kasihan yang sesuai. Ahab tidak akan
melihat kejadian yang mengerikan saat seluruh keluarganya binasa.
Tetapi, penghakiman Yehuwa atas pria itu tidak
berubah. Yehuwa kemudian berdiskusi dengan
para malaikat-Nya tentang cara terbaik untuk mengelabui Ahab agar terlibat dalam perang yang akan
merenggut nyawanya. Tidak lama kemudian, hukuman Yehuwa atas Ahab dilaksanakan. Karena
terluka parah di medan perang, Ahab mati kehabisan darah di keretanya. Dalam catatan Alkitab ini
ada perincian yang memilukan: Saat kereta kerajaan dibersihkan, beberapa anjing menjilati ceceran
darah raja. Dengan cara ini, orang-orang bisa melihat bagaimana kata-kata Yehuwa yang disampaikan
Elia kepada Ahab terlaksana, ”Di tempat anjing telah menjilati darah Nabot, anjing akan menjilati darahmu juga.”—1 Raja 21:19; 22:19-22, 34-38.
Akhir hidup Ahab mengingatkan sekaligus meyakinkan Elia, Elisa, dan semua hamba Allah lainnya bahwa Yehuwa tidak lupa akan iman dan keberanian Nabot. Allah keadilan tidak akan lupa
menghukum kejahatan, cepat atau lambat; Ia juga
tidak akan lupa menyertakan belas kasihan dalam
penghakiman-Nya selama ada alasan untuk melakukannya. (Bilangan 14:18) Elia benar-benar memberi kita pelajaran yang sangat berharga! Ia tabah selama berpuluh-puluh tahun di bawah pemerintahan
raja yang fasik. Apakah Anda korban ketidakadilan? Apakah Anda ingin sekali Allah membereskan
masalahnya? Bagus jika Anda meniru iman Elia. Dengan bantuan sahabatnya yang setia, Elisa, ia terus mengumumkan berita dari Allah, tabah menghadapi ketidakadilan!
1 FEBRUARI 2014
|
15
PERTANYAAN ALKITAB DIJAWAB
Anda mungkin setuju bahwa Firman Allah itu unik,
dan Alkitab memang demikian. Miliaran Alkitab telah
dicetak dalam ratusan bahasa. Hikmat dalam Alkitab mampu mengubah kehidupan orang-orang menjadi lebih baik.—Baca 1 Tesalonika 2:13; 2 Timotius
3:16.
Kita tahu Alkitab berasal dari Allah karena Alkitab
bisa meramalkan masa depan dengan akurat. Tidak
ada manusia yang sanggup melakukannya. Contohnya, perhatikan buku Yesaya. Sebuah salinan buku
ini, yang dibuat lebih dari satu abad sebelum Yesus
lahir, ditemukan di gua dekat Laut Mati. Di dalamnya
terdapat keterangan bahwa kota Babilon tidak akan
pernah dihuni lagi. Nubuat itu baru tergenap bertahun-tahun setelah pelayanan Yesus di bumi.—Baca
Yesaya 13:19, 20; 2 Petrus 1:20, 21.
Bagaimana Alkitab ditulis?
Alkitab ditulis dalam jangka waktu sekitar 1.600 tahun. Ada kira-kira 40 penulis Alkitab, dan mereka
mengikuti satu tema yang sama tanpa saling bertentangan. Bagaimana mungkin? Allah membimbing
mereka.—Baca 2 Samuel 23:2.
Kadang Allah berbicara kepada para penulis Alkitab melalui malaikat, penglihatan, atau mimpi.
Biasanya, Allah menaruh gagasannya dalam pikiran
para penulis dan membiarkan mereka memilih katakata sendiri untuk menyampaikan berita Allah.—Baca
Penyingkapan 1:1; 21:3-5.
Shrine of the Book, Photo © The Israel Museum, Jerusalem
Apakah Alkitab benar-benar
Firman Allah?
Gulungan kitab Yesaya
Untuk keterangan
lebih lanjut, lihat
pasal 2 buku ini,
yang diterbitkan
Saksi-Saksi Yehuwa
Bisa diunduh di
www.jw.org/id
APA YANG
Sebenarnya
ALKITAB AJARKAN?
Unduhan gratis
majalah ini dan
berbagai terbitan
sebelumnya
Alkitab online
dalam kira-kira
50 bahasa
Kunjungi
www.jw.org/id,
atau pindai kode
wp14 02/01-IN
131211
DAPATKAN JAWABAN BERBAGAI
PERTANYAAN ALKITAB DI WEB
Download