PDF - Jurnal UNESA

advertisement
Penerapan Strategi Pengelolaan Diri untuk Mengurangi Insomnia Pada Siswa Kelas VIIA
di SMP PGRI & Sedati Sidoarjo
PENERAPAN STRATEGI PENGELOLAAN DIRI UNTUK MENGURANGI INSOMNIA
PADA SISWA KELAS VIII A
DI SMP PGRI 7 SEDATI SIDOARJO
Moch. Cahyo Putro R
Dr. Tamsil Muis
Bimbingan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabaya
[email protected]
Tujuan penelitian yang dilakukan adalah untuk menguji penerapan strategi pengelolaan diri untuk membantu
mengurangi insomnia pada siswa kelas VIIIA SMP PGRI 7 Sedati Sidoarjo. Jenis penelitian ini adalah Pre Eksperimen
Design dengan menggunakan Pre-Test and Post-Test One Group Design. Subyek penelitian ini adalah 9 siswa kelas
VIIIA SMP PGRI 7 Sedati Sidoarjo yang memiliki tingkat insomnia tinggi. Metode pengumpulan data yang digunakan
adalah angket keterampilan komunikasi antar pribadi. Jenis angket yang digunakan adalah angket tertutup dengan 4
pilihan jawaban yang terdiri dari selalu, sering, kadang-kadang, tidak pernah. Analisis data yang digunakan adalah
statistik non parametrik dengan uji tanda. Setelah diadakan analisis dengan menggunakan uji tanda, dapat diketahui
bahwa ρ = 0,02 lebih kecil dari α sebesar 5% = 0,05. Artinya setelah penerapan strategi pengelolaan diri, siswa
mengalami penurunan insomnia dari kategori tinggi menjadi kategori sedang. Dari hasil analisis data dapat diketahui
bahwa ada perbedaan skor antara sebelum dan sesudah penerapan penerapan strategi pengelolaan diri terhadap insomnia
pada siswa kelas VIIIA SMP PGRI 7 Sedati Sidoarjo. Dapat disimpulkan bahwa penerapan strategi pengelolaan diri
dapat digunakan untuk membantu siswa dalam mengurangi insomnia.
Kata Kunci : Strategi Pengelolaan Diri, Insomnia
alasan logis. Hal ini bisa menyebabkan tidak
PENDAHULUAN
Tidur bukan berarti “time out” belaka
tercapainya target-target pekerjaan, tugas-
dari rutinitas kesibukan, tidur amat penting
tugas akedemik, dan lain-lain. Hilangnya
bagi kesehatan, fungsi emosional, mental,
kesempatan tidur juga ditengarai sebagai
dan keselamatan. Orang yang menderita
penyebab
insomnia
darahnya
melorotnya produktivitas di berbagai bidang.
meningkat saat tidur dan menderita rasa
Dan tidur yang kurang bisa berbahaya, bisa
kantuk yang berat di siang harinya. Masalah-
memicu kecelakaan serius atau bahkan fatal.
masalah tidur kadang membuat kehidupan
Hal ini didukung oleh fakta sebagai berikut
merasakan
sehari-hari
terasa
tekanan
lebih
menekan
budaya
ketidakhadiran
dan
Menurut Rafknowledge (2004) National
atau
menyebabkan seseorang menjadi kurang
Highway
produktif. Di samping itu, kehilangan waktu
Amerika telah menghitung bahwa lebih dari
tidur
100.000 kecelakaan mobil setiap tahunnya
diketahui
sebagai
penyebab
Traffic
Safety
keseimbangan dalam menerima tugas yang
berhubungan
melibatkan
Kecelakaan karena mengantuk terhitung
memori,
pembelajaran,
dan
1
dengan
Administration
faktor
kelelahan.
Jurnal Mahasiswa Bimbingan Konseling. Volume 01 Nomor 01 Tahun 2013,
sebanyak 1.500 orang tewas dan puluhan
Transient insomnia terjadi pada seseorang
puluhan ribu lainnya terluka dan cacat tetap.
yang termasuk dalam golongan dapat tidur
Kebanyakan orang berpendapat jika
normal, namun karena adanya stress atau
seseorang tidak dapat tidur, orang tersebut
ketegangan
pasti depresi, pendapat itu tidak benar.
kebisingan
Mungkin saja ada banyak orang depresi yang
menjadi sulit tidur. Sedangkan, Short term
menderita
insomnia
insomnia,
tetapi
kebanyakan
sementara
atau
(misal
pindah
(insomnia
karena
tempat
jangka
tidur),
pendek)
orang yang insomnia belum tentu depresi.
merupakan gangguan sulit tidur yang terjadi
Sayangnya, jika seseorang pergi ke dokter
pada para penderita sakit fisik (misalnya
dan mengatakan bahwa dia tidak dapat tidur,
batuk, rematik dan lain sebagainya), atau
dokter lebih memilih memberikan resep anti
mendapat
depresi ketimbang anjuran
evaluasi tidur
kehilangan /kematian orang dekat, pindah
secara spesialis. Orang-orang juga sering
pekerjaan dan lain sebagainya). Biasanya
merasa bahwa persoalan tidur merupakan
gangguan ini akan dapat disembuhkan
masalah yang ada didalam kepala mereka
beberapa
sendiri
pengobatan ataupun perbaikan suasana tidur.
dan
beranggapan
dapat
menyelesaikan sendiri.
Adapun
jenis
stress
saat
situasional
setelah
terjadi
(misal
adaptasi,
Insonmia ini biasanya berhubungan
menurut
langsung dengan peristiwa yang membuat
Gunawan (2001), Jenis Insomnia, antara lain
orang tertekan seperti ditinggal mati,
Insomnia primer dan Insomnia sekunder.
masalah keuangan yang sementara, masuk
Insomnia primer merupakan gangguan sulit
rumah sakit, ujian sekolah, menghadap
tidur yang penyebabnya belum diketahui
pengadilan,
secara pasti. sehingga dengan demikian,
pernikahan dan yang lainnya.
pengobatannya
insomnia
bahkan
Menurut Rafknowledge (2004) insomnia
dilakukan dan biasanya berlangsung lama
dapat memberi sedikit atau banyak dampak
kronis (long term insomnia). Sedangkaan,
pada kondisi yang lebih parah, seperti
Insomnia sekunder merupakan gangguan
Orang dengan insomnia lebih mudah
sulit tidur yang penyebabnya dapat diketahui
menderita depresi dibandingkan mereka
secara
dapat
yang biasa tidur dengan baik, kekurangan
diketahui secara pasti. Gangguan tersebut
tidur akibat insomnia memberi kontribusi
dapat berupa faktor gangguan sakit fisik
pada timbulnya suatu penyakit, termasuk
maupun psikis. Insomnia sekunder dapat
penyakit jantung, mengantuk/ ketiduran
dibedakan Transient insomnia (insomnia
disiang hari dapat mengancam keselamatan
sementara)
kerja termasuk mengemudi kendaraan,
Gangguan
dan
Short
relative
atau
sukar
pasti.
masih
wawancara,
tersebut
term
Insomnia.
orang dengan insomnia bisa kehilangan
mengendarai
banyak waktu dari pekerjaanya, tidur
diantaranya tertidur di depan setir dan 22%
malam yang buruk, dapat menurunkan
remaja juga dilaporkan mengendarai lebih
kemampuan dalam memenuhi tugas harian
cepat untuk melawan kantuk.
sertakurang menikmati aktivitas.
yang
meliputi
mengantuk,
24%
Berdasarkan data yang diperoleh diatas
Menurut Joewana (1988) 2500 orang di
skotlandia
saat
diketahui
bahwa
insomnia
tidak
berbagai
memandang usia. Jika insomnia tidak
golongan, tingkat usia dan tingkat sosial.
ditindak lanjuti maka akan membahayakan
Mereka mendapatkan bahwa orang yang
terutama
merasa tergolong nervous (gugup) juga
penelitian ini yang menjadi populasi adlah
merasa kurang tidur serta ketergantungan
siswa walaupun dari data yang diperoleh
obat di Jakarta menunjukkan hasil bahwa
usia
wanita lebih sering mengalami insomnia
gangguan insomnia daripada usia dewasa
daripada pria (2:1). Di Skotlandia, 45%
dan lanjut usia.
bagi
remaja
dirinya
lebih
sendiri.
sedikit
Pada
mengalami
dari wanita yang berusia lebih dari 75
Untuk mengantisipasi masalah tersebut
tahun mempunyai kebiasaan makan obat
maka perlu diberikan suatu teknik salah
tidur secara teratur. Sedangkan menurut
satunya
penelitian Mc Ghie dan Russel terdapat 400
pengelolaan diri dan reinforcement, karena
orang berusia
15
–
24
tahun,
dengan
menggunakan
strategi
5%
dianggap paling tepat untuk membantu
diantaranya mengalami insomnia. Pada
siswa mengatasi insomnia, dengan alasan
penelitian di Jakarta tahun 1988 terhadap
strategi
2500 siswa SLTP Negeri, sekitar 31%
menimbulkan ketergantungan dan dapat
mengaku sering susah tidur.
digunakan
Menurut Riyasa (2001) tidur pada
remaja
dewasa
mempunyai
muda
pola
(16-30
yang
pengelolaan
untuk
diri
tidak
membantu
siswa
mengatur perubahan secara mandiri.
tahun)
Self-management
berbeda
secara
sederhana
didefinisikan sebagai strategi pengubahan
dibandingkan usia lainnya. Ini disebabkan
tingkah
oleh perubahan hormonal yang terjadi di
pengaturan
akhir masa pubertas, pada masa ini mereka
dilakukan oleh konseli sendiri, dalam
mengalami pergeseran irama sirkadian
bentuk latihan self-monitoring, stimulus
(dan temperature inti tubuh), sehingga jam
control, serta self-reward. Seperti yang
tidur pun bergeser. Yang paling berbahaya
telah diuraikan
adalah kemampuan mengendarai, sebesar
Nursalim, 2005) “Self-Management adalah
60%
suatu proses dimana konseli mengarahkan
dewasa
muda
di
Amerika
3
laku
atau
dan
perilaku
pemanfaatan
dengan
yang
oleh Cormier (dalam
Jurnal Mahasiswa Bimbingan Konseling. Volume 01 Nomor 01 Tahun 2013,
perubahan tingkah laku mereka sendiri
dengan
satu
strategi
atau
kombinasi
strategi”. Dalam pembagiannya strategi
Menurut Diahwati (2001), insomnia
adalah suatu keadaan dimana seseorang
tidak mampu tidur dengan nyaman.
pengelolaan diri terbagi menjadi tiga
Menurut
Joewana
(1988)
insomnia
macam : self-monitoring merupakan upaya
adalah suatu keadaan dimana seseorang
mematau diri, dengan mencatat sendiri
tidak dapat tidur seperti yang ia harapkan,
tingkah laku tertentu (pikiran, tingkah laku,
atau suatu ketidak mampuan untuk tidur.
dan
Dimana terdapat tiga tipe insomnia yaitu
tindakan)
tentang
dirinya
dan
interaksinya dengan peristiwa lingkungan.
tidak
stimulus
rencana
terbangun tengah malam beberapa kali,
sebelum antisedent atau isyarat untuk
terbangun pada waktu pagi yang sangat
menambah atau mengurangi tingkah laku.
dini.
control
merupakan
dapat
atau
sulit
masuk
tidur,
Dan self-reward adalah penghargaan diri
Dan beberapa pendapat tersebut, dapat
baik materiil maupun non materiil, apabila
disimpulkan bahwa insomnia adalah suatu
berhasil mencapai tujuan yang diinginkan.
keadaan dimana seseorang tidak mampu
Didalam mengarahkan perubahan tingkah
tidur dengan nyaman disertai gejala-gejala
laku ini digunakan kombinasi ketiganya.
selalu merasa letih dan lelah sepanjang hari
Dan untuk memberikan motivasi agar
dan
dirinya
benar-benar
dapat
melakukan
kesulitan untuk tidur atau selalu terbangun di
strategi
tersebut,
maka
diberikan
tengah malarn dan tidak dapat kembali tidur.
reinforcement, yaitu dorongan dari dalam
secara
terus
menerus
mengalami
Faktor - faktor penyebab
Insomnia
dan luar diri siswa untuk melakukan tindak
antara lain mendengkur, tidak dapat bernafas
belajar sesuai dengan arahan guru. Hal ini
dan merasa sesak kehabisan udara, kaki
dilakukan
mengejang, suhu tubuh menjadi lebih tinggi
atas
bimbingan
seorang
pembimbing yaitu seorang konselor.
Insomnia
Pengertian insomnia menurut Langen
(1984) insomnia adalah suatu gangguan
di malam hari, rasa mengantuk yang
berlebihan serta seringkali tertidur sejenak
secara
terus
menerus
sepanjang
hari,
ketergantungan terhadap obat tidur.
tidur yang dialami oleh penderita dengan
Sedangkan menurut Herlina (dalam
gejala-gejala selalu merasa letih dan lelah
Diahwati, 2001) faktor penyebab yang dapat
sepanjang hari dan secara terus menerus
mempengaruhi siklus tidur yaitu :
mengalami kesulitan untuk tidur atau selalu
a Penyakit fisik; meliputi asma, radang
terbangun ditengah malam dan tidak dapat
sendi, metabolism yang kacau, diabetes,
kembali tidur.
anemia, ginjal yang kurang berfungsi,
memenuhi tugas harian sertakurang
demam dan batuk.
menikmati aktivitas.
b Lingkungan, meliputi lingkungan yang
Strategi Pengelolaan Diri
tidak tenang, suhu yang terlalu panas atau
( Self-Management )
terlalu dingin.
c Penyakit
Menurut Cormier (dalam Nursalim,
mental:
meliputi
2005), “Self management is process in which
depresi,
anxiety/kecemasan.
d Faktor
clients their own behavior change with any
tingkah
laku:
meliputi
one therapeutic strategy or a combination of
penyalahgunaan kafein/ terlalu banyak
strategys” arti dalam bahasa Indonesia:
minum kopi, alcohol, rokok, obat-obatan,
strategi pengelolaan diri adalah suatu proses
pil diet, perubahan akibat kerja shift, jet
dimana klien mengatur sendiri perubahan
lag dan aktivitas kerja pada malam hari.
perilaku mereka dengan satu strategi atau
Berdasarkan pendapat tersebut, dapat
disimpulkan
bahwa
faktor
suatu kombinasi strategi.
penyebab
Menurut Hilgrad, dkk (1996), Self-
insomnia adalah meliputi faktor fisik,
Managment
mental/psikis, lingkungan dan tingkah laku.
pengalaman perilaku sendiri dan penggunaan
Menurut Rafknowledge (2004) insomnia
adalah
pemantauan
atau
berbagai teknik untuk mengubah perilaku.
memberi sedikit atau banyak dampak pada
Dari beberapa pendapat diatas dapat
kondisi yang lebih parah, dampaknya bias
disimpulkan bahwa strategi pengelolaan diri
lebih serius antara lain:
(Self-Management) adalah strategi yang
a.
Orang dengan insomnia lebih mudah
memberikan kesempatan kepada klien untuk
menderita depresi dibandingkan mereka
mengenali,
yang biasa tidur dengan baik.
perilaku diri sendiri dengan menggunakan
b.
Kekurangan
member
suatu
tidur
d.
e.
memantau
insomnia
satu atau berbagai teknik untuk mengubah
pada
timbulnya
perilaku dengan bantuan yang minimal dari
termasuk
penyakit
konselor.
jantung.
c.
dan
akibat
kontribusi
penyakit,
mengatur,
Cormier (1985), memberikan tahap-
Dampak mengantuk/ ketiduran disiang
tahap dalam strategi pengelolaan diri (Self-
hari dapat mengancam keselamatan
Management) sebagai berikut :
kerja, termasuk mengemudi kendaraan.
Tahap 1 : Klien mengidentifikasi, mencatat
Orang dengan insomnia bias kehilangan
sasaran perilaku dan mengontrol
banyak waktu dari pekerjaanya.
penyebab serta akibatnya.
Tidur
malam
menurunkan
yang
buruk,
kemampuan
dapat
dalam
5
Jurnal Mahasiswa Bimbingan Konseling. Volume 01 Nomor 01 Tahun 2013,
Tahap 2 : Klien mengidentifikasi perilaku
yang
diharapkan
arah
perubahannya.
Sedati Sidoarjo. Metode yang digunakan
untuk mngumpulkan data tentang siswa yang
memiliki insomnia tinggi adalh dari angket.
Tahap 3 : Konselor
menjelaskan
Penerapan strategi self management
strategi
dilakukan 6 kali pertemuan dengan tahap
kemungkinan
pengelolaan diri.
tahap pemantauan diri self monitoring,
Tahap 4 : Klien memilih satu atau lebih
strategi pengelolaan diri.
pengendalian
diri
stimulus
control,
penghargaan diri self reward.
Tahap 5 : Klien menyatakan secara verbal
Data dianalisis dengan menggunakan
persetujuan untuk menggunakan
tekhnik statistic non parametik dengan
tahap kedua dan tahap keempat.
menggunakan uji tanda.
Tahap 6 : Konselor memberi instruksi dan
model strategi yang dipilih.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Tahap 7 : Klien mengulangi pemahaman
strategi yang dipilih.
Tahap 8 : Klien
siswa dari kelas VIII A SMP PGRI 7 Sedati
menggunakan
strategi
yang dipilih.
Tahap 9 : Klien
Sidoarjo yang termasuk dalam kategori
tingkat insomnia yang tinggi. Selanjutnya, 9
mencatat
penggunaan
strategi serta tingkat perilaku
sasaran.
Tahap 10 : Data
Berdasarkan hasil pre-test, diperoleh 9
siswa
diperiksa
diberikan
Strategi
Pengelolaan Diri (self management).
Setelah
klien
tersebut
diberikan
perlakuan
dengan
oleh
Strategi Pengelolaan diri sebanyak 6 kali
konselor dan klien, kemudian
pertemuan, selanjutnya siswa diberikan lagi
klien melanjutkan dan membuat
angket tentang insomnia. Tujuannya untuk
revisi program.
mengetahui ada tidaknya perbedaan tingkat
Tahap 11 : Membuat catatan dan penyajian
data
pada
diri
sendiri
dan
penguat demi kemajuan klien.
METODE
Jenis penelitian ini adalah dipakai
adalah rancangan pre-experimental design
insomnia oleh 9 siswa dari kelas VIII A
SMP PGRI 7 Sedati Sidoarjo setelah
memperoleh perlakuan self management.
Penurunan skor pada 9 siswa tersebut
merupakan hasil dari penerapan Strategi self
management.
dengan bentuk one-group pretest-posttest
Perubahan skor insomnia siswa terlihat
design, sedangkan subyek penelitiannya
pula dalam proses analisis data yang
adalah 9 siswa yang memiliki tingkat
dilakukan dengan menggunakan uji tanda
insomnia tinggi dikelas VIII A SMP PGRI 7
adalah :
probabilitas binomial N= 9 dan x =
0, diperoleh ρtabel = 0.02 sehingga
(a). Menentukan tanda dari selisih tiap
pasangan.
Tanda
menunjukkan
Tanda
positif
insomnia
negatif
ρtabel lebih kecil dari α = 0.05 (0.02<
(+)
meningkat.
(-)
0.05).
(d). Jika ρ lebih kecil atau sama dengan α,
menunjukkan
insomnia menurun.
tolak H0. Harga 0,02 lebih kecil daripada
(b). Menentukan pula nilai N yaitu jumlah
α = 0,05 yang ditetapkan sebelumnya.
pasangan yang mempunyai tanda (+)
Untuk menolak H0 peluang sampel
dan
(-). Dapat diketahui bahwa
harus lebih kecil daripada 0,05 karena
tanda peringkat yang bertanda (+) = 0
0,02 < α, berarti H0 ditolak dan Ha
dan tanda peringkat yang bertanda (-) =
diterima.
9, dengan demikian tanda dengan
Maka hipotesis yang berbunyi penerapan
jumlah terkecil atau x = 0. N adalah
strategi pengelolaan diri untuk mengurangi
subjek penelitian yaitu 9.
insomnia telah dibuktikan kebenarannya.
Atau hipotesis yang berbunyi terdapat
(c).Metode untuk menentukan peluang yang
perbedaan signifikan pada skor insomnia
timbul menurut kejadian H0 dari nilai x
antara sebelum dan sesudah diterapkannya
pengamatan bergantung pada besarnya
strategi pengelolaan diri pada siswa kelas
N,
VIII-A SMP PGRI 7 Sedati diterima.
(1). Jika N ≤ 25, tabel D (tabel binomial)
Self
memperlihatkan uji satu arah. untuk
membantu
uji dua arah, lipat duakan nilai
lingkungan
melalui rumus pendekatan normal
distribusi
(self-monitoring),
tersebut.,
subjek
<
25
atau
pengendalian
stimuli
(stimulus control), dan mengajarkan diri
(self-reward)” (Cormier & Cormier, 1985).
uji dua arah, lipat duakan peluang
dari
memanipulasikan
varian dalam teknik ini yakni: pantauan diri
normal)
untuk menolak H0, sedangkan untuk
memperoleh
dan
konsekuensi yang diinginkan. Terdapat tiga
memberikan peluang uji satu arah
yang
perubahan
mengadministrasikan sendiri konsekuensi-
dengan
koreksi untuk kontinuitas. Tabel-A
(tabel
membuat
untuk
mereka untuk memodifikasi aspek-aspek
(2). Jika N > 25, hitunglah nilai x
sebaran binomium
siswa
digunakan
dengan cara menumbuhkan kemampuan
peluang dari tabel D tersebut.
dari
Management
Dari hasil post-test tersebut, diketahui
tabel-A
ada perbedaan dari 9 siswa tersebut setelah
maka
memperoleh perlakuan dengan Strategi self
menentukan signifikansi dari tabel
management. Adapun temuan-temuan dari
7
Jurnal Mahasiswa Bimbingan Konseling. Volume 01 Nomor 01 Tahun 2013,
hasil penelitian adalah meskipun kesembilan
untuk pelaksanaan strategi self management.
subyek sama-sama diberi perlakuan dengan
Sehingga kesembilan
strategi pengelolaan diri akan tetapi ada
subyek dalam penelitian ini bisa berhasil
subyek
dalam mengurangi insomnia.
yang
belum
maksimal
untuk
siswa yang menjadi
mengurangi insomnia. Dapat di tunjukkan
Penelitian ini memiliki keterbatasan yaitu
berdasarkan selisih antara pre test dan post
pemberian strategi self management yang
test. Hal ini disebabkan masing-masing
dilakukan hanya sebanyak 6 kali pertemuan.
subyek dalam mengikuti proses penerapan
Sebaiknya diberikan waktu yang lebih
strategi self management mempunyai minat
banyak
dan motivasi yang berbeda-beda.
sehingga memungkinkan tercapainya tujuan
Pada skor awal (pre-test), kesembilan
dalam
peneliti
Sidoarjo
layanan-layanan
memiliki
kategori
perlakuan
secara maksimal. Selain itu hendaknya
siswa kelas VIII A SMP PGRI 7 Sedati
termasuk
melaksanakan
juga
memperhatikan
khusus
yang
tentang
wajib
insomnia tinggi. Sedangkan pada skor akhir
diberikan kepada siswa misalnya teknik
(post-test), skor insomnia siswa mengalami
strategi yang lainnya, karena faktor-faktor
penurunan. Dari kesembilan siswa yang
yang dapat mengurangi insomnia tidak
mengalami penurunan skor dapat disajikan
hanya diimplementasikan melalui strategi
sebagai berikut: Melati dari 60 menjadi 47,
self management. Dalam hal-hal tersebut
Mawar dari 58 menjadi 44, Kamboja dari 59
tidak
menjadi 44, Teratai dari 59 ke 40, Anggrek
keterbatasan
dari 56 ke 48, Tulip dari 57 menjadi 45,
penelitian lebih lanjut hendaknya variabel-
Kateliya dari 60 menjadi 46, Anyelir dari 60
variabel tersebut dipertimbangkan untuk
menjadi 47, Aster dari 58 menjadi 48. Hal
diamati supaya hasil penelitian lebih akurat.
diamati
karena
peneliti,
keterbatasan-
sehingga
untuk
ini disebabkan mereka sangat bersungguhsungguh dalam mengikuti proses penerapan
Strategi Pengelolaan diri
yang telah
dilaksanakan
SIMPULAN DAN SARAN
Berdasar
hasil
analisis
dengan
menggunakan uji tanda, dapat diketahui
self
bahwa ρ = 0,02 lebih kecil dari α sebesar 5%
management Pembimbing tidak mengalami
= 0,05 atau 0,02 < 0,05 berarti Ho yang
kendala yang berarti baik pada siswa
berbunyi tidak ada perbedaan skor yang
maupun pembimbing sendiri. Petunjuk atau
signifikan antara sebelum dan sesudah
instruksi yang diberikan oleh pembimbing
diberikan strategi pengelolaan diri ditolak
cukup dapat dipahami oleh siswa dan alokasi
dan Ha yang berbunyi ada perbedaan skor
waktu yang digunakan juga sudah cukup
yang signifikan antara sebelum dan sesudah
Dalam
pelaksanaan
strategi
diberikan strategi pengelolaan diri diterima.
diri agar insomnia yang dialami siswa
Dengan demikian hipotesis penelitian yang
dapat dikurangi dengan cepat.
berbunyi “Penerapan strategi pengelolaan
DAFTAR ACUAN
diri untuk mengurangi insomnia pada siswa
Cormier and Cormier. 1985. Interviewing
Strategis for Helpes Fundamental Skil and
Cognitive, Behaviour Intentions. California
Books: Cole Publishing Company
kelas VIII A SMP PGRI 7 Sedati Sidoarjo.”
Sehingga
dapat
disimpulkan
bahwa
.
penerapan strategi pengelolaan diri efektif
Diahwati, Diana. 2001. Serba – Serbi
Manfaat dan Gangguan Tidur. Bandung :
CV.PIONIR JAYA
untuk mengurangi insomnia.
Berdasarkan hasil simpulan yang telah
diuraikan dan simpulan dari hasil penelitian
yang
telah
dilakukan,
maka
Gunawan, L. 2001. Insomnia Gangguan
terdapat
Sulit Tidur. Yogyakarta: KANISUS
beberapa saran yang dapat diberikan dari
hasil penelitian, yaitu :
Hilgard. E. R. Dkk. 1996.
1. Bagi Sekolah
Pengantar
Psikologi. Jilid II. Jakarta : Erlangga.
Hasil dari penelitian ini dapat dijadikan
Joewana , S. 1988. Psikopatologi Insomnia
(http://www.kalbe.co.id, diakses 28 Maret
2011).
sebagai sumber masukan pada pihak
sekolah
yang
nantinya
akan
dapat
digunakan sebagai bahan pertimbangan
Langen, D. 1984. Gangguan Tidur. Jakarta:
strategi untuk mengurangi insomnia siswa
PT. Grafidian Jaya.
dengan memberi perlakuan yang terbaik.
2. Bagi Konselor Sekolah
Rafknoledge, 2004. Insomnia dan Gangguan
Tidur Lainnya. Jakarta: PT Elex Media
Komputindo.
Hasil penelitian ini dapat dijadikan bahan
masukan
baru
untuk
meningkatkan
layanan bimbingan konseling di sekolah,
Riyasa, I Ketut T. 2001. Karakteristik
Penderita Dalam Kaitanya dengan
Gangguan Tidur Awal pada Pasien Kanker
Mammae yang Menjalani Pengobatan
Operasi
dan Kombinasi,
(Online),
(http://[email protected],
diakses 28 maret 2011).
khususnya untuk membantu siswa yang
mengalami
insomnia
dengan
menggunakan metode pengelolaan diri.
3. Bagi Peneliti Lain
Bagi
peneliti
lain
hendaknya
memperhatikan aspek alokasi waktu yang
diberikan dalam proses perlakuan agar
hasilnya lebih maksimal. Selain itu perlu
adanya suatu metode atau teknik yang
lain untuk melengkapi teknik pengeloaan
9
Download