standar presentasi korporat

advertisement
KEBIJAKAN DAN IMPLEMENTASI BPJS
KESEHATAN
Disampaikan pada Acara Forum HRD Bekasi
Bekasi, 20 Agustur 2014
www.bpjs-kesehatan.go.id
BPJS Kesehatan
Agenda
1. PROFIL
2. REGULASI
3. KEPESERTAAN
4. PELAYANAN KESEHATAN
5. PROMOTIF-PREVENTIF
6. COORDINATION of BENEFIT
7. TANTANGAN dan UPAYA
1. PROFIL
Organisasi BPJS Divre V
1 KANTOR DIVISI REGIONAL V
4 KANTOR CABANG UTAMA
5 KANTOR CABANG (Kelas A dan B)
15 KLOK/ 5 LO
27 KABUPATEN/KOTA
WILAYAH KERJA
BPJS KESEHATAN JABAR
KCU BANDUNG
KCU BOGOR
KC SUKABUMI
KC KARAWANG
KC SUMEDANG
KCU CIREBON
KCU TASIKMALAYA
KCU BEKASI
KC SOREANG
SOREANG
Soreang
KANTOR BPJS KESEHATAN
NO.
1
Kabupaten/Kota
ALAMAT
BANDUNG
Jl. Pelajar Pejuang 45 No.66 Bandung 40263
Kota Cimahi
Kab Bandung Barat
Komp. Kota Mas Raya No. 1 Cimahi
Jl. Raya Batujajar Ruko Cimerang Bisnis Center
Unit No. 6 Padalarang-Kab Bandung Barat
BOGOR
Jl. A Yani No.62 E Bogor
Kota Depok
Kabupaten Bogor
Jl. KemaKmuran Raya No. 38 Depok II Tengah
Jl Tegar Beriman Cibinong
SUKABUMI
Jl. Siliwangi No. 120-122 Sukabumi
Kab. Sukabumi
Kab. Cianjur
Jl. A. Yani (depan RSUD Pelabuhanratu)
Pelabuhanratu
Jl. Rumah sakit No. 2 A Cianjur 43216
4
KARAWANG
Kab. Purwakarta
5
6
2
3
(022) 7317058,
7307734
022-6658242
(022) 6867186
(0251) 356538
NO. FAX
NAMA KEPALA KANTOR
NAMA
NO. HP
(022) 7307439 dr. Gatot Subroto
022-6628951 Sedy Fajar
022-6867235
Teja Pamela
(0251) 317429 dr. Anurman Huda
021-7713303,771301 021-7702136 Aan Hasanah
021-87911834
drg. Andina Rahmayani
(0266) 218650,
224945
0266-7078617
08124424222
081320133477
08122052202
081338009030
08111108345
08111142039
(0266) 224945 Herry Rachmanto
-
0263-267360
Dedi Irawan
0263-267360 Sundus Farida
08111141855
081320223226
Jl. Jend A. Yani No.85 (by pass) Karawang 41315
Jl. Veteran No. 81 Purwakarta
(0267) 402573
0264-219145
(0267) 412556 Jayadi
Achmad Yana
08117405900
08112260745
SUMEDANG
Kab. Majalengka
Kab. Subang
Jl. RA Kartini No.7 Kotak Pos 101, Sumedang
Jl Kesehatan No 77
Jl. Kartawigenda No. 26 Subang
(0261) 203580
(0233) 282500
(0260) 412127
(0261) 204685 dr. Ketler Siahaan
(0233) 282500 Utamy Sri Rahayu
(0260) 412127 Nana Suryana
08112200304
08112100226
08112100223
CIREBON
Kab. Indramayu
Kab. Kuningan
Jl. Dr Sudarsono Nomor 43 Cirebon
Jl Letjen Suprapto No 326 Kab Idnramayu
Jl Ruko Bojong Indah No 2 B RT 06/02
Kelawirarangan
(0231) 206097
0234-7010001
0232-6000060
(0231) 223571 drg. Bona Evita
0234-272579 Ahmad Burhanudin
0232-874467
Rudhy Suksmawan
082210500800
08112412173
Jl. Tanuwijaya No. 9 Tasikmalaya 46113
Jl. Siliwangi No. 7 Garut
Jl. Kapten Murod Idrus No. 4 Ciamis
Jl. Raya Ciamis Parungsari No. 195 Kota Banjar
Jl. A Yani (Ruko Bekasi Mas Blok C No.2) Bekasi
17141
Ruko Metro Boulevard Jl. Jababeka 2 No. 11
Cikarang barat-Bekasi
Jl Terusan Al Fathu
(0265) 332314
0262-233680
0265-774439
(0265) 328810 Deded Candra
Wawan Nawawi
Ina Gandaliana
Jajan Nurjana
(021)
dr. Agus Saefudin
88851929
08119673860
08128045510
081323133821
08112256272
7
TASIKMALAYA
Kab. Garut
Kab. Ciamis
Kota Banjar
8
BEKASI
Kab Bekasi
9
NO. TELP
SOREANG
(021) 8847071
(022) 8888 6276
dr. Rachmad Widodo
081324480903
081320056543
08122781455
Halo BPJS (021) 500 400
PESERTA BPJS KESEHATAN
s.d APRIL 2014
JENIS KEPESERTAAN
- Eks Askes Sosial
- TNI/POLRI
s.d JULI 2014
JUMLAH
2.179.583
310.803
- PBI (Jamkesmas)
- Jamkesda
14.758.324
148.096
- PPU
JENIS KEPESERTAAN
- Eks Askes Sosial
- TNI/POLRI
396.685
JUMLAH
18.757.139
2.198.867
366.936
- PBI (Jamkesmas)
- Jamkesda
14.758.324
230.894
963.648 - BU (PPU)
- PBPU
JUMLAH
1.733.372
- PBPU
943.285
JUMLAH
20.231.678
s.d Desember
2013
1.453
92
Jaringan Fasilitas
Kesehatan
FASKES PRIMER
1. Puskesmas : 1.050
2. Dokter Keluarga : 393
3. Dokter Gigi : 13
FASKES LANJUTAN :
1. RS Pemerintah : 38
2. RS Swasta : 29
3. RS TNI/Polri : 10
4. Balai Kesehatan : 5
5. RS Khusus : 7
6. RS Jiwa : 3
s.d Juli 2014
Faskes Primer :
1. Puskesmas : 1.053
2. Dokter Keluarga : 295
3. Dokter Gigi : 38
4. Klinik Pratama: 491
5. Faskes TNI/POLRi : 112
1.989
FASKES LANJUTAN :
1. RS Pemerintah : 40
2. RS Swasta : 120
3. RS TNI/Polri : 12
4. Balai Kesehatan/Klinik Utama : 9
5. RS Khusus : 8
6. RS Jiwa : 2
191
2. Regulasi
Sistem Jaminan Sosial Nasional
Hak konstitusional setiap orang
+
Wujud tanggung jawab negara
Konvensi ILO 102
tahun 1952
• Standar minimal Jaminan Sosial (Tunjangan kesehatan, tunjangan
sakit, tunjangan pengangguran, tunjangan hari tua, tunjangan
kecelakaan kerja, tunjangan keluarga, tunjangan persalinan,
tunjangan kecacatan, tunjangan ahli waris
Pasal 28 H ayat 3
UUD 45
• “Setiap orang berhak atas Jaminan Sosial yang memungkinkan
pengembangan dirinya secara utuh sebagai manusia yang
bermanfaat".
Pasal 34 ayat 2
UUD 45
• "Negara mengembangkan sistem jaminan sosial bagi seluruh
rakyat dan memberdayakan masyarakat yang lemah dan tidak
mampu sesuai dengan martabat kemanusiaan".
Mewujudkan masyarakat Indonesia yang mandiri, maju, adil dan makmur
Dasar Hukum (1)
Undang-undang No 36 Tahun 2009
• Tentang Kesehatan
Undang-undang No. 44 Tahun 2009
• Tentang Rumah Sakit
Undang-undang 29 Tahun 2004
• Tentang Praktek Kedokteran
11
Dasar Hukum (2)
UU No.40 Tahun 2004
Tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional
UU No.24 tahun 2011
Tentang Badan Penyelenggaran Jaminan Sosial
PERPRES No.12 Tahun 2013
Tentang Jaminan Kesehatan
PERPRES No.111 Tahun 2013
Tentang Perubahan atas Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2013
Permenkes 71 Tahun 2013
Tentang Pelayanan Kesehatan Pada Jaminan Kesehatan Nasional
6. Permenkes No.69 Tahun 2013
Tentang Standar Tarif Pelayanan Kesehatan Pada Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama &
Fasilitas Kesehatan Tingkat Lanjutan Dalam Penyelenggaraan Program Jaminan Kesehatan
12
Dasar Hukum (3)
Kepmenkes Nomor 455/Menkes/SK/XI/2013
•Tentang Asosiasi Fasilitas Kesehatan
SE Menkes 31 Tahun 2014
•Tentang Pelaksanaan Standar Tarif Pelayanan Kesehatan Pada Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama &
Fasilitas Kesehatan Tingkat Lanjutan Dalam Penyelenggaraan Program Jaminan Kesehatan
SE Menkes 32 Tahun 2014
•Tentang Pelaksanaan Pelayanan Kesehatan Bagi Peserta BPJS Kesehatan Pada Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tingkat
Pertama & Fasilitas Kesehatan Tingkat Lanjutan Dalam Penyelenggaraan Program Jaminan Kesehatan
SE Dirjen BUK No.BN.04.01/I/2363/2013
• Tentang Penyesuaian Tarif INA CBG’s di Rumah Sakit dalam Pelaksanaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN)
Permenkes 28 Tahun 2014
• Tentang Pedoman Pelaksanaan Program Jaminan Kesehata n Nasional
Permenkes 27 Tahun 2014
• Tentang Petunjuk Teknis Sistem InaCBG’s
13
Sistem Jaminan Sosial Nasional
3 Azas
Kemanusiaan
Manfaat
Keadilan sosial
bagi seluruh
rakyat
Indonesia
5 Program 9 Prinsip
Jaminan
Kesehatan
Kegotong-royongan
Nirlaba
Keterbukaan
Jaminan
Kecelakaan Kerja
Kehati-hatian
Jaminan Hari Tua
Portabilitas
Jaminan Pensiun
Kepesertaan wajib
Jaminan
Kematian
Akuntabilitas
Dana amanat
Hasil pengelolaan dana
digunakan seluruhnya
untuk pengembangan
program dan sebesarbesarnya untuk
kepentingan peserta
Halo BPJS (021) 500 400
UU 29 Tahun 2004
(Tentang Praktik Kedokteran)
Paragraf 5
Kendali Mutu dan Kendali Biaya
Pasal 49
(1)Setiap dokter atau dokter gigi dalam melaksanakan praktik
kedokteran atau kedokteran gigi wajib menyelenggarakan
kendali mutu dan kendali biaya.
(2)Dalam rangka pelaksanaan kegiatan sebagaimana dimaksud
pada ayat (1) dapat diselenggarakan audit medis.
(3)Pembinaan dan pengawasan ketentuan sebagaimana
dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) dilaksanakan oleh
organisasi profesi.
Halo BPJS (021) 500 400
UU 36 Tahun 2009
(Tentang Kesehatan)
BAB IV
TANGGUNG JAWAB PEMERINTAH
Pasal 14, Ayat (1)
Pemerintah bertanggung jawab
merencanakan, mengatur, menyelenggarakan,
membina, dan mengawasi penyelenggaraan
upaya kesehatan yang merata dan terjangkau
oleh masyarakat.
Halo BPJS (021) 500 400
UU 44 Tahun 2009
(Tentang Rumah Sakit)
Pasal 6 Ayat (1)
Pemerintah dan Pemerintah Daerah bertanggung jawab untuk :
a. menyediakan Rumah Sakit berdasarkan kebutuhan
masyarakat;
b. menjamin pembiayaan pelayanan kesehatan di Rumah Sakit
bagi fakir miskin, atau orang tidak mampu sesuai ketentuan
peraturan perundangundangan;
c. membina dan mengawasi penyelenggaraan Rumah Sakit;
d. memberikan perlindungan kepada Rumah Sakit agar dapat
memberikan pelayanan kesehatan secara profesional dan
bertanggung jawab;
Halo BPJS (021) 500 400
Peta Jalan JKN
-Perluasan dan
Pengembangan
faskes dan nakes
secara
komprehensif
-Evaluasi dan
penetapan
pembayaran
• Distribusi belum
merata
• Kualitas bervariasi
• Sistem rujukan belum
optimal
• cara Pembayaran
belum optimal
2012
2013
RENCANA AKSI
PENGEMBANGAN
FASKES, NAKES,
SISTEM RUJUKAN
DAN INFRASTRUKTUR
2014
•Jumlah mencukupi
• Distribusi merata
• Sistem rujukan
berfungsi optimal
• Pembayaran dengan
cara prospektif dan
harga keekonomian
untuk semua penduduk
KEGIATAN-KEGIATAN:
2015
2016
2017
2018
2019
Implementasi roadmap: pengembangan faskes, nakes, sistem rujukan
dan infrastruktur lainnya.
Kajian berkala tahunan elijibilitas Faskes, kredensialing, kualitas layanan dan
penyesuaian besaran pembayaran harga keekonomian
Penyusunan
Standar,
prosedur dan
pembayaran
faskes
Implementasi, pemantauan dan penyempurnaan sistem rujukan dan
telaah utilisasi
Implementasi pembayaran Kapitasi dan INA-CBGs serta penyesuaian
besaran biaya dua tahunan dengan harga keekonomian
Sumber : Peta Jalan Menuju JKN 2012-2019, 2012
Halo BPJS (021) 500 400
3. Kepesertaan dan Iuran
PESERTA BPJS
NON PBI
PBI
APBN
APBD
JAMKESMAS
(EXISTING)
PJKMU
/JAMKESDA
PEKERJA BUKAN
PENERIMA UPAH
PEKERJA PENERIMA UPAH
PEGAWAI
PEMERINTAH
1.PNS PUSAT
2.PNS DAERAH
3.PNS
DIPERBANTUKAN
4.TNI
5.POLRI
6.PJBT NEGARA
7.PEGAWAI
PEMERINTAH NON
PNS
PEGAWAI
NON
PEMERINTAH
1. PEG. BUMN
2. PEG. BUMD
3. PEG. SWASTA
INDIVIDU
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
PENGACARA
AKUNTAN
ARSITEK
DOKTER,
KONSULTAN
NOTARIS
PENILAI,
AKTUARIS
PEMAIN MUSIK, PEMBAWA
ACARA
BUKAN PEKERJA
PENERIMA
PENSIUN
1.PP PNS
2.PP TNI
3.PP POLRI
4.PP PEJABAT
NEGARA
VETERAN,
PK
1. INVESTOR
2. PEMBERI
KERJA
3. PENERIMA
PENSIUN
1.VET TUVET
2.VET NTUVET
3.PERINTIS
KEMERDEKA
AN
20
Per.Pres. RI Nomor : 111 Tahun 2013 pasal 6 :
(1) Kepesertaan Jaminan Kesehatan bersifat WAJIB dan
mencakup SELURUH penduduk Indonesia
2013
Badan Hukum PRIVATE
Di bawah Menteri BUMN
Semula Hanya Untuk Jaminan
Kesehatan PNS dan Pensiunan
TNI/POLRI + Prts Kem + Vet
2014 - 2019
CAKUPAN
SEMESTA 2019
Badan Hukum PUBLIK
Langsung Bertanggung Jawab Kepada PRESIDEN
Untuk Mengelola Jaminan Kesehatan
SELURUH RAKYAT INDONESIA
www.bpjs-kesehatan.go.id
Iuran
PBI
Dibayar oleh
pemerintah
Rp. 19.225,- /org/bulan
Pemberi Kerja 4% Pekerja 0,5%
Pekerja
Penerima
Upah (PPU)
Dibayar oleh Pemberi
Kerja dan Pekerja
Per 1 Juli 2015
Pemberi Kerja 4% Pekerja 1%
Gaji Pokok + Tunjangan tetap
sesuai PTKP K-1
Min UMP Maks 2X PTKP K-1
Tambahan Kel lainnya 1%
Pekerja Bukan
Penerima Upah
(PBPU)& Bukan
Pekerja (BP)
Dibayar oleh peserta
yang bersangkutan
Kelas 1 Rp.59.500,-/org/bln
Kelas 2 Rp.42.500,,-/org/bln
Kelas 3 Rp. 25,500,-/org/bln
Khusus PPU : PNS, TNI, Polri, Pejabat Negara, dan Pegawai Pemerintah Non Pegawai Negeri
sebesar 5% dari gaji/upah+ tunjangan keluarga perbulan
www.bpjs-kesehatan.go.id
HAK DAN KEWAJIBAN PESERTA BPJS Kesehatan
• Hak Peserta
– Mendapatkan kartu peserta sebagai bukti sah untuk
memperoleh pelayanan kesehatan;
– Memperoleh manfaat dan informasi tentang hak dan
kewajiban serta prosedur pelayanan kesehatan sesuai
dengan ketentuan yang berlaku;
– Mendapatkan pelayanan kesehatan di fasilitas kesehatan
yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan; dan
– Menyampaikan keluhan/pengaduan, kritik dan saran
secara lisan atau tertulis ke Kantor BPJS Kesehatan.
23
HAK DAN KEWAJIBAN PESERTA BPJS Kesehatan
• Kewajiban Peserta
– Mendaftarkan dirinya sebagai peserta serta
membayar iuran yang besarannya sesuai dengan
ketentuan yang berlaku ;
– Melaporkan perubahan data peserta, baik karena
pernikahan, perceraian, kematian, kelahiran, pindah
alamat atau pindah fasilitas kesehatan tingkat I;
– Menjaga Kartu Peserta agar tidak rusak, hilang atau
dimanfaatkan oleh orang yang tidak berhak.
– Mentaati semua ketentuan dan tata cara pelayanan
kesehatan.
24
UU Nomor 24 Tahun 2011
Pasal 15
1) Pemberi Kerja secara bertahap wajib mendaftarkan dirinya dan
Pekerjanya sebagai Peserta kepada BPJS sesuai dengan program Jaminan
Sosial yang diikuti.
2) Pemberi Kerja, dalam melakukan pendaftaran sebagaimana dimaksud
pada ayat (1), wajib memberikan data dirinya dan Pekerjanya berikut
anggota keluarganya secara lengkap dan benar kepada BPJS.
3) Penahapan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur dengan
Peraturan Presiden.
Pasal 19
1) Pemberi Kerja wajib memungut Iuran yang menjadi beban Peserta dari
Pekerjanya dan menyetorkannya kepada BPJS.
2) Pemberi Kerja wajib membayar dan menyetor Iuran yang menjadi
tanggung jawabnya kepada BPJS.
25
UU Nomor 24 Tahun 2011
Pasal 17
1) Pemberi Kerja selain penyelenggara negara yang tidak melaksanakan
ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 15 ayat (1) dan ayat (2),
dan setiap orang yang tidak melaksanakan ketentuan sebagaimana
dimaksud dalam Pasal 16 dikenai sanksi administratif.
2) Sanksi administratif sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat berupa:
a. teguran tertulis;
b. denda; dan/atau
c. tidak mendapat pelayanan publik tertentu.
Pasal 55
Pemberi Kerja yang melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 19 ayat (1) atau ayat (2) dipidana dengan pidana penjara paling lama 8
(delapan) tahun atau pidana denda paling banyak Rp1.000.000.000,00 (satu
miliar rupiah).
26
Perpres 111 Tahun 2013
Pasal 17
Tatacara Pembayaran Iuran
1) Pemberi Kerja wajib memungut iuran dari pekerjanya, menambahkan
iuran yang menjadi kewajibannya, dan membayarkan iuran tersebut
kepada BPJS Kesehatan paling lambat tanggal 10 (sepuluh)
setiap bulan.
2) Apabila tanggal 10 (sepuluh) sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
jatuh pada hari libur, maka iuran dibayarkan pada hari kerja
berikutnya.
3) Keterlambatan pembayaran Iuran Jaminan Kesehatan sebagaimana
dimaksud pada ayat (1), dikenakan denda administratif sebesar
2% (dua persen) per bulan dari total iuran yang tertunggak yang
dibayarkan bersamaan dengan total iuran yang tertunggak oleh
Pemberi Kerja.
4) (4) Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara pembayaran iuran bagi
Peserta Pekerja Penerima Upah diatur dengan Peraturan BPJS
Kesehatan.
27
KARTU BPJS
NOMOR BPJS
Faskes Primer
Nomor Induk Kependudukan
28
4. Pelayanan Kesehatan
MODEL SISTEM PELAYANAN KESEHATAN BPJS
Cost
DRG/INA
CBG’S
Tersier
Equity ↓↓
Biaya sangat mahal
Sekunder
DRG/INA
CBG’S
Equity ↓= tergantung income
Biaya mahal
Primer
Equity besar
(aksesibel bagi semua golongan)
Biaya terjangkau
(Referensi: Starfield B, 1999)
Quantitas
(Gatekeeper)
Kapitasi
Pay for
Performance
Halo BPJS (021) 500 400
ADMISSION
Permenkes 28 Tahun 2014 (lampiran hal. 19)
Status Kepesertan Pasien harus dipastikan sejak awal masuk
FKRTL. Bila pasien berkeinginan menjadi Peserta JKN dapat
diberi kesempatan untuk melakukan pendaftaran dan
pembayaran iuran peserta JKN dan selanjutnya menunjukkan
nomor identitas peserta JKN selambat-lambatnya 3 x 24 jam
hari kerja sejak yang bersangkutan dirawat atau sebelum
pulang (bila dirawat kurang dari 3 hari). Jika sampai waktu
yang tealah ditentukan pasien tidak dapat menunjukkan
nomor identitas peserta JKN maka pasien dinyatakan sebagai
pasien umum.
33
www.bpjs-kesehatan.go.id
Pelayanan
kesehatan
tingkat
pertama,
meliputi
pelayanan
kesehatan non
spesialistik yang
mencakup:
• Administrasi pelayanan;
• Pelayanan promotif dan preventif;
• Pemeriksaan, pengobatan, dan konsultasi
medis;
• Tindakan medis non spesialistik, baik operatif
maupun non operatif;
• Pelayanan obat dan bahan medis habis pakai;
• Transfusi darah sesuai dengan kebutuhan
medis;
• Pemeriksaan penunjang diagnostik
laboratorium tingkat pratama; dan
• Rawat inap tingkat pertama sesuai dengan
indikasi
34
Pelayanan kesehatan rujukan tingkat lanjutan, meliputi
pelayanan kesehatan yang mencakup :
1. Rawat Jalan yang Meliputi :
a) Administrasi pelayanan;
b) Pemeriksaan, pengobatan dan
konsultasi spesialistik oleh dokter spesialis
dan subspesialis;
c) Tindakan medis spesialistik sesuai
dengan indikasi medis;
d) Pelayanan obat dan bahan medis habis
pakai;
e) Pelayanan alat kesehatan implan;
f) Pelayanan penunjang diagnostik
lanjutan sesuai dengan indikasi medis;
g) Rehabilitasi medis;
h) Pelayanan darah;
i) Pelayanan kedokteran forensik; dan
j) Pelayanan jenazah di Fasilitas Kesehatan
2. Rawat Inap yang Meliputi :
a) Perawatan inap non intensif; dan
b) Perawatan inap di ruang intensif
35
Pelayanan Kesehatan
Yang Tidak Dijamin
a. Pelayanan kesehatan yang dilakukan tanpa melalui prosedur sebagaimana
diatur dalam peraturan yang berlaku;
b. Pelayanan kesehatan yang dilakukan di Fasilitas Kesehatan yang tidak
bekerjasama dengan BPJS Kesehatan, kecuali untuk kasus gawat darurat;
c. Pelayanan kesehatan yang telah dijamin oleh program jaminan kecelakaan
kerja terhadap penyakit atau cedera akibat kecelakaan kerja atau hubungan
kerja dan kecelakaan lalu lintas;
d. Pelayanan kesehatan yang dilakukan di luar negeri;
e. Pelayanan kesehatan untuk tujuan estetik;
f. Pelayanan untuk mengatasi infertilitas;
g. Pelayanan meratakan gigi (ortodensi);
h. Gangguan kesehatan/penyakit akibat ketergantungan obat dan/atau alkohol;
36
Pelayanan Kesehatan
Yang Tidak Dijamin
i. Gangguan kesehatan akibat sengaja menyakiti diri sendiri, atau akibat
melakukan hobi yang membahayakan diri sendiri;
j. Pengobatan komplementer, alternatif dan tradisional, termasuk akupuntur,
shin she, chiropractic, yang belum dinyatakan efektif berdasarkan penilaian
teknologi kesehatan (health technology assessment);
k. Pengobatan dan tindakan medis yang dikategorikan sebagai percobaan
(eksperimen);
l. Alat kontrasepsi, kosmetik, makanan bayi, dan susu;
m. Perbekalan kesehatan rumah tangga;
n. Pelayanan kesehatan akibat bencana pada masa tanggap darurat, kejadian
luar biasa/wabah;
o. Biaya pelayanan lainnya yang tidak ada hubungan dengan Manfaat Jaminan
Kesehatan yang diberikan.
37
KOMPONEN TARIF
Permenkes 71 Tahun 2013 pasal 20
(1) Pelayanan Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan meliputi :
a. administrasi pelayanan;
b. pemeriksaan, pengobatan dan konsultasi spesialistik oleh dokter
spesialis dan subspesialis;
c. tindakan medis spesialistik baik bedah maupun non bedah sesuai
dengan indikasi medis;
d. pelayanan obat dan bahan medis habis pakai;
e. pelayanan penunjang diagnostik lanjutan sesuai dengan indikasi
medis;
f. rehabilitasi medis;
g. pelayanan darah;
h. pelayanan kedokteran forensik klinik;
i. pelayanan jenazah pada pasien yang meninggal di Fasilitas
Kesehatan;
j. perawatan inap non intensif; dan
k. perawatan inap di ruang intensif.
www.bpjs-kesehatan.go.id
KOMPONEN TARIF
Permenkes 71 Tahun 2013 pasal 20........lanjutan
(2) Administrasi pelayanan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a
terdiri atas biaya pendaftaran pasien dan biaya administrasi lain yang
terjadi selama proses perawatan atau pelayanan kesehatan pasien.
(3) Pemeriksaan, pengobatan, dan konsultasi spesialistik oleh dokter spesialis
dan subspesialis sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b termasuk
pelayanan kedaruratan.
(4) Jenis pelayanan kedokteran forensik klinik sebagaimana dimaksud pada
ayat (1) huruf h meliputi pembuatan visum et repertum atau surat
keterangan medik berdasarkan pemeriksaan forensik orang hidup dan
pemeriksaan psikiatri forensik.
(5) Pelayanan jenazah pada pasien yang meninggal di Fasilitas Kesehatan
sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf i terbatas hanya bagi Peserta
meninggal dunia pasca rawat inap di Fasilitas Kesehatan yang bekerja
sama dengan BPJS tempat pasien dirawat berupa pemulasaran jenazah
dan tidak termasuk peti mati.
KOMPONEN TARIF
Peraturan BPJS Kesehatan No 1/2014 pasal 57
(1) Fasilitas kesehatan wajib memberikan pelayanan secara paripurna
termasuk penyediaan obat, bahan medis habis pakai, alat
kesehatan dan pemeriksaan penunjang yang dibutuhkan.
(2) Dalam hal pelayanan yang dibutuhkan berupa pelayanan rawat
jalan maka pelayanan kesehatan tersebut dapat diberikan dalam
satu tempat atau melalui kerjasama fasilitas kesehatan dengan
jejaringnya.
(3) Pelayanan yang diberikan oleh fasilitas kesehatan sebagaimana
dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2), sudah termasuk dalam
pembayaran kapitasi atau non kapitasi untuk fasilitas kesehatan
tingkat pertama, dan INA CBG’s untuk fasilitas kesehatan tingkat
lanjutan.
KOMPONEN TARIF
Permenkes 71 Tahun 2013
Pasal 24
(1) Pelayanan obat, Alat Kesehatan, dan bahan medis habis
pakai pada Fasilitas Kesehatan rujukan tingkat lanjutan
merupakan salah satu komponen yang dibayarkan dalam
paket Indonesian Case Based Groups (INA-CBG’s).
(2)Dalam hal obat yang dibutuhkan sesuai indikasi medis pada
Fasilitas Kesehatan rujukan tingkat lanjutan tidak tercantum
dalam Formularium Nasional, dapat digunakan obat lain
berdasarkan persetujuan Komite Medik dan kepala/direktur
rumah sakit.
KOMPONEN TARIF
Permenkes 71 Tahun 2013
Pasal 26
(1) Pelayanan Alat Kesehatan sudah termasuk dalam paket
Indonesian Case Based Groups (INA-CBG’s).
(2) Fasilitas Kesehatan dan jejaringnya wajib menyediakan Alat
Kesehatan yang dibutuhkan oleh Peserta sesuai indikasi
medis.
PELAYANAN KESEHATAN PADA JKN
Permenkes Nomor 71 tahun 2013, Pasal 19
1. Obat dan Alat Kesehatan Program Nasional yang
telah ditanggung oleh Pemerintah dan/atau
Pemerintah Daerah, tidak ditanggung oleh BPJS
Kesehatan.
2. Obat dan Alat Kesehatan sebagaimana
dimaksud pada ayat (1) meliputi : alat
kontrasepsi dasar, vaksin untuk imunisasi
dasar, obat program pemerintah.
Obat TBC
Obat
HIV/AIDS
OBAT
PROGRAM
PEMERINTAH
PELAYANAN DI LUAR PAKET INA CBG’s
1. ALAT KESEHATAN DI LUAR PAKET INA CBG’s
2. OBAT DI LUAR PAKET INA CBG’s
a. OBAT PENYAKIT KRONIS NON STABIL
b. OBAT KEMOTERAPI
3. TOP UP PELAYANAN OBAT HEMOFILIA
4. PELAYANAN CAPD
5. PELAYANAN AMBULAN
45
Jenis Manfaat JKN
Sesuai Perpres Jaminan Kesehatan no 12/2013
1.Manfaat Medis
• Sama untuk semua (One for All)
• Cakupannya tidak tergantung pada besaran iuran namun
sesuai kebutuhan medis
2. Manfaat Non-Medis
• Manfaat akomodasi ruang rawat dan ambulans
• Akomodasi ruang sesuai dengan besaran iuran yang dibayar
• Penggunaan ambulan disesuaikan dengan kondisi yang
sudah ditetapkan
PELAYANAN RUJUKAN
B
E
N
E
F
I
T
Rawat jalan
• Rumah Sakit
• Klinik Utama
INA CBG’s
Rawat Inap
• Rumah Sakit
• Klinik Utama
INA CBG’s
Obat
• Termasuk dalam paket
INA CBG’s
Alat Kesehatan
• Termasuk paket INA CBG’s
kecuali alkes di luar tubuh 
FFS
Ambulan
• Hanya untuk rujukan
antar Faskes
COB
• COB dengan BPJS Ketenagakerjaan
• COB dgn Jasa raharja
• COB dengan Asuransi Tambahan
INA CBG’s
INA CBG’s & FFS
FFS
INA CBG’s
4.a. KENAIKAN KELAS
RAWAT
48
KENAIKAN KELAS RAWAT
PERMENKES No. 71 tahun 2013
Pasal 21
1)
Peserta yang menginginkan kelas perawatan yang lebih
tinggi dari pada haknya, dapat meningkatkan haknya
dengan mengikuti asuransi kesehatan tambahan, atau
membayar sendiri selisih antara biaya yang dijamin oleh
BPJS Kesehatan dengan biaya yang harus dibayar akibat
peningkatan kelas perawatan.
2) Dikecualikan dari ketentuan sebagaimana dimaksud pada
ayat (1), bagi peserta PBI Jaminan Kesehatan tidak
diperkenankan memilih kelas yang lebih tinggi dari haknya.
49
KENAIKAN KELAS RAWAT
PERMENKES No. 28 tahun 2014
(lampiran hal. 27)
1)
Sampai dengan kelas 1, maka diberlakukan urun biaya
selisih tarif InaCBG’s kleas perawatan yang dipilih dengan
tarif InaCBG’s yang menjadi haknya
2) Jika naik ke kelas perwatan VIP, maka diberlakukan urun
biaya sebesar selisih tarif VIP lokal dnga tarif Ina CBG’s
kelas perawatan yang menjadi haknya
50
KENAIKAN KELAS RAWAT
PERMENKES No. 71 tahun 2013
Pasal 22
1)
2)
3)
4)
5)
Bila ruang rawat inap yang menjadi hak peserta penuh, peserta
dapat dirawat di kelas perawatan satu tingkat lebih tinggi.
BPJS Kesehatan membayar kelas perawatan peserta sesuai haknya
Apabila kelas perawatan sesuai hak peserta telah tersedia, maka
peserta ditempatkan di kelas perawatan yang menjadi hak peserta.
Perawatan satu tingkat lebih tinggi paling lama 3 (tiga) hari
Dalam hal terjadi perawatan lebih dari 3 (tiga) hari, selisih biaya
tersebut menjadi tanggung jawab Fasilitas Kesehatan yang
bersangkutan atau berdasarkan persetujuan pasien dirujuk ke
Fasilitas Kesehatan yang setara.
51
4.b. PELAYANAN DI FASKES
YANG TIDAK BEKERJASAMA
DENGAN BPJS KESEHATAN
52
PERPRES No 12 Tahun 2013
Pasal 33
tentang Jaminan Kesehatan
Pasal 40
53
PERPRES No 12 Tahun 2013
tentang Jaminan Kesehatan
Pasal 40
3) BPJS Kesehatan memberikan pembayaran kepada Fasilitas
Kesehatan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) setara
dengan tarif yang berlaku di wilayah tersebut.
4) Fasilitas Kesehatan sebagaimana dimaksud pada ayat (2)
tidak diperkenankan menarik biaya pelayanan kesehatan
kepada Peserta.
5) Ketentuan
lebih
lanjut
mengenai
penilaian
kegawatdaruratan dan prosedur penggantian biaya
pelayanan gawat darurat diatur dengan Peraturan BPJS
Kesehatan
54
Per BPJS No. 1/2014
PASAL 65
(1) Penagihan pelayanan gawat darurat yang dilakukan oleh fasilitas
kesehatan rujukan tingkat lanjutan yang bekerjasama dengan BPJS
Kesehatan dibayar sesuai degan INA-CBG’s.
(2) Penagihan pelayanan gawat darurat yang dilakukan oleh fasilitas
kesehatan tingkat lanjutan yang tidak bekerjasama dengan BPJS
Kesehatan ditagihkan secara langsung oleh fasilitas kesehatan kepada
BPJS Kesehatan.
(3) Pembayaran pelayanan gawat darurat sebagaimana dimaksud pada
ayat (2) menggunakan tarif INA-CBG’s yang berlaku di wilayah
tersebut.
(4) Tarif INA-CBG’s sebagaimana dimaksud pada ayat (3) sesuai dengan
kelas Rumah Sakit yang ditetapkan oleh Menteri.
(5) Rumah Sakit yang belum memiliki penetapan kelas, menggunakan
tarif INA-CBG’s Rumah Sakit kelas D.
55
PEDOMAN ADMINISTRASI
PELAYANAN BPJS KESEHATAN
1.
Kantor Cabang melakukan sosialisasi kepada Faskes
yang tidak bekerja sama dgn BPJS
2. Faskes memastikan eligibilitas peserta
3. Bila kondisi kegawatdaruratan pasien sudah teratasi,
tetapi pasien tidak bersedia untuk dirujuk ke Faskes
BPJS Kesehatan, maka biaya pelayanan selanjutnya
tidak dijamin oleh BPJS, peserta menandatangani surat
pernyataan bersedia menanggung biaya pelayanan
selanjutnya
4. Klaim dientry oleh Faskes tersebut di Kantor BPJS
Kesehatan terdekat
56
5. Promotif Preventif
57
Kerangka Sistem Pelayanan Kesehatan BPJS
Sesuai UU No. 40/2004 Pasal 22
Upaya Kesehatan Perorangan
BPJS
dengan
Managed
Care
Kontribusi
Fisik
Mental
SEHAT
Sosial
Spiritual
Pemerintah
APBN
*Pelayanan tertentu
Upaya Kesehatan Masyarakat
Model berdasarkan Referensi: Shi L, 2012
Pendekatan Program
PESERTA BPJS
Sakit
Manajemen sakit
dengan baik
Sehat
Mencegah agar
tetap sehat
Menjaga agar
tetap sehat
PROMOTIF &
PREVENTIF
Konsep primary care
Manajemen kasus
PROLANIS
(PPDM-PPHT)
Kendali biaya
Kualitas Pelayanan
Menurunkan/
mencegah
komplikasi
Berisiko
1. Skrining Kesehatan
(Primer & sekunder)
2. Deteksi dini kanker
1. Edukasi kesehatan
2. Pelayanan KB
3. Pelayanan imunisasi
Meningkatkan Keterampilan Perorangan dan Memelihara Kesehatan
Pembiayaan efektif dan efisien
SUSTAINABILITAS JKN
PELAYANAN
PROMOTIF PREVENTIF
•
•
•
•
DASAR LENGKAP
VAKSINASI HEP-B
LANGSUNG
TIDAK LANGSUNG
Promotif
Preventif
Alat kontrasepsi dasar dan vaksin
untuk imunisasi dasar tidak
ditanggung
dalam
sistem
pembiayaan BPJS Kesehatan 
penyediaan ditanggung dalam
program pemerintah
•
•
DIABETES MELLITUS
HIPERTENSI
RIWAYAT KESEHATAN
•
•
PELAYANAN KB
PELAYANAN EFEK SAMPING
•
•
•
•
DIABETES MELLITUS
HIPERTENSI
DETEKSI KANKER SERVIKS
DETEKSI KANKER PAYUDARA
Skema Pelayanan Kesehatan BPJS
Pelayanan Kesehatan
pada Faskes Lanjutan
Kuratif - Rehabilitatif

Kualitas Hidup
PROLANIS
Olahraga sehat
Aktifitas Klub
Promosi kesehatan melalui
media
SMS Gateway
Pelayanan KB
Rehabilitasi pada
Faskes Lanjutan
PROMOTIF
&
PREVENTIF
Skrining & Deteksi dini
Home Visit
Imunisasi
6. CoB
62
Ketentuan Umum
Berlaku bagi peserta BPJS Kesehatan yang memiliki Program
Asuransi Tambahan yang Bekerjasama dengan BPJS Kesehatan
BPJS Kesehatan adalah Penjamin Utama keuali untuk KLL
Koordinasi Manfaat yang diperoleh Peserta tidak melampaui
total biaya pelayanan kesehatan yang didapatkannya
Koordinasi Manfaat yang ditanggung BPJS Kesehatan sesuai
kesepakatan dengan Asuransi Tambahan yang telah kerjasama
Pelkes di Tingkat Pertama
Sesuai benefit yang
dijamin Program JKN
Pelayanan di Non-Faskes
BPJS tidak dijamin
kecuali Gawat Darurat
sesuai regulasi. Klaim
ditagihkan oleh Faskes
ke BPJS Kesehatan
Tidak ada penagihan
klaim oleh Asuransi
Kesehatan Tambahan ke
BPJS Kesehatan
Pelkes di Tingkat Lanjutan
di Faskes BPJS Kesehatan
Pelayanan yang dijamin adalah yang mengikuti ketentuan yang berlaku
dan benefit sesuai Program JKN
Pelayanan yang tidak sesuai ketentuan JKN tidak dijamin BPJS
Kesehatan
Pada SEP Peserta COB akan ada keterangan yang menjelaskan bahwa
Peserta tersebut adalah Peserta COB
Peserta yang dirawat di kelas perawatan yang lebih tinggi dari haknya di
BPJS Kesehatan, BPJS Kesehatan hanya membayar sesuai hak kelas
perawatan, selisih sesuai ketentuan Polis pada Asuransi Tambahan
Tidak ada tagihan klaim dari Asuransi Kesehatan Tambahan ke BPJS
Kesehatan
Pelkes di Tingkat Lanjutan
di Faskes Non BPJS Kesehatan
• Terbatas pada RS tertentu
• Berobat tidak memakai kartu BPJS Kesehatan
• Biaya dibayar dulu oeh Asuransi Tambahannya lalu di tagihkan ke
BPJS Kesehatan atau Peserta bayar lalu menagiskan ke Asuransi
Tambahannya dan Asuransi Tambahannya menagihkan ke BPJS
Kesehatan (bukan Peserta yang menagihkan ke BPJS
Kesehatan/tidak ada klaim perorangan)
• Klaim yang ditagihkan hanya Rawat Inap dengan dengan ketentuan
sesuai hak kelas perawatan atau naik kelas, tidak dibayar kalau
turun hak kelas perawatan
• Tarif maksimal yang dibayar setara tarif RS Tipe C
• Jika tagihan lebih rendah dari Tarif InaCBG’s, yang dibayr sesuai
pengajuan
Daftar RS Non BPJS Kesehatan
Yang Melayani COB
•
•
•
•
•
•
•
•
•
RS Siloam Bali
RS Siloam Balikpapan
RS Urip Sumoharjo, Lampung
RS Santosa Bandung
RS Mitra Keluarga Bekasi Timur
RS Puri Cinere Depok
RS Siloam Kebon Jeruk, Jakbar
RS Mitra Kemayoran, JAkpus
RS Pondok Indah, Jaksel
• RS MMC, Jaksel
• RS Mitra Int., Jaktim
• RS Pantai Indah Kapuk,
Jakut
• RS Siloam Makassar
• RS Siloam Manado
• RS Permata Bunda Medan
• RS Eka Hospital Pekanbaru
• RS “JIH”, Sleman
• RS Premier Surabaya
• RS Awal Bros Tanggerang
• RS Premier Bintaro, Tangsel
Kondisi Gawat Darurat
di Faskes Non BPJS Kesehatan
• Peserta dapat dilayani di Faskes Non BPJS
• Setelah kondisi Gawat Darurat tertangani, Peserta dapat pulang atau
dirujuk ke Faskes BPJS Kesehatan untuk perawatan lanjutan
• Cara pembayaran BPJS (tidak ada klaim erorangan):
1.
2.
3.
Faskes Menagihkan ke BPJS Kesehatan
Biaya dibayar oleh asuransi tambahan lalu ditagihkan ke BPJS Kesehatan
Peserta membayar terlebih dahulu, kemudian menagihkan ke Asuransi
Tambahannya, dan Asuransi Tambahan menagihkan ke BPJS Kesehatan
• BPJS Kesehatan membayar berdasarkan tarif InaCBG’s RS sesuai
penetapan oleh Kemenkes
• Apabila pasca kegawatdaruratan peserta tidak mau dirujuk ke RS BPJS
Kesehatan, maka BPJS Kesehatan membayar setara tarif InaCBG’s Tipe C
• Kegawatdaruratan yang dijamin adalah sesuai ketentuan perundangan
Klaim dari Asuransi Tambahan
ke BPJS Kesehatan
• Hanya dapat menagihkan klaim dari RS Non-BPJS Kesehatan yang telah
ditetapkan (diluar kasus Gawat Darurat)
• Jenis Klaim yang dapat diajukan adalah :
1.
2.
3.
4.
Rawat Inap (maksimal tarif Ina CBG’s RS Tipe C)
Obat Kemoterapi pasien rawat inap
Top up hemofili pasien rawat inap
Klaim gawat darurat
• Asuransi Tambahan mengajukan klaim ke Kantor Cabang BPJS Kesehatan
dimana RS berada
• Penagihan klaim yang terpusat dapat diajukan ke Kantor Cabang BPJS
Kesehatan yang ditunjuk
• Klaim diajukan kolektif setiap bulan paling lambat tanggal 10 dengan masa
kadaluarsa klaim N+6 bulan
• Asuransi Tambahan yang mengajukan klaim melakukan penagihan dengan
entry klaim pada aplikasi InaCBG’s dengan verifikasi mengacu pada
ketentuan yang berlaku
Matriks Pelayanan CoB
Pembayaran Biaya
No Tipe Pelayanan
Jenis Faskes
Perawatan/Pelayanan
BPJS
Asuransi Tambahan
1
RJTP
BPJS Kes.
Non-BPJS Kes
Standar
Standar
+
Hanya Kasus GD*
+ (sesuai polis)
2
RITP
BPJS Kes.
Non-BPJS Kes
Standar
Standar
+
Hanya Kasus GD*
+ (sesuai polis)
3
RJTL
BPJS Kes.
Standar
Naik Kelas (executive)
Standar
Naik Kelas
+
+
Hanya Kasus GD*
Hanya Kasus GD*
-
Non-BPJS Kes
4
RITL
BPJS Kes.
Standar
Naik Kelas
Non-BPJS Kes# Standar
Naik Kelas
* = sesuai dengan ketentuan perundangan yang berlaku
# = untuk asuransi tambahan yang sudah MoU dengan BPJS
+
+
Hanya Kasus GD*
Hanya Kasus GD*
+ (selisih dari yang dibayar BPJS Kes)
+ (sesuai polis)
+ (sesuai polis)
+ (selisih dari yang dibayar BPJS Kes)
+ (selisih dari yang dibayar BPJS Kes)
+ (selisih dari yang dibayar BPJS Kes)
Daftar Asuransi Tambahan yang CoB
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
PT. Asuransi Jiwa Inhealth Indonesia
PT. Sinar Mas
PT. Tugu Mandiri
PT. Asuransi Mitra Mayapada Tbk.
PT. Lippo General Insurance
PT. AXA Financial Indonesia
PT. AXA Mandiri Financial Service
PT. Arthagraha General Insurance
PT. Asuransi Astra Buana
PT. Avrist Assurance
PT. Asuransi Umum Mega
PT. Asuransi Jiwa Central Asia Raya
PT. Asuransi Takaful Keluarga
PT. Asuransi Bina Dana Artha Tbk.
PT. Asuransi Jiwasraya (Persero)
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
PT. Asuransi Jiwa Sinar Mas MSIG
PT. Asuransi Jiwa General Indonesia
PT. Tugu Pratama Indonesia
PT. Asuransi Multi Artha Graha Tbk.
PT. AIA Financial
PT. Asuransi Jiwa Recapital
PT. Asuransi Allianz Life Indonesia
PT. Astra Aviva Life
PT. Bosowa Asuransi
PT. Asuransi Jiwa Beringin Jiwa Sejahtera
PT. Equity Life Indonesia
PT. Gret EasternLife Indonesia
PT. MNC Live Assurance
PT. Asuransi Jiwa Adisarana Wanaartha
PT. Asuransi Central Asia
7. TANTANGAN dan
UPAYA
72
Tantangan
Perubahan sistem
pembayaran dari
retrospektif payment system
(Fee For Services) menjadi
prospektif payment system
(Ina CBG’s)
Standarisasi Proesedur
Kesehatan untuk
memberikan pelayanan
kesehatan bermutu dan
efisien.
Pemahaman yang sama terhadap
regulasi serta kepatuhan terhadap
regulasi
Penerapan Sistem rujukan
berjenjang
Koordinasi antara Medis,
Paramedis, tenaga
administratif dan
manajemen RS dengan BPJS
Kesehatan dalam proses
penagihan dan verifikasi
klaim
Audit Medis akan dilakukan
di era BPJS Kesehatan
Upaya yang Dilakukan
Kepesertaan
• Menyempurnakan
Sistem Informasi
Manajemen
• Melakukan
rekonsiliasi BU Eks
jamsostek sebagai
peserta BPJS
Kesehatan
• Sosialisasi BPJS
Kesehatan ke BU
dan Instansi PNS
Pelayanan
• Meningkatkan
Pelayanan kepada
Peserta dengan
cara mengeluarkan
kebijakan untuk
pelayanan dan
obat sesuai dengan
ketentuan yang
berlaku
Keuangan
• Melakukan
rekonsiliasi iuran
dengan BU terkait
dengan data
kepesertaan
IT
• Membuat Aplikasi
bantu (Aplikasi
SEP manual,
Bridging System)
Halo BPJS (021) 500 400
BPJS .., Wujudkan Gotong Royong untuk Generasi yang Lebih Baik
Download