Hasil analisis ditemukan bahwa semua hasil korelasi antara

advertisement
Pengaruh Konflik Peran….. (Mamesah)
129
Pengaruh Konflik Peran, Ambinguitas Peran, Terhadap Kinerja Wanita Berperan
Ganda Yang Dimoderasi Oleh Kecerdasan Emosional
Nastasya Mamesah
Program Magister Manajemen Fakutas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Sam Ratulangi
([email protected])
Abstract
This study aims to determine the ability of emotional intelligence in the moderating influence
the role of conflict and role ambiguity on the women in dual role. Respondent of this study is
72. The data collection in this study using a questionnaire. Questionnaires were distributed
as many as 72 pieces or all women working in PT. Bank Rakyat Indonesia, Tbk Branch
Manado, while questionnaires were returned 50 and 48 it can be processed. This study using
purposive sampling method and hypotheses are tested using an moderated regression
analysis (MRA) with SPSS. The results of this study shows the emotional intelligence is able
to moderate the influence of role conflict and role in the performance of and the ambiguities
of the women in dual role.
Keywords: role conflict, women in dual role, emotional intelligence
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan kecerdasan emosional dalam
memoderasi pengaruh konflik peran, dan ketidakjelasan peran pada wanita berperan ganda.
Responden dari penelitian berjumlah 72. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini
menggunakan kuesioner. Kuesioner yang disebar sebanyak 72 buah atau seluruh wanita
yang bekerja di PT. Bank Rakyat Indonesia, Tbk Cabang Manado, sedangkan kuesioner yang
kembali 50 dan dapat diolah sebanyak 48 buah. Karya ilmiah ini menggunakan metode
sampel purposive sampling dan hipotesis diuji dengan menggunakan analisis moderated
regression analysis (MRA) dengan program SPSS. Karya ilmiah ini menunjukan kecerdasan
emosional mampu memoderasi pengaruh konflik peran dan ambinguitas peran pada kinerja
wanita berperan ganda.
Kata kunci : konflik peran, ambinguitas peran, kinerja wanita berperan ganda, kecerdasasn
emosional
Jurnal Riset Bisnis dan Manajemen Vol 4 ,No.2, 2016: 129-142 130
orang
Latar Belakang
laki-laki
dan
1,4
juta
orang
Bekerja merupakan salah satu hal
perempuan. Dilihat berdasarkan daerah
yang sangat penting bagi sebagian orang
tempet tinggal (perkotaan dan perdesaan),
dewasa. Dalam beberapa dekade ini
jumlah
perkembangan dan pertumbuhan ekonomi
diwilayah perkotaan adalah sebesar 1,8
terjadi dengan sangat pesat. Hal ini
juta jiwa, sedangkan ang tinggal di daerah
mendorong wanita untuk ikut serta dalam
perdesaan adlah sebesar 961 ribu jiwa.
pemenuhan
tangga.
(Badan Pusat Statistik, 2010). Penelitian-
Maka tidak mengherankan bila saat ini kita
penelitian mengenai pengaruh role stress
sering menjumpai wanita yang bekerja.
pada kinerja semakin banyak dilakukan.
Dalam era sekarang, dimana ilmu dan
Fisher (2001), Viator (2001), Fanani et al.
teknologi
(2008), Agustina (2009), Tamaela (2011) ,
kebutuhan
berkembang
rumah
dengan
pesat,
penacari
kerja
yang
Sumiati
tinggal
menyebabkan semakin terkikisnya sekat-
Widyastuti
dan
(2011)
sekat yang memisahkan antara pria dan
menyatakan
bahwa
wanita untuk bekerja. Sumbangan wanita
berpengaruh
pada
dalam pembangunan ekonomi terlihat dari
penelitian Rahayu (2002), Fogarty et al.
kecenderungan partisipasi wanita dalam
(2000), Firdaus (2007) dan Rahmiati dan
angkatan kerja. Di Indonesia, Berdasarkan
Kusuma (2004) menyatakan bahwa konflik
hasil SP2010, jumlah angkatan kerja
peran tidak berpengaruh pada kinerja.
adalah 107,7 juta jiwa. Dari jumlah
Penelitian Fisher (2001), Viator (2001),
tersebut, jumlah penduduk yang bekerja
Agustina (2009) dan Rahayu (2002)
adalah 104,9 juta jiwa, terdiri dari 66,8 juta
menyatakan
bahwa
ambiguitas
peran
orang laki-laki dan 38,1 juta orang
berpengaruh
pada
kinerja,
namun
perempuan. Dilihat berdasarkan daerah
penelitian Fanani dkk. (2008), Djony
tempat tinggal (perkotaan dan perdesaan),
Harijanto, Prof. Umar Nimran, Prof.
jumlah penduduk bekerja yang tinggal di
Achmad Sudiro, Dr. Mintarti Rahayu.
perkotaan adalah sebesar 48,9 juta jiwa,
(2013)
sedangkan yang tinggal di perdesaan
menyatakan bahwa ambiguitas peran tidak
adalah sebesar 56,0 juta jiwa. (Badan Pusat
berpengaruh pada kinerja.
Statistik, 2010)
Viator (2001), Agustina (2009), dan
konflik
kinerja,
peran
namun
dan Forgaty et al. (2000)
Penelitian
Dari 107,7 juta angkatan kerja,
Fogarty et al. (2000) menyatakan bahwa
jumlah penduduk yang mencari kerja
kelebihan peran berpengaruh pada kinerja
sebanyak 2,8 juta jiwa, terdiri dari 1,4 juta
sedangkan
penelitian
Rahmiati
dan
Pengaruh Konflik Peran….. (Mamesah) 131
Kusuma
(2004)
dan
(2007)
terdahulu yang dipakai sebagai indikator
menyatakan bahwa kelebihan peran tidak
pada artikel ini antara lain: Rizzo et al.,
berpengaruh pada kinerja.
yang dikutip Irzani et.al (2014), Yadav
Terdapatnya
Firdaus
inkonsistensi
hasil
(2011), Agustina (2009), Tamaela (2011),
tersebut,
dapat
Ida, Gerianta, dan Made Gede (2014).
penelitian-penelitian
disebabkan oleh adanya variabel lain yang
mempengaruhi
hubungan
variabel
Kajian Teoritik dan Empiris
dependen
independen.
Sanjaya
Teori Peran
(2012,155:163) meneliti mengenai peran
Teori
dan
peran
(role
theory)
kecerdasan emosi sebagai pemoderasi pada
merupakan penekanan sifat individual
stress
penelitian
sebagai pelaku sosial Teori peran (Role
mengindikasikan bahwa kecerdasan emosi
Theory) adalah teori yang merupakan
melemahkan pengaruh stres kerja terhadap
perpaduan antara teori, orientasi, maupun
kinerja. Kemampuan seseorang untuk
disiplin ilmu. Selain dari psikologi, teori
mengatur emosinya merupakan salah satu
peran
hal yang harus menjadi perhatian utama
antropologi (Sarwono, 2002:45).Seseorang
karena menjadi salah satu kunci untuk
memiliki peran, baik di dalam maupun di
keluar dari tekanan
tersebut sehingga
luar pekerjaannya. Masing-masing peran
seorang karyawan dapat memperbaiki
menghendaki perilaku yang berbeda-beda.
kinerjanya ke depan. Beberapa peneliti
Role stress atau tekanan peran pada
percaya
bisa
hakekatnya adalah suatu kondisi dimana
mengontrol dan mengelola stres dengan
setiap peranan seseorang memiliki harapan
baik ketika bekerja, kinerja karyawan
yang berbeda yang dipengaruhi
tersebut di perusahaan akan lebih tinggi
harapan orang lain, yang mana harapan-
(Ciarrochi et al., 2002:197-209,)
harapan tersebut dapat berbenturan, tidak
kerja.
bahwa
Hasil
karyawan
yang
berawal
dari
sosiologi
dan
oleh
jelas dan menyulitkan peranan seseorang,
sehingga
Argumen Orisinalitas / Kebaruan
Penulis
mengambil
menggabungkan
pendapat
indikator-indikator
yang
dan
berupa
seseorang
menjadi
samar-samar, sulit, bertentangan atau tidak
mungkin
untuk
bertemu
(Agustina,
pada
2009:40-69). Fogarty et al.(2000:31-67)
penelitian terdahulu untuk dipakai pada
menyatakan terdapat tiga jenis role stress
penelitian
yaitu
ini
dan
ada
peranan
diolah
dengan
menggunakan alat analisis yang lain. Studi
konflik
peran
(role
conflict),
Jurnal Riset Bisnis dan Manajemen Vol 4 ,No.2, 2016: 129-142 132
ketidakjelasan peran (role ambiguity) dan
konflik menjadi tidak ada. Hal ini
kelebihan peran (role overload).
menjelaskan bahwa konflik mengakui
adanya unsur persepsi, pertentangan,
kelangkaan sumber daya, dan hambatan.
Affective Events Theory
Afective
events
theory
(AET)
Menurut Robbins dan Judge (2008:66)
dimulai dengan mengenali bahwa emosi
konflik
adalah sebuah respon terhadap peristiwa
sebuah
dalam lingkungan kerja. Lingkungan kerja
dihadapkan pada harapan peran (role
meliputi semua hal yang melingkupi
expectation) yang berbeda. Konflik peran
pekerjaan tersebut seperti tugas, tingkat
muncul
otonomi
pekerjaan.
menemukan bahwa untuk memenuhi
Lingkungan ini menciptakan peristiwa
syarat satu peran dapat membuatnya lebih
kerja yang dapat berupa percekcokan,
sulit
kegembiraan atau keduanya. Peristiwa-
Sementara role expectation sendiri adalah
peristiwa kerja tersebut memicu reaksi
bagaimana orang lain yakin seseorang
emosi
harus
dan
positif
kepribadian
tuntutan
atau
dan
negatif,
tetapi
suasana
hati
peran
didefinisikan
sebagai
dimana
individu
situasi
ketika
untuk
seorang
memenuhi
berbuat
pada
individu
peran
situasi
lain.
tertentu.
Penjelasan tersebut memberikan suatu
mempengaruhi mereka untuk merespon
gambaran
peristiwa tersebut dengan intensitas yang
memunculkan harapan yang mungkin
lebih besar atau lebih kecil. Orang-orang
sulit untuk dicapai atau dipuaskan.
yang
mempunyai
peran
Memperhatikan beberapa definisi
stabilitas emosional lebih berkemungkinan
konflik peran di atas secara umum dapat
untuk bereaksi kuat terhadap peristiwa-
disimpulkan bahwa yang dimaksud konflik
peristiwa
dapat
peran adalah pertentangan perilaku, pola
kepuasan
pikir dan nilai yang dialami individu
mempengaruhi
rendah
konflik
pada
negatif.
nilai
bahwa
Emosi-emosi
kinerja
dan
(Robbins dan Judge, 2008).
akibat adanya ekspektasi peran yang
berlainan yang diterima individu tersebut
Konflik Peran
sehingga individu tersebut kesulitan dalam
Robbins (2002:199) menjelaskan
mengambil suatu tindakan mengenai apa
bahwa keberadaan konflik merupakan
yang harus dilakukannya. Konflik peran
masalah persepsi, jika tidak ada individu
juga dialami individu ketika nilai-nilai
menganggap bahwa konflik itu ada, maka
internal,
telah menjadi suatu kesepakatan bahwa
bertabrakan dengan tuntutan yang lainnya.
etika,
atau
standar
dirinya
Pengaruh Konflik Peran….. (Mamesah)
Rizzo et al., yang dikutip
Irzani et.al
(2014:12) menyebutkan terdapat enam
133
menyebutkan terdapat delapan indikator
terjadinya ambiguitas peran.
indikator terjadinya konflik peran.
Kecerdasan Emosional
Ambiguitas
Peran
Patton (2002: 1) mendefinisikan
(Ketidakjelasan
kecerdasan emosi sebagai suatu kekuatan
Peran)
Menurut Cicero, L., Pierro, A., &
dibalik singgasana kemampuan intelektual.
Van Knippenberg, D. (2010:411-412)
Kecerdasan emosi merupakan dasar-dasar
“Role ambiguity is the uncertainty about
pembentukan
what is expected related to the role
keterampilan-keterampilan untuk menunda
performance. Role ambiguity is defined as
kepuasan dan mengendalikan impuls-
the extent to how uncertainty one's role
impuls, tetap optimis jika berhadapan
expectations”, Peran ambiguitas adalah
dengan kemalangan dan ketidakpastian,
ketidakpastian
menyalurkan
diharapkan
tentang
terkait
apa
dengan
yang
emosi
yang
emosi-emosi
mencakup
yang
kuat
kinerja.
secara efektif, mampu memotivasi dan
Ketidakjelasan peran didefinisikan sebagai
menjaga semangat disiplin diri dalam
salah satu peran haranpan yang tidak pasti
usaha mencapai tujuan-tujuan, menangani
.
kelemahan-kelemahan
Menurut Nimran (2004:101) seseorang
menunjukkan rasa empati kepada orang
dapat dikatakan berada dalam ambiguitas
lain, membangun kesadaran diri dan
peran apabila menunjukkan ciri-ciri antara
pemahaman pribadi. Yadav (2011:249)
lain sebagai berikut: tidak jelas benar apa
menyatakan kecerdasan emosional terbagi
tujuan peran yang dia mainkan; tidak jelas
menjadi lima dimensi yaitu: Mengenali
kepada siapa bertanggung jawab dan siapa
emosi
yang melapor kepadanya; tidak cukup
Memotivasi diri, Mengetahui emosi orang
wewenang untuk melaksanakan tanggung
lain, Membina hubungan dengan orang
jawabnya; tidak sepenuhnya mengerti apa
lain.
diri,
Mengelola
pribadi,
emosi
diri,
yang diharapkan dari padanya; dan tidak
memahami
benar
peranan
dari
pada
Kinerja
pekerjaannya dalam rangka mencapai
menurut Mangkunegara (2009:9)
tujuan secara keseluruhan. Rizzo et al.,
pengertian kinerja (prestasi kerja) adalah
yang dikutip
hasil kerja secara kualitas dan kuantitias
Irsani et.al (2014:12)
yang dicapai oleh seorang pegawai dalam
Jurnal Riset Bisnis dan Manajemen Vol 4 ,No.2, 2016: 129-142 134
melaksanakan tugasnya sesuai dengan
terjadi
tanggung
diberikan
ketidakpastian mengenai beberapa hal
kepadanya. Kinerja menurut Kalbers dan
yang berhubungan dengan pekerjaannya
fogarty (1995:64-86) terdiri dari, kualitas,
seperti:
efektivitas, kuantitas, mengatur waktu,
jawabnya, apa yang diharapkan darinya,
evaluasi, penilaian dari pimpinan.
dan bagaimana mengerjakan pekerjaan
jawab
yang
yang
ketika
mengenai
beragam.
konsisten
Kajian Empiris
Dalam hubungannya dengan konflik
individu
mengalami
lingkup
Hasil
dengan
tanggung
penelitian
penelitian
ini
yang
dilakukan oleh Senjaya (2012:155-163)
peran ambinguitas peran kinerja wanita
yang
yang berperan ganda dan kecerdasan
emosional memoderasi pengengaruh stres
emosional penelitian-penelitian terdahulu
kerja terhadap kinerja. Dari sini dapat
mengungkapkan bahwa pada sebagian
dilihat
kasus, konflik peran dan ambinguitas
pelatihan untuk meningkatkan kecerdasan
peran berpengaruh tidak signifikan kinerja,
emosional
meski ada beberapa kasus yang tidak
wanita berperan ganda, seperti ke pelatihan
menyatakan demikian. Karena konflik
emotional intelligent programs, seperti
peran dan ambinguitas peran berkaitas erat
anger
dengan
suatu
berfokus pada pengelolaan emosi. Rose
perusahaan untuk memperoleh benefit
dan West (1999:707-721) menemukan
yang
kinerja
ahwa anger management program ini
karywannya baik, sehingga ketika konflik
berhasil mengurangi perasaan dan ekspresi
peran dan ambinguitas
kemarahan.
kinerja,
lebih
bagian
tinggi
dari
apabila
peran terjadi
menyatakan
bahwa
bahwa
kecerdasan
pentingnya
seseorang
management
pelatihan-
khususny
program
Komponen
kunci
pada
yang
dadri
peningkatan. Sejalan dengan Nyoman
perubahan perilaku ini diakibatkan oleh
Triaryati (2003:77-90), menyatakan bahwa
latihan-latihan pengenalan emosi, bermain
konflik peran pada karyawan yang telah
peran, dan teknik relaksasi. Diharapkan
menikah dan mempunyai anak dapat di
dapat membantu wanita berperan ganda
definisikan sebagai bentuk konflik peran
untuk
dimana tuntutan dari peran pekerjaan
pekerjaan dengan lebih baik, sehingga
kurang dapat di penuhi karena pada saat
dapat mengurangi kemungkinan terjadinya
yang sama.
penurunan kinerja.
Greenberg dan Baron (2003:756-990)
menyatakan bahwa ambiguitas peran dapat
menghadapi
Berdasarkan
tekanan-tekanan
peneitian-
penelitian
terdahulu yang telah dilakukan, maka,
Pengaruh Konflik Peran….. (Mamesah) 135
Dalam penelitian ini, akan diketahui
Karyawan wanita yang berstatus sebagai
apakah terjadi dan bagaimana perbedaan
ibu rumah tangganyang berjumlah 72
dan pengaruh yang ada antara Konflik
orang. Dan yang terkumpul yang telah
Peran dan Ambinguitas Peran terhadap
dibagikan 50, dari 50 yang terkumpul 2
Kinerja Wanita Berperan Ganda yang
kuesioner rusak. Jadi yang dapat diolah 48.
dimoderasi oleh Kecerdasan Emosional
Model
Pada Pegawai Wanita di Kantor PT. Bank
menggunakan
Rakyat Indonesia,Tbk Cabang Manado.
analysis.
Kemudian,
dengan
variabel-variabel
atas
menggabungkan
penelitian
pengujian
moderated
hipotesis
regression
Variabel terikat dalam penelitian
terduhulu,
ini adalah kinerja wanita berperan ganda.
maka dalam penelitian ini digunakan
Kinerja wanita berperan ganda merupakan
vairiabel
hasil
Konflik
Peran
(X1)
dan
kerja
yang
dicapai
dalam
Ambinguitas Peran (X2) sebagai variabel
melaksanakana tugasnya sesuai dengan
independen,
tanggung jawab yang diberikan padanya,
Ganda
(Y)
Kecerdasan
Kinrja
dan
Wanita
Berperan
dimoderasi
Emosional
(Z).
oleh
Variabel
dan menjadi salah satu tolak ukur yang
digunakan
untuk
menentukan
apakah
Konflik Peran dan Ambinguitas Peran
suatu pekerjaan yang dilakukan akan baik
mengambil moderated regression analysis
atau
dari hasil uji koefisien Pada Pegawai
dengan
Wanita di Kantor PT. Bank Rakyat
digunakan oleh
Indonesia,Tbk Cabang Manado
(1995:64-86).
sebaliknya.
Variabel
mengadopsi
ini
instrumen
diukur
yang
Kalbers dan Fogarty
Variabel
bebas
dalam
penelitian ini adalah: konflik peran (X1)
(Konflik peran atau role conflict adalah
Metode Penelitian
Jenis penelitian ini merupakan
suatu konflik yang timbul dari mekanisasi
penelitian asosiatif atau penelitian yang
pengendalian birokratis organisasi yang
menguji pengaruh antar variabel dalam hal
tidak sesuai dengan norma, aturan, etika
ini
peran,
dan kemandirian profesional. Variabel ini
kinerja
diukur dengan mengadopsi instrumen yang
pegawai wanita yang memiliki peran
digunakan oleh Rizzo et al. dalam Irzani
ganda.
et.al (2014).
konflik
kecerdasan
peran,
ambiguitas
emosional,
(Sumarsono,
dan
2004:342-800).
ambiguitas
peran (X2)
Penelitian ini berlokasi di PT. Bank
(Ambiguitas
peran atau role ambiguity
Rakyat Indonesia,Tbk Cabang Manado
adalah tidak cukupnya informasi yang
Populasi dalam penelitian ini adalah
diberikan serta tidak adanya arah dan
Jurnal Riset Bisnis dan Manajemen Vol 4 ,No.2, 2016: 129-142 136
kebijakan yang jelas, kepastian tentang
kali (one shot) diperoleh hasil bahwa
otoritas, kewajiban dan hubungan dengan
seluruh item memiliki nilai alpha cronbach
lainnya dan ketidakpastian sanksi dan
> dari 0,6. Dengan demikian seluruh item
ganjaran terhadap perilaku yang dilakukan.
adalah reliable.
Variabel ini diukur dengan mengadopsi
instrumen yang digunakan oleh Rizzo et
al.
dalam
Irzani
et.al
(2014:12).
Hasil Uji Asumsi Klasik
Berdasarkan
hasil
uji
(3)Variabel moderasi dalam penelitian ini
multikolinieritas
adalah kecerdasan emosional. Kecerdasan
diketahui
emosional adalah kemampuan mengenali
multikolinieritas pada data oleh karena
perasaan diri sendiri dan perasaan orang
nilai Variabel Inflation Factor ( VIF ) =
lain,
serta
1.415. Nilai ini sesuai ketentuan kurang
mengelola emosi dengan baik pada diri
dari 10. Demikian juga dengan angka
sendiri dan dalam hubungan dengan orang
tolerance = 0.706. Nilai ini
lain. Variabel kecerdasan emosional ini
ketentuan lebih dari 0.1. Berdasarkan
diukur dengan mengadopsi instrumen yang
gambar di atas terlihat bahwa tidak ada
digunakan oleh Marita dkk. (2008). (4)
pola yang jelas pada titik-titik dalam
Kinerja menurut Kalbers dan fogarty
kotak, dapat disimpulkan data tidak terjadi
(1995:64-86)
kualitas,
heterokesdastisitas. Berdasarkan hasil uji
efektivitas, kuantitas, mengatur waktu,
normalitas pada gambar di atas diperoleh
evaluasi, penilaian dari pimpinan.
hasil bahwa data menyebar garis diagonal
memotivasi
diri
terdiri
sendiri,
dari,
pada
bahwa
tabel
di
tidak
atas
terjadi
sesuai
dan mengikuti arah garis diagonal maka
Pembahasan
data memenuhi asumsi Normalitas.
Uji Validitas dan Reliabilitas
Hasil analisis ditemukan bahwa
semua
hasil
korelasi
antara
variabel
Pengujian Hipotesa
Hasil Uji Pengaruh Konflik Peran
dengan item seluruhnya memiliki nilai
terhadap Kinerja Wanita Berperan
signifikansi di bawah 0,05 atau 5%,
Ganda yang di moderasi oleh
sehingga seluruh item adalah valid. Hasil
Kecerdasan Emosional
ini menyatakan bahwa semua item dapat
Berdasarkan tabel di atas dapat
digunakan untuk analisis selanjutnya. Dari
disimpulkan bahwa koefisien determinasi
hasil
dengan
(R Square) adalah sebesar 0,533 atau
menggunakan metode pengukuran satu
53,3%. R Square berkisar pada angka 1-0,
pengujian
reliabilitas
Pengaruh Konflik Peran….. (Mamesah)
dengan catatan semakin besar angka R
137
Koefisien Determinasi
Square maka akan semakin kuat hubungan
Koefisien determinasi (R Square)
dari kedua variabel dalam model regresi.
adalah sebesar 0,384 atau 38.4%. R Square
Dapat disimpulkan bahwa 53,3% variabel
berkisar pada angka 1-0, dengan catatan
kinerja wanita berperan ganda dapat
semakin besar angka R Square maka akan
dijelaskan oleh variabel konflik peran.
semakin
Sementara
lainnya
variabel dalam model regresi. Dapat
dipengaruhi atau dijelaskan oleh variabel
disimpulkan bahwa 38.4% variabel kinerja
lain yang tidak masuk dalam penelitian ini.
wanita berperan ganda dapat dijelaskan
selisihnya
46,7%
kuat
hubungan
dari
kedua
oleh variabel ambiguitas peran. Sementara
selisihnya 61.6% lainnya dipengaruhi atau
Efek Moderasi
Model persamaan regresi moderasi
adalah Y= 7.843 + 0,318 X1 + 0.011z.
dijelaskan oleh variabel lain yang tidak
masuk dalam penelitian ini.
Hasil uji efek moderasi untuk Konflik
peran
(X1)
terhadap
kinerja
Wanita
Efek Moderasi
Berperan Ganda (Y) menunjukkan nilai sig
Model persamaan regresi moderasi
0.014. Artinya nilai sig lebih kecil dari
sebagai berikut: Y= 12.087 + 0.060 X2 +
nilai probabilitas 0,05 (0,014<0,05) maka
0.014z. Hasil uji efek moderasi untuk
kesimpulan yang dapat diambil adalah H0
Ambiguitas peran (X2) terhadap kinerja
ditolak dan H1 diterima. Ini berarti
Wanita Berperan Ganda (Y) menunjukkan
Kecerdasan
signifikan
nilai sig 0.009. Artinya nilai sig lebih kecil
menjadi pemoderasi pengaruh Konflik
dari nilai probabilitas 0,05 (0,009<0,05)
peran
Wanita
maka kesimpulan yang dapat diambil
Berperan Ganda (Y). Dengan demikian
adalah H0 ditolak dan H1 diterima. Ini
hipotesa 1 diterima.
berarti
(X1)
emosional
terhadap
(Z)
kinerja
Kecerdasan
emosional
(Z)
signifikan menjadi pemoderasi pengaruh
Hasil Uji Pengaruh Ambiguitas Peran
ambiguitas peran (X2) terhadap kinerja
terhadap Kinerja Wanita Berperan
Wanita Berperan Ganda (Y). Dengan
Ganda yang di moderasi oleh
demikian hipotesa 2 diterima.
Kecerdasan Emosional
Konflik Peran (X1) Terhadap Kinerja
Wanita Berperan Ganda (Y) yang di
Moderasi Oleh Kecerdasan emosional
Jurnal Riset Bisnis dan Manajemen Vol 4 ,No.2, 2016: 129-142 138
Robbins (2007) tingkat stress pada
lingkup tanggung jawabnya, apa yang
tiap orang akan menimbulkan dampak ang
diharapkan
berbeda,
desain
mengerjakan pekerjaan yang beragam.
struktur sebuah organisasi, ketidakpastian
Ketidakjelasan peran muncul karena tidak
lingkungan juga mempengaruhi tingkat
cukupnya informasi yang diperlukan untuk
stress.
menyelesaikan tugas-tugas atau pekerjaan
selain
mempengaruhi
Nyoman
Triaryati
(2003),
darinya,
yang
karyawan
dan
memuaskan.
mempunyai anak dapat di definisikan
berpengaruh
sebagai bentuk konflik peran dimana
Karyawan wanita apabila semakin tinggi
tuntutan dari peran pekerjaan kurang dapat
kecenderungan ketidakjelasan peran yang
di penuhi karena pada saat yang sama.
dialami, maka akan cenderung memiliki
konflik
negative
kinerja yang semakin rendah. Namun
terhadap kinerja. Artinya apabila semakin
apabila mampu mengelola emosinya, maka
tinggi kecenderungan konflik peran wanita
pengaruh negatif antara ketidakjelasan
yang berperan ganda, maka karywan
peran dengan kinerja akan melemah
peran
telah
menikah
berpengaruh
dengan
bagaimana
menyatakan bahwa konflik peran pada
yang
diberikan
dan
Ketidak
negatif
cara
yang
jelasan
peran
terhadap
kinerja.
wanita tersebut akan cenderung memiliki
kinerja yang semakin rendah. Namun
Kesimpulan dan Rekomendasi
apabila
Kesimpulan
karyawan
wanita
mampu
mengelola emosinya , maka pengaruh
Berdasarkan pembahasan diperoleh
negative antara konflik peran dengan
kesimpulan
(1)
Konflik
peran
tidak
kinerja akan lemah.
berpengaruh pada kinerja wanita berperan
ganda. Namun apabila terus bertambah
terhadap
maka, kecerdasan emosional merupakan
kinerja Wanita Berperan Ganda (Y)
variabel pemoderasi dari pengaruh konflik
yang di Moderasi Oleh Kecerdasan
peran terhadap kinerja wanita berperan
emosional
ganda diterima. (2) Ambinguitas peran
Ambiguitas
Peran
Greenberg
menyatakan
(X2)
dan
Baron
bahwa
(2003)
tidak berpengaruh pada kinerja wanita
ambiguitas
berperan ganda. Namun apabila terus
peran dapat terjadi ketika
individu
mengalami
ketidakpastian
bertambah maka kecerdasan emosional
merupakan
variabel
ambiguitas
pemoderasi
mengenai beberapa hal yang berhubungan
pengaruh
peran
dengan pekerjaannya seperti: mengenai
kinerja wanita berperan ganda diterima
dari
terhadap
139
Pengaruh Konflik Peran….. (Mamesah)
Moderates
Rekomendasi
Dari kesimpulan penulis maka
the
Relationship
between Stress and Mental Health.
rekomendasi yang diberikan adalah (1)
Personality
and
Adanya tingkat emosional pada karyawan
Differences 32: 197-209
Individual
juga
Craig, A.J. “ Bukan Seberapa Cerdas Diri
memperhatikan hal tersebut. (2) Pihak
Anda Tetapi Bagaimana Anda
manajemen
Cerdas”. Batam: Interaka, 2004.
sebaiknya
pihak
manajemen
juga
harus
menunjukkan
keseriusannya dalam menangani masalah
Fanani, Zaenal, Hanif, R. A, dan Subroto,
konflik peran ganda yang sudah berlebihan
B. 2008. Pengaruh Struktur Audit,
yang dialami karyawan karena selain
Konflik Peran, dan Ketidakjelasan
penting bagi karyawan, ketidak seriusan
Peran terhadap Kinerja Auditor.
pihak
Jurnal Akuntansi dan Keungan
manajemen
masalah
ini
dalam
dapat
menangani
berdampak
buruk
terhadap kinerja organisasi
Indonesia 5: 140-155
Fisher, Richard T. 2001. Role Stress, the
Type A Behaviour Pattern, and
Daftar Pustaka
External Auditor Job Statisfaction
Agustina, Lidya. 2009. Pengaruh Konflik
and
Performance.
Behavior
Peran, Ketidakjelasan Peran, dan
Research in Accounting 13:143-
Kelebihan
168
Kepuasan
Peran
Kerja
terhadap
dan
Kinerja
Fogarty, T.J., Singh, J., Rhoads, G.K., dan
Auditor (Penelitian pada Kantor
Moore, R.K. 2000. Antecedents
Akuntan Publik yang Bermitra
and Consequences of Burnout in
dengan Kantor Akuntan Publik
Accounting:
Big Four di Wilayah DKI Jakarta).
Stress
Jurnal Akuntansi 1:40-69
Reasearch in Accounting 12: 31-67
Beyond
Model.
the
Role
Behavioral
Anoraga, Pandji. 2006. Psikologi Kerja,
Goleman. 2003. Emotional Inteligece :
Cetakan Keempat. Jakarta: PT
Why It Can Matter More Than IQ.
Rineka Cipta.
New York : Bantaman Dell.
Berry, David. 2003. Pokok-Pokok Pikiran
Dalam
Sosiologi.
Jakarta:
PT.
Ciarrochi, J., Deane, F.P,. Anderson, S,.
Emotional
D.
Intellegence
“Kecerdasan
Emosi
:
Mengapa Emotional Intelligence
Lebih
Grafindo Persada.
2002.
Goleman,
Penting
Daripada
IQ”.
Jakarta: PT. Gramedia Pustaka
Utama, 2007.
Jurnal Riset Bisnis dan Manajemen Vol 4 ,No.2, 2016: 129-142 140
Goleman. 2006. Working with Emotional
Provinsi
Inteligence. New York: Bantm
Udayana
Dell.
Universitas
Kreitner, R., dan Kinicki, A. 2005.
Greenberg, J., dan Baron, R. 2003.
Behavior in Organizations. New
Jersey: Prentice Hall.
Pengaruh
Konflik
Ambiguitas
Perilaku
Peran
Peran
dan
Terhadap
Organisasi.
Jakarta
F.
2005.
Organizational
Behavior. New York: McGraw
Hill.
Mangkunegara, A.A. Anwar Prabu.2012.
Komitmen Independensi Auditor
“Evaluasi
Internal Pemerintah Daerah (Studi
Bandung, PT. Refika Aditama,
Empiris Pada Inspektorat Kota
Semarang).
Tesis. Universitas
Diponegoro.
Dwi
:
Salemba Empat.
Luthans,
Hutami, Gartiria dan Chariri, Anis. 2011.
Irzani,
Bali).
Kinerja
SDM”.
Mathis, L Robert & Jackson, Jhon.H.
“Manajemen
SDM”.
Jakarta:
Salemba Empat. 2006
dan
Andre
Witjaksono.
Dwijanto
2014.Pengaruh
Konflik Peran Dan Ambiguitas
Muchlas,
Makmuri.
2008.
Perilaku
Organisasi. Yogyakarta: Gadjah
Mada University Press.
Peran Terhadap Keinginan Keluar
Nimran, U. 2004. Perilaku Organisasi .
Karyawan Dengan Kepuasan Kerja
Surabaya: CV. Citra Media
Sebagai Variabel Mediasi Pada Pt.
Asuransi
Raksa
Pratikara
Di
Nyoman,
Triaryati.
Adaptasi
(2003).
Kebijakan
Work
Volume 2 Nomor 1 Januari .
Absen dan Turn Over. Jurnal
Manajemen
Issue
Mengenai
Surabaya. Jurnal Ilmu Manajemen |
Ida Ayu Paramita Widyastary, Gerianta
Family
Pengaruh
Dan
Terhadap
Kewirausahan
Wirawan Yasa, dan Made Gede
Vol. 5 No. 1 Maret. Universitas
Wirakusuma.
Kristen Petra
Konflik
2014.
Peran,
Pengaruh
Ketidakjelasan
Rahim, M. Afzalur Rahim. 2002. “Toward
Peran, Dan Kelebihan Peran Pada
A
Theory
Of
Managing
Kinerja
Auditor
Dengan
Organizational
Kecerdasan
Emosional
Sebagai
International Journal Of Conflict
Vriabel Pemoderasi (Studi Empiris
Management 2002, Vol. 13, No. 3,
pada Kantor Akuntan Publik Se-
Pp. 206−235
Conflict”.
The
141
Pengaruh Konflik Peran….. (Mamesah)
Reksohadiprodjo, S dan Handoko, H.
2001.
Organisasi
Perusahaan.
Yogyakarta: BPFE.
Encounter. Journal of Marketing
49: 99-102.
Tang, Yung-Tai dan Chang, Cheng-Hua.
Rivai, Veithzal. 2004.“Manajemen Sumber
2010. Impact of Role Ambiguity
Daya Manusia untuk Perusahaan
and Role Conflict on Employee
dari Teori ke Praktik”. Jakarta:
Creativity.
Raja
Business Management 4: 869-881
Grafindo
Persada.
2004.
Robbins, S. P. 2003. Perilaku
Organisasi. Jakarta: Prentice Hall.
Perilaku Organisasi”. Erlangga
:
Jakarta
Organizational
Jersey:
and
Behavior.
Pearson
of
Informal
Public
Accounting Mentoring with Role
Sterss and Related Job Outcomes.
Accounting,
Robbins, S.P. dan Judge, T.A,. 2008.
Journal
Viator, Ralph E. 2001. The Association of
Formal
Robbins, Stephen.P. 2002. ”Prinsip-Prinsip
African
Organization
and
Society, 26:73-93
New
Widiyanto, Afif dan Sus Budiharto. 2007.
International
Hubungan Antara Konflik Peran
Edition
dengan
Rose, J. dan West, C. 1999. Assessment of
Komitmen
terhadap
Perusahaan.
Anger in People with Intellectual
Publikasi.
Disabilities. Journal of Applied
Indonesia.
Research in Intellectual Disabilities
34:707-721
Widyastuti, Tri
Karyawan
Universitas
Naskah
Islam
dan Sumiati, Eti. 2011.
Influence of Role Conflict, Role
Sanjaya, Frangky. 2012. Peran Pemoderasi
Ambiguity and Role Overload
Kecerdasan Emosi pada Stress
toward
Kerja.
Akuntabilitas 10: 168
Jurnal
Dinamika
Manajemen 3: 155-163
Auditors
Performance.
Wijono, Sutarto. 2010. Psikologi Industri
Supratiknya, A.1995. Komunikasi Antar
dan
Organisasi:
Dalam
Suatu
Pribadi. Yogyakarta: Universitas
bidang Gerak Psikologi Sumber
Sanata Darma
Daya Manusia (edisi pertama).
Solomon, M.R., Surprenant. C., Czepiel,
J.A., dan Gutman, E.G,. 1985. A
Role
Theory
Perspective
on
Dyaduc Interactions: The Service
Jakarta : Kencana.
Winardi.
1994.
(Konflik
Manajemen
Konflik
Perubahan
Dan
Pengembangan). Bandung: Mandar
Maju.
Jurnal Riset Bisnis dan Manajemen Vol 4 ,No.2, 2016: 129-142 142
Yadhav, Nidhi. “Emotional Itelligence and
Its Efects on Job Performance: A
Comparative
Insurance
Study
Sales
International”.
on
Life
Professionals.
Journal
of
Multidisciplinary Research, Vol.1
Issue.8. 2011
Download