Pengaruh Motivasi, Lingkungan Dan Disiplin

advertisement
Ayatullah Muhammadin Al Fath, Pengaruh Motivasi, Lingkungan…
Pengaruh Motivasi, Lingkungan Dan Disiplin Terhadap Prestasi Belajar Siswa
Pada Mata Pelajaran IPA Kelas V SDN 19 Banda Aceh
Ayatullah Muhammadin Al Fath1
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) Pengaruh motivasi terhadap prestasi belajar di sekolah,
(2) Pengaruh lingkungan terhadap prestasi belajar di Sekolah, (3) Pengaruh disiplin terhadap prestasi
belajar di sekolah, (4) Pengaruh dari ketiga faktor tersebut (motivasi, lingkungan, disiplin) terhadap
prestasi belajar siswa disekolah secara bersama-sama. Penelitian ini merupakan penelitian Ex-post
Facto yang bersifat deskriptif korelasional dengan pendekatan kuantitatif. Subjeknya siswa kelas V
Mata pelajaran IPA yang berjumlah 34 siswa. Data diambil menggunakan metode dokumentasi, test
dan angket. Validitas instrument angket dilakukan dengan analisis butir menggunakan rumus korelasi
Product Moment dan uji reliabilitas menggunakan rumus Alpha Cronbach. Pengujian hipotesis
dengan analisis korelasi Product Moment dan analisis regresi ganda, yang sebelumnya dilakukan uji
persyaratan analisis meliputi uji normalitas, linieritas dan multikolinieritas. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa variabel Motivasi, Lingkungan dan Disiplin secara bersama-sama berpengaruh
positif hal ini ditunjukkan dengan koefisien r = 0,888, r hitung lebih besar dari r tabel (0,888 >0,339).
Koefisien determinan (r2) sebesar 0,789, ini berarti 78,9% dapat diketahui juga bahwa Motivasi
memberikan sumbangan efektif 5,44%, lingkungan memberikan sumbangan efektif 28,85% dan
disiplin memberikan sumbangan efektif 44,61% serta ditunjukan dengan persamaan Y =71,095+
0,014X1 + 0,107X2 + 0,171X3. Dengan demikian maka disiplin memberi pengaruh dominan dengan
sumbngan efektif 44,61% dibanding dengan motivasi dan lingkungan terhadap prestasi belajar siswa
pada Jurusan Teknik Audi Video SDN 19 Banda Aceh kelas V tahun ajaran 2015.
Kata kunci: Motivasi, Lingkungan, Disiplin, Prestasi Belajar
1
Ayatullah Muhammadin Al Fath, Dosen Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, STKIP Bina Bangsa
Getsempena, Email: [email protected]
ISSN 2086 – 1397
Volume VI Nomor 1. Januari – Juni 2015 | 1
Ayatullah Muhammadin Al Fath, Pengaruh Motivasi, Lingkungan…
I. PENDAHULUAN
mendapat sorotan tajam dari masyarakat
A. Latar Belakang Masalah
adalah masalah mutu pendidikan.
Pendidikan
kebutuhan
Terkait dengan dunia pendidikan,
education).
untuk menciptakan manusia yang berkualitas
Pendidikan sangat penting bagi peningkatan
dan berprestasi tinggi maka siswa harus
kualitas
dengan
memiliki prestasi belajar yang baik. Prestasi
demikian pendidikan harus diarahkan untuk
belajar merupakan tolok ukur maksimal yang
menghasilkan manusia yang berkualitas dan
telah
mampu bersaing di era globalisasi serta
perbuatan belajar selama waktu yang telah
memiliki budi pekerti yang luhur. Salah satu
ditentukan
tujuan pendidikan adalah menyiapkan peserta
memperoleh dukungan baik dalam individu
didik menjadi anggota masyarakat yang
maupun dari luar individu maka belajar akan
memiliki
mengalami
sepanjang
merupakan
hayat
(long
sumber
daya
life
manusia,
kemampuan
profesional
yang
mengembangkan
akademik
dapat
dan
atau
menerapkan,
menciptakan
ilmu,
teknologi dan kesenian.
Kemajuan
dicapai
siswa
bersama.
setelah
Belajar
hambatan,
melakukan
yang
tentunya
tidak
akan
mempengaruhi hasil prestasi seseorang. Faktor
yang dapat mempengaruhi belajar antara lain
motivasi, lingkungan dan disiplin tempat
ilmu
dan
individu melakukan kegiatan tertentu. Individu
teknologi mengakibatkan terjadinya perubahan
yang hidup dalam suatu masyarakat tentu akan
dan pengembangan masyarakat yang lebih
dipengaruhi
komplek, perkembangan tersebut melahirkan
sehingga baik buruknya prestasi belajar salah
masalah sosial dan tuntutan yang lebih baru.
satunya dipengaruhi oleh lingkungan disekitar.
Pendidikan bertugas menjawab tantangan-
Motivasi adalah “serangkaian usaha
tantangan dan memecahkan masalah tersebut.
untuk menyediakan kondisi-kondisi tertentu,
Usaha untuk memecahkan masalah sosial dan
sehingga seseorang mau dan ingin melakukan
menjawab tantangan itu di wujudkan dalam
sesuatu, dan bila ia tidak suka, maka akan
bentuk
pembaharuan
berusaha untuk meniadakan atau mengelakan
pendidikan ditandai dengan apa yang disebut
persaan tidak suka itu” (Sardiman, 2012:75).
inovasi pendidikan hal ini disebabkan oleh
Terkadang suatu proses belajar tidak dapat
kebutuhan masyarakat yang komplek dan
mencapai hasil maksimal disebabkan karena
beragam. Program pendidikan yang ada
ketiadaan
dituntut untuk selalu menyediakan sumber
(motivasi), motivasi “dirumuskan sebagai
daya manusia yang handal dalam rangka
suatu proses yang menentukan tingkatan
menjawab problematika. Pembaharuan dan
kegiatan serta arah umum dari tingkah laku
pengembangan
harus
manusia, merupakan konsep yang berkaitan
memperhatikan masalah-masalah dasar yang
dengan konsep-konsep yang lain seperti minat,
sedang dihadapi saat ini. Salah satu masalah
konsep diri dan sebagainya”, sehingga dapat
penting
mempengaruhi
perbaikan
dalam
ISSN 2086 – 1397
pengetahuan
dan
pendidikan
pendidikan
yang
sering
lingkungan
kekuatan
siswa
tempat
yang
tinggal
mendorong
yang
dapat
Volume VI Nomor 1. Januari – Juni 2015 | 2
Ayatullah Muhammadin Al Fath, Pengaruh Motivasi, Lingkungan…
membangkitkatkan dan mengarahkan tingkah
bentuk aturan. Seorang siswa perlu memiliki
laku yang dimungkinkan untuk ditampilkan
sikap disiplin dengan melakukan latihan yang
oleh para siswa (Slameto, 2010:170).
memperkuat dirinya sendiri untuk selalu
Dalam
proses
belajar
mengajar
terbiasa patuh dan mempertinggi daya kendali
motivasi sangat besar peranannya terhadap
diri.
prestasi
adanya
kesadarannya sendiri akan dapat lebih memacu
motivasi dapat menumbuhkan minat belajar
dan tahan lama dibandingkan dengan sikap
siswa. Bagi siswa yang memiliki motivasi
disiplin
yang kuat akan mempunyai keinginan untuk
pengawasan dari orang lain.
belajar.
melaksanakan
Karena
kegiatan
dengan
belajar
Sikap
disiplin
yang
yang
timbul
timbul
karena
dari
adanya
mengajar.
Disiplin dapat tumbuh dan dibina
Sehingga boleh jadi siswa yang memiliki
melalui latihan, pendidikan atau penanaman
intelegensi yang cukup tinggi menjadi gagal
kebiasaan yang harus dimulai sejak dalam
karena kekurangan motivasi, sebab hasil
lingkungan keluarga, mulai pada masa kanak-
belajar itu akan optimal bila terdapat motivasi
kanak dan terus tumbuh berkembang sehingga
yang tepat. Karenanya, bila siswa mengalami
menjadi disiplin yang semakin kuat. Seperti
kegagalan dalam belajar, hal ini bukanlah
halnya disebutkan oleh Joko Sumarmo (2008 :
semata-mata kesalahan siswa, tetapi mungkin
24) “bahwa istilah disiplin sebagai kepatuhan
saja guru tidak berhasil dalam membangkitkan
dan ketaatan yang muncul karena adanya
motivasi siswa.
kesadaran dan dorongan dalam diri orang itu”,
Pada garis besarnya berhasil atau
tanpa disiplin yang baik suasana sekolah dan
gagalnya sebuah prestasi belajar tidak hanya
juga kelas menjadi kurang kondusif bagi
dipengaruhi oleh motivasi saja tetapi dapat
kegiatan pembelajaran, secara positif disiplin
juga disebabkan dari sebuah lingkungan yang
memberi dukungan yang tenang dan tertib
ada disekitar serta disiplin pada diri sendiri.
bagi proses pembelajaran.
Menurut Imam Gunawan (2011:3) “Sepanjang
Motivasi, disiplin dan lingkungan
kehidupannya manusia selalu memperoleh
belajar sangat berperan dalam prestasi belajar,
pengaruh atau pendidikan dari tiga tempat,
dengan motivasi, displin dan lingkungan
yaitu keluarga, sekolah, dan masyarakat.
belajar inilah siswa menjadi tekun dalam
Ketiga lingkungan tempat berlangsungnya
proses belajar mengajar, dan dengan motivasi,
pendidikan ini disebut dengan tri pusat
disiplin dan lingkungan belajar itu pula
pendidikan”.
kualitas hasil belajar siswa dapat diwujudkan
Selain motivasi dan lingkungan siswa
dengan baik. Siswa yang dalam proses belajar
yang mempunyai prestasi belajar yang kuat
mempunyai motivasi disiplin dan lingkungan
akan dipengaruhi juga dengan munculnya
belajar yang kuat dan jelas akan tekun dan
disiplin
tersebut
berhasil dalam belajarnya. Tingginya motivasi
merupakan sesuatu yang berkenaan dengan
dalam belajar berhubungan dengan tingginya
pengendalian diri seseorang terhadap bentuk-
prestasi belajar. Bahkan pada saat ini kaitan
diri
ISSN 2086 – 1397
dimana
disiplin
Volume VI Nomor 1. Januari – Juni 2015 | 3
Ayatullah Muhammadin Al Fath, Pengaruh Motivasi, Lingkungan…
antara motivasi, disiplin dan lingkungan
Tujuan penelitian ini mengacu pada
belajar dengan perolehan dan atau prestasi
masalah yang telah disebutkan di atas yaitu
tidak hanya dalam belajar. Dengan dasar itulah
untuk mengetahui:
penulis memilih SDN 19 Banda Aceh sebagai
1. Mengetahui seberapa besar pengaruh positif
objek penelitian yang mana di sekolah tersebut
dan signifikan motivasi, lingkungan dan
terdapat berbagai macam siswa yang memilki
disiplin terhadap prestasi belajar siswa pada
sifat dan karakter yang berbeda hal tersebut
Mata Pelajaran IPA SDN 19 Banda Aceh kelas
dapat dilihat dari prestasi belajar masing-
V.
masing siswa tersebut.
2. Mengetahui faktor manakah yang lebih
Hasil studi pendahuluan penulis di
berpengaruh antara motivasi, lingkungan dan
SDN 19 Banda Aceh diperoleh informasi
disiplin terhadap prestasi belajar siswa SDN
bahwa di sekolah ini telah melaksanakan
19 Banda Aceh kelas V.
program bimbingan dan konseling secara
C. Batasan Masalah
terencana dan sistematik. Pada kenyataannya
Mengingat banyaknya faktor yang
sekolah belum memiliki data mengenai efek
terdapat
pemberian disiplin terhadap siswa dan data
Lingkungan, dan Disiplin Terhadap Prestasi
tentang lingkungan belajar siswa, Pengenalan
Belajar Siswa pada Mata Pelajaran IPA SDN
efek pemberian disiplin dan lingkungan belajar
19 Banda Aceh”, maka dalam penelitian ini
diharapkan dapat membantu sekolah dan guru
cakupan
dalam menentukan sikap dalam mengajar yang
pengaruh motivasi terhadap prestasi belajar
sesuai dengan disiplin dan lingkungan belajar
siswa, pengaruh lingkungan belajar terhadap
siswa. Sedangkan motivasi berprestasi yang
prestasi siswa, pengaruh disiplin terhadap
dimiliki siswa juga cukup baik dalam hal ini
prestasi belajar dan pengaruh ketiga faktor
dapat ditunjukkan dengan prestasi akademik
tersebut
siswa
prestasi belajar siswa pada Mata Pelajaran IPA
yang
dapat
dilihat
dari
hasil
pada
“Pengaruh
permasalahannya
secara
dibatasi
bersama-sama
kelulusannya 100% siswa lulus dengan standar
SDN 19 Banda Aceh kelas V.
kelulusan pada setiap bidang studi. Namun
II. KAJIAN PUSTAKA
belum semua siswa mempunyai motivasi
A. Motivasi
Motivasi
pada
terhadap
berprestasi yang tinggi dalam mengikuti
Motivasi berasal dari kata “ movere”
pelajaran sehingga prestasi akademik yang
yang berarti dorongan atau menggerakan.
dicapai
“Motivasi
masih
banyak
dalam
klasifikasi
sangat
diperlukan
dalam
minimal lulus jika dilihat dari kemampuan
pelaksanaan aktivitas manusia karena motivasi
siswa mampu mencapai prestasi akademik
merupakan hal yang dapat menyebabkan,
yang lebih tinggi.
menyalurkan
B. Tujuan
manusia supaya mau bekerja giat dan antusias
dan
mendukung
perilaku
untuk mencapai hasil yang optimal” (Malayu
S.P Hasibuan, 2005:141)
ISSN 2086 – 1397
Volume VI Nomor 1. Januari – Juni 2015 | 4
Ayatullah Muhammadin Al Fath, Pengaruh Motivasi, Lingkungan…
Indikator
dari
motivasi(Dimyati
dan
luar terhadap kehidupan dan perkembangan
Mudjiono, 2009:97)., yaitu:
suatu organisme” (Imam Gunawan, 2011:2).
1. Cita-cita atau aspirasi siswa.
Pada penelitian ini lingkungan yang dijadikan
2. Kemampuan siswa
penelitian adalah lingkungan belajar siswa
3. Kondisi siswa.
atau
4. Kondisi lingkungan siswa.
pendidikan.
5. Unsur-unsur dinamis dalam belajar dan
a. Pengertian Lingkungan Belajar
pembelajaran.
Lingkungan belajar dapat diartikan berupa
6. Upaya guru dalam membelajarkan siswa.
“benda-benda, orang-orang, keadaan-keadaan,
biasa
disebut
dengan
lingkungan
Motivasi mempunyai fungsi yang
dan peristiwa-peristiwa yang ada di sekitar
sangat penting dalam belajar siswa, karena
peserta didik yang bisa memberikan pengaruh
motivasi akan menentukan intensitas usaha
kepada perkembangannya, baik secara tidak
belajar yang dilakukan oleh siswa, hal ini
langsung ataupun langsung, baik secara
berarti siswa yang memiliki motivasi belajar
sengaja maupun tidak disengaja” (Imam
tinggi akan tekun dalam belajar dan terus
Gunawan,2011:2).
belajar secara kontinyu tanpa mengenal putus
b. Macam-Macam Lingkungan Belajar
asa serta dapat mengesampingkan hal-hal yang
“Sepanjang kehidupannya manusia selalu
dapat mengganggu kegiatan belajar.
memperoleh pengaruh atau pendidikan dari
Menurut Sardiman AM (2012:85)
masyarakat” (Imam Gunawan, 2011:3). Ketiga
fungsi motivasi adalah:
1.
Mendorong
tiga tempat, yaitu keluarga, sekolah, dan
manusia
untuk
berbuat.
lingkungan itu sering disebut sebagai tripusat
Motivasi dalam hal ini merupakan motor
pendidikan yang akan mempengaruhi manusia
penggerak dari setiap kegiatan yang akan
secara bervariasi.
dikerjakan.
C. Disiplin
2. Menentukan arah perbuatan, yaitu ke arah
Disiplin bagi peserta didik adalah hal
tujuan yang hendak dicapai, dengan demikian
yang rumit dipelajari sebab merupakan hal
motivasi dapat memberi arah dan kegiatan
yang kompleks dan banyak kaitannya, yaitu
yang harus dikerjakan sesuai dengan rumusan
terkait dengan pengetahuan, sikap dan peilaku.
tujuannya.
Masalah
3. Menyeleksi perbuatan, yaitu menentukan
penelitian ini adalah disiplin yang dilakukan
perbuatan-perbuatan
harus
oleh para siswa dalam kegiatan belajarnya
dikerjakan yang serasi guna mencapai tujuan,
baik di rumah maupun di sekolah. Untuk lebih
dengan
memahami tentang disiplin belajar terlebih
menyisihkan
apa
yang
perbuatan-perbuatan
disiplin
yang
dibahas
dalam
yang tidak bermanfaat bagi tujuan tersebut.
dahulu kan dikemukakan pengertian disiplin
B. Lingkungan
menurut beberapa ahli.
Lingkungan
diartikan
sebagai
“kumpulan segala kondisi dan pengaruh dari
ISSN 2086 – 1397
Volume VI Nomor 1. Januari – Juni 2015 | 5
Ayatullah Muhammadin Al Fath, Pengaruh Motivasi, Lingkungan…
1. Menurut Joko Sumarmo (2008:24) “disiplin
4. Hukuman sebagai upaya menyadarkan,
berarti perangkat peraturan yang berlaku untuk
mengoreksi
menciptakan kondisi yang tertib dan teratur”.
sehingga orang kembali pada perilaku yang
2. Menurut Arikunto (1993:114), “Disiplin
sesuai dengan harapan.
merupakan sesuatu yang berkenaan dengan
5. Teladan yang berupa perbuatan dan
pegendalian diri seseorang terhadap bentuk –
tindakan kerap kali lebih besar pengaruhnya
bentuk aturan”.
dibandingkan dengan kata-kata.
Selanjutnya
pengertian
belajar
dan
meluruskan
yang
salah
6. Disiplin seseorangan dapat juga dipengaruhi
menurut Slameto (2010:2), “belajar ialah suatu
oleh seseorang.
proses usaha yang dilakukan seseorang untuk
7. Disiplin dapat dicapai dan dibentuk melalui
memperoleh suatu perubahan tingkah laku
proses latihan dan kebiasan.
yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil
D. Prestasi Belajar
Prestasi belajar adalah “kecakapan
pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan
lingkungannya”.
yang nyata dan aktual untuk menunjukan
Dari seluruh pengertian antara disiplin
kepada aspek kecakapan yang segera dapat
dan belajar, dapat diambil kesimpulan bahwa
didemonstrasikan dan diuji sekarang juga
yang
dalam
karena merupakan hasil usaha atau proses
penelitian ini adalah pernyataan sikap dan
belajar yang bersangkutan dengan cara atau
perbuatan
metode
dimaksud
disiplin
siswa
belajar
dalam
melaksanakan
bahan
atau
(Nenden
materi
yang
Sundari,
telah
2008:3).
kewajiban belajar secara sadar dengan cara
dijalankan”
menaati peraturan yang ada di lingkungan
Keberhasilan siswa dalam mencapai prestasi
sekolah maupun di rumah.
belajar dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu
Faktor-faktor pembentukan disiplin
tingkat kecerdasan yang baik, pelajaran sesuai
menurut Joko Sumarmo(2008:25) adalah:
dengan bakat yang dimiliki, ada minat dan
1. Kesadaran disiri sebagai pemahaman diri
perhatian yang tinggi dalam pembelajaran,
sebagai
bahwa disiplin
motivasi yang baik dalam belajar, cara belajar
kebaikan
yang baik dan strategi pembelajaran yang
dianggap
pemahaman
diri
penting
bagi
dan
keberhasilan dirinya. Selain itu kesadaran diri
menjadi
motif
sangat
kuat
terwujudnya
dikembangkan guru.
Dari
uraian
diatas
maka
dapat
disiplin.
diketahui beberapa faktor yang mempengaruhi
2. Pengikutan dan ketaatan sebagai langkah
keberhasilan siswa dalam mencapai hasil
penerapan dan praktik atas peraturan-peraturan
belajar yang maksimal dan baik, antara lain:
yang mrngatur perilaku individu.
a. Faktor Kecerdasan
3. Alat pendidikan untuk mempengaruhi,
b. Faktor bakat
mengubah, dan membentuk perilaku yang
c. Faktor minat dan perhatian
sesuai dengan nilai-nilai yang ditentukan atau
d. Faktor Motif
diajarkan.
e. Faktor cara belajar
ISSN 2086 – 1397
Volume VI Nomor 1. Januari – Juni 2015 | 6
Ayatullah Muhammadin Al Fath, Pengaruh Motivasi, Lingkungan…
f. Faktor lingkungan
IV.
g. Faktor sekolah
PEMBAHASAN
Sedangkan Muhibbin Syah (2011:129)
secara global menjelaskan faktor -faktor yang
HASIL
PENELITIAN
DAN
A. Deskripsi Data
1. Deskripsi variabel motivasi(X1)
mempengaruhi belajar siswa dibagi menjadi
Data tentang Motivasi(X1) dalam
tiga macam, yaitu :
penelitian ini diperoleh melalui angket dengan
a. Faktor internal (faktor dari dalam siswa),
jumlah item sebanyak 24 butir, setelah
yakni keadaan/kondisi jasmani dan rohani
dilakukan ujicoba penelitian jumlah butir yang
siswa.
valid sebanyak 20 butir, sedang yang tidak
b. Faktor eksternal (faktor dari luar siswa),
valid 4 butir yaitu nomor 3, 11, 13, 22. Jumlah
yakni kondisi lingkungan di sekitar siswa.
reponden sebanyak 32 orang. Skor yang
c. Faktor pendekatan belajar(approach to
digunakan adalah 1 sampai 4, berdasarkan
learning), yakni jenis upaya belajar siswa yang
hasil
meliputi strategi dan metode yang digunakan
menggunakan program komputer SPSS versi
siswa untuk melakukan kegiatan pembelajaran
16.0 for windows, untuk variabel motivasi
mater – materi pelajaran.
dapat diketahui nilai rata-rata (Mean) = 63,73
III. METODE PENELITIAN
modus (Mo) = 63,00 median (Me) = 63,50 dan
analisis
deskriptif
yang
diolah
Pendekatan yang digunakan dalam
standar deviasi (SD) = 6,16. Selain data
penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif
tersebut dapat diketahui pula nilai maksimum
yaitu semua informasi diwujudkan dalam
= 75 dan nilai minimum = 50.
angka dan dianalisis berdasarkan analisis
2. Deskripsi Variabel Lingkungan (X2)
statistik. Selain itu penelitian ini bersifat
expost
facto.
Penelitian
facto
penelitian ini diperoleh melalui angket dengan
“merupakan penelitian di mana variabel –
jumlah item sebanyak 23 butir, setelah
variabel bebas telah terjadi ketika peneliti
dilakukan ujicoba penelitian jumlah butir yang
mulai dengan pengamatan variabel terikat
valid sebanyak 16 butir, sedang yang tidak
dalam suatu penelitian, keterikatan antar
valid 7 butir yaitu nomor 1, 4, 15, 16, 18, 22,
variabel bebas dengan variabel terikat, sudah
23. Jumlah reponden sebanyak 32 orang. Skor
terjadi secara alami, dan peneliti dengan
yang
setting tersebut ingin melacak kembali jika
berdasarkan hasil analisis deskriptif yang
dimungkinkan
diolah menggunakan program komputer SPSS
apa
yang
expost
Data tentang Lingkungan(X2) dalam
menjadi
faktor
digunakan
adalah
1
sampai
4,
penyebabnya” (Sukardi, 2010:165). Penelitian
versi 16.0 for windows, untuk variable.
ini dimaksudkan untuk menguji hipotesis yang
Lingkungan(X2) dapat diketahui nilai rata-rata
telah diajukan dengan cara mencari besarnya
(Mean) = 44,15 modus (Mo) = 46,00 median
pengaruh variabel-variabel bebas terhadap
(Me) = 44,50 dan standar deviasi (SD) = 5,96.
variabel terikat.
Selain data tersebut dapat diketahui pula nilai
maksimum = 58 dan nilai minimum = 32.
ISSN 2086 – 1397
Volume VI Nomor 1. Januari – Juni 2015 | 7
Ayatullah Muhammadin Al Fath, Pengaruh Motivasi, Lingkungan…
3. Deskripsi Variabel Disiplin (X3)
Data
tentang
Disiplin(X3)
Berdasarkan analisis data dengan bantuan
dalam
program komputer yaitu SPSS 16.00 dapat
penelitian ini diperoleh melalui angket dengan
diketahui nilai signifikansi yang menunjukkan
jumlah item sebanyak 26 butir, setelah
normalitas data. Kriteria yang digunakan yaitu
dilakukan ujicoba penelitian jumlah butir yang
data dikatakan berdistribusi normal jika harga
valid sebanyak 14 butir, sedang yang tidak
koefisien Sig pada output Kolmogorov-
valid 12 butir yaitu nomor 1, 2, 3, 4, 5, 6, 9,
Smirnov test > dari alpha yang ditentukan
14, 19, 20, 21, 26. Jumlah reponden sebanyak
yaitu 5% (0.05). Hasil uji normalitas adalah
32 orang. Skor yang digunakan adalah 1
sebagai berikut:
sampai 4, berdasarkan hasil analisis deskriptif
2. Uji linearitas
yang diolah menggunakan program komputer
Uji
linearitas
dimaksudkan
untuk
SPSS versi 16.0 for windows, untuk variabel
mengetahui pola hubungan antara masing-
Disiplin(X3) dapat diketahui nilai rata-rata
masing variabel bebas dengan variabel terikat
(Mean) = 42,73 modus (Mo) = 39,00 median
apakah berbentuk linear atau tidak. Uji
(Me) = 43,00 dan standar deviasi (SD) = 5,09.
linearitas
Selain data tersebut dapat diketahui pula nilai
menggunakan uji F. Data diolah menggunakan
maksimum = 54 dan nilai minimum = 31.
bantuan program komputer SPSS versi 16.0
4. Deskripsi Variabel Prestasi Belajar (Y)
dengan melihat signifikansi deviation from
Data tentang Prestasi Belajar Siswa
dapat
diketahui
dengan
linearity dari uji F linear. Berikut disajikan
dalam penelitian ini diperoleh hasil nilai rata-
tabel hasil pengujian linearitas :
rata rapor semester genap tahun ajaran 2015.
3. Uji Multikolinearitas
Materi yang dinilai adalah dari jumlah nilai
Uji multikolinearitas merupakan uji
total yang di rata-rata pada rapor tiap siswa
asumsi untuk analisis regresi ganda. Asumsi
kelas V SDN 19 Banda Aceh. Nilai yang
multikolinearitas menyatakan bahwa variabel
digunakan adalah 1 sampai 100. Berdasarkan
bebas
hasil perhitungan dengan program SPSS 16
multikolinearitas. Uji Multikolinieritas ini
diperoleh harga rata-rata (M) sebesar 82,21,
dicari dengan teknik metode VIF (variance
median (Me) 82, modus (Mo) sebesar 82 dan
inflation
simpangan
program komputer SPSS versi 16.0, Berikut
baku
(SD)
sebesar
1,57.
harus
factor)
terbebas
dari
menggunakan
gejala
bantuan
Selanjutnya berdasarkan data induk yang
disajikan tabel hasil pengujian linearitas :
diperoleh dari responden dalam penelitian ini
Pedoman suatu model regresi yang bebas dari
diperoleh skor terendah 77 dan skor tertinggi
multikolinieritas adalah mempunyai nilai VIF
86.
<10 dan mempunyai nilai tolerance >0,1.
B. Uji Prasyarat Analis
Berdasarkan tabel di atas, dapat disimpulkan
1. Uji Normalitas Data
bahwa pada model regresi tidak terjadi gejala
Uji normalitas dalam penelitian ini
menggunakan
ISSN 2086 – 1397
rumus
Kolmogrov-Smirnov.
Volume VI Nomor 1. Januari – Juni 2015 | 8
Ayatullah Muhammadin Al Fath, Pengaruh Motivasi, Lingkungan…
multikolinearitas. Dengan demikian maka
melakukan pengujian hipotesis adalah sebagai
memenuhi syarat untuk dilanjutkan dengan uji
berikut :
hipotesis.
a. Membuat Persamaan Garis Regresi 3
C. PENGUJIAN HIPOTESIS
Prediktor (Regresi Ganda)
Hipotesis
merupakan
dugaan
Berdasarkan hasil analisis, maka persamaan
sementara atas rumusan masalah. Untuk itu
garis
hipotesis harus diuji kebenarannya secara
persamaan sebagai berikut : Y : 71,095+
empiris. Pengujian hipotesis dalam penelitian
0,014X1 + 0,107X2 + 0,171X3
ini
menggunakan
dinyatakan
dalam
Dari persamaan di atas dapat diketahui
(multivariat). Analisis tersebut digunakan
bahwa nilai koefisien X1 sebesar 0,014 yang
untuk mengetahui koefisien korelasi baik
berarti apabila nilai motivasi (X1) meningkat 1
secara sendiri - sendiri mapuan secara bersama
poin maka pertambahan nilai pada prestasi
- sama antara variabel bebas (Motivasi,
belajar (Y) sebesar 0,014 poin dengan asumsi
Lingkungan, Disiplin) terhadap variabel terikat
X2 dan X3 tetap. Koefisien X2 sebesar 0,107
(Prestasi belajar siswa). Adapun hipotesis
yang
yang diuji adalah sebagai berikut :
meningkat 1 poin maka pertambahan nilai
Ha : “Disiplin memberi pengaruh dominan
pada prestasi belajar Siswa (Y) sebesar 0,107
dibanding dengan motivasi dan lingkungan
poin dengan asumsi X1 dan X3 tetap,
terhadap prestasi belajar siswa pada Jurusan
Koefisien X3 sebesar 0,171 yang berarti
Teknik Audi Video SDN 19 Banda Aceh kelas
apabila disiplin (X3) meningkat 1 poin maka
V tahun ajaran 2015”
pertambahan nilai pada prestasi belajar Siswa
Ho : “Tidak Disiplin memberi pengaruh
(Y) sebesar 0,171 poin dengan asumsi X2 dan
dominan dibanding dengan motivasi dan
X1 tetap, Sehingga dapat disimpulkan bahwa
lingkungan terhadap prestasi belajar siswa
Ho ditolak dan Ha diterima, yaitu disiplin
pada Jurusan Teknik Audi Video SDN 19
memberi pengaruh dominan dibanding dengan
Banda Aceh kelas V tahun ajaran 2015”
motivasi dan lingkungan terhadap prestasi
menggunakan
regresi
dapat
ganda
Pengujian
analisis
regresi
hipotesis
analisis
dilakukan
multivariat,
yaitu
analisis regresi ganda 3 prediktor. Data diolah
berarti
apabila
lingkungan
(X2)
belajar siswa SDN 19 Banda Aceh kelas V.
V. SIMPULAN DAN SARAN
A. Simpulan
dengan bantuan program komputer SPSS versi
Berdasarkan hasil dan pembahasan
16.0. Berikut disajikan tabel ringkasan hasil
penelitian yang dikemukakan di depan maka
regresi ganda 3 prediktor antara X1, X2 dan
kesimpulan yang dapat dikemukakan dalam
X3 terhadap Y.
penelitian
ini
adalah
variabel
Motivasi,
Berdasarkan tabel di atas selanjutnya
Lingkungan dan Disiplin secara bersama-sama
dapat digunakan untuk melakukan pengujian
berpengaruh positif yang signifikan terhadap
hipotesis.
Prestasi Belajar pada MATA PELAJARAN
Langkah
-
langkah
dalam
IPA kelas V SDN 19 Banda Aceh hal ini
ISSN 2086 – 1397
Volume VI Nomor 1. Januari – Juni 2015 | 9
Ayatullah Muhammadin Al Fath, Pengaruh Motivasi, Lingkungan…
ditunjukkan dengan koefisien r = 0,888, r
Meningkatkan motivasi, lingkungan
hitung lebih besar dari r tabel (0,888 >0,339).
dan disiplin dalam pembelajaran Siswa SDN
Koefisien determinan (r2) sebesar 0,789, ini
19 Banda Aceh agar terdapat pengaruh yang
berarti 78,9% terdapat sumbangan efektif
dapat meningkatkan Prestasi Belajar Siswa
motivasi, lingkungan dan displin. Motivasi
secara efektif melalui kegiatan-kegiatan yang
memberikan
secara
sumbangan
efektif
5,44%,
positif
mempengarahi
motivasi,
lingkungan memberikan sumbangan efektif
lingkungan dan disiplin dalam belajar di
28,85% dan disiplin memberikan sumbangan
Sekolah.
efektif
2. Untuk Siswa
44,61%
serta
ditunjukan
dengan
persamaan Y =71,095+ 0,014X1 + 0,107X2 +
Dari hasil penelitian sudah terbukti
0,171X3. Dengan demikian hipotesis terbukti
bahwa motivasi, lingkungan dan diplin belajar
kebenarannya. Jadi dapat disimpulkan disiplin
akan memberikan pengaruh yang cukup
memberi
dengan
signifikan terhadap meningkatnya prestasi
sumbangan efektif sebesar 44,61% dibanding
belajar Siswa yang tinggi. Maka hendaknya
dengan motivasi dan lingkungan terhadap
para siswa untuk dapat memiliki motivasi
prestasi belajar siswa.
yang tinggi, lingkungan yang kondusif serta
B. Saran
displin yang tinggi dalam mengikuti segala
Berdasarkan kesimpulan di atas peneliti
bentuk pembelajaran yang dilaksanakan di
mengemukakan
Sekolah
pengaruh
berikut:
dominan
beberapa
saran
sebagai
meningkat
sehingga
prestasi
secara
belajar
dapat
signifikan.
1. Untuk Sekolah
ISSN 2086 – 1397
Volume VI Nomor 1. Januari – Juni 2015 | 10
Ayatullah Muhammadin Al Fath, Pengaruh Motivasi, Lingkungan…
Daftar Pustaka
Arikunto, Suharsimi. (2010).Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik.Jakarta: Rineka Cipta
Arikunto, Suharsimi. (1993).Manajemen Pengajaran Secara Manusiawi.Jakarta: Rineka Cipta.
Azwar, Saifudin. (1996).Pengantar Psikologi Intelegensi.Pustaka Belajar Offset.
Depdiknas. (2006).Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 22 tahun 2006 tentang Standar Isi
untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. Jakarta.
Dimyati dan Mudjiono. (2009). Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Rineka Cipta.
Djamarah, Syaiful Bahri. (2011). Psikologi Belajar. Jakarta: Rineka Cipta.
Gunawan, Ary. (2010). Sosiologi Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta.
Hadi, Sutrisno. (2004). Analisis Regresi. Yogyakarta: Andi.
Hamalik, Oemar. (2009). Kurikulum dan Pembelajaran. Jakarta: Bumi Aksara.
Hasibuan, Malayu. (2005). Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: Bumi aksara.
http://id.wikipedia.org/wiki/Sekolah_menengah_kejuruan. Diakses pada tanggal 5 Maret 2015. Pukul
14.00.
http://dc433.4shared.com/doc/laOzoatZ/preview.html. Diakses pada tanggal 5 Maret 2015. Pukul
14.00.
Imam Gunawan. (2011). “Lingkungan Pendidikan”. Jurnal Manajemen Pendidikan Sosoial. Hlm. 23–
30.
Joko Sumarmo. (2011). “Minimalisai Pelanggaran Pendidikan di Sekolah Melalui Efektifitas Kinerja
Tim Kedisiplinan”. Jurnal SMPN Bobot Sari Purbalingga. Hlm. 1 – 8.
Nenden Sundari. (2008). “Perbandingan Prestasi Belajar Antara Siswa Sekolah Dasar Unggulan dan
Siswa Sekolah Dasar Non-Unggulan di Kabupaten Serang”. Jurnal Pendidikan Dasar.
Hlm. 23–30.
Noor Vina Arsyidiyanti. (2007). Pengaruh Motivasi Belajar, Minat Belajar dan Penggunaan Media
Pembelajaran terhadap Prestasi Belajar Akuntansi Siswa Kelas V IPS SMU
Muhammadiyah 3 Yogyakarta tahun ajaran 2006/2007. Skripsi. UNY: Yogyakarta.
Sardiman, A.M. (2012). Interaksi dan Motivasi Belajar. Yogyakarta: PT Raja Grafindo Persada.
Slameto. (2010). Belajar dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta: Rineka Cipta.
Sugiyono. (2010). Metodologi Penelitian Pendidikan. Bandung : Alfabeta.
Sugiyono. (2011). Statistika untuk Penelitian. Bandung : Alfabeta.
Sukardi. (2010). Metodologi Penelitian Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.
Syah, Muhibin. (2011). Psikologi Pendidikan. Jakarta: Remaja Rosdakarya.
Tirtarahardja, Umar dan La Sulo. (2005). Pengantar Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta.
ISSN 2086 – 1397
Volume VI Nomor 1. Januari – Juni 2015 | 11
Download