perancangan sistem informasi material plastik untuk proses

advertisement
PENGARUH KETERSEDIAAN SISTEM INFORMASI TERINTEGRASI
TERHADAP KEPUASAN PENGGUNA
(studi kasus bank BNI Jakarta)
Firmanta Sebayang
Universitas Tama Jaga Karsa, Jakarta Selatan
Program Doktoral Ilmu Manajemen Universitas Brawijaya Malang
[email protected]
Zeplin Jiwa Husada Tarigan
Dosen Jurusan Manajemen Universitas Kristen Petra, Surabaya
Email : [email protected]
ABSTRAK
Integrated information system is used by world class companies to improve their business
processes and increase competitive advantage. There are two major questions being discussed in this
research, i.e. firstly, how to determine the support of the top management and environment uncertainty
and their influence to the preparation of technology information system; secondly, how to determine the
influence of preparation technology information system to information sharing and information quality;
which are used information technology to end user satisfaction Based on previous research, it is found
that preparation of technology information system are influenced by top management because system
information are determined by top management, and environment uncertainty will influence the provide of
data management.
According to a survey which was conducted by means of interviews and questionnaires to 53 end
user information technology system practitioners in this research, it is found that in the preparation for an
integrated information technology, support top management as an organization and environment
uncertainty as out of organization is a requirement to form preparation information technology system. An
information technology system is able to information sharing and information quality, but it cannot directly
bring the end user satisfaction. The result of an information sharing and information quality directly impact
to end user satisfaction.
Key words: Integrated information system, support top management, preparation technology system,
information sharing, information quality, and end user satisfaction.
Tahun 1990an diidentifikasi sebagai awal
tahun
persaingan
perusahaan
implementasi
perusahaan harus menghasilkan produk dan
mengalami
kegagalan
layanan dengan biaya yang sangat murah.
penelitian Keil et al., 2000 menyatakan bahwa
Perusahaan
30-40 % proyek
mencari
efektifitas
bagi
cara
untuk
perusahaan.
Penggunaan teknologi informasi yang terintegrasi
secara efektif telah menjadi sebuah kunci untuk
mencapai
keuntungan
dalam
persaingan
perusahaan (Blanchard, 1998). Namun pada
teknologi
dalam
melakukan
menghasilkan
maka
banyak
dibutuhkan
harus
global
kenyataannya
yang
informasi
sangat
berarti,
mengalami kegagalan yang disebabkan oleh
faktor-faktor yang berbeda-beda.
Implementasi teknologi informasi di dalam
perusahaan banyak faktor-faktor yang sangat
berpengaruh
di
dalamnya
yakni
pengguna
komputer, dukungan dari manajemen, transfer
sistem tidak akan bermanfaat sama sekali
pengetahuan dari konsultan teknologi informasi
terhadap manajemen perusahaan. Efektifitas dari
sendiri, desain bisnis proses, struktur organisasi
sebuah teknologi informasi tergantung pada
dan budaya yang ada pada perusahaan (Griffith
pengetahuan dan kemampuan dari pengguna
& Northcraft, 1996). Meskipun keuntungan dari
untuk menggunakannya. Penggunaan teknologi
sistem teknologi informasi bisa dilihat secara
informasi di organisasi sangat fleksibel terutama
signifikan
dari
pada interaksi antar karyawan, proses kerja dan
pengimplementasian sistem teknologi informasi
pemanfaatan teknologi. Pada umumnya, orang
ini sangat besar. Banyak implementasi teknologi
memandang teknologi informasi dapat digunakan
informasi yang memakan lebih banyak waktu dan
untuk
biaya untuk mencapai level kesuksesan tertentu
keuntungan bagi perusahaan, dan memudahkan
(Cantu,1999).
penyelesaian
dan
jelas,
namun
biaya
Implementasi teknologi yang telah berhasil
dapat
dimanfaatkan
oleh
pengguna
memecahkan
masalah,
tugas.
menghasilkan
Teknologi
yang
tidak
bermanfaat dan handal serta yang diwujudkan
secara
dengan biaya tinggi, apabila diterapkan akan
maksimal dan berguna bagi efektifitas dan
banyak menghasilkan hal negatif dan akan
efisiensi kerjanya (Doll et al., 2003). Namun saat
berpengaruh
implementasi teknologi informasi sudah selesai
akhirnya aktivitas mereka terganggu dan kinerja
maka perlu dilakukan pengembangan berupa
yang
kustomisasi (penyesuaian-penyesuaian) sesuai
hubungan yang positif signifikan antara investasi
dengan
teknologi
kebutuhan-kebutuhan
terbaru
dari
kepada
diharapkan
pemakai,
tidak
informasi
yang
tercapai,
dengan
pada
terdapat
kinerja
dan
pengguna di perusahaan. Bila tidak dilakukan
produktivitas. Para ahli tersebut mengacu pada
pengembangan yang secara terus menerus akan
premis
terjadi perbedaan realita dengan sistem komputer
teknologi
yang digunakan sehingga makin lama akan
manfaatnya dalam periode yang cukup lama.
bahwa
keuntungan
informasi
akan
dari
dapat
investasi
dirasakan
mengakibatkan ketidaksinkronan semakin tinggi
Industri perbankan bila ingin tetap survive
dan akhirnya informasi yang diberikan oleh
harus menerapkan teknologi informasi secara
terencana
dan
sesuai
kebutuhan.
hari dan harus digunakan oleh para pemakai
Menurut Indrajit dalam Marsudi pada Rahadi
khususnya teller dan customer services, tanpa
(2005) terdapat tiga aspek yang harus dicapai
adanya sistem komputer maka kegiatan kerja
untuk mencapai terget dari penerapan teknologi
tidak dapat di proses, dan disamping itu tanpa
informasi dalam dunia perbankan, dimana fokus
adanya
pengembangannya lebih mengarah pada fungsi-
informasi maka pekerjaan-pekerjaan yang ada
fungsi front office, sebagai berikut :
tidak dapat diselesaikan. Penelitian ini akan
a. Teknologi
dengan
informasi
secara
langsung
kemampuan
mengamati
tentang
pengguna
kepuasan
teknologi
pemakai
maupun tidak langsung harus memiliki
khususnya teller dan customer services di salah
dampak
produk
satu bank yang telah menggunakan teknologi
pelayanan yang jauh lebih baik dari
informasi terintegrasi yang kebutuhannya besar
sebelumnya
pada pekerjaan mereka.
terhadap
penciptaan
sehingga
dapat
meningkatkan kinerja dan daya saing
DUKUNGAN MANAJEMEN PUNCAK
perusahaan.
Komitmen
b. Teknologi
informasi
harus
dan
kepemimpinan
pada
dapat
manajemen puncak pada sebuah organisasi
meningkatkan
kualitas
pengambilan
merupakan
faktor
yang
berpengaruh
pada
keputusan bagi para manajemen dalam
kesuksesan proyek (Bradford & Florin, 2003; Sun
bentuk
penyediaan
informasi
dan
et al., 2005; Umble et al., 2003; Zhang et al.,
pengetahuan yang relevan, tepat, akurat,
2005; Hammer and Stanton 1995; Stanton et al.,
terpercaya dan bernilai tinggi.
1993; Rastogi, 1994; Guha et al., 1993).
c. Teknologi
informasi
harus
mampu
Kepemimpinan harus efektif (Holland and Kumar,
meningkatkan
tingkat
perolehan
1995), kuat (Jackson, 1997; Janson, 1992),
pendapatan
perusahaan,
melalui
visible (Jackson, 1997; Bashein et al., 1994), dan
pendekatan kepada calon pelanggan.
kreatif dalam berpikir dan pemahaman (Hammer
Penomena di organisasi perbankan bahwa
and Champy, 1993) dengan maksud untuk
teknologi informasi merupakan kegiatan sehari-
menyediakan pandangan yang jelas akan masa
perusahaan khususnya integrasi data antar bank,
depan. Visi ini hrus dikomunikasikan secara luas
karena saat ini informasi antar bank sudah
kepada
lebih
menjadi terintegrasi terutama dalam layanan
termotivasi daripada secara langsung (Hammer
pada nasabah bank. Persaingan antar organisasi
and Stanton, 1995). Implementasi IT akan
yang semakin ketat sehingga konsumen dapat
menentukan
memberikan
karyawan
yang
BPR
terkait
dan
(businees
process
pengaruh
terhadap
layanan
di
reenginering) perusahaan, sehingga businees
perbankan terutama pada variasi layanan yang
proses ini akan mengikuti sistem yang ada di
diberikan, kualitas layanan, keandalan yang
dalam teknologi info, serta akan dilakukan
diberikan dan kecepatan layanan yang diberikan
penyesuaian. Selama dalam tahap implementasi
(Thomas
dan
komitmen
lingkungan yang terjadi dapat diklasifikasikan
manajemen (Hug and Martin, 2006). Komitmen
kebeberapa faktor yakni persaingan global yang
untuk kesuksesan proyek (Guha et al., 1993;
semakin ketat sehingga memerbikan regulasi
Berrington and Oblich, 1995; Dixon et al., 1994)
yang berbeda terhadap suatu bangsa, perbedaan
dan support manajemen (Rastogi, 1994; Dixon et
perkembangan teknologi,
al., 1994). Wewenang dan pengetahuan yang
kecepatan dalam menangani pelanggan, dan
cukup, dan komunikasi yang tepat dengan semua
perbedaan perubahan pada internal organisasi
pihak dalam proses perubahan, adalah penting
(Gupta
dan
penelitian Etlie dan Reza (1992) menyatakan
penyesuaian
berhubungan
organisasi
dibutuhkan
dengan
secara konsisten
kemampuan
selama
proses
&
and
Griffin,
1996).
Wilemon,
Keetidakpastian
adanya
1990).
perbedaan
Sedangkan
bahwa ketidakpastian lingkungan disebabkan
implementasi (Hammer and Champy, 1993,
oleh
pelanggan,
pemasok
teknologi,
dan
Stanton et al., 1993)
teknologi itu sendiri, sedangkan pada penelitian
ini yang dimaksud dengan ketidakpastian itu
ENVIRONMENT UNCERTAITY
Lingkungan
menentukan
yang
ketersediaan
tidak
adalah: kepercayaan dari pelanggan yang dapat
pasti
dapat
informasi
bagi
cepat berubah terhadap layanan yang diberikan
oleh
bank,
regulasi
yang
diberikan
oleh
pemerintah, integrasi data antar bank yang harus
dan dapat memanfaatkannya. Jika informasi
ditentukan dengan melakukan kontrak kerjasama
tersebut sudah tidak lagi bermanfaat, manajer
dan sewaktu-waktu dapat berubah dan terakhir
membuang
adalah komunikasi antar bank atas produk-
menggantikannya dengan informasi yang baru
produk baru yang dapat dijalankan bersama.
dan akurat.
informasi
Seluruh
aktifitas
tersebut
tersebut
dan
mulai
dari
KETERSEDIAAN INFORMASI
memperoleh informasi (data), menggunakannya
Informasi yang ada pada perusahaan
seefektif mungkin dan membuangnya pada saat
merupakan
keberhasilan
dari
sebuah
implementasi
teknologi
informasi
sehingga
yang
tepat
disebut
Sedangkan
manajemen
MaCleod
&
informasi.
Schell
(2001)
digunakan oleh pihak perbankan untuk melayani
mengatakan bahwa manajemen informasi adalah
nasabah. Dokumentasi data yang terstruktur
seperangkat komponen yang saling berhubungan
dapat membuat proses pengembangan produk
dan
menjadi
memproses, menyimpan dan mendistribusikan
lebih
penyediaan
baik.
data
Penekanan
sebagai
informasi
konsep
dalam
berfungsi
informasi
untuk
dalam
mengumpulkan,
mendukung
pembuatan
organisasi adalah bentuk dokumentasi tentang
keputusan dan pengawasan dalam organisasi
keterkaitan antara produk data dengan struktur
dan
dalam versi dokumen, dan hubungan antara
menganalisis
komponen-komponen
mengamati
produk
yang
terkait.
dapat
membantu
masalah.
tentang
manajer
Penelitian
ketersediaan
dalam
ini
akan
teknologi
mengatakan
informasi yang dilihat dari indikator: data pada
sumberdaya
sistem komputerisai perbankan memiliki struktur
informasi dimana sumberdaya yang diperlukan
dan master files, transaksi data telah terintegrasi,
terkumpul
dan kemudian diproses menjadi
maintenance (perubahan dan perbaikan) data
informasi yang berguna, kemudian memastikan
mudah dilakukan, dan terakhir report dan tabel
bahwa
data telah tersedia sesuai dengan kebutuhan.
Husein
dan
manjemen
wibowo
yang
orang
(2002)
mengelola
yang
berkompeten
dalam
organisasilah yang menerima informasi tersebut
INFORMATION SHARING DAN
menyatakan bahwa berbagi pengetahuan sangat
INFORMATION QUALITY
Budaya
perusahaan
penting
bagi
organisasi
untuk
dapat
mempengaruhi
mengembangkan
keahlian
dan
kompetensi,
kemampuan beradaptasi terhadap perubahan.
meningkatkan nilai bagi perusahaan, dan dapat
Budaya yang lama sering kali tidak mempunyai
menjaga daya saing sebab inovasi didapatkan
nilai-nilai yang sesuai dengan lingkungan baru.
berasal dari berbagi pengetahuan antara orang
Manajemen
puncak
perusahaan
sebagai
persoal di dalam organisasi. Penelitian Nonaka
pemimpin
pada
perusahaan
harus
dapat
dan Tageuchi dalam Matzler et. al., (2008) yang
membuat lingkungan yang dapat menumbuhkan
menyatakan berbagi pengetahuan diperlukan
budaya belajar bagi organisasi untuk dapat
untuk
mentransformasikan
ide
dan
konsep
menciptakan ide dan pengetahuan. Banyak para
kedalam produk dan layanan bagi perusahaan
akademisi dan konsultan yang dapat diundang
dalam melakukan inovasi.
oleh manajemen puncak perusahaan untuk dapat
Penelitian ini akan mengamati tentang
belajar
dan
berbagi
pengetahuan
dengan
proses transfer informasi di dalam perusahaan
karyawan dan internal departemen perusahaan
yang akan menjadi budaya perusahaan. Indikator
dalam rangka menciptakan best practice di
untuk
mengukur
berbagi
informasi
pada
perusahaan (Choi & Lee, 2002).
perusahaan
adalah
adanya
wadah
sharing
Berbagi pengetahuan pada perusahaan
informasi di bank, keputusan yang dihasilkan
akan memberikan kontribusi terhadap kinerja
bersama
disepakati
dan
diimplementasikan
perusahaan terutama pada peningkatan kinerja
dengan benar, kerjasama yang baik dan saling
bisnis perusahaan. Penelitian yang disampaikan
mendukung antar anggota, dan adanya sharing
oleh Hertog (2000) mengidentifikasi tentang
informasi anggota dengan manajemen puncak.
jumlah
proses,
keahlian,
kemampuan,
Berbagi informasi di dalam suatu wadah yang
kehandalan dan pengalaman konsultan dalam
telah dibentuk seharusnya setiap personal harus
berbagi pengetahuan. Penelitian Hertog didukung
menanggapi dan menyampaikan informasi yang
oleh penelitian Matzler et. al., (2008) yang
berkualitas. Kualitas informasi tidak akan terlepas
dari kecepatan informasi, akurasi informasi,
dan
pengetahuan
kredibilitas informasi dan kelengkapan informasi
pengembangannya.
pengguna
serta
yang disampaikan dalam bentuk data (Moberg et
Penelitian Amoako dan Gyampah (2004)
al., 2002). Penelitian ini akan mengukur kualitas
mengkategorikan kepuasan pengguna informasi
informasi terdiri atas data yang tersedia akurat,
tentang ketersediaan informasi yakni integrasi
data dapat diproses dengan cepat dan tepat
data, akurasi data, waktu, keandalan informasi,
waktu, sistem informasi yang digunakan sesuai
dan perbaikan sistem informasi yang terus-
kebutuhan perusahaan dan sistem informasi
menerus.
sudah terintegrasi antar departemen (Wu &
kepuasan pemakai komputer di bank dengan
Wang, 2007; Chang et al., 2008; Sun et al.,
indikator mudah digunakan, akses yang mudah
2005).
terhadap data, sistem informasi yang digunakan
Penelitian
ini
akan
mengamati
friendly, mudah memahami data, dan waktu yang
KEPUASAN PENGGUNA AKHIR
cepat untuk akses data.
Kepuasan pengguna akhir merupakan
akumulasi dari perasaan dan cara pandang yang
berbeda terhadap pengiriman informasi dalam
KERANGKA KONSEPTUAL
Penelitian
ini
mengamati
tentang
bentuk produk maupun layanan (Ives et al.,
pengaruh kepuasan dan penerimaan teknologi
1983). Hal ini merupakan secara keseluruhan
informasi di salah satu bank. Model penggunaan
tentang kepuasan pengguna mengenai sistem
teknologi dan kepuasan pemakai akhir sebagai
informasi. Bailey & Pearson (1983) yang pertama
alat untuk menganalisis penerimaan teknologi
mengembangkan secara valid dalam pengukuran
informasi
kepuasan
faktor,
organisasi. Pengguna teknologi informasi di
sedangkan Ives et al., 1983 menguranginya dan
perbankan dikhususkan pada teller dan customer
menggabungkannya menjadi 13 item. Faktor
services
tersebut dibagi atas tiga secara besar yakni
komputer dalam pekerjaan mereka sehari-hari.
informasi yang disampaikan, staff dan layanan
Pertanyaan penelitian ini adalah bagaimana
pengguna
dengan
39
agar
yang
dapat
setiap
meningkatkan
saat
kinerja
menggunakan
manajemen
puncak
lingkungan
memiliki
dan
ketidakpastian
pengaruh
H4
: “ketersediaan information technology” akan
berpengaruh pada “information sharing”
terhadap
dalam memberikan end user satisfaction.
ketersediaan informasi yang akhirnya dapat
H5 : “ketersediaan information technology” akan
memberikan kepuasan bagi pemakai akhir.
berpengaruh secara langsung terhadap
end user satisfaction.
H6 : “ketersediaan information technology” akan
H3
Support Top
management
berpengaruh pada “information quality”
Information
Sharing
H1
H7
dalam memberikan end user satisfaction.
H4
Ketersediaan
Information
Technology
End User
Satisfaction
H5
H6
Environmental
Uncertainty
H7
: “Information sharing” akan berpengaruh
secara
terhadap
end
user
satisfaction.
H8
Information
Quality
H2
langsung
H7
“Information quality” akan berpengaruh
:
secara
langsung
terhadap
end
user
satisfaction.
Gambar 1. Kerangka Konseptual Penelitian
METODOLOGI PENELITIAN
Berdasarkan dari kerangka konseptual
diatas maka didapatkan beberapa hubungan atau
pengaruh antara variabel penelitian yang satu
dengan variabel penelitian yang lain yakni:
H1
: “Support top management”akan memberi
:
mengamati
tentang
oleh teller dan customer service serta beberapa
pada
bagian
teknologi
informasi.
Pengambilan sampel data dilakukan secara acak
technology” dalam memberikan end user
dengan
satisfaction.
membagi pengguna teknologi informasi yakni
“Environmental
akan
Uncertainty”
“ketersediaan
berpengaruh
pada
information
technology”
dalam
memberikan end user satisfaction.
H3
ini
penggunaan teknologi informasi di BNI Jakarta
orang
pengaruh pada “ketersediaan information
H2
Penelitian
: “Support top management”akan memberi
pengaruh
pada
“information
teknik
stratified
sampling
dengan
teller, customer service dan beberapa bagian IT.
Jumlah
data
yang
diambil
sebanyak
58
responden dan dapat diolah lebih lanjut 53
responden, dimana 4 responden tidak lengkap
sharing”
dalam memberikan end user satisfaction.
mengisi item pertanyaan dan 1 responden tidak
memberikan bagian kerjanya. Pengambilan data
dilakukan
dengan
pengisian kuisioner
yang
Geisser Q Square test dan juga melihat besarnya
bersifat tertutup yaitu pertanyaan yang dibuat
koefisien
sedemikian rupa hingga responden dibatasi
estimasi ini dievaluasi dengan menggunakan uji
dalam
t-statistik
memberi
jawaban
kepada
beberapa
alternatif saja atau kepada satu jawaban saja.
jalur
strukturalnya.
yang
didapat
Stabilitas
lewat
dari
prosedur
bootstrapping.
Untuk menguji hipotesis pertama sampai
dengan
hipotesis
yang
delapan,
HASIL PENELITIAN
dan
menghasilkan suatu model yang layak (fit), maka
Berdasarkan hasil analisa model struktur maka
analisis yang digunakan pada penelitian ini
dapat dirangkum hipotesis-hipotesisnya sebagai
adalah menggunakan Partial Least Square (PLS)
berikut:
dengan proses perhitungan dibantu program
aplikasi software Smart PLS. Model pengukuran
atau outer model dengan indikator refleksif
dievaluasi dengan convergent dan discriminant
validity dari indikatornya dan composite realibility
untuk blok indikator. Sedangkan outer model
dengan indikator formatif dievaluasi berdasarkan
pada
substantive
content-nya
yaitu
dengan
membandingkan besarnya relative weight dan
Gambar 2. Model struktural output PLS
melihat signifikansi dari ukuran weight tersebut
Berdasarkan Gambar 2. di atas hasil
(Solimun, 2007).
Model
struktural
atau
inner
model
model struktural yang diteliti menunjukkan pada
dievaluasi dengan melihat persentase varian
variabel
komitmen
yang dijelaskan yaitu dengan melihat R2 (R-
tertinggi indikator terdapat pada komunikasi yang
square variabel eksogen) untuk konstruk laten
tepat
dependen dengan menggunakan ukuran Stone-
implementasi ERP sebesar 0,856. Sedangkan
dari
manajemen
manajemen
puncak
puncak
nilai
terhadap
pada variabel environmental uncertainty niliai
tertinggi pada indikator adanya komunikasi antar
bank
atas
produk-produk
baru
yang
dapat
dijalankan bersama sebesar 0,843. Pada variabel
ketersediaan information technology nilai tertinggi
indikator terdapat sistem komputerisai perbankan
memiliki struktur dan master files sebesar 0,797.
Pada variabel information sharing nilai
tertinggi terdapat pada indikator adanya sharing
informasi anggota dengan manajemen puncak
sebesar 0,806; nilai indikator tertinggi pada
variabel
Information
quality
adalah
sistem
Tabel 1. Rangkuman Hasil Hipotesis Penelitian
Variabel
Pertama
Variabel Kedua
Hasil
Ketersediaan
Sistem
Informasi
++
Support Top
Management
Information
Sharing
Environment
Ketersediaan
Sistem
Uncertanity
Informasi
++
Information
Sharing
++
Information
Ketersediaan
Quality
++
Sistem Informasi
End User
Satisfaction
Information
End User
Sharing
Satisfaction
++
Information
End User
Quality
Satisfaction
++
Catatan : + + Signifikan pada 0,5; + signifikan pada 0,1 dan – tidak
signifikan
informasi sudah terintegrasi antar departemen
Melalui
sebesar 0,781 dan terakhir pada variabel end
menggunakan
user satisfaction nilai indikator yang tertinggi
(PLS), hasil penelitian ini menunjukkan bahwa
akses karyawan mudah terhadap data yang ada
hampir sebagian besar pada hipotesis-hipotesis
sebesar 0,770. Nilai–nilai tertinggi ini sangat
yang diajukan dapat diterima antara lain: support
mempengaruhi dan menentukan keberhasilan
top management dan environmental uncertainty
dari hasil penelitian ini
berpengaruh positif dan dapat meningkatkan
pada
pengujian
hipotesis
model
persamaan
dengan
struktural
Berdasarkan hasil analisa model struktur
ketersediaan sistem informasi. Top management
Gambar
tidak berpengaruh secara langsung terhadap
2.
maka
dapat
hipotesis-hipotesisnya sebagai berikut:
dirangkum
sharing
information
namun
melalui
variabel
intervening ketersediaan sistem informasi yang
berpengaruh positif terhadap information sharing
dan information quality. Ketersediaan sistem
informasi tidak memberikan secara langsung
terhadap
kepuasan
pengguna
akhir
namun
Afrika Selatan dan Spanyol. Penelitian ini
melalui variabel intervening information sharing
juga mendukung penelitian Li & Lin (2006)
dan information quality.
yang
menyatakan
manajemen
PEMBAHASAN
berikut:
positif
dan
ketersediaan
management
berpengaruh
dapat
meningkatkan
dan
berpengaruh
dapat
meningkatkan
ketersediaan sistem informasi. Perubahan
standar
otomatis meminta adanya perubahan pada
layanan yang ditetapkan oleh manajemen
sistem layanan bank. Perubahan yang
kepada setiap unit bisnis. Manajemen juga
diminta oleh customer sebagaian besar
telah menetapkan tugas dan wewenang
responden
setiap fungsi-fungsi yang ada di bank.
layanan yang diberikan oleh bank pada
Disamping itu manajemen selalu melakukan
produk ATM bersama.
telah
ada
Hal
positif
uncertainty
yang terjadi pada eksternal bank secara
bahwa
informasi.
Environment
ini
disebabkan
sistem
dalam
Amerika.
2.
top
dibutuhkan
management pada perusahaan manufaktur
secara berturut-turut dapat ditunjukkan sebagai
Support
puncak
komitmen
implementasi sistem informasi supply chain
Berdasarkan hasil pengujian hipotesis
1.
bahwa
komunikasi yang intensif dengan unit bisnis
tentang
kebijakan-kebijakan
diputuskan.
penelitian
Penelitian
Averweg
Support
top
terdapat
management
pada
tidak
telah
berpengaruh secara langsung terhadap
mendukung
information sharing. Hal ini disebabkan
(2006)
bahwa manajemen puncak tidak melakukan
eksekutif
komunikasi secara langsung ke semua unit
perusahaan memiliki peranan yang penting
bisnis, namun manajemen menetapkan
dalam implementasi sistem informasi guna
peraturan-peraturan,
dapat memberikan informasi yang cepat
kebijakan untuk dijalankan oleh bisnis unit.
dalam penentuan strategi perusahaan di
Namun pengaruh dukungan manajemen
menyatakan
bahwa
&
ini
yang
3.
menyatakan
Roldan
para
prosedur
serta
berpengaruh
4.
positif
melalui
variabel
intervening ketersediaan sistem informasi.
yang akurat dapat dimanfaatkan secara
Ketersediaan sistem informasi berpengaruh
bersama untuk pembuatan laporan-laporan
positif terhadap information sharing karena
sehingga
data-data yang ada pada sistem data base
yang mudah dan cepat bagi pengguna agar
perusahaan dapat diakses oleh setiap
dalam melayani customer
fungsi di bank. Disamping itu juga sudah
serta sesuai kebutuhan organisasi.
didapatkan adanya integrasi data antara
satu
cabang
dengan
cabang
6.
dengan
dapat
Ketersediaan
menyediakan
sistem
informasi
dengan baik
informasi
tidak
berpengaruh secara langsung terhadap
cabang lain maupun antara bank yang
user satisfaction
berbeda. Ketersediaan data ini berdampak
harus memiliki data-data informasi yang
pada berbagi informasi sehingga setiap
akurat
pekerja
dapat
pelaporan. Apabila data yang ada telah
memanfaatkan data secara bersama untuk
tersedia namun tidak akurat ataupun lambat
mendukung pekerjaan mereka. Penelitian
diakses oleh yang berkepentingan maka
ini mendukung hasil penelitian Adejimola
tidak akan memberikan kepuasan bagi
(2008) yang menyatakan bahwa sistem
pengguna. Penelitian ini berbeda dengan
informasi
hasil
atau
yang
komunikasi,
5.
dan sesuai dengan aktualnya. Data-data
fungsi
ada
berbagi
unit
dapat
membantu
informasi
dan
karena sistem informasi
dapat
Bendoly
&
digunakan
Swink
sebagai
(2007)
yang
dan
menyatakan bahwa ketersediaan sistem
pemberian aliran data kepada sesama
informasi berpengaruh terhadap pengguna
pngguna sistem informasi sehingga terjadi
karena pengguna dapat melakukan akses
efektifitas dalam perusahaan.
yang
Ketersediaan sistem informasi berpengaruh
kinerjanya.
positif terhadap information quality karena
7.
mudah
sehingga
meningkatkan
Information Sharing dan information quality
data-data yang ada dan dapat diakses
berpengaruh
bersama wajib memiliki data yang akurat
kepuasan pengguna akhir karena akan
positif
pada
terhadap
memberikan kecepatan dalam melakukan
berkomunikasi yang baik dengan semua pihak
akses dan penggunaan data yang mudah
dan
dalam
karyawan.
berorganisasi. Namun dukungan manajemen
Disamping itu adanya transfer pemahaman
terhadap information sharing sangat kuat melalui
mengenai interprestasi data pada sistem
variabel perantara yakni ketersediaan sistem
informasi antar karyawan maka diperlukan
informasi. Hal ini disebabkan bahwa sharing
berbagi
karyawan.
informasi yang dilakukan harus memberikan
Penelitian ini mendukung penelitian Wu &
transfer knowledge melalui data-data yang ada
Cheng
dan telah tersedia di sistem informasi.
membantu
pekerjaan
informasi
(2008)
information
antar
menyatakan
sharing
akan
bahwa
memberikan
kemampuan
manajemen
Environment
uncertainty
dalam
memiliki
efektifitas kepada karyawan sehingga biaya
pengaruh terhadap ketersediaan sistem informasi
inventori
pada perusahaan karena sistem yang dibuat
di
perusahaan
berkurang.
Penelitian ini juga mendukung penelitian Li
pada
& Lin (2006) yang menyatakan bahwa
kebutuhan pelanggan dan memudahkan para
Information Sharing dan information quality
pengguna
pada penerapan supply chain management
pelanggan. Ketersediaan sistem informasi juga
di
sangat membantu dalam melakukan sharing
perusahaan
kepada
memberikan
pengguna
kepuasan
komputer
pada
perusahaan manufaktur Amerika.
perusahaan
harus
dalam
dapat
mendekati
berkomunikasi
dengan
informasi dan kualitas informasi itu sendiri
sehingga
berpengaruh
terhadap
kepuasan
pengguna akhir.
Penelitian ini dapat mendukung terhadap
IMPLIKASI PENELITIAN
Peranan
manajemen
puncak
dalam
penelitian-penelitian
sebelumnya
mengatakan
sistem informasi di perusahaan cukup besar
puncak dan environment uncertainty sangat
dalam melakukan dukungan dengan melakukan
berpengaruh
pemberian
informasi dan kualitas informasi serta pada
dan
pengetahuan,
dalam
dukungan
dan
memberikan dukungan terhadap ketersediaan
wewenang
bahwa
yang
manajemen
menentukan
sharing
akhirnya
memberikan
kepuasan
kepada
pengguna akhir.
7. Information Sharing dan information quality
berpengaruh positif pada terhadap kepuasan
pengguna akhir.
KESIMPULAN
Hasil
survey
dan
dilakukan
8. kepuasan pengguna akhir ditentukan oleh
lewat
sharing informasi dan kualitas informasi yang
wawancara dan penyebaran kuisioner pada
didapatkan
didapatkan bahwa :
informasi. Sedangkan ketersediaan sistem
1. Support top management berpengaruh positif
informasi
dari
ketersediaan
ditentukan
dan dapat meningkatkan ketersediaan sistem
manajemen
informasi.
uncertainty.
puncak
oleh
sistem
dukungan
dan
environment
2. Environment uncertainty berpengaruh positif
SARAN
dan dapat meningkatkan ketersediaan sistem
Berdasarkan hasil penelitian, peneliti
informasi.
3. support top management tidak berpengaruh
secara langsung terhadap information sharing
namun berpengaruh positif dengan variabel
intervening ketersediaan sistem informasi.
4. Ketersediaan sistem informasi berpengaruh
5. Ketersediaan sistem informasi berpengaruh
informasi
tidak
berpengaruh secara langsung terhadap user
satisfaction
namun
melalui
intervening information sharing.
hal
yang
perlu
disempurnakan baik oleh praktisi maupun teoritis,
antara
lain:
untuk
mendapatkan
kepuasan
pengguna akhir perlu dilakukan penelitian untuk
meningkatkan
kompetensi
para
pengguna
cara-cara praktis penggunaan dan perawatan
sistem informasi yang telah tersedia, agar para
positif terhadap information quality.
sistem
beberapa
teknologi informasi melalui pelatihan terhadap
positif terhadap information sharing.
6. Ketersediaan
memberikan
variabel
staff tidak terlalu mengandalkan para petugas di
departemen
teknologi
informasi
karena
jumlahnya relatif sedikit. Disamping itu perlu
dikaji bagaimana dampak sistem informasi di
perbankkan
terhadap
kepuasan
pelanggan
perbankan misalnya pemakaian ATM bersama
dan produk-produk bank lainnya.
DAFTAR PUSTAKA
Adejimola,
A.S.,
2008,
“Language,
Communication and Information Flow in
Entrepreneurship”,
African
Journal
of
Business Management Vol.2, pp. 201-208.
Averweg, U. R., & Rolda, J.L., 2006, “Executive
Information System
implementation in
organizations in South Africa and Spain: A
comparative analysis” Computer Standards &
Interfaces Vol. 28 pp. 625–634
Bashein B., Markus, M., and Riley, P., 1994, “
Precondition for BPR and how to Prevent
Failures”, Information System Management,
Spring, pp.7-13.
Bendoly, E & Swink, M., 2007, “Moderating
effects of information access on project
management behavior, performance and
perceptions”
Journal
of
Operations
Management Vol. 25 pp. 604–622
Berrington, C., and Oblich, R., 1995, ”Translating
Reengineering into Bottom Lines Result”,
Industrial Engineering, January pp.24-27.
Blanchard, D., 1998. ERP: The Great Equalizer
Evolving
Enterprise,
http://lionheartpub.com/ee/eespring98/erp.html, Spring.
Bradford, M., end Florin, J., 2003, “Examining
the Role of Inovation Diffusion Factors on the
Implementation Success of Enterprise
Resources Planning Systems”, International
Journal of accounting Information System 4
pp. 205 – 225.
Cantu, R., 1999, “A Framework For Implementing
Enterprise Resources Planning System in
Small Manufacturing Companies”, Master’s
Thesis, St. Mary’s University, San Antonio.
Dixon, J., Arnold, P., Heineke, J., Kim, J., and
Mulligan, P., 1994, “Business Process
reengineering Improving in New strategic
Directions”, California management review,
Summer, pp. 93-108.
Doll, W.J., Deng, X., Scazzero, J. A., 2003, “A
Process for Post Implementation IT
Benchmarking”, Information & Management
Vol. 41 pp.199–212
Donovan, R.M., 2000. Why the controversy over
ROI
from
ERP.
Mid-Range
ERP,
http://www.midrangeERP.com.
Guha, S., Kettinger, W., and Teng, T., 1993,
“Business Process Rengineering: Building a
Comprehensive Methodology”, Information
System Management, Summer, pp. 13-22.
Griffith, T., Northcraft, G., 1996, Cognitive
Elements in the Implementation of New
Technology: Can Less Information Provide
More Benefits”, MIS Quarterly vol.20 No.1,
pp. 99–111.
Griffith, T.L., Zammuto, R.F., and Aiman-Smith,
L., 1999, “Why New Technology Fail”,
Industrial Management, pp. 29-34.
Gupta, A. (2000), “Enterprise Resources
Planning: The Emerging Organizational Value
System”, Industrial Management and Data
System Journal Vol.100 No.3,
Holland, D., and Kumar, S., 1995, “Getting past
of Obstacles for Succsessful Reengineering”,
Business Horizon, May/June, pp.79-85.
Hug., Z and Martin, T.N., 2006, ”The Recovery of
BPR Implementation Through an ERP
Approach
a
Hospital
Case
Study”,
International Journal Business Process
Management Vol 12 No.5 pp. 576 -587.
Husein, M. F., dan Wibowo, A., 2002, ”Sistem
Informasi Manajemen”, Edisi revisi Unit
Penerbit dan percetakan AMP YKPN
Yogyakarta
IT Cortex, 2003, “ Failure Rate, IT Cortex.
Retrieved November 26, 2003, From The
World
wide
Web:
http://www.itcortex.com/stat_failure_Rate.htm
Jackson,
N.,
1997,
“Business
Process
Reengineering “96”, Management Service,
February, pp.34-36.
Keil, M., Mann, J., Rai, A., 2000, “Why Software
Project Escalate: an Empirical Analysis and
test of Four Theoritical Model”, MIS Quarterly
Vol.24 No.4
Li, S & Lin, B., 2006, “Accessing information
sharing and information quality in supply
chain management”, Decision Support
Systems Vol. 42 pp. 1641–1656
Moberg, C.R., Cutler, B.D., Gross, A., Speh,
T.W., 2002, “Identifying Antecedents of
Information Exchange within Supply Chains,
International Journal of Physical Distribution
and Logistics Management Vol.32 No.9 pp.
755–770.
Olhager, J., Selldin, E., 2003, “Enterprise
Resource Planning Survey of Swedish
Manufacturing Firms” European Journal of
Operational Research 146 pp. 365-373.
Rahadi, D.R., 2005, “Analisis Pengaruh Sikap
Dan Kepuasan Terhadap Penerimaan
Teknologi Informasi Pada Industri Perbankan
Di Jawa Timur” Disertasi Universitas
Brawijaya malang.
Rastogi, P., 1994,”Nature, Significance and
Rationale
of
Business
Process
Reengineering”, Productivity, Vol 35 No.3
October/December pp. 467 -476.
Solimun, 2007, “Bahan Ajar Metode Kuantitatif”
Universitas Brawijaya Malang.
Stanton, T., Hammer, M., and Power, B., 1993,
“Reengineering Getting Everone on Board”,
IT Magazine, Vol.25 No.4 April pp.22-27.
Sun, A.Y.T., Yazdani, A., Overend, J.D., 2005,
“Achievement Assessment for Enterprise
Resources
Planning
(ERP)
System
Implementation Based on Critical Success
Factors
(CFS)”,
International
Journal
Production Economics 98 pp. 189
Thomas, D., Griffin, P.M., 1996, “ Coordinated
Supply Chain Management”, European
Journal of Operational Research Vol.94 No.1
pp.1–15.
Umble, E.J., Haft, R.R., Umble, M.M., 2003,
“Enterprise
Resources
Planning:
Implementation Procedures and Critical
Success Factors”, Europen Journal of
Operation Research 146 pp. 241-257.
Wu, Y.N, & Cheng, T.C.E., 2008, “The Impact of
Information Sharing in a Multiple-Echelon
Supply Chain” Int. J. Production Economics
Vol. 115 pp. 1– 11.
Download