2.1 Kajian Pustaka

advertisement
BAB 2
LANDASAN TEORI
2.1 Kajian Pustaka
2.1.1 Kemampuan E-CRM
Kemampuan E-CRM sesuai dengan yang diterangkan oleh Kalakota
dan Robinson (2001) terbagi menjadi;
1. Cross-Selling dan Up-Selling
Mengacu kepada menarik minat pelanggan untuk mencoba
menawarkan produk serta melakukan penambahan penjualan
bagi perusahaan
2. Direct Marketing dan Fulfillment
Mengacu
kepada
melakukan
penjualan
serta
kegiatan
marketing secara langsung dan melakukan pengiriman secara
cepat.
3.Customer Service dan Support
Mengacu kepada aplikasi yang disediakan perusahaan untuk
memberikan pelayanan informasi produk atau follow-up
permasalahan yang timbul.
4. Field Sales dan Service
Mengacu kepada layanan lebih lanjut yang diberikan oleh
perusahaan
kepada
8
pelanggan,
apabila
tidak
dapat
9
terselesaikan melalui telepon atau online serta membutuhkan
pengiriman berbentuk fisik kepada pelanggan.
5. Loyalty dan Retention Programs
Mengacu
kepada
kemampuan
perusahaan
dalam
mempertahankan pelanggannya yang setia dan potensial
dengan sumber daya yang dimiliki perusahaan serta akan
menimbulkan kesetiaan pelanggan terhadap produk dan
perusahaan.
Kemampuan
komunikasi
dengan
pelanggan
menggambarkan
kemampuan ICT untuk memfasilitasi interaksi antara organisasi dan
pelanggannya. Berbagai alat menyediakan cara yang efisien dan hemat biaya
untuk berkomunikasi dengan pelanggan. Peralatan dan teknologi yang
umumnya disorot karena kemampuan mereka untuk mendukung tujuan CRM
meliputi penggunaan komunikasi dengan email (Tan, Yen, & Fang, 2002),
website (Geiger & Martin, 1999) dan chatting-room (Romano & Fjermestad,
2003).
2.1.2 Pengertian Website Quality
Menurut Turban (2006), terdapat klasifikasi situs web yang terdiri dari:
1. Informational Website
Website menyediakan informasi tentang bisnisnya dan produk dan
jasa bisnis itu sendiri.
10
2. Interactive Website
Website menyediakan peluang kepada konsumen dan bisnisnya itu
sendiri untuk berkomunikasi dan berbagi informasi.
3. Attractors Website
Website yang dapat menarik dan berinterkasi dengan pengunjung.
4. Transactional Website
Website yang menjual produk dan jasa.
5. Collaborative Website
Website
yang dimana
mengijinkan
pasangan
bisnis
untuk
bekerjasama.
Situs web yang baik dapat memberikan informasi yang berkualitas
kepada penggunanya, menurut Li et al. (2002) dalam jurnal yang berjudul
“Measuring The Quality of E-Service : Scale Development And Initial
Validation“ (Swaid & Wigand, 2009) kualitas informasi adalah persepsi
pelanggan akan kegunaan dan kualitas dari
konten suatu
website yang
diukur berdasarkan manfaat, keakuratan, fit-to-task, dan update informasi
yang disediakan . Pengukuran Website Quality dalam penelitian ini mengacu
kepada WebQual. WebQual merupakan instrumen untuk menilai kegunaan,
informasi, dan kualitas layanan interaksi website, terutama pada jenis bisnis
yang menawarkan fasilitas e-commerce (WebQual Associates). Metode ini
merupakan pengembangan dari SERVQUAL (Zeithaml et al. 1990) dimana
11
meninjau kinerja pelayanan berdasarkan dimensi reliability, responsiveness,
assurance, empathy, dan tangible. Instrumen WebQual dikembangkan oleh
Stuart Barnes dan Richard Vidgen dari Management School University of
Bath dan the University of East Anglia. Indikator untuk WebQual itu sendiri
terdiri dari ;
1.Usability
Mutu yang berhubungan dengan rancangan website
2.Information Quality
Mutu dari isi yang terdapat pada website, pantas atau tidaknya
informasi untuk tujuan pengguna seperti akurasi, format dan
keterkaitannya.
3.Interaction Quality
Mutu dari interaksi pelayanan yang dialami oleh pengguna.
4.Overall Impression
Secara keseluruhan tampilan dan desain website terasa sudah
baik.
(Barnes & Vidgen, 2005; Tarigan, 2008)
2.1.3 Pengertian Customer Service
Customer service atau layanan pelanggan adalah jumlah dari apa yang
organisasi lakukan untuk memenuhi harapan pelanggan dan menghasilkan
kepuasan pelanggan (Institute of Customer Service). Kepuasan pelanggan
dapat didapatkan dengan memenuhi harapan pelanggan. Untuk memenuhi
harapan ini, perusahaan harus menyediakan layanan pelanggan yang sangat
baik. Customer relationship management memungkinkan organisasi untuk
memberikan layanan pelanggan secara real-time yang sangat baik melalui
12
penggunaan individual account yang efektif (Kotler & Keller, 2006).
Hubungan pemasaran dan CRM berfokus pada profitabilitas jangka panjang
dalam menjaga hubungan dengan pelanggan (Sauers, 2008), oleh karena itu
dialog dua arah dibutuhkan untuk mengembangkan hubungan yang jauh lebih
baik (Du, Jooste, & Strydom, 2005).
Customer service adalah kegiatan perusahaan dalam meningkatkan
nilai yang dapat diterima oleh konsumen saat berbelanja (Levy & Weitz,
2007) menurut definisi tersebut, Customer Service merupakan kegiatan untuk
meningkatkan nilai. Customer Service dapat di identifikasi, namun terkadang
bersifat intangible, kegiatan pelayanan dilakukan oleh perusahaan dalam
hubungannya dengan pelanggan mengacu kepada barang-barang dasar dan
jasa yang dijualnya (Berman & Evans, 2007). Intangibility juga merupakan
salah satu karakteristik utama dari jasa serta berlaku untuk layanan
pelanggan.
Pan dan Lee (2003, hal. 96), beranggapan bahwasanya pendekatan
CRM atau strategi bisnis menyediakan integrasi dari setiap bidang usaha
yang menyentuh pelanggan, yakni pemasaran, penjualan, customer service
dan dukungan lapangan melalui integrasi personel, proses, dan teknologi.
13
Gambar 2. 1 The Differences Between CRM and E-CRM.
Sumber : Pan & Lee (2003)
Dalam jurnal yang berjudul “ Some Promising Strategies to Improving
E-Business Outcome” (Panian, 2003) diterangkan bahwa interaksi one-to-one
menyajikan interaksi tunggal kepada pelanggan untuk layanan yang lebih
baik, loyalitas pelanggan yang lebih besar, dan pemahaman yang lebih
lengkap dari keinginan, kebutuhan, dan preferensi pelanggan.
2.1.4 Pengertian Kepuasan Pelanggan
Kepuasan adalah perasaan senang atau kecewa seseorang yang berasal
dari perbandingan antara kesannya terhadap kinerja (hasil) sesuatu produk
dengan harapannya (Kotler P. , 2007). Faktor utama utama kepuasan
pelanggan adalah persepsi pelanggan terhadap kualitas jasa (Zeithaml &
Bitner, 1996), kepuasan pelanggan sangat tergantung pada persepsi dan
harapan pelanggan, perusahaan perlu mengetahui beberapa faktor yang
mempengaruhi persepsi dan harapan pelanggan. Menurut Yuliarmi (2003),
faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi dan harapan pelanggan, yaitu
kebutuhan dan keinginan, pengalaman masa lalu ketika mengkonsumsi
produk dan layanan, pengalaman teman-teman, dan komunikasi melalui iklan
dan pemasaran.
14
Dalam jurnal “Towards an Integrated Model of Customer Service
Skills and Customer Loyalty : The Mediating Role of Customer Satisfaction
(Abu-ElSamen, Akroush, Al-Khawaldeh, & Al-Shibly, 2011) terdapat tiga
tipe dari kepuasan pelanggan
“ In our research, we build on previous conceptualizations of
customer satisfaction (Anderson et al., 1994; Olsen & Johnson, 2003;
Dimitriades, 2006; Walsh et al., 2008) to distinguish between three types of
satisfactions:
(1) OCS;
(2) FCS; and
(3) TCS. “
Dalam jurnal “Towards an Integrated Model of Customer Service
Skills and Customer Loyalty : The Mediating Role of Customer Satisfaction
(Abu-ElSamen, Akroush, Al-Khawaldeh, & Al-Shibly, 2011) diterangkan
juga bahwa Overall Customer Satisfaction adalah total dari kepuasan yang
berdasarkan hasil penjumlahan kumulatif konstruk dengan produk / jasa
tertentu dari suatu organisasi dengan berbagai aspek lainnya di organisasi
tersebut. Hal ini telah mendapat dukungan dari tinjauan literatur sebelumnya
(Yu 'ksel & Rimmington, 1998; Garbarino & Johnson, 1999; Jones & Suh,
2000; Leisen & Vance, 2001). Functional
Customer Satisfaction
mencerminkan evaluasi konsumen terhadap kemampuan fungsional penyedia
layanan untuk menyediakan layanan. Contohnya yakni kemampuan cepat
tanggap dalam menangani keluhan, interaksi frontline employee, dan
kemudahan untuk mengakses atau bertemu personel perusahaan bila
diperlukan bagi konsumen. Technical Customer Satisfaction adalah atribut
15
kepuasan pada layanan yang diberikan dimana mencerminkan evaluasi
konsumen terhadap kemampuan penyedia layanan teknis untuk memberikan
layanan kepada konsumen (Cronin & Taylor, 1992; Nicholls et al, 1998;
Gilbert & Veloutsou, 2006). Kemampuan teknis termasuk hasil layanan,
reputasi dan citra perusahaan, serta service prices.
2.1.5 Pengertian Loyalitas Pelanggan
Loyalitas didefinisikan sebagai komitmen mendalam untuk menjadi
seorang pelanggan tetap atau bersedia untuk membeli lagi produk pilihan atau
jasa di masa depan. Kesetiaan akan memberikan pembelian berulang dari
produk atau jasa yang sama terlepas dari upaya pemasaran atau efek
situasional (Oliver, 1999). Customer yang loyal merupakan invisible
advocate bagi perusahaan, mereka akan berupaya membela produk dan
secara sukarela akan selalu berusaha merekomendasikan kepada orang lain
dan secara otomatis word of mouth akan bekerja. (Tjiptono, 2002)
Loyalitas dapat dilihat dari karakteristiknya, sesuai dengan yang
diungkapkan oleh Griffin (2005, hal. 31). pelanggan yang loyal mempunyai
beberapa karakteristik yakni; Pertama, melakukan pembelian berulang
(repeat purchase). Pelanggan yang telah melakukan pembelian suatu produk
atau jasa sebanyak 2 kali atau lebih. Kedua, membeli diluar lini produk atau
jasa (reward). Pelanggan membeli barang atau jasa dari perusahaan yang
sama di luar produk yang mereka beli sebelumnya serta membuat mereka
tidak terpengaruh oleh produk pesaing. Ketiga, mereferensikan kepada orang
lain (recommendation). Pelanggan telah puas dengan produk dari perusahaan
sehingga membuat mereka tergerak untuk merekomendasikannya kepada
kerabat-kerabatnya. Keempat, yaitu membeli barang atau jasa yang
16
ditawarkan dan yang mereka butuhkan serta melakukan pembelian secara
teratur. Pelanggan di lain hal juga telah mendorong orang lain agar membeli
barang atau jasa perusahaan tersebut. Secara tidak langsung, mereka telah
melakukan pemasaran untuk perusahaan dan membawa konsumen kepada
perusahaan. Kelima, adanya rasa kekebalan terhadap penawaran produk dari
pesaing, atau dengan kata lain tidak mudah terpengaruh oleh tarikan persaing
(refuse). Disini pelanggan telah merasa bahwasanya produk perusahaan
adalah yang terbaik bagi dirinya.
Dalam jurnal yang berjudul “Pengaruh Customer Relationship
Management Terhadap Loyalitas Pelanggan Bisnis PT. Frisian Flag Indonesia
Bandung” (Munandar, 2005) terdapat paradigma penelitian sebagai berikut :
Gambar 2. 2 Paradigma Penelitian
Sumber : Munandar (2005, hal. 142)
2.1.6 Pengaruh Kepuasan Pelanggan Terhadap Loyalitas Pelanggan
Menurut Cronin dan Taylor dalam Bahar et al. (2009), kepuasan
pelanggan merupakan faktor utama dalam menilai kualitas pelayanan, dimana
pelanggan menilai kinerja pelayanan yang diterima dan yang dirasakan
langsung terhadap produk suatu layanan. Beberapa studi mengemukakan
17
bahwa kualitas pelayanan memiliki hubungan yang erat dengan kepuasan
pelanggan (Tjiptono, 2004, hal. 72) dan kualitas pelayanan mempengaruhi
kepuasan. Musanto (2004, hal. 128), menyatakan bahwa loyalitas pelanggan
merupakan suatu variabel endogen yang disebabkan oleh kombinasi dari
kepuasan sehingga loyalitas pelanggan merupakan fungsi dari kepuasan. Jika
hubungan antara kepuasan dengan loyalitas pelanggan adalah positif, maka
kepuasan yang tinggi akan meningkatkan loyalitas pelanggan.
2.1.7 Pengaruh Customer Service Terhadap Kepuasan dan Loyalitas
Pelanggan
Customer service dapat di deskripsikan sebagai nilai berwujud atau
tidak berwujud dalam meningkatkan kegiatan yang berhubungan dengan
produk atau jasa secara langsung maupun tidak langsung untuk memenuhi
harapan pelanggan. Dalam rangka memberikan kepuasan dan loyalitas
pelanggan serta untuk memenuhi kebutuhan dan permintaan pelanggan harus
terdapat layanan pelanggan atau customer service yang baik dan memadai
(Kursunluoglu, 2011, hal. 52). Dalam jurnal “Customer Service Effects on
Customer Satisfaction and Customer Loyalty: A Field Research in Shopping
Centers in Izmir City – Turkey (Kursunluoglu, 2011, hal. 57), dikatakan
dalam kesimpulan penelitiannya bahwa :
“ Customer services can explain 13.9 % of the variance in customer
satisfaction and 12.5 % of the variance in customer loyalty.”
2.1.8 Penelitian Terdahulu
 User Satisfaction Using Webqual Instrument : A Research on Stock
Exchange of Thailand
18
Penelitian
dilaksanakan
untuk
mengevaluasi
kepuasan
pengguna dan memeriksa dimensi instrumen WebQual yang dinilai
berdasarkan penggunaan e-library di Bursa Efek Thailand (SET).
Kepuasan pengguna memegang posisi penting dalam suatu organisasi
untuk mengukur pelaksanaan keunggulan sistem informasi. Oleh
karena itu, perlu bagi suatu organisasi untuk mengevaluasi layanan
mereka dengan menggunakan kepuasan pengguna akhir sebagai
umpan balik. Penelitian dilakukan berdasarkan teori WebQual dan
teori kepuasan end-user. Analisis diselenggarakan dari satu set data
yang melibatkan 341 tanggapan dari pengguna sistem e-library serta
dapat mengkonfirmasi beberapa derajat positif hubungan antara
dimensi WebQual dan kepuasan pengguna akhir. (Tarigan, 2008)
 Customer Service Effects on Customer Satisfaction and Customer
Loyalty: A Field Research in Shopping Centers in Izmir City – Turkey
Penelitian dilaksanakan untuk menganalisis pengaruh layanan
pelanggan pada kepuasan pelanggan dan loyalitas pelanggan. Studi
lapangan diterapkan dengan menggunakan metode survei pada tatap
muka dan dasar surat elektronik sebagai metode wawancara termasuk
empat ratus pelanggan shopping mall yang tinggal di kota Izmir,
Turki. Model penelitian dibentuk untuk mengukur efek layanan
pelanggan pada kepuasan pelanggan dan loyalitas pelanggan. Model
penelitian diuji oleh tiga hipotesis melalui analisis regresi. Menurut
hasil penelitian, layanan pelanggan yang terdiri dari 8 faktor dapat
menjelaskan 13,9% dari varians dalam kepuasan pelanggan, 12,5%
dari varians dalam loyalitas pelanggan dan kepuasan pelanggan juga
19
dapat menjelaskan 43,2% dari varians dalam loyalitas pelanggan.
Akibatnya, layanan pelanggan dapat menjelaskan kepuasan dan
loyalitas
pelanggan
dan
harus
diperbaiki
oleh
pengecer
(Kursunluoglu, 2011, hal. 52).
 Towards an integrated model of customer service skills and customer
loyalty : The mediating role of customer satisfaction
Penelitian dilaksanakan
untuk menguji hubungan antara
keterampilan layanan pelanggan dan loyalitas pelanggan melalui
pengujian efek mediasi dari dimensi kepuasan pelanggan di layanan
operator seluler Yordania. Untuk mencapai tujuan penelitian, data
yang dikumpulkan sebesar 1.350 pelanggan di Yordania dimana
1.007 diantaranya adalah valid untuk dilakukan analisis. Dengan
memanfaatkan
persamaan
struktural
pemodelan,
dan
setelah
serangkaian analisis faktor eksploratori dan konfirmatori, penulis
menguji model terintegrasi keterampilan layanan pelanggan dan
loyalitas pelanggan melalui menguji efek meditasi dari dimensi
kepuasan layanan pelanggan pada hubungan antara keterampilan
layanan pelanggan dan loyalitas pelanggan. Ditemukan bahwasanya
tiga komponen keterampilan layanan pelanggan, yaitu, keterampilan
membangun reputasi, keterampilan komunikasi nonverbal, dan
budaya layanan pelanggan memiliki hubungan positif dengan dimensi
kepuasan
layanan
pelanggan
(kepuasan
pelanggan
secara
keseluruhan, fungsional, dan teknis). Juga, kepuasan layanan
pelanggan secara keseluruhan dan dimensi layanan pelanggan
kepuasan teknis sepenuhnya dimediasi oleh hubungan antara
20
keterampilan layanan pelanggan dan loyalitas pelanggan. Ini adalah
upaya pertama untuk menyelidiki hubungan antara pelanggan layanan
keterampilan dan loyalitas pelanggan melalui dimensi kepuasan
pelanggan layanan sebagai mediator, baik di Yordania atau negara
berkembang lainnya (Abu-ElSamen, Akroush, Al-Khawaldeh, & AlShibly, 2011).
 Pengaruh Kualitas Layanan terhadap Kepuasan Pelanggan dalam
Membentuk Loyalitas Pelanggan
Penelitian
dilaksanakan
untuk
menganalisis
bagaimana
kualitas pelayanan dapat mempengaruhi kepuasan pelanggan dalam
membentuk loyalitas pelanggan. Penelitian ini adalah kuantitatif dan
menggunakan non-probabilitas teknik purposive sampling. Instrumen
penelitian menggunakan kuesioner dan hasil penelitian menunjukkan
bahwa lima dimensi, yaitu bukti fisik, empati, kehandalan, kecepatan,
dan jaminan positif mempengaruhi kualitas pelayanan. Hasil lain
menunjukkan
bahwa
kepuasan
pelanggan
merupakan
faktor
pendahulu dari loyalitas pelanggan. Pengaruh langsung kualitas
pelayanan terhadap loyalitas pelanggan tidak menopang penelitian,
karena di dalam penelitian tidak menemukan hubungan langsung yang
signifikan antara kualitas pelayanan dan loyalitas pelanggan (Aryani
& Rosinta, 2010).
21
2.2 Kerangka Pemikiran
Gambar 2. 3 Kerangka Pemikiran
Sumber : Peneliti (2013)
22
2.3 Hipotesis
Menurut Sugiyono (2007), hipotesis adalah jawaban sementara akan rumusan
masalah penelitian, dimana rumusan masalah penelitian biasanya disusun dalam
bentuk kalimat pernyataan. Dalam buku yang berjudul “ SPSS VS LISREL : Sebuah
Pengantar, Aplikasi Untuk Riset “ dijelaskan bahwa hipotesis adalah jawaban
sementara terhadap rumusan masalah yang di teliti dalam suatu penelitian. Hipotesis
wajib dinyatakan secara jelas, masuk akal, dapat diuji, serta memiliki kemampuan
untuk menjelaskan antar variabel (Sarjono & Julianita, 2011).
 Ha atau H1
= Hipotesis Alternatif, dimana menyatakan bahwa
terdapat hubungan antar variabel atau pengaruh antar variabel.
 Ho
=
Hipotesis Nol, dimana menyatakan bahwa tidak
terdapat hubungan antar variabel atau tiada pengaruh antar variabel.
Download