Pokok Bahasan 2 - Binus Repository

advertisement
Topik 2. Estimasi Titik
1. Statistika Inferensial
Untuk
mengetahui
karakteristik
yang
bersifat
numerik dari suatu populasi, observasi terhadap satu
atau lebih variabel acak yang terkait perlu dilakukan.
Hasil observasi ini kemudian dianalisis dengan
menggunakan
teknik-teknik
tertentu
untuk
mengestimasi karakteristik (dalam model parametrik
disebut parameter) populasi atau menguji hipotesis
tentang populasi. Bagian statistika yang membahas
teori estimasi dan uji hipotesis dinamakan statistika
inferensial (inferential statistics).
Estimasi parameter dibedakan menjadi dua
macam, yaitu estimasi titik dan estimasi interval. Bab
ini membahas estimasi titik. Estimasi interval dan uji
hipotesis akan di bahas di bab-bab yang akan datang.
2. Statistik dan Estimator
Pandang variabel-variabel acak terobservasi X1, X2,
…, Xn. Sebagai contoh adalah sampel acak berukuran
n dari suatu populasi (distribusi).
Definisi 2.1
Sebuah fungsi dari variabel acak terobservasi
T=T(X1, X2, …, Xn) yang tidak tergantung pada
parameter populasi dinamakan statistik.
Contoh 2.1
Misalkan X1, X2, …, Xn merupakan sampel acak dari
suatu populasi. Berikut ini dua contoh statistik:
n
a. T ( X ,..., X
1
n) 
X
i 1
n
i
: X n
, dinamakan sampel mean.
n
b. T ( X ,..., X
1
n
)
(X
i 1
i
 X n )2
n 1
: S 2
, dinamakan
sampel
varians.
Teorema 2.2
Jika X1, X2, …, Xn, merupakan sampel acak dari
sebarang distribusi dengan mean =E(Xi) dan
variansi 2=Var(Xi) maka
a.
E ( X n )  .
b. Var( X ) 
2
n
c.
.
E (S 2 )   2
n
.
.
Untuk selanjutnya anggap populasi dimodelkan
dengan variabel acak X yang mempunyai distribusi
dengan fungsi densitas f(x,) dimana   
merupakan
parameter
populasi.
Parameter

mungkin berupa vektor. Misalkan  () suatu fungsi
dari parameter  . Misalkan X1, X2, …, Xn sampel
acak dari X.
Definisi 2.3
Sebuah statistik T(X1, X2, …, Xn) yang digunakan
untuk mengestimasi nilai dari  ()
dinamakan
estimator untuk  ().
3. Metode-metode Estimasi
3.1 Metode Momen
Prinsip dari metode momen adalah menyamakan
momen ke k dari populasi, yakni E(Xk), dengan
n
momen ke k dari sampel, yakni
X
i 1
n
k
i
. Estimator untuk
parameter  diperoleh dengan menyelesaikan sistem
persamaan
n
E( X k ) 
X
i 1
k
i
n
(3.1)
, k  1,2,..., j.
dan akan dinotasikan dengan ~ .
Contoh 3.1
Misalkan X1, X2, …, Xn, merupakan sampel acak dari
distribusi eksponensial, X~EXP( ) dengan fungsi
densitas
x0
0,

f ( x; )   1  x / 
e
, 0 x


Karena E(X)=  maka, dengan menggunakan rumus
n
~
(3.1) dengan mengambil j=1, diperoleh 

X
i 1
i
n
 Xn
.
Contoh 3.2
Misalkan X1, X2, …, Xn, merupakan sampel acak dari
sebarang distribusi dengan mean  dan variansi 2,
maka dengan mudah dapat ditunjukkan bahwa
n
~  X n
dan ~
2

(X
i 1
i
 X n )2
n
.
Perhatikan bahwa
~ 2 
n 1 2
S
n
dimana S2 adalah sampel
varians.
3.2 Metode Maksimum Likelihood
Ide dasar dari metode maksimum likelihood adalah
mencari nilai parameter yang memberi kemungkinan
(likelihood) yang paling besar untuk mendapatkan
data yang terobservasi sebagai estimator.
Definisi 3.1
Fungsi densitas bersama f(x1,…,xn;  ) dari variabelvariabel acak X1, X2, …, Xn
dinamakan fungsi
likelihood.
Untuk x1,…,xn
yang tetap fungsi likelihood
merupakan fungsi dari 
dan akan dinotasikan
dengan L( ), yakni L( )= f(x1,…,xn;  ). Jika X1, X2,
…, Xn adalah sampel acak dari f(x,) maka
n
L( )   f ( xi , )
i 1
Definisi 3.2
Misalkan L( )= f(x1,…,xn;  ),   , merupakan
fungsi densitas bersama dari variabel-variabel acak
X1, X2, …, Xn. Estimator maksimum likelihood
(Maximum Likelihood Estimator / MLE) untuk ,
dinotasikan dengan
ˆ
adalah nilai 
yang
memaksimumkan fungsi likelihood L( ).
Jika  merupakan interval terbuka dan jika L( )
terdiferensialkan dan mencapai nilai maksimum pada
 maka MLE
ˆ
merupakan penyelesaian dari
persamaan maksimum likelihood
d
L( )  0
d
atau secara ekuivalen
ˆ
merupakan penyelesaian dari
persamaan maksimum likelihood
d
ln L( )  0
d
Persamaan yang terakhir umumnya lebih mudah
digunakan untuk mencari estimator maksimum
likelihood ˆ .
Contoh 3.3
Misalkan X1, X2, …, Xn, merupakan sampel acak dari
distribusi Poisson, X~POI( ) dengan fungsi densitas
f ( x; ) 
 x e
x!
, x  0,1,2,...
Fungsi likelihood
n
n
L( )   f ( xi , ) 
i 1

 xi
i 1
e  n
n
x!
i
i 1
dan fungsi log likelihood
n
 n

ln L( )   xi ln   n  ln   xi !
i 1
 i 1 
.
Persamaan maksimum likelihoodnya adalah
n
d
x
ln L( )   i  n  0
d
i 1 
yang mempunyai penyelesaian
ˆ  xn .
Jadi MLE dari 
adalah ˆ  X .
n
Terdapat kasus dimana estimator maksimum
likelihood ada tetapi tidak dapat diperoleh dengan
menyelesaikan persamaan likelihood.
Contoh 3.4
Misalkan X1, X2, …, Xn, merupakan sampel acak dari
distribusi
eksponensial
dengan
dua
parameter,
X~EXP(1, ) dengan fungsi densitas
x 
0,
f ( x; )    ( x  )
, x
e
Fungsi likelihood
 n

L( )  exp   ( xi   )
 i 1

jika x1:n  
dan L( )=0 untuk kasus selainnya. Disini jelas
bahwa MLE untuk  adalah ˆ  X .
1:n
Teorema 3.3
Jika
ˆ
adalah MLE dari  dan u( ) adalah fungsi
dari  maka
u (ˆ)
adalah MLE dari u( ).
4. Kriteria Menilai Estimator.
Berikut ini beberapa kriteria yang sering digunakan
untuk menilai estimator.
Definisi 4.1
Sebuah estimator T dikatakan estimator tak bias
untuk  ( ) jika
E(T)=  ( )
untuk semua   . Jika tidak demikian T dikatakan
estimator bias untuk  ( ).
Contoh 4.1
Jika X1, X2, …, Xn, merupakan sampel acak dari
sebarang distribusi dengan mean =E(Xi) dan
variansi 2=Var(Xi) maka menurut Teorema 2.2
Xn
dan S2 masing-masing adalah estimator tak bias untuk

dan 2, karena
estimator
~ 2 
estimator
n 1 2
S
n
bias
E ( X n )  .
dan
E (S 2 )   2
.
Tetapi
pada Contoh 3.2 merupakan
untuk
n 1 2
n 1 2  n 1
E (~ 2 )  E 
S 
E (S 2 ) 

n
n
 n

2
karena
.
Definisi 4.2
Jika T adalah estimator untuk  ( ), maka bias dari T
didefinisikan sebagai
b(T)=E(T)-  ( )
dan mean squared error (MSE) dari T didefinisikan
sebagai
MSE(T)=E[T- ( )]2.
Teorema 4.3
Jika T adalah estimator untuk  ( ), maka
MSE(T)=Var(T)+[b(T)]2.
Definisi 4.4
Sebuah estimator T* dikatakan estimator tak bias
dengan variansi minimum secara uniform (uniformly
minimum variance unbiased estimator / UMVUE)
untuk  ( ) jika
a. T* estimator tak bias untuk  ( ), dan
b. Untuk sebarang estimator tak bias T untuk  ( ),
Var(T*)  Var(T) untuk semua   .
Dalam kasus tertentu UMVUE untuk  () dapat
ditemukan
dengan
menggunakan
batas
bawah
Cramer-Rao (Cramer-Rao lower bound / CRLB).
Teorema 4.5 (CRLB )
Jika T adalah estimator tak bias untuk  ( ), maka
Var (T ) 
[ ' ( )]2


nE  ln f ( X , )
 

2
.
Contoh 4.2
Misalkan X1, X2, …, Xn, merupakan sampel acak dari
sebarang distribusi eksponensial, X~EXP( ) dan
 () = . Karena

ln f ( x, )  ( x   ) /  2

maka dapat ditunjukkan bahwa


E  ln f ( X , )  1 /  2
 

2
,
sehingga CRLB untuk  ( ) sama dengan 2/n. Jelas
bahwa
Xn
merupakan estimator tak bias untuk  ( ) =
. Selanjutnya dapat ditunjukkan bahwa
Kesimpulannya
Xn
Var ( X n )   2 / n
merupakan UMVUE untuk  ( ).
.
Definisi 4.6
Misalkan T dan T* merupakan estimator tak bias
untuk  ( ). Efisisensi relatif dari T terhadap T*
didefinisikan sebagai
re(T , T *) 
Var (T *)
Var (T )
.
T* dikatakan efisien jika re(T,T*)  1 untuk semua
estimator tak bias T untuk  ( ) dan semua   .
Jika T* adalah estimator efisien untuk  ( ) maka
efisiensi dari estimator tak bias T untuk untuk  ( )
didefinisikan sebagai
e(T)= re(T,T*).
5. Sifat-sifat untuk Ukuran Sampel Besar
Definisi 5.1
Barisan estimator {Tn} untuk  ( ) dikatakan
konsisten (simpel konsisten) jika untuk setiap  > 0
lim n  P(| Tn   ( ) |  )  1
untuk setiap   .
Definisi 5.2
Barisan estimator {Tn} untuk  ( ) dikatakan MSE
konsisten jika
lim n  E[Tn   ( )]2  0
untuk setiap   .
Definisi 5.3
Barisan estimator {Tn} untuk  ( ) dikatakan tak bias
asimtotik jika
lim n  E (Tn )   ( )
untuk setiap   .
Teorema 5.4
Barisan estimator {Tn} untuk  ( ) adalah MSE
konsisten jika dan hanya jika barisan estimator
tersebut tak bias asimtotik dan
lim n  Var(Tn )  0
.
Teorema 5.5
Jika barisan estimator {Tn} untuk  ( ) adalah MSE
konsisten maka barisan estimator tersebut juga
simpel konsisten.
Teorema 5.6
Jika barisan estimator {Tn} untuk  ( ) adalah simpel
konsisten dan jika g(t) adalah fungsi yang kontinu
pada setiap nilai dari  ( ) maka g(Tn) simpel
konsisten untuk g(()).
Definisi 5.7
Misalkan {Tn} dan {Tn*} merupakan estimator tak
bias asimtotik untuk  ( ). Efisisensi relatif asimtotik
dari Tn terhadap Tn* didefinisikan sebagai
are(Tn , Tn *)  lim n  
Var (Tn *)
Var (Tn )
.
Barisan {Tn*} dikatakan efisien secara asimtotik jika
are(Tn,Tn*)  1 untuk semua barisan estimator tak
bias asimtotik {Tn} untuk  ( ) dan semua   .
Jika {Tn*} adalah barisan estimator efisien secara
asimtotik untuk  ( ) maka efisiensi asimtotik dari
barisan estimator tak bias asimtotik {Tn} untuk untuk
 ( ) didefinisikan sebagai
ae(Tn)= are(Tn,Tn*).
Di bawah kondisi tertentu, yang dinamakan
kondisi reguler, estimator maksimum likelihood
mempunyai sifat:
a. ˆ ada dan tunggal.
n
ˆn
b. ˆ estimator konsisten untuk  .
n
c. ˆ mempunyai limit distribusi normal dengan
n
mean  dan variansi
1
 

nE  ln f ( X , )
 

2
.
d. ˆ efisien secara asimtotik.
n
6. Estimator Bayes dan Minimax
Definisi 6.1
Jika T adalah estimator untuk  ( ) maka sebarang
fungsi bernilai real dinamakan loss function jika
memenuhi
L(t;)  0 untuk setiap t
dan
L(t;) =0 jika t= ( ).
Definisi 6.2
Risk function didefinisikan sebagai harga harapan
dari loss, yakni
RT() =E[L(T;)].
Definisi 6.3
Sebuah estimator T1 dikatakan better estimator dari
estimator T2 jika dan hanya jika
RT1 ( )  RT2 ( )
untuk semua   
dan
RT1 ( )  RT2 ( )
untuk paling sedikit satu nilai  .
Sebuah estimator T dikatakan admissible jika tidak
ada lagi better estimator.
Definisi 6.4
Sebuah estimator T1 disebut estimator minimax jika
max{ RT1 ( ) :   }  max{ RT ( ) :   }
untuk semua estimator T .
Definisi 6.5
Untuk sampel acak dari f(x,), Bayes risk dari sebuah
estimator T relatif terhadap risk function RT() dan
fungsi densitas p() adalah rata-rata risk terhadap
p(), yakni
AT  E [ RT ( )]   RT ( ) p( )d
.

Definisi 6.6
Untuk sampel acak dari f(x,), Bayes estimator T*
relatif terhadap risk function RT()
dan fungsi
densitas p() adalah estimator dengan minimum
ekspektasi risk, yakni
E [ RT * ( )]  E [ RT ( )]
untuk setiap estimator T.
Definisi 6.7
Fungsi densitas bersyarat dari  bila diberikan
observasi sampel x=(x1, …, xn) dinamakan posterior
density dan diberikan oleh
f | x ( ) 

f ( x1 ,..., xn |  ) p( )
f ( x1 ,..., xn |  ) p( )d
.
Teorema 6.8
Jika X1, …, Xn adalah sampel acak dari f(x|) maka
Bayes
estimator
adalah
estimator
yang
meminimumkan harga harapan loss relatif terhadap
distribusi posterior dari |x, yakni
E | x [ L(T ; )]
7. Kecukupan estimator
7.1 Statistik cukup
.
Definisi 1.1
Misalkan X=(X1, X2, …, Xn) mempunyai densitas
bersama f(x,), dimana 
merupakan vektor
parameter. Statistik S=(S1, S2, …, Sk) merupakan
statistik cukup gabungan untuk

jika untuk
sebarang vektor statistik T yang lain, distribusi
bersyarat dari T diberikan S=s, dinotasikan dengan
fT|s(t), tidak tergantung . Dalam kasus dimensi satu S
dinamakan statistik cukup untuk .
Definisi 1.2
Suatu himpunan statistik dikatakan sebagai himpunan
statistik cukup minimal jika anggota-anggotanya
adalah statistik cukup gabungan untuk parameter dan
jika statistik-statistik tersebut merupakan fungsi dari
himpunan statistik cukup gabungan yang lain.
Definisi 1.1 tidak bersifat operasional untuk
menyelidiki bahwa suatu statistik merupakan statistik
cukup. Karena sebarang statistik merupakan fungsi
dari sampel X=(X1, X2, …, Xn) maka untuk
menyelidiki statistik cukup, cukup ditunjukan bahwa
fX|s(x), tidak tergantung .
Contoh 2.1
Misalkan X1, X2, …, Xn merupakan sampel acak dari
distribusi eksponensial X~EXP(). Disini
 n

  Xi 
1
f ( x1 ,..., xn ; )  n exp   i 1 , xi  0


 




Akan ditunjukkan bahwa
n
S   Xi
.
adalah statistik
i 1
cukup untuk . Karena S berdistribusi gamma,
S~GAM( ,n),
dengan fungsi densitas
f S ( s; ) 
maka
1
s n 1e  s /  , s  0
  ( n)
n
f X |s ( s) 
 ( n)
s n 1
tidak tergantung pada . Jadi S merupakan statistik
cukup untuk .
Untuk menemukan suatu statistik cukup dapat
digunakan teorema berikut.
Teorema 1.3
Jika X1, X2, …, Xn, mempunyai densitas bersama
f(x,) maka S=(S1, S2, …, Sk) merupakan statistik
cukup gabungan untuk  jika dan hanya jika
f ( x1 ,..., xn ; )  g (s; )h( x1 ,..., xn )
dimana g(s,) tidak tergantung pada x1, …, xn,
kecuali melalui s, dan h(x1, …, xn ) tidak tergantung
.
Contoh 2.1
Misalkan X1, X2, …, Xn merupakan sampel acak dari
distribusi Bernoulli, X~BIN(1,). Disini
n
 xi
f ( x1 ,..., xn ; )   i 1 (1   )
n
n
 xi
i 1
  s (1   ) n  s
.
 g ( s; )h( x1 ,..., xn )
dimana
n
s   xi
i 1
dan h(x1, …, xn )=1. Jadi
n
S   Xi
i 1
merupakan statistik cukup untuk .
7.2 Sifat-sifat Statistik Cukup
Teorema 2.1
Jika S1, …, Sk adalah statistik cukup gabungan untuk
 dan jika
ˆ
adalah satu-satunya MLE untuk  ,
maka ˆ merupakan fungsi dari S1, …, Sk.
Teorema 2.2
Jika S adalah statistik cukup untuk  maka sebarang
Bayes estimator merupakan fungsi dari S.
Teorema 2.3
Jika X1, X2, …, Xn merupakan sampel acak dari
sebarang distribusi kontinu dengan fungsi densitas
bersama f(x,) maka order statistik membentuk
statistik cukup gabungan untuk .
Teorema 2.4 (Rao-Blackwell)
Misalkan X1, X2, …, Xn mempunyai fungsi densitas
bersama f(x,) dan S=(S1, S2, …, Sk) merupakan
statistik cukup gabungan untuk
. Jika T adalah
sebarang estimator tak bias untuk  () dan
T*=E(T|S) maka
c. T* adalah estimator tak bias untuk  ( ),
d. T* adalah fungsi dari S, dan
e. Var(T*)  Var(T) untuk setiap  dan Var(T*) <
Var(T) untuk suatu  jika tidak benar bahwa
T*=T dengan probabilitas 1.
Dalam kasus tertentu UMVUE untuk  () dapat
ditemukan
dengan
menggunakan
batas
bawah
Cramer-Rao (Cramer-Rao lower bound / CRLB).
8. Kelengkapan dan Kelas Eksponensial
Definisi 8.1
Keluarga fungsi densitas {fT(t, );  } dikatakan
lengkap
jika
E[u(T)]=0 untuk
semua
 
mengakibatkan u(T)=0 dengan probabilitas 1 untuk
semua  .
Sebuah statistik cukup dari anggota keluarga
yang lengkap dinamakan statistik cukup lengkap.
Teorema 8.2 (Lehmann-Scheffe)
Misalkan X1, X2, …, Xn mempunyai fungsi densitas
bersama f(x,) dan S=(S1, S2, …,Sk) satatistik cukup
gabungan untuk  . Jika T*=T*(S1, S2, …,Sk) adalah
statistik yang tak bias untuk  ( ) dan merupakan
fungsi dari S, maka T* adalah UMVUE untuk
 ( ).
Definisi 8.3
Sebuah fungsi densitas dikatakan termasuk dalam
anggota keluarga eksponensial reguler jika fungsi
densitas tersebut dapat dituliskan dalam bentuk
 k

f ( x; )  c( )h( x) exp   q j ( )t j ( x) , x  A
 j 1

dan f(x,)=0 untuk nilai x yang lain, dimana  adalah
vektor parameter berdimensi k, jika ruang parameter
 berbentuk
={ : ai  i  bi, i=1,…,k}
dan jika f(x,) memenuhi kondisi reguler 1, 2, dan 3a
atau 3b, yaitu
1. Himpunan A={x: f(x,) >0} tidak tergantung .
2. Fungsi qj( ) tidak trivial, independen, dan
kontinu.
3a. Untuk variabel acak kontinu fungsi turunan
tj’(x) linear independen dan kontinu.
3b. Untuk variabel acak diskret fungsi tj(x) tidak
trivial pada A dan tak satupun yang merupakan
fungsi linear dari yang lain.
Teorema 8.4
Jika X1, X2, …, Xn merupakan sampel acak dari
anggota kelas eksponensial reguler maka satatistikstatistik
n
n
i 1
i 1
S1   t1 ( X i ),..., S k   tk ( X i )
adalah himpunan minimal dari statistik cukup
lengkap untuk 1,…,k.
Download