Cash Flow Rights

advertisement
1. Commitment or Entrenchment?: Controlling Shareholders and Board
Composition. By: Yin-Hua Yeh, and Tracie Woidtke, 2005. Journal of
Banking & Finance. Amsterdam: Jul 2005. Vol. 29, Iss. 7; p. 1857.
2. Special Issues Relating to Corporate Governance and Family Control.
By: Randal Morck dan Bernard Yeung, 2004. Worldbank Working Paper
Disajikan oleh :
Bernard E Tidajoh / NPM: 0806401380
Introduction



Kebanyakan penelitian CG diadakah dengan sampel perusahaan
besar atau korporasi di USA yang pada umumnya memiliki
kepemilikan yang tersebar (widely held).
Untuk korporasi di luar USA dan UK, terdapat karakteristik
kepemilikan yang berbeda yaitu kepemilikan saham yang
terkonsentrasi atau dikuasai oleh keluarga. (Canada, Eropah
kontinental, Asia Timur, India dll).
Kajian Yeh dan Woidtke (2005) mencoba mengkaji korporasi di luar
USA yang mempunyai struktur kepemilikan keluarga yang kental.
2
Research Question

Yeh dan Woidtke (2005) mengajukan pertanyaan
penelitian:



Apakah struktur Board (BOD/BOC) dapat menjadi indikator baik
buruknya Corporate Governance pada perusahaan yang
kepemilikannya terkonsentrasi?
Apakah konsentrasi kepemilikan saham membuat “controlling
shareholder” memilih BOD/BOC yang profesional atau justru
memilih orang-orang dapat membantu mereka melakukan
eksproprasi terhadap pemegang saham minoritas?
Apakah independensi Board amat penting dalam suatu
perusahaan yang kepemilikannya terkonsentrasi
3
Concentrated Ownership

Keunggulan dari struktur kepemilikan yang terkonsentrasi adalah
untuk mengatasi agency problem, khususnya di negara yang lemah
investor protection nya, sebab pemegang saham pengendali
mempunyai kekuasaan untuk mendisiplinkan manajemen.

Kelemahan : struktur kepemilikan yang terkonsentrasi dapat
menciptakan peluang atau kondisi untuk munculnya agency
problem yang lain yaitu ekspropriasi, sebab kepentingan pemegang
saham mayoritas tidak selalu seiring dengan kepentingan
pemegang saham minoritas terutama bila terdapat divergensi
antara besarnya kontrol terhadap perusahaan dengan jumlah
kepemilikan saham.
4
Concentrated Ownership

Bila kondisi divergensi ini terjadi, maka diharapkan
Boards akan berperan untuk membatasi kecenderungan
ekspropriasi pemegang saham mayoritas terhadap
pemegang saham minoritas (Fama dan Jensen, 1983).
5
Concentrated Ownership

Namun demikian, komposisi Boards kemungkinan
akan dipengaruhi oleh pemegang saham
pengendali.

Oleh karena itu, struktur Boards dapat menjadi
indikator baik buruknya kondisi CG di sebuah
perusahaan: apakah pemegang saham
pengendali berkomitmen terhadap good corporate
governance atau entrenched.
6
Concentrated Ownership
Karakteristik Perusahaan Taiwan







Perlindungan terhadap pemegang saham minoritas relatif lemah
Konsentrasi kepemilikan yang tinggi
Dominasi kontrol keluarga pemilik (family control)
Banyaknya perusahaan dengan struktur pyramidal groups dan
cross-holding
Sedikitnya kepemilikan perusahaan oleh institusi
Inactive market for corporate control
Hak-hak pemegang saham lebih terbatas (dibatasi) dibandingkan
dengan U.S.
7
Concentrated Ownership
Karakteristik seperti itu merupakan kondisi yang baik
untuk menguji pengaruh dari Positive Incentive dan
Negative Entrenchment Effects dari Komposisi Board.
8
CG in Taiwan


Perusahaan di Taiwan menganut 2 boards system (seperti di
Jerman) : BOD (Board of Directors) dan BOS (Board of
Supervisors). Pola ini sama seperti pola Indonesia yang terdiri dari
BOD (Dewan Direktur) dan BOC (Dewan Komisaris).
Akan tetapi, di Taiwan BOD dan BOS merupakan organisasi yang
sejajar (paralel). BOD berperan dalam mengatur dan menjalankan
operasional perusahaan sehari-hari sedangkan BOS
bertanggungjawab memantau dan mengawasi pekerjaan BOD,
memeriksa laporan BOD dan – jika ada – menyelesaikan sengketa
antara pemegang saham dan BOD.
9
CG in Taiwan
Pengambilan
keputusan di tingkat BOD dilakukan berdasarkan
voting (dalam BOD meeting). Undang-undang perusahaan di
Taiwan mewajibkan setiap perusahaan memiliki Jumlah Direktur
minimum 3 orang dan Supervisor minimum 1 orang.
BOS bertugas mengawasi jalannya operasi perusahaan dan
dapat melakukan investigasi atas laporan keuangan atau
operasi perusahaan setiap saat. Supervisor, secara individu
dapat melaksanakan hak-haknya tersebut di atas tanpa
memerlukan konsensus dari anggota BOS lainnya.
10
CG in Taiwan
Misalnya,
secara individu seorang Supervisor dapat meminta Direktur
untuk menjelaskan hal-hal yang ingin ia ketahui perihal operasi
perusahaan atau laporan keuangan perusahaan. Bila ia menemukan
bahwa BOD melanggar hukum atau melakukan hal-hal yang
merugikan perusahaan, ia dapat menuntut BOD.
Hal demikian menyebabkan perusahaan Taiwan cenderung memiliki
sedikit Supervisor yang duduk dalam Dewan.
Seperti halnya di Indonesia, Supervisor dan Direktur di Taiwan dipilih
dan ditunjuk oleh pemegang saham. Namun demikian, tidak ada
keharusan bagi perusahaan Taiwan untuk mempunyai Direktur dan
Supervisor Independen dalam komposisi BOD/BOS.
11
12
Metodologi
Sampel
Sampel penelitian meliputi perusahaan yang go-public di Taiwan
pada 1998. Untuk data komposisi Board, control rights, dan
cash flow rights diambil dari prospektus perusahaan dan buku
“Business Groups in Taiwan”.
Informasi lainnya diperoleh dari database “Taiwan Electronic
Journal”.
Seluruh sampel berjumlah 251 perusahaan atau 71% dari
perusahaan non-finansial yang go-public di Taiwan.
13
Metodologi
Unit analisis adalah kepemilikan keluarga dalam perusahaan (family
group) – mengikuti konsep La Porta et al. (1999). Family group
didefinisikan sebagai sekelompok orang yang mempunyai hubungan
darah atau hubungan perkawinan. Ownership dihitung berdasarkan
Cash Flow Rights dan Control terhadap perusahaan dihitung
berdasarkan Voting Rights (mengikuti konsep Claessens et al. –
2000).
Adanya struktur piramid dan cross-holding membuat pelacakan rantai
kepemilikan menjadi penting guna membedakan cash flow rights dan
voting rights.
14
Metodologi
Controlling
shareholder didefinisikan sebagai shareholder atau
family group yang apabila direct dan indirect voting rights-nya
dijumlahkan menghasilkan control rights paling besar.
Para pemilik utama (ultimate owners) perusahaan Taiwan
sering meningkatkan control rights nya melalui perusahaan
investasi atau lainnya sebagai nominee.
Namun karena banyak diantara perusahaan nominee ini
adalah perusahaan tertutup (privat) yang tidak tercatat dalam
buku “Business Groups in Taiwan”, maka data lengkap
mengenai struktur kepemilikan menjadi sulit diperoleh. Oleh
karena itu, untuk menghitung cash flow rights, diasumsikan
bahwa pemilik utama menempatkan 50% modal pada
perusahaan nominee ini.
15
Metodologi
Cash
flow rights (CFR) digunakan untuk mengukur
positive incentive effects. Divergensi (perbedaan) antara
cash flow rights dengan control rights (CR) digunakan
untuk mengukur negative entrenchment effects.
Excess Control didefinisikan sebagai selisih antara
control rights dengan cash flow rights.
16
Findings and Conclusion
Anggota
Board yang terafiliasi dengan pemegang saham utama
(keluarga pemilik) akan berjumlah lebih banyak apabila pemegang
saham utamanya:
 Mempunyai excess control (divergensi CFR dengan CR) yang
besar
 Adalah bagian dari controlling family
 Adalah CEO dan chairman BOS
Komposisi Board yang terafiliasi berkorelasi positif dengan Excess
Control dan berkorelasi negatif dengan ratio CFR/CR.
17
Findings and Conclusion


Nilai perusahaan akan lebih rendah jika jumlah anggota Board
yang terafiliasi dengan keluarga pemilik lebih banyak. Sebab,
komposisi Board yang terkait dengan controlling family akan
disertai dengan kuatnya pengaruh negative entrenchment, yang
akibatnya perusahaan akan dinilai rendah oleh investor.
Sebaliknya, komposisi Board yang independen dari keluarga
pemilik akan disertai dengan kuatnya pengaruh positive
incentive, dan perusahaan ini akan dinilai tinggi oleh investor.
18
Findings and Conclusion


Controlling shareholder mempunyai pilihan untuk menentukan
apakah komposisi Board akan dibuat independen dan profesional
guna meningkatkan nilai sahamnya (positif incentive effects) atau
menyusun komposisi Board yang terafiliasi untuk
mempertahankan kendalinya atas perusahaan guna melakukan
ekspropriasi terhadap pemegang saham minoritas (negative
entrenchment effects).
Komposisi Board, oleh karenanya, dapat dijadikan indikator baik
buruknya Corporate Governance.
19
Findings and Conclusion


Nilai perusahaan akan lebih rendah jika jumlah anggota Board
yang terafiliasi dengan keluarga pemilik lebih banyak. Sebab,
komposisi Board yang terkait dengan controlling family akan
disertai dengan kuatnya pengaruh negative entrenchment, yang
akibatnya perusahaan akan dinilai rendah oleh investor.
Sebaliknya, komposisi Board yang independen dari keluarga
pemilik akan disertai dengan kuatnya pengaruh positive
incentive, dan perusahaan ini akan dinilai tinggi oleh investor.
20
Boards
Behavior
Effects
Positive
Incentives
RESULT
Provide
Expertise
Or Profesional
Increase
Shareholders’ Wealth
Or Limiting
Expropriation
Obey
Shareholder
Expropriations of
Minority Shareholder
Boards
Selection
Controlling
Shareholder
Negative
Entrenchment
21
C
on
tro
50%
l/
as
fF
lo
w
V = R ig
ot
ht
in
s
g
R
ig
ht
s
C
Cash Flow Rights
100%
Excess Control
}
16%
50%
100%
Control Rights
22
23
Download