HAM - WordPress.com

advertisement
HAK ASASI MANUSIA





DEFINISI HAM
Hak asasi manusia adalah hak dasar yang dimiliki manusia karena martabatnya
sebagai manusia.
John Locke, Hak asasi manusia adalah hak yang dibawa sejak lahir yang secara
kodrati melekat pada setiap manusia dan tidak dapat diganggu gugat (bersifat
mutlak). Dengan demikian, maka :
 Hak asasi harus dikorbankan untuk kepentingan masyarakat, sehingga
lahir kewajiban.
 Semakin berkembang meliputi berbagai bidang kebutuhan, antara lain
hak dibidang politik, ekonomi, dan sosial budaya.
Koentjoro Poerbapranoto (1976), Hak asasi adalah hak yang bersifat asasi.
Artinya, hak-hak yang dimiliki manusia nenurut kodratnya yang tidak dapat
dipisahkan dari hakikatnya sehingga sifatnya suci.
UU No. 39 Tahun 1999 (Tentang Hak Asasi Manusia), Hak asasi manusia adalah
seperangkat hak yang melekat pada hakikat dan keberadaan manusia sebagai
makhluk Tuhan Yang Maha Esa dan merupakan anugerah-Nya yang wajib
dihormati, dijunjung tinggi dan dilindungi oleh negara, hukum, pemerintah,
dan setiap orang demi kehormatan serta perlindungan harkat dan martabat
manusia.
Pengertian HAM tidaklah statis melainkan dinamis (terus berkembang seiring
waktu)
No
Tahun
Nama Dokumen
Isi/Keterangan
1
2500 Hukum
Perjuangan Nabi Ibrahim melawan
1000 SM
Hamurabi
kelaliman Raja Namrud yang
memaksakan harus menyembah patung
(berhala). Nabi Musa, memerdekakan
bangsa Yahudi dari perbudakan Raja
Fir’au (Mesir)
2
600 SM
---Di Athena (Yunani), Solon telah menyusun
undang-undang yang menjamin keadilan
dan persamaan bagi setiap warganya.
3
527 –
Corpus Luris
Kaisar Romawi F.A. Justianus
3225 SM
menciptakan peraturan hukum modern
yang terkodifikasi yang Corpus Lurisi
sebagai jaminan atas keadilan dan hak
asasi manusia
4
30 SM –
632 M
Injil dan AlQuran
5
1629
Petition of
Rights
6
1776
Declaration of
Independence
(AS)
7
1789
8
1918
9
1941
Declaration des
Droits de
L’homme et du
Citoyen
(Prancis)
Rights of
Determination
Atlantic Charter
10
1948
Universal
Dibawa oleh Nabi Isa Almasih sebagai
peletak dasar etika Kristiani dan ide pokok
tingkah laku manusia agar senantiasa
hidup dalam cinta kasih, baik kepada
Tuhan maupun sesama manusia.
Diturunkan kepada Nabi Muhammad
SAW banyak mengajarkan tetang
toleransi, berbuat adil, tidak boleh
memaksa, bijaksana, menerapkan kasih
sayang, memberikan rahmat kepada
seluruh alam semesta, dan sebagainya.
Magna charga, habeas corpus act dan bill
or rights udah dibawah)
(Charles 1 di UK) pajak dan hak-hak
istimewa harus dengan izin parlemen.
Tentara tidak boleh diberi penginapan di
rumah penduduk. Waktu damai tentara
ga boleh menjalankan hukum perang.
Orang tidak boleh ditangkap tanpa
tuduhan yang sah.
Semua orang diciptakan sama. Mereka
dikarunia oleh Tuhan hak hidup,
kebebasan, dan kebahagiaan. AS
dianggap negaar pertama yang
mencantumkan HAM dalam konstitusi
atas jasa Thomas Jefferson.
Pernyataan hak-hak asasi manusia dan
warga negara sebagai hasil revolusi
Prancis di bawah Jendral Laffayete:
manusia dilahirkan bebas dan mempunyai
hak-hak yang sama.
Diusulkan Presiden Woodrow Wilson (14
pasal) untuk mencapai perdamaian yang adil.
Dipelopori Franklin D. Roosevelt. Empat
kebebasan: 1. berbicara, mengeluarkan
pendapat, berkumpul dan berorganisasi,
2. Beragama dan beribadah. 3.
Kemiskinan dan kekurangan, 4. Bebas dari
rasa takut.
Menjamin HAM dalam konstitusi masing2
Declaration of
Human Rights
negara. Terdiri dari 30 pasal.
SEJARAH HAM
dimulai dari Inggris  punya tradisi melawan raja yang berusaha berkuasa
secara mutlak)
 Tahun 1215 bangsawan memaksa Raja John untuk menerbitkan Magna
Charta Libertatum yang isinya melarang penghukuman, penahanan, dan
perampasan benda dengan sewenagn-wenang.
 Tahun 1679 terbit Habeas Corpus Act (orang yang ditahan harus
dihadapkan pada hakim dalam waktu tiga hari dan diberitahu atas tuduhan
apa ia ditahan)
 Tahun 1689 terbit Bill of Rights (Akta Deklarasi Hak dan Kebebasan Kawula
dan Tatacara Suksesi Raja). Akta ini merupakan konstitusi modern pertam di
dunia. Isinya bahwa raja tunduk kepada parlemen, tidak dapat memungut
pajak ataupun memiliki pasukan pada masa damai tanpa persetujuan
parlemen dan harus mengakui hak parlemen (dikriminatif karena hanya
mengakui hak bangsawan laki-laki)
JENIS HAM
 (John Locke, Aristoteles, Montesquieu, dan J.J. Rousseau) hak-hak asasi
mencakup:

Kemerdekaan atas diri sendiri

Hak kemerdekaan beragama

Hak kemerdekaan berkumpul

Hak menyatakan kebebasan warga negara dari pemenjaraan sewenangwenang (bebas dari rasa takut)

Hak kemerdekaan pikiran dan pers
 Menurut Briefly, hak asasi manusia dapat dibagi atas

Hak mempertahankan diri (self preservation

Hak kemerdekaan (independence)

Hak persamaan pendapat (equality

Hak untuk dihargai (respect)

Hak bergaul sesama manusia (intercourse)
JENIS HAM DAN CONTOHNYA
Hak-hak asasi pribadi (personal rights)
 Kebebasan menyatakan pendapat
 Kebebasan memeluk agama
 Kebebasan bergerak
Hak asasi ekonomi (property rights)
 Kebebasan memiliki sesuatu, membeli, menjual, serta memanfaatkan
 Hak mendapat tunjangan hidup bagi orang miskin dan anak terlantar
Hak asasi politik (political rights)
 Hak ikut serta dalam pemerintahan
 Hak pilih dalam pemilu
 Hak mendirikan partai politik, ormas, dan organisasi lainnya.
Hak asasi hukum (rights of legal equality)
 Hak untuk mendapatkan perlakuan yang sama dalam hukum dan
pemerintahan
Hak asasi sosial dan kebudayaan (social and cultural rights)
 Hak memperoleh jaminan pendidikan dan kesehatan
 Hak mengembangkan kebudayaan
Hak asasi dalam tata cara peradilan dan perlindungan (procedural rights)
 Hak mendapat perlakuan dan tata cara peradilan dan perindungan dalam
hal penangkapan, penahanan, penyitaan, penggeledahan, dan peradilan
UPAYA PEMERINTAH DALAM MENEGAKKAN HAM
 Meratifikasi peraturan perundang0undangan serta kovenan internasional.
 Menerbitkan peraturan tentang HAM (kebanyakan dihasilkan di zaman
reformasi)
*Peraturan HAM sebelum masa reformasi:
 UUD 1945
 Konstitusi RIS 1949
 UUDS
 Tap MPRS no XIV/MPRS/1996
*Peraturan HAM setelah masa reformasi
 Keputusan Presiden no 50 tahun 1993  pembentukan Komnas HAM
(sebagai penyelidik dengan mengumpulkan data pelanggaran HAM)
 UU no 39 tahun 1999 (pelaksanaan HAM di Indonesia)
 UU no 26 tahun 2000 (Pengadilan HAM)
 Ketetapan MPR No.XVII/MPR/1998 tentang Hak Asasi Manusia
 UU No. 5 Tahun 1998 tentang pengesahan Konven-si menentang
penyiksaan dan perlakuan atau peng-hukuman lain yang kejam, tidak
manusiawi, atau merendahkan martabat manusia.
 Keppres No. 181 Tahun 1998 tentang Komisi Nasio-nal Anti
Kekerasan terhadap perempuan.
 Keppres No. 129 Tahun 1998 tentang Rencana Aksi Nasional Hak-Hak
Asasi Manusia Indonesia.
 Tap MPR no XVII/MPR/1998
Berisi tentang Piagam Hak Asasi Manusia, yang berisi:
 Hak untuk hidup
 Hak untuk berkeluarga dan melanjutkan keturunan
 Hak untuk mengembangkan diri
 Hak atas keadilan
 Hak kemerdekaan
 Hak atas kebebasan informasi
 Hak atas keamanan
 Hak atas kesejahteraan
 Hak atas perlindungan dan pemajuan oleh pemerintah
INSTRUMEN atau DASAR HUKUM HAM
*1948, PBB mencetuskan Universal Declaration of Human Rights (DUHAM
PBB)  pernyataan tentang HAM yang terdiri atas 30 pasal. Menyerukan agar
seluruh bangsa agar menjamin dan mengakui HAM dalam konstitusi masing2.
DUHAM PBB adalah reaksi terhadap dehumanisasi.
PETA PERKEMBANGAN UNDANG-UNDANG HAM
 1776 : Right of Men
 1945: Hundamental Human Rights dan Human Rights (HAM)
 1976: Konvensi Internasional : berisi Perjanjian internasional tentang
hak-hak khusus dan ratifikasi 25 konvensi PBB. Negara mengikat secara
hukum dan wajib membantu UU, peraturan, keputusan yang
mendukung, dan tidak bertentangan dengan isi konvensi.
 1993 : Vienna Declaration: berisi tentang Universalitas HAM dan
kewajiban negara untuk memajukan dan melindunginya.
PERAN MASYARAKAT DALAM MENEGAKKAN HAM
 Melaporkan pelanggaran HAM pada pihak berwenang atau Komnas
HAM
 Mengajukan kebijakan yang berkaitan dengan HAM
 Melakukan penelitian, pendidikan, dan penyebarluasan informasi
mengenai HAM
PROSES PEMAJUAN, PENGHORMATAN, DAN PENEGAKAN HAM
Pandangan tentang pihak yang bertanggungjawab atas penegakan HAM:
1. Negara, karena negara dibentuk sebagai wadah untuk kepentingan
kesejahteraan rakyat. Rakyat yang menegakkan HAM juga berasal dari
pendidikan HAM yang diberikan negara.
*setiap individu punya hak asasi, baik yang bersifat non-derogable rights
(hak yang dalam keadaan darurat perang pun harus dilindungi) maupun
derogable rights (hak yang dalam keadaan normal harus dilindungi)
Negara yang tidak mampu melindungi HAM rakyatnya dengan
sendirinya akan kehilangan legitimasi rakyatnya.
*Pelanggaran HAM oleh negara : by commision  secara langsung dan
by omission  secara tidak langsung, negara membiarkan pelanggaran
HAM dan pelanggaran terhadap pemenuhan (fulfill)
*UU no 39 tahun 1999 mengedepankan tanggungjawab pemerintah
terhadap perlindungan (protect), pemajuan (promote), penghormatan
(respect) dan pemenuhan (fulfill) HAM
2. Individu.
Pelanggaran HAM juga dilakukan oleh rakyat terhadap rakyat
(horizontal)
*Nickel mengajukan 3 alasan mengapa individu memiliki tanggungjawab
dalam penegakan dan perlindungan HAM:
I. Sejumlah besar masalah HAM juga terjadi di kalangan swasta,
bukan cuma kalangan pemerintah.
II. HAM sejati bersandar pada pertimbangan-pertimbangan normatif
agar umat manusia diperlakukan sesuai dengan human dignitynya.
III. Individu memiliki tanggungjawab atas dasar prinsip-prinsip
demokrasi (rakyat wajib mengawasi tindakan pemerintah)
PELANGGARAN HAM
 Pelanggaran HAM menurut pasal 1 ayat 6 UUD 39 tahun 1999: setiap
perbuatan seorang atau kelompok orang, termasuk aparat negara, baik
disengaja maupun tidak disengaja atau kelalaian yang secara melawan
hukum mengurangi, menghalangi, membatasi, dan atau mencabut HAM
seseorang atau kelompok orang yang dijamin oleh undang-undang, dan
tidak mendapatkan atau dikhawatirkan tidak akan memperoleh
penyelesaian hukum yang adil dan benar berdasarkan mekanisme
hukum yang berlaku.
 Pengadilan HAM adalah pengadilan khusus terhadap pelanggaran HAM
yang berat. Contohnya:
a. Kejahatan genosida: setiap perbuatan yang dilakukan dengan
maksud untuk menghancurkan atau memusnahkan seluruh atau
sebagian bangsa, ras, kelompok etnis, atau kelompok agama
Dengan cara:
 Membunuh anggota kelompok
 Mengakibatkan penderitaan fisik dan mental yang berat
terhadap anggota-anggota kelompok
 Menciptakan kondisi kehidupan yang menciptakan
kemusnahan
 Mencegah kelahiran dalam kelompok
 Memindahkan anak-anak secara paksa ke kelompok lain.
b. Kejahatan kemanusiaan: serangan secara luas atau sistematis
yang ditujukan secara langsung terhadap penduduk sipil.
INSTRUMEN HAM INTERNASIONAL (instrumen ; tanggal mulai berlaku ;
jumlah negara pihak ; diadopsi Indonesia dengan ; deklarasi/reservasi
Indonesia)
*semuanya diadopsi Indonesia
a. Kovenan Internasional Hak-hak ekonomi, sosial dan budaya ; 16 Desember
1966/3 Januari 1976; 153 negara ; UU no 11 tahun 2005 ; Deklarasi pasal 1
b. Kovenan Internasional Hak-Hak Sosial dan Politik ; 16 Desember 1966/3
Januari 1976 ; 156 negara ; UU no 12 tahun 2005 ; Deklarasi pasal 1
c. Konvensi Internasional Penghapusan Segala Bentuk Diskriminasi Rasial ; 21
Desember 1965/4 Januari 1969 ; 170 negara; UU no 29 tahun 1999 ;
Reservasi pasal 22
d. Konvensi Penghapusan Segala Bentuk Diskriminasi Terhadap Perempuan ;
18 Desember 1979/3September 1981 ; UU no 7 tahun 1984 ; Reservasi
pasal 29 ayat 1
e. Konvensi menentang Penyiksaan dan Perlakuan atau Penghukuman Lain
yang Kejam, Tidak Manusiawi, dan Merendahkan Martabat Manusia ; 10
Desember 1984/26 Juni 1987 ; 141 negara ; UU no 5 tahun 1998 ; Deklarasi
pasal 20 ayat 1, 2, 3. Reservasi pasal 30 ayat 1
f. Konvensi Hak-Hak Anak ; 22 November 1989/2September 1990 ; 192
negara ; Keppres no 36 tahun 2000 ; Reservasi pasal 1, 14, 16, 17, 21, 22,
29.
*pembantaian Yahudi oleh NAZI : holocaust.
Download