Allah Kasih Karunia dan PENGHAKIMAN

advertisement
JANUARI—MARET 2012
Kilasan Allah
Pelajaran
Ke-Empat
Kwartal 1
,
Allah Kasih Karunia dan PENGHAKIMAN
21—27 Januari 2012
Diterjemahkan Oleh: Rachel dan Danny Handoko
Editor: Daniel Saputra dan Yonata Bastian
Sirkulasi: Janette Sepang
“Karena Allah akan membawa setiap perbuatan ke pengadilan yang
berlaku atas segala sesuatu yang tersembunyi, entah itu baik, entah
itu jahat.” (Pkh.12:14)
Kilasan Allah Pelajaran Sekolah Sabat “Collegiate”(SSCQ) Kwartal KE-PERTAMA 2012. Diterbitkan oleh SEIMAN (Surat Elektronik Intra
Masyarakat Advent Nusantara www.seiman.org) ; [email protected] dan SSCQ-Indonesia .; Editor Daniel Saputra,
ManagerYonata Bastian, Sirkulasi: Janette Sepang, (Judul Asli: Collegiate Quarterly, Published by the SSPM Dept. Of General Conference of SDA)
Sabbath
21 Januari
Pendahuluan
Rom. 5:17
Pengadilan Illahi Allah
Di El Salvador, di tahun 1940-an, sang presiden menggunakan satu metode yang cukup unik
untuk memerangi kejahatan. Bila polisi menangkap seseorang yang baru pertama kali berbuat
kejahatan, mereka menandai dahinya dengan satu tanda yang menandakan bahwa dia adalah
seorang pencuri. Bila si pelanggar ini mencuri lagi untuk yang kedua kali, satu dari tangannya akan
dipotong. Bila si pelanggar ini melakukan kejahatan yang ketiga, tangannya yang lain akan
dipotong. Bila dia melakukan kejahatan yang keempat, dia akan dihukum mati.
Suatu hari, seorang penjahat dibawa kepada presiden itu setelah tertangkap melakukan
kejahatan yang keempat kalinya. Yang mengejutkan bagi sang presiden ini, si pelanggar itu adalah
putranya sendiri. Sang presiden menjawab dengan berkata, ―Bukan aku yang memerintahkan
supaya engkau dibunuh. Adalah hukum yang menghukum engkau.‖
Kita tahu bahwa Bapa kita tidak pernah akan meninggalkan
kita sendirian di dalam kesulitan-kesulitan kita.
Sebagai orang-orang Kristen, hukum Allah yang menghukum kita. Tetapi tidak seperti
presiden El Salvador tahun 1940-an, Allah kita jauh lebih bermurah hati bila menyinggung masalah
pengampunan. Bagaimana tepatnya Dia menyelesaikan masalah itu?
Kita diselamatkan oleh kasih karunia Allah melalui iman (Ef 2:8). ―Tetapi berada di bawah
kasih karunia tidak memberikan izin bagi orang-orang percaya untuk ‗bertekun dalam dosa, supaya
semakin bertambah kasih karunia itu‘ (Rom 6:1). Gantinya, kasih karunia menyediakan kuasa yang
membuat penurutan dan kemenangan atas dosa menjadi satu hal yang mungkin.
―Kematian Kristus meninggikan hukum, menegakkan otoritasnya yang universal. Bila
Sepuluh Hukum bisa diubah, Dia tidak perlu untuk mati. Tetapi karena hukum ini absolut dan tidak
bisa diubah, satu kematian dituntut untuk membayar hukuman yang dijatuhkannya. Tuntutan ini
dipenuhi sepenuhnya oleh Kristus melalui kematian-Nya di salib, membuat kehidupan kekal
tersedia bagi semua yang menerima pengorbanan-Nya yang luar biasa.‖*
Kita tahu bahwa Bapa kita tidak pernah akan meninggalkan kita sendirian di dalam
kesulitan-kesulitan kita. Dia mengutus kepada kita Roh Kudus-Nya untuk menjaga kita supaya
tidak berdosa dan mengubah tabiat kita. Tidak ada di atas bumi ini yang bisa dibandingkan dengan
kasih dan keadilan Bapa kita. Sementara engkau belajar minggu ini tentang penghakiman dan kasih
karunia-Nya, semoga engkau mengalami satu kerinduan yang baru untuk mengikut hanya Dia saja.
____________
*Seventh-day Adventists Believe, 2nd ed., (Boise, ID.: Pacific Press©, 2005), hlm. 275.
Fernando Ayala, San Miguel, El Salvador, and Karen Oyola Palacios, Quito, Perú
SSCQ adalah Pelajaran Sekolah Sabat Resmi yang diterbitkan Dept. SS/PM GC SDA dari orang muda, oleh orang muda, untuk orang muda dan
berjiwa muda di seluruh dunia
Diterjemahkan oleh: Rachel dan Danny Handoko - 2
Kilasan Allah Pelajaran Sekolah Sabat “Collegiate”(SSCQ) Kwartal KE-PERTAMA 2012. Diterbitkan oleh SEIMAN (Surat Elektronik Intra
Masyarakat Advent Nusantara www.seiman.org) ; [email protected] dan SSCQ-Indonesia .; Editor Daniel Saputra,
ManagerYonata Bastian, Sirkulasi: Janette Sepang, (Judul Asli: Collegiate Quarterly, Published by the SSPM Dept. Of General Conference of SDA)
Minggu
22 Januari
Bukti
Terang Yang Ajaib
Yoh 3:20
Kata terang bisa didapati di dalam seluruh Alkitab dari buku Kejadian sampai Wahyu, dan
di banyak tempat dia digunakan dalam hubungan dengan kata kegelapan. Tetapi kata terang dan
kegelapan digunakan dalam cara yang istimewa di dalam Yohanes 1. Di sini terang adalah satu
lambang dari ―kasih Ilahi yang dinyatakan dalam Firman [Yesus Kristus] yang menjadi manusia‖1
sementara kegelapan adalah satu lambang dari ―kegelapan moral dari ketidak tahuan akan kasih dan
belas kasihan Allah dan prospek kematian yang tanpa pengharapan... Adalah untuk mengusir
bayangan kegelapan ini sehingga Terang kehidupan [Yesus] datang ke dalam dunia.‖2 Terang dan
kegelapan seperti itu tidak bisa tinggal bersama-sama. Yang satu mengusir yang lain secara
otomatis. Tidak mungkin kita bisa ―menyukai kejahatan‖ (Yoh 3:20) dan berharap untuk memiliki
Terang kehidupan hidup di dalam hati kita. Setan menyukainya bila hati kita dipenuhi dengan
―kegelapan moral dari dosa.‖3 Adalah tujuan hidupnya untuk memastikan bahwa kegelapan seperti
itu tinggal di dalam hati kita.
Melalui tabiat seperti Kristus dan melalui perbuatanperbuatan kasihNYA, orang-orang Kristen harus
menyatakan Allah kepada dunia seperti yang Yesus
Kristus lakukan
Tetapi, tujuan Allah bagi kita adalah untuk diselamatkan oleh Terang kehidupan -- PutraNya yang mati di salib sebagai ganti kita dan kemudian bangkit kembali tiga hari kemudian.
Dengan demikian kita disanggupkan untuk menjadi ―bangsa yang terpilih, imamat yang rajani,
bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya [kita] memberitakan perbuatanperbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil [kita] keluar dari kegelapan kepada terangNya yang ajaib‖ (1 Pet. 2:9). Di dalam ayat ini, kata-kata ―perbuatan-perbuatan besar‖ mengacu
kepada ―tabiat Allah yang mulia, kasih-Nya yang melimpah, dan persediaan yang penuh kemurahan
untuk keselamatan orang-orang berdosa … Allah memenangkan gereja sebagai harta milik-Nya
sendiri yang istimewa supaya anggota-anggotanya bisa memantulkan tabiat-Nya yang mulia di
dalam kehidupan mereka sendiri dan mengabarkan kebaikan dan belas kasihan-Nya kepada semua
orang. Melalui tabiat seperti Kristus dan melalui perbuatan-perbuatan kasihNYA, orang-orang
Kristen harus menyatakan Allah kepada dunia seperti yang Yesus Kristus lakukan.‖4
REAKSI
1. Bagaimana kita bisa tahu apakah kita memiliki Terang itu dalam hati kita?
2. Mintalah Roh Kudus untuk menolong engkau meneliti kehidupanmu sendiri untuk
melihat apakah engkau ―menyatakan Allah kepada dunia sebagaimana Yesus.‖
____________
1. The Seventh-day Adventist Bible Commentary, 1st ed., pp. 898, 899.
2. Ibid., hlm. 899.
3. Ibid.
4. Ibid., 2nd ed., hlm. 562.
Kevin Parada, Alajuela, Costa Rica
SSCQ adalah Pelajaran Sekolah Sabat Resmi yang diterbitkan Dept. SS/PM GC SDA dari orang muda, oleh orang muda, untuk orang muda dan
berjiwa muda di seluruh dunia
Diterjemahkan oleh: Rachel dan Danny Handoko - 3
Kilasan Allah Pelajaran Sekolah Sabat “Collegiate”(SSCQ) Kwartal KE-PERTAMA 2012. Diterbitkan oleh SEIMAN (Surat Elektronik Intra
Masyarakat Advent Nusantara www.seiman.org) ; [email protected] dan SSCQ-Indonesia .; Editor Daniel Saputra,
ManagerYonata Bastian, Sirkulasi: Janette Sepang, (Judul Asli: Collegiate Quarterly, Published by the SSPM Dept. Of General Conference of SDA)
Senin
23 Januari
Kejadian 3; 6; Yoh.
3:17–21; 1 Kor. 3:13;
2 Kor. 5:10; Why.
14:6, 7
Logos
Penghakiman dan Kasih Karunia—Bekerja
Bersama-sama
Di dalam Alkitab, kasih karunia dan penghakiman berkaitan satu sama lain. Pelajaran hari
ini menelaah keterkaitan itu.
Pada Mulanya (Kejadian 3; 6)
Kita mendapati contoh kasih karunia dan penghakiman segera setelah Allah menciptakan
dunia ini. Adam dan Hawa tidak mematuhi Allah ketika mereka makan dari pohon yang Dia
perintahkan supaya mereka jauhi. Kain mempersembahkan korban yang tidak benar kepada Allah,
menjadi cemburu atas adiknya yang mempersembahkan korban yang pantas, dan kemudian
membunuhnya. Pada zaman Nuh, dunia sudah begitu penuh dengan dosa, sehingga Allah berkata
kepada Nuh bahwa Dia akan membinasakannya dan Nuh harus membuat sebuah bahtera untuk
menyelamatkan keluarganya dan jenis-jenis binatang ciptaan-Nya. Bahkan sesudah itu, dosa
kembali dengan begitu hebatnya sehingga Allah melihat perlunya untuk menghancurkan dua
kota—Sodom dan Gomorrah. Di dalam masing-masing kejadian ini, kita melihat satu pola:
Allah mengutus Putra-Nya untuk menjalani kematian kekal yang
seharusnya kita alami karena dosa-dosa kita
1. Seseorang melakukan satu dosa.
2. Allah menjatuhkan penghakiman atas si orang berdosa.
3. Allah menawarkan kasih karunia kepada si orang berdosa.1
Marilah kita melihat kepada pola ini dalam terang situasi Adam dan Hawa:
1. Mereka memutuskan untuk berdosa ketika mereka makan dari pohon yang Allah perintahkan
untuk mereka jauhi.(Kej. 3:6).
2 dan 3. Kemudian Allah menjatuhkan penghakiman atas diri mereka berdua (Kej. 3:16-19), satu
penghakiman yang menyatakan kasih karunia Allah karena dia ―bertujuan baik untuk memulihkan
dan membatasi.‖2 Allah bahkan mendemonstrasikan kasih karunia-Nya ketika Dia menanyai
mereka, ―Di mana engkau?‖ tepat setelah mereka telah berdosa. ―Panggilan ini janganlah kita lihat
sebagai penghukuman gantinya satu undangan untuk berbalik kembali kepada Allah dan menjauh
dari Setan dan belenggu dosa yang telah dia bawa ke dalam dunia. [Di sini] Sang Pencipta
membawakan Diri-Nya sebagai Juruselamat dengan satu panggilan yang menawarkan kasih
karunia.‖3
Yesus Mengampuni Kita (Yoh. 3:16–21)
Allah mengutus Putra-Nya untuk menjalani kematian kekal yang seharusnya kita alami
karena dosa-dosa kita. Ketika kita menerima korban Yesus demi kita, kita dinyatakan tidak
bersalah di hadapan Bapa. ― ‗Barangsiapa percaya kepada-Nya, ia tidak akan dihukum;
barangsiapa tidak percaya, ia telah berada di bawah hukuman, sebab ia tidak percaya dalam nama
Anak Tunggal Allah. Dan inilah hukuman itu, Terang telah datang ke dalam dunia, tetapi manusia
SSCQ adalah Pelajaran Sekolah Sabat Resmi yang diterbitkan Dept. SS/PM GC SDA dari orang muda, oleh orang muda, untuk orang muda dan
berjiwa muda di seluruh dunia
Diterjemahkan oleh: Rachel dan Danny Handoko - 4
Kilasan Allah Pelajaran Sekolah Sabat “Collegiate”(SSCQ) Kwartal KE-PERTAMA 2012. Diterbitkan oleh SEIMAN (Surat Elektronik Intra
Masyarakat Advent Nusantara www.seiman.org) ; [email protected] dan SSCQ-Indonesia .; Editor Daniel Saputra,
ManagerYonata Bastian, Sirkulasi: Janette Sepang, (Judul Asli: Collegiate Quarterly, Published by the SSPM Dept. Of General Conference of SDA)
lebih menyukai kegelapan dari pada terang, sebab perbuatan-perbuatan mereka jahat. ‘ ‖ (Yoh
3:18, 19).
Adalah penting untuk mengingat bahwa menerima kasih karunia-Nya tidak memberikan
kepada kita izin untuk terus melanjutkan dalam dosa. Bila kita sungguh-sungguh menerima kasih
karunia-Nya, Roh Kudus akan hidup di dalam hati kita dan mengubahkan kehidupan kita (Gal.
5:16‒23).
Takut Akan Hari Penghakiman? (Pkh. 12:14; 1 Kor. 3:13; 2 Kor. 5:10; 1 Yoh. 4:17)
Berapa seringkah engkau telah melihat satu penghakiman yang tidak adil di dalam berita?
Pernahkah engkau mendengar tentang seseorang yang dipenjarakan secara tidak adil? Bahkan di
dalam Alkitab, kita memiliki contoh Yusuf yang dihakimi dengan tidak adil oleh manusia (Kej.
39:1‒21). Penghakiman manusia dibutakan oleh begitu banyak hal. Jadi adalah penting untuk
tidak membandingkan penghakiman manusia dengan penghakiman Allah. Banyak orang yang
takut bila mereka memikirkan tentang penghakiman terakhir Allah, tetapi itu disebabkan karena
mereka memikirkan tentang penghakiman manusia dan tidak memahami penghakiman Allah.
Bila engkau telah menerima Kristus sebagai Juruselamatmu dan memiliki Roh Kudus di
dalam hatimu, engkau tidak perlu takut kepada penghakiman. Engkau tidak perlu memiliki
ketakutan untuk dihukum. Satu Yohanes 4:17 meyakinkan kita bahwa ―kita mempunyai
keberanian percaya pada hari penghakiman, karena sama seperti Dia, kita juga ada di dalam dunia
ini.‖ (1 Yoh. 4:17).
Pekabaran Malaikat Pertama (Why. 14:6, 7)
Bagaimana kita bisa takut akan satu Allah yang akan menghakimi kita bila Dia adalah Allah
yang sama yang sejak dari berawalnya waktu memiliki satu rencana untuk menyelamatkan manusia
bahkan sebelum mereka menjadi orang yang berdosa? Betapa menakjubkannya untuk percaya kepada
satu Allah yang telah bersedia bagi kebuAllah kita bahkan sebelum kita membutuhkannya. Dalam
Wahyu 14:6, 7, kita membaca pekabaran malaikat yang pertama. Itu adalah pekabaran Injil yang kekal.
Di sini kita membaca sekali lagi bahwa pekabaran Allah ditujukan kepada setiap orang (Yoh 3:16).
Dan sekali lagi, itu adalah satu pekabaran yang penuh kasih karunia, karena dia ―disertai oleh satu
panggilan dan satu peringatan yang menyatakan bahwa hari keselamatan belum berlalu. Orang masih
bisa berbalik kepada Allah dan melepaskan diri dari kemurkaan yang akan tiba.‖4
Ada jutaan orang yang tidak mengenal Injil. Banyak yang tidak siap bagi penghakiman yang
terakhir. Kita sedang membagikan kasih karunia-Nya bila kita memberitakan kepada orang lain
tentang keselamatan-Nya sama seperti kita menerima kasih karunia-Nya ketika kita pertama kali
percaya.
REAKSI
1. Ulangi kembali pola dari dosa, penghakiman, dan kasih karunia yang didiskusikan di awal pelajaran
hari ini. Bagaimana engkau melihat pola ini di dalam kehidupan Kain, di dalam kisah air bah, dan di
dalam kasus Sodom dan Gomorra? Bagaimana engkau melihatnya di dalam kehidupanmu sendiri?
2. Mengapa adalah mustahil untuk memisahkan kasih karunia Allah dari
penghakiman-Nya?
3. Mengapakah belas kasihan dan kasih karunia Allah tidak memberikan kepada kita izin untuk
melanjutkan hidup dalam dosa?
____________
1. Handbook of Seventh-day Adventist Theology, George Reid, general editor. ―Divine Judgment,‖ Gerhard F. Hasel (Hagerstown, MD.: Review
and Herald©, 2000), hlm. 819.
2. Ibid.
3. Ibid.
4. The Seventh-day Adventist Bible Commentary, vol. 7. 2nd ed., hlm. 828.
Heber David Morán Zeledón, San Salvador, El Salvador
SSCQ adalah Pelajaran Sekolah Sabat Resmi yang diterbitkan Dept. SS/PM GC SDA dari orang muda, oleh orang muda, untuk orang muda dan
berjiwa muda di seluruh dunia
Diterjemahkan oleh: Rachel dan Danny Handoko - 5
Kilasan Allah Pelajaran Sekolah Sabat “Collegiate”(SSCQ) Kwartal KE-PERTAMA 2012. Diterbitkan oleh SEIMAN (Surat Elektronik Intra
Masyarakat Advent Nusantara www.seiman.org) ; [email protected] dan SSCQ-Indonesia .; Editor Daniel Saputra,
ManagerYonata Bastian, Sirkulasi: Janette Sepang, (Judul Asli: Collegiate Quarterly, Published by the SSPM Dept. Of General Conference of SDA)
Selasa
24 Januari
Kesaksian
Dia Mengenal Namamu
Keluaran
34:6, 7
―Anak Domba itu, yang murka-Nya akan begitu besar bagi mereka yang mencemooh kasih
karunia-Nya, akan menjadi kasih karunia dan kebenaran dan kasih dan berkat bagi semua yang
telah menerima Dia. . . . . Terang dan kemuliaan Allah bagi umat pemelihara hukum-Nya adalah
kegelapan bagi mereka yang tidak percaya. Mereka melihat bahwa adalah satu hal yang
menakutkan untuk jatuh ke dalam tangan Allah yang hidup. Lengan yang diulurkan, kuat untuk
menyelamatkan semua yang datang kepada-Nya, adalah juga kuat untuk menjatuhkan
penghakiman-Nya atas semua yang tidak mau datang kepada-Nya supaya mereka boleh
memperoleh kehidupan. Allah mengizinkan, sementara belas kasihan masih tinggal, sementara
suara undangan masih terdengar, supaya boleh ada yang berbalik kepada Allah. Persediaan yang
pasti telah dibuat untuk perlindungan setiap jiwa dan perisai bagi mereka yang telah memelihara
perintah-perintah-Nya sampai murka itu telah berlalu.1
“Aku telah menuliskan nama mereka
di telapak tangan-Ku..”
―‖Kemudian mereka yang menikam Dia akan berseru kepada batu-batu dan gununggunung supaya menimpa mereka dan menyembunyikan mereka dari wajah-Nya yang duduk di
atas takhta itu dan dari murka Anak Domba, karena hari besar kemurkaan-Nya telah tiba, dan
siapakah yang sanggup bertahan? ‗Murka Anak Domba‘ -- Dia yang senantiasa menunjukkan
Diri-Nya penuh dengan kelembutan, dan kesabaran yang tak terhingga, yang telah menyerahkan
Diri-Nya sebagai korban, yang dituntun seperti anak domba ke pembantaian untuk menyelamatkan
orang-orang berdosa dari maut yang sekarang sedang menjatuhi mereka karena mereka tidak mau
mengizinkan Dia untuk membuang kesalahan mereka.‖2
―Sementara Yesus masih memohon bagi mereka yang menjadi sasaran kasih karunia-Nya,
Setan menuduh mereka di hadapan Allah sebagai para pelanggar. Penipu yang besar itu telah
berusaha untuk memimpin mereka kepada skeptisisme, untuk menyebabkan mereka supaya
kehilangan keyakinan kepada Allah, untuk memisahkan diri mereka sendiri dari kasih-Nya, dan
untuk melanggar hukum-Nya. Sekarang dia menunjuk kepada catatan kehidupan mereka,
kelemahan-kelemahan tabiat mereka, ketidakserupaan dengan Kristus, yang telah menghina
Penebus mereka, kepada semua dosa-dosa yang adalah godaan darinya untuk mereka perbuat, dan
karena semua ini dia menuntut diri mereka sebagai bawahan-bawahannya.
―Yesus tidak memaafkan dosa-dosa mereka, tetapi menunjukkan pertobatan dan iman
mereka, dan, menuntut pengampunan bagi mereka, Dia mengangkat tangan-Nya yang terluka di
hadapan Bapa dan malaikat-malaikat kudus, berkata: Aku mengenal nama mereka. Aku telah
menuliskan nama mereka di telapak tangan-Ku.‖3
____________
1. That I May Know Him, hlm. 356.
2. Manuscript Releases, vol. 21, hlm. 350.
3. The Great Controversy (Kemenangan Akhir), hlm. 484.
Ruth Jenniffer Paz Herrera, Soyapango, San Salvador, El Salvador
SSCQ adalah Pelajaran Sekolah Sabat Resmi yang diterbitkan Dept. SS/PM GC SDA dari orang muda, oleh orang muda, untuk orang muda dan
berjiwa muda di seluruh dunia
Diterjemahkan oleh: Rachel dan Danny Handoko - 6
Kilasan Allah Pelajaran Sekolah Sabat “Collegiate”(SSCQ) Kwartal KE-PERTAMA 2012. Diterbitkan oleh SEIMAN (Surat Elektronik Intra
Masyarakat Advent Nusantara www.seiman.org) ; [email protected] dan SSCQ-Indonesia .; Editor Daniel Saputra,
ManagerYonata Bastian, Sirkulasi: Janette Sepang, (Judul Asli: Collegiate Quarterly, Published by the SSPM Dept. Of General Conference of SDA)
Rabu
25 Januari
Kejadian 3
Bagaimana
Kesedihan dan Kebahagiaan
Sementara kita membaca Kejadian 3, kita mengalami kesedihan dan kebahagiaan. Di dalam
Alkitab saya pasal ini diberi judul ―Ketidak penurutan yang Tragis.‖ Mungkin judul pasal yang
lebih baik adalah ―Allah Menunjukkan kepada Orang-orang Berdosa Bagaimana Caranya
Memperoleh Kemenangan,‖karena bersamaan dengan penghakiman, Dia juga mengulurkan kasih
karunia-Nya kepada orang-orang berdosa yang pertama. Bagaimana kita bisa lebih baik memahami
dan menerapkan kasih karunia Allah ke dalam kehidupan kita, khususnya di saat-saat penghakiman
setelah kita berbuat dosa?
Kasih Allah bagi kita bahkan setelah kita
berdosa ditunjukkan di dalam respons-Nya
kepada kejatuhan Adam dan Hawa
Akuilah bahwa Allah adalah Allah baik atas penghakiman maupun atas kasih karunia.
Kenyataannya, kasih karunia-Nya ada karena penghakiman-Nya. Keselamatan ―dan penghakiman
memantulkan tabiat kembar dari belas kasihan dan keadilan didalam sifat Allah.‖*
Percayailah kasih-Nya. Kasih Allah bagi kita bahkan setelah kita berdosa ditunjukkan di
dalam respons-Nya kepada kejatuhan Adam dan Hawa. Bahkan setelah mereka melakukan apa
yang Allah telah larang, Dia pergi untuk mencari mereka di ―saat hari sejuk‖ seperti kebiasaan-Nya
(Kej 3:8, 9). Dia datang bukan hanya untuk menghakimi mereka (ayat 16-19), tetapi untuk
memberikan kepada mereka pengharapan akan seorang Juruselamat yang dilambangkan oleh
pakaian kulit yang dibuat-Nya bagi mereka (ayat 20) dan melalui korban seekor anak domba. (Kej
4:4).
Percayailah Firman-Nya. Ketika saya masih muda orang tua saya melarang saya memegang
perkakas yang tajam karena mereka bisa melukai saya. Tetapi, seperti kebanyakan anak-anak, ada
saat-saat ketika saya tidak mempercayai perintah mereka untuk tidak bermain-main dengan bendabenda seperti itu. Ketidak penurutan saya biasanya berakibat saya terluka. Demikian pula, kita
harus belajar untuk mempercayai perintah-perintah Allah. Bila melalui kasih karunia Allah kita
berbuat demikian, kita tidak akan bersembunyi dari Dia seperti yang dilakukan Adam dan Hawa.
Gantinya, kita akan menyambut kehadiran-Nya di dalam kehidupan kita.
Menjadi seorang muda menurut hati Allah. Daud, Raja Israel yang besar adalah seorang
pria menurut hati Allah (Kis 13:22). Bila engkau bertanya kepada-Nya (Mzm 86:11), Dia juga akan
menolong engkau berjalan di sisi-Nya.
REAKSI
Mengapakah keadilan dan kasih karunia Allah begitu penting bagi orang-orang Kristen?
____________
** Gerhard F. Hasel, ―Divine Judgment,‖ in Handbook of Seventh-day Adventist Theology,
ed. George Reid (Hagerstown, Md.: Review and Herald®, 2000), hlm. 815.
Silvana Peña, Cojutepeque, San Salvador, El Salvador
SSCQ adalah Pelajaran Sekolah Sabat Resmi yang diterbitkan Dept. SS/PM GC SDA dari orang muda, oleh orang muda, untuk orang muda dan
berjiwa muda di seluruh dunia
Diterjemahkan oleh: Rachel dan Danny Handoko - 7
Kilasan Allah Pelajaran Sekolah Sabat “Collegiate”(SSCQ) Kwartal KE-PERTAMA 2012. Diterbitkan oleh SEIMAN (Surat Elektronik Intra
Masyarakat Advent Nusantara www.seiman.org) ; [email protected] dan SSCQ-Indonesia .; Editor Daniel Saputra,
ManagerYonata Bastian, Sirkulasi: Janette Sepang, (Judul Asli: Collegiate Quarterly, Published by the SSPM Dept. Of General Conference of SDA)
Kamis
26 Januari
Pendapat
Pikiran Allah yang Indah
Yohanes 3:16
Penghakiman adalah satu kata yang membuat hampir semua orang takut. Biasanya
penghakiman diterapkan atas kasus manapun di mana ada seseorang yang bersalah. Menurut
hukum, moralitas, etika, pengacara, dan hakim, penghakiman dijatuhkan atas seseorang yang
bersalah melakukan suatu pelanggaran.
Orang tua kadang-kadang menjatuhkan penghakiman atas anak-anak mereka bila mereka
tidak patuh. Tetapi tidaklah mudah bagi anak-anak untuk mengerti bagaimana orang tua mereka
bisa mendisiplin mereka dan mengasihi mereka pada saat yang sama. Kenyataannya sebagian orang
dewasa bahkan berpikir bahwa mengasihi anak-anak mereka tidak bisa disamakan dengan
mendisiplin mereka. Di pihak lain, bagaimanakah mungkin mengasihi seorang anak menuntut
orang tuanya untuk memanjakan mereka?
Yesus membayar harganya di salib supaya kita bisa dengan
cuma-cuma menerima kasih karunia-Nya. Dan betapa besar
harganya itu!
Kasih mencakup lebih dari sekedar membuat orang lain bahagia. Dia juga berkaitan dengan
menasihati, menuntun, dan mengoreksi mereka di mana perlu. Kasih juga mencakup membiarkan
seseorang ―menderita‖ konsekuensi dari tindakan-tindakan dan keputusan-keputusannya.
Allah mengizinkan kita untuk bertingkah laku sebagaimana yang kita maui. Dia tidak
pernah memaksa kita untuk mematuhi Dia. Tetapi Dia telah memberikan kepada kita Alkitab untuk
mengajar kita bagaimana caranya menghidupkan satu kehidupan yang kudus bila kita
menghendakinya. Melalui kasih karunia-Nya, dan dengan seizin kita, Dia memimpin kita di jalan
yang benar menurut kasih-Nya yang kekal. Dia menerangi jalan kita, dan sementara kita menerima
berkat-berkat-Nya, kita belajar bahwa Dia menghendaki yang terbaik bagi kita. Tetapi bila kita
menyimpang dan sesat, Dia akan menjatuhkan penghakiman. Tetapi janganlah pernah lupa, bahwa
bersama penghakiman-Nya juga datang kasih karunia-Nya bila kita mau menerimanya. Yesus
membayar harganya di salib supaya kita bisa dengan cuma-cuma menerima kasih karunia-Nya. Dan
betapa besar harganya itu! Hidup-Nya dan ketakutan-Nya bahwa Dia akan selamanya terpisah dari
Bapa-Nya. Mengapa ada orang yang mau berpaling dari kasih seperti itu?
REAKSI
Gunakan waktu beberapa saat untuk berpikir tentang Kristus yang mati bagimu. Bayangkan
penderitaan-Nya di salib. Pikirkan tentang dosa-dosamu yang menempatkan Dia di sana. Kemudian
renungkan bagaimana penghakiman dan kasih karunia Allah bisa mengubah kehidupanmu menjadi
lebih baik.
Roxana Lisset Cruz Jovel, Santa Tecla, El Salvador
SSCQ adalah Pelajaran Sekolah Sabat Resmi yang diterbitkan Dept. SS/PM GC SDA dari orang muda, oleh orang muda, untuk orang muda dan
berjiwa muda di seluruh dunia
Diterjemahkan oleh: Rachel dan Danny Handoko - 8
Kilasan Allah Pelajaran Sekolah Sabat “Collegiate”(SSCQ) Kwartal KE-PERTAMA 2012. Diterbitkan oleh SEIMAN (Surat Elektronik Intra
Masyarakat Advent Nusantara www.seiman.org) ; [email protected] dan SSCQ-Indonesia .; Editor Daniel Saputra,
ManagerYonata Bastian, Sirkulasi: Janette Sepang, (Judul Asli: Collegiate Quarterly, Published by the SSPM Dept. Of General Conference of SDA)
Jum‘at
27 Januari
Eksplorasi
Hubungan Antara Penghakiman dan
Kasih Karunia
Gal.
5:16‒26
SIMPULAN
Bila orang memikirkan tentang penghakiman Allah, mereka biasanya berpikir tentang
penghukuman. Tetapi pelajaran minggu ini telah menunjukkan kepada kita bagaimana penghakiman
Allah itu juga bersifat menyembuhkan. Itu disebabkan oleh karena penghakiman-Nya diikuti oleh
penawaran kasih karunia.
Bila kita menerima kasih karunia Allah oleh iman, Roh Kudus-Nya tinggal di dalam hati kita
dan kita menghidupkan satu kehidupan yang baru melalui kuasa-Nya. Dari tahun ke tahun, sementara
Roh mengubah tabiat kita, nafsu-nafsu dan keinginan duniawi kita akan menguap seperti kabut diterangi
terbitnya matahari.
RENUNGKAN
 Menggambar satu diagram-T. Berilah label ―Penghakiman‖ bagi sebelah kiri dan ―Kasih karunia‖
bagi sebelah kanan. Kemudian di sebelah kiri, daftarkan paling sedikit tiga saat di dalam
kehidupanmu di mana Allah menjatuhkan penghakiman atas hidupmu. Di sisi lain diagram itu,
setelah setiap saat penghakiman, tuliskan bagaimana kasih karunia Allah terbukti menyembuhkan
dan membatasi (Membaca ulang bagian pertama pelajaran hari Senin akan menolongmu dengan
proyek ini).
 Pikirkan bagaimana hidupmu bila Allah hanyalah allah atas penghakiman. Bila demikian halnya,
bagaimanakah rupa kehidupanmu? Kemudian pikirkan bagaimana kehidupanmu sesungguhnya
karena Dia mengaitkan penghakiman dengan kasih karunia.
 Merancang satu situs Web yang menjelaskan hubungan antara penghakiman dan kasih karunia
Allah. Pilihlah salah satu kisah yang disebutkan di bagian pertama pelajaran hari Senin sebagai
fokus situsmu. Gambar-gambar dan lambang-lambang apa yang akan engkau gunakan untuk
menggambarkan kisah itu, penghakiman Allah, dan kasih karunia-Nya?
 Mendramakan bersama teman-temanmu satu kisah dari Alkitab yang menggambarkan hubungan
antara penghakiman dan kasih karunia Allah. Setelah itu, biarlah setiap peserta mendiskusikan
bagaimana rasanya untuk menjadi karakter mereka dalam kisah itu. Mainkan satu atau dua kali lagi,
dengan berganti peran dan mengulangi diskusi sesudahnya.
 Menyanyikan lagu ―Cover With His Life‖ dari The Seventh-day Adventist Hymnal, no. 412.
Kemudian pikirkan tentang bagaimana lagu itu membicarakan tentang hubungan antara
penghakiman Allah dan kasih karunia-Nya. Bila engkau disuruh menulis ayat yang kelima tentang
pengalaman pribadimu dengan penghakiman dan kasih karunia Allah, bagaimanakah bunyinya?
 Memandang matahari terbit yang indah sementara merenungkan bagaimana menerima kasih karunia
Allah membuat setiap hari yang baru di dalam kehidupanmu lebih ajaib dari hari sebelumnya. (Bila
engkau tidak berada di tempat yang aman untuk berada di luar memandang matahari terbit, carilah
satu gambar tentangnya di Internet untuk menolongmu memusatkan pikiranmu)
HUBUNGKAN
Patriarchs and Prophets (Para Nabi dan Bapa), bab 3, 5, 7.
Clara Reynolds, Fairfax, Virginia, U.S.A.
SSCQ adalah Pelajaran Sekolah Sabat Resmi yang diterbitkan Dept. SS/PM GC SDA dari orang muda, oleh orang muda, untuk orang muda dan
berjiwa muda di seluruh dunia
Diterjemahkan oleh: Rachel dan Danny Handoko - 9
Download