115-12-012 JURUSAN PENDIDIKAN GURU

advertisement
PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR IPA MATERI SIFAT-SIFAT
CAHAYAMENGGUNAKANMETODE DEMONSTRASI PADA SISWA KELAS V
SEMESTER II
MI MA’HAD ISLAM DESA PLALAR KECAMATAN GETASAN
KABUPATEN SEMARANGTAHUN AJARAN 2016/2017
SKRIPSI
Diajukan untuk Memperoleh Gelar
Sarjana Pendidikan
NOVITA NUR AFIFAH
NIM : 115-12-012
JURUSAN PENDIDIKAN GURU MADRASAH IBTIDAIYAHFAKULTAS
TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN (FTIK)
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI SALATIGA
TAHUN 2016 / 2017
ii
PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR IPA MATERI SIFAT-SIFAT CAHAYA
MENGGUNAKAN METODE DEMONSTRASI PADA SISWA KELAS V SEMESTER II
MI MA’HAD ISLAM DESA PLALAR KECAMATAN GETASAN
KABUPATEN SEMARANGTAHUN AJARAN 2016/2017
SKRIPSI
Diajukan untuk Memperoleh Gelar
Sarjana Pendidikan
NOVITA NUR AFIFAH
NIM : 115-12-012
JURUSAN PENDIDIKAN GURU MADRASAH IBTIDAIYAHFAKULTAS
TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN (FTIK)
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI SALATIGA
TAHUN 2016 / 2017
iii
iv
v
PERNYATAAN KEASLIAN TULISAN
Saya yang bertanda tangan di bawah ini:
Nama
: Novita Nur Afifah
NIM
: 115-12-012
Fakultas
: Fakultas Tarbiyah Dan Ilmu Keguruan
Program Studi : Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah
Menyatakan bahwa Skripsi yang saya tulis ini benar-benar merupakan hasil karya saya
sendiri, bukan jiplakan dari karya tulis orang lain. Pendapat atau temuan orang lain yang
terdapat dalam skripsi ini dikutip atau dirujuk berdasarkan kode etik ilmiah.
Salatiga, 19 Agustus 2016
Yang Menyatakan
Novita Nur Afifah
vi
MOTTO
Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku semata hanya
untuk Allah, tuhan serta sekalian alam.
vii
PERSEMBAHAN
Skripsi ini penulis persembahkan untuk:
1. Allah SWT tuhan semesta alam.
2. Bapakku Sardiyanto dan Ibuku Sudarti yang selalu mencurahkan dukungan,
kasih sayang serta do’anya yang tanpa henti.
3. Adikku Muhammad Fathul Wahab.
4. Keluarga besarku yang selalu memberikan motivasi dan semangat dalam
segala situasi.
5. Muhammad Romi Rifki, sahabat sekaligus saudara yang sangat istimewa
6. Teman-teman terbaikku, Miggi Aisyah Safitri, Desy Retno Larasati dan Nofita
Nur Hidayati yang telah bersedia menemani dan memberikan dorongan
terbaiknya.
viii
ABSTRAK
Afifah, Novita Nur, 2016. Peningkatan Prestasi Belajar IPA Materi Sifat-sifat Cahaya
Menggunakan Metode Demonstrasi pada Siswa Kelas V Semester
II MI Ma’had Islam desa Plalar kecamatan Getasan Kabupaten
Semarang Tahun Ajaran 2016/2017. Skripsi Fakultas Tarbiyah Dan
Ilmu Keguruan,Jurusan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah,
Institut Agama Islam Negeri Salatiga. Pembimbing: Peni Susapti
M. Si
Kata Kunci: Prestasi Belajar IPA, Metode Demonstrasi
Berdasarkan pengamatan, selama ini MI Ma’had Islam Desa Plalar sebagian
besar siswanya kurang menyukai terhadap pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam. Hal
tersebut dapat dilihat dari hasil ulangan harian serta ulangan semester mata pelajaran
IPA yang terbilang rendah yaitu rata-rata siswa mendapatkan nilai dibawah KKM 70
sebanyak lebih dari 50 persen dari keseluruhan siswa. Hal ini dapat disebabkan oleh
kurangnya kreativitas pengajar, sehingga siswa kurang aktif pada saat proses
belajar mengajar di kelas.Penelitian ini digunakan untuk menjawab permasalahan, yaitu
apakah penggunaan metode demonstrasi dapat meningkatkan prestasi mata pelajaran
Ilmu Pengetahuan Alam Materi Sifat-sifat Cahaya pada siswa kelas V Semester II MI
Ma’had Islam Desa plalar Kecamatan Getasan Kabupaten Semarang tahun ajaran
2016/2017.
Berdasarkan permasalahan diatas, maka peneliti menggunakan Penelitian
Tindakan Kelas. Adapun langkah-langkah dalam penelitian tindakan kelas ini yaitu
perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi yang dilakukan dalam tiga siklus.
Kesimpulan dari penelitian ini adalah: pembelajaran IPA materi sifat-sifat
Cahaya menggunakan metode demonstrasi dapat meningkatkan: pertama hasil belajar
siswadalam belajar mengajar (KBM), pada siklus I, Siklus II, dan siklus III. Kedua hasil
belajar tersebut yaitu siswa yang tuntas pada siklus I rata-rata nilai 69,2, siklus II 70,6,
dan siklus III 79,5.
ix
Kata Pengantar
Bismillahirrahmanirrohim
Syukur Alhamdulillah penulis panjatkan kepada AllahSWT, yang telah
memberikan petunjuk kepada manusia menuju kebaikan. Shalawat serta salam
semoga terlimpah kepada Uswah Khasanah Rasulullah SAW.
Berkat Inayah Allah jualah penulis mampu menyelesaikan penyusunan
skripsi
ini
yang
sederhana
ini,
untuk
memperoleh
gelar
sarjana
dalam
Ilmu
memenuhi
Tarbiyah
tugas
dan syarat
guna
Jurusan Pendidikan
Guru
Madrasah Ibtidayah. Semoga penulis dan pembaca umumnya bisa mengambil
manfaat dari tulisan ini. Penulis menulis skripsi dengan judul: “Peningkatan Prestasi
Belajar IPA Materi Sifat-sifat Cahaya Menggunakan Metode Demonstrasi pada Siswa
Kelas V Semester II MI Ma’had Islam Desa Plalar Kecamatan Getasan Kabupaten
Semarang Tahun Ajaran 2016/2017”.
Ucapan terima kasih sedalam-dalamnya, penulis sampaikan kepada yang
terhormat :
1. Bapak Dr. H. Rahmat Hariyadi, M.Pd, selaku Rektor IAIN Salatiga.
2. Bapak Suwardi, M.Pd, selaku Dekan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN
Salatiga
3. Ibu Peni Susapti, M.Si,
selaku
Ketua
Jurusan Pendidikan Guru Madrasah
Ibtidaiyah dan selaku pembimbing yang telah meluangkan waktu, tenaga,
x
pikirannya dengan penuh kesabaran dan kebijaksanaannya dalam memberikan
bimbingan, pengarahan, sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini sejak
awal hingga skripsi ini selesai.
4. Bapak dan Ibu Dosen serta karyawan IAIN Salatiga yang telah memberikan
berbagai ilmu pengetahuan kepada penulis selama menuntut ilmu di bangku kuliah.
5. Bapak Amir, S.Pd, selaku Kepala Madrasah Ibtidaiyah Ma’had Islam serta para
karyawan yang telah membantu memberikan informasi serta data penelitian
tentang Madrasah Ibtidaiyah Ma’had Islam, juga kepada para siswa yang telah
banyak membantu.
6. Kedua orang tua dan keluarga penulis yang telah rela berkorban baik materi
maupun spiritual.
7. Sahabat-sahabat senasib seperjuangan khususnya PGMI 2012 yang tidak bisa
penulis sebutkan satu persatu.
Besar harapan penulis, semoga amal baik tersebut diterima Allah SWT dan
mendapat pahala yang sepantasnya. Tak lupa penulis mengharapkan saran dan
kritik
yang
bersifat
membangun
demi penyempurnaan
skripsi
ini,
hal
ini
disebabkan keterbatasan pengetahuan dan kemampuan yang dimiliki.
penulis juga menyadaribahwa skripsi ini masih banyak kekurangan bahkan
jauh dari kesempurnaan karena keterbatasan kemampuan serta pengetahuan yang
dimiliki oleh penulis.
Salatiga, 15 Agustus 2016
Penulis
xi
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL..............................................................................
i
PERSETUJUAN PEMBIMBING .........................................................
ii
HALAMAN PENGESAHAN ...............................................................
iii
PERNYATAAN KEASLIAN TULISAN.............................................
iv
MOTTO...................................................................................................
v
PERSEMBAHAN...................................................................................
vi
ABSTRAK .............................................................................................
vii
KATA PENGANTAR ...........................................................................
viii
DAFTAR ISI ........................................................................................
xii
DAFTAR LAMPIRAN .........................................................................
ix
DAFTAR TABEL..................................................................................
xiv
DAFTAR GAMBAR ………………………………………………...
xv
BAB I PENDAHULUAN....................................................................
1
A. Latar Belakang Masalah ....................................................
1
B. Rumusan Masalah ..............................................................
2
C. Tujuan Penelitian.................................................................
3
D. Hipotesis ............................................................................
3
E. Manfaat Penelitian..............................................................
3
F. Definisi Operasional............................................................
4
G. Metodologi Penelitian........................................................
6
H. Sistematika Penulisan ........................................................
12
xii
BAB II KAJIAN PUSTAKA ...................................................................
15
A. Prestasi Belajar ...................................................................... 15
B. Mata Pelajaran IPA...............................................................
25
C. Demonstrasi…….................................................................... 30
D. Konstruktivisme....................................................................... 30
E. Cahaya ………………………………………………………
32
BAB III PELAKSANAAN PENELITIAN ................................................ 37
A. Gambaran Umum Lokasi Penelitian......................................
37
B. Subyek Penelitian ..................................................................
37
C. Pelaksanaan Penelitian........................................................... 38
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ..........................
49
A. Hasil Penelitian..................................................................... 49
B. Pembahasan.......................................................................... 66
C. Faktor Penghambat dan Faktor Pendukung ....................... 70
BAB V PENUTUP ...................................................................................
72
A. Kesimpulan .........................................................................
72
B. Saran ................................................................................... 73
DAFTAR PUSTAKA ............................................................................... 75
xiii
DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran 1 : SK (Surat Kelulusan) IAIN Salatiga
Lampiran 2 : RPP Siklus I, II dan III
Lampiran 3 : Lembar Pengamatan Siswa Siklus I, II dan III
Lampiran 4 : Lembar Pengamatan Guru Siklus I, II dan III
Lampiran 5 : Nilai Siswa Pretest dan Postest Siklus I, II dan III
Lampiran 6 : Dokumen Foto Pelaksanaan Pembelajaran
Lampiran 7 : SK Pelaksanaan Penelitian
Lampiran 8 : Lembar Konsultasi Pembimbing
Lampiran 9 : Daftar SKK
Lampiran 10 : Daftar Riwayat Hidup
xiv
DAFTAR TABEL
Halaman
Tabel 2.1
Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar ……………………... 29
Tabel 3.1
Alokasi Waktu Perbaikan Pembelajaran ………………………… 46
Tabel 4.1
Hasil Nilai Pretest Siklus I ………………………………………... 49
Table 4.2
Hasil Nilai Postest Siklus I ……………………………………….. 51
Table 4.3
Lembar Pengamatan Guru Siklus I ………………………………. 52
Table 4.4
Lembar Pengamatan Siswa Siklus I ……………………………… 53
Tabel 4.5
Hasil Nilai Pretest Siklus II ………………………………………. 55
Table 4.6
Hasil Nilai Postest Siklus II ………………………………………. 57
Table 4.7
Lembar Pengamatan Guru Siklus II …………………………….... 58
Table 4.8
Lembar Pengamatan Siswa Siklus II ……………………………... 59
Tabel 4.9
Hasil Nilai Pretest Siklus III ……………………………………… 61
Table 4.10
Hasil Nilai Postest Siklus III ……………………………………… 63
Table 4.11
Lembar Pengamatan Guru Siklus III ……………………………… 64
Table 4.12
Lembar Pengamatan Siswa Siklus III …………………………….. 64
Tabel 4.13
Ketuntasan Nilai Siswa Siklus I ………………………………….. 66
Tabel 4.14
Ketuntasan Nilai Siswa Siklus II …………………………………. 68
Tabel 4.15
Ketuntasan Nilai Siswa Siklus III ………………………………… 70
Tabel 4.16
Rekapitulasi Hasil Nilai Siswa ……………………………………. 68
Tabel 4.17
Rekapitulasi Hasil Observasi Siswa ………………………………. 68
xv
DAFTAR GAMBAR
Halaman
Gambar 1.1
Siklus Pemecahan Masalah Menurut Arikunto ………………….… 08
Gambar 2.1
Peristiwa Pembiasan Cahaya …………………………………….… 33
Gambar 4.1
Diagram Ketuntasan Nilai Siswa Siklus I ……………………….... 66
Gambar 4.2
Diagram Pengamatan Siswa Siklus I …………………………….... 67
Gambar 4.3
Diagram Ketuntasan Nilai Siswa Siklus II ……………………....... 68
Gambar 4.4
Diagram Pengamatan Siswa Siklus II …………………………....... 69
Gambar 4.5
Diagram Ketuntasan Nilai Siswa Siklus III ……………………...... 70
Gambar 4.6
Diagram Pengamatan Siswa Siklus III …………………………..... 71
Gambar 4.1
Diagram Aktivitas Siswa ………………………………………...... 73
xvi
BAB 1
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pendidikan masih memiliki peranan penting baik formal maupun informal.
Adanya pendidikan yang maju dan berkembang, maka Sumber Daya Manusia akan
lebih terarah dengan baik. Hal ini dapat di lihat dari hasil belajar yang telah
dicapai oleh siswa di Madrasah Ibtidaiyah.
Ditinjau dari segi perkembangannya, seorang guru harus menciptakan
suasana kelas yang hidup, memiliki keterampilan, serta keahlian untuk memilih
penggunaan strategi pembelajaran. Dalam hal ini penggunaan strategi yang dipilih
harus sesuai dengan karakteristik IPA, yaitu inkuiri (mencari tahu) dan
berbuat sehingga dapat membantu peserta didik untuk memperoleh pemahaman
yang lebih mendalam tentang hal-hal yang dipelajari dalam IPA yaitu alam sekitar.
Ilmu Pengetahuan Alam merupakan ilmu dasar yang saat ini mulai berkembang
pesat, baik materi, fungsi dan kegunaannya. Salah satu tujuan pengajaran Ilmu
Pengetahuan
Alam
di
Madrasah
Ibtidaiyah
adalah
untuk mengetahui
keanekaragaman makhluk hidup dan alam semesta. Ilmu Pengetahuan Alam
sebagai induk dari cabang ilmu yang harus dilaksanakan dengan baik, karena
Ilmu Pengetahuan Alam masih dianggap pelajaran yang sulit, sehingga sebagian
siswa kurang tertarik dalam mengikuti pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam.
1
Berdasarkan pengamatan, selama ini MI Ma’had Islam desa Plalar sebagian
besar siswanya kurang menyukai terhadap pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam.
Hal tersebut dapat dilihat dari hasil ulangan harian serta ulangan semester mata
pelajaran IPA yang terbilang rendah yaitu rata-rata siswa mendapatkan nilai
dibawah KKM 70 sebanyak lebih dari 50 persen dari keseluruhan siswa. Hal ini
dapat disebabkan oleh kurangnya kreativitas pengajar, sehingga siswa kurang
aktif pada saat proses belajar mengajar di kelas.
Keberhasilan belajar siswa di kelas dapat dilihat dari bagaimana cara guru
mengajar yang bervariatif sehingga pembelajaran tidak monoton. Salah satu
pembelajaran yang harus dilaksanakan oleh guru adalah menyampaikan materi
dengan baik, dan mampu untuk menemukan sesuatu yang baru dan bermakna
bagi siswa dalam proses belajar mengajar.
Berdasarkan masalah diatas maka peneliti ingin meneliti lebih lanjut dengan
mengangkat judul “Peningkatan Prestasi Belajar IPA Materi Sifat-sifat Cahaya
Menggunakan Metode Demonstrasi pada Siswa Kelas V Semester II MI Ma’had
Islam Desa Plalar Kecamatan Getasan Kabupaten Semarang Tahun Ajaran
2016/2017”.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang maka rumusan masalah dalam penelitian
tindakan kelas ini adalah:
Apakah penggunaan metode demonstrasi dapat
meningkatkan prestasi belajar IPA pada siswa kelas V Semester II MI Ma’had
2
Islam Desa Plalar Kecamatan Getasan Kabupaten Semarang Tahun Ajaran
2016/2017?
C. Tujuan Penelitian
Adapun tujuan penelitian yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah
untuk mengetahui apakah penggunaan Metode demonstrasi dapat meningkatkan
prestasi belajar IPA pada siswa kelas V Semester II MI Ma’had Islam Desa Plalar
Kecamatan Getasan Tahun Ajaran 2016/2017.
D. Hipotesis
Menurut Arikunto (1982: 63) Hipotesis adalah suatu jawaban sementara
terhadap permasalahan yang dirumuskan. Hipotesis dalam penelitian ini yaitu :
Metode demonstrasi dapat meningkatkan prestasi belajar IPA pada siswa kelas V
Semester II MI Ma’had Islam Desa Plalar Kecamatan Getasan Kabupaten
Semarang Tahun Ajaran 2016/2017.
E. Manfaat Penelitian
Manfaat penelitiaan dapat dilihat dari sifat dan sasarannya. Dilihat dari segi sifat,
manfaat penelitian dapat berupa manfaat teoritis dan manfaat praktis.
1. Manfaat Teoritis
Penelitian
ini
dapat
memberikan
kontribusi
bagi
pengembangan
pendidikan pada umumnya, khususnya dapat memperkaya khasanah dunia
pendidikan IPA yang diperoleh dari penelitian di lapangan.
2. Manfaat Praktis
a. Untuk Guru
3
1) Dapat meningkatkan mutu pendidikan IPA di Madrasah Ibtidaiyah.
2) Dapat meningkatkan keterampilan dan kreativitas dalam mengajar
pelajaran IPA.
3) Dapat
diperoleh
strategi
yang
tepat
untuk
meningkatkan
pembelajaran IPA yang telah disampaikan.
b. Untuk Siswa
1) Meningkatkan hasil belajar siswa dari aspek kognitif, afektif, dan
psikomotorik.
2) Meningkatkan keaktifan siswa dalam belajar di kelas.
3) Dapat menumbuhkan semangat belajar siswa pada pelajaran IPA.
c. Untuk Sekolah
1) Dapat meningkatkan mutu pembelajaran IPA di Sekolah.
2) Dapat meningkatkan kualitas pembelajaran IPA di Sekolah.
3) Dapat meningkatkan program Madrasah menjadi lebih baik dan berjalan
dengan lancar.
F. Definisi Operasional
Supaya tidak terjadi perbedaan antara penafsiran dengan maksud utama
penulisan dalam penggunaan kata pada judul, maka akan dijelaskan dalam
definisi operasional sebagai berikut:
1. Prestasi Belajar
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (2007: 895) prestasi belajar adalah
penguasaan pengetahuan atau ketrampilan yang dikembangkan melalui mata
4
pelajaran, lazimnya ditunjukkan dengannilai tes atau angka yang diberikan oleh
guru.
2. Pengertian pelajaran IPA
Pelajaran IPA adalah suatu studi yang banyak berkaitan dengan
manusia dan masyarakat, suatu studi yang memerlukan imajinasi, perasaan,
pengamatan, dan juga analisis (lord Bullock dalam Garnida, 2000: 2).
3. Metode Demonstrasi
Metode demonstrasi adalah cara penyajian bahan pelajaran dengan
memperagakan atau mempertunjukan kepada peserta didik suatu proses, situasi
atau benda tertentu yang sedang dipelajari yang sering disertai penjelasan lisan.
G. Metodologi Penelitian
1. Rancangan Penelitian
Rancangan penelitian yang di terapkan adalah penelitian tindakan kelas.
Istilah “Penelitian Tindakan Kelas” diartikan sebagai bentuk penelitian yang
dilakukan oleh guru dikelasnya sendiri melalui refleksi diri dengan tujuan untuk
memperbaiki kinerjanya sehinggahasil belajar siswa meningkat
(Arikunto,
2006: 91). Dalam penelitian tindakan kelas dilaksanakan tiga siklus tindakan,
setiap siklus terdiri dari (a) perencanaan, (b)
pelaksanaan
tindakan,
(c)
observasi dan (d) refleksi. Tiga siklus tersebut tersebut dilaksanakan
dengan tujuan untuk memperbaiki, baik efektifitas, perhatian siswa maupun
prestasi belajar siswa.
2. Subjek, lokasi, dan waktu penelitian
5
a. Subyek penelitian
Subjek yang saya teliti adalah siswa kelas V semester II MI Ma’had
Islam desa Plalar kecamatan Getasan kabupaten Semarang tahun pelajaran
2016/2017. Dengan jumlah 20 siswa
perempuan
yang
terdiri
dari
10
anak
dan 10 siswa anak laki-laki. Dasar pertimbangan pilihan
subyek yaitu kelas V yang berumur 11-12 tahun dianggap sudah mampu
untuk berpikir secara ilmiah dibandingkan dengan kelas bawah.
b. Lokasi Penelitian
Lokasi
penelitian
ini
adalah
di
MI
Ma’had Islam desa Plalar
kecamatan Getasan kabupaten Semarang. Dengan pertimbangan bahwa
selain karena permasalahan yang ada, lokasi tersebut belum pernah untuk
penelitian.
c. Waktu Penelitian
Penelitian dilakukan pada bulan Juli sampai dengan bulan Agustus 2016.
3. Siklus Penelitian
a. Perencanaan
1) Peneliti
menetapkan
penggunaan
model
konstruktivisme
untuk
pemecahan masalah.
2) Peneliti membuat skenario pembelajaran yang dapat meningkatkan
prestasi belajar dengan meminta masukan dari guru.
3) Membuat alat pembelajaran.
4) Membuat observasi.
6
b. Pelaksanaan Tindakan
Melaksanakan
pembelajaran
sesuai
dengan
skenario
yang
telah
dirancang.
c. Observasi
Pengamatan
dilakukan
bersamaan
dengan
pelaksanaan
tindakan,
keduanya berlangsung dalam waktu yang sama. Kegiatan ini bertujuan untuk
memperoleh dan menggali
data
yang akurat
bagi perbaikan siklus
berikutnya. Observasi dilakukan terhadap guru dan siswa. Pengamatan
yang dilakukan guru adalah mengamati kegiatan peserta didik ketika
proses pembelajaran berlangsung dengan sasaran yang diamati yaitu
keaktifan siswa dalam menemukan konsep yang terkandung dalam materi
pembelajaran, membangun hubungan antara konsep dengan materi lain
sehingga siswa menemukan makna yang terkandung di dalam materi yang
telah dipelajari.
d. Refleksi
Data diperoleh dari tahap observasi yang dianalisis berdasarkan data
tersebut. Guru dapat merefleksikan diri mengenai kegiatan pembelajaran
yang telah dilakukan agar dapat dijadikan landasan untuk menentukan
tindakan kelas pada tahap siklus berikutnya.
Gambar 1.1 Siklus pemecahan masalah menurut Arikunto (2006:16)
7
?
Dalam
Penelitian
tindakan
kelas
ini, peneliti
memerlukan beberapa
siklus/tahapan hingga dapat mencapai hasil yang sesuai dengan indikator
penelitian. Adapun tahap penelitian tersebut yaitu :
a. Perencanaan (Planing)
Peneliti
telah
menyiapkan
rencana
pembelajaran,
media
pembelajaran IPA materi sifat-sifat cahaya yaitu alat peraga seperti
8
karton, hvs, mika, cermin, senter, gelas dll untuk memudahkan siswa
dalam memahami sifat-sifat cahaya. Peneliti mengarahkan siswa untuk
melakukan, mengamati dan menemukan sendiri pengetahuan yang ada.
b. Pelaksanaan Tindakan (Action)
Peneliti menyajikan materi pembelajaran sifat-sifat cahaya dalam
menggunakan alat peraga seperti karton, hvs, mika, cermin, senter, gelas.
c. Pengamatan (Observation)
Peneliti melakukan pengamatan, perhatian siswa, tanggapan siswa, dan
keaktifan siswa ketika mengikuti kegiatan belajar mengajar. Berkaitan
dengan tolak ukur yang di pakai dalam pelaksanaan Observasi, maka
kriteria yang dipakai adalah sebagai berikut:
1) Terjadinya peningkatan praktek pembelajaran, seperti: peningkatan
minat belajar siswa.
2) Terjadinya keterlibatan siswa secara maksimal untuk tercapainya
proses pembelajaran.
3) Terjadinya pembelajaran yang efektif dan menarik bagi siswa maupun
guru.
d. Refleksi (Reflection)
Refleksi dalam penelitian tindakan kelas di pahami sebagai kegiatan
analisis-analisis, pemaknaan, penjelasan dan evaluasi terhadap informasi
yang diperoleh dalam pelaksanaantindakan. Tindakan ini dilakukan pada
saat merancang tindakan, saat tindakan di lakukan dan saat setelah
9
berakhir
kegiatan. Refleksi
di
arahkan pada seluruh konteks
pembelajaran.
4. Instrumen Penelitian
Bentuk instrumen yang dipakai untuk mendapatkan data dari penelitian
ini adalah sebagai berikut:
a. Lembar Observasi
1) Lembar Observasi bagi guru, digunakan untuk mengamati secara
langsung kegiatan guru dalam proses pembelajaran.
2) Lembar Observasi bagi siswa, digunakan untuk mengamati kegiatan
siswa dalam proses pembelajaran yang berlangsung.
b. Pedoman Dokumentasi digunakan untuk mendapatkan gambar umum sekolah,
keadaan proses pembelajaran dan hasil evaluasi yang berlangsung.
c. Lembar Evaluasi/Tes
5. Tehnik Pengumpulan Data
a. Tes
Digunakan untuk mengumpulkan data tentang prestasi belajar siswa
setelah proses pembelajaran.
b. Observasi
Observasi adalah kegiatan pengamatan untuk memotret seberapa jauh
efek tindakan yang menjadi sasaran.
c. Dokumentasi
10
Digunakan untuk mencari data-data mengenai variabel. seperti,
transkip buku, catatan dan sebagainya. Metode ini dipakai untuk
memperoleh gambaran umum sekolah, keadaan guru, keadaan siswa,
serta keadaan sarana dan prasarana.
6. Analisis Data
Analisis data sangat diperlukan guna mengetahui hasil dan atau untuk
menarik kesimpulan yang logis berdasarkan data-data yang telah dikumpulkan
di setiap siklusnya.
a. Ketuntasan individual
Ketuntasan setiap siswa dapat diketahui apabila siswa dapat mencapai
nilai ≥ 70 pada materi sifat-sifat cahaya, dapat dilihat dari nilai hasil tes
evaluasi.
b. Ketuntasan klasikal
Persentase ketuntasan klasikal adalah ≥ 80% dari jumlah total siswa
dalam satu kelas mendapat nilai ≥70. Pengukuran persentase kompetensi
siswa secara klasikal dapat menggunakan rumus sebagai berikut:
Keterangan:
P : Persentase Ketuntasan
11
X : Jumlah Siswa yang Tuntas
Xi : Jumlah Siswa (Djamarah, 2000: 226-227)
H. Sistematika Penulisan
Sistematika yang digunakan dalam penulisan skripsi ini di susun dalam
format skripsi sebagai berikut:
1. Bagian Awal
Terdiri dari: Halaman Judul, Nota Pembimbing, Lembar Pengesahan,
Pernyataan keaslian tulisan, Motto, Persembahan, Abstrak, Kata Pengantar,
Daftar Isi, Daftar Lampiran, daftar table, dan Daftar Gambar.
2. Bagian isi
BAB I Pendahuluan
A. Latar Belakang Masalah
B. Rumusan Masalah
C. Tujuan Penelitian
D. Manfaat Penelitian
E. Hipotesis
F. Definisi Operasional
G. Metodologi penelitian
H. Sistematika penulisan
BAB II Kajian Pustaka
A. Prestasi Belajar
B. Mata Pelajaran IPA
12
C. Demonstrasi
BAB III Pelaksanaan Penelitian
A. Deskripsi Pelaksanaan Siklus I
B. Deskripsi Pelaksanaan Siklus II
C. Deskripsi Pelaksanaan Siklus II
BAB IV Hasil Penelitian dan Pembahasan
A. Deskripsi per siklus
B. Pembahasan
BAB V Penutup
A. Kesimpulan
B. Saran
13
BAB II
KAJIAN PUSTAKA
A. Prestasi Belajar
1. Pengertian Prestasi Belajar
Prestasi
belajar adalah penguasaan pengetahuan/keterampilan
yang
dikembangkan oleh mata pelajaran, yang lazimnya ditunjukkan dengan
nilai tes yang diberikan oleh guru. Adapun beberapaahli mengemukakan
definisi pengertian prestasi belajar sebagai berikut: MenurutPurwadarminta
menyatakan prestasi belajar adalah hasil yang dicapai. Sukmadinata (2004:
102) berpendapat bahwa prestasi belajar/hasil belajar merupakan realisasi
atau pemekaran dari kecakapan-kecakapan potensial atau kapasitas yang
dimiliki seseorang. Poerwanto (1986:28) memberikan pengertian prestasi
belajar
adalah
hasil yang
dicapai
oleh seseorang dalam usaha belajar
sebagaimana yang telah dinyatakan dalam raport.
Berdasarkan pendapat di atas, dapat dikatakan bahwa prestasi adalah
segala kemampuan atau usaha yang dapat dicapai dengan maksimal dan
memuaskan. Untuk mengetahui prestasi siswa makasangat diperlukan adanya
evaluasi dalam proses belajar mengajar di sekolah.
14
2. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Prestasi Belajar
Proses belajar dan hasil belajar merupakan dua bagian yang saling berkaitan
sangat erat, karena kegiatan pembelajaran akan berhasil setidaknya dapat dilihat
dari hasil tes. Telah dikatakan bahwa belajar adalah suatu proses yang
menimbulkan terjadinya suatu perubahan atau pembaharuan tingkah laku dan atau
kecakapan. Sampai manakah perubahan itu dapat tercapai atau dengan kata lain
berhasil dengan baik atau tidaknya belajar itu tergantung kepada bermacam-macam
faktor, inilah merupakan perwujudan hasil belajar (Purwanto, 2013: 102). Prestasi
belajar merupakan hal yang tidak dapat dipisahkan dari kegiatan belajar,
karena kegiatan belajar merupakan proses sedangkan prestasi belajar dapat
digunakan suntuk mengetahui sejauhmana efektivitas proses belajar mengajar
yang sedang berlangsung. Hasil belajar memuat kemampuan yang dimiliki
siswa
dalam
menerima,
menolak
dan
menilai informasi-informasi
yang
diperoleh dalam proses belajar. Prestasi seseorang diukur sesuai dengan
tingkat keberhasilan dalam mempelajari materi pelajaran yang dinyatakan
dalam bentuk nilai setiap bidang studi setelah proses belajar mengajar yang
sedang berlangsung.
Prestasi belajar mempunyai berbagi fungsi, yaitu sebagai indikator kualitas dan
kuantitas pengetahuan yang telah dikuasai oleh siswa, sebagai bahan informasi
dalam inovasi pendidikan dan lambang pemuasan hasrat ingin tahu (Arifin, 1989:
79). Faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi belajar disampaikan oleh
Sumadi Suryabrata dan Lilik Sriyanti (2009:24) sebagai berikut :
15
a. Faktor eksternal
1) Faktor non sosial
Faktor non sosial adalah faktor-faktor di luar individu yang berupa
kondisi fisik yang ada di lingkungan belajar, diantaranya berupa cuaca,
alat, gedung dan sejenisnya.
2) Faktor sosial
Faktor
sosial
adalah
faktor-faktor
di
luar
individu yang berupa
manusia.Faktor eksternal yang bersifat sosial, bisa dipilih menjadi faktor
yang berasal dari keluarga, lingkungan sekolah dan lingkungan masyarakat
termasuk teman pergaulan anak.Faktor sosial yang di maksud di sini
adalah faktor manusiawi yang dalam hal ini adalah adanya interaksi
antara sesama manusia yakni lingkungan di mana anak itu melakukan
pendidikan. Lingkungan pendidikan dapat di bedakan menjadi tiga macam,
yaitu :
a) Lingkungan keluarga
Keluarga adalah lingkungan utama yang di kenal dan digeluti oleh
anak didik.Pada lingkungan ini banyakindentifikasi yang di peroleh
anak dari anggota keluarganya, baik yang berupa bimbingan atau
didikan. Keluarga merupakan lingkungan pertama dan utama dalam
pendidikan, memberikan landasan dasar bagi proses belajar pada
lingkungan sekolahdan masyarakat. Faktor-faktor fisik dan sosial
16
psikologis yang ada pada keluargasangat berpengaruh terhadap
perkembangan belajar anak. (Sukmadinata, 2009: 163).
b) Lingkungan Sekolah
Sebagai mana telah kita ketahui bersama bahwa lingkungan
sekolah adalah merupakan lingkungan belajar secara sistematis dan
terampil serta terarah.Sekolah merupakan tempat belajar yang sangat
efektif, maka dari itu tugas dan tanggung jawab sekolah mempunyai
arti
yang sangat
besar
dalam
mempengaruhi
pendidikan
anak
(Sriyanti, 2009:24) .
c) Lingkungan Masyarakat
Lingkungan masyarakat mempunyai peranan yang sangat penting
terhadap berhasil atau tidaknya pendidikan.Karena pendidikan anak itu
sangat dipengaruhi oleh
keadaan
lingkungan.Mengingat
demikian
besarnyapengaruh dari lingkungan masyarakat maka perlu sekali
untuk mengusahakan lingkungan yang baik agar dapat memberi
pengaruh yang positif terhadap siswa atau anak didik, sehingga dapat
belajar dengan sebaik-baiknyadengan hasil yang maksimal dan
memuaskan.
b. Faktor internal
17
Faktor internal adalah faktor-faktor yang ada dalam diri individu yang
sedang belajar.
Faktor
eksternal
dan
internal
mempengaruhi
keberhasilan
belajar.
Pengaruhnya bisa bersifat positif (mendukung) namun bisa juga negatif
(menghambat) (Sriyanti, 2009:21). Dalam kegiatan belajar siswa, faktor
psikologis ini akan memberikan andil dan pengaruh yang cukup besar,
karena faktorfaktor psikologis ini anak senantiasa memberikan landasan
dan kemudahan dalam upaya mencapai tujuan belajar secara optimal.
Adapun
faktor
psikologis
adalah
yang berhubungan
dengan
kejiwaan
peserta didik. Yang termasuk dalam faktor ini adalah kecerdasan, perhatian,
bakat, minat, emosi dan motivasi. Motivasi sangatlah berpengaruh terhadap
prestasi belajar.
Motivasi adalah suatu tingkah laku atau
kegiatan dalam rangka
mengembangkan diri baik dalam aspek kognitif, psikomotor, maupun afektif
(sikap). Menurut Winataputra motivasi berfungsi sebagai motor penggerak
aktivitas bila motornya tidak ada maka aktivitastidak akan terjadi. Motivasi
belajar berkaitan erat dengan tujuan yang hendak dicapai oleh individu
yang sedang belajar itu sendiri. Seseorang melakukan aktivitas karena ada
faktor pendorong dari dalam dirinya.
Begitu pula dengan kegiatan belajar, siswa melakukan belajar karena adanya
dorongan untuk melakukan aktivitas itu demi tujuan yang diinginkan.
Dalam hubungan dengan belajar ini, motivasi mempunyai peranan yang
18
sangat penting dan menentukan seseorang melakukan aktivitas belajar.
Dengan adanya faktor penggerak, siswa akan melakukan kegiatan belajar,
dengan segenap energi yang dimiliki secara optimal.
Motivasi dipandang sebagai dorongan mental yang menggerakan dan
mengarahkan perilaku manusia, termasuk perilaku belajar. Dalam motivasi
terkandung keinginan yang mengaktifkan, menggerakkan, menyalurkan,
mengarahkan sikap dan perilaku ndividu belajar (Mudjiono, 1999: 80)
Berdasarkan pendapatan tersebut diatas bahwa siswa yang mempunyai
motivasi yang tinggi akan menaruh
perhatian yang besar terhadap
pelajaran yang diberikan dan diaktualisasikan dalam kegiatan belajarnya.
Berdasarkan peranan dari motivasi tersebut, menurut Rusyan (1989: 123)
motivasi belajar mempunyai empat fungsi yaitu sebagai berikut:
c. Mendorong timbulnya kelakuan atau perbuatan. Tanpa motivasi tidak
akan timbul perbuatan seperti perbuatan belajar.
d. Mengarahkan aktivitas belajar peserta didik.
e. Menyeleksi perbuatan, yakni menentukan perbuatan-perbuatan apa yang
harus dikerjakan dan sesuai dengan tujuan serta menyisihkan perbuatanperbuatan yang tidak bermanfaat lagi tujuan tersebut.
f. Menggerakan seperti mesin bagi mobil. Besar-kecilnya motivasi akan
menentukan cepat atau lambatnya suatu perbuatan.
Berdasarkan fungsi-fungsi motivasi tersebut, dapat disimpulkan bahwa
motivasi berfungsi mendorong untuk berbuat, menentukan arah perbuatan
19
belajar, menyeleksi perbuatan belajar, berfungsi meningkatkan prestasi belajar
siswa. Dengan demikian maka motivasi yang dimiliki siswa, semakin tinggi
intensitas belajarnya, semakin tinggi pula kemungkinan untuk berhasil dan
untuk berprestasi.
3. Pengertian Belajar
Pengertian belajardalam kamus umum bahasa Indonesia (2007: 17) balajar
memiliki
arti
Witherington
berusaha
belajar
memperoleh
adalah
suatu
kepandaian
perubahan di
atau
ilmu. Menurut
dalam kepribadian yang
menyatakan diri sebagai suatu polabaru dari reaksi yang berupa kecakapan, sikap,
kebiasaan, kepandaian, atau suatu pengertian (Ngalim,2013: 84). Sedangkan
menurut Slameto (1988: 2) bahwa belajar sebagai suatu proses usaha yang
dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang
secara keseluruhan, sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi
dengan
lingkungannya.
Senada
dengan
pendapat
Gredler
(2011:
174)
mengatakan bahwa belajar adalah proses orang memperoleh berbagai kecakapan,
ketrampilan, dan sikap.
Belajar merupakan tindakan dan prilaku siswa yang kompleks, sebagai
tindakan, maka belajar hanya dialami oleh siswa sendiri. Siswa adalah obyek
terjadinya proses belajar. Proses belajar terjadi berkat siswa memperoleh
sesuatu yang ada di lingkungan sekitar. Lingkungan yang dipelajari oleh siswa
berupa keadaan alam, benda-benda, hewan, tumbuhan-tumbuhan, manusia, atau
hal-hal lain yang dijadikan bahan belajar (Dimyati, 2013:7). Sehingga belajar
20
harus ada perubahan, apabila tidak terjadi perubahan dalam diri manusia, maka
tidaklah dikatakan bahwa padanya telah berlangsung proses belajar.
Dari pendapat ini dapat di artikan bahwa belajar adalah berubah yang
berarti usaha mengubah tingkah laku pada individu-individu yang belajar
meliputi
penambahan
ilmu
pengetahuan,
kecakapan, ketrampilan,
sikap,
pengertian, harga diri, minat, watak, dan penyesuain diri. Dengan demikian
dapatlah dikatakan bahwa belajar itu sebagai rangkaian kegiatan jiwa raga, psikofisik untuk menuju ke perkembangan pribadi manusia seutuhnya, yang berarti
mencakup unsur cipta, rasa, karsa, ranah kognitif, afektif, dan psikomotorik.
Dalam penelitian ini berdasarkan definisi belajar dan tujuan penelitian ini,
memaknai belajar adalah suatu proses perubahan dalam diri
ditampakkan
dalam
bentuk
peningkatan
kualitas dan
seseorang
kuantitas
yang
tingkah
laku,seperti peningkatan pengetahuan, kecakapan, daya pikir, ketrampilan,
sikap, pengertian, harga diri, minat, watak, dan penyesuain diri terhadap
lingkungan
apapun
yang dilakukan dengan sadar dan terencana. Belajar
merupakan suatu proses atau jalan yang harus ditempuh untuk mengerti suatu
hal yang sebelumnya tidak diketahui atau diketahui tetapi tidak menyeluruh
tentang suatu hal. Melalui belajar seseorang dapat meningkatkan kualitas dan
kemampuannya.Sebagaimana dalam balajar IPA, ketika panca indra dilibatkan
secara langsung yaitu denganeksperimen maka peningkatan pemahaman siswa
lebih tinggi dari sekedar mendengar dan melihat saja, karena dalam proses
belajar seperti ini 3 aspek kemampuan yaitu afektif, kognitif dan psikomotorik
21
semua dilatih untuk menghasilkan kemampuan maksimal, yang pada akhirnya
menghasilkan prestasi yang memuaskan.
4. Faktor yang Mempengaruhi Belajar
Belajar sebagai suatu proses yang dapat menimbulkan terjadinya perubahan,
tingkah laku atau kecakapan (Purwanto, 1988: 106). Untuk meningkatkan suatu
keberhasilan harus memperhatikan faktor-faktor yang ada didalam proses belajar.
Menurut Semiawan (2002: 10) ada dua unsur mekanisme adaptasi yang terkait
dalam setiap tindakan diantaranya : akomodasi (perolehan) dan asimilasi
(pertukaran) informasi baru dengan yang lama dalam proses belajar. Hal ini
disebabkan karena adanya perubahan respon terhadap lingkungan baru. Unsur
lain yang mempengaruhi belajar adalah alat bantu belajar, pendekatan, suasana
belajar, kondisi siswa, motivasi dan bahan / materibelajar.
5. Prinsip-prinsip Belajar
Prinsip-prinsip
belajar
dilakukan
dalam
kondisi
yang berbeda.Adapun
Prinsip belajar menurut (Sukmadinata, 2009: 165) adalah sebagai berikut:
a. Berkembang dan belajar mrupakan dua halyang berbeda, tetap berhubungan
erat. Dalam perkembangan dituntut belajar, dan dengan belajar perkembangan
individu lebih pesat.
b. Kegiatan belajar dilakukan sejak lahir sampai menjelang kematian, sedikit
demi sedikit dan terus-menerus. Perbuatan belajar dilakukan individu baik
secara sadar ataupun tidak, disengaja ataupun tidak, direncanakan ataupun
tidak.
22
c. Keberhasilan belajar dipengaruhi oleh faktor-faktor bawaan, faktor lingkungan,
kematangan dan usaha dari individu sendiri. Dengan berbekalkan potensi tinggi
dan dukungan faktor yang menguntungkan, usaha belajar dari individu yang
efisien yang dilaksanakan pada tahap kematangan yang tepat akan memberikan
hasil belajar yang maksimal
d. Belajar mencakup semua aspek kehidupan.
e. Kegiatan belajar berlangsung pada setiap tempat dan waktu.
f. Proses belajar dapat berjalan dengan bimbingan seorang guru, tetapi juga tetap
berjalan meskipun tanpa guru. Belajar berlangsung dalam situasi formal
maupun informal.
g. Perbuatan belajar bervariasi, mulai dari yang paling sederhana sampai dengan
yang sangat kompleks.
h. Belajar itu perlu lingkungan yang menantang bagi anak agar dapat
mengembangkan kemampuannya bereksplorasi dan belajar dengan efektif.
i. Dalam belajar dapat terjadi hambatan-hambatan.
j. Untuk kegiatan belajar tertentu, diperlukan adanya bantuan atau bimbingan
dari orang lain.
6. Tujuan Belajar
Robert M. Gagne (1986: 15) mengelompokkan kondisi belajar dengan tujuan
yang
akan
dicapai
dalam
belajar.
Dari beberapa tujuan belajar ada lima
kemampuan yang secara nyata dalam mencapai proses belajar yaitu:
23
a. Keterampilan intelektual merupakan hasil belajar yang penting dari system
belajar skolastik.
b. Strategi kognitif secara luas, yang meliputi: aspekadaptasi, asimilasi,
akomodasi dalam proses belajar mengajar siswa.
c. Memperoleh informasi verbal dalam pengetahuan sebagai informasi dan
fakta.
d. Keterampilan motorik dapat diperoleh di sekolah seperti: mengetik,
menulis, menggambar, mengukur, dan sebagainya.
e. Memiliki sikap atau nilai merupakan hasil belajar yang bersifat emosi pribadi,
seperti: berbuat baik terhadap orang lain, percaya diri, memiliki inisiatif,
dan yang paling penting harus berintegritas dengan lingkungan sekitar.
B. Mata Pelajaran IPA
1. Pengertian IPA
Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) atau Sains merupakan hasil kegiatan
manusia berupa pengetahuan, gagasan dan konsep yang terorganisasi
secara
logis
pengalaman
sistematis
melalui
tentang
serangkaian
alam
proses
sekitar,
ilmiah
yang
diperoleh
seperti:
dari
pengamatan,
penyelidikan, penyusunana hipotesis (dugaan sementara) yang diikuti
pengujian gagasan (Sapriati dkk, 2009: 511). Sedangkan menurut Ali dan
24
Rahma (1991: 18) menjelaskan bahwa IPA adalah ilmu yang sistematis
dan dirumuskan, yang berhubungan dengan gejala-gejala kebendaan dan
didasarkan atas pengamatandan induksi fowler.
Dari kedua pendapat di atas dapat di tarik kesimpulan bahwa Ilmu
Pengetahun Alam (IPA) merupakan ilmu yang berhubungan dalam rangka
mencari tahu tentang alam sekitar secara sistematis, sehingga IPA bukan hanya
sekedar konsep atau prinsip-prinsip saja tetapi juga merupakan suatu
proses penemuan. Mata pelajaran IPA adalah progam untuk menanamkan
dan
mengembangkan
pengetahuan,
ketrampilan,
sikap,
dan nilai-nilai
ilmiah pada siswa serta rasa menyintai dan menghargai kebesaran Tuhan
yang Maha Esa.
Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) berhubungan dengan caramencari tahu
tentang alam secara sistematis, sehingga IPA bukan hanya penguasaan
kumpulan pengetahuan yang berupa fakta-fakta, konsep-konsep, atau
prinsip-prinsip saja tetapi juga merupakan
suatu proses penemuan.
Pendidikan IPA diharapkan dapat menjadi wahana bagi peserta didik untuk
mempelajari diri sendiri dan alam sekitar, serta prospek pengembangan
lebih lanjut dalam menerapkannya di dalam kehidupan sehari-hari. Proses
pembelajarannya menekankan pada pemberian pengalaman langsung untuk
mengembangkan kompetensi agar menjelajahi dan memahami alam sekitar
secara ilmiah. Pendidikan IPA diarahkan untuk inkuiri
25
dan berbuat
sehingga dapat membantu peserta didik untuk memperoleh pemahaman yang
lebih mendalam tentang alam.
2. Tujuan, Ruang Lingkup, Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar Pengajaran
IPA bagi Siswa
a. Tujuan
Adapun tujuan pengajaran IPA bagi siswa (Depdikbud 1994:
antara lain:
1) Agar siswa memahami konsep-konsep IPA dan keterkaitannya
dengan kehidupan sehari-hari.
2) Agar siswa memiliki keterampilan proses untuk
mengembangkan
pengetahuan, gagasan yang berkaitan dengan alam sekitar.
3) Agar siswa mengenal dan dapat memupuk rasa cinta terhadap
lingkungan alam di sekitar kita sehingga menyadari akan kebesaran dan
keagungan Tuhan Yang Maha Esa.
4) Bersikap ingin tahu, terbuka, kritis, mawas diri, bertanggug jawab dan
mandiri.
5) Mempunyai minat untuk mengenal dan mempelajari benda-benda
serta kejadian di lingkungan sekitar.
6) Mampu menggunakan teknologi sederhana yang berguna untuk
7) memecahkan masalah dalam kehidupan sehari-hari.
b. Ruang Lingkup
26
Ruang Lingkup mata pelajaran IPA meliputi aspek-aspek sebagai
berikut:
1) Makhluk hidup dan proses kehidupannya, yaitu manusia, hewan,
tumbuhan, dan interaksinya.
2) Materi, sifat-sifat, dan kegunaannya meliputi: udara, air, tanah, dan
batuan.
3) Listrik dan magnet, energi dan panas, gaya, pesawat sederhana,
cahaya, bunyi, tata surya, bumi, dan benda-benda langit lainnya.
4) Kesehatan, makanan, penyakit, dan pencegahannya.
5) Sumber daya alam, kegunaan, pemeliharaan, dan pelestariannya
(Depag, 2002: 254).
c. Standar Kompetensi
Mata pelajaran IPA diajarkan pada MI Ma’had Islam Kopeng
tentunya memiliki standar kompetensi. Adapun standar kompetensi
bagi siswa MI kelas V adalah:
1) Memahami dan menggunakan sifat-sifat cahaya melalui percobaan
dalam kehidupan sehari-hari.
2) Memahami dan membuktikan bahwa cahaya dan penglihatan sangat
berhubungan dalam kehidupan sehari-hari
3) Membuktikan bahwa
cahaya
memecahkan masalah.
d. Kompetensi Dasar
27
memiliki
berbagai
warna dalam
Mata pelajaran IPA diajarkan pada MI Ma’had Islam Kopeng
tentunya memiliki standar kompetensi dan kompetensi dasar. Adapun
standar kompetensi bagi siswa MI kelas V adalah:
Table 2.1 Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar
STANDAR
KOMPETENSI
KOMPETENSI DASAR
Mendeskripsikansifat-
1) Memahami dan menggunakan
sifat cahaya
sifat-sifat cahaya melaluipercobaan
dalam kehidupan sehari-hari.
2) Memahami dan membuktikan
bahwa cahaya dan penglihatan
sangat berhubungan dalam kehidupan
sehari-hari
3) Membuktikan bahwa cahaya
memiliki berbagai warna dalam
memecahkan masalah (KTSP MI
Ma’had Islam 2015: 67).
C. Metode Demonstrasi
Metode demonstrasi adalah metode mengajar yang sangat efektif, karena dapat
membantu peserta didik untuk melihat secara langsung proses terjadinya sesuatu.
Metode demonstrasi adalah cara penyajian bahan pelajaran dengan memperagakan
atau mempertunjukan kepada peserta didik suatu proses, situasi atau benda tertentu
yang sedang dipelajari yang sering disertai penjelasan lisan.
28
Metode ini adalah metode mengajar dimana seorang guru atau orang lain atau
peserta didik memperlihatkan kepada seluruh siswa kelas tentang suatu proses
melakukan atau suatu proses jalannya perbuatan tertentu (Hasibuan, 2012: 29).
Adapun langkah- langkah dalam pembelajaran demonstrasi adalah sebagai berikut:
a.
Guru menyusun tujuan untuk memberi motivasi yang kuat pada siswa
untuk belajar.
b.
Guru mengamati apakah jumlah siswa dirasa cukup untuk memberi
kesempatan siswa melaksanakan metode demonstrasi agar pembelajaran
berhasil dengan baik.
c.
Guru meneliti alat dan sarana yang akan digunakan mengenai jumlah,
kondisi dan tempatnya.
d.
Guru menentukan garis besar langkah-langkah yang akan dilakukan.
e.
Guru mempertimbangkan ketersediaan waktu agar cukup sehingga dapat
memberi keterangan bila perlu dan siswa dapat bertanya.
f.
Selama demonstrasi berlangsung guru harus memberi kesempatan pada
siswa untuk bertanya.
g.
Guru perlu mengadakan evaluasi apakah demonstrasi yang dilakukan itu
berhasil. Bila perlu demonstrasi bisa diulang.
D. Sifat-sifat Cahaya
Haryanto (2004: 160) menyatakan bahwa cahaya berasal dari sumber
cahaya.Sumber cahaya adalah semua benda yang dapat memancarkan cahaya.
Sumber cahaya yang paling utama adalah matahari, sumber cahaya yang lain yaitu
29
lilin, senter, bintang, api, lampu dan kilat. Tanpa cahaya makhluk hidup tidak dapat
bertahan hidup dengan baik maka cahaya
sangat dibutuhkan bagi kehidupan
makhluk hidup di bumi. Dengan adanya cahaya Manusia dapat melihat bendabenda di sekitarnya karena benda memantulkan cahaya ke mata. Tumbuhan
dapat
melakukan proses memasak makanan dan tumbuh secara cepat serta
hewan dapat berkembang biak dengan baik.
Handayani, dkk. (2002: 100) menyatakan bahwa cahaya merupakan salah
satu spektrum gelombang elektromagnetik, yaitu gelombang yang merambat
tanpa memerlukan medium. Sifat-sifat cahaya adalah sebagai berikut:
a. Cahaya merambat lurus
Apabila kita memperhatikan cahaya matahari, maka tampak bahwa berkas
cahayanya merambat lurus. Cahaya matahari yang masuk ke dalam ruangan
atau celah-celah rumah yang gelap akan tampak seperti garis-garis putih yang
lurus. Berkas cahaya yang merambat lurus dapat kita lihat pada cahaya lampu
senter atau mobil di malam hari (Haryanto, 2004: 160).
b. Cahaya dapat menembus benda bening
Benda bening menurut Handayani, dkk (2002: 102) adalah benda yang dapat
meneruskan sebagian besar cahaya yang diterimanya.Contohnya kaca, plastik
bening, dan airbening. Benda tembus cahaya adalah benda-benda yang dapat
meneruskan sebagian cahaya yang diterimanya.Beberapa contoh diantaranya kaca
kabur, kertas minyak, dan gorden tipis. Benda tidak tembus cahaya
benda-benda
yang tidak
dapat meneruskan
30
cahaya
yang
adalah
diterimanya.
Contohnya kertas karton, triplek, batu, kayu, seng, kain tebal, dan tembok
Cahaya
dapat dipantulkan. Cahaya
Handayani,
pantul
atau
sinar
pantul
menurut
dkk (2002: 107) adalah berkas cahaya yang dikembalikan oleh
permukaan benda. Berdasarkan hasil pantulannya, cahaya pantulan dibagi dua
yaitu:
1) Pemantulan difus (baur) adalah pemantulan cahaya kesegala arah secara tidak
teratur. Contohnya pecahan beling.
2) Pemantulan teratur adalah pemantulan dengan arah teratur.
3) Contohnya seberkas cahaya mengenai permukaan bidang pantul yang rata
dan mengkilap, cahaya dan air dalam keadaan tenang.Sifat cahaya yang
terpantul pada cermin datar dan cermin lengkung adalah sebagai berikut:
a) Cermin datar
Cermin datar adalah cermin yang memiliki bagian pemantulan
cahaya yang datar. Contoh: cermin pada lemari rias (berkaca).
b) Cermin lengkung
Cermin lengkung terdiri dari cermin cembung dan cermin cekung.
c. Cahaya dapat dibiaskan
Peristiwa pembiasan
cahaya
disebabkan oleh perubahan
atau
pembelokan arah rambat cahaya karena melalui dua medium yang
berbeda kerapatannya.Contoh: pensil yang berada di dalam air akan
terlihat bengkok, dan dasar kolam yang dangkal. Udara memiliki
kerapatan yang lebih kecil daripada air. Bila cahaya merambat dari zat
31
yang kurang rapat ke zat yang lebih rapat maka cahaya akan dibiaskan
mendekati garis normal. Akan tetapi apabila cahaya merambat dari zat
yang lebih rapat ke zat yang kurang rapat maka cahaya akan dibiaskan
menjauhi garis normal. Garis normal merupakan garisyang tegak lurus
pada bidang batas kedua permukaan.
Perhatikan gambar dibawah ini!
Gambar 2.1 Peristiwa Pembiasan Cahaya
Kuraesin,
dkk.(2004:
58) menyatakan bahwa pembiasanterjadi
Karena cahaya melalui batas dua medium yang berbeda kerapatannya.
Jadi, cahaya mengalami pembiasan apabila melalui dua medium yang
berbeda kerapatan zatnya.Cahaya dibiaskan mendekati garis normal
apabila cahaya datang dari zat yang renggang ke zat yang lebih
rapat.Cahaya dibiaskan menjauhi garis normal apabila cahaya datang
dari zat yang lebih rapat ke zat yang renggang.
32
d. Cahaya putih terdiri berbagai warna
Pernahkah kamu melihat pelangi?Kapankah pelangi itu tampak
olehmu? Warna-warna apa yang tampak pada pelangi? Pelangi akan
tampak bila kita membelakangi matahari, sedangkan pada tempat yang
jauh di depan kita terjadi hujan. Pelangi memiliki bermacam-macam
warna seperti merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila, dan ungu.
Warna-warna ini muncul karena sinar matahari dibiaskan, diuraikan,
dan dipantulkan oleh tetes-tetes air hujan.
Cahaya
yang
tepancar matahari
berwarna
putih.Ketikacahaya
mengenai air, warna cahaya yang tampak bukan putih lagi. Cahaya
putih
yang
mengalami
pembiasan
dan
terurai
bermacammacam warna disebut spektrum (Haryanto, 2004: 169).
33
menjadi
BAB III
PELAKSANAAN PENELITIAN
A. Gambaran Umum MI Ma’arif Ma’had Islam
Madrasah Ibtidaiyah Ma’had Islam adalah lembaga pendidikan yang berada di
bawah naungan Lembaga Ma’arif. Madrasah Ibtidaiyah adalah nama yang diambil
dari Bahasa Arab, yang artinya Sekolah Dasar. Sesuai dengan nama yang diambil
dari Bahasa Arab, maka madrasah ibtidaiyah dalam proses belajar mengajarnya
lebih menonjolkan Pendidikan Agama Islam disamping mata pelajaran umum seperti
yang diajarkan di Sekolah Dasar pada umumnya.
Pendorong berdirinya Madrasah Ibtidaiyah Ma’had Islam adalah keinginan dari
masyarakat Kopeng dan sekitarnya akan adanya sekolah yang pada waktu itu masih
sangat sangat jarang. MI Ma’had Islam berdiri pada tahun 1958. Terdorong rasa
olehtanggung jawab yang besar atas kewajiban untuk mempersiapkan generasi muda
yang berpengetahuan umum dan agama yang luas serta bertakwa kepada Tuhan
Yang Maha Esa, maka atas prakarsa para tokoh agama pada waktu itu
didirikan pendidikan yang berlandaskan Islam.
B. Subjek Penelitian dan Karakteristik Obyek Penelitian
Penelitian tindakan ini dilaksanakan di MI Ma’had Islam Kopeng Tahun Ajaran
2016/2017 pada mata pelajaran IPA pokok bahasan Cahaya. Subjek penelitian
meliputi siswa kelas V yang berjumlah 20 siswa yang terdiri 10 siswa perempuan
dan 10 siswa laki-laki. Usia rata-rata 10-11, latar belakang orang tua siswa yaitu
sebagai wiraswasta.
34
C. Pelaksanaan Penelitian
Penelitian ini dimulai pada bulan Juli sampai bulan Agustus 2016. Dalam
penelitian ini dilaksanakan beberapa siklus, yang masing-masing dimulai dari
perencanaan, pelaksanaan, pengamatan/observasi dan refleksi. Gambaran ketiga
siklus tersebut adalah:
1. Deskripsi Pelaksanaan Siklus I
Siklus pertama penelitian I dilaksanakan pada Senin, 25 Juli 2016. Tahapan
dan langkah-langkah yang dilakukan adalah:
a. Perencanaan
1) Pembuatan RPP siklus I, RPP disusun dengan mempertimbangkan hasil
pre test yang dilakukan sebelum tindakan dilakukan.
2) Penyiapan
digunakan
perangkat
untuk
yang
meliputi
pengamatan
penyiapan
(observasi)
yang
instrumen
dilakukan
yang
sebagai
berikut:
3) Lembar observasi kegiatan siswa, yaitu untuk mengumpulkan data
mengenai keaktifan siswa dalam proses pembelajaran. Lembar observasi
yang dimaksud adalah untuk mengetahui prestasi belajar dan perhatian
siswa.
4) Lembar
observasi
kegiatan
guru
mengenai pengelolaan kelas oleh guru.
35
dilakukan
untuk
mengumpulkan
5) Tes formatif sebagai alat pengukur tingkat keberhasilan mata pelajaran
IPA pada pokok bahasan sifat-sifat Cahaya. Alat tes yang digunakan
adalah pre tes dan post tes.
b. Pelaksanaan Tindakan
Pelaksanaan pada siklus I ini, peneliti bertindak sebagai pengamat.
Adapun kegiatan yang dilakukan pada tahap proses pembelajaran ini
mengacu pada RPP
yang telah direncanakan. Dalam
pelaksanaan
penelitian, peneliti mengambil sub pokok bahasan cahaya mengenai sifatsifat
cahaya. Langkah-langkah pelaksanaan meliputi:
No
Langkah-langkah
1
Kegiatan Awal

Berdo’a dan mengucapkan salam

Memberikan apersepsi dalam bentuk soal pre test
2
Kegiatan Inti

Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang hendak
dicapai.

Guru menjelaskan materi sifat-sifat cahaya melalui
metode
demonstrasi atau memperagakan media dan alat-alat yang
menunjukan sifat-sifat cahaya.

Guru membagi siswa menjadi 3 kelompok bertugas untuk
mengamati sifat-sifat cahaya yang bersifat menembus benda
36
bening, dan merambat lurus yang telah disediakan oleh
guru, sekaligus bahan yang disiapkan oleh peneliti.

Guru menyuruh siswa untuk berdiskusi kelompok. Dalam
hal ini siswa dapat melakukan kerjasama dengan baik,
sesuai dengan pembelajaran yang diharapkan.

Setelah selesai berdiskusi kelompok, siswa diharapkan untuk
membaca dan menuliskan kembali dari hasil yang telah
diamatinya.

Guru menyimpulkan materi sifat-sifat cahaya dengan jelas.
Kegiatan Akhir
3 
Melakukan Tanya jawab materi kepada siswa untuk bahan
refleksi materi ataupun pada saat kegiatan pembelajaran.

Mengadakan post test.
c. Observasi
Tahap observasi/pengamatan ini dilakukan untuk mengamati guru dan
anak didik pada waktu kegiatan belajar mengajar berlangsung.
d. Refleksi
Hasil yang didapatkan dalam pengamatan/observasi ini adalah siswa
masih
kurang
memperhatikan
pembelajaran
37
yang
disampaikan
serta
pengkondisian yang belum maksimal. Jadi, dapat disimpulkan bahwa
pembelajaran pada siklus I masih kurang efektif.
2. Siklus II
a. Perencanaan
Tahap perencanaan siklus II meliputi:
1.
Waktu pelaksanaan siklus II mulai tanggal 6 Agustus 2016.
2.
Menyusun
rencana
pelaksanaan
pembelajaran
(RPP)
dengan
pendekatan konstruktivisme dan menggunakan metode yang sesuai yaitu
Tanya jawab, demonstrasi dan latihan.
3.
Mempersiapkan alat dan bahan pembelajaran.
4.
Membuat tujuan dan indikator yang hendak dicapai dalam pembelajaran.
5.
Membuat instrument penelitian yang berupa lembar observasi bagi guru,
lembar pengamatan kegiatan siswa, dan tes formatif
6.
Membuat lembar soal evaluasi berupa pre testdan
post testuntuk
mengukur prestasi belajar siswa dan memberikan soalpenugasan
untuk
mengetahui
kemampuan
pembelajaran.
b. Pelaksanaan tindakan
38
siswa
dalam menguasai materi
No
Langkah-langkah
1
Kegiatan awal (10 menit)

Guru membuka pelajaran dengan salam

Guru mengabsen siswa

Guru melakukan kegiatan pre test
2
Kegiatan inti (40 menit)

Guru menjelaskan materi tentang sifat-sifat cahaya
kepada
siswa.

Siswa diminta untuk mencatat tentang sifat-sifat cahaya.

Guru mengajukan pertanyaan “Apa yang kamu ketahui

tentang sifat-sifat cahaya? Apa yang menyebabkan bendabenda terlihat jelas?.

Guru memimpin tanya jawab antar siswa tentang bukti
sifat-sifat scahaya dalam kehidupan sehari-hari, misalnya
adanya pelangi, kolam renang tampak dangkal, dalam
ruangan bisa terang dan sebagainya.

Guru memberi kesempatan bertanya kepada siswa yang
belum paham mengenai materi tentang sifat-sifat cahaya
yang mengenai cermin cekung dan cermin cembung
3
Kegiatan akhir (20 menit)
39

Melakukan post test

Do’a penutup
c. Observasi
Hasil
observasi
keaktifan,
dan
yang
perhatian
dilakukan
siswa
oleh
pada
peneliti
saat
adalahmegamati
proses pembelajaran
berlangsung. Aktivitas guru yang perludiamati yaitu sebagai berikut:
berinteraksi
dengan
siswa,
penerapan
pendekatan
konstruktivisme,
kemampuan membimbing siswa dalam mengerjakan latihan dan tanya jawab,
serta kemampuan guru dalam memperjelas materi pembelajaran,
dan
membimbing siswa ketika menyimpulkan materi pembelajaran IPA.
d. Refleksi
Berdasarkan analisis data dari hasil observasi siklus II telah banyak
mengalami perubahan dalam proses kegiatan pembelajaran yaitu sebagai
berikut:
1. Siswa lebih berani bertanya dan menjawab pertanyaan.
2. Siswa lebih serius dalam memahami materi pembelajaran.
3. Sebagian besar siswa fokus terhadap materi pembelajaran.
Adapun sudah mengalami keberhasilan yang telah dicapai, akan tetapi
masih ada kekurangan dalam siklus II ini, yaitu sebagai berikut:
40
1. Bagaimana agar guru memberikan perhatian khusus bagi siswa,
mengaktifkan kembali siswa yang kurang aktif denganmenggunakan
metode dan media yang menarik ketika pembelajaran berlangsung.
2. Bagaimana agar pengelolaan waktu dapat diatur lebih tepat lagi.
3. Siklus III
a. Tahap perencanaan siklus III meliputi:
1. Menentukan waktu pelaksanaan siklus III yaitu pada tanggal 9
Agustus 2016.
2. Menyusun
rencana
pelaksanaan
pembelajaran
(RPP)
dengan
pendekatan konstruktivisme yang menuntut kerjasama antar siswa, dan
penemuan pengalaman siswa yang berkaitan dengan sifat-sifat cahaya.
3. Mempersiapkan alat pembelajaran dan membuat instrumen penelitian
berupa lembar observasi kegiatan guru, lembar kegiatan siswa, dan tes
formatif.
4. Menentukan indikator yang akan dicapai setelah pembelajaran.
5. Mempersiapkan media berupa alat peraga pada saat pembelajaran
berlangsung.
6. Membuat skenario pembelajaran yang digunakan sebagai pedoman
pelaksanaan tindakan di kelas dengan format terlampir. Perencanaan
pada siklus III hampir sama dengan tahapan siklus II, tetapi masih perlu
direvisi lagi yaitu sebagai berikut:
41
7. Ketika melakukan praktek kegiatan mengenai sifat-sifat cahaya tentang
cahaya merambat lurus dan cahaya menembus bening, siswa yang
ramai dan belum aktif ditunjuk oleh guru untuk melakukan kegiatan
praktek tersebut.
8. Sebagian siswa dipilih oleh guru untuk membuktikan peristiwa cahaya
dapat merambat lurus dan menembus benda bening dengan menyesuaikan
ketepatan waktu pada saat melakukan kegiatan praktek tersebut.
9. Mempersiapkan hadiah bagi siswa yang dapat menjawabpertanyaan dan
yang nilainya tertinggi.
b. Pelaksanaan tindakan
No
1
Langkah-langkah
Kegiatan awal (10 menit)

Memberi salam dan menanyakan keadaan siswa

Apersepsi

Kenapa
dalam
kelas
ini
bias
terang
padahal
mataharitidak kelihatan dari dalam kelas?

Cahaya apa yang sangat penting dibutuhkan oleh
manusia?

Pre test
Kegiatan inti (40 menit)
2

Guru menjelaskan sifat-sifat cahaya yang merambat
42

Guru bersama siswa membuktikan konsep sifat-sifat
cahaya yang merambat lurus dan menembus benda
bening melalui praktek langsung. Dalam kegiatan
ini siswa harus bisa membuktikannya dengan baik,
dengan
kerjasama
demikian
sesama kelompok.
pembelajaran
Dengan
konstruktivisme bisa
terwujud.

Guru bersama siswa menyimpulkan hasil kerjanya.

Guru melakukan Tanya jawab langsung kepada siswa

Guru memberikan reward bagi siswa yang nilainya
tertinggi.

Siswa diberi kesempatan bertanya tentang materi
tersebut.
Kegiatan akhir (20 menit)
3

Post tes

Do’a penutup
c. Observasi
Hasil pengamatan dilapangan menunjukkan bahwa sebagian banyak dari
siswa telah aktif dalam proses kegiatanpembelajaran. Adanya pemberian
reward/ hadiah menjadikan siswa lebih senang, berpartisipasi, dan bersemangat
untuk berpikir secara sehat.
43
d. Refleksi
Berdasarkan refleksi dari siklus III telah banyak mengalami peningkatan
dan perubahan dalam pembelajaran, yaitu meliputi:
1. Siswa senang dengan metode dan pendekatan yang diterapkan oleh guru
pada saat proses pembelajaran.
2. Siswa
memperhatikan
dan
serius
terhadap
materi
yang telah
disampaikan oleh guru.
3. Siswa sangat aktif dan berantusias dalam proses pembelajaran.
4. Banyak siswa yang aktif dalam mengajukan pertanyaan dan menjawab
pertanyaan dari guru.
5. Seluruh siswa bersemangat mengikuti proses pembelajaran karena didukung
oleh reward/hadiah dari guru.
Hasil yang diperoleh dalam tahapan pengamatan dapat direfleksikan diri
pada siklus III telah ditemukan pembelajaran konstruktivisme dan metode
yang sesuai untuk mata pelajaran IPA pokok bahasan cahaya dan sifat-sifatnya.
Pada siklus III seluruh
siswa telah aktif dan berpartisipasi dalam proses
pembelajaran yang disertai dengan media pembelajaran. Penguasaan konsep
pokok bahasan tersebut telah mengalami peningkatan, jika dilihat dari
indikator penguasaan konsep yaitu meliputi prestasi/ hasil belajar siswa yang
mengalami peningkatan.
44
Tabel 3.1 Alokasi Waktu Perbaikan Pembelajaran
Waktu
No
Kegiatan
Juli
2
1
Perencanaan
2
Pra siklus
Pelaksanaan Pra Siklus
Refleksi
3
Siklus I
Perencanaan
Tindakan
Observasi
Refleksi
4
Siklus II
Perencanaan
Tindakan
Observasi
Refleksi
5
Siklus III
Perencanaan
Tindakan
Observasi
Refleksi
45
3
Agustus
4
1
2
3
4
Analisa Data
Penyusunan Hasil
Pelaporan Hasil
46
BAB IV
HASIL PENILITIAN DAN PEMBAHASAN
A. HasilPenelitian
Berdasarkanpengamatan yang dilakukanoleh guru danpenelititentangjalannya
proses kegiatanbelajarmengajarpadapelaksanaanpembelajaran siklus I, siklus II,
siklus III, diperolehhasilsebagaiberikut:
1. Siklus I
Pengamatan hasil pembelajaran siklus I, baik dalam kegiatan guru,
aktivitas siswa, dan kegiatan evaluasi, adalah sebagai berikut:
a. Hasiltes
Hasil pretest yang dilakukan sebelum tindakan pada materi cahaya dan
sifat-sifatnya diperoleh data-data yang diuraikan pada tabel di bawah ini:
Tabel 4.1 Hasil Nilai Pretest Siklus I
No
Nama Siswa
Salsabila
Hasil Pretest
Siklus 1
88
1
√
2
Titana
84
√
3
Elsa
80
√
4
Nisaul Khasanah
66
5
Desti A
76
6
Zulfa
58
7
Trismiyati
80
8
Dian Nurul
68
47
Tuntas
Tidak
Tuntas
√
√
√
√
√
9
Aldi
60
√
10
Eka C
68
√
11
Miftah
64
√
12
Sri Wulandari
72
13
M. Rizki
44
√
14
Deka
44
√
15
Sodikin
52
√
16
Raka
48
√
17
Eka Bayu
56
√
18
Fatimah
44
√
19
Habib
60
√
20
Noviyanti
56
√
Jumlah
1268
Rata-rata
63,4
√
Persentase
6
14
30%
70%
Berdasarkan tabel di atas diketahui bahwa dari 20 siswa, hanya 6 siswa
yang tuntas dengan persentase 30%, dan 14 siswa tidak tuntas dengan
persentase 70%. Rata-rata yang diperoleh adalah 63,4, sehingga dikategorikan
kurang.
Tabel 4.2 Hasil postest siklus I sebagai berikut:
No
Nama Siswa
Hasil Postest
Siklus 1
84
Tuntas
√
1
Salsabila
2
Titana
84
√
3
Elsa
82
√
4
Trismiyati
82
√
48
Tidak
Tuntas
5
Desti A
76
√
6
Sri Wulandari
78
√
7
Nisaul Khasanah
72
√
8
Dian Nurul
68
√
9
Aldi
60
√
10
Eka C
72
11
Miftah
68
√
12
Zulfa
62
√
13
M. Rizki
54
√
14
Deka
70
15
Sodikin
62
√
16
Raka
50
√
17
Eka Bayu
62
√
18
Fatimah
70
√
19
Habib
70
√
20
Noviyanti
58
Jumlah
1384
Rata-rata
69,2
Persentase
√
√
√
11
9
55%
45%
Berdasarkan hasil postes pada siklus I terhadap 20 siswa diperoleh data
seperti pada tabel diatas. Siswa yang tuntas sebanyak 11 orang (55%) dan
siswa yang tidak tuntas sebanyak 9 orang (45%) dengan rata-rata 69,2%
49
b. Lembar Pengamatan Guru Siklus I
Tabel 4.3 Lembar Pengamatan terhadap Guru pada Siklus I
Skala Penilaian
No
Ketrampilan/ Kemampuan Guru
K
C
B
1
Persiapan guru dalam mengajar
√
2
Ketepatan guru dalam membuka pelajaran dan
√
melakukan apersepsi
3
Kemampuan guru menguasai Pelajaran
4
Ketepatan guru menggunakan metode
√
√
pembelajaran
5
Melaksanakan evaluasi Pembelajaran
6
Menutup pelajaran
Keterangan:
√
√
K = Kurang
B = Baik
C = Cukup
Setelah pembelajaran siklus I selesai, pengamatan aktivitas guru
(peneliti) yang diamati oleh guru kelas V, maka dapat diketahui melalui
lembar observasi.
tanggapan
Dari hasil
pengamatan tercatat
3
butir
mendapat
baik, 1 butir mendapat tanggapan cukup, 2 butir mendapat
tanggapan kurang.
50
c. Lembar Pengamatan Siswa Siklus I
Tabel 4.4 Lembar Pengamatan terhadap Siswa pada Siklus I
Aspek Yang Diamati
No
Nama
Pengetahuan
K
C
Keaktifan
B
K
1
Salsabila
√
2
Elsa
√
3
Trismiyati
4
Titania
5
Sri wulandari
√
√
6
Desti A
√
√
7
Nisaul Khasanah
8
Dian Nurul
9
Aldi
√
10
Eka. C
√
11
Miftah
√
12
Habib
√
13
M. Rizki
14
Deka
15
Sodikin
16
Raka
17
Eka Bayu
18
Fatimah
19
Noviyanti
20
Zulfa
Jumlah
C
B
K
C
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
6
√
√
6
6
B
√
√
√
8
Perhatian
√
10
4
3
12
5
Berdasarkan tabel diatas diketahui bahwa kegiatan siswa dalam
pembelajaran siklus I adalah kategori “kurang”.Hal ini dapat dilihat bahwa
pada aspek kognitif (pengetahuan siswa), afektif (perhatian siswa), dan
51
psikomotorik (keaktifan siswa) sudah menunjukkan adanya peningkatan
aktifitas siswa.
Hasil Pengamatan terhadap guru dan siswa pada siklus I Berdasarkan
hasil pengamatan kondisi pembelajaran siklus I terhadap kegiatan guru
dan siswa, Peneliti dapat menemukan adanya hambatan yang dihadapi ketika
proses pelaksanaan pembelajaran berlangsung. Hambatan – hambatan
tersebut meliputi:
1) Pengelolaan kelas yang belum optimal
2) Keterbatasan waktu dalam proses pembelajaran
3) Penggunaan metode yang kurang tepat dalam pembelajaran
4) Guru kurang menjelaskan dalam menyampaikan materi, sehingga siswa
belum mengerti dan memahami pelajaran
5) Hasil kegiatan pada siklus I belum sepenuhnya sesuai dengan rencana
penelitian.
Berdasarkan hambatan –hambatan di atas, maka yang harus dilakukan oleh
peneliti adalah mengadakan rencana perbaikan sebagai berikut:
1) Guru mengelola waktu agar efisien dan praktis.
2) Guru lebih terampil dalam memotivasi siswa dan lebih jelas dalam
menyampaikan tujuan pembelajaran, sehingga dalam kegiatan belajar
mengajar tidak bersifat monoton.
3) Guru memberikan arahan yang jelas terhadap tugas/latihan yang diberikan
kepada siswa.
52
2. Siklus II
Pada tahap ini peneliti telah mempersiapkan perangkat pembelajaran
yang terdiri dari rencana pembelajaran II, soal tes formatif, dan lembar
pengamatan siswa. Pada siklus II ini, pembelajaran yang direncanakan
difokuskan pada penggunaan pendekatan konstruktivisme dan metode,
demonstrasi dan bimbingan guru. Adapun kegiatan observasi yang digunakan
adalah data hasil penelitian, lembar pengamatan guru dan siswa adalah sebagai
berikut:
a. Hasil Tes
Hasil pre test yang dilakukan sebelum tindakan pada materi cahaya dan
sifat-sifatnya diperoleh data-data seperti yang diuraikan pada tabel di
bawah ini:
Tabel 4.5 Hasil Nilai PretestSiklus II
No
Nama Siswa
Tuntas
Salsabila
Hasil
Pretest
Siklus II
82
1
2
Titana
86
√
3
Elsa
82
√
4
Trismiyati
84
√
5
Desti A
68
√
6
Sri Wulandari
64
√
7
Nisaul Khasanah
76
8
Dian Nurul
68
53
Tidak
Tuntas
√
√
√
9
Aldi
50
√
10
Eka C
60
√
11
Miftah
70
√
12
Zulfa
74
√
13
M. Rizki
54
√
14
Deka
58
√
15
Sodikin
60
√
16
Raka
44
√
17
Eka Bayu
56
√
18
Fatimah
44
√
19
Habib
72
20
Noviyanti
56
Jumlah
1308
Rata-rata
65,4
Persentase
√
√
8
12
40%
60%
Berdasarkan tabel 4.7 di atas diketahui bahwa dari 20 siswa, hanya 8 siswa
yang mampu menuntaskan kompetensi yang diujikan dengan persentase 40%,
dan sebagian besar belum tuntas 60%. Rata-rata yang diperoleh adalah
65,4%, sehingga mengalami peningkatan. Hal ini terjadi karena penjelasan
guru yang kurang jelas sehingga beberapa siswa bermain sendiri dan tidak
memperhatikan terhadap pelajaran IPA.
54
Tabel 4.6 Hasil Nilai PostestSiklus II
No
Nama Siswa
Tuntas
Salsabila
Hasil
Postest
Siklus II
90
1
2
Titana
86
√
3
Elsa
84
√
4
Trismiyati
80
√
5
Desti A
76
√
6
Sri Wulandari
72
√
7
Nisaul Khasanah
72
√
8
Dian Nurul
68
√
9
Aldi
60
√
10
Eka C
68
√
11
Miftah
70
√
12
Zulfa
74
√
13
M. Rizki
44
14
Deka
78
√
15
Sodikin
72
√
16
Raka
48
17
Eka Bayu
80
18
Fatimah
46
√
19
Habib
60
√
20
Noviyanti
84
√
Jumlah
1412
13
7
Rata-rata
70,6
65%
35%
55
Tidak
Tuntas
√
√
√
√
Berdasarkan hasil evaluasi pada siklus II terhadap 20siswa diperoleh
data seperti pada tabel diatas.Siswa yang tuntas sebanyak 13 orang (65%)
dan siswa yang belum tuntas sebanyak 7 orang (35%) dengan rata-rata 70,6%.
b. Lembar Pengamatan Guru Siklus II
Tabel 4.7 Lembar Pengamatan terhadap Guru pada Siklus II
Skala Penilaian
No
1
Ketrampilan/ Kemampuan Guru
K
3
4
5
6
Keterangan: K = Kurang
Pengamatan
√
√
√
√
B = Baik
C = Cukup
terhadap guru pada siklus
pada skala penilaian yaitu 4 butir
B
√
√
Persiapan guru dalam mengajar
Ketepatan guru dalam membuka
pelajaran dan melakukan apersepsi
Kemampuan guru menguasai Pelajaran
Ketepatan guru menggunakan metode
pembelajaran
Melaksanakan evaluasi Pembelajaran
Menutup pelajaran
2
C
II mengalami peningkatan
mendapat tanggapan baik, dan 2
butir mendapat tanggapan cukup.
c. Lembar Pengamatan Siswa
Tabel 4.8 Lembar Pengamatan terhadap Siswa pada Siklus II
Aspek Yang Diamati
No
Nama
Pengetahuan
K
C
Keaktifan
B
1
Salsabila
√
2
Elsa
√
56
K
C
Perhatian
B
K
C
√
B
√
√
√
√
√
√
3
Trismiyati
4
Titania
5
Sri wulandari
√
6
Desti A
√
7
Nisaul Khasanah
√
√
8
Dian Nurul
√
√
√
9
Aldi
√
√
10
Eka. C
√
11
Miftah
√
12
Habib
13
M. Rizki
14
Deka
15
Sodikin
√
16
Raka
√
17
Eka Bayu
√
18
Fatimah
√
19
Noviyanti
√
20
Zulfa
Jumlah
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
8
Keterangan: K = Kurang
√
√
√
1
√
11
4
B = Baik
√
8
8
3
9
8
C = Cukup
Hasil dari siklus II ini sudah menunjukkan adanya perubahan,
bertambahnya
keaktifan
dan
perhatian
pendekatan konstruktivisme dan
siswa
dalam
menggunakan
demonstrasi langsung kepada siswa
ketika pembelajaran IPA tentang sifat-sifat cahaya.
d. Hasil Pengamatan terhadap guru dan siswa pada siklus II
Berdasarkan hasil pengamatan kondisi pembelajaran siklus II terhadap
kegiatan guru dan siswa, peneliti dapat menemukan adanya hambatan
57
yang dihadapi ketika proses pelaksanaan pembelajaran berlangsung.
Hambatan – hambatan tersebut meliputi:
1) Pengelolaan kelas yang belum optimal
2) Keterbatasan waktu dalam proses pembelajaran
3) Guru kurang menjelaskan kegiatan yang akan berlangsung, sehingga
siswa belum mengerti dan memahami pelajaran
4) Hasil kegiatan pada siklus II belum sepenuhnya sesuai dengan rencana
penelitian.
Berdasarkan hambatan –hambatan di atas, maka yang harus dilakukan oleh
peneliti adalah mengadakan rencana perbaikan sebagai berikut:
1) Guru mengelola waktu agar efisien dan praktis.
2) Skenario pembelajaran diperbaiki agar pemanfaatan waktu lebih
terencana dan maksimal.
3) Guru lebih terampil dalam memotivasi siswa dan lebih jelas dalam
menyampaikan tujuan pembelajaran, sehingga dalam kegiatan belajar
mengajar tidak bersifat monoton.
4) Guru memberikan arahan yang jelas terhadap tugas/latihan yang
diberikan kepada siswa.
3. Siklus III
Pada tahap ini peneliti telah mempersiapkan perangkat pembelajaran
yang terdiri dari rencana pembelajaran III, soal tes formatif III, lembar
pengamatan guru dan siswa dan alat-alat pelajaran yang mendukung
58
pembelajaran. Pada siklus III ini, pembelajaran yang direncanakan difokuskan
pada pendekatan konstruktivisme, tanya jawab, dan pemantapan.
a. Hasil Tes
Hasil pretestyang dilakukan sebelum tindakan pada materi cahayadan
sifat-sifatnya diperoleh data-data seperti yang diuraikan pada tabel di
bawah ini:
Tabel 4.9 HasilPretestSiklus III
No
Nama Siswa
Hasil Pretest Tuntas
Siklus III
78
√
Tidak
Tuntas
1
Salsabila
2
Titana
76
√
3
Elsa
80
√
4
Trismiyati
78
√
5
Desti A
70
√
6
Sri Wulandari
72
√
7
Nisaul Khasanah
72
√
8
Dian Nurul
78
√
9
Aldi
68
√
10 Eka C
66
√
11 Miftah
80
√
12 Zulfa
80
√
13 M. Rizki
56
14 Deka
78
√
15 Sodikin
70
√
16 Raka
76
√
17 Eka Bayu
72
√
59
√
18 Fatimah
56
19 Habib
82
20 Noviyanti
58
Jumlah
1446
Rata-rata
72,3
Persentase
√
√
√
15
5
75%
25%
Berdasarkan tabel 4.9 di atasdiketahui bahwa dari 20 siswa, ada 15
siswa yang telah tuntas dengan persentase 75% dan hanya 5 siswa yang
belum tuntas dengan persentase 25%. Rata- rata yang diperoleh adalah
72,3 telah mengalami peningkatan dalam proses pembelajaran IPA.
Tabel 4.10 Hasil postest siklusIII
No
Nama Siswa
Hasil Postest Tuntas
Siklus III
90
√
1
Salsabila
2
Titana
82
√
3
Elsa
88
√
4
Trismiyati
84
√
5
Desti A
76
√
6
Sri Wulandari
76
√
7
Nisaul Khasanah
92
√
8
Dian Nurul
78
√
9
Aldi
70
√
10 Eka C
76
√
11 Miftah
80
√
60
Tidak
Tuntas
12 Zulfa
84
√
13 M. Rizki
70
√
14 Deka
70
√
15 Sodikin
90
√
16 Raka
80
√
17 Eka Bayu
74
√
18 Fatimah
72
√
19 Habib
88
√
20 Noviyanti
70
√
Jumlah
1590
20
Rata-rata
79,5
Persentase
100%
0%
Berdasarkan tabel di atas diketahui bahwa dari 20 siswa telah berhasil
tuntas seluruhnya dengan persentase 100%. Rata-rata yang diperoleh adalah
79.5. Hal ini menunjukkan bahwa telah mengalami peningkatan mulai siklus
I, II, dan III.
b. Lembar Pengamatan Guru Siklus III
Tabel 4.11 Lembar Pengamatan terhadap Guru pada Siklus III
Skala Penilaian
No
Ketrampilan/ Kemampuan Guru
K
C
B
1
Persiapan guru dalam mengajar
√
2
Ketepatan guru dalam membuka pelajaran
√
dan melakukan apersepsi
3
Kemampuan guru menguasai Pelajaran
√
4
Ketepatan guru menggunakan metode
√
61
pembelajaran
5
Melaksanakan evaluasi Pembelajaran
√
6
Menutup pelajaran
√
c. Lembar Pengamatan Siswa
Tabel 4.12 Lembar Pengamatan terhadap siswa pada Siklus III
Aspek Yang Diamati
No
Nama
Pengetahuan
K
C
Keaktifan
B
K
C
Perhatian
B
K
C
1
Salsabila
√
2
Elsa
√
√
3
Trismiyati
√
√
√
4
Titania
√
√
√
5
Sri wulandari
√
√
√
6
Desti A
√
√
√
7
Nisaul Khasanah
√
√
8
Dian Nurul
√
√
9
Aldi
√
√
10
Eka. C
√
√
11
Miftah
√
√
√
12
Habib
√
√
√
13
M. Rizki
√
√
14
Deka
15
Sodikin
√
16
Raka
√
17
Eka Bayu
√
√
18
Fatimah
√
√
19
Noviyanti
√
√
20
Zulfa
Jumlah
√
B
√
√
5
62
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
1
√
√
√
√
√
√
14
0
6
14
√
2
4
14
Keterangan: K = Kurang
C = Cukup
B = Baik
Berdasarkan hasil pengamatan terhadap kondisi pembelajaran baik
siswa maupun guru pada siklus III, telah mengalami peningkatan yang
cukup bagus, sehingga hambatan atau permasalahan yang muncul pada
siklus I dan siklus II sudah tidak terlihat pada siklus III.
B. Pembahasan
1. Siklus I
Pada siklus I ini, pembelajaran IPA dengan menggunakan strategi dan
metode yang sesuai, sangat berpengaruh besar terhadap kemampuan siswa
dalam menjawab soal formatif dengan jawaban yang benar. Keaktifan
siswa muncul karena adanya metode yang sesuai dan alat peraga yang
telah tersedia sehingga siswa mudah mengikuti
proses pembelajaran.
Paparan tersebut menunjukkan bahwa siswa MI membutuhkan suatu suasana
yang tidak monoton, tidak membosankan, tetapi
menyenangkan dan lebih
bermakna dalam kegiatan pembelajaran.
Setelah peneliti mengadakan pengamatan melalui tes formatif yang
berupa pre test dan pos test. Hasil pre test yang diperoleh siswa pada siklus I
adalah 14 siswa banyak yang belum tuntas dengan persentase 70% dan hanya 6
siswa yang tuntas dengan persentase 30%. Sedangkan nilai hasil pos tes
yang diperoleh siswa adalah mengalami perubahan dalam pembelajaran
yaitu hanya 9 siswa dengan persentase 45% yang belum tuntas, 11 siswa yang
lainnya dengan persentase 55% telah tuntas, rata-rata yang dicapai 69.2%.
63
Pada siklus I ini belum memenuhi kriteria nilai KKM dalam pembelajaran
IPA. Hasil penelitian pada siklus I dapat disajikan melalui tabel dibawah ini:
Tabel 4.13 Ketuntasan Nilai Siswa Siklus I
No
Ketuntasan
Jumlah
Persentase
Angka
Ketuntasan
Siswa
1
≤70
Tidak Tuntas
11
55%
2
≥70
Tuntas
9
45%
20
100%
Jumlah
Dari table diatas kondisi nilai siswa dapat dijabarkan pada diagram berikut:
Gambar 4.1 Diagram Ketuntasan Nilai Siswa Siklus I
Rentang Nilai
45%
55%
Tuntas
Tidak Tuntas
64
Dalam pembelajaran yang pertama pengamatan terhadap siswa disajikan pada
diagram dibawah ini:
Gambar 4.2 Diagram Pengamatan Siswa Siklus I
30%
25%
20%
Pengetahuan
Keaktifan
15%
Perhatian
10%
5%
0%
SIKLUS I
2. Siklus II
Hasil evaluasi siklus I menunjukkan
banyak siswa yang
belum
mencapai ketuntasan belajar, hal ini disebabkan kurangnya pemahaman siswa
mengenai materi cahaya dan sifat-sifatnya. Pada siklus II siswa yang mencapai
ketuntasan belajar 65% sebanyak 13 siswa dan yang belum tuntas hanya 7 siswa
dengan persentase 35%. Nilai rata-rata yang diperoleh adalah 70,6.
Pada siklus II ini sudah mengalami peningkatan yangbaik. Pada siklus II
ini guru lebih menekankan pada aspek kemampuan, keaktifan dan perhatian
siswa dalam
proses
pembelajaran
karena
hal
ini
dapat
mendukung
keberhasilan belajar siswa. Berdasarkan hal tersebut perlu adanya perbaikan
dalam proses pembelajaran selanjutnya.
65
Tabel 4.14 Ketuntasan Nilai Siswa Siklus II
No
Ketuntasan
Jumlah
Persentase
Angka
Ketuntasan
Siswa
1
≤70
Tidak Tuntas
13
65%
2
≥70
Tuntas
7
35%
20
100%
Jumlah
Dari table diatas kondisi nilai siswa dapat dijabarkan pada diagram berikut:
Gambar 4.3 Diagram Ketuntasan Nilai Siswa Siklus II
Rentang Nilai
35%
65%
Tuntas
Tidak Tuntas
Dalam pembelajaran yang pertama pengamatan terhadap siswa disajikan pada
diagram dibawah ini:
66
Gambar 4.4 Diagram Pengamatan Siswa Siklus II
60%
50%
40%
Pengetahuan
Keaktifan
30%
Perhatian
20%
10%
0%
SIKLUS I
3. Siklus III
Perbaikan pembelajaran pada siklus II menunjukkan adanya peningkatan
baik peran guru, persentase keberhasilan pembelajaran maupun persentase
ketuntasan belajar. Akan tetapi hasil belajarnya belum maksimal. Selam
proses pembelajaran yang diamati adalah kemampuan siswa, keaktifan dan
perhatian siswa yang berbeda-beda terhadap pemahaman materi.
Pada siklus III atau kondisi akhir siswa lebih senang dan tertarik pada
pembelajaran yang disajikan oleh guru sehingga prestasi siswa meningkat
sangat memuaskan.Dengan demikian hasil tes formatif sangat memuaskan
yakni keseluruhan siswa telah berhasil tuntas 100% dengan nilai rata-rata
79.5.
67
Tabel 4.15 Ketuntasan Nilai Siswa Siklus III
No
Ketuntasan
Jumlah
Persentase
Angka
Ketuntasan
Siswa
1
≤70
Tidak Tuntas
20
100%
2
≥70
Tuntas
0
0%
20
100%
Jumlah
Dari tabel diatas kondisi nilai siswa dapat dijabarkan pada diagram berikut:
Gambar 4.5 Diagram Ketuntasan Nilai Siswa Siklus III
Rentang Nilai
45%
55%
Tuntas
Tidak Tuntas
Dalam pembelajaran yang pertama pengamatan terhadap siswa disajikan pada
diagram dibawah ini:
68
Gambar 4.6 Diagram Pengamatan Siswa Siklus III
30%
25%
20%
Pengetahuan
Keaktifan
15%
Perhatian
10%
5%
0%
SIKLUS I
Pada penerapan metode demonstrasi, peneliti telah melakukan pengamatan
terhadap
guru dan siswa pada aspek perhatian, keaktifan, dan kemampuan
siswa. Hasil pengamatan terhadap guru dan siswa dapat disajikan pada tabel
berikut:
Tabel 4.16 Rekapitulasi hasil pengamatan terhadap siswa
Siklus I
Kriteria
No Ketuntasan
Siklus II
Siklus III
Pretest
Postest
Pretest
Postest
Pretest
Postest
F
%
F
%
F
%
F
%
F
%
F
%
1
Tuntas
6
30
11
55
8
40
13
65
15
75
20
100
2
Tidak Tuntas
14
70
9
45
12
60
7
35
5
25
0
0
Jumlah
20
100
20
100
20
100
20
100
20
100
20
100
69
Tabel 4.17 Rekapitulasi Hasil observasi terhadap siswa pada siklus I-III
Skala Penelitian
K
Siklus
Siklus I
Siklus II
Siklus III
Kategori
F
C
%
F
B
%
F
%
Pengetahuan Siswa
8
40%
6
30%
6
30%
Keaktifan Siswa
6
30%
10
50%
4
20%
Perhatian Siswa
3
15%
12
60%
5
25%
Pengetahuan Siswa
1
5%
8
40%
11
55%
Keaktifan Siswa
4
20%
8
40%
8
40%
Perhatian Siswa
3
15%
9
45%
8
40%
Pengetahuan Siswa
1
5%
5
25%
14
70%
Keaktifan Siswa
0
0%
6
30%
14
70%
Perhatian Siswa
2
10%
4
20%
14
70%
Tabel diatas menunjukan bahwa nilai ketuntasan di setiap siklus meningkat
dari siklus I sampai siklus III. Sama halnya pada pengamatan siswa pada aspek
pengetahuan, keaktifan dan perhatian siswa mengalami peningkatan yang sangat
baik di setiap siklusnya. Berdasarkan tabel diatas dapat dibuat diagram batang
tentang aktifitas siswa dari siklus I, II dan III sebagai berikut:
70
70
60
50
Pengetahuan
40
Keaktifan
30
Perhatian
20
10
0
Siklus I
Siklus II Siklus III
C. Faktor Pendukung dan Faktor Penghambat
Dalam pelaksanaan penelitian terdapat berbagai faktor pendukung dan faktor
penghambat proses pembelajaran. Berikut ini adalah faktor yang menghambat
dan yang mendukung pembelajaran konstruktivisme.
1. Faktor Pendukung
a. Siswa menyukai pendekatan konstruktivisme, karena pembelajarannya
mengasyikkan, dan menyenangkan dalam kehidupan sehari-hari.
b. Pendekatan konstruktivisme merupakan model pembelajaran baru
yang melibatkan banyak siswa kreatif, aktif, dinamis, dan kritis.
c. Penggunaan alat peraga sangat mendukung keberhasilan siswa dalam
proses pembelajaran.
d. Motode Pembelajaran demonstrasi bagi siswa dapat menciptakan
kondisi kelas menjadi hidup dan menumbuhkan rasa percaya diri
siswa ketika kegiatan pembelajaran berlangsung.
71
e. Penyampaian materi lewat pendekatan konstruktivisme bukan merupan
beban bagi siswa ketika menerima materi tersebut, meskipun
sebenarnya siswa dituntut untuk menemukan hal-hal nyata ketika
menerima materi IPA.
2. Faktor penghambat
a. Beberapa siswa tidak menyukai pelajaran IPA karena sulit dan
dianggap mereka menakutkan.
b. Sebelum dilakukan pendekatan konstruktivisme, banyak siswa yang
ramai sendiri sehingga mengganggu proses pembelajaran.
c. Jika pengkondisian waktu belum stabil, maka pembelajaran tidak akan
sesuai dengan yang direncanakan. Sebagian besar siswa jika sudah
asyik praktek/percobaan
langsung
terkadang
ramai,
berbicara
sendiri, dan materi yang disampaikan belum selesai karena waktunya
habis.
72
BAB V
PENUTUP
A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian tindakan kelas yang telah dilakukan maka dapat
ditarik kesimpulan bahwa pembelajaran IPA dengan penggunaan metode
demonstrasi pada siswa kelas V semester II MI Ma’had Islam desa Plalar dapat
meningkatkan prestasi belajar. Hal ini ditandai dengan peningkatan hasil belajar
setiap siklus, yaitu siklus I rata-rata kelas dari nilai pretest adalah 63,4 dan nilai
postes yang diperoleh adalah 69.2, siklus II diperoleh rata-rata nilai pretest 65,4 dan
nilai postest 70.6 dengan, dan siklus III diperoleh rata-rata pretest 72,3 sedangkan
postest 79,5. Pada hasil persentase terhadap nilai pretest dan postest, dapat
disimpulkan bahwa pada pretest siklus I sebanyak 30% siswa yang tuntas, untuk
postest sebanyak 55% siswa yang tuntas. Padasiklus II jumlah siswa yang tuntas
pada pretest meningkat 40%, untuk postest 65%. pada siklus III jumlah siswa yang
tuntas sangat memuaskanya itukeseluruhan siswa telah berhasil 100% dengan
rata-rata nilai 79,5.
B. Saran
Berdasarkan hasil penelitian tindakan kelas yang diperoleh, maka terdapat
beberapa saran sebagai berikut:
73
DAFTAR PUSTAKA
Arifin, Zainal, (2001), Evaluasi Instruksional Prinsip Tehnik dan Prosedur,
Bandung: Remaja Rosda Karya.
Arikunto, dkk, (2008),Penelitian Tindakan Kelas, Jakarta: Bumi Aksara.
Depag, (2002), Pendidikan IPA Madrasah Ibtidaiyah, Jakarta: Ditjen Binbaga
Departemen Agama.
Djamarah, Syaiful Bahri. (2000) Guru dan Anak Didik dalam Intraksi Edukatif. Jakarta:
Rineka Cipta
Handayani, Sarjan, Purwo Sutanto, (2004),Sains, Klaten: Sahabat.
Haryanto, (2004),Sains untuk SD kelas V, Jakarta: Erlangga.
Johnson Elaine, (2009),Contextual Teaching and Learning, Jakarta: MLC.
Khuraesin, (2004),Belajar Pengetahuan Alam, Bandung:Sarana Pancakarya Nusa.
Moedjiono Hasibuan, (1995), Proses Belajar Mengajar, Bandung: Remaja Rosda
Karya.
Mudjiono Dimyati, (2002),Belajar dan Pembelajaran, Jakarta: Rineka cipta.
Poerwadarminta, (2006), Kamus Umum Bahasa Indonesia, Jakarta: Balai Pustaka.
Purwanto Ngalim, (1990),Psikologi Pendidikan, Bandung: Remaja Rosda Karya.
Rusyan Tabrani, Atang Kusdinar, Zainal Arifin, (1989),Pendekatan dalam Proses
Belajar mengajar, Bandung: Rineka cipta.
Sapriati, (2009),Pembelajaran IPA di SD, Jakarta: Universitas Terbuka.
Semiawan Conny, (2008),Belajar dan Pembelajaran Prasekolah dan Sekolah Dasar,
Indonesia: PT Macanan Jaya Cemerlang.
Slameto, (1988),Belajar dan Faktor-faktor yang mempengaruhinya, Jakarta: Bina
Aksara.
74
Sukmadinata, Nana Saodih, (2004),Landasan Psikologi Proses Pendidikan ,
Bandung: Remaja Rosda Karya.
Sriyanti lilik, 2009. Psikologi Pendidikan, Jakarta: Remaja Rosda Karya.
75
DAFTAR RIWAYAT HIDUP
Nama
: Novita Nur Afifah
Tempat tanggal lahir : 24 April 1995
Jenis Kelamin
: Perempuan
Warga Negara
: Indonesia
Alamat
: Rejosari, RT 01 RW 10, Desa Batur, Kecamatan Getasan
Gol. Darah
:A
Pendidikan :
1. MI Nurul Islam Batur II Lulus Tahun 2006
2. SMP Negeri 10 Salatiga Lulus Tahun 2009
3. SMK Diponegoro Salatiga Lulus Tahun 2012
Demikian daftar Riwayat hidup ini saya buat dengan sebenar-benarnya.
Salatiga, 19 Agustus 2016
Penulis
Novita Nur Afifah
NIM: 115-12-012
76
77
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
NAMA SEKOLAH
: MI MA’HAD ISLAM
MATA PELAJARAN
: ILMU PENGETAHUAN ALAM
KELAS
: LIMA (V)
SEMESTER
: II (DUA) / GENAP
A. Standar Kompetensi
Menerapkan sifat-sifat cahaya melalui kegiatan membuat suatu karya atau model
B. Kompetensi Dasar
-
Mendeskripsikan sifat-sifat cahaya
C. Indikator
Mendemonstrasikan sifat cahaya yang mengenai berbagai benda (bening, berwarna
dan gelap)
D. Tujuan Pembelajaran
1. Siswa dapat menyebutkan sifat-sifat cahaya
2. Siswa dapat menjelaskan sifat-sifat cahaya yang mengenai berbagai benda
(bening, berwarna dan gelap)
E. Materi Pembelajaran
Pengertian Cahaya
Cahaya berasal dari sumber cahaya.Sumber cahaya adalah semua benda yang
dapat memancarkan cahaya. Sumber cahaya yang paling utama adalah matahari,
sumber cahaya yang lain yaitu lilin, senter, bintang, api, lampu dan kilat. Tanpa
cahaya makhluk hidup tidak dapat bertahan hidup dengan baik maka cahaya sangat
dibutuhkan bagi kehidupan makhluk hidup di bumi. Dengan adanya cahaya
Manusia dapat melihat benda-benda di sekitarnya karena benda memantulkan
78
cahaya ke mata. Tumbuhan dapat melakukan proses memasak makanan dan
tumbuh secara cepat serta hewan dapat berkembang biak dengan baik.
Cahaya merupakan salah satu spektrum gelombang elektromagnetik, yaitu
gelombang yang merambat tanpa memerlukan medium. Sifat-sifat cahaya adalah
sebagai berikut:
a. Cahaya merambat lurus
Apabila kita memperhatikan cahaya matahari, maka tampak bahwa berkas
cahayanya merambat lurus. Cahaya matahari yang masuk ke dalam ruangan
atau celah-celah rumah yang gelap akan tampak seperti garis-garis putih yang
lurus. Berkas cahaya yang merambat lurus dapat kita lihat pada cahaya lampu
senter atau mobil di malam hari.
b. Cahaya dapat menembus benda bening
Benda bening adalah benda yang dapat meneruskan sebagian besar cahaya
yang diterimanya.Contohnya kaca, plastik bening, dan airbening. Benda tembus
cahaya adalah benda-benda yang dapat meneruskan sebagian cahaya yang
diterimanya.Beberapa contoh diantaranya kaca kabur, kertas minyak, dan gorden
tipis. Benda tidak tembus cahaya
adalah
benda-benda
yang tidak
dapat
meneruskan cahaya yang diterimanya. Contohnya kertas karton, triplek, batu,
kayu, seng, kain tebal, dan tembok Cahaya dapat dipantulkan. Cahaya pantul
atau
sinar
pantul
menurut adalah berkas cahaya yang dikembalikan oleh
permukaan benda. Berdasarkan hasil pantulannya, cahaya pantulan dibagi dua
yaitu:
79
4) Pemantulan difus (baur) adalah pemantulan cahaya kesegala arah secara tidak
teratur. Contohnya pecahan beling.
5) Pemantulan teratur adalah pemantulan dengan arah teratur.
6) Contohnya seberkas cahaya mengenai permukaan bidang pantul yang rata
dan mengkilap, cahaya dan air dalam keadaan tenang.Sifat cahaya yang
terpantul pada cermin datar dan cermin lengkung adalah sebagai berikut:
a) Cermin datar
Cermin datar adalah cermin yang memiliki bagian pemantulan
cahaya yang datar. Contoh: cermin pada lemari rias (berkaca).
b) Cermin lengkung
Cermin lengkung terdiri dari cermin cembung dan cermin cekung.
c. Cahaya dapat dibiaskan
Peristiwa pembiasan
cahaya
disebabkan oleh perubahan
atau
pembelokan arah rambat cahaya karena melalui dua medium yang
berbeda kerapatannya.Contoh: pensil yang berada di dalam air akan
terlihat bengkok, dan dasar kolam yang dangkal. Udara memiliki
kerapatan yang lebih kecil daripada air. Bila cahaya merambat dari zat
yang kurang rapat ke zat yang lebih rapat maka cahaya akan dibiaskan
mendekati garis normal. Akan tetapi apabila cahaya merambat dari zat
yang lebih rapat ke zat yang kurang rapat maka cahaya akan dibiaskan
menjauhi garis normal. Garis normal merupakan garisyang tegak lurus
pada bidang batas kedua permukaan.
80
Perhatikan gambar dibawah ini!
Gambar: Peristiwa Pembiasan Cahaya
Pembiasan terjadi Karena cahaya melalui batas dua medium yang
berbeda kerapatannya. Jadi, cahaya mengalami pembiasan apabila melalui
dua medium
yang
berbeda
kerapatan
zatnya. Cahaya
dibiaskan
mendekati garis normal apabila cahaya datang dari zat yang renggang ke
zat yang lebih rapat.Cahaya dibiaskan menjauhi garis normal apabila
cahaya datang dari zat yang lebih rapat ke zat yang renggang.
d. Cahaya putih terdiri berbagai warna
Pernahkah kamu melihat pelangi? Kapankah pelangi itu tampak
olehmu? Warna-warna apa yang tampak pada pelangi? Pelangi akan
tampak bila kita membelakangi matahari, sedangkan pada tempat yang
jauh di depan kita terjadi hujan. Pelangi memiliki bermacam-macam
warna seperti merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila, dan ungu.
81
Warna-warna ini muncul karena sinar matahari dibiaskan, diuraikan,
dan dipantulkan oleh tetes-tetes air hujan.
Cahaya
yang tepancar matahari
berwarna
putih. Ketika cahaya
mengenai air, warna cahaya yang tampak bukan putih lagi. Cahaya
putih
yang
mengalami
pembiasan
dan
terurai
menjadi
bermacammacam warna disebut spektrum.
F. Alokasi Waktu
1 x 45 Menit
G. Metode Pembelajaran
1. Demonstrasi
2. Penugasan
3. Tanya jawab
H. Kegiatan Pembelajaran
No
Langkah-langkah
1
Kegiatan Awal

Berdo’a dan mengucapkan salam

Memberikan apersepsi dalam bentuk soal pre test

Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang hendak
dicapai.
2
Kegiatan Inti
Eksplorasi

Guru menjelaskan materi sifat-sifat cahaya melalui
82
metode
demonstrasi atau memperagakan media dan alat-alat yang
menunjukan sifat-sifat cahaya.
Elaborasi

Guru membagi siswa menjadi 3 kelompok bertugas untuk
mengamati sifat-sifat cahaya yang bersifat menembus benda
bening, dan merambat lurus yang telah disediakan oleh
guru, sekaligus bahan yang disiapkan oleh peneliti.

Guru menyuruh siswa untuk berdiskusi kelompok. Dalam
hal ini siswa dapat melakukan kerjasama dengan baik,
sesuai dengan pembelajaran yang diharapkan.
Konfirmasi

Setelah selesai
berdiskusi
kelompok, siswa
diharapkan
untuk membaca dan menuliskan kembali dari hasil yang
telah diamatinya.

Siswa dari masing-masing kelompok maju ke depan kelas
untuk menyampaikan hasil diskusi kelompok

3
Guru menyimpulkan materi sifat-sifat cahaya dengan jelas.
Kegiatan Akhir

Melakukan Tanya jawab materi kepada siswa untuk bahan
refleksi materi ataupun pada saat kegiatan pembelajaran.
83

Mengadakan post test.
I. Media Pembelajaran
1. Gambar tentang sifat-sifat cahaya
2. Senter, gelas, kertas, kardus, mika bening
J. Sumber Belajar
Buku LKS IPA kelas V semester 2
Buku paket IPA Kelas V Semester 2
K. Evaluasi
Jenis alat evaluasi : tes tertulis
Bentuk alat evaluasi : 5 soal uraian (terlampir)
Getasan, 29 Juli 2016
Mengetahui,
Kepala Sekolah
Guru Kelas VI
Amir, S.PdI
NIP.197104221993031001
Riani Fitriyah, S.E
84
LEMBAR EVALUASI SIKLUS I
Nama
:
Mata Pelajaran :
1. sumber cahaya adalah ....
2. Benda yang dapat ditembus oleh cahaya adalah ....
3. Gelas bening dapat ditembus oleh cahaya. Hal ini menunjukkan bahwa cahaya
memiliki sifat ....
4. Cahaya yang masuk melalui jendela rumah menunjukkan bahwa cahaya
memiliki sifat….
5. Sebutkan sifat-sifat cahaya yang kamu ketahui!
KETERANGAN :
Untuk setiap poin skor nilainya 20, tetapi apabila setiap soal dijawab setengah atau
kurang dari yang diminta di soal maka skor nilainya 10. Apabila jawaban salah
namun diisi mendapat skor 2 dan jika jawaban dikosongi mendapat skor 0.
85
KUNCI JAWABAN SIKLUS I
1. Matahari
2. Benda bening
3. Dapat menembus benda bening
4. Merambat lurus
5. Menembus benda bening, merambat lurus, dapat dibiaskan, dapat dipantulkan
86
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
NAMA SEKOLAH
: MI MA’HAD ISLAM
MATA PELAJARAN
: ILMU PENGETAHUAN ALAM
KELAS
: LIMA (V)
SEMESTER
: II (DUA) / GENAP
L. Standar Kompetensi
Menerapkan sifat-sifat cahaya melalui kegiatan membuat suatu karya atau model
M. Kompetensi Dasar
-
Mendeskripsikan sifat-sifat cahaya
N. Indikator
Mendeskripsikan sifat cahaya yang mengenai cermin cekung dan cermin cembung
O. Tujuan Pembelajaran
3. Siswa dapat menyebutkan sifat-sifat cahaya
4. Siswa dapat menjelaskan sifat-sifat cahaya yang mengenai cermin cekung
5. Siswa dapat menjelaskan sifat-sifat cahaya yang mengenai cermin cembung
P. Materi Pembelajaran
Pengertian Cahaya
Cahaya berasal dari sumber cahaya.Sumber cahaya adalah semua benda yang
dapat memancarkan cahaya. Sumber cahaya yang paling utama adalah matahari,
sumber cahaya yang lain yaitu lilin, senter, bintang, api, lampu dan kilat. Tanpa
cahaya makhluk hidup tidak dapat bertahan hidup dengan baik maka cahaya sangat
dibutuhkan bagi kehidupan makhluk hidup di bumi. Dengan adanya cahaya
Manusia dapat melihat benda-benda di sekitarnya karena benda memantulkan
cahaya ke mata. Tumbuhan dapat melakukan proses memasak makanan dan
tumbuh secara cepat serta hewan dapat berkembang biak dengan baik.
87
Cahaya merupakan salah satu spektrum gelombang elektromagnetik, yaitu
gelombang yang merambat tanpa memerlukan medium. Sifat-sifat cahaya adalah
sebagai berikut:
a. Cahaya merambat lurus
Apabila kita memperhatikan cahaya matahari, maka tampak bahwa berkas
cahayanya merambat lurus. Cahaya matahari yang masuk ke dalam ruangan
atau celah-celah rumah yang gelap akan tampak seperti garis-garis putih yang
lurus. Berkas cahaya yang merambat lurus dapat kita lihat pada cahaya lampu
senter atau mobil di malam hari.
b. Cahaya dapat menembus benda bening
Benda bening adalah benda yang dapat meneruskan sebagian besar cahaya
yang diterimanya.Contohnya kaca, plastik bening, dan airbening. Benda tembus
cahaya adalah benda-benda yang dapat meneruskan sebagian cahaya yang
diterimanya.Beberapa contoh diantaranya kaca kabur, kertas minyak, dan gorden
tipis. Benda tidak tembus cahaya
adalah
benda-benda
yang tidak
dapat
meneruskan cahaya yang diterimanya. Contohnya kertas karton, triplek, batu,
kayu, seng, kain tebal, dan tembok Cahaya dapat dipantulkan. Cahaya pantul
atau
sinar
pantul
menurut adalah berkas cahaya yang dikembalikan oleh
permukaan benda. Berdasarkan hasil pantulannya, cahaya pantulan dibagi dua
yaitu:
7) Pemantulan difus (baur) adalah pemantulan cahaya kesegala arah secara tidak
teratur. Contohnya pecahan beling.
88
8) Pemantulan teratur adalah pemantulan dengan arah teratur.
9) Contohnya seberkas cahaya mengenai permukaan bidang pantul yang rata
dan mengkilap, cahaya dan air dalam keadaan tenang.Sifat cahaya yang
terpantul pada cermin datar dan cermin lengkung adalah sebagai berikut:
a) Cermin datar
Cermin datar adalah cermin yang memiliki bagian pemantulan
cahaya yang datar. Contoh: cermin pada lemari rias (berkaca).
b) Cermin lengkung
Cermin lengkung terdiri dari cermin cembung dan cermin cekung.
c. Cahaya dapat dibiaskan
Peristiwa pembiasan
cahaya
disebabkan oleh perubahan
atau
pembelokan arah rambat cahaya karena melalui dua medium yang
berbeda kerapatannya.Contoh: pensil yang berada di dalam air akan
terlihat bengkok, dan dasar kolam yang dangkal. Udara memiliki
kerapatan yang lebih kecil daripada air. Bila cahaya merambat dari zat
yang kurang rapat ke zat yang lebih rapat maka cahaya akan dibiaskan
mendekati garis normal. Akan tetapi apabila cahaya merambat dari zat
yang lebih rapat ke zat yang kurang rapat maka cahaya akan dibiaskan
menjauhi garis normal. Garis normal merupakan garisyang tegak lurus
pada bidang batas kedua permukaan.
Perhatikan gambar dibawah ini!
89
Gambar: Peristiwa Pembiasan Cahaya
Pembiasan terjadi Karena cahaya melalui batas dua medium yang
berbeda kerapatannya. Jadi, cahaya mengalami pembiasan apabila melalui
dua medium
yang
berbeda
kerapatan
zatnya. Cahaya
dibiaskan
mendekati garis normal apabila cahaya datang dari zat yang renggang ke
zat yang lebih rapat.Cahaya dibiaskan menjauhi garis normal apabila
cahaya datang dari zat yang lebih rapat ke zat yang renggang.
d. Cahaya putih terdiri berbagai warna
Pernahkah kamu melihat pelangi? Kapankah pelangi itu tampak
olehmu? Warna-warna apa yang tampak pada pelangi? Pelangi akan
tampak bila kita membelakangi matahari, sedangkan pada tempat yang
jauh di depan kita terjadi hujan. Pelangi memiliki bermacam-macam
warna seperti merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila, dan ungu.
90
Warna-warna ini muncul karena sinar matahari dibiaskan, diuraikan,
dan dipantulkan oleh tetes-tetes air hujan.
Cahaya yang tepancar matahari berwarna putih. Ketika cahaya
mengenai air, warna cahaya yang tampak bukan putih lagi. Cahaya
putih
yang
mengalami
pembiasan
dan
terurai
menjadi
bermacammacam warna disebut spektrum.
Q. Alokasi Waktu
1 x 45 Menit
R. Metode Pembelajaran
4. Demonstrasi
5. Penugasan
6. Tanya jawab
S. Kegiatan Pembelajaran
No
Langkah-langkah
1
Kegiatan awal (10 menit)

Guru membuka pelajaran dengan salam

Guru mengabsen siswa

Guru melakukan kegiatan pre test
2
Kegiatan inti (40 menit)
Eksplorasi

Guru menjelaskan materi tentang sifat-sifat cahaya yang
91
mengenai cermin cekung dan cermin cembung kepada siswa.

Siswa diminta untuk mencatat tentang sifat-sifat cahaya.

Guru mengajukan pertanyaan “Apa yang kamu ketahui

tentang sifat-sifat cahaya? Apa yang menyebabkan bendabenda terlihat jelas?.

Guru memimpin tanya jawab antar siswa tentang bukti
sifat-sifat cahaya dalam kehidupan sehari-hari, misalnya
adanya pelangi, kolam renang tampak dangkal, dalam
ruangan bisa terang dan sebagainya.

Guru meminta siswa untuk memperhatikan gambar tentang
pantulan cahaya pada cermin cekung dan cembung
Elaborasi

Guru memberi kesempatan bertanya kepada siswa yang
belum paham mengenai materi tentang sifat-sifat cahaya
yang mengenai cermin cekung dan cermin cekung
Konfirmasi

Siswa didampingi oleh guru menyipulkan materi tentang sifat
cahaya yang mengenai cermin cekung dan cermin cembung

3
Guru meluruskan pemahaman siswa
Kegiatan akhir (20 menit)

Melakukan post test
92

Do’a penutup
T. Media Pembelajaran
3. Gambar tentang sifat-sifat cahaya yang melalui cermin cekung dan cembung
4. Senter, kaca spion
U. Sumber Belajar
Buku LKS IPA kelas V semester 2
Buku paket IPA Kelas V Semester 2
V. Evaluasi
Jenis alat evaluasi : tes tertulis
Bentuk alat evaluasi : 5 soal uraian (terlampir)
Getasan, 06 Agustus 2016
Mengetahui,
Kepala Sekolah
Guru Kelas VI
Amir, S.PdI
NIP.197104221993031001
Riani Fitriyah, S.E
93
LEMBAR EVALUASI SIKLUS II
Nama
:
Mata Pelajaran
:
1. Cermin yang permukan pantulnya berbentuk cekungan disebut ....
2. Jarak bayangan dengan jarak benda yang berada di depan cermin datar
adalah....
3. Sifat bayangan yang dibentuk oleh cermin datar adalah ....
4. Cermin yang digunakan pada kaca spion mobil atau motor adalah ....
5. Jenis cermin ada dua, yaitu….
KETERANGAN :
Untuk setiap poin skor nilainya 20, tetapi apabila setiap soal dijawab setengah
atau kurang dari yang diminta di soal maka skor nilainya 10. Apabila jawaban
salah namun diisi mendapat skor 2 dan jika jawaban dikosongi mendapat skor 0.
94
KUNCI JAWABAN SIKLUS II
1. Cermin cekung
2. Sama
3. Nyata dan tegak
4. Cermin cembung
5. Cembung dan cekung
95
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
NAMA SEKOLAH
: MI MA’HAD ISLAM
MATA PELAJARAN
: ILMU PENGETAHUAN ALAM
KELAS
: LIMA (V)
SEMESTER
: II (DUA) / GENAP
W. Standar Kompetensi
Menerapkan sifat-sifat cahaya melalui kegiatan membuat suatu karya atau model
X. Kompetensi Dasar
-
Mendeskripsikan sifat-sifat cahaya
Y. Indikator
Menunjukan bukti bahwa cahaya putih terdiri dari berbagai warna
Z. Tujuan Pembelajaran
6. Siswa dapat menyebutkan sifat-sifat cahaya
7. Siswa dapat Menyebutkan warna apa saja yang membentuk cahaya putih
AA.
Materi Pembelajaran
Pengertian Cahaya
Cahaya berasal dari sumber cahaya.Sumber cahaya adalah semua benda yang
dapat memancarkan cahaya. Sumber cahaya yang paling utama adalah matahari,
sumber cahaya yang lain yaitu lilin, senter, bintang, api, lampu dan kilat. Tanpa
cahaya makhluk hidup tidak dapat bertahan hidup dengan baik maka cahaya sangat
dibutuhkan bagi kehidupan makhluk hidup di bumi. Dengan adanya cahaya
Manusia dapat melihat benda-benda di sekitarnya karena benda memantulkan
cahaya ke mata. Tumbuhan dapat melakukan proses memasak makanan dan
tumbuh secara cepat serta hewan dapat berkembang biak dengan baik.
96
Cahaya merupakan salah satu spektrum gelombang elektromagnetik, yaitu
gelombang yang merambat tanpa memerlukan medium. Sifat-sifat cahaya adalah
sebagai berikut:
a. Cahaya merambat lurus
Apabila kita memperhatikan cahaya matahari, maka tampak bahwa berkas
cahayanya merambat lurus. Cahaya matahari yang masuk ke dalam ruangan
atau celah-celah rumah yang gelap akan tampak seperti garis-garis putih yang
lurus. Berkas cahaya yang merambat lurus dapat kita lihat pada cahaya lampu
senter atau mobil di malam hari.
b. Cahaya dapat menembus benda bening
Benda bening adalah benda yang dapat meneruskan sebagian besar cahaya
yang diterimanya.Contohnya kaca, plastik bening, dan airbening. Benda tembus
cahaya adalah benda-benda yang dapat meneruskan sebagian cahaya yang
diterimanya.Beberapa contoh diantaranya kaca kabur, kertas minyak, dan gorden
tipis. Benda tidak tembus cahaya
adalah
benda-benda
yang tidak
dapat
meneruskan cahaya yang diterimanya. Contohnya kertas karton, triplek, batu,
kayu, seng, kain tebal, dan tembok Cahaya dapat dipantulkan. Cahaya pantul
atau
sinar
pantul
menurut adalah berkas cahaya yang dikembalikan oleh
permukaan benda. Berdasarkan hasil pantulannya, cahaya pantulan dibagi dua
yaitu:
10) Pemantulan difus (baur) adalah pemantulan cahaya kesegala arah secara tidak
teratur. Contohnya pecahan beling.
97
11) Pemantulan teratur adalah pemantulan dengan arah teratur.
12) Contohnya seberkas cahaya mengenai permukaan bidang pantul yang rata
dan mengkilap, cahaya dan air dalam keadaan tenang.Sifat cahaya yang
terpantul pada cermin datar dan cermin lengkung adalah sebagai berikut:
a) Cermin datar
Cermin datar adalah cermin yang memiliki bagian pemantulan
cahaya yang datar. Contoh: cermin pada lemari rias (berkaca).
b) Cermin lengkung
Cermin lengkung terdiri dari cermin cembung dan cermin cekung.
c. Cahaya dapat dibiaskan
Peristiwa pembiasan
cahaya
disebabkan oleh perubahan
atau
pembelokan arah rambat cahaya karena melalui dua medium yang
berbeda kerapatannya.Contoh: pensil yang berada di dalam air akan
terlihat bengkok, dan dasar kolam yang dangkal. Udara memiliki
kerapatan yang lebih kecil daripada air. Bila cahaya merambat dari zat
yang kurang rapat ke zat yang lebih rapat maka cahaya akan dibiaskan
mendekati garis normal. Akan tetapi apabila cahaya merambat dari zat
yang lebih rapat ke zat yang kurang rapat maka cahaya akan dibiaskan
menjauhi garis normal. Garis normal merupakan garisyang tegak lurus
pada bidang batas kedua permukaan.
Perhatikan gambar dibawah ini!
98
Gambar: Peristiwa Pembiasan Cahaya
Pembiasan terjadi Karena cahaya melalui batas dua medium yang
berbeda kerapatannya. Jadi, cahaya mengalami pembiasan apabila melalui
dua medium
yang
berbeda
kerapatan
zatnya. Cahaya
dibiaskan
mendekati garis normal apabila cahaya datang dari zat yang renggang ke
zat yang lebih rapat.Cahaya dibiaskan menjauhi garis normal apabila
cahaya datang dari zat yang lebih rapat ke zat yang renggang.
d. Cahaya putih terdiri berbagai warna
Pernahkah kamu melihat pelangi? Kapankah pelangi itu tampak
olehmu? Warna-warna apa yang tampak pada pelangi? Pelangi akan
tampak bila kita membelakangi matahari, sedangkan pada tempat yang
jauh di depan kita terjadi hujan. Pelangi memiliki bermacam-macam
warna seperti merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila, dan ungu.
Warna-warna ini muncul karena sinar matahari dibiaskan, diuraikan,
dan dipantulkan oleh tetes-tetes air hujan.
99
Cahaya yang tepancar matahari berwarna putih. Ketika cahaya
mengenai air, warna cahaya yang tampak bukan putih lagi. Cahaya
putih
yang
mengalami
pembiasan
dan
terurai
menjadi
bermacammacam warna disebut spektrum.
BB.
Alokasi Waktu
2 x 45 Menit
CC.
Metode Pembelajaran
7. Ceramah
8. Penugasan
9. Tanya jawab
DD.
Kegiatan Pembelajaran
No
1
Langkah-langkah
Kegiatan awal (10 menit)

Memberi salam dan menanyakan keadaan siswa

Apersepsi

Kenapa dalam kelas ini bias terang padahal matahari
tidak kelihatan dari dalam kelas?

Cahaya apa yang sangat penting dibutuhkan oleh
manusia?
2

Cahaya putih bisa diuraikan menjadi apa?

Pre test
Kegiatan inti (40 menit)
100
Eksplorasi

Guru menjelaskan sifat-sifat cahaya.

Guru menjelaskan berbagai warna yang membentuk
cahaya putih
Elaborasi

Guru bersama siswa membuktikan konsep sifat-sifat
cahaya yang merambat lurus dan menembus benda
bening melalui praktek langsung. Dalam kegiatan
ini siswa harus bisa membuktikannya dengan baik,
dengan
demikian
kerjasama
sesame kelompok.
pembelajaran
Dengan
konstruktivisme bisa
terwujud.

Guru melakukan Tanya jawab langsung kepada siswa
Konfirmasi

Siswa diberi kesempatan bertanya tentang materi
tersebut.

3
Guru bersama siswa menyimpulkan hasil kerjanya.
Kegiatan akhir (20 menit)

Post tes

Guru memberikan reward bagi siswa yang nilainya
tertinggi.
101

EE.
Do’a penutup
Media Pembelajaran
5. Gambar tentang sifat-sifat cahaya yang melalui cermin cekung dan cembung
6. Senter, kaca spion
FF. Sumber Belajar
Buku LKS IPA kelas V semester 2
Buku paket IPA Kelas V Semester 2
GG.
Evaluasi
Jenis alat evaluasi : tes tertulis
Bentuk alat evaluasi : 5 soal uraian (terlampir)
Getasan, 09 Agustus 2016
Mengetahui,
Kepala Sekolah
Guru Kelas VI
Amir, S.PdI
NIP.197104221993031001
Riani Fitriyah, S.E
102
LEMBAR EVALUASI SIKLUS III
Nama
:
Mata Pelajaran :
1. Dasar kolam yang airnya jernih terlihat lebih dangkal dari yang sebenarnya
merupakan salah satu peristiwa ....
2. Bila cahaya merambat dari zat yang kurang rapat ke zat yang lebih rapat maka
cahaya akan dibiaskan mendekati ....
3. Warna-warna yang membentuk cahaya putih disebut ....
4. Warna pelangi terdiri dari….
5. Warna-warna pelangi dapat muncul disebabkan oleh….
KETERANGAN :
Untuk setiap poin skor nilainya 20, tetapi apabila setiap soal dijawab setengah atau
kurang dari yang diminta di soal maka skor nilainya 10. Apabila jawaban salah
namun diisi mendapat skor 2 dan jika jawaban dikosongi mendapat skor 0.
103
KUNCI JAWABAN SIKLUS III
1. Pembiasan cahaya
2. Garis normal
3. Pelangi
4. Merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila, ungu
5. Pembiasan cahaya
104
105
DAFTAR NILAI SKK
Nama
: NOVITA NUR AFIFAH
NIM
: 115-12-012
Fakultas
: Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK)
Jurusan
: Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI)
No
1.
Nama Kegiatan
Tanggal
Keterangan
Nilai
Peserta
3
Peserta
3
Peserta
2
Peserta
2
OPAK STAIN Salatiga
2012 “Progresifitas Kaum
Muda, Kunci Perubahan
5-7 September
2012
Indonesia”
2.
OPAK JURUSAN
TARBIYAH STAIN
SALATIGA “Mewujudkan
Gerakan Mahasiswa
Tarbiyah Sebagai Tonggak
8-9 September
2012
Kebangkitan Pendidikan
Indonesia”
3.
ODK “Membangun
Karakter Keislaman
Bertaraf Internasional di
10 September
2012
Era Globalisasi Bahasa”
4.
Seminar Entrepreneurship
dan Perkoperasian “Explore
Your Entrepreneurship
11 September
2012
Talent”
106
5.
AMT “Dengan AMT,
Bangun Karakter Raih
Prestasi”
6.
12 September
Peserta
2
Peserta
2
Peserta
2
Peserta
2
Peserta
8
Peserta
8
25 April 2013
Peserta
8
29 April 2013
Peserta
2
2012
UPT PERPUSTAKAAN
“Library User Education
(Pendidikan Pemakai
13 September
2012
Perpustakaan)”
7.
HMI LK 1 “Membangun
Militasi Kader Sebagai
Manifestasi Iman, Ilmu, dan
18-21 Oktober
2012
Amal”
8.
KAMMI Pra Youth
Leadership Training “Surat
Cinta Pembasmi Galau”
9.
Seminar Nasional LPM
Dinamika “Urgensi Media
Dalam Pergulatan Politik”
03 Oktober
2012
29 September
2012
10. Seminar Nasional
Pelantikan Pengurus HMI
Cabang Salatiga Periode
2013-2014 “Kepemimpinan
23 Februari
2013
dan Masa Depan Bangsa”
12. Workshop Nasinal empat
Metode (Semphoa)
13. Seminar “Pencegahan
Bahaya NAPZA
(Narkotika, Psikotropika,
dan Zat Adiktif),
107
HIV/AIDS Mewaspadai
Pergaulan Bebas untuk
Membentuk Remaja yang
Tangguh & Launching PIK
SAHAJASA (Pusat
Informasi & Konseling
Sahabat Remaja Salatiga)
STAIN Salatiga”
12. Seminar Nasional
Entrepreneurship KOPMA
FATAWA “Menumbuhkan
27 Mei 2013
Peserta
8
8 Juli 2013
Peserta
8
Panitia
3
Panitia
3
Peserta
8
Jiwa Entrepreneur Generasi
Muda”
14. Seminar Nasional DEMA
“Mengawal Pengendalian
BBM Bersubsidi,
Kebijakan BLSM yang
Tepat Sasaran serta
Pengendalian Inflansi
dalam Negeri sebagai
Dampak Kenaikan Harga
BBM Bersubsidi”
15. SSC CUP III STAIN
Salatiga
11 November
2013
16. DIKLATSAR V SSC
17-26 Januari
STAIN Salatiga
2014
17. Seminar Nasional Racana
kusuma Dilaga
16 November
2014
108
109
110
111
Download