pantai liang - Kabupaten Maluku Tengah

advertisement
PANTAI LIANG
Ditulis oleh Administrator
Jumat, 08 November 2013 14:40 - Terakhir Diperbaharui Jumat, 08 November 2013 19:43
Pantai Hunimua lebih dikenal dengan nama Pantai Liang karena pantai ini terletak di Desa
Liang, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku. Pantai ini pernah
dinobatkan oleh UNDP-PBB sebagai pantai terindah di Indonesia pada tahun 1990 dan selalu
menjadi incaran para investor asing.
Memasuki obyek wisata Pantai Liang, Anda akan disambut oleh pasir putih yang berkilau
terkena sinar matahari, seakan menjadi pintu masuk menuju kecantikan gradasi air laut yang
biru. Sangat menggoda untuk berenang ataupun sekedar bermain air. Jika Anda hobi fotografi
Anda bisa meluapkan hobi Anda di sini karena setiap sudut pantai sangat indah untuk
diabadikan. Di pinggiran pantai terdapat pohon-pohon yang rindang, yang bisa Anda
manfaatkan untuk beristirahat sejenak. Di pantai ini memang belum banyak tersedia fasilitas
olahraga air seperti di Bali atau Lombok. Namun kecantikan alami Pantai Liang tidak kalah
dengan pantai-pantai di pulau lainnya.
Pantai Liang selalu ramai dikunjungi saat liburan tiba. Jadi bagi Anda yang tidak terlalu
menyukai keramaian dan ingin menyendiri sebaiknya hindari hari-hari liburan. Waktu yang
tepat untuk berkunjung ke Pantai Liang yaitu ketika laut teduh dan tidak berangin, hindari
berkunjung ketika musim angin barat atau angin timur karena pada saat itu laut berombak
dann membuat pantai keruh. Pilihlah bulan-bulan tenang seperti September-November atau
April-Mei jika ingin berkunjung ke Pantai Liang.
Dari beberapa pantai yang cukup populer di Ambon, Pantai Liang menjadi salah satu favorit
warga lokal dan juga wisatawan luar. Pantai ini sudah dikenal sejak tahun 90an dan bahkan
pernah disebut-sebut sebagai pantai terbaik di Indonesia. Pantai Liang memang kerap
menjadi buah bibir karena kemolekannya, termasuk di antara kalangan investor asing.
Tidak heran pada tahun 90an, beberapa investor asing pernah berniat untuk mengembangkan
resort untuk menggenjot pariwisata di Liang. Namun, niat tersebut akhirnya urung
direalisasikan karena adanya sengketa tanah dengan penduduk lokal. Liang memang belum
go international namun pembatalan pengembangan Liang menjadi kawasan resort sebenarnya
telah memberi keuntungan tersendiri. Liang, pantai eksotik ini, masih sepenuhnya menjadi milik
1/4
PANTAI LIANG
Ditulis oleh Administrator
Jumat, 08 November 2013 14:40 - Terakhir Diperbaharui Jumat, 08 November 2013 19:43
warga.
Terletak tidak jauh dari pantai Natsepa, Liang berjarak hanya kurang lebih 35 KM dari pusat
kota tepatnya di Desa Liang, Kecamatan Salahutu. Sampai tahun lalu, akses menuju kesana
memang terbilang cukup sulit sebab meskipun tersedia angkutan umum namun jumlahnya
sangat terbatas. Itupun hanya beroperasi pada jam-jam tertentu. Sekarang, dengan adanya
Bus Trans Amboina rute Hunimua, wisatawan bisa lebih leluasa berkunjung ke Pantai Liang
hanya dengan 8.500 rupiah.
Tapi, kalau Anda berencana mengunjungi Ambon bersama beberapa teman, disarankan
sebaiknya menyewa angkutan umum untuk berwisata keliling Ambon sebab selain murah, juga
karena Anda bisa berkunjung ke lebih banyak tempat tanpa mengkhawatirkan keterbatasan
transportasi. Satu angkot biasanya bisa disewa dengan tarif 150 hingga 200 ribu sehari dan
bisa menampung hingga 10 orang. Cukup terjangkau kan!
Dengan letak berdekatan, Anda bisa merencanakan perjalanan ke Pantai Natsepa, Suli dan
Liang di hari yang sama. Apabila Anda berniat untuk bermalam, penginapan di sekitar Pantai
Natsepa hanya satu-satunya pilihan sebab di Liang sendiri tidak tersedia penginapan. Namun,
bila masih tetap bersikeras menginap di Liang, cukup siapkan tenda dan meminta ijin dari
penjaga setempat. Atau, Anda bisa mencoba untuk menyewa kamar di rumah penduduk
sekitar Liang.
Seperti halnya obyek wisata lain di Ambon yang minim fasilitas, Pantai Liang juga terkesan
sederhana. Sebuah gerbang kecil terlihat bersiap menyambut tiap wisatawan. Kerindangan
pohon di pinggir pantai menawarkan sejenak tempat beristirahat dari teriknya matahari.
Beberapa bangunan bersifat sementara terbuat dari kayu terlihat menaungi pedagang lokal
yang menjajakan dagangannya mulai dari minuman, makanan kecil hingga mie rebus dan
rujak. Dari jarak beberapa puluh meter, siapapun pasti sudah bisa mengintip eksotiknya Pantai
Liang.
Pasir putih yang berkilauan dibawah sinar matahari seakan menjadi pintu menuju kecantikan
gradasi air laut yang siap menanti untuk diabadikan. Bahkan bagi fotografer amatir,
mengambil jepretan Pantai Liang tidak akan pernah gagal. Tetap saja, apapun jenis kamera
yang dipakai, foto yang dihasilkan selalu menawan.
2/4
PANTAI LIANG
Ditulis oleh Administrator
Jumat, 08 November 2013 14:40 - Terakhir Diperbaharui Jumat, 08 November 2013 19:43
Di salah satu bagian pantai, terlihat sebuah dermaga kayu sederhana menyemarakkan
suasana pantai. Beberapa pengunjung terutama anak-anak biasanya terlihat asyik berloncatan
dari atas dermaga dan terjun ke air. Kalau Anda pandai berenang, hal itu tentu patut dicoba.
Apalagi jika membayangkan air berwarna biru cantik sudah siap menangkap Anda. Tapi jika
terlalu takut untuk terjun dari dermaga, bermain air di pinggir pantai sudah lebih dari cukup
untuk mewarnai hari Anda.
Sejauh mata memandang, di Liang memang tidak terlihat aktifitas olahraga air seperti yang
kebanyakan ditemui di Bali dan Lombok seperti banana boat, speed boat ataupun sekedar
perahu bebek. Sesekali, di kejauhan hanya terlihat kapal yang melintas. Sepi, namun tetap,
kecantikan alaminya tidak terbantahkan bahkan jauh mengungguli Pantai Kuta atau Padang
Bai di Bali.
Tidak berbeda dengan berkunjung ke daerah wisata bahari yang lain, berkunjung ke Liang dan
beberapa pantai lain di Ambon sebaiknya dilakukan di waktu yang tepat ketika laut teduh dan
tidak berangin. Hindari berkunjung ketika musim Angin Barat atau Angin Timur karena laut
cenderung berombak dan ini biasanya membuat pantai menjadi keruh airnya. Bulan-bulan
tenang dari September hingga November atau April hingga Mei bisa jadi sebuah pilihan agar
liburan Anda di Pantai Liang lebih berkesan.
Terbentang sepanjang kurang lebih 1 KM, Liang menawarkan kesempatan berliburan untuk
tiap pengunjung. Di hari-hari libur, pantai ini selalu ramai dikunjungi penduduk lokal dan
segelintir kecil wisatawan. Kalau Anda lebih suka menikmati pantai di kala sepi, ada baiknya
hindari berkunjung ke Liang di hari libur. Pilihlah hari-hari biasa dan Liang akan sepenuhnya
menjadi milik Anda hanya dengan 3000 rupiah.
Informasi Umum
1. Ongkos masuk ke area wisata Pantai Hunimua perkepala dikenakan biaya Rp 3000,
2. Warga di sekitar Pantai Hunimua adalah orang-orang yang ramah, mereka murah senyum
kepada para pengunjung yang datang,
3. Jajanan di sini beragam mulai dari snack seperti biskuit dan coklat, air minum Aqua, dan
macam-macam panganan lokal seperti singkong goreng, pisang goreng, dan jagung rebus.
Bahan bakar yang digunakan memasak panganan ada yang masih menggunakan kompor
alam alias memanfaatkan ranting-ranting kayu kering yang dijadikan sumber api untuk sekedar
3/4
PANTAI LIANG
Ditulis oleh Administrator
Jumat, 08 November 2013 14:40 - Terakhir Diperbaharui Jumat, 08 November 2013 19:43
menggoreng, selain hemat bahan bakar cara ini ternyata dapat menamabah cita rasa dan
aroma dari gorengan yang dihasilkan
bet365.artbetting.co.uk
wordpress joomla template
bet365.artbetting.gr
4/4
Download