107 BAB V PENUTUP A. Kesimpulan Dari berbagai data dan fakta

advertisement
BAB V
PENUTUP
A. Kesimpulan
Dari berbagai data dan fakta yang sudah diperoleh dari lapangan dan
dikonfirmasikan dengan teori-teori yang menjadi acuan peneliti, dengan
demikian dapat diperoleh beberapa kesimpulan mengenai beberapa hal yang
menjadi fokus dalam penelitian ini. Kesimpulan-kesimpulan ini meliputi gaya
komunikasi personal mahasiswa atau mahasiswi dan gaya komunikasi
personal yang bukan mahasiswa atau mahasiswi dalam organisasi Karang
Taruna Jiwo Suto Pangkahkulon Ujungpangkah Gresik.
Pertama, dalam gaya komunikasi personal mahasiswa atau
mahasiswi organisasi Karang Taruna Jiwo Suto. Personal mahasiswa atau
mahasiswi berkomunikasi saat dalam suasana formal dan juga informal.
Dalam suasana formal seperti saat rapat dan kegiatan-kegiatan lain yang
bersifat resmi. Mereka menggunakan simbol bahasa verbal yaitu Bahasa
Indonesia. Sedangkan simbol bahasa non verbalnya terdapat pada cara
berpakaian mereka yang bebas dalam berkomunikasi. Komunikasi yang
dilakukan juga secara langsung atau bertatap muka. Dalam suasana formal
mereka sering berkomunikasi memberi pesan berupa perintah dan arahan
kepada personal lain dalam menjalankan kinerja organisasi. Perintah dan
arahan tersebut sesuai dengan pengalaman pengetahuan yang mereka dapat
107
dari bangku perkuliahan mereka tentang ilmu organisasi. Akan tetapi mereka
lebih sering berkomunikasi saat dalam suasana informal seperti saat santai.
dalam suasana informal mereka berkomunikasi menggunakan simbol bahasa
verbal yakni Bahasa Jawa khas Ujungpangkah dan bahasa non verbalnya sama
dengan saat berkomunikasi dalam suasana formal. Saat santai mereka
berkomunikasi
secara
langsung
atau
dengan
bertatap
muka
serta
berkomunikasi secara tidak langsung atau dengan melalui media yaitu lewat
sms dan telephon. Mereka lebih suka berkomunikasi saat santai atau dalam
suasana informal karena menurut mereka dengan berkomunikasi saat santai
lebih mudah untuk mengeluarkan pendapat atau gagasan serta ide-ide mereka
dalam menjalankan kinerja organisasi. Berkomunikasi saat santai juga mereka
lakukan untuk menyeleseikan masalah apabila terdapat masalah dalam
menjalanka kinerja organisasi. Dari uraian tersebut dapat diketahui bahwa
gaya komunikasi personal mahasiswa atau mahasiswi dalam suasana formal
maupun informal adalah The Structuring Style atau gaya komunikasi
terstruktur dan The Equalitarian Style atau gaya komunikasi dua arah.
Kedua, dalam gaya komunikasi personal yang bukan mahasiswa
atau mahasiswi. Personal yang bukan mahasiswa atau mahasiswi lebih sering
melakukan berkomunikasi dalam suasana informal dari pada dalam suasana
formal. Dalam suasana informal mereka juga berkomunikasi secara langsung
seperti bertatap muka dan secara tidak langsung yakni menggunakan media
Hand Phone dengan sms atau telepon. Simbol bahasa verbal yang digunakan
juga Bahasa Jawa khas Ujungpangkah begitu juga dengan simbol non verbal
dilihat dari pakaian bebas yang mereka pakai. Mereka lebih suka
berkomunikasi dalam suasana informal atau saat santai karena menurut
mereka berkomunikasi saat santai lebih nyaman dan leluasa untuk
mengungkapkan segala sesuatu yang berkaitan dengan kinerja organisasi baik
itu berupa pendapat, gagasan atau ide. Mereka juga menggunakan komunikasi
saat santai untuk menyeleseikan masalah dalam kinerja mereka untuk mencari
solusi dari permasalahan tersebut dan menjalin kesepakatan atas solusi dari
permasalahan yang ada. Sedangkan dalam suasana formal personal yang
bukan mahasiswa atau mahasiswi lebih sering menerima pesan berupa
perintah atau himbauan dari kinerja yang mereka lakukan. Hal tersebut
dikarenakan mereka kurang begitu memahami tentang ilmu organisasi atau
bagaimana menjalankan organisasi secara struktural. Dari perintah yang
diberikan dan himbauan terhadap kinerja mereka menganggap hal tersebut
sebagai proses untuk mengembangkan pemikiran mereka dalam melakukan
kinerja organisasi yang lebih baik dan menambah pengalaman mereka tentang
ilmu pengetahuan berorganisasi. Berdasarkan keterangan di atas dapat
diketahui bahwa gaya komunikasi personal yang bukan mahasiswa atau
mahasiswi dalam suasana formal maupun informal adalah The Relinguishing
Style atau gaya komunikasi yang cenderung menerima perintah dan saran dan
The Equalitarian Style atau gaya komunikasi dua arah.
B. Rekomendasi
Dari hasil penelitian dan uraian di atas, maka peneliti memberikan
beberapa saran yang mungkin bisa dijadikan bahan pertimbangan bagi
beberapa pihak, seperti:
1. Organisasi Karang Taruna Jiwo Suto Pangkahkulon Ujungpangkah Gresik
Terus mengembangkan program-program kerja organisasi yang
baru dan bermanfaat masyarakat Pangkahkulon Ujungpangkah Gresik
melalui komunikasi organisasi yang bagus, dengan menggunakan gaya
komunikasi yang tepat bagi para personalnya. Sehingga dari gaya
komunikasi itu bisa muncul ide-ide untuk membentuk program baru dan
bermanfaat demi membangun organisasi yang lebih maju dan siap
bersaing dengan organisasi Karang Taruna lain.
2. Personal
Organisasi
Karang
Taruna
Jiwo
Suto
Pangkahkulon
Ujungpangkah Gresik.
Meskipun personalnya terdiri dari dua individu yang berbeda yakni
personal mahasiswa atau mahasiswi dan personal yang bukan mahasiswa
atau mahasiswi. Namun tetap menjalin kerja sama antara personal satu
dengan personal lainnya dalam menjalankan kinerja organisasi dengan
gaya komunikasi yang baik dari masing-masing personal. Dari gaya
komunikasi yang sesuai akan mampu memberikan suatu stimulus bagi
personal organisasi dalam melaksanakan tugas-tugas dan juga bekerja
antara satu dengan lainnya. Selain itu penting bagi personal organisasi
dalam berkomunikasi untuk memahami dan menghargai karakter orang
yang di ajak bicara. Sehingga perlu adanya perhatian khusus dan mau
memulai berkomunikasi tanpa memilih-milih siapa orangnya.
3. Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi
Gaya komunikasi merupakan hal yang penting dalam komunikasi
meskipun merupakan keilmuan yang paling dasar. Dan studi gaya
komunikasi dalam organisasi merupakan salah satu studi komunikasi
organisasi tentang bagaimana berkomunikasi dalam organisasi. Sehingga,
Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi diharapkan dapat melakukan
penelitian lebih lanjut yakni melakukan kajian kuantitatif guna melakukan
tes seberapa besar prosentase gaya komunikasi The Structuring Style, The
Equalitarian Style dan The Relinguishing Style yang digunakan oleh
personal organisasi Karang Taruna Jiwo Suto tersebut.
4. Untuk Pengembangan Organisasi
Mengembangkan organisasi agar bisa maju dan tidak kalah
bersaing dengan organisasi lainnya dapat dilakukan dengan melakukan
penguatan keorganisasian. Hal ini dapat dilakukan dengan bekerja sama
dalam menjalankan kinerja organisasi meskipun gaya komunikasi yang
dilakukan personalnya berbeda-beda. Dengan cara seperti itulah suatu
organisasi dapat
mencapai tujuan dan sasarannya dengan baik.
Download