10. Inflasi

advertisement
PENGANTAR
 Inflasi adalah “kenaikan harga
barang atau jasa–dimana, daya beli
uang menurun” (kebalikannya:
deflasi)
 Perubahan harga mempengaruhi
jumlah barang dan jasa yang dapat
dibeli dari sejumlah uang yang sama
1. Pengertian Inflasi dan Deflasi
Inflasi adalah Proses meningkatnya harga-harga
secara umum dan terus-menerus dalam jangka
waktu lama atau
Keadaan yang menyatakan nilai uang menurun
Deflasi adalah Proses menurunnya harga-harga
secara umum dan terus-menerus dalam jangka
waktu lama atau
Keadaan yang menyatakan nilai uang meningkat
2. Jenis Inflasi
Asal
timbulnya
Inflasi
Jenis Inflasi
cakupan
pengaruh
kenaikan
harga
Inflasi berasal
dalam Negeri
Inflasi
berasal dari
luar negeri
Kenaikan harga minyak dunia, Biaya
produksi di luar negeri dan tarif impor
tinggi
Inflasi
tertutup
Kenaikan harga beberapa barang
tertentu
Inflasi
Terbuka
Kenaikan harga secara keseluruhan
Inflasi yang
tak terkendali
Inflasi
Ringan
Parah
tidaknya
Inflasi
Contoh: defisitnya anggaran,
bencana
Inflasi
Sedang
Inflasi
Berat
Inflasi tidak
terkendali
Inflasi yang sangat hebat dan terjadi kenaikan
harga secara terus menerus
< 10% setahun
10%-30% setahun
30%-100% setahun
>100% setahun
PENYEBAB INFLASI
 Permintaan yang lebih besar daripada supply
(tarikan permintaan)
 Kenaikan bahan baku maupun biaya produksi
(desakan biaya)
 Tekanan permintaan + dorongan ongkos (inflasi
struktural)
 Peredaran uang kartal yang tak terkendali
 Kekacauan politik dan ekonomi
 Tuntutan kenaikan upah
4. Sebab Timbulnya Inflasi
1.
Tarikan permintaan (Demand pull inflation)
• Bertambahnya permintaan terhadap barang dan jasa yang
menyebabkan terjadinya kenaikan Harga
P
E2
P2
E1
P1
D2
D1
Q1
Q2
Q
Keterangan:
P = Price (harga)
Q= Quantity (Jumlah Barang)
E = Equilibrium (keseimbangan
pasar)
Lanjutan
2. Cost Push Inflation
 disebabkan oleh kenaikan biaya-biaya produksi yaitu bahan baku dan
upah atau gaji.
S1
D1
P2
S2
E2
P1
E1
Q2 Q1
Keterangan:
P = Price (harga)
Q= Quantity (Jumlah
Barang)
E = Equilibrium
(keseimbangan pasar)
3. Teori-teori Infasi
a. Teori Kuantitas (Irving Fisher)
Teori kuantitas ini pada prinsipnya mengatakan bahwa timbulnya
inflasi itu hanya disebabkan oleh bertambahnya jumlah uang yang
beredar dan bukan disebabkan oleh faktor-faktor lain.
Berdasarkan teori ini ada 2 faktor yang menyebabkan inflasi,
yaitu:
1. jumlah uang yang beredar;
Semakin besar jumlah uang yang beredar dalam masyarakat
maka inflasi juga akan meningkat. Oleh karena itu sebaiknya
pemerintah harus memperhitungkan atau memperkirakan akan
timbulnya inflasi yang bakal terjadi bila ingin mengadakan
penambahan pencetakan uang baru, karena pencetakan uang
baru yang terlalu besar akan mengakibatkan goncangnya
perekonomian.
Teori Kuantitas
2) Psikologi (harapan) masyarakat mengenai kenaikan harga
di masa mendatang (Perkiraan/anggapan masyarakat bahwa
harga-harga akan naik)
Jika masyarakat beranggapan harga-harga akan naik maka
tidak ada kecenderungan untuk menyimpan uang tunai lagi,
masyarakat akan menyimpan uang mereka dalam bentuk
barang sehingga permintaan akan mengalami peningkatan.
Hal ini mendorong naiknya harga secara terus-menerus.
Cara mengatasi inflasi menurut teori kuantitas ini juga hanya
ada satu jalan saja yang merupakan kunci untuk
menghilangkan inflasi yaitu dengan mengurangi jumlah uang
yang beredar. Maksudnya bahwa terjadinya inflasi entah
faktor apapun yang menyebabkannya, asal jumlah uang yang
beredar dikurangi maka dengan sendirinya inflasi akan hilang
dan harga akan kembali pada tingkat yang wajar.
b. Teori Keynes
Menurut teori ini inflasi terjadi karena:
1. Masyarakat memiliki permintaan melebihi jumlah uang yang tersedia.
Dalam teorinya, Keynes menyatakan bahwa inflasi terjadi karena
masyarakat ingin hidup melebihi batas kemampuan ekonomisnya.
2. Adanya proses perebutan rezeki antargolongan masyarakat masih
menimbulkan permintaan agregat (keseluruhan) yang lebih besar
daripada jumlah barang yang tersedia, mengakibatkan harga secara
umum naik. Jika hal ini terus terjadi maka selama itu pula proses inflasi
akan berlangsung.
 Yang dimaksud dengan golongan masyarakat di sini adalah:
1) Pemerintah, yang melakukan pencetakan uang baru untuk menutup
defisit anggaran belanja dan belanja negara ;
2) Pengusaha swasta, yang menambah investasi baru dengan kredit
yang mereka peroleh dari bank;
3) Pekerja/serikat buruh, yang menuntut kenaikan upah melebihi
pertambahan produktivitas.
Tidak semua golongan masyarakat berhasil memperoleh tambahan dana,
karena penghasilan mereka rata-rata tetap dan tidak bisa mengikuti laju
inflasi, misalnya pegawai negeri, pensiunan dan petani.
Lanjutan teori Inflasi
c. Teori Strukturalis
Penyebab inflasi ialah:
1. kekakuan (ketidakelastisan) penerimaan ekspor;
2. kekakuan (ketidakelastisan) penawaran bahan makanan.
Teori Strukturalis disebut juga dengan teori inflasi jangka panjang
karena menyoroti sebab inflasi yang berasal dari struktur
ekonomi, khususnya supply bahan makanan dan barang ekspor.
Pertambahan produksi barang tidak sebanding dengan
pertumbuhan kebutuhannya, akibatnya terjadi kenaikan harga
bahan makanan dan kelangkaan devisa. Selanjutnya adalah
kenaikan harga barang yang merata sehingga terjadi inflasi.
Inflasi semacam ini tidak bisa diatasi hanya dengan mengurangi
jumlah uang yang beredar, tetapi harus diatasi dengan
peningkatan produktivitas dan pembangunan sektor bahan
makanan dan barang-barang ekspor.
5. Cara Mengatasi Inflasi
Politik Pasar
Terbuka (open
market policy)
Kebijakan untuk membeli atau
Menjual surat berharga
Kuantitatif
Kebijakan Bank Sentral untuk
Menaikan atau menurunkan
suku Bunga
Politik Menaikkan atau
Politik Persediaan Kas
menurunkan cadangan kas
(cash ratio policy)
dari Bank
Pengawasan
Seleksi pemberian kredit
kredit secara
secara ketat
selektif.
Pembujukan moral
Politik Diskonto
(discount policy)
Kebijakan
Moneter
Kualitatif
Solution
Kebijakan
Fiskal
pengaturan pengeluaran pemerintah (APBN)
peningkatan tarif/pajak.
1. Peningkatan
produksi.
Kebijakan Non
Moneter
2. Kebijakan upah.
3. Pengawasan
harga.
Keterangan:
Yang dibold dan dimiringkan
adalah cara yang dipilih
pemerintah untuk
mengatasi inflasi
6. a. Dampak Inflasi
1. Bagi pemilik pendapatan
tetap dan tidak tetap
2. Bagi para penabung
3. Bagi debitur(Peminjam
uang)
dan kreditur(pemberi
pinjaman)
Pemilik pendapatan tetap
dirugikan
Pemilik pendapatan tidak
tetap bisa diuntungkan
Penabung dirugikan karena
nilai uang semakin menurun
Bagi debitur, inflasi
menguntungkan karena saat
pembayaran utang, nilai
uang lebih rendah
dibandingkan pada saat
meminjam.
Bagi kreditur, mengalami
kerugian karena nilai uang
pengembalian lebih rendah
Lanjutan
4. Bagi produsen
Bagi pengusaha besar, inflasi
dapat menguntungkan Jika
pendapatan yang
diperoleh lebih tinggi daripada
kenaikan biaya produksi.
Bagi pengusaha kecil, naiknya
biaya produksi dapat merugikan
sehingga enggan untuk
meneruskan produksinya
5. Bagi
perekonomian
nasional
1. Investasi berkurang.
2. Mendorong tingkat bunga.
3. Mendorong penanam modal
yang bersifat spekulatif.
4. Menimbulkan ketidakpastian
keadaan ekonomi pada masa
yang akan datang
5. Merosotnya tingkat
kehidupan dan kesejahteraan
masyarakat.
PRICE INDEX
 Untuk mengukur perubahan level harga
historis dari komoditi tertentu perlu dihitung
price index
 Price index adalah suatu perbandingan antara
harga dari beberapa komoditi atau jasa pada
beberapa titik waktu dengan harga pada
beberapa titik waktu sebelumnya (base year)
PRICE INDEX
PRICE INDEX
 Contoh
Base year, 1967 (price index1967=100)
Commodity price1967 = $1.46 per pound
Commodity price1993 = $5.74 per pound
$5.74 per pound
(100) = 393.2
price index1993 =
$1.46 per pound
Nilai index menunjukkan bahwa harga pada
1993 adalah 3,932 lebih besar daripada harga
pada 1967
PRICE INDEX
Ketika mempertimbangkan time value
of money, maka harus juga mempertimbangkan pengaruh perubahan
harga & pengaruh daya pendapatannya (earning power)
Orang akan tertipu jika mengabaikan perubahan
harga. Uang pada akhir tahun kelima setelah
investasi tidak dapat untuk membeli 2 ban tetapi
hanya 1.25 ban.
Pengertian Indeks Harga
Yaitu Perbandingan perubahan
harga tahun tertentu (given year)
dengan tahun dasar (based year).
Jenis-jenis Indeks Harga
1. Indeks harga konsumen (IHK) adalah angka
yang menggambarkan perbandingan perubahan
harga barang dan jasa yang dihitung dianggap
mewakili belanja konsumen
2. Indeks harga produsen (IHP) adalah
perbandingan perubahan barang dan jasa yang
dibeli oleh produsen pada waktu tertentu,
3. Indeks harga yang harus dibayar dan diterima
oleh petani. Indeks harga barang-barang yang
dibayar oleh petani baik untuk biaya hidup
maupun untuk biaya proses produksi.
Ciri-ciri Indeks Harga
1. Indeks harga sebagai standar
perbandingan harga dari waktu ke waktu.
2. Penetapan indeks harga didasarkan pada
data yang relevan.
3. Indeks harga ditetapkan oleh sampel,
bukan populasi.
4. Indeks harga dihitung berdasarkan waktu
yang kondisi ekonominya stabil.
5. Penghitungan indeks harga dilakukan dengan cara
membagi harga tahun yang akan dihitung indeksnya dengan
harga tahun dasar dikali 100%
Indeks Harga Konsumen di Indonesia
 Mulai Juni 2008, IHK disajikan dengan menggunakan tahun
dasar 2007=100 dan mencakup 66 kota yang terdiri dari 33
ibukota propinsi dan 33 kota-kota besar di seluruh Indonesia.
IHK sebelumnya menggunakan tahun dasar 2002=100 dan
hanya mencakup 45 kota.
• Mencakup antara 284 - 441 barang dan jasa yang
dikelompokkan ke dalam tujuh kelompok pengeluaran yaitu:
1. bahan makanan;
2. makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau;
3. perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar;
4. sandang;
5. kesehatan;
6. pendidikan, rekreasi dan olah raga; dan
7. transportasi, komunikasi dan jasa keuangan.
• Indeks Harga Konsumen Indonesia dihitung dengan
mengembangkan rumus Laspeyres. Dalam penghitungan
rata-rata harga barang dan jasa, ukuran yang digunakan
adalah mean (rata-rata), tetapi untuk beberapa barang/jasa
yang musiman, digunakan geometri.
TINGKAT INFLASI
 Menghitung tingkat inflasi
CPIt+1  CPIt
Annual inflation rate for year t+1 =
CPIt
dimana CPIt adalah index of consumer prices
pada akhir tahun t
Contoh:
Annual inflation rate untuk 1980
CPI1980  CPI1979
CPI1979
246.8  217.4
=
217.4
= 0.135 atau 13.5% per tahun
TINGKAT INFLASI
Perkiraan tingkat inflasi didasarkan atas:
 Kecenderungan rate sebelumnya
 Prediksi kondisi ekonomi
 Judgment
 Elemen-elemen peramalan ekonomi
yang lain
TINGKAT INFLASI
 Ekspektasi tingkat inflasi dapat dilakukan
dengan 2 cara :
1. Individual annual inflation rate
 Tingkat inflasi dihitung pada tiap-tiap
tahun
 Cara ini time consuming dan biasanya
tidak lebih akurat dibandingkan dengan
tingkat gabungan tunggalnya
TINGKAT INFLASI
2. Average annual inflation rate
 Tingkat inflasi tahunan rata-rata
(gabungan)
 Digunakan untuk investasi dengan
proyeksi umur yang panjang
 Tingkat inflasi ini ditentukan dengan
persamaan:
CPIt 1  f   CPIt  n
n
dimana f adalah average annual inflation
rate
TINGKAT INFLASI
 Contoh
Berapa average inflation rate dari akhir tahun
1966 sampai dengan akhir tahun 1980 (14
tahun)?
97.21  f   246.8
14
f  6.9% per tahun
future inflation rate  sulit diprediksikan secara
akurat
TINGKAT INFLASI
 Keputusan apakah menggunakan individual
annual inflation rate atau average annual rate
tergantung pada judgment yang biasanya
mempertimbangkan antara lain:
 Situasi
 Sensitivitas terhadap perubahan tingkat inflasi
 Tingkat akurasi yang diinginkan
 Informasi yang tersedia untuk meramalkan
tingkat inflasi (yang paling menentukan)
Download