9-BAB 2 rev Mar 8

advertisement
BAB II
LANDASAN TEORI
Dalam menentukan landasan teori, kami memutuskan untuk memilih konsep
PLC atau yang lebih dikenal dengan Product Life Cycle. Dengan konsep ini kami bisa
menentukan pada tahap apa dalam Life Cycle Stage jenis layanan Daycare ini berada
dan strategi marketing apa yang perlu diambil berkenaan dengan produk yang berada
dalam tahap tersebut.
Kemudian landasan teori yang kami gunakan selanjutnya
adalah BRANDZ, dimana dalam GFP ini, kami menggunakan BRANDZ untuk
memahami posisi keberadaan jenis layanan Daycare dalam benak target
konsumennya di Jakarta. Berikut adalah penjelasan dari masing-masing konsep
tersebut :
2.1. Konsep Product Life Cycle (PLC)
Menurut Philip Kotler, strategi positioning dan diferensiasi sebuah perusahaan
akan terus berubah sesuai dengan posisi produk, market kompetitornya pada grafik
Product Life Cycle. Grafik PLC sering digambarkan dengan bentuk bel (seperti
terlihat pada chart 2.2.A) pada halaman selanjutnya.
6
7
Gambar 2.1 Grafik Product Life Cycle
Periode PLC ini dibagi menjadi 4 siklus yang memiliki ciri-ciri :
1.
Introduction: Periode dimana penjualan masih terhitung lambat akibat dari
produk baru dikenalkan kepada pasar. Pada umumnya profit belum terjadi
karena besarnya biaya untuk memperkenalkan produk tersebut.
2.
Growth: Periode dimana pasar mulai menerima produk baru yang ditawarkan.
Pada periode ini grafik profit menunjukan peningkatan yang signifikan.
3.
Maturity: Periode dimana penjualan mulai melambat karena produk tersebut
telah dikenal oleh khalayaknya sehingga pembelian oleh pengguna baru lebih
rendah. Profit pada periode ini stagnan atau kadang menurun karena munculnya
kompetitor.
8
4.
Decline: Periode dimana penjualan mengalami penurunan drastis dan profit
juga menurun.
Berdasarkan penjelasan masing-masing periode PLC, tiap-tiap tahap memiliki
karakteristik yang berbeda-beda. Untuk menanggapi masing-masing periode, para
marketer memiliki strategi marketing yang berbeda-beda pula sesuai dengan tahap
PLC dimana produk itu berada.
Jenis Layanan Daycare di Indonesia sendiri masih terhitung sebagai produk
yang masih baru. Berbeda dengan pre-school dan taman bermain anak yang
berkembang pesat beberapa tahun belakangan ini, Daycare lebih memfokuskan diri
kepada penitipan anak namun juga disertai dengan program perkembangan dan
pertumbuhan anak selama mereka dititipkan. Biasanya umurnya berkisar dari bayi
berumur 6 bulan sampai anak berumur 6 tahun.
Dari pengamatan awal kami, jenis layanan ini termasuk ke dalam kategori
periode Introduction, karena jenis layanan seperti ini belum begitu dibutuhkan di
Jakarta. Kebanyakan dari keluarga muda yang memiliki anak Balita lebih memilih
untuk menitipkan anaknya kepada orang tua mereka atau menyewa suster untuk
merawat anaknya selama mereka bekerja. Karena dari itu, Strategi yang dipakai
adalah marketing strategi untuk periode Introduction.
Tabel 2.2.B memperlihatkan jenis-jenis periode PLC beserta karakteristik,
strategi pemasaran dan informasi lainnya.
9
Tabel 2.1 Tabel Karakteristik Product Life Cycle
2.2. Konsep BRANDZ
Konsep BRANDZ ini diadopsi dari konsultan Millward Brown dan WPP yang
berguna dalam mengukur kekuatan sebuah brand. Tetapi dalam penelitian kami kali
ini, “brand” akan kami ganti menjadi “Jenis Layanan”. Sehingga, bukan Merek
(brand) lah yang kami ukur, melainkan seberapa kuatkah awareness akan Jenis
10
Layanan ini di benak khalayaknya. Menurut Millward Brown dan WPP, ada beberapa
urutan prosedur yang harus dijalankan untuk mengetahui seberapa kuat sebuah brand
(dalam hal ini Jenis Layanan). Berikut adalah urutan pertanyaan dalam menentukan
seberapa besar tingkat awareness dari Jenis Layanan tersebut :
1.
Presence – Apakah Jenis Layanan tersebut dikenal orang?
2.
Relevance – Apa yang ditawarkan Jenis Layanan tersebut?
3.
Performance – Apakah layanan yang diberikan sesuai dengan apa yang
dijanjikan?
4.
Advantage – Apakah Jenis Layanan ini menawarkan sesuatu yang tidak
ditawarkan Jenis Layanan yang sejenis?
5.
Bonding – Apakah Jenis Layanan tersebut sudah menjadi sebuah Layanan
Service yang dibutuhkan khalayaknya ?
Melalui pertanyaan-pertanyaan tersebut di atas, kami dapat menaganalisa
seberapa kuat awareness akan sebuah Jenis Layanan di benak khalayaknya. Perlu
diingat bahwa pertanyaan tersebut harus ditanyakan berdasarkan urutan yang benar,
yaitu Presence, Relevance, Performance, Advantage, dan yang terakhir adalah
Bonding. Semakin tinggi urutan pertanyaan yang dicapai, semakin kuat awareness
jenis layanan tersebut.
Download