Volume 11 Nomor 1 Maret 2014

advertisement
Volume 11
ISSN
9
Nomor 1
Maret 2014
0216-8537
770216
8 5 37 21
11
1
Hal. 1 -102
Tabanan
Maret 2014
Kampus : Jl. Wagimin No.8 Kediri - Tabanan - Bali 82171 Telp./Fax. : (0361) 9311605
PEMBERIAN PUPUK NPK DAN PUPUK KANDANG
SAPI TERHADAP PRODUKTIVITAS RUMPUT
Setaria splendida Stapf
PANDE GEDE GUNAMANTA
KETUT TURAINI INDRA WINTEN
I WAYAN SUKASANA
PS. Agroteknologi, Fakultas Pertanian Universitas Tabanan
ABSTRAK
Penelitian untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk NPK dan pupuk kandang sapi terhadap
produktivitas rumput Setaria splendida Stapf telah dilakukan di Rumah Kaca kebun percobaan Fakultas
Pertanian Universitas Tabanan dari bulan Pebruari 2013 sampai dengan bulan April 2013. Penelitian
menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) terdiri dari dua faktor yaitu pemberian pupuk NPK dan
pupuk kandang sapi, setiap perlakuan kombinasi diulang tiga kali.
Hasil analisis statistika menunjukkan bahwa interaksi antara perlakuan pemberian pupuk NPK
dan pupuk kandang sapi berpengaruh tidak nyata (p ≥ 0,05) terhadap seluruh parameter yang diamati.
Perlakuan pupuk NPK berpengaruh sangat nyata (p ˂ 0,01) dan nyata (p ˂ 0,05) terhadap
sebagian besar parameter yang diamati, kecuali terhadap parameter tinggi tanaman dan lingkar rumpun.
Semakin
tinggi jumlah pupuk NPK diberikan pada tanaman dapat meningkatkan berat segar biomas
tanaman dan produksi bahan kering tanaman. Produksi bahan kering tanaman hasil tertinggi diperoleh
pada pemberian pupuk NPK 400 kg ha-1 yaitu 23,83 g meningkat 28,75 % bila dibandingkan dengan
kontrol (20,08 g), dan hasil berat segar biomas tanaman tertinggi diperoleh pada pemberian pupuk NPK
400 kg ha-1 yaitu 280,58 g meningkat 28,75 % bila dibandingkan dengan kontrol (217,92 g).
Tingkat pemberian pupuk NPK dan pupuk kandang sapi optimum belum diperoleh pada
penelitian ini. Hubungan antara perlakuan pupuk NPK dengan produksi bahan kering tanaman adalah
linier.
Kata kunci : pupuk NPK, pupuk kandang sapi, rumput Setaria spledida Stapf
PENDAHULUAN
Petani peternak di pedesaan memberi
pakan ternaknya berupa rumput yang tumbuh
secara alami. Peningkatan produktivitas ternak
yang optimal dengan pemberian pakan rumput
alami akan sulit dicapai, sebab kualitas pakan
tersebut rendah dan jumlahnya bergantung pada
musim hujan.
Salah satu usaha untuk
meningkatkan kualitas dan kuantitas rumput
sebagai hijauan pakan ternak dapat dilakukan
dengan penanaman rumput setaria gajah
(Setaria splendida Stapf).
Setaria splendida Stapf disebut juga
sebagai rumput lampung atau setaria gajah.
Rumput ini berasal dari Afrika tropika dan
merupakan tanaman berumur panjang,
termasuk rumput yang berumpun dengan
rhizome pendek dan jumlah anakannya banyak
(Jayadi, 1991). Komposisi zat gizi rumput
setaria (dasar BK) terdiri dari: abu 11,5 %;
ekstrak eter (EE) 2,8 %; serat kasar (SK) 32,5
36
%; bahan ekstrak tanpa nitrogen (BETN) 44,8
%; protein kasar (PK) 8,3 %; dan total
digestible nutrients (TDN) 52,88 %, serta
mampu berproduksi hijauan mencapai 100 ton
rumput segar ha-1th-1 (Rukmana, 2009).
Setaria splendida Stapf merupakan
jenis tanaman yang responsif terhadap pupuk N.
Tanaman yang responsif terhadap pemupukan
nitrogen
pertumbuhannya
cepat
serta
membutuhkan air dan unsur hara lebih banyak
jika dibandingkan dengan jenis tanaman yang
kurang responsif. Unsur N merupakan unsur
hara makro yang bermanfaat untuk memacu
pertumbuhan dan jika kekurangan unsur N akan
menghambat pertumbuhan (Kuhl, 1974).
Unsur P adalah merupakan bagian dari
inti sel, dan penting untuk pembelahan sel.
Kekurangan unsur P ini dapat menyebabkan
pertumbuhan kerdil, jumlah tunas sedikit, dan
lambatnya pertumbuhan. Kekurangan fosfor
dapat menyebabkan terakumulasinya lemak
dalam jumlah besar dalam sel. Unsur P
Majalah Ilmiah Untab, Vol. 11 No. 1 Maret 2014
merupakan penyusun ikatan pirofosfat dari
ATP (Adenosine Tri Phosphat) yang kaya
energi dan merupakan bahan bakar untuk semua
kegiatan biokimia di dalam sel hidup (Anon.,
2005).
Unsur hara K merupakan unsur hara
makro yaitu unsur hara yang digunakan oleh
sel-sel tanaman selama proses asimilasi energi
yang dihasilkan oleh proses fotosintesis.
Kekurangan unsur K pada tumbuhan dapat
menyebabkan tumbuhan menjadi layu, thallus
menjadi tidak kuat dan mudah terserang
penyakit (Nicholls, 1993). Selain itu
kekurangan unsur K dapat mengakibatkan
lambatnya fotosintesis dan pertumbuhan serta
meningkatnya proses respirasi (Round, 1977).
Pemberian pupuk, kesuburan lahan
garapan dapat dipertahankan atau bahkan dapat
ditingkatkan sehingga dapat meningkatkan
produktivitas
tanaman
rumput
yang
dibudidayakan (Rustandi, 1982). Salah satu
jenis pupuk yang cukup baik, agar sifat fisik
tanah dapat dipertahankan adalah pupuk
organik (pupuk kandang). Pupuk ini dapat
terbentuk dari kotoran hewan yang sudah
lapuk/hancur dan berubah menjadi bagian tanah
(Murbandono, 1999).
METODE PENELITIAN
Penelitian dilaksanakan di Rumah Kaca
kebun
percobaan
Fakultas
Pertanian
Universitas Tabanan dari bulan Pebruari 2013
sampai dengan bulan April 2013.
Bahan yang dipergunakan adalah : bibit
Setaria splendida Stapf, media tanah, pupuk
kandang sapi dan pupuk NPK Phonska dengan
perbandingan N:P:K (10:10:10), Regent, Sevin
5 D. Alat-alat yang digunakan adalah polibag,
timbangan, meteran, pisau, gunting, kantong
kertas, dan oven.
Penelitian menggunakan Rancangan
Acak Kelompok (RAK). Perlakuan yang dicoba
terdiri dari dua faktor yang disusun secara
faktorial, yaitu : Faktor pertama adalah tingkat
pupuk kandang sapi (K) yang terdiri dari : K0 =
0 t ha-1 ( 0 g pot-1 ); K1 = 15 t ha-1 ( 37,5 g
pot1); K2 = 30 t ha-1 ( 75 g pot-1 ). Faktor kedua
adalah tingkat pupuk NPK (P) yang terdiri dari
: P0 = 0 kg ha-1 ( 0 g pot-1); P1 = 200 kg ha-1
( 0,50 g pot-1); P2 = 400 kg ha-1 ( 1,00g pot-1).
Media tanah yang dipakai dikering
udarakan kemudian ditumbuk halus dan diayak
dengan ayakan berdiameter 4 mm. Tanah
dicampur dengan pupuk kandang sapi sesuai
dengan tingkat perlakuan. Selanjutnya
dimasukkan ke dalam polybag dengan berat
yang sama sebanyak 5 kg,
Bibit rumput Setaria splendida Stapf
yang digunakan diambil dari sobekan
rumpunnya (pols). Bagian vegetatif dari
sobekan rumpun dipotong untuk didapatkan
tinggi dan berat yang hampir sama yaitu ± 15 g,
pols yang digunakan sebanyak 72 batang
sobekan.
Bibit ditanam dengan posisi tegak,
setiap polybag ditanam 1 bibit (pols).. Setelah
selesai penanaman, semua polybag disiram
dengan air secukupnya agar tanah tetap lembab.
Pupuk kandang sapi diberikan satu
minggu sebelum tanam sesuai dengan dosis
perlakuan, sedangkan pupuk NPK diberikan
satu minggu setelah tanam dengan dosis sesuai
dengan tingkat perlakuan.
Parameter
produktivitas
rumput
diamati antara lain: tinggi tanaman, jumlah
daun, luas daun, lingkaran rumpun, jumlah
anakan, dan produksi bahan kering.
Data hasil pengamatan dianalisis secara
statistik dengan sidik ragam dan dilanjutkan
dengan uji beda nyata terkecil (BNT) pada taraf
5% bila interaksi tidak nyata, sedangkan bila
interaksi nyata sampai sangat nyata maka
dilanjutkan dengan uji jarak berganda Duncan
pada taraf 5% (Gomez dan Gomez, 1995).
HASIL DAN PEMBAHASAN
Hasil
Hasil analisis statistika menunjukkan
bahwa interaksi antara perlakuan pemberian
pupuk NPK dan pupuk kandang sapi
berpengaruh tidak nyata (p ≥ 0,05) terhadap
seluruh parameter yang diamati.
Tidak
terjadinya interaksi antara kedua faktor
dikarenakan kedua faktor perlakuan tidak saling
mempengaruhi atau pertumbuhan tanaman
dipengaruhi oleh masing-masing faktor
perlakuan secara bebas.
Perlakuan pupuk NPK berpengaruh
sangat nyata (p ˂ 0,01) dan nyata (p ˂ 0,05)
terhadap sebagian besar parameter yang
diamati, kecuali terhadap parameter tinggi
tanaman dan lingkar rumpun. Perlakuan pupuk
kandang sapi berpengaruh sangat nyata
(p ˂ 0,01) dan nyata (p ˂ 0,05) terhadap semua
parameter yang diamati.
Pande Gede Gunamanta,Ketut Turaini Indra Winten, I Wayan Sukasana, Pemberian Pupuk...
37
Pupuk NPK
Perlakuan pupuk NPK terhadap tinggi
tanaman rumput Setaria splendida Stapf
berpengaruh tidak nyata (p ˃ 0,05), hasil
tertinggi ditunjukkan pada pemberian 400 kg
ha-1 yaitu sebesar 83,49 cm ( Tabel 1).
Perlakuan pupuk NPK terhadap lingkar
rumpun rumput Setaria splendida Stapf
berpengaruh tidak nyata (p ˃ 0,05), hasil
tertinggi ditunjukkan pada pemberian 400 kg
ha-1 yaitu sebesar 32,05 cm dan terendah
ditunjukkan
pada
perlakuan
tanpa
pupuk/kontrol (28,11 cm).
Perlakuan pupuk NPK terhadap jumlah
daun tanaman rumput Setaria splendida Stapf
berpengaruh sangat nyata (p ˂ 0,01), pada
pemberian 400 kg ha-1 yaitu sebesar 79,83 helai
meningkat sebesar 26,21 % dibandingkan
dengan kontrol (63,25 helai) ( Tabel 1).
Perlakuan pupuk NPK terhadap luas
daun rumpun-1 tanaman rumput Setaria
splendida Stapf berpengaruh sangat nyata
(p ˂ 0,01), hasil tertinggi ditunjukkan pada
pemberian 400 kg ha-1 yaitu sebesar 2627,97
cm2 lebih tinggi 9,46 % dibanding kontrol
(2400,97 cm2).
Perlakuan pupuk NPK terhadap jumlah
anakan rumpun-1 tanaman rumput Setaria
splendida Stapf berpengaruh sangat nyata
(p ˂ 0,01), hasil tertinggi pada pemberian pupuk
400 kg ha-1 sebesar 14,33 buah meningkat 34,30
% dibandingkan dengan kontrol 10,67 buah
(Tabel 2).
Perlakuan pupuk NPK terhadap hasil
berat segar biomas rumpun-1 tanaman rumput
Setaria splendida Stapf berpengaruh sangat
nyata (p ˂ 0,01), hasil tertinggi diperoleh pada
pemberian pupuk NPK 400 kg ha-1 yaitu 280,58
g meningkat 28,75 % bila dibandingkan dengan
kontrol (217,92 g).
Perlakuan pupuk NPK terhadap
produksi bahan kering rumpun-1 tanaman
rumput Setaria splendida Stapf berpengaruh
sangat nyata (p ˂ 0,01), hasil tertinggi diperoleh
pada pemberian pupuk NPK 400 kg ha-1 yaitu
23,83 g meningkat 28,75 % bila dibandingkan
dengan kontrol (20,08 g).
Pupuk Kandang Sapi
Perlakuan pupuk kandang sapi terhadap
tinggi tanaman rumput Setaria splendida Stapf
berpengaruh sangat nyata (p ˂ 0,01), hasil
tertinggi pada pemberian 30 t ha-1 yaitu sebesar
84,90 cm meningkat sebesar 5,72 %
dibandingkan dengan kontrol (80,31 cm)
( Tabel 1).
38
Perlakuan pupuk kandang sapi terhadap
lingkar rumpun tanaman rumput Setaria
splendida Stapf berpengaruh nyata (p ˂ 0,05),
hasil tertinggi pada pemberian 30 t ha-1 yaitu
sebesar 33,54 cm, pemberian 15 t ha-1 sebesar
29,19 cm dan terkecil pada perlakuan kontrol
(27,83 cm).
Perlakuan pupuk kandang sapi terhadap
jumlah daun tanaman-1 rumput Setaria
splendida Stapf berpengaruh sangat nyata
(p ˂ 0,01), hasil tertinggi pada pemberian 30 t
ha-1 yaitu sebesar 77,42 helai meningkat sebesar
15,69 % dibandingkan dengan kontrol (66,92
helai).
Perlakuan pupuk kandang sapi terhadap
luas daun rumpun-1 tanaman rumput Setaria
splendida Stapf berpengaruh sangat nyata
(p ˂ 0,01), hasil tertinggi pada pemberian
30 t ha-1 yaitu sebesar 2652,49 cm2 meningkat
sebesar 7,98 % dibandingkan dengan
kontrol (2456,54 cm2) ( Tabel 1).
Tabel 1. Pengaruh tunggal pemberian pupuk
NPK dan pupuk kandang sapi terhadap
pertumbuhan rumput Setaria splendida
Stapf.
Perlakua
n
Tinggi
tanama
n (cm)
Pupuk NPK (kg ha-1)
0 (P0)
81,78 a
Lingka
r
rumpun
(cm)
Jumlah
daun
tanaman
-1 (helai)
Luas
daun
rumpun
-1 (cm2)
28,11 a
63,25 b
2400,97
b
2547,23
a
2627,97
a
87,29
200 (P1)
80,77 a
30,41 a
70,33 b
400 (P2)
83,49 a
32,05 a
79,83 a
ns
7,75
27,83 b
66,92 b
29,19
ab
33,54 a
69,08 b
BNT 5 %
ns
Pupuk kandang sapi
(t ha-1)
0 (K0)
80,31 b
15 (K1)
80,83 b
30 (K2)
84,90 a
BNT 5 %
3,45
4,45
77,42 a
7,75
2456,54
b
2467,14
b
2652,49
a
87,29
Keterangan : Angka-angka yang diikuti oleh
huruf yang sama pada
perlakuan dan kolom yang
sama adalah tidak berbeda
nyata pada uji BNT 5%.
Perlakuan pupuk kandang sapi terhadap
jumlah anakan rumpun-1 tanaman rumput
Setaria splendida Stapf berpengaruh sangat
nyata (p ˂ 0,01), jumlah anakan tertinggi pada
Majalah Ilmiah Untab, Vol. 11 No. 1 Maret 2014
pemberian 30 t ha-1 yaitu sebesar 13,92 buah
meningkat sebesar 26,55 % dibandingkan
dengan kontrol (11,00 buah) ( Tabel 2).
Perlakuan pupuk kandang sapi terhadap
berat segar biomas rumpun-1 tanaman rumput
Setaria splendida Stapf berpengaruh sangat
nyata (p ˂ 0,01), hasil tertinggi diperoleh pada
pemberian pupuk kandang sapi 30 t ha-1 yaitu
sebesar 289,17 g meningkat sebesar 33,83 %
dibandingkan dengan hasil perlakuan kontrol
sebesar 216,08 g.
Perlakuan pupuk kandang sapi terhadap
produksi bahan kering rumpun-1 tanaman
rumput Setaria splendida Stapf berpengaruh
tidak nyata (p ≥ 0,05) pada beberapa tingkat
pemberian pupuk kadang sapi, hasil tertinggi
pada pemberian 30 t ha-1 yaitu sebesar 23,17 g
terendah pada perlakuan tanpa pupuk (control)
sebesar 21,75 g ( Tabel 2).
Tabel 2. Pengaruh tunggal pemberian pupuk
NPK dan pupuk kandang sapi
terhadap produktivitas tanaman
rumput Setaria splendida Stapf.
Perlakuan
Pupuk NPK
(kg ha-1)
0 (P0)
200 (P1)
400 (P2)
Jumlah
anakan
rumpun-1
(buah)
10,67 b
13,42 a
14,33 a
BNT 5 %
1,97
Pupuk Kandang
sapi (t ha-1)
0 (K0)
11,00 b
15 (K1)
13,50 a
30 (K2)
13,92 a
BNT 5 %
1,97
Berat
segar
Biomas
tanaman
rumpun-1
(g)
Produksi
bahan
Kering
Tanaman
rumpun-1
(g)
217,92 b
252,33 b
280,58
a
36,11
20,08 a
22,92 a
23,83 a
1,62
216,08 b 21,75 a
245,58 ab 21,92 a
289,17
23,17 a
a
36,11
ns
Keterangan : Angka-angka yang diikuti oleh
huruf yang sama pada
perlakuan dan kolom yang
sama adalah tidak berbeda
nyata pada uji BNT 5%.
Pembahasan
Perlakuan pemberian pupuk NPK dan
pupuk kandang sapi terhadap pertumbuhan
maupun pada hasil produksi tanaman rumput
Setaria splendida Stapf tidak menunjukkan
interaksi yang nyata (p ≥ 0,05). Berarti bahwa
tingkat pemberian pupuk NPK dengan pupuk
kandang sapi tidak saling terkait dalam
memberikan respon pada pertumbuhan dan
produksi rumput Setaria splendida Stapf.
Masing-masing faktor perlakuan memberikan
respon sendiri-sendiri tidak tergantung dari
faktor perlakuan lainnya, sehingga respon
perlakuan kombinasi dalam penelitian ini dapat
di lihat dari pengaruh masing-masing faktor
perlakuan.
Pemberian pupuk kandang sapi
berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman
yaitu pada tinggi tanaman, lingkar rumpun,
jumlah daun, luas daun, jumlah anakan, serta
berat segar biomas rumput Setaria splendida
Stapf. Berpengaruhnya pupuk tersebut pada
pertumbuhan tanaman dikarenakan adanya
perbaikan agregasi tanah akan memperbaiki
permeabilitas dan peredaran udara tanah
sehingga tanaman telah membentuk sistem
perakaran yang kuat dan luas. Akar tanaman
mudah menembus lebih dalam sehingga
tanaman lebih kokoh dan lebih mampu
menyerap hara serta air lebih banyak (Oades,
1995). Sistem perakaran yang cukup kuat dan
luas tersebut membentuk anakan yang lebih
banyak dan menyebar sehingga lingkar
rumpunnya menjadi lebih panjang (Suryandari,
1987). Pemupukan organik ini dapat berfungsi
sebagai granulator butir-butir mineral, sebagai
sumber pokok dua unsur utama P dan S serta
salah satu sumber nitrogen (Buckman dan
Brandy, 1982). Pemupukan tersebut juga
memacu tanaman untuk membentuk komponen
bahan kering yaitu karbohidrat dan protein lebih
banyak melalui proses fotosintesis (Harjadi,
1983). Hal ini terlihat dari korelasi positif antara
produktivitas bahan kering tanaman rumpun-1
dengan berat segar biomas tanaman
(r = 0,920**).
Perlakuan pemberian pupuk
NPK mampu meningkatkan pertumbuhan dan
produksi rumput Setaria splendida Stapf.
Pemberian
pupuk NPK
meningkatkan
produktivitas bahan kering tanaman dengan
nilai tertinggi pada tingkat pemberian 400 kg
ha-1. Tingginya nilai tersebut didukung oleh
komponen pertumbuhan tanaman seperti
jumlah daun (r = 0,993**), luas daun
(r = 0,993**) dan jumlah anakan (r = 0,998**).
Meningkatnya jumlah daun dan luas daun akan
meningkatkan kemampuan tanaman dalam
mengintersepsi cahaya matahari yang masuk
pada kanopi daun tanaman, sehingga aktifitas
fotosintesis
semakin
terpacu
yang
menyebabkan fotosintat yang dihasilkan
Pande Gede Gunamanta,Ketut Turaini Indra Winten, I Wayan Sukasana, Pemberian Pupuk...
39
semakin banyak untuk pertumbuhan dan
perkembangan
organ
tanaman
dan
meningkatkan jumlah anakan. Gardner et al.
(1991) menyatakan laju fotosintesis akan
meningkat dengan meningkatnya luas daun
tanaman sehingga pertumbuhan tanaman
menjadi semakin baik. Pemberian pupuk NPK
terutama nitrogen, disamping meningkatkan
pertumbuhan rumput juga dapat meningkatkan
produksi bahan kering (Humphreys, 1981).
SIMPULAN DAN SARAN
Simpulan
Dari hasil penelitian dan pembahasan
di atas, maka dapat disimpulkan beberapa hal
yaitu:
1. Interaksi antara pemberian pupuk NPK dan
pupuk kandang sapi belum nampak
jelas/nyata pengaruhnya pada pertumbuhan
dan produktivitas rumput Setaria splendida
Stapf.
2. Pemberian pupuk NPK berpengaruh dalam
meningkatkan
pertumbuhan
dan
produktivitas rumput Setaria splendida
Stapf. Hasil tertinggi diperlihatkan pada
perlakuan pemupukan 400 kg ha-1.
3. Pemberian pupuk kandang sapi berpengaruh
dalam meningkatkan pertumbuhan dan
produksi rumput Setaria splendida Stapf.
Hasil tertinggi diperlihatkan pada perlakuan
pemupukan 30 t ha-1.
4. Pada penelitian ini belum diperoleh tingkat
pemberian pupuk NPK dan pupuk kandang
sapi yang optimum terhadap pertumbuhan
dan hasil produksi rumput Setaria splendida
Stapf.
Saran
1. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut di
lapang terbuka dengan tingkat pemberian
pupuk NPK dan pupuk kandang sapi yang
lebih tinggi untuk memperoleh tingkat
pemberian pupuk yang optimum pada kedua
jenis pupuk tersebut.
DAFTAR PUSTAKA
Anonimus. 2005. Faktor Pengelolaan Yang
Berpengaruh Terhadap Produksi Rumput
Laut (Gracilaria verrucosa) Di Tambak
Tanah Sulfat Masam (Studi Kasus Dl
Kabupaten Luwu, Provinsi Sulawesi
Selatan). Buletin dan Jurnal Penelitian
Indonesia 11(7): 1-7.
40
Buckman, H. O. dan Brady, N. C. 1982. Ilmu
Tanah. Terjemahan. Penerbit Bhratara
Karya Aksara, Jakarta.
Gardner. F.P., Pearce. R.B., Mitchell. L.R.
1991. Fisiologi Tanaman Budidaya
(terjemahan) Jakarta : Universitas
Indonesia (Press).
Gomez, K.A., Gomez, A. 1995. Prosedur
Statistik untuk Penelitian Pertanian.
Jakarta: Universitas Indonesia Press
(terjemahan).
Harjadi, S.S., 1983. Pengantar Agronomi.
Jakarta : PT Gramedia.
Humphreys, L.R., 1981. Tropical Pasture
Utilisation. Cambridge: Cambridge
University Press.
Jayadi, S. 1991. Tanaman Makanan Ternak
Tropika, Fakultas Peternakan, Institut
Pertanian Bogor, Bogor.
Kuhl, A. 1974. Phosporus. In Stewart, W.D.P.
(Ed.).
Algal
Physiology
and
Biochemistry. Bot. Monog. Blackwell
Scien. Publ. 610-654 pp.
Murbandono, L. 1999. Membuat Kompos.
Penebar Swadaya, Jakarta.
Nicholls, R.E. 1993. Hidroponik Tanaman
Tanpa Tanah. Dahara Prize. Semarang.
85-86
Oades, J. M. 1995. Agregasi dalam Tanah
(Ed.) terjemahan. Laboratorium Fisika
Tanah, Jurusan Tanah Fakultas Pertanian
UGM, Yogyakarta.
Round. F.E. 1977. The Biology of The Algae.
Edward Arnold Publisher. London. Pp
147-161.
Rukmana, R. 2009. Budidaya Rumput Unggul.
Kanisius, Yogyakarta.
Rustandi . 1982. Pengaruh Tingkat Pemupukan
Kalium dan Tinggi Pemotongan
terhadap Produksi dan Mutu Hijauan
Rumput Gajah. Skripsi, LPP. Unsrat
Menado.
Suryandari, S. 1987. Pengaruh Tingkat
Pemupukan Nitrogen dan Fosfat
terhadap Beberapa Aspek Pertumbuhan
Setaria
splendida
Stapf
dalam
Pertanaman
Campuran
dengan
Centrosema pubescens Benth. Karya
Ilmiah. Fakultas Peternakan Institut
Pertanian Bogor.
Majalah Ilmiah Untab, Vol. 11 No. 1 Maret 2014
Download