estimasi kebutuhan daya listrik sulawesi selatan sampai tahun 2017

advertisement
MEDIA ELEKTRIK, Volume 2 Nomor 2, Desember 2007
ESTIMASI KEBUTUHAN DAYA LISTRIK SULAWESI SELATAN
SAMPAI TAHUN 2017
Harifuddin
Jurusan Pendidikan Teknik Elektro FT UNM
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengestimasi jumlah daya listrik tersambung di Sulawesi Selatan
tahun 2007 sampai 2017 dengan menggunakan data sekunder daya listrik tersambung yang berbentuk time
series tahun 1996-2006 pada PT. PLN (PERSERO) WIL. SULSELTRABAR. Berdasarkan estimasi yang
diperoleh tahun 2007 bahwa jumlah daya listrik tersambung untuk pelanggan rumah tangga sebesar 880
MVA , pelanggan sosial sebesar 46,36 MVA, pelanggan bisnis sebesar 233,08 MVA, dan pelanggan
industri sebesar 237,73 MVA. Sedangkan estimasi jumlah daya listrik tersambung tahun 2017 untuk
pelanggan rumah tangga sebesar 1.280 MVA, pelanggan sosial sebesar 66,66 MVA, pelanggan bisnis
sebesar 515,12 MVA, dan pelanggan industri sebesar 507,93 MVA. Metode yang dipakai ialah metode
deskriptif dengan menggunakan analisis regresi linier sederhana dan regresi non linier, dimana data yang
diteliti tidak dikendalikan atau dimanipulasi oleh peneliti, tetapi fakta yang diungkapkan berdasarkan data
yang ada pada PT. PLN (Persero) Wilayah Sulseltrabar. Hasil estimasi tahun 2017 menunjukkan bahwa
peningkatan jumlah daya listrik tersambung yang paling banyak ialah pada pelanggan rumah tangga yaitu
sebesar 1.280 MVA. Hasil estimasi jumlah total daya listrik tersambung pada PT. PLN (PERSERO) WIL.
SULSELTRABAR pada tahun 2017 adalah 2.369,72 MVA.
Kata Kunci: Estimasi, Daya Listrik, Regresi Linier Sederhana, Regresi non Linier.
Kemajuan teknologi di segala bidang
meningkat dengan begitu cepat, kemajuan ini
membawa konsekuensi peningkatan kebutuhan
akan daya listrik. Listrik merupakan salah bentuk
energi yang banyak dibutuhkan, ini dimungkinkan
karena energi listrik mudah dalam penyaluran dan
dapat dengan mudah dirubah ke bentuk energi
lain.
Untuk memenuhi kebutuhan daya listrik
yang ada
sekarang, pembangunan dan
pengembangan sistem kelistrikan yang dikelolah
oleh PLN perlu dikembangkan. Pertambahan
penduduk yang semakin pesat dan diiringi
pertumbuhan ekonomi yang tinggi menyebabkan
kebutuhan akan tenaga listrik semakin meningkat,
sehingga dibutuhkan penyediaan dan penyaluran
tenaga listrik yang memadai, baik dari segi teknis
maupun ekonomisnnya. Penggunaan tenaga listrik
sekarang ini merupakan salah satu kebutuhan
penting dalam kehidupan masyarakat dan sering
kali dianggap sebagai salah satu tolok ukur taraf
kemajuan rakyat sejalan dengan perkembangan
teknologi.
Makin banyaknya industri yang berskala
menengah maupun besar serta pertumbuhan
pelanggan yang meningkat setiap tahunnya akan
membutuhkan pelayanan dan penyaluran energi
listrik secara kontinyu dengan kualitas layanan
yang lebih baik.
Kegiatan perdagangan, perekonomian
dan industri tumbuh pesat akhir-akhir ini. Oleh
karena itu permintaan akan tenaga listrik
melonjak saat ini dan pertumbuhan yang cepat ini
diperkirakan akan berlangsung terus untuk tahuntahun yang akan datang.
Untuk memenuhi kebutuhan pelanggan
akan energi listrik, maka pihak penyuplai energi
listrik dalam hal ini PLN
berusaha untuk
melayani dan memenuhi kebutuhan pelanggan
yang semakin meningkat, sehingga PLN harus
menyediakan pembangkit listrik yang baru.
Propinsi sulawesi selatan sebagai salah
satu propinsi di Indonesia tentunya memerlukan
banyak sarana untuk pembangunan. Salah satu
sarana utama yang penting dan sangat
menentukan ialah tenaga listrik sebagai salah satu
roda penggerak perekonomian. Bertolak dari
kenyataan di atas maka dianggap perlu untuk
mengkaji kebutuhan daya listrik Sulawesi Selatan
dimasa yang akan datang.
Estimasi ketersediaan daya listrik ialah
suatu perkiraan jangka panjang tentang besarnnya
Harifuddin, Estimasi Kebutuhan Daya Listrik Sulawesi Selatan Sampai Tahun 2017
kebutuhan daya listrik untuk suatu daerah tertentu
dengan menggunakan suatu metode analisis.
Dalam sistem kelistrikan estimasi sangat
dibutuhkan untuk memperkirakan dengan tepat
seberapa besar daya listrik yang dibutuhkan untuk
melayani beban dan kebutuhan energi dalam
distribusi energi listrik dimasa yang akan datang.
Selain faktor teknis, faktor ekonomi juga
merupakan faktor terpenting yang perlu
diperhitungkan. Bila perkiraan tidak tepat akan
menyebabkan tidak cukupnnya kapasitas daya
yang disalurkan guna memenuhi kebutuhan
beban, sebaliknnya jika perkiraan beban terlalu
besar maka akan menyebabkan kelebihan
kapasitas pembangkit sehingga menyebabkan
kerugian.
Ada beberapa faktor yang saling
mempengarui dan mendorong melonjaknnya
kebutuhan tenaga listrik tersebut antara lain:
a. Industri tumbuh dengan pesat.
b. Kegiatan ekonomi meningkat dengan mantap.
c. Tingkat kehidupan yang lebih baik, standar
hidup yang lebih tinggi, pendapatan perkapita
yang terus meningkat memerlukan energi
listrik yang lebih banyak.
d. Kemampuan
penyediaan
pembangkitan
dengan kapasitas yang lambat laun
bertambah.
e. Kualitas penyediaan daya listrik yang
semakin membaik.
BEBAN LISTRIK
Dalam merencanakan suatu sistem
distribusi maka banyak hal yang harus
diperhatikan, salah satu diantarannya ialah beban
listriknya. Untuk mengetahui beban listrik ada
beberapa hal yang perlu diperhatikan:
a. Jenis beban listrik
Jenis beban listrik menurut daerah
biasanya digolongkan dalam beberapa golongan,
yakni:
1) Berdasarkan lingkungan atau lokasi:
a. Beban pusat pertokoaan
b. Beban perumahan
c. Beban perumahan luar kota
d. Beban pedesaan
2) Berdasarkan jenis pelanggan:
a. Beban umum
b. Beban industri
3) Berdasarkan jadwal pelayanan listrik:
a. Beban perumahan
b. Beban penerangan jalan
c. Beban perkantoran
d. Beban industri
4) Berdasarkan jenis kegiatan pelanggan:
a. Beban perumahan
Beban perumahan adalah beban yang
terdiri dari peralatan-peralatan listrik yang
biasa
dipakai
pada
rumah-rumah
penduduk. Beban yang harus dilayani
tergantung dari sifat dan tingkat sosial
seseorang. Semakin maju peradaban
seseorang
semakin
banyak
pula
kebutuhan akan energi listrik.
Pada beban perumahan kebutuhan
maksimum biasannya berlangsung di
malam hari antara pukul 18.00-22.00,
dimana selama selang waktu tersebut
konsumen paling banyak mengkonsumsi
listrik untuk kebutuhan hiburan seperti
mendengarkan radio/tape dan televisi.
Beban perumahan jarang menimbulkan
masalah kelistrikan karena biasanya
terdiri dari peralatan- peralatan listrik
yang kapasitasnya kecil.
b. Beban Industri
Beban industri adalah beban pelanggan
yang terdiri kelompok pabrik atau
industri. Beban ini biasanya terpisah dari
daerah perumahan penduduk
untuk
mencegah fluktuasi tegangan yang sering
terjadi di industri yang dapat mengganggu
peralatan rumah tangga setempat.
Kapasitas daya yang digunakan oleh
industri, pada umumnya lebih besar
dibandingkan dengan yang lainnya.
Beban puncak biasanya terjadi pada siang
hari karena motor motor listrik beropersi
pada saat tersebut. Dengan demikian
penyaluran
daya
listrik
perlu
diperhatikan,
mengingat
terhentinya
penyaluran daya listrik yang relatif
singkat
akan menimbulkan kerugian
yang cukup besar pada industri.
c. Beban usaha / Perdagangan
Beban usaha atau perdagangan adalah
beban listrik yang terdiri dari peralatan
peralatan listrik yang biasa digunakan
pada pusat pusat perbelanjaan, rumah
makan dan perhotelan seperti kipas angin,
AC, pompa listrik dan sebagainya.
Kebutuhan terbesar untuk kelompok
beban ini biasanya berlangsung antara
pukul 08.00 pagi, dimana pada saat itu
15
MEDIA ELEKTRIK, Volume 2 Nomor 2, Desember 2007
took-toko mulai buka dan mencapai
puncaknya pada sore hari karena pada
waktu tersebut beban mulai bertambah
dengan
bekerjanya
lampu-lampu
penerangan.
d. Beban sosial
Beban sosial adalah beban pelanggan
yang terdiri dari tempat-tempat sosial
seperti rumah sakit, sekolah, tempat
ibadah, dan sebagainya. Beban puncak
umumnya terjadi pada siang hari
sedangkan pada malam hari kebanyakan
dari beban perumahan saja.
b.
Menghitung tingkat pertumbuhan
dan
rata-rata pertumbuhan
Untuk menghitung tingkat pertumbuhan
dan rata-rata pertumbuhan dilakukan dengan
menggunakan rumus:
Tingkat pertumbuha n =
X"- X'
x 100%
X'
Dimana :
X" = X tahun sekarang
X' = X tahun sebelumnya
Rata - rata pertumbuhan =
å T.Ppertahun
N -1
x 100%
Dimana :
T.P = Tingkat Pertumbuhan
METODE
1 Jenis Penelitian
Penelitian ini merupakan jenis penelitian
ex post facto. Dengan demikian data yang diteliti
tidak dikendalikan atau dimanipulasi oleh peneliti,
tetapi fakta yang diungkapkan berdasarkan data
yang ada pada PT. PLN (Persero) Wilayah
Sulseltrabar.
2. Variabel dan Desain Penelitian
Dalam penelitian ini variabel terdiri dari
variabel bebas (X) dan variabel terikat (Y).
Variabel X ialah tahun pengamatan, sedangkan
variabel (Y) ialah jumlah daya listrik yang
tersambung yang akan disediakan oleh PT. PLN
(Persero) Wilayah Sulseltrabar.
3. Defenisi Operasional Variabel
Defenisi Operasional yang akan diteliti dapat
dikemukakan sebagai berikut:
a. Tahun pengamatan ialah tahun kejadian dimana
data yang diambil di PT. PLN (Persero)
Wilayah Sulseltrabar yakni tahun 1996-2006
b. Jumlah daya listrik ialah besarnnya daya listrik
yang tersambung setiap tahun yang disediakan
oleh PT. PLN (Persero) Wilayah Sulseltrabar.
4. Teknik Analisis Data
Analisis data yang digunakan dalam
penelitian ini adalah:
a. Analis Deskriptif
Analisis deskriptif digunakan untuk
memprediksi data-data yang diperoleh dalam
bentuk persentase, grafik serta trend tahunan. Dari
jumlah pelanggan dan daya listrik tersambung
yang diperoleh pada PT PLN (Persero) Wilayah
Sulseltrabar.
b. Analisis Regresi sederhana
Analisis
regresi
digunakan untuk
mengestimasi besarnya daya listrik tersambung
yang dibutuhkan, sampai 10 tahun yang akan
datang pada pelanggan PT. PLN (Persero)
Wilayah Sulseltrabar. Untuk melayani permintaan
daya oleh pelangan yaitu dengan menggunakan
model analisis regresi linier sederhana dan
regresi non linier terdiri dari model parabolik,
eksponensial dan logaritma.
Model persamaan regresi linier sederhana
ialah:
ŷ = a + b(t)
(1)
Model persamaan
parabola ialah:
ŷ = a + b1t + b2t2
regresi
non
linier
(2)
Model persamaan regresi non linier
eksponensial ialah:
ŷ = a(e) bt atau ditransformasi kedalam bentuk
linier ln ŷ =ln a +bt
(3)
Model persamaan regresi non linier
logaritma ialah:
ŷ = a + b ln (t)
(4)
Seluruh proses perhitungan menggunakan
perangkat lunak Microsoft Excel , dimana :
Harifuddin, Estimasi Kebutuhan Daya Listrik Sulawesi Selatan Sampai Tahun 2017
y = perkiraan perkembangan jumlah daya listrik
tersambung (VA).
t = tahun yang dicari
a dan b = koefisien- koefisien regresi
Untuk menentukan model persamaan
terbaik dilakukan dengan menghitung koefisien
determinasi (R2) yang nilainya selalu positif dan
bernilai antara nol sampai dengan 1, koefisien ini
sudah cukup baik untuk prediksi jika berada
diatas 0,5. Rumus koefisien determinasi adalah :
2
ù
é
nåyt-åyåt
ú
R2 = ê
ê (nåy2 -(åy)2)(nåt2 -(åt)2 ú
û
ë
(5)
(RK. Sembiring: 1995)
Dimana:
n = banyaknya data
y =daya terpakai
t = tahun pengamatan
Setelah
dihitung
koefisien
determinasinya, kemudian menentukan model
terbaik dengan menghitung Jumlah Kuadrat Sisa
(JKS), model yang terbaik ialah dengan JKS
terkecil dengan rumus sebagai berikut :
JKS =
( y i - yˆ i ) 2 (RK. Sembiring 1995)
å
Dimana:
yi = data aktual daya tersambung tahun ke i
(1996-2006)
ŷi = data daya tersambung hasil prediksi pada
tahun ke I (2007-2017)
HASIL DAN PEMBAHASAN
1. Hasil Penelitian
Deskripsi Data Pelanggan Listrik
Sulawesi Selatan
Perkembangan pemakaian energi listrik
di Sulawesi selatan tidak dapat dipisahkan dengan
perkembangan jumlah penduduk. Dari data yang
diperoleh menunjukkan bahwa jumlah penduduk
Sulawesi
Selatan
cenderung
mengalami
peningkatan, demikian juga dengan data
pelanggan
di
Sulawesi
selatan.
Data
perkembangan pelanggan listrik PLN dapat
diperlihatkan pada tabel 1. Selanjutnya, jumlah
daya listrik tersambung berdasarkan tarif listrik
diperlihatkan pada tabel 2.
2. Seleksi Model Peramalan Terbaik
Mengacu pada data aktual jumlah daya
listrik tersambung untuk rumah tangga, sosial,
bisnis, dan industri di Sulawesi Selatan tahun
1996 – 2006 maka dengan demikian dapat dicari
model peramalan terbaik yang akan digunakan
dalam mengestimasi jumlah daya listrik
tersambung tahun 2007 – 2017.
Asumsi yang digunakan dalam menyusun model
peramalan ialah : (1) adanya ketergantungan atau
hubungan antara jumlah daya listrik akan datang
dengan jumlah daya listrik masa sebelumnya.
Tabel 1. Jumlah pelanggan listrik di Sulawsi
Selatan
…(7)
Tahun
1996
1997
1998
1999
2000
2001
2002
2003
2004
2005
2006
Jumlah Pelanggan
713.513
890.794
971.030
1.034.979
1.081.751
1.117.599
1.138.233
1.156.344
1.171.302
…(8)
1.188.201
1.214.298
Sumber: PLN (Persero) Wilayah Sulseltrabar
a. Daya Listrik Pelanggan Rumah Tangga
Berdasarkan data yang ada pada tabel 2 dan
perhitungan yang dilakukan dengan menggunakan
persamaan regresi linier sederhana, parabola,
eksponensial, logaritma, koefisien determinasi
(R2), dan jumlah kuadrat sisa (JKS) maka
diperoleh bentuk persamaan regresi dari daya
listrik tersambung pelanggan rumah tangga
seperti pada tabel 3 dan tabel 4 berikut:
b. Daya Listrik Pelanggan Sosial
Dengan menggunakan data yang ada pada tabel 2
dan perhitungan yang dilakukan dengan
menggunakan persamaan regresi
linier
sederhana,
parabola,
eksponensial, logaritma, koefisien
determinasi (R2), dan jumlah
kuadrat sisa (JKS) maka diperoleh
bentuk persamaan regresi dari daya
listrik tersambung pelanggan rumah
17
MEDIA ELEKTRIK, Volume 2 Nomor 2, Desember 2007
tangga seperti pada tabel 5 dan tabel
6.
Hasil perhitungan Jumlah Kuadrat Sisa
(JKS) keempat model regresi di atas berturut-turut
diperoleh koefisien JKS terkecil yaitu model
linier, model parabola, model eksponensial dan
model logaritma, dengan demikian model regresi
linier
dipergunakan untuk memprediksi
Tabel 2 . Jumlah daya listrik tersambung di Sulawesi Selatan tahun 1996 – 2006
Jumlah daya listrik yang tersambung (VA)
Tahun
R.Tangga
Sosial
1996
420.165.220
1997
480.346.851
1998
1999
Bisnis
Industri
Pemerintah
Jumlah total
26.190.410
94.294.860
141.374.650
34.174.020
716.199.160
29.281.670
109.956.300
159.979.150
33.612.170
813.176.141
568.410.321
30.751.050
127.389.445
160.422.170
45.678.360
932.651.346
587.666.950
31.657.010
131.060.750
172.358.000
48.297.300
971.040.010
2000
642.540.100
33.822.110
139.184.800
176.012.750
49.823.576
1.041.383.336
2001
685.768.400
35.838.000
152.049.850
177.384.385
49.809.988
1.100.850.623
2002
708.306.800
35.345.700
157.885.050
178.628.500
53.426.423
1.133.592.473
2003
728.688.200
38.090.400
174.226.173
187.281.250
58.200.287
1.186.486.310
2004
743.377.050
40.128.160
187.273.600
187.762.450
65.941.947
1.228.443.207
2005
770.108.400
42.194.610
205.210.500
191.074.750
71.209.001
1.279.797.261
2006
803.176.350
44.969.360
226.451.750
194.323.350
77.426.022
1.346.346.832
Sumber: PLN (Persero) Wilayah Sulseltrabar
3.
Persamaan regresi dan koefisien
determinasi
(R 2)
daya
listrik
tersambung pelanggan Rumah tangga
Model
Regresi
Linier
Parabola
Eksponensial
Logaritma
Koefisien
Determinasi
Persamaan
Yˆ = 4.108 + 4.107X
Yˆ =4.108 + 7.107x - 3.106x2
Yˆ = (4.108)e0,0587x
Yˆ = 4.108+ 2.108 ln(x)
ketersediaan daya listrik pelanggan rumah tangga
periode 2007 – 2017 dengan persamaan : Yˆ =
4.108 + 4.107X, dengan kurva sebagai berikut :
0,9462
0,99
900,000,000
0,9018
800,000,000
Tabel 4. Persamaan regresi dan JKS daya listrik
tersambung pelanggan rumah tangga
Model linear Daya kebutuhan Rumah Tangga
700,000,000
0,9808
D ay a t e rsa m b u n g
Tabel
600,000,000
500,000,000
y = 4E+07x + 4E+08
R 2 = 0,9462
400,000,000
300,000,000
200,000,000
Model
Regresi
Linier
Parabola
Eksponensial
Logaritma
Jumlah Kuadrat Sisa
(JKS)
Persamaan
Yˆ = 4.108 + 4.107X
Yˆ =4.10 + 7.10 x - 3.10 x
Yˆ = (4.108)e0,0587x
Yˆ = 4.108+ 2.108 ln(x)
8
7
6 2
10.809.535.813.525.100
13.944.464.791.525.100
68.262.750.991.394.700
63.412.318.331.980.800
100,000,000
0
0
2
4
6
8
10
12
Tahun Ke
Gambar 1: Kurva model linier daya listrik tersambung
pelanggan rumah tangga
Harifuddin, Estimasi Kebutuhan Daya Listrik Sulawesi Selatan Sampai Tahun 2017
Gambar 2: Kurva model parabola daya listrik
tersambung pelanggan sosial
c. Daya Listrik Pelanggan Bisnis
Tabel 5. Persamaan regresi dan koefisien
determinasi (R2) daya listrik tersambung
pelanggan sosial
Model
Regresi
Koefisien
Determinasi
Persamaan
Yˆ =
Linier
0,981
3.107 + 2.106x
Yˆ = 3.107+ 1.106x + 30303x2
Yˆ = (3.107)e0,0489x
Yˆ = 2.107+ 7.106 ln(x)
Parabola
Eksponensial
Logaritma
0,9834
0,9806
Dari data tabel 2 dan perhitungan yang
dilakukan dengan menggunakan persamaan
regresi linier sederhana, parabola, eksponensial,
logaritma, koefisien determinasi (R 2), dan jumlah
kuadrat sisa (JKS) maka diperoleh bentuk
persamaan regresi dari daya listrik tersambung
pelanggan rumah tangga seperti pada tabel 7dan
tabel 8.
Tabel
7.
0,8783
Model
Regresi
Tabel 6. Persamaan regresi dan JKS daya
listrik tersambung pelanggan
sosial
Linier
Model
Regresi
Eksponensial
Persamaan
Linier
Parabola
Yˆ = 3.107 + 2.106x
Yˆ = 3.10 + 1.10 x + 30303x
Yˆ = (3.107)e0,0489x
Yˆ = 2.107+ 7.106ln(x)
7
Eksponensial
6
509.714.098.549.000
336.163.276.249.758
230.427.716.854.709
50.000.000
45.000.000
40.000.000
Daya t er s am bung
Yˆ = 1.107 + 1.108x
Yˆ = 1.108 +3.106x +706.478x2
Yˆ = (1.108)e0,0702x
Yˆ = 9.107+ 5.107ln(x)
Logaritma
0,9581
0,9855
0,9701
0,7592
66.981.199.306.746
2
Hasil perhitungan Jumlah Kuadrat Sisa
(JKS) keempat model regresi diatas berturut-turut
diperoleh koefisien JKS terkecil yaitu model
linier, model parabola, model eksponensial dan
model logaritma, dengan demikian model regresi
non linier parabola dipergunakan untuk
memprediksi ketersediaan daya listrik pelanggan
sosial tangga periode 2007 – 2017 dengan
persamaan Yˆ = 3.107+ 1.106x + 30303x2 dengan
kurva sebagai berikut:
35.000.000
30.000.000
y = 30303x 2 + 1E+06x + 3E+07
R2 = 0,9834
25.000.000
Koefisien
Determinasi
Persamaan
Parabola
20.000.000
15.000.000
Tabel 8. Persamaan regresi dan JKS daya
listrik tersambung pelanggan
bisnis
Model
Regresi
Jumlah Kuadrat
Sisa (JKS)
Persamaan
Linier
Yˆ = 1.107 + 1.108x
Yˆ = 1.10 +3.10 x +706.478x
Yˆ = (1.108)e0,0702x
Yˆ = 9.107+ 5.107Ln(x)
Parabola
8
Eksponensial
Logaritma
6
19.402.857.315.844.600
16.442.372.551.981.600
2
33.426.336.976.360.300
20.054.074.225.208.300
Hasil perhitungan Jumlah Kuadrat Sisa
(JKS) keempat model regresi diatas berturut-turut
diperoleh koefisien JKS terkecil yaitu model
linier, model parabola, model eksponensial dan
model logaritma, dengan demikian model regresi
non linier parabola dipergunakan untuk
memprediksi ketersediaan daya listrik pelanggan
bisnis tangga periode 2007 – 2017 dengan
persamaan Yˆ = 1.108 +3.106x +706.478x2 dengan
kurva sebagai berikut:
10.000.000
250.000.000
5.000.000
0
0
2
4
6
Tahun Ke
8
10
200.000.000
12
Daya tersambung
Logaritma
Jumlah Kuadrat Sisa
(JKS)
Persamaan regresi dan koefisien
determinasi
(R 2)
daya
listrik
tersambung pelanggan bisnis
150.000.000
y = 421548x 2 + 7E+06x + 9E+07
R2 = 0,9874
100.000.000
19
50.000.000
0
0
2
4
6
Tahun Ke
8
10
12
MEDIA ELEKTRIK, Volume 2 Nomor 2, Desember 2007
Data aktual yang ada pada tabel 2 dan
perhitungan yang dilakukan dengan menggunakan
persamaan regresi linier sederhana, parabola,
eksponensial, logaritma, koefisien determinasi
(R2), dan jumlah kuadrat sisa (JKS) maka
diperoleh bentuk persamaan regresi dari daya
listrik tersambung pelanggan rumah tangga
seperti pada tabel 9 dan tabel 10 berikut:
Tabel
9.
Persamaan regresi dan koefisien
determinasi
(R 2)
daya
listrik
tersambung pelanggan industri
Model
Regresi
Linier
Parabola
Eksponensial
Logaritma
Koefisien
Determinasi
Persamaan
6
0,9874
2
0,9825
0,8512
Linier
Parabola
Eksponensial
Logaritma
Yˆ = 8.107 + 1.107x
Yˆ = + 9.10 +7.10 x +421548x
Yˆ = (9.107)e0,0793x
Yˆ = 8.107+ 5.107Ln(x)
7
6
200.000.000
150.000.000
100.000.000
2
y = 706478x + 3E+06x + 1E+08
2
50.000.000
0
0
2
4
6
8
12
3.299.100.813.143.550
348.953.029.145.098
2
Gambar 4: Kurva model parabola daya listrik
tersambung pelanggan industri
3. Estimasi Ketersediaan Daya Listrik
Berdasarkan hasil analisis tersebut di atas
maka dapat dibuat tabel estimasi kebutuhan daya
listrik pada tahun 2007 – 2017.
539.174.339.102.830
2.662.595.139.606.730
Tabel 11. Estimasi jumlah daya listrik tersambung Sulawesi Selatan
Tahun
2007
2008
2009
2010
2011
2012
2013
2014
2015
2016
2017
10
Tahun Ke
Jumlah Kuadrat
Sisa (JKS)
Persamaan
250.000.000
R = 0,9855
Tabel 10. Persamaan regresi dan JKS daya
listrik tersambung pelanggan
industri
Model
Regresi
diperoleh koefisien JKS terkecil yaitu model
linier, model parabola, model eksponensial dan
model logaritma, dengan demikian model regresi
non linier parabola dipergunakan untuk
memprediksi ketersediaan daya listrik pelanggan
sosial tangga periode 2007 – 2017 dengan
persamaan
Yˆ = + 9.107 +7.106x +421548x2
dengan kurva sebagai berikut:
0,9781
Yˆ = 8.107 + 1.107x
Yˆ = + 9.10 +7.10 x +421548x
Yˆ = (9.107)e0,0793x
Yˆ = 8.107+ 5.107ln(x)
7
Hasil perhitungan Jumlah Kuadrat Sisa (JKS)
keempat model regresi diatas berturut-turut
Daya tersam bung
Gambar 3: Kurva model parabola daya listrik
tersambung pelanggan bisnis
d. Daya Listrik Pelanggan Industri
R.Tangga
880.000.000
920.000.000
960.000.000
1.000.000.000
1.040.000.000
1.080.000.000
1.120.000.000
1.160.000.000
1.200.000.000
1.240.000.000
1.280.000.000
Jumlah daya listrik yang tersambung (VA)
Sosial
Bisnis
Industri
46.363.632 233.086.360 237.732.832
48.121.207 252.322.739 258.394.782
49.939.388 273.146.675 280.469.688
51.818.175 295.689.190 303.957.550
53.757.568 320.092.116 328.858.368
55.757.567 346.508.990 355.172.142
57.818.172 375.106.022 382.898.872
59.939.383 406.063.137 412.038.558
62.121.200 439.575.111 442.591.200
64.363.623 475.852.794 474.556.798
66.666.652 515.124.437 507.935.352
Jumlah total
1.397.182.824
1.478.838.728
1.563.555.751
1.651.464.915
1.742.708.052
1.837.438.699
1.935.823.066
2.038.041.078
2.144.287.511
2.254.773.215
2.369.726.441
Harifuddin, Estimasi Kebutuhan Daya Listrik Sulawesi Selatan Sampai Tahun 2017
Rumah Tangga dari tahun 2007
sampai 2017
Es tim as i J u m la h d a ya L is tr ik T e r s am b u n g
(V A)
1.400.000.000
1.200.000.000
1.000.000.000
800.000.000
600.000.000
400.000.000
200.000.000
0
2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017
80.000.000
E s t im a s i J u m la h D a y a L is t r ik T e r s a m b u n g
(V A)
Dari tabel di atas maka dapat digambarkan
diagram balok pertumbuhan jumlah daya listrik
tersambung yang akan terjadi untuk pelanggan
rumah tangga, sosial, bisnis, dan industri di
Sulawesi Selatan pada tahun 2007- 2017.
Untuk
pelanggan
sosial
Estimasi
peningkatan jumlah daya listrik tersambung dari
tahun 2007
sampai tahun 2017 dapat
digambarkan seperti pada kurva regresi berikut
ini :
75.000.000
70.000.000
65.000.000
60.000.000
55.000.000
50.000.000
45.000.000
40.000.000
35.000.000
30.000.000
Tahun
2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017
Tahun
R. Tangga
Sosial
Bisnis
Industri
Gambar 5. Diagram balok estimasi peningkatan
jumlah daya listrik tersambung pada
tahun 2007 – 2017
Gambar 7. Estimasi pertumbuhan jumlah daya
listrik tersambung untuk pelanggan
sosial dari tahun 2007 sampai 2017
Estimasi peningkatan jumlah daya listrik
tersambung untuk pelanggan rumah tangga dari
tahun 2007 sampai 2017 dapat digambarkan
seperti pada kurva regresi dibawah ini,
Untuk pelanggan bisnis Estimasi peningkatan
jumlah daya listrik tersambung dari tahun 2007
sampai tahun 2017 dapat digambarkan seperti
pada kurva regresi berikut ini,
600.000.000
E s tim a s i J u m la h D a y a L is t r ik T e r s a m b u n g
(V A )
1.400.000.000
Es tim a s i J um la h Da ya Lis trik Te r s a m bung (V A )
1.200.000.000
1.000.000.000
800.000.000
600.000.000
400.000.000
200.000.000
0
2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017
Tahun
Gambar 6. Estimasi pertumbuhan jumlah daya
listrik tersambung untuk pelanggan
500.000.000
400.000.000
300.000.000
200.000.000
100.000.000
0
2007
2008
2009 2010
2011
2012
2013
2014 2015
2016
2017
Tahun
Gambar 8. Estimasi pertumbuhan jumlah daya
listrik tersambung untuk pelanggan
bisnis dari tahun 2007 sampai 2017
21
MEDIA ELEKTRIK, Volume 2 Nomor 2, Desember 2007
Untuk pelanggan Industri Estimasi
peningkatan jumlah daya listrik tersambung dari
tahun 2007 sampai tahun 2017 dapat digambarkan
pada grafik dibawah ini,
Estim a si J u m la h D a y a L istrik T e rsa m b u n g
(V A)
600.000.000
500.000.000
400.000.000
300.000.000
200.000.000
100.000.000
0
2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017
Tahun
Berdasarkan simpulan di atas, maka
disarankan:
1. Pihak PT PLN (Persero) Wilayah Sulseltrabar
agar dapat memperhatikan peningkatan
jumlah daya listrik tersambung untuk masa
yang akan datang dan memperhatikan
karakteristik beban di masa lampau, karena
dengan mengetahui karakteristik beban masa
lampau maka pengoperasian sistem renaga
listrik dapat diatur sedemikian rupa sehingga
diharapkan suatu operasi sistem tenaga listrik
yang optimal
2. Untuk peneliti dimasa mendatang disarankan
agar perumusan model penelitian melibatkan
berbagai variabel lain seperti pengembangan
suatu daerah, keadaan suatu daerah yang
menyebabkan meningkatnnya pemakaian
energi listrik pada daerah tersebut
Gambar 9. Estimasi pertumbuhan jumlah daya
listrik tersambung untuk pelanggan
industri dari tahun 2007 sampai 2017
DAFTAR PUSTAKA
SIMPULAN DAN SARAN
Hasan, Iqbal . M. 2002. Pokok Pokok Materi
Statistik. Jakarta: Bumi Aksara.
Berdasarkan uraian dan pembahasan hasil
penelitian maka dapat ditarik beberapa
kesimpulan, yaitu:
1. Jumlah daya listrik tersambung pada PT PLN
(Persero) Wilayah Sulseltrabar secara
keseluruhan mengalami peningkatan setiap
tahun, dari hasil estimasi daya listrik
tersambung untuk jenis pelanggan Rumah
tangga diperoleh bahwa jumlah daya listrik
tersambung dari tahun 2007 hingga tahun
2017 mengalami peningkatan sebesar 31,25
% dan rata-rata pertumbuhanya 3,82%.
2. Untuk jenis pelanggan sosial hasil estimasi
diperoleh bahwa jumlah daya listrik
tersambung dari tahun 2007 hingga tahun
2017 mengalami peningkatan sebesar 30,45%
dengan rata-rata pertumbuhan 3,70%.
3. Untuk jenis pelanggan bisnis hasil estimasi
diperoleh bahwa jumlah daya listrik
tersambung dari tahun 2007 hingga tahun
2017 mengalami peningkatan sebesar 54,75%
dengan rata-rata pertumbuhan 3,70 %.
4. Untuk jenis pelanggan industri hasil estimasi
diperoleh bahwa jumlah daya listrik
tersambung
setiap
tahun
mengalami
peningkatan dari tahun 2007 hingga tahun
2017 mengalami peningkatan 53,19 %
sebesar dengan rata-rata pertumbuhan sebesar
7,89%.
Isma, Amrullah. Dkk. 1985. Studi Pengembangan
Sistem Kelistrikan Kota Watampone
dan sekitarnnya. Makassar: Skripsi
Fakultas Teknik UNM.
B.M Weddy. 1978. Sistem Tenaga Listrik.
Jakarta: Aksara Persada Indonesia.
Yusuf,
M dan Harifuddin. 1996. Studi
Pengembangan Kelistrikan Kabupaten
Luwu. Makassar: Skripsi Fakultas
Teknik UNHAS.
Kadir, Abdul. 1995. Energi. Jakarta : Universitas
Indonesia
___________. 1996. Pembangkit Tenaga
Listrik. Jakarta : Universitas Indonesia.
___________.2000. Distribusi dan Utilisasi
Tenaga listrik. Jakarta : Universitas
Indonesia.
Kamaruddin. dkk. 1997. Kamus Istilah Karya
Tulis: Bumi Aksara.
Pabla. AS. 1986. Sistem Distribusi Tenaga Listrik.
Cetakan ketiga. Terjemahan Ir. Abdul
Hadi. Jakarta: Erlangga.
Sembiring RK. 1995. Analisis Regresi. Bandung :
ITB.
Sugiyono. 1994. Metode Penelitian Administrasi.
Bandung: Alfabeta.
Download