9 BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Definisi Komunikasi Komunikasi

advertisement
BAB 2
LANDASAN TEORI
2.1
Definisi Komunikasi
Komunikasi dapat dipahami sebagai proses penyampaian pesan, ide, atau
informasi kepada orang lain dengan menggunakan sarana tertentu guna
mempengaruhi atau mengubah perilaku penerima pesan.
Istilah komunikasi berasal dari kata Latin Communicare atau Communis
yang berarti sama atau menjadikan milik bersama. Kalau kita berkomunikasi
dengan orang lain, berarti kita berusaha agar apa yang disampaikan kepada orang
lain tersebut menjadi miliknya. Beberapa definisi komunikasi adalah:
1. Komunikasi adalah kegiatan pengoperan lambang yang mengandung
arti/makna yang perlu dipahami bersama oleh pihak yang terlibat dalam
kegiatan komunikasi (Astrid).
2. Komunikasi adalah kegiatan perilaku atau kegiatan penyampaian pesan atau
informasi tentang pikiran atau perasaan (Roben.J.G).
3. Komunikasi adalah sebagai pemindahan informasi dan pengertian dari satu
orang ke orang lain (Davis, 1981).
4. Komunikasi adalah berusaha untuk mengadakan persamaan dengan orang
lain (Schram,W).
9
10
5. Komunikasi adalah penyampaian dan memahami pesan dari satu orang
kepada orang lain, komunikasi merupakan proses sosial (Modul PRT,
Lembaga Administrasi).
2.2
Komunikasi Massa
Komunikasi Massa adalah ringkasan dari komunikasi melalui media
massa (communicating with media), atau komunikasi kepada banyak orang
(massa) dengan menggunakan sarana media. Media massa sendiri ringkasan dari
media atau sarana komunikasi massa.
Salah satu perubahan teknologi baru menyebabkan dipertanyakannya
kembali definisi komunikasi itu sendiri. Definisi komunikasi massa yang
sebelumnya sudah cukup jelas. Komunikasi massa bisa didefinisikan dalam tiga
ciri:
1. Komunikasi massa diarahkan kepada audiens yang relatif besar, heterogen,
dan anonim.
2. Pesan-pesan yang disebarkan secara umum, sering dijadwalkan untuk bisa
mencapai sebanyak mungkin anggota audiens secara serempuk dan sifatnya
sementara.
3. Komunikator cenderung berada atau beroperasi dalam sebuah organisasi
yang kompleks yang mungkin membutuhkan biaya yang besar.
11
2.3
Media Massa
Media massa atau Pers adalah suatu istilah yang mulai dipergunakan pada
tahun 1920-an untuk mengistilahkan jenis media yang secara khusus didesain
untuk mencapai masyarakat yang sangat luas. Dalam pembicaraan sehari-hari,
istilah ini sering disingkat menjadi media.
Masyarakat dengan tingkat ekonomi rendah memiliki ketergantungan dan
kebutuhan terhadap media massa yang lebih tinggi daripada masyarakat dengan
tingkat ekonomi tinggi karena pilihan mereka yang terbatas. Masyarakat dengan
tingkat ekonomi lebih tinggi memiliki lebih banyak pilihan dan akses banyak
media massa, termasuk bertanya langsung pada sumber atau ahli dibandingkan
mengandalkan informasi yang mereka dapat dari media massa tertentu.
Media massa pada dasarnya dapat dibagi menjadi dua kategori, yakni
media massa cetak dan media massa elektronik. Media cetak yang dapat
memenuhi kriteria sebagai media massa adalah surat kabar dan majalah.
Sedangkan media elektronik yang memenuhi kriteria media massa adalah radio
siaran, televisi, film, dan media on-line (internet).
Para pakar mengemukakan tentang sejumlah fungsi komunikasi kendati
dalam setiap item fungsi terdapat persamaan dan perbedaan. Pembahasan fungsi
komunikasi telah menjadi diskusi yang cukup penting, terutama konsekuensi
komunikasi melalui media massa.
12
Fungsi komunikasi massa menurut Dominick (2001) terdiri dari:
1.
Surveillance (Pengawasan)
Fungsi pengawasan komunikasi massa dibagi dalam bentuk
utama: (a). Warning or beware surveillance (pengawasan peringatan); (b).
Instrumental surveillance (pengawasan instrumental).
Fungsi pengawasan peringatan terjadi ketika media massa
menginformasikan tentang ancaman dari angin topan, meletusnya gunung
merapi, kondisi yang memprohatinkan, tayangan inflasi atau adanya
serangan militer. Peringatan ini dengan serta merta dapat menjadi ancaman.
Sebuah stasiun televisi mengelola program untuk menayangkan sebuah
peringatan atau menayangkannya dalam jangka panjang. Sebuah surat kabar
memuat secara berseri, bahaya polusi udara dan pengangguran. Kendati
banyak informasi yang menjadi peringatan atau ancaman serius bagi
masyarakat yang dimuat oleh media, banyak pula orang yang tidak
mengetahui tentang ancaman itu.
Fungsi pengawasan instrumental adalah penyampaian atau
penyebaran informasi yang memiliki kegunaan atau dapat membantu
khalayak dalam kehidupan sehari-hari. Berita tentang film apa yang sedang
dimainkan di bioskop merupakan contoh pengawasan instumental.
13
2. Interpretation (Penafsiran)
Fungsi penafsiran hampir mirip dengan fungsi pengawasan.
Media massa tidak hanya memasok fakta dan data, tetapi juga membeberkan
penafsiran terhadap kejadian-kejadian penting. Organisasi atau industri
media memilih dan memutuskan peristiwa-peristiwa yang dimuat atau
ditayangkan.
Contoh nyata penafsiran media dapat dilihat pada halaman tajuk
rencana (editorial) surat kabar. Penafsiran ini berbentuk komentar dan opini
yang ditujukan kepada khalayak pembaca, serta dilengkapi perspektif (sudut
pandang) terhadap berita yang disajikan pada halaman lainnya.
Penafsiran tidak terbatas pada tajuk rencana. Rubrik artikel yang
disajikan pun memberikan analisis kasus di belakang peristiwa yang menjadi
berita utama, misalnya tentang kebijakan pemerintah, pemilihan umum dan
lainnya. Selain surat kabar, radio siaran dari televisi pun memiliki fungsi
penafsiran, seperti tayangan acara “Derap Hukum” di SCTV, dan tangan
penafsiran sejenis lainnya.
Tujuan penafsiran media ingin mengajak para pembaca atau
pemirsa untuk memperluas wawasan dan membahasnya lebih lanjut dalam
komunikasi antarpersonal atau komunikasi kelompok.
14
3. Linkage (Pertalian)
Media massa dapat menyatukan anggota masyarakat yang
beragam, sehingga membentuk linkage (pertalian) berdasarkan kepentingan
dan minat yang sama tentang sesuatu.
Contoh kasus di Indonesia adalah kasus Susilo Bambang
Yudhoyono (SBY) yang sebelumnya menjabat Menko Polkam dalam jajaran
Kabinet Gotong Royong Presiden Megawati Soekarnoputri. Ketika beliau
jarang diajak rapat kabinet dan kemudia mengundurkan diri, maka tayangan
beritanya di televisi, radio siaran dan surat kabar telah menaikkan pamor
Partai Demokrat yang mencalonkan SBY sebagai presiden. Dalam pemilu
2004 lalu, perolehan suara partai demokrat mencuat dan mengalahkan partai
besar sebelumnya, seperti Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Bulan
Bintang (PBB). Masyarakat yang tersebar dipertalikan oleh media massa
untuk memilih Partai Demokrat. Kelompok-kelompok yang memiliki
kepentingan yang sama tetapi terpisah secara geografis dipertalikan atau
dihubungkan oleh media.
4. Transmission of Values (Penyebaran Nilai-Nilai)
Fungsi penyebaran nilai tidak kentara. Fungsi ini juga disebut
sosialization (sosialisasi). Sosialisasi mengacu kepada cara, di mana individu
mengadopsi perilaku dan nilai kelompok. Media massa yang mewakili
15
gambaran masyarakat itu ditonton, didengar dan dibaca. Media massa
memperlihatkan kepada kita bagaimana mereka bertindak dan apa yang
mereka harapkan. Dengan kata lain, media mewakili kita dengan model
peran yang kita amati dan harapan untuk menirunya. Sebuah penelitiann
menunjukkan bahwa banyak remaja belajar tentang perilaku berpacaran dari
menonton film dan acara televisi yang mengisahkan tentang pacaran,
termasuk pacaran yang agak liberal atau bebas.
Diantara semua media massa, televisi dangat berpotensi untuk
terjadinya sosialisasi (penyebaran nilai-nilai) pada anak muda, terutama
anak-anak yang telah melampaui usia 16tahun, yang banyak menghabiskan
waktunya menonton televisi dibanding kegiatan lainnya, kecuali tidur.
Beberapa pengamat memperingatkan kemungkinan terjadinya disfungsi jika
televisi menjadikan salurannya terutama untuk sosialisasi (penyebaran nilainilai). Sebagai contoh, maraknya tayangan kekerasan di stasiun televisi dapat
membentuk sosialisasi bagi anak muda yang menontonnya, yang membuat
anak muda berpikir bahwa merode kekerasan adalah wajar dalam
memecahkan persoalan hidup.
5. Entertainment (Hiburan)
Sulit dibantah lagi bahwa pada kenyataannya hampir semua
media menjalankan fungsi hiburan. Televisi adalah media massa yang
16
mengutamakan sajian hiburan. Hampir tiga perempat bentuk siaran televisis
setiap hari merupakan tayangan hiburan. Begitupun radio siaran, siarannya
banyak memuat acara hiburan. Memang ada beberapa stasiun televisi dan
radio siaran lebih mengutamakan tayangan berita. Demikian pula halnya
dengan majalah. Tetapi, ada beberapa majalah yang lebih mengutamakan
tayangan berita seperti Time dan News week, Tempo dan Gatra.
Melalui berbagai macam program acara yang ditayangkan
televisi, khalayak dapat memperoleh hiburan yang dikehendakinya. Melalui
berbagai macam acara di radio siaran pun masyarakat dapat menikmati
hiburan. Sementara surat kabar dapat melakukan hal tersebut dengan
membuat cerpen, komik, teka teki silang (TTS), dan berita yang
mengandung human interest (sentuhan manusia).
Berdasarkan hasil penelitian, siaran langsung olahraga yang
ditayangkan televisi dan media massa telah meningkatkan jumlah penonton
yang menyaksikan olahraga. Pernyataan ini diperkuat oleh pendapat seorang
ahli sosiologi John Tulamin dan Charles Page (dalam Rakhmat, 1996) yang
menyatakan bahwa meningkatnya olahraga secara luar biasa sebagai hiburan
massa setelah berakhirnya Perang Dunia II, sebagai besar merupakan hasil
dari televisi. Fungsi dari media massa sebagai fungsi menghibur tiada lain
tujuannya adalah untuk mengurangi ketegangan pikiran khalayak, karena
17
dengan membaca berita-berita ringan atau melihat tayangan hiburan di
televisi dapat membuat pikiran khalayak segar kembali.
Sementara itu, Effendy (1993) mengemukakan fungsi komunikasi massa
secara umum adalah :
1. Fungsi Informasi
Fungsi memberikan informasi ini diartikan bahwa media massa
adalah penyebar informasi bagi pembaca, pendengar atau pemirsa. Berbagai
informasi dibutuhkan oleh khalayak media massa yang bersangkutan sesuai
dengan kepentingannya. Khalayak sebagai makhluk sosial akan selalu
merasa haus akan informasi yang terjadi.
Sebagian informasi didapat bukan dari sekolah, atau tempat
bekerja, melainkan dari media. Kita belajar musik, politik, ekonomi,
hukum, seni, sosiologi, psikologi, komunikasi, dan hal lain dari media. Kita
belajar keterampilan menggunakan komputer, memasak, menjahit dan
sebagainya dari media. Kita mengenal tempat-tempat bersejarah yang ada di
dunia juga dari media elektronik (terutama film) dan media cetak yaitu
buku-buku sejarah.
Khalayak media massa berlangganan surat kabar, majalah,
mendengarkan radio siaran atau menonton televisi karena mereka ingin
18
mendapatkan informasi tentang peristiwa yang terjadi di muka bumi,
gagasann atau pikiran orang lain, apa yang dilakukan, diucapkan atau dilihat
orang lain.
2. Fungsi Pendidikan
Media massa merupakan sarana pendidikan bagi khalayaknya
(mass education). Karena media massa banyak menyajikan hal-hal yang
sifatnya mendidik. Salah satu cara mendidik yang dilakukan media massa
adalah melalui pengajaran nilai, etika, serta aturan-aturan yang berlaku
kepada pemirsa atau pembaca. Media massa melakukannya melalui drama,
serita, diskusi dan artikel. Contohnya, dalam televisi swasta ada acara
pendidikan bagi ibu dan balita yang dipandu oleh orang-orang yang
berkompeten dalam bidang-bidang yang ada kaitannya dengan pendidikan
anak-anak.
Semua situasi ini, nilai-nilai yang harus dianut masyarakat, tidak
diungkapkan secara langsung, tetapi divisualisasikan dengan contoh-contoh
tentang bagaimana mendidik anak-anak yang sedang dalam masa
pertumbuhan, apa makanan yang layak, bagaimana merawat bayi yang baik,
bagaimana cara berkomunikasi yang baik dengan anak balita, dan
sebagainya.
19
3. Fungsi Mempengaruhi
Fungsi mempengaruhi dari media massa secara implisit terdapat pada
tajuk atau editorial, features, iklan, artikel, dan sebagainya. Khalayak dapat
terpengaruh oleh iklan-iklan yang ditayangkan televisi ataupun surat kabar,
seperti contoh dalam media cetak surat kabar, fungsi memengaruhi dapar dilihat
antara lain dalam ruang atau kolom khusus, iklan atau artikel yang disusun
sedemikian rupa sehingga tidak terlihat sebagai suatu artikel yang isinya
mempromosikan suatu produk. Artikel tersebut biasanya memuat tulisan
tentang suatu analisis terhadap produk makanan atau suatu analisis tentang
produk elektronik yang baru (komputer, internet dan sebagainya). Khalayak
terpengaruh oleh pesan-pesan dalam tulisan tersebut sehingga tanpa sadar
khalayak melakukan tindakan sesuai dengan yang diinginkan oleh media
tersebut.
2.4
Televisi
Dari semua media komunikasi yang ada, televisilah yang paling
berpengaruh pada kehidupan manusia. 99% orang Amerika memiliki televisi
dirumahnya. Tayang televisi mereka dijejali hiburan, berita dan iklan. Mereka
menghabiskan waktu menonton televisi sekitar tujuh jam sehari (Agee, et. al
2001:279).
20
Televisi mengalami perkembangan secara dramatis, terutama melalui
pertumbuhan televisi kabel. Transmisi program televisi kabel menjangkau
seluruh pelosok negeri dengan bantuan satelit dan diterima microwave (wireless
cables) yang membuka tambahan saluran televisi bagi pemirsa. Televisi tambah
marak lagi setelah dikembangkannya Direct Broadcast Satellite (DBS).
Tahun 1948 merupakan tahun penting dalam dunia pertelevisian, dengan
adanya perubahan dari televisi eksperimen ke televisi komersial di Amerika.
Karena perkembangan televisi yang sangat cepat, dari waktu ke waktu media ini
memiliki dampak terhadap kehidupan masyarakat sehari-hari.
Sebagaimana radio siaran, penemuan televisi telah melalui berbagai
eksperimen yang dilakukan oleh para ilmuwan akhir abad 19 dengan dasar
penelitian yang dilakukan oleh James Clark Maxwell dan Heinrich Hertz, serta
penemuan Marconi pada tahun 1890. Paul Nipkow dan William jenkins melalui
eksperimennya menemukan metode pengiriman gambar melalui kabel.
Kegiatan penyiaran melalui media televisi di Indonesia dimulai pada
tanggal 24 Agustus 1962, bertepatan dengan dilangsungkannya pembukaan Pesat
Olahraga se-Asia IV atau Asean Games di Senayan. Sejak itu pula Televisi
Republik Indonesia yang disingkat TVRI dipergunakan sebagai panggilan stasiun
(station call) hingga sekarang.
21
TVRI yang berada dibawah departemen Penerangan pada saat itu, kini
siarannya sudah dapat menjangkau hampir seluruh rakyat Indonesia yang
berjumlah sekira 210 juta jiwa. Sejak tahun 1989 TVRI mendapat saingan
televisi siaran lainnya, yakni Rajawali Citra Televisi Indonesia (RCTI) yang
bersifat komersial. Secara berturut-turut berdiri stasiun televisi SCTV, TPI,
ANTV, Indosiar, TV7, Lativi, Metro TV dan lain-lain.
Fungsi utama televisi sama dengan fungsi media massa lainnya (surat
kabar dan radio siaran), yakni memberi informasi, medidik, menghibur dan
membujuk. Tetapi fungsi menghibur lebih dominan pada media televisi
sebagaimana hasil penelitian-penelitian yang dilakukan oleh mahasiswa Fakultas
Ilmu Komunikasi UNPAD, yang menyatakan bahwa pada umumnya tujuan
utama khalayak menonton televisi adalah untuk memperoleh hiburan, selanjutnya
untuk memperoleh informasi.
Ditinjau dari stimulasi alat indra, dalam radio siaran, surat kabar dan
majalah hanya satu alat indra yang mendapat stimulus. Radio siaran dengan indra
pendengaran, surat kabar dan majalah dengan indra penglihatan. Sedangkan
dalam televisi bersifat audivisual, berpikir dalam gambar, dan pengoperasiannya
jauh lebih kompleks.
22
2.5
Produksi Program Acara
Produksi program acara adalah Program siaran yang sesuai dengan
karakteristik informasi yang akan diproduksi. Produksi program acara dapat
dibagi menjadi dua jenis,yaitu
1. Produksi karya artistik adalah proses produksi informasi yang bersumber dari
ide / gagasan manusia untuk dijadikan informasi audio (radio), dan informasi
audio visual gerak (televisi), sesuai dengan kriteria program acara.
Diantaranya yaitu :
-
Musik
-
Komedi
-
Edukasi
-
Seni dan Budaya
2. Produksi Karya Jurnalistik diproduksi melalui pendekatan jurnalistik, yaitu
proses produksi yang mengutamakan kecepatan, khususnya program acara
yang bersifat time concern. Diantaranya yaitu:
-
News bulletins
-
News magazine
-
Current Affair, seperti dialog (wawancara, diskusi panel, talkshow)
-
Live report atau reportase
Produksi program acara provocative proactive yang disiarkan di Metro
TV merupakan termasuk dalam karya jurnalistik yaitu talkshow. Talkshow
23
merupakan sebuah program televisi atau radio dimana seseorang ataupun group
berkumpul bersama untuk mendiskusikan berbagai hal topik dengan suasana
santai tapi serius, yang dipandu oleh seorang moderator. Kadangkala, Talkshow
menghadirkan tamu berkelompok yang ingin mempelajari berbagai pengalaman
hebat. Di lain hal juga, seorang tamu dihadirkan oleh moderator untuk berbagi
pengalaman. Acara Talkshow ini biasanya diikuti dengan menerima telpon dari
para pendengar/penonton yang berada di rumah, mobil, ataupun ditempat lain.
Program Acara Provocative Proactive
Sebuah program TV yang hadir di Metro TV setiap hari kamis pukul
21.30 yang akan memberikan pada intinya berita dan kabar terpanas dalam gaya
yang berbeda. Akan ada 2 bagian besar di Provocative Proactive TV. Pertama
adalah berita. Dimana presenter (pandji) akan memberitakan berita berita selama
seminggu yang panas. Seperti recap dalam seminggu. Kedua adalah sebuah
talkshow dengan nama “Warung Kopi”.
Warung Kopi adalah bagian dari budaya Indonesia. Orang Indonesia suka
sekali bersosialisasi. Walau hanya sekedar bercengkrama maupun berkumpul.
Kemanapun di Indonesia, kita bisa temui warung kopi. Dan filosofi warung kopi
itu menarik: Semua orang sama dan semua orang bisa membahas apa saja. Tak
jarang, politik, sejarah, konspirasi jadi bagian dari obrolan tersebut.
24
Filosofi seperti inilah yang akan dibawa ke Talkshow “Warung Kopi”
tadi. “Warung Kopi” akan jadi talkshow tapi dengan format seperti sitcom
(situasi komedi). Para presenter tidak jadi diri sendiri, tapi jadi sebuah tokoh
yang mewakili lapisan masyarakat yang berbeda, yaitu:
-
Raditya Dika: menjadi mahasiswa bernama Dika dengan segala
karakteristik mahasiswa.
-
Ronald: menjadi rakyat jelata bernama Onal yang kerjanya serabutan,
salah satunya adalah berdangan barang apapun.
-
Pandji: menjadi perwakilan dari masyarakat kelas menengah, yaitu
sebagai pekerja.
-
J Flow: menjadi tokoh yang mewakili kalangan yang lebih mampu
bernama
Joshi.
Yang
tongkrongannya
lebih
“tinggi”
tapi
sesungguhnya peduli dengan Indonesia, dengan gayanya sendiri.
Ke 4 orang ini disatukan oleh tongkrongan mereka, Warung Kopi. Anak
pemilik Warung Kopi tersebut adalah seorang anak gadis diperankan oleh
Andhari.
Di Provocative Proactive selalu di hadirkan bintang tamu yang berkaitan
dengan topik, terutama politikus, pejabat dan orang yang terkenal di Indonesia.
Keberanian mengutarakan kebebasan berpendapat yang menjadi inti program.
Seperti yang kita ketahui, pernah ada isu panas datang dari negara tetangga kita,
25
Malaysia dan itupun menjadi topik pembahasan yang seru. Pada episode itu
mendatangkan Tantowi Yahya sebagai perwakilan dari dewan, yang harus
merasakan sentilan halus dari mereka mengenai pembangunan gedung DPR yang
baru dan penambahan fasilitas seperti kolam renang & SPA.
Berbicara tentang Isu Politik tidak selamanya harus dengan wajah serius.
Di Provocative Proactive ini adalah ketika kritisme dipadu dengan komentar
cerdas berbalut humor.
Gambar 2.1
Logo Provocative Proactive
2.6
Konsep Persepsi
Persepsi disebut inti komunikasi, karena jika persepsi kita tidak akurat,
tidak mungkin kita berkomunikasi dengan efektif. Persepsilah yang menentukan
kita memilih suatu pesan dan mengabaikan pesan yang lain. Semakin tinggi
derajat kesamaan persepsi antarindividu, semakin mudah dan semakin sering
26
mereka berkomunikasi, dan sebagai konsekuensi nya semakin cenderung
membentuk kelompok budaya atau kelompok identitas. (Mulyana 2009:180)
Persepsi manusia sebenarnya terbagi dua yaitu persepsi terhadap objek
(lingkungan fisik) dan persepsi terhadap manusia. Perbedaannya yaitu (Mulyana
2009: 184) :
-
Persepsi terhadap objek melalui lambang-lambang fisik, sedangkan
persepsi terhadap orang melalui lambang-lambang verbal dan
nonverbal. Manusia lebih aktif daripada kebanyakan objek dan lebih
sulit diramalkan.
-
Persepsi terhadap objek menanggapi sifat-sifat luar, sedangkan
persepsi terhadap manusia menanggapi sifat-sifat luar dan dalam
(perasaan, motif, harapan, dan sebagainya).
-
Objek tidak bereaksi, sedangkan manusia bereaksi. Dengan kata lain,
objek bersifat statis sedangkan manusia bersifat dinamis. Oleh karena
itu persepsi terhadap manusia dapat berubah dari waktu ke waktu,
lebih cepat dari pada persepsi terhadap objek. Oleh karena itu,
persepsi terhadap manusia lebih beresiko daripada persepsi terhadap
objek.
27
2.7
Politik
Istilah politik berasal dari kata Polis (bahasa Yunani) yang artinya Negara
Kota. Dari kata polis dihasilkan kata-kata, seperti:
1. Politeia artinya segala hal ihwal mengenai Negara.
2. Polites artinya warga Negara.
3. Politikus artinya ahli Negara atau orang yang paham tentang Negara atau
negarawan.
4. Politicia artinya pemerintahan Negara.
Secara umum dapat dikatakan bahwa politik adalah kegiatan dalam suatu
system politik atau Negara yang menyangkut proses penentuan tujuan dari
system tersebut dan bagaimana melaksanakan tujuannya. Negara adalah suatu
organisasi dalam suatu wilayah yang mempunyai kekuasaan tertinggi yang sah
dan ditaati oleh rakyatnya. Kekuasaan yaitu kemampuan sesorang atau suatu
kelompok untuk mempengaruhi tingkah laku orang atau kelompok sesuai
dengan keinginan dari pelaku.
Pembagian atau alokasi adalah pembagian dan penjatahan nilai-nilai
dalam masyarakat. Jadi, politik merupakan pembagian dan penjatahan nilainilai secara mengikat.
28
Sistem politik suatu Negara selalu meliputi 2 suasana kehidupan. Yaitu:
a. Suasana kehidupan politik suatu pemerintah (the Govermental political
sphere)
b. Suasana kehidupan politik rakyat (the sociopolitical sphere)
Suasana
kehidupan
politik
pemerintah
dikenal
dengan
istilah
suprastruktur politik, yaitu bangunan “atas” suatu politik. Pada suprastruktur
poliyik terdapat lembaga-lembaga Negara yang mempunyai peranan penting
dalam proses kehidupan politik (pemerintah).
Suasana kehidupan politik pemerintahan ini umumnya dapat diketehuai
dalam UUD atau konstitusi Negara yang bersangkutan. Suprastruktur politik
Negara Indonesia meliputi MPR, DPR, Presiden, MA, BPK, danDPA.
Suasana kehidupan politik rakyat dikenal istilah “Infrastruktur politik” yaitu
bangunan bawah suatu kehidupan politik, yakni hal-hal yang bersangkut paut
dengan pengelompokan warga Negara atau anggota masyarakat ke dalam
berbagai macam golongan yang biasa disebut sebagai kekuatan sosial politik
dalam masyarakat.
Infrastruktur politik mempunyai 5 unsur diantaranya:
1. Partai politik
2. Kelompok kepentingan
29
3. Kelompok penekan
4. Alat komunikasi politik
5. Tokoh politik.
2.8
Efek Komunikasi Massa
Ada tiga dimensi efek komunikasi massa, yaitu: kognitif, afektif, dan
konatif. Efek kognitif meliputi peningkatan kesadaran, belajar, dan tambahan
pengetahuan. Efek efektif berhubungan dengan emosi, perasaan, dan attitude
(sikap). Sedangkan efek konatif berhubungan dengan perilaku dan niat untuk
melakukan sesuatu menurut cara tertentu. Disini peneliti meneliti dua efek
yaitu:
-
Efek kognitif adalah akibat yang timbul pada diri komunikan yang
sifatnya informative bagi dirinya. Dalam efek kognitif ini akan dibahas
tentang bagaimana media massa dapat membantu khalayak dalam
mempelajari
informasi
yang
bermanfaat
dan
mengembangkan
keterampilan kognitif. Melalui media massa, kita memperoleh informasi
tentang benda, orang atau tempat yang belum pernah kita kunjungi secara
langsung.
30
-
Efek afektif ini kadarnya lebih tinggi daripada Efek Kognitif. Tujuan dari
komunikasi massa bukan hanya sekedar memberitahu kepada khalayak
agar menjadi tahu tentang sesuatu, tetapi lebih dari itu, setelah
mengetahui informasi yang diterimanya, khalayak diharapkan dapat
merasakannya.
2.9
Teori Individual Differences
Nama teori yang diketengahkan oleh Melvin D. Defleur ini lengkapnya
adalah “Individual Differences Theory of Mass Communication Effect”. Jadi
teori ini menelaah perbedaan-perbedaan diantara individu-individu sebagai
sasaran media massa ketika mereka diterpa sehingga menimbulkan efek
tertentu.
Anggapan dasar dari teori ini ialah bahwa manusia amat bervariasi dalam
organisasi psikologisnya secara pribadi. Variasi ini sebagian dimulai dari
dukungan perbedaan secara biologis. Tetapi ini dikarenakan pengetahuan secara
individual yang berbeda. Manusia yang dibesarkan dalam lingkungan yang
secara tajam berbeda, menghadapi titik-titik pandangan yang berbeda secara
tajam pula. Dari lingkungan yang dipelajarinya itu, mereka menghendaki
seperangkat
sikap,
nilai,
dan
kepercayaan
yang
merupakan
tatanan
psikologisnya masing-masing pribadi yang membedakannya dari yang lain.
31
Teori perbedaan individual ini mengandung rangsangan-rangsangan
khusus yang menimbulkan interaksi yang berbeda dengan watak-watak
perorangan anggota khalayak. Oleh karena terdapat perbedaan individual pada
setiap pribadi anggota khalayak itu,maka secara alamiah dapat diduga akan
muncul efek yang bervariasi sesuai dengan perbedaan individual itu. Tetapi
dengan berpegang tetap pada pengaruh variabel-variabel kepribadian (yakni
menganggap khalayak memiliki ciri-ciri kepribadian yang sama) teori tersebut
tetap akan memprediksi keseragaman tanggapan terehadap pesan tertentu. (jika
variabel antara bersifat seragam).
2.10
Operasional Konsep
Operasionalisasi konsep adalah unsur penelitian yang memberitahukan
bagaimana caranya mengukur suatu variable. Dengan kata lain, operasional
konsep adalah sebagai petunjuk pelaksanaan bagaimana caranya mengukur suatu
variabel. Dengan cara ini, konsep-konsep sosial sudah diterjemahkan menjadi
suatu yang operasional yaitu variabel konstruk yang nantinya akan diukur.
Operasioanal konsep juga sebagai informasi ilmiah yang amat membantu peneliti
dan dari informasi yang didapat maka akan diketahui caranya pengukuran suatu
variabel. (Masri Singaribun, Sofian Effendy. Op. Cit. Hal. 46.)
32
Table 2.1
Operasionalisasi Konsep
Variabel
Persepsi
Dimensi
Kognitif
Indikator
Instrumen
1. Menyaksikan acara
Provocative Proactive
karena para
presenternya yang
lucu dan santai
Kuesioner
2. Menyaksikan acara
Provocative Proactive
karena para
presenternya bukan
berasal dari dunia
politik di Indonesia
3. Menyaksikan acara
Provocative Proactive
karena dibawakan
dengan konsep yang
santai dan segar
4. Menyaksikan acara
Provocative Proactive
karena pembahasan
yang di angkat tentang
politik di Indonesia
5. Menyaksikan acara
Provocative Proactive
karena tutur bahasa
nya yang
diperbincangkan
mudah di mengerti
oleh mahasiswa
6. Menyaksikan acara
Provocative Proactive
karena untuk mengisi
33
waktu luang
7. Menyaksikan acara
Provocative Proactive
karena menurut Anda
acara politik seperti
ini sangat jarang di
Indonesia
8. Menyaksikan acara
Provocative Proactive
karena acara ini cocok
untuk para
mahasiswa/i yang
tertarik dengan dunia
politik
9. Menyaksikan acara
Provocative Proactive
karena topik politik
yang dibahas sedang
hangat
diperbincangkan
10. Acara Provocative
Proactive memberikan
manfaat
Afektif
11. Acara Provocative
Proactive memberikan
gambaran postif
tentang politik
pemerintahan di
Indonesia
12. Acara Provocative
Proactive memberikan
gambaran negatif
tentang politik
pemerintahan di
Indonesia
13. Acara Provocative
Proactive
mempengaruhi untuk
34
menilai sejauhmana
kehidupan politik
pemerintahan di
Indonesia
14. Acara Provocative
Proactive dapat
membuat lebih
mengenal
permasalahan Politik
pemerintahan di
Indonesia
15. Acara Provocative
Proactive dapat
membuat lebih
mengenal tokoh
politik di
pemerintahan
Indonesia
16. Acara Provocative
Proactive menambah
pengetahuan tentang
politik
17. Acara Provocative
Proactive dapat
mempengaruhi untuk
berpendapat tentang
politik pemerintahan
di Indonesia
18. Acara Provocative
Proactive membuat
menjadi kritis dalam
menanggapi isu-isu
politik di Indonesia
Download