9 BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Kajian Teori 1. Media

advertisement
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A. Kajian Teori
1. Media Pembelajaran
1.1 Pengertian |Media
Kata media berasal dari bahasa latin dan merupakan jamak dari
kata medium yang secara harfiyah berarti perantara atau pengantar.
Media adalah perantara atau pengantar pesan dari pengirim ke penerima
pesan.1
Asosiasi
Pendidikan
Nasional
(National
Education
Associaton/NEA) menyatakan bahwa media adalah segala bentuk dan
saluran yang digunakan orang untuk menyalurkan pesan/informasi.2
Media hendaknya dapat dimanipulasi, dapat dilihat, didengar
dan dibaca. Media adalah sesuatu yang dapat digunakan untuk
menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima sehingga dapat
merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan minat serta perhatian siswa
sedemikian rupa sehingga proses belajar terjadi.3
Media menurut yusuf Hadi Miraso adalah “Segala sesuatu
yang dapat digunakan untuk merangsang pikiran, perasaan, perhatian,
atau kemauan siswa, sehingga dapat mendorong terjadinya proses belajar
1
Arief S.Sadiman, dkk. 2008. Media pembelajaran: Pengertian, pengembangan dan
pemanfaatan, (Jakarta: PT. Grafindo Persada), h. 6.
2
Yudhi Munadi, Media Pembelajaran: Sebuah Pendekatan Baru, (Jakarta: Gaung
Persada, 2008), h. 35.
3
Ibid, h.7.
9
10
bagi diri siswa”.4 Selanjutnya dikemukakan pengertian media oleh para
ahli yang dikutip oleh A. Rohani, diantaranya media adalah semua
bentuk perantara yang dipakai oleh penyebar ide, sehingga ide atau
gagasan itu sampai kepada penerima.5
1.2
Pengertian Pembelajaran
Menurut Iif Khoiru Ahmadi dan Sofan Amri, “Hakikat
pembelajaran adalah proses interaksi antara anak dengan anak, anak
dengan sumber belajar dan anak dengan pendidik.”6 Menurut Dra. Hj.
Siti Kusrini, “Pembelajaran adalah upaya pengembangan sumber daya
manusia yang harus dilakukan secara terus menerus selama manusia
hidup.”7
Kegiatan belajar hanya akan berhasil jika pembelajar secara
aktif mengalami sendiri proses belajar. Seorang guru tidak dapat
mewakili belajar siswanya. Seorang siswa belum dapat dikatakan telah
belajar hanya karena ia sedang berada dalam satu ruangan dengan guru
yang sedang mengajar. Masih banyak cara lain yang dapat dilakukan
guru untuk membuat siswa belajar. Peran yang seharusnya dilakukan
guru adalah mengusahakan agar setiap siswa dapat berinteraksi secara
aktif dengan berbagai sumber belajar yang ada.
4
Yusuf Hadi Miraso.1984.Teknologi Komunikasi Pendidikan, (Jakarta:CV.Rajawali),
h.46.
5
Ahmad Rohani.1997.Media Intruksial Edukatif, (Jakarta: Rineka cipta). h.2.
Iif Khoiru Ahmadi dan Sofan Amri, Mengembangkan Pembelajaran IPS Terpadu:
Analisis Kritis Tentang Metode, Strategi Evaluasi dan Media Pembelajaran Bidang Studi Sejarah,
Geografi, Ekonomi, Sosiologi, Antropologi, dan Isu Pembelajaran IPS Terpadu, (Jakarta: Prestasi
Pustakaraya, 2011), h. 1.
7
Asrori, “Pengertian Pembelajaran Contextual Teaching Learning” artikel diakses pada
12 April 2012 dari http://www.asrori.com/2011/04/pengertian-pembelajaran-contextual.html
6
11
1.3 Media pembelajaran
Media pembelajaran adalah seluruh alat dan bahan yang dapat
dipakai untuk mencapai tujuan pendidikan seperti radio, televisi, buku,
Koran, majalah, dan sebagainya.8 Sedangkan secara umum media itu
meliputi orang, bahan, peralatan, atau kegiatan yang menciptakan kondisi
yang memungkinkan siswa memperoleh pengetahuan, keterampilan, dan
sikap.9
2. Audio visual
2.1 Pengertian Audio
Audio adalah suara yang dapat di dengar oleh telinga. Dengan
demikian yang dimaksud dengan media audio adalah media yang dapat
di dengar oleh telinga.10
Media audio merupakan alat bantu yang digunakan dengan cara
didengar saja. Media ini membantu siswa agar dapat berfikir dengan
baik, menumbuhkan daya ingat serta mempertajam pendengaran.
Dalam proses pembelajaran media tersebut diajarkan ke siswa berupa
pesan. Pesan yang disampaikan dituangkan dalam lambing-lambang
auditif, baikverbal maupun non verbal sehingga proses pembelajaran
dapat terprogram dengan baik.11
Adapun yang termasuk media audio adalah:
a. Radio
8
Wina sanjaya. 2006. Strategi Pembelajaran, (Prenada Media Group) h.161.
Ibid ,h.167.
10
Ibid. h.129.
11
Azhar Arsyad. 2009. Media Pembelajaran, ( Jakar ta: PT.Raja Grafindo Persada),
9
h.149.
12
Radio merupakan alat elektronik yang digunakan untuk mendengar
berita secara actual, mengetahui informasi serta peristiwa penting
dan baru.
b. Alat perekam
Alat ini digunakan untuk mrerekam suara. Dalam proses
pembelajaran, alat lebih efektif karena dapat diputar berulang-ulang
sesuai dengan keinginan. Pesan dan isi pelajaran yang telah terekam
dimaksudkan untuk merangsang perasaan, perhatian dan kemauan
sebagai upaya mendukung terjadinya proses belajar. Namun
kelebihan dan kelemahan alat ini antara lain:
Kelebihannya:
a) Mempunyai fungsi ganda yang efektif
b) Pita perekam dapat di putar berulang-ulang
c) Rekaman dapat dihapus secara otomatis
d) Program kaset bias menambah kegiatan lain
Kelemahannya:
a) Daya jangkaunya terbatas
b) Dari segi biaya pengadaannya bila untuk sasaran yang
banyak jauh lebih mahal.
2.2 Pengertian Visual
Media visual adalah “media yang melibatkan indera penglihatan.”12
Media ini digunakan dalam proses pembelajaran hanya melibatkan indra
12
Yudhi Munadi, Media Pembelajaran: Sebuah Pendekatan Baru, (Jakarta: Gaung
Persada, 2008), h. 81.
13
penglihatan. Dalam proses pembelajaran media sangat dibutuhkan oleh
siswa, keberadaannya akan membantu mempercepat proses pemahaman dan
memperkuat ingatan. Sehingga tujuan yang ingin di capai sesuai dengan
materi pelajarannya.
Adapun yang termasuk media visual adalah:
a. Bagan
Bagan adalah suatu media pengajaran yang penyajiannya
secara diagram matik dengan menggunakan lambing-lambang visual,
untuk
mendapatkan
sejumlah
informasi
yang
menunjukan
perkembangan ide, objek, lembaga, orang, keluarga ditinjau dari
sudut waktu dan ruang.13
b. Poster
Poster adalah gambar besa yang memberi tekanan pada satu
atau dua ide pokok, sehingga dapat dimengerti dengan melihatnya
sepintas lalu.14
c. Peta
Peta adalah gambar sebagian atau seluruh permukaan bumi.15
2.3 Pengertian Audio Visual
Audio visual adalah suara yang dihantarkan oleh gelombang
udara yang dapat didengar oleh telinga. Visual adalah gambar yang
13
Arief S.Sadiman, dkk. 2008. Media pembelajaran: Pengertian, pengembangan dan
pemanfaatan, (Jakarta: PT. Grafindo Persada), h. 6.
14
Yudhi Munadi, Media Pembelajaran: Sebuah Pendekatan Baru, (Jakarta: Gaung
Persada, 2008),. h.102.
15
Ibid. h.96.
14
menunjukan sesuatu yang dapat dilihat.16
Jadi media audio visual
adalah media yang mempertunjukan gambar serta mendengarkan suara.
Penggunaan media audio visual dalam kegiatan belajar mengajar
melibatkan indra pendengaran dan penglihatan. Pemahaman yang
dipakai melalui audio visual merupakan cara yang tepat digunakan di
kelas, karena penggunaannya media memecahkan aspek verbalisme
pada diri siswa.
Adapun beberapa jenis audio visual adalah:
a) Overhead Proyektor (OHP)17
Overhead Projektor (OHP) adalah sebuah alat yang
berfungsi untuk memproyeksikan bahan-bahan visual yang
dibuat di atas lembar transparan. Ditemukan sejak 1930-an yaitu
sejak adanya pertemuan lensa Fresnel yang digunakan dalam
OHP. Projector pertama kali digunakan sebagai media
pembelajaran oleh tentara nasional Amerika pada tahun 1945.
Kelebihannya adalah:
a. Tidak perlu menggelapkan ruangan
b. Dapat memproyeksikan berbagai pesan visual baik grafis
maupun verbal
c. Memungkinkan penyajian aneka warna
d. Guru dapat tetap menghadap siswa saat mengajar
16
Arief S.Sadiman, dkk. 2008. Media pembelajaran: Pengertian, pengembangan dan
pemanfaatan, (Jakarta: PT. Grafindo Persada), h.89
17
Yudhi Munadi, Media Pembelajaran: Sebuah Pendekatan Baru, (Jakarta: Gaung
Persada, 2008),. h.169.
15
e. Sepenuhnya dibawah control guru
f. Mudah dalam penyajian
Kekurangannya adalah:
a. Presenter (guru,dosen dll) harus membuat sendiri materinya
b. Transparansi adalah satuan terpisah dari proyektornya.
c.
Video18
Video adalah teknologi pemrosesan sinyal elektronik
meliputi gambar gerak dan suara.
3. Teknik dan Strategi Pemanfaatan Program Media Pembelajaran Audio
Visual
Media pembelajaran audio visual yang di dalamnya termasuk
proyektor dan audio adalah suatu media yang bias di rancang secara
sistematis dengan berpedoman kepada kurikulum yang berlaku dan dalam
pengembangannya
mengaplikasikan
prinsip-prinsip
pembelajaran
sehingga program tersebut memungkinkan peserta didik mencerna materi
pelajaran secara lebih mudah dan menarik. Secara fisik media audio visual
seperti proyektor dan audio
pembelajaran merupakan program
pembelajaran yang di kemas dalam bentuk proyektor dan audio dan
disajikan menggunakan pelengkap berupa notebook atau laptop.
Media pembelajaran dapat digunakan jika media tersebut
mendukung tercapainya tujuan intruksional yang telah dirumuskan serta
18
Ibid. h. 132
16
sesuai dengan sifat materi intruksional yang telah dirumuskan.19
Pemanfaatan program media audio visual dapat dilakukan secara klasikal,
kelompok kecil atau individual. Dalam pemanfaatan secara klasikal guru
hendaknya dapat merangsang siswa agar mereka dapat berpartisipasi
secara aktif, misalnya dengan memberikan sugesti, pertanyaan atau tugastugas yang jawaban atau petunjuknya terdapat di dalam program media
audio visual. Dalam pemanfaatan secara klasikal digunakan notebook atau
laptoop sebagai pelengkap dalam penyajiannya.
Selama memanfaatkan program media audio visual proyektor
dan audio pembelajaran, guru hendaknya melakukan hal-hal sebagai
berikut:
a. Sebelum menghidupkan atau memulai program media audio visual
seperti proyektor dan audio pembelajaran mengajak siswa agar
memperhatikan mataeri yang akan dipelajari dengan baik.
b. Menjelaskan tujuan dan materi pokok dari program yang akan di
manfaatkan.
c. Memberikan penjelaskan terhadap materi yang akan diajarkan.
d. Memberikan prasyarat atau apresiasi sebelumnya.
e. Mengoperasikan program sesuai dengan petunjuk pemanfaatan atau
petunjuk teknis dan bahan penyerta.
4. Hasil Belajar
4.1 Pengertian Hasil belajar
19
Arief S.Sadiman, dkk. 2008. Media pembelajaran: Pengertian, pengembangan dan
pemanfaatan, (Jakarta: PT. Grafindo Persada),h. 197.
17
Dalam kamus bahasa Indonesia hasil adalah sesuatu diadakan
oleh usaha. Jadi hasil belajar merupakan hasil yang diciptakan setelah
seorang mengadakan suatu kegiatan belajar yang berbentuk dalam
bentuk suatu nilai hasil belajar yang diberikan oleh guru.20
Hasil belajar merupakan perubahan perubahan sebagai hasil
dari proses pembelajaran dalat ditunjukkan dalam berbagai bentuk
seperti : perubahan pengetahuan, pemahaman, keterampilan, kecakapan
serta perubahan aspek-aspek lain yang ada pada individu yang belajar.
Hasil belajar siswa pada hakikatnya adalah perubahan tingkah
laku seperti telah dijelaskan dimuka.21 Horward Kingsley membagi tiga
macam hasil belajar, yakni:
a. Keterampilan dan kebiasaan
b. Pengetahuan dan pengertian
c. Sikap dan cita-cita.22
Dari uraian diatas hasil belajar yang diharapkan yaitu bisa memiliki
pengetahuan, keterampilan, dan kecakapan berfikir yang baik.
4.2 Faktor-faktor yang Mempengaruhi Proses Hasil Belajar
a. Faktor Lingkungan
Lingkungan disekitar anak merupakan salah satu faktor yang
mempengaruhi anak untuk belajar, baik dilingkungan rumah,
20
Mohamad Ali, Kamus Bahasa Indonesia. (Jakarta: Pustaka Amani, 2003), h.121
Nana Sudjana, Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. (Bandung: Pt Remaja
Rosdakarya, 2006), h.3
22
Ibid, h.22
21
18
lingkungan sekolah dan lingkungan masyarakat. Lingkungan yang
baik akan dapat memberikan pengaruh kepada anak untuk belajar
sesuatu yang baik, sedangkan faktor lingkungan yang kurang baik
maka anak akan menirunya.
b. Faktor Instrumental
1. Kurikulum
Tanpa kurikulum kegiatan belajar mengajar tidak dapat
berlangsung sebab materi apa yang guru sampaikan dalam satu
pertemuan kelas, belum guru programkan sebelumnya.
2. Program
Program pendidikan disusun untuk dijalankan demi kemajuan
pendidikan. Keberhasilan pendidikan disekolah tergantung
baik tidaknya program pendidikan yang dirancang. Program
pendidikan dirancang berdasarkan potensi sekolah yang
tersedia, baik tenaga, financial, dan sarana perasarana.
3. Sarana dan Fasilitas
Sarana dan fasilitas memiliki arti penting dalam pendidikan.
Gedung sekolah misalnya sebagai tempat yang strategis bagi
berlangsungnya kegiatan belajar mengajar disekolah.
Fasilitas mengajar merupakan kelengkapan mengajar guru
yang harus dimiliki oleh sekolah.ini kebutuhn guru yang tidak
bisa dianggap ringan guru harus memiliki buku pegangan dan
buku penunjang agar wawasan guru tidak sempit. Buku
19
kependidikan perlu dibaca atau dimiliki oleh seorang guru
dalam rangka meningkatkan kompetensi keguruan.
4. Guru
Guru
merupakan
unsur
manusiawi
dalam
pendidikan.
Kehadiran guru mutlak di perlukan di dalam kegiatan proses
belajar mengajar. Apabila hanya ada anak didik dan guru tidak
ada, maka tidak akan terjadi kegiatan belajar mengajar
disekolah.
5. Kondisi Psikologis
1. Minat
Minat adalah kecendrungan yang tetap untuk
memperhatikan dan mengenang beberapa kegiatan.23 Minat
dimiliki oleh setiap individu, dan minat yang dimiliki oleh
setiap individu bermacam-macam. Tergantung keinginan
dan perasaan suka terhadap suatu hal atau aktivitas tertentu
yang dilakukan oleh setiap individu.jelas minat besar
pengaruhnya terhadap belajar atau kegiatan bahkan belajar
yang menarik minat siswa mudah dipelajari dan disimpat
karena minat menambah kegiatan belajar.
2.
Kecerdasan
Berbagai
hasil
penelitian,
sebagaimana
diungkapkan oleh Noehi Nasution telah menunjukkan
23
Slameto, Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya. (Jakarta:Rineka Cipt,
2010), h. 57
20
hubungan yang erat antara IQ dengan hasil belajar
disekolah. Misalnya : Apabila guru menjelaskan pelajaran
secara langsung anak itu dapat memahami pelajaran dari
guru, tetapi berbeda dengan anak yang memiliki
kecerdasan kurang, maka untuk memahami pelajaran
untuk anak memerlukan waktu yang lama yang harus
diulang-ulang, karena itu kecerdasan dalam belajar
merupakan salah satu aspek yang penting dan sangat
menentukan berhasil tidaknya seseorang dalam belajar.
3.
Bakat
Bakat memang diakui sebagai kemampuan
bawaan yang merupakan potensi yang masih perlu
dikembangkan atau dilatih. Contohnya : anak yang
memiliki bakat melukis, menyanyi atau berhitung. Anak
yang memiliki bakat sejak kecil memang sudah terlihat ,
dengan demikian bakat adalah potensi atau kemampuan,
kalau diberikan kesempatan untuk dikembangkan melalui
belajar akan menjadi kecakapanyang nyata
4.
Motivasi
Motivasi merupakan suatu kondisi psikologis
yang mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu atau
mendorong
seseorang
untuk
ingin
belajar.
Dalam
perkembangannya motivasi ada dua macam yang pertama
motivasi instrinsik yaitu motivasi yang bersumber dari
21
dari dalam diri seseorang yang atas dasar kesadaran
sendiri untuk melakukan sesuatu atau belajar. Sedangkan
motivasi ekstrinsik yaitu motivasi yang datangdari jalur
dari luar diri seseorang siswa yang menyebabkan siswa
tersebut melakukan kegiatan belajar.
4.3 Evaluasi Hasil Belajar
Evaluasi
hasil
belajar
adalah
keseluruhan
kegiatan
pengukuran (pengumpulan data dan informasi), pengolahan dan
pertimbangan untuk membuat keputusan tentang tingkat hasil belajar
yang dicapai oleh siswa setelah melakukan kegiatan belajar dalam
upaya mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. Evaluasi
dalam arti terbatas pada tulisan ini adalah penelitian hasil belajar dan
mengajar.24
5. Seni Musik
5.1 Pengertian Seni25
Menurut Ki Hajar Dewantara, “Seni merupakan segala
perbuatan manusia yang timbul dari hidup perasaannya dan bersifat
indah hingga dapat menggerakkan jiwa perasaan manusia.” Prof. Drs.
Suwaji Bastomi menyatakan, “Seni adalah aktivitas batin dengan
pengalaman
24
estetik
yang
dinyatakan
dalam
bentuk
agung
Suryatna Rafi’I, Tehnik Evaluasi, (Bandung : Angkasa :1990), h.1
Scribd, “Pengertian dan Sejarah Seni Musik” artikel diakses pada 16 April 2012
darihttp://www.scribd.com/doc/56819642/Pengertian-Seni-Dan-Sejarah-Seni-Musik.html.
25
22
yangmempunya daya membangkitkan rasa takjub dan haru.” Drs.
Sudarmadji berpendapat, “Seni adalah segala manifestasi batin dan
pengalaman estetis dengan menggunakan media bidang,garis, warna,
tekstur, volume dan gelap terang.” Menurut Enslikopedia Indonesia,
“Seni adalah penciptaan segala hal atau benda yang karena
keindahannya orang senang melihatnya atau mendengarkannya.”
5.2 Pengertian Musik26
David Ewen mencatat sebuah definisi tentang musik yang
dibuat oleh penyusun kamus sebagai "Ilmu pengetahuan dan seni
tentang kombinasi ritmik dari nada-nada, baik vokal maupun
instrumental, yang meliputi melodi dan harmoni sebagai ekspresi dari
segala sesuatu yang ingin diungkapkan terutama aspek emosional".
Schopenhauer, filusuf Jerman di abad ke-19 mengatakan
dengan singkat bahwa "Musik adalah melodi yang syairnya adalah
alam semesta". Sementara itu menarik pula untuk dicatat pendapat
Dello Joio, komponis Amerika keluaran Julliard School di New York,
dan banyak bekerja sama dengan koreografer Martha Graham, bahwa
"Mengenal musik dapat memperluas pengetahuan dan pandangan selain
juga mengenal banyak hal lain di luar musik. Pengenalan terhadap
musik akan menumbuhkan rasa penghargaan akan nilai seni, selain
26
“Pengertian Seni Musik” artikel diakses pada 16 April 2014 dari http: //cahisisolo.com/
artikel/seni-musik/pengertian-seni-musik.html.
23
menyadari akan dimensi lain dari satu kenyataan yang selam ini
tersembunyi.
Pendapat Suhastjarja, dosen senior Fakultas Kesenian Institut
Seni Indonesia Yogyakarta, lulusan peabody Institute dari Amerika,
bahwa "Musik ialah ungkapan rasa indah manusia dalam bentuk suatu
konsep pemikiran yang bulan, dalam wujud nada-nada atau bunyi
lainnya yang mengandung ritme dan harmoni, serta mempunyai suatu
bentuk dalam ruang waktu yang dikenal oleh diri sendiri dan manusia
lain dalam lingkungan hidupnya, sehingga dapat dimengerti dan
dinikmatinya". Lebih lanjut Suhastjarja mengemukakan bahwa oleh
karena bentuk musik itu terbentang di ruang yang sifatnya spasial, maka
ia dapat disejajarkan dengan bentuk-bentuk dalam seni sastra. Jika
bentuk-bentuk sastra ditulis dari kiri ke kanan (kecuali dalam bahasabahasa Simetik dan bahasa-bahasa Oriental), bentuk-bentuk musik
ditulis dari kiri ke kanan dan dari bawah ke atas, sehingga arah dari kiri
ke kanan menunjukkan dimensi waktu, sedangkan dari arah bawah ke
atas menunjukkan dimensi sifatnya akustik musikal.
Kesejajaran dalam kalimat musik, seperti halnya dalam
kalimat bahawa, terjadi antara frase anteseden dan frase konsekuen. Ini
dapat dilihat dari tulisan musik secara horisontal dari kiri ke kanan,
sedangkan kesejajaran yang vertikal antara dua garis melodi atau lebih
yang berbunyi bersamaan, dapat dilihat dari tulisan musik secara
horizontal sekaligus vertikal. Namun pengamatan tulisan musik secara
24
vertikal khusus diperuntukkan bagi keselarasan bunyi bersama atau
harmoni.
B. Kerangka Berfikir
Penelitian tentang pengaruh penggunaan media pembelajaran audio
visual terhadap hasil belajar Materi seni musik dipandang perlu untuk mengkaji
sejauh mana tingkat keberhasilannya dalam mempengaruhi hasil belajar Materi
seni musik itu sendiri.
Fenomena yang diangkat dalam penulisan ini karena materi seni
musik banyak diasumsikan sebagai suatu mata pelajaran yang dianggap tidak
penting bagi para siswa.
Kesulitan siswa dalam memahami sebuah lagu tersebut akibat
pemilihan model pembelajaran yang kurang tepat. Oleh karena itu, dalam
proses pembelajaran seni musik sangat diperlukan media salah satunya adalah
media audio visual, sebagai model pembelajaran yang tepat, terutama pada
siswa kelas III, sehingga dapat meningkatkan kemampuan bernyanyi dan hasil
belajar siswa.
Penggunaan media pembelajaran dengan hasil belajar yang berkaitan
dengan KBM yakni kreteria belajar mengajar, nilai kecukupan standar yang
harus ditempuh siswa yakni Perkembangan kognitif yaitu pengembangan ilmu
pengetahuan atau kemampuan yang akan dicapai siswa. Afektif yakni
perkembangan pada sikap peserta didik dalam peroses belajar mengajar. Dan
Psikomotor yakni keterampilan anak yang didapat dari proses belajar mengajar.
25
Prestasi belajar adalah suatu proses perubahan yaitu prubahan
tingkah laku sebagai hasil interaksi dengan lingkungan dalam memenuhi
kebutuhan hidupnya untuk mengembangkan potensial secara optimal.
Prestasi belajar merupakan salah satu bukti yang menunjukkan
kemampuan atau keberhasilan seseorang yang melakukan proses belajar, sesuai
dengan bobot atau nilai yang yang berhasil diraihnya.27
Bagan 1 : Hasil Belajar Variabel X dan Variable Y
KBM
(Kreteria Belajar
Mengajar)
Media pembelajaran audio
visual
Kognitif
Anak dapat mengetahui tempo
yang
tepat
untuk
lagu
Indonessia Raya
Afektif
Anak dapat menghayati makna
lagu Indonesia Raya.
Psikomotor
Anak dapat menirukan lagu
lagu Indonesia Raya dengan
baik dan benar.
Prestasi
Anak dapat menyanyikan lagu Indonesia Raya
dengan baik dan benar
C. Pengajuan Hipotesis
Hipotesis merupakan dugaan atau jawaban sementara terhadap
permasalahan yang diteliti yang akan diuji kebenarannya. Berdasarkan dari
27
Anne Ahira, Pengertian Prestasi belajaran Prestasi Belajar menurut Para Ahli.
26
kajian teoritis serta kerangka berfikir diatas, maka maka dirumuskan hipotesis
yang akan diuji dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :
Diduga Terdapat pengaruh media pembelajaran audio visual terhadap hasil
belajar materi seni musik pada siswa kelas III di SDN Porisgaga 6 Kota
Tangerang.
Download