30 BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Kondisi Eksplan Secara

advertisement
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 Kondisi Eksplan Secara Umum
Pertumbuhan eksplan kentang (Solanum tuberosumL.) mulai terlihat pada
satu MSI (Minggu Setelah Inokulasi). Respon eksplan berbeda pada setiap
perlakuan. Perlakuan media MS, A1, A2, A3, A4, A5, A6 dan A7, eksplan
kentang mampu menginsiasi akar dan tinggi batang, diduga mengandung unsur N
tinggi yang mampu merangsang pertumbuhan akar sehingga meningkatkan
kapsitas serapan dan kecepatan sehingga terjadi pemanjangan batang. Perlakuan
A8, A9, A10, A11 dan A12 menginisiasi tinggi batang eksplan.
Kontaminasi mulai terlihat dari satu sampai empat MSI. Kontaminasi pada
eksplan kentang disebabkan oleh bakteri dan jamur.Kontaminasi bakteri dapat
diketahui dengan adanya lapisan lendir berwarna kuning keruh dan berbau busuk
di media dan sekitar eksplan, jika dibiarkan koloni bakteri akan menutupi seluruh
permukaan media sehingga akan mengganggu pertumbuhan eksplan yang
menyebabkan kematian eksplan kentang karena adanya kompetisi nutrisi antara
eksplan dan bakteri. Hal tersebut sesuai penyataan Darmono (2003), kontaminasi
bakteri yang menyerang eksplan umumnya ditandai dengan keluarnya cairan
warna putih keruh seperti susu dan berbau busuk. Sandra (2002) juga
menyebutkan kontaminsi oleh bakteri menyebabkan pembusukan, biasanya
ditandai dengan keluarnya lendir dan bau busuk.Mikroorganisme yang tumbuh
akan menyerang eksplan melalui luka – luka akibat pemotongan sehingga
RESPON PERTUMBUHAN TANAMAN
30 ..., ANGGIE FITRIANI, AGROTEKNOLOGI, UMP 2017
menyebabkan kematian eksplan. Selain itu, beberapa jenis mikroorganisme
melepaskan senyawa beracun ke dalam media kultur yang dapat menyebabkan
kematian jaringan. Kontaminasi yang disebabkan bakteri menyerang eksplan pada
keempat HSI (Hari Setelah Inokulasi) sampai minggu keempat MSI. Kontaminasi
terbanyak disebebkan oleh bakteri dan terjadi pada hampir seluruh perlakuan
kecuali media MS.
Gambar 4.1.1. Kontaminasi bakteri, bar : 1 cm
Berdasarkan pengamatan yang telah dilakukan kontaminasi yang
disebebkan oleh jamur juga menyerang eksplan kentang pada minggu keempat,
dimana terdapat hifa (benang halus) yang berbentuk seperti kapas tumbuh
berwarna putih dan kehitamandan pada media perlakuan, jika dibiarkan jamur
akan tumbuh cepat dan menutupi media tumbuh eksplan sehingga mengganggu
terjadi kompetisi nutrisi antara eksplan dan jamur dan menyebabkan kematian
pada eksplan. Wudianto (2002) menyatakan jamur/cendawan pada umumnya
berbentuk seperti benang halus yang tidak bisa dilihat dengan mata
telanjang.Namun, kumpulan dari benang halus ini yang disebut miselium bisa
dilihat dengan jelas.Kontaminasi yang disebabkan jamur terjadi pada perlakuan
A3 ulangan ke - 2, A5 ulangan ke - 1, A8 ulangan ke - 1 dan A12 ulangan ke - 3.
RESPON PERTUMBUHAN TANAMAN
31 ..., ANGGIE FITRIANI, AGROTEKNOLOGI, UMP 2017
Gambar 4.1.2. Kontaminasi Jamur, bar : 1 cm
Terdapat pula perlakuan yang terkontaminasi oleh bakteri dan jamur pada
4 MSI. Dimana jamur berwarna putih pertama kali muncul dan bakteri ditandai
dengan adanya lendir putih muncul yang kemudian menutupi jamur. Kontaminasi
yang disebabkan oleh bakteri dan jamur pada perlakuan A2.
Gambar 4.1.3. Kontaminasi Bakteri dan Jamur, bar : 1 cm
Kontaminasi diduga dari lingkungan yaitu ruang inkubasi, dimana jamur
atau bakteri yang masuk dalam botol pada saat pemeliharaan ataupun lingkungan
yang kurang steril sehingga terjadinya kontaminasi dan ditambah oleh sifat media
tumbuh yang cocok untuk perkembangan bakteri dan jamur. Hal tersebut sesuai
RESPON PERTUMBUHAN TANAMAN
32 ..., ANGGIE FITRIANI, AGROTEKNOLOGI, UMP 2017
dengan penyataan Luri (2014), kondisi media yang mengandung sukrosa dan hara,
serta kelembaban yang memungkinkan mikroorganisme serta spora jamur tumbuh
dan berkembang.
4.2 Hasil Penelitian
Matrik hasil sidik ragam respon pertumbuhan tanaman kentang (Solanum
tuberosum L.) varietas Granola secara kultur tunas dengan kombinasi media
nutrisi AB mix dan POC (Pupuk Organik Cair) secara lengkap disajikan pada
Tabel 4.2. Hasil penelitian tanaman kentang menunjukkan bahwa kombinasi
media nutrisi AB mix dan POC tidak berpengaruh nyata terhadap semua variabel
pengamatan.
Tabel 4.2. Matrik Hasil Analisis Ragam Respon Pertumbuhan Tanaman Kentang
(Solanum Tuberosum L.) Varietas Granola Secara Kultur Tunas dengan
Kombinasi Media Nutrisi AB Mix dan POC.
No
Variabel Pengamatan
Hasil pengamatan
1
Keberhasilan Pertumbuhan Planlet
tn
2
Jumlah Daun
tn
3
Tinggi Planlet
tn
4
Berat Basah Atas
tn
Keterangan : tn : berpengaruh tidak nyata
RESPON PERTUMBUHAN TANAMAN
33 ..., ANGGIE FITRIANI, AGROTEKNOLOGI, UMP 2017
4.3 Pembahasan
4.3.1 Keberhasilan Pertumbuhan Planlet
Berdasarkan uji sidik ragam untuk keberhasilan pertumbuhan planlet
kentang terhadap respon media kombinasi nutrisi AB Mix dan POC tidak
Keberhasilan Pertumbuhan Planlet
(%)
berpengaruh nyata.
Rerata Keberhasilan Pertumbuhan
Plalet
120
100
100
92
92
75
80
92
92
100
92
83
67
67
60
75
58
40
20
0
MS
A1
A2
A3
A4
A5 A6 A7
Perlakuan
A8
A9
A10 A11 A12
Gambar 4.3.2.1. Rerata Keberhasilan Pertumbuhan Planlet
Ket. MS : kontrol, A1 (1000 ppm AB mix +1000 ppm POC), A2 (1000 ppm
AB mix +1500 ppm POC), A3 (1000 ppm AB mix + 2000ppm POC), A4 (1500 ppm
AB mix + 1000 ppm POC), A5 (1500 ppm AB mix + 1500 ppm POC), A6 (1500 ppm
AB mix + 2000 ppm POC), A7 (2000 ppm AB mix + 1000 ppm POC), A8 (2000 ppm
AB mix + 1500 ppm POC), A9 (2000 ppm AB mix + 2000 ppm POC), A10 (2500 ppm
AB mix + 1000 ppm POC), A11 (2500 ppm AB mix + 1500 ppm POC), A12 (2500
ppm AB mix dan 2000 ppm POC)
Berdasarkan gambar 4.3.2.1 menunjukkan tingkat keberhasilan dari yang
sedang sampai sangat baik. Media MS , A8, A1, A4, A5, A6, dan A11 termasuk
kedalam tingkat keberhasilan yang sangat baik. Media A7 termasuk kedalam
tingkat keberhasilan baik dan tingkat keberhasilan pertumbuhan sedang adalah
A2, A3, A9, A10 dan A12. Adanya perbedaan pada keberhasilan tersebut
disebabkan terdapat eksplan yang mengalami pencoklatan (browning) dan
RESPON PERTUMBUHAN TANAMAN
34 ..., ANGGIE FITRIANI, AGROTEKNOLOGI, UMP 2017
akhirnya mati, diduga aktivitas enzim polifenol oksidase akibat adanya pelukaan
karena pemotongan. Perubahan warna menjadi coklat (pencoklatan) dalam kultur
jaringan terjadi karena akumulasi polifenol oksidase yang dilepas atau disentesis
jaringan dalam kondisi teroksidasi ketika sel dilukai (Hutami, 2008). Menurut
Santoso dan Nursandi (2003), pencoklatan adalah munculnya warna coklat atau
hitam yang dapat menghambat pertumbuhan dan perkembangan eksplan.
Peristiwa pencoklatan sesungguhnya merupkan peristiwa alamiah biasa yang
terjadi pada sistem biologi, suatu proses perubahan adaptif bagian tanaman akibat
pengaruh fisik atau biokimia (memar, pengupasan, pemotongan, serangan
penyakit atau kondisi lain yang tidak normal). Sehingga browning akibat polifenol
oksidase pada eksplan kultur jaringan sulit diatasi.
Gambar 4.3.1.2 Ekplan browning 4 MSI, bar : 1 cm
RESPON PERTUMBUHAN TANAMAN
35 ..., ANGGIE FITRIANI, AGROTEKNOLOGI, UMP 2017
4.3.2 Jumlah Daun
Berdasarkan uji sidik ragam untuk jumlah daun, diketahui bahwa
perlakuan A0 – A12 tidak berpengaruh nyata.
Rerata Jumlah Daun (helai)
Rerata
Jumlah Daun (helai)
7.000
6.083
5.547
6.000
5.000
4.000
4.973
4.500
3.917
4.833
4.167
4.140
3.277
3.250
3.000
2.417
3.027 2.833
2.000
1.000
0.000
MS
A1
A2
A3
A4
A5 A6 A7
Perlakuan
A8
A9 A10 A11 A12
Gambar 4.3.2.1. Rerata jumlah daun
Ket. MS : kontrol, A1 (1000 ppm AB mix +1000 ppm POC), A2 (1000 ppm
AB mix +1500 ppm POC), A3 (1000 ppm AB mix + 2000ppm POC), A4 (1500 ppm
AB mix + 1000 ppm POC), A5 (1500 ppm AB mix + 1500 ppm POC), A6 (1500 ppm
AB mix + 2000 ppm POC), A7 (2000 ppm AB mix + 1000 ppm POC), A8 (2000 ppm
AB mix + 1500 ppm POC), A9 (2000 ppm AB mix + 2000 ppm POC), A10 (2500 ppm
AB mix + 1000 ppm POC), A11 (2500 ppm AB mix + 1500 ppm POC), A12 (2500
ppm AB mix dan 2000 ppm POC)
Media MS, media kombinasi nutrisi AB mix dan POC dapat
menghasilkan jumlah daun . Menurut Nadapdap (2000) menyatakan bahwa media
MS mengandung 40mM dalam bentuk
dan 29 mM dalam bentuk
.
Sehingga mampu membentuk daun. Kandungan nutrisi AB mix dan POC
mengandung unsur hara yang mencukupi kebutuhan pembentukan daun, terutama
kadar N cukup tinggi. Pertumbuhan daun merupakan bagian dari pertumbuhan
vegetatif. Nutrisi AB mix mengandung 9.90%
dan 0.48% NH4 (Azzam,
2017). Pertumbuhan vegetatif unsur hara yang paling banyak berperan adalah
RESPON PERTUMBUHAN TANAMAN
36 ..., ANGGIE FITRIANI, AGROTEKNOLOGI, UMP 2017
nitrogen. Nitrogen mendorong pertumbuhan organ – organ yang berkaitan dengan
fotosintesis, yaitu daun (Wijaya, 2008). Nitrogen merupakan unsur hara utama
bagi pertumbuhan tanaman sebab merupakan penyusun dari semua protein dan
asam nukleitida, dengan demikian merupakan penyusun protoplasma secara
keseluruhan (Sarief, 1990). Jumlah daun berhubungan erat dengan produktivitas
tanaman dalam menghasilkan asimilat yang sangat dibutuhkan oleh tanaman,
dalam fase vegetatif dari suatu perkembangan tanaman menggunakan karbohidrat
yang telah dibentuknya (Prasetiyo, 1997).
Pemberian kombinasi media nutrisi AB mix dan POC menghasilkan
struktur daun yang tingkat pertumbuhanya tinggi. Hal tersebut dapat dilihat
ukuran daun yang relatif lebih besar jika dibandingkan dengan media kontrol atau
MS, dan warna daun hijau tua diduga terbentuknya klorofil lebih banyak sehingga
pertumbuhan tanaman akan semakin lebih baik. Namun dengan adanya perbedaan
rerata tersebut diketahui adanya kosentrasi yang kurang tepat pada perlakuan
sehingga menyebabkan terhambatnya pembentukan daun. Hal tersebut sesuai
dengan pernyataan Asywad et al., (2016) mengatakan kosentrasi tinggi maka
unsur – unsur di dalamnya akan berperan antagonis terhadap eksplan sehingga
dapat menghambat pertumbuhan tanaman, menyebabkan keracunan bahkan
terjadinya kematian pada eksplan itu sendiri.
Warna daun hijau tua disebabkan kandungan Nitrogen (N), Magnesium
(Mg) dan Mangan (Mn) yang terkandung dalam nutrisi AB mix dan POC, yang
berfungsi sebagai pembentukan klorofil pada tanaman. Nitrogen merupakan unsur
penyusun klorofil, sedangkan Mg dan Mn merupakan bagian dari klorofil. Begitu
RESPON PERTUMBUHAN TANAMAN
37 ..., ANGGIE FITRIANI, AGROTEKNOLOGI, UMP 2017
pula warna daun pada MS terbentuk karena sumber nutrisi atau hara hanya berasal
dari unsur hara yang dibuat dengan komposisi yang pasti, sedangkan pada media
perlakuan hara yang diperoleh dari kedua kombinasi AB mix dan POC. Menurut
Aisyah (2013), semakin hijau warna daun, maka semakin tinggi kandungan
klorofil. Warna daun planlet kentang yang tumbuh juga terdapat warna agak
kekuning – kuningan, diduga akibat jumlah klorofil yang dibentuk menurun.
Diduga unsur N, Mg dan N tidak cukup untuk membentuk kadar hijau daun.
Faktor – faktor yang berpengaruh pada pembentukan klorofil antara lain faktor
pembawaan (genetik), cahaya, temperatur, karbohidrat, unsur hara dan oksigen.
a
b
c
Gambar 4.3.2.2 Perbedaan warna daun (a) daun berwarna hijau, (b)
daun berwarna hijau tua, (c) daun berwarna kuning, bar : 1 cm
RESPON PERTUMBUHAN TANAMAN
38 ..., ANGGIE FITRIANI, AGROTEKNOLOGI, UMP 2017
4.3.3 Tinggi Planlet
Pertumbuhan tanaman dapat dilihat dari perkembangan tinggi tanaman.
Berdasarkan uji sidik ragam perlakuan media kontrol dan kombinasi media AB
mix dan POC tidak berpengaruh nyata terhadap tinggi planlet kentang, diduga
kosentrasi yang tinggi. Hal tersebut sesuai dengan pernyataan Asywad et al.,
(2016) mengatakan kosentrasi tinggi maka unsur – unsur di dalamnya akan
berperan antagonis terhadap eksplan, sehingga dapat menghambat pertumbuhan
tanaman, menyebabkan keracunan bahakan terjadinya kematian pada eksplan itu
sendiri.
Tinggi Plalet (cm)
RerataTinggi Planlet
7.543
8.000
7.000
5.877
5.743
5.565
5.392
6.000 5.567
5.200 5.135
4.683
5.000
3.960
3.900
3.692
4.000
2.417
3.000
2.000
1.000
0.000
MS A1 A2 A3 A4 A5 A6 A7 A8 A9 A10 A11 A12
perlakuan
Gambar 4.3.3.1.Rerata tinggi planlet
Ket. MS : kontrol, A1 (1000 ppm AB mix +1000 ppm POC), A2 (1000 ppm
AB mix +1500 ppm POC), A3 (1000 ppm AB mix + 2000ppm POC), A4 (1500 ppm
AB mix + 1000 ppm POC), A5 (1500 ppm AB mix + 1500 ppm POC), A6 (1500 ppm
AB mix + 2000 ppm POC), A7 (2000 ppm AB mix + 1000 ppm POC), A8 (2000 ppm
AB mix + 1500 ppm POC), A9 (2000 ppm AB mix + 2000 ppm POC), A10 (2500 ppm
AB mix + 1000 ppm POC), A11 (2500 ppm AB mix + 1500 ppm POC), A12 (2500
ppm AB mix dan 2000 ppm POC)
RESPON PERTUMBUHAN TANAMAN
39 ..., ANGGIE FITRIANI, AGROTEKNOLOGI, UMP 2017
Eksplan kentang memberikan respon terhadap media kombinasi AB mix
dan POC, diduga adanya hormon organik pada POC. Menurut Chen dan Tsila
(1990), asam humat atau bahan organik memberikan respon tanaman secara
langsung yaitu dengan meningkatkan sintesis protein dan fotosintesis serta adanya
hormon. Hal tersebut diperjelas oleh Gardiner dan Miller (2004) dalam Ihdaryanti
(2011), senyawa yang memicu pertumbuhan tanaman dalam asam humat
diantaranya vitamin, asam amino, dan auksin. Menurut Parman (2007), pemberian
unsur hara yang mengandung unsur N, P, K, Mg dan Ca akan menyebabkan
terpacunya sintersis dalam pembelahan dinding sel secara antiklinal sehingga akan
mempercepat pertambahan tinggi tanaman. hormon organik memiki kandungan
auksin, sitokinin, dan giberelin organik yang diperlukan tanaman untuk
menghasilkan pertumbuhan vegetatif dan generatif (Admaja, et.al., 2014).
Perlakuan A9 hanya memperoleh rerata tinggi planlet 2,417 cm, dimana
planlet kentang kerdil dan ukuran daun kecil (Gambar 4.3.3.2). Selain A9,
beberapa planlet tumbuh kerdil dan ukuran daun kecil. Hal tersebut diduga gejala
pertumbuhan planlet yang tidak normal atau ketidak normalan morfologi dan
fisiologis akibat stess yang timbul karena pelukaan, tidak optimalnya media kultur
maupun lingkungan mikro. Gejala ini disebut hiperhidoksitas. Menurut Gaspar,
et.al, (1996) hal tersebut juga berkaitan dengan kosentrasi sitokinin yang terlalu
tinggi dari POC, rendahnya potensial matriks dan meningkatnya kosentrasi etilen
di dalam wadah kultur. Uap air akan menyebabkan media menjadi berair serta
sitokinin juga mempengaruhi sel dalam menyerap air, sehingga air akan
terakumulasi pada apoplast.
RESPON PERTUMBUHAN TANAMAN
40 ..., ANGGIE FITRIANI, AGROTEKNOLOGI, UMP 2017
MS
A1
A2
A3
A4
A5
A6
A7
A8
A9
A10
A11
RESPON PERTUMBUHAN TANAMAN
41 ..., ANGGIE FITRIANI, AGROTEKNOLOGI, UMP 2017
A12
Gambar 4.3.3.2. Perbedaan Tinggi Planlet Kentang
Ket. MS : kontrol, A1 (1000 ppm AB mix +1000 ppm POC), A2 (1000 ppm
AB mix +1500 ppm POC), A3 (1000 ppm AB mix + 2000ppm POC), A4 (1500 ppm AB
mix + 1000 ppm POC), A5 (1500 ppm AB mix + 1500 ppm POC), A6 (1500 ppm AB
mix + 2000 ppm POC), A7 (2000 ppm AB mix + 1000 ppm POC), A8 (2000 ppm AB
mix + 1500 ppm POC), A9 (2000 ppm AB mix + 2000 ppm POC), A10 (2500 ppm AB
mix + 1000 ppm POC), A11 (2500 ppm AB mix + 1500 ppm POC), A12 (2500 ppm AB
mix dan 2000 ppm POC), bar : 1
4.3.4 Berat Basah Atas
Berat basah tanaman dapat menunjukkan aktivitas metabolisme tanaman
dan nilai berat basah tanaman dipengaruhi oleh kandungan air jaringan, unsur hara
dan hasil metabolisme.Berdasarkan hasil sidik ragam perlakuan media kontrol dan
kombinasi media AB mix dan POC tidak berpengaruh nyata terhadap tinggi
planlet kentang.
Rerata Berat Basah Atas (g)
Rerata Berata Basah Atas
0.1
0.082
0.08
0.08
0.063
0.06
0.039 0.042
0.04
0.049
0.043
0.051
0.049
0.035
0.035
0.026
0.028
0.02
0
MS
A1
A2
A3
A4
A5 A6 A7
Perlakuan
A8
A9
A10 A11 A12
RESPON PERTUMBUHAN TANAMAN
42 ..., ANGGIE FITRIANI, AGROTEKNOLOGI, UMP 2017
Gambar 4.3.4.1 Rerata berat basah atas
Ket. MS : kontrol, A1 (1000 ppm AB mix +1000 ppm POC), A2 (1000 ppm
AB mix +1500 ppm POC), A3 (1000 ppm AB mix + 2000ppm POC), A4 (1500 ppm
AB mix + 1000 ppm POC), A5 (1500 ppm AB mix + 1500 ppm POC), A6 (1500 ppm
AB mix + 2000 ppm POC), A7 (2000 ppm AB mix + 1000 ppm POC), A8 (2000 ppm
AB mix + 1500 ppm POC), A9 (2000 ppm AB mix + 2000 ppm POC), A10 (2500 ppm
AB mix + 1000 ppm POC), A11 (2500 ppm AB mix + 1500 ppm POC), A12 (2500
ppm AB mix dan 2000 ppm POC)
Berdasarkan gambar 4.3.4.1 menunjukkan adanya perbedaan berat basah
yang dihasilkan setiap perlakuan. Perlakuan MS menghasilkan rerata tertinggi
dibandingkan dengan perlakuan pemberian kombinasi nutrisi AB mix dan POC
(A1 – A12). Media kontrol atau MS mampu memicu pembelahan sel lebih
mengarah ke pembentukan tunas aksilar, jika perlakuan A1 – A12 memicu
pembelah sel lebih kearah pemanjangan tunas apikal(Gambar 4.3.4.2). Hal
tersebut diguga kandungan unsur hara makro dan mikro pada media MS lebih
lengkap. Media MS mengandung vitamin tiaminyang berguna untuk mempercepat
pembelah sel pada tanaman, sedangkan AB mix dan POC mengandung unsur hara
yang dibutuhkan tanaman untuk beregenarasi. Menurut Mairusmiati (2011)
menyatakan batang yang pendek lebih berat dibandingkan dengan batang yang
tinggi, karena batang yang pendek dapat lebih banyak menyimpan hara berupa air
dalam batangnya dan lebih sedikit dibawa ke daun untuk fotosintesis. Sedangkan
batang yang tinggi dapat lebih optimal melakukan transportasi hara menuju daun.
Hal ini dapat karena hara yang terserap dioptimalkan proses fotosintersis,
sehingga hara yang tersimpan dalam batang hanya sedikit. Sehingga pembentukan
pada media MS ruas daun lebih rapat, sedangkan pada media kombinasi ruas daun
memiliki jarak yang tidak serapat media MS.
RESPON PERTUMBUHAN TANAMAN
43 ..., ANGGIE FITRIANI, AGROTEKNOLOGI, UMP 2017
a
b
Gambar 4.3.4.2 Perbedaan Pertumbuhan Planlet. (a) media MS, (b) media
kombinasi nutrisi AB mix dan POC, bar : 1 cm
Berat segar atau basah secara fisiologi terdiri dari dua kandungan yaitu
air dan karbohidrat (Indah dan Dini, 2016). Meningkatnya jumlah daun dan tinggi
tanaman akan mempengaruhi berat basah. Berat basah tertinggi pada kombinasi
nutrisi AB mix dan POC adalah perlakuan A7, dimana planlet kentang A7 juga
merupakan planlet yang tertinggi dibandingkan dengan perlakuan lainnya.
Nutrisi AB mix dan pupuk organik cair mampu memacu metabolisme
pada planlet kentang, hal ini dapat dilihat dari respon eksplan terhadap perlakuan
A1 sampai A12. Kadar N yang terkandung berperan sebagai penyusun protein
sedangkan fosfor dan kalsium berperan dalam memacu pembelahan jaringan
meristem dan merangsang pertumbuhan akar dan perkembahan daun. Akibatnya
tingkat absorbsi unsur hara dan air yang akan digunakan untuk pembelahan sel,
perpanjangan dan diferensiasi sel. Kalium mengatur kegiatan membuka dan
menutupanya stomata. Pengaturan stomata yang optimal akan mengendalikan
transpirasi tanaman dan meningkatkan reduksi karbondioksida yang akan diubah
menjadi karbohidrat. Fosfor dan kalium serta unsur mikro yang terkandung dalam
RESPON PERTUMBUHAN TANAMAN
44 ..., ANGGIE FITRIANI, AGROTEKNOLOGI, UMP 2017
nutrisi AB mix dan POC akan meningkatkan aktivitas fotosintesis tumbuhan
sehingga meningkatkan karbohidrat yang dihasilkan cadangan makanan.
RESPON PERTUMBUHAN TANAMAN
45 ..., ANGGIE FITRIANI, AGROTEKNOLOGI, UMP 2017
Download