107 BAB 5 PENUTUP Pada bab ini akan diuraikan

advertisement
BAB 5
PENUTUP
Pada bab ini akan diuraikan kesimpulan dari pokok – pokok penelitian ini secara
keseluruhan, serta terdapat saran – saran yang diharapkan dapat berguna untuk
pengembangan ilmu komunikasi khususnya pada tema komunikasi organisasi yaitu
arus komunikasi organisasi dan ada pula saran akademis, praktis dan kesosialan.
5.1
Kesimpulan
1.
Arus komunikasi organisasi pada Bidang Penerangan dan Penyuluhan
Hukum Kejaksaan Agung Republik Indonesia yaitu komunikasi vertikal
(komunikasi ke atas dan komunikasi ke bawah), dimana komunikasi ke
bawah dalam sebuah organisasi berarti bahwa informasi mengalir dari
jabatan berotoritas lebih tinggi kepada mereka yang berotoritas lebih
rendah, komunikasi ke atas dalam sebuah organisasi berarti bahwa
informasi mengalir dari tingkat yang lebih rendah (bawahan) ke tingkat
yang lebih tinggi (penyelia). Komunikasi horizontal terdiri dari
penyampaian informasi di antara rekan – rekan sejawat dalam unit kerja
yang sama. Dan komunikasi diagonal, yakni komunikasi yang
berlangsung antar unit atau bidang lainnya dalam organisasi. Seluruh
arus komunikasi tersebut telah berjalan dengan baik dan sesuai dengan
harapan Bidang Penerangan dan Penyuluhan Hukum Kejaksaan Agung
Republik Indonesia. Para pegawai memiliki akses untuk berkomunikasi
dengan pimpinan dan pegawai lainnya tanpa adanya batasan, sehingga
keakraban, solidaritas dan kerjasama antar pegawai pun terbentuk dengan
baik.
2.
Faktor pendukung bagi proses berlangsungnya arus komunikasi
organisasi Bidang Penerangan dan Penyuluhan Hukum Kejaksaan Agung
Republik Indonesia adalah tidak adanya batasan antar sesama pegawai,
hubungan kekeluargaan yang telah terjalin degan harmonis di dalam
Bidang Penerangan dan Penyuluhan Hukum Kejaksaan Agung Republik
Indonesia itu sendiri sehingga pegawai bisa mengkomunikasikan dengan
mudah informasi apa yang ingin mereka komunikasikan baik itu
informasi yang mengalir dari atasan kepada bawahan, bawahan kepada
107
108
atasan, ataupun informasi yang mengalir antar rekan sejawat yang berada
pada tingkat otoritas yang sama, serta informasi yang mengalir antara
Bidang Penerangan dan Penyuluhan Hukum dengan unit/bidang lain di
Kejaksaan Agung Republik Indonesia dan juga fasilitas pendukung
seperti adanya jaringan internet, smartphone, dll.
3.
Berdasarkan enam faktor penghambat yang telah dikemukakan oleh
Wursanto (dalam Abdullah, 2008:82-85), faktor penghambat bagi proses
berlangsungnya arus komunikasi organisasi Bidang Penerangan dan
Penyuluhan Hukum Kejaksaan Agung Republik Indonesia adalah adanya
hambatan teknis, hambatan perilaku, hambatan latar belakang. Dalam
hambatan teknis yang terjadi adalah kurangnya sarana dan prasarana
dalam organisasi. Dimana dalam hal ini berdasarkan media yang
digunakan oleh para pegawai untuk berkomunikasi terkadang mengalami
gangguan signal yang dapat mempersulit mereka berkomunikasi dengan
menggunakan media elektronik atau gadget, hambatan perilaku yang
berkaitan dengan emosi ataupun mood yang tidak bagus dari pegawai
yang menerima informasi tersebut, kemudian perbedaan latar belakang
penempatan bidang pekerjaan sebelum menempati Bidang Penerangan
dan Penyuluhan Hukum.
5.2
Saran
5.2.1 Saran Akademis
Sampai saat ini masih berkembang pengertian komunikasi organisasi
maupun teori – teori komunikasi organisasi. Sehingga diharapkan agar
semakin banyak akademisi maupun praktisi yang berminat untuk
meneliti dan menganalisa komunikasi organisasi khususnya arus
komunikasi organisasi yang ada di dalamnya. Sehingga ilmu komunikasi
akan semakin berkembang.
5.2.2 Saran Praktis
1. Mengingat media elektronik atau gadget menjadi salah satu faktor
pendukung dari berlangsungnya komunikasi organisasi dalam
Bidang Penerangan dan Penyuluhan Hukum Kejaksaan Agung
Republik Indonesia, diharapkan akses internet yang ada di dalam
Bidang Penerangan dan Penyuluhan Hukum Kejaksaan Agung
Republik Indonesia dapat lebih diperbaiki dan dipercepat, sehingga
109
tidak mengganggu keberlangsungan proses komunikasi organisasi,
terlebih pada saat beberapa pegawai dinas ke luar kota, akses
internet lah yang mempermudah mereka melakukan komunikasi
perihal pekerjaan ataupun kegiatan.
2. Diharapkan agar hubungan kekeluargaan yang telah terjalin di dalam
Bidang Penerangan dan Penyuluhan Hukum Kejaksaan Agung
Republik Indonesia dapat dipertahankan, sehingga kerjasama dapat
semakin terbentuk melalui komunikasi organisasi yang dilakukan
oleh para pegawai.
5.2.3 Saran Kesosialan
Diharapkan agar masyarakan dapat memahami arus komunikasi
organisasi yang berlangsung di dalam Bidang Penerangan dan
Penyuluhan Hukum Kejaksaan Agung Republik Indonesia dalam
membentuk kerjasama pegawai. Mulai dari proses berlangsungnya
komunikasi organisasi, arus komunikasi yang terdapat pada Bidang
Penerangan dan Penyuluhan Hukum Kejaksaan Agung Republik
Indonesia, faktor pendukung berlangsungnya komunikasi organisasi,
faktor penghambat berlangsungnya komunikasi organisasi, dsb.
110
Download