Hukum Ekonomi Internasional adalah

advertisement
Hukum Ekonomi Internasional dan
Implikasinya terhadap Ekonomi Global
Definisi Hukum Ekonomi Internasional (HEI)

Erler menggunakan dua pendekatan dalam merumuskan
definisi tentang hukum ekonomi internasional:
1.Berdasarkan asal hukum atau norma.


Berdasarkan pada obyek hukumnya.
Hukum ekonomi internasional merupakan suatu bidang hukum
yang mencakup semua aspek hukum, meliputi hukum perdata,
hukum publik yang menyangkut hubungan ekonomi
transnasional dan hukum internasional publik.
J.H. Jackson: Hukum Ekonomi Internasional
adalah...

Bidang hukum internasional memiliki kaitan erat dengan
hukum publik internasional.

Adapun yang dimaksud dengan ALL LEGAL SUBJECTS
adalah semua subjek hukum (bidang hukum), sepanjang
mengatur aspek-aspek ekonomi baik yang sifatnya nasional
maupun internasional.

Pengertian semua subjek hukum dimaknai sebagai aspekaspek hukum internasional publik, hukum publik dan hukum
perdata.
Hohenveldern mendefinisikan HEI:
Merupakan segala aturan yang menyangkut
hukum internasional publik yang secara langsung
berkaitan dengan tukar-menukar ekonomi
diantara subjek-subjek hukum internasional.
George Scwarzerberger
 “the branch of international public law which is concerned
with the ownership and exploitation of national resources,
production and distribution of good, invisible international
transactions of an economic and financial character,
currency and finance, related services and organization of
the entities in such activities”
 Scwarzerberger mengartikan hukum ekonomi
internasional sebagai bagian dari hukum internasional
publik. Hukum tersebut mengatur berbagai kegiatan
ekonomi yang terkait dengan kepemilikan dan eksploitasi
sumber daya nasional, produksi dan distribusi barang.
Sunaryati Hartono

“Hukum Ekonomi Internasional terdiri dari kaidah-kaidah hukum
internasional dan hukum nasional yang objeknya merupakan hubungan,
transaksi, persoalan-persoalan ekonomi internasional. Dengan kata lain,
HEI tidak harus objeknya hukum internasional, tetapi juga objeknya
ekonomi internasional dan juga nasional”

Di satu pihak, pendapat ini dianggap lebih sesuai bagi Indonesia. Semakin
banyak perjanjian-perjanjian internasional yang telah diratifikas, ada
kewajiban-kewajiban internasional dan pelaksanaannya lebih lanjut
dituangkan dalam berbagai peraturan.

Di pihak lain, hukum ekonomi sebagai suatu bidang hukum baru secara
akademis menantang adanya metode pendekatan yang khas dan menuntut
pengembangan komprehensif.
Jackson: Empat Karakteristik HEI
1.HEI tidak bisa dipisahkan dari HI umum atau publik.
Aktivitas dan kasus-kasus yang berhubungan dengan
ekonomi internasional memiliki relevansi dengan prinsipprinsip umum HI.
2.Hubungan antara HEI dan hukum lokal atau hukum
nasional sangat terkait. Contoh: hubungan antara normanorma dalam PI yang selalu mengikat negara-negara.
3.Memiliki sifat yang menuntut akan multi disipliner atau
keilmuan yang merupakan gabungan antara berbagai
bidang studi.
4.Memiliki karakteristik yang khas dari cabang HI
lainnya yakni lebih menuntut studi yang bersifat empiris.
HEI menurut American Law Institute (ALI)

“The law of international economic relation in its broadest
sense includes the international law and international
agreements governing economic transaction that those
involving the movements of goods, funds, persons,
intangibles, technologies, vessel or aircraft”

HEI merupakan suatu himpunan baik berupa prinsip-prinsip,
azas-azas maupun kaidah-kaidah yang mengatur dan
mengarahkan hubungan dan aktifitas ekonomi internasional
dengan berbagai bidang seperti perdagangan, investasi,
moneter, perpajakan, pengangkutan, asuransi, perburuhan, alih
teknologi dan sebagainya.
PRINSIP-PRINSIP TATANAN
EKONOMI BERKEADILAN
A. PRINSIP MOST-FAVOURED NATION (MFN)
 Prinsip ini termuat dalam Pasal I GATT yang menyatakan
bahwa suatu kebijakan perdagangan harus dilaksanakan
atas dasar nondiskriminatif.
 Semua
negara anggota terikat untuk memberikan negaranegara lainnya perlakuan yang sama dalam pelaksanaan
kebijakan impor dan ekspor serta yang menyangkut biayabiaya lainnya.
 Perlakuan yang sama tersebut harus dijalankan dengan
segera dan tanpa syarat terhadap produk yang berasal atau
yang diajukan kepada sesama anggota GATT.
A. PRINSIP MOST-FAVOURED NATION (MFN)
 Prinsip ini tampak dalam Pasal 4 perjanjian yang terkait
dengan hak kekayaan intelektual (TRIPs) dan tercantum
pula dalam Pasal 2 Perjanjian mengenai Jasa (GATS).
 Semua negara harus diperlakukan atas dasar yang sama
dan semua negara menikmati keuntungan dari suatu
kebijaksanaan perdagangan.
 Pengecualian: dalam hal menyangkut kepentingan negara
yang sedang berkembang dan negara-negara yang
ditetapkan dalam Pasal-Pasal GATT dan sebagian lagi
ditetapkan dalam putusan-putusan dalam konferensikonferensi GATT melalui suatu penanggalan (waiver) dan
prinsip-prinsip GATT berdasarkan Pasal XXV.
B. PRINSIP NATIONAL TREATMENT
 Terdapat dalam Pasal III GATT, yang menyatakan bahwa produk
dari suatu negara yang diimpor ke dalam suatu negara harus
diperlakukan sama seperti halnya produk dalam negeri.
 Prinsip ini berlaku pula terhadap semua macam pajak dan
pungutan-pungutan laiinya. Berlaku pula terhadap perundangundangan, pengaturan dan persyaratan-persyaratan (hukum) yang
mempengaruhi penjualan, pembelian, pengangkutan, distribusi
atau penggunaan produk-produk di pasar dalam negeri.
 Prinsip ini memberikan perlindungan terhadap proteksionisme
sebagai akibat upaya-upaya atau kebijakan administratif atau
legislatif.
 Prinsip
National Treatment dan prinsip MFN merupakan
prinsip sentral dibandingkan dengan prinsip-prinsip lainnya
dalam GATT.
 Kedua
prinsip tersebut menjadi dasar pengaturan bidangbidang perdagangan yang kelak lahir di dalam perjanjian
putaran Uruguay.
 Kedua
prinsip ini diberlakukan pula dalam General
Agreement on Trade in Service (GATS).
 Dalam GATS, negara-negara anggota WTO diwajibkan untuk
memberlakukan perlakuan yang sama terhadap jasa-jasa atau
para pemberi jasa dari suatu negara dengan negara lainnya.
C. PRINSIP LARANGAN ATAU PEMBATASAN
(Restrictions) KUANTITATIF
 Ketentuan dasar GATT adalah larangan restriksi kuantitatif
yang merupakan rintangan terbesar terhadap GATT.
 Restriksi kuantitatif terhadap ekspor atau impor dalam
bentuk apapun (misalnya penetapan kuota impor atau
ekspor, restriksi penggunaan lisensi impor atau ekspor,
pengawasan pembayaran produk-produk impor atau ekspor,
pada umumnya dilarang (Pasal IX) hal ini disebabkan
karena praktk demikian mengganggu praktek perdagangan
yang normal.
D. PRINSIP PERLINDUNGAN MELALUI
TARIF
 GATT hanya memperkenankan tindakan proteksi terhadap industri
domestik melalui tarif (menaikan tingkat tarif bea masuk) dan tidak
melalui upaya-upaya perdagangan laiinya (non-tarif commercial
measures).
 Perlindungan melalui tarif ini menunjukan dengan jelas tingkat
perlindungan yang diberikan dan masih memungkinkan adanya
kompetisi yang sehat.
 Kebijakan GATT: pengaturan masuknya barang ekspor dari luar
negeri, pengenaan tarif ini masih dibolehkan dalam GATT.
 Negara-negara GATT umumnya masih menggunakan cara ini untuk
melindungi industri dalam negerinya untuk menarik pemasukan bagi
negara yang bersangkutan.
•
2/3 negara anggota GATT/WTO adalah negara-negara yang
sedang berkembang dan masih dalam tahap awal pembangunan
ekonominya, termasuk Indonesia.
•
(1965) Part IV yang memuat 3 Pasal (XXXVI-XXXVIII)
dimaksudkan untuk mendorong negara-negara industri dalam
membantu pertumbuhan ekonomi negara yang sedang
berkembang.
•
Bagian IV: mengakui kebutuhan negara yang sedang
berkembang untuk menikmati akses pasar yang lebih
menguntungkan. Dan melarang negara maju untuk membuat
rintangan baru terhadap ekspor negara berkembang dan tidak
meminta balasan dalam perundingan mengenai
penurunan/penghapusan barrier (tarif dan non-tarif).
PERLAKUAN KHUSUS BAGI NEGARA SEDANG
BERKEMBANG!!
SUMBER-SUMBER HUKUM EKONOMI
PASAL 1
STATUTA ICJ
1938
[Full Name]
Administrative
Assistant
PERJANJIAN
INTERNASIO
NAL
KEBIASAAN
INTERNASIO
NAL
PRINSIPPRINSIP
HUKUM
UMUM
JUDICIAL
DECISION
• Primary
Law: Perjanjian Internasional, Asas-Asas
Hukum, Putusan Hakim, Putusan Organisasi
Internasional.
• Secondaries
Law: Teori-Teori, Konsep-Konsep
dan Doktrin-Doktrin Hukum.
SUMBER HUKUM PRIMER DAN SEKUNDER
PERJANJIAN INTERNASIONAL
Daya ikatnya tergantung jenis-jenis perjanjian!
*Pasal 2 Konvensi Wina 1969 mendefinisikan
perjanjian (treaty) adalah suatu kesepakatan
internasional dalam bentuk tertulis yang
diadakan oleh negara-negara, diatur oleh hukum
internasional atau KOMISI HUKUM
INTERNASIONAL atas obyek tertentu yang
bersifat internasional.
ALASAN PEMBUATAN PERJANJIAN
EKONOMI INTERNASINAL!
1.Bila peraturan/treaty atau perjanjian kedua negara yang
membatasi daya ikat dan implementasinya hanya bagi
kedua negara secara terbatas (closed agreement).
2.Trilateral Treaties, perjanjian yang disetujui hanya oleh tiga
negara seperti kedudukan selat Malaka yang mengikat tiga
negara yaitu INDONESIA-MALAYSIA-SINGAPURA.
3.Perjanjian Multilateral yaitu perjanjian yang disetujui oleh
banyak negara dengan sifatnya 'Law Making Treaties'.
Artinya? Negara-negara pihak dan non-pihak umumnya
terikat dan wajib mengimplementasikannya dalam hukum
nasional. Misalnya: Sumber Hukum Ekonomi GATT, WTO,
Piagam IMF, TRIPs, etc...
UU No 24/2000
Perjanjian Internasional adalah perjanjian
dalam bentuk dan nama tertentu yang
diatur dalam hukum internasional yang
dibuat secara tertulis serta menimbulkan
hak dan kewajiban di bidang HUKUM
PUBLIK.
MASALAH-MASALAH DALAM PERJANJIAN
EKONOMI INTERNASIONAL:
A
A
Sulitnya
SulitnyaKoordinasi
Koordinasi
Suatu
SuatuPerjanjian
Perjanjian
Dengan
DenganPerjanjian
Perjanjian
Lainnya.
Lainnya.
B
B
Perbedaan
PerbedaanPenafsiran
Penafsiran
Terutama
TerutamaJika
Jika
Terjadi
TerjadiSengketa
Sengketa
C
C
Masuknya
MasuknyaPEI
PEI
ke
keDalam
Dalam
Hukum
HukumNasional
Nasional
SIFAT-SIFAT PERJANJIAN EKONOMI
INTERNASIONAL:

Berpengaruh, tidak saja pada hubungan negara-negara
tetapi juga sistem hukum dan politik negara-negara yang
menjadi pihak atau peserta pada perjanjian tersebut.

Umumnya mengatur mengenai kewenangan negara peserta
dalam mengatur kebijakan ekonomi dan kepentingan
ekonomi sehingga efektifitas dan kelanjutan dari perjanjian
ini bergantung pada pesertanya.

Untuk dapat berlaku suatu perjanjian haruslah ada harapan di
dalam hukum nasional dari negara pesertanya sehingga
efektifitas dari perjanjian ini bergantung pada efektifitas
perjanjian tersebut.
PERJANJIAN BILATERAL
Perjanjian Persahabatan, Dagang, Navigasi
Perjanjian ini memuat ketentuan-ketentuan sebagai berikut:
a)Hak untuk melakukan bisnis dan untuk bertempat tinggal di negara lain;
b)Perlindungan terhadap individu dan perusahaannya;
c)Hak dan perlakuan khusus terhadap individu dan perusahaannya
berkaitan dengan praktek profesi, pemilikan harta atau kekayaan, paten,
pajak, pengurangan pendapatan dan modal, kompetisi dari perusahaan
milik negara, ekspropriasi dari atau nasionalisasi, akses ke pengadilan;
d)Pendapatan (pajak dan hambatan kuantitatif0;
e)Perkapalan;
f)Penyerahan sengketa berdasarkan perjanjian kepada Mahkamah
Internasional.
FCN: Friendship, Commerce and Navigation

Apa itu? Suatu program yang diadakan oleh pemerintah
negara untuk membuat perjanjian-perjanjian bilateral mengenai
persahabatan, perdagangan dan navigasi serta masalah-masalah
komersial lainnya. Contoh: Perjanjian antara pemerintah Cina
dan pemerintah AS (1946) tentang kerah, perdagangan dan
navigasi perjanjian konten.

Harapan para pihak? Negara-negara yang menjadi mitra
dalam perjanjian persahabatan tersebut menjadi terikat secara
internasional. Hak-hak dan kewajiban-kewajiban internasional,
perdagangan, investasi modal asing, teknologi, jasa dan pajak
menjadi obyek kesepakatan tersebut.
•
'Feeling of Inferiority' yang menimpa negara-negara
berkembang yang memicu keraguan untuk
memberikan jaminan-jaminan perlindungan
sebagaimana dalam perjanjian yang berdampak
pada munculnya ketimpangan dalam prakteknya.
•
Sebagai pengganti FCN, muncul perkembangan baru
di awal tahun 1990-an yaitu Bilateral Investment
Treaty (BIT).
DALAM PERKEMBANGANNYA FCN BERALIH
KE BIT
BILATERAL INVESTMENT TREATY
• Adanya dorongan kuat dari warga-warga negara
Mengapa BIT Popular? tertentu untuk mengadakan penanaman modal
langsung di negara-negara lain. Cara ini telah
mendorong timbulnya suatu kerangka HI yang
stabil yang bertujuan mendorong dan melindungi
penanaman modal asing di negara penerima.
• HI dirasa memberikan sedikit perlindungan
hukum kepada investor asing dan tidak memiliki
mekanisme mengikat untuk menyelesaikan
sengketa seputar penanaman modal asing.
SUBSTANSI ATURAN-ATURAN DASAR BIT
Bilateral Investment Treaty
Fair
Fairand
and
Equitable
Equitable
Treatment
Treatment
Combination
Combinationof
of
National
NationalTreatment
Treatment
Most
MostFavoured
FavouredNation
Nation
Most
MostFavoured
Favoured
Nation
NationTreatment
Treatment
National
National
Treatment
Treatment
Perjanjian Ekonomi Regional
Free
FreeTrade
TradeAreas
Areas atau
atau Common
Common Market
Market
Dasar
DasarHukum
Hukum Pembentukan
Pembentukan Organisasi
Organisasi
Ekonomi
Ekonomi Regional:
Regional: Pasal
Pasal XXIV
XXIVGATT
GATT
APEC
APEC (Perjanjian
(Perjanjian Ekonomi
Ekonomi antara
antara Kawasan
Kawasan
Asia
Asia Pasific),
Pasific),AEC
AEC (ASEAN
(ASEAN Economic
Economic
Community).
Community).
•
Tidak terbatas pada putusan hakim Peradilan Internasional,
tetapi juga Peradilan Nasional.
•
Sifatnya hanya sebagai sumber hukum tambahan yang hanya
memiliki kekuatan 'pengaruh' saja bagi hakim dalam
menangani sengketa yang dihadapinya.
•
PUTUSAN ARBITRASE INTERNASIONAL (Arbitration
Award) yang didasarkan padaputusan tersebut dengan at aque
bono atau equality atas kepantasan juga merupakan sumber
hukum.
•
Doktrin presedent hukum terbukti menjadi sumber hukum
HEI di berbagai negara penganut Resolusi Civil Law.
PUTUSAN HAKIM SEBELUMNYA DAN DOKTRIN
HUKUM EKONOMI INTERNASIONAL
BADAN EKONOMI DUNIA
IMF
IBRD
TEXT
WTO
TEXT
GATT
THE INTERNATIONAL
MONETARY FUND (IMF)
*Salah
*Salah satu
satu badan
badan khusus
khusus dalam
dalam sistem
sistem PBB
PBB
*Bermarkas
*Bermarkas di
diWashington
Washington D.C.
D.C.Amerika
Amerika Serikat
Serikat
*Keanggotaan
*Keanggotaan mencapai
mencapai 148
148 negara
negara
Adalah
Adalah lembaga
lembaga sentral
sentral dari
dari sistem
sistem moneter
moneterinternasional
internasional
yaitu
yaitu sistem
sistem pembayaran
pembayaran dan
dan nilai
nilai tukar
tukarinternasional
internasional
diantara
diantara mata
mata uang
uang nasional
nasional yang
yang memungkinkan
memungkinkan
dilaksanakannya
dilaksanakannya kegiatan
kegiatan bisnis
bisnis antar
antarnegara
negara di
di dunia.
dunia.
PASAL I the Articles of Agreement
TUJUAN-TUJUAN IMF
➔
Untuk mempromosikan kerjasama moneter internasional melalui
lembaga permanen yang menyediakan mekanisme untuk konsultan
dan kolaborasi tentang masalah moneter.
➔
Untuk memudahkan perluasan dan pertumbuhan yang seimbang dari
perdagangan internasional dan dengan demikian ikut mendukung
pembinaan dan pemeliharaan tingkat kesempatan kerja maupun
pendapat riil yang tinggi dan pengembangan sumber daya produktif
semua anggota sebagai tujuan utama kebijakan ekonomi.
➔
Untuk mempromosikan stabilitas nilai tukar, untuk memelihara
pengaturan, pertukaran yang tertib diantara anggota dan untuk
menghindari depresiasi pertukaran yang kompetitif.
➔
Untuk membantu pembentukan sistem pembayaran multilateral
dalam kaitannya dengan transaksi-transaksi antar anggota dan
penghapusan hambatan-hambatan yang dapat menghambat
pertumbuhan ekonomi dunia.
➔
Untuk memberikan kepercayaan diri pada anggotanya dengan
sumber daya umum IMF yang tersedia bagi mereka dengan tetap
menjaga keamanan sumber daya secara memadai, sehingga
mampu memberi kesempatan pada anggota untuk mengkoreksi
ketidaksesuaian dalam neraca pembayaran mereka tanpa
mengambil langkah-langkah yang dapat menghambat
kemakmuran nasional maupun internasional.
➔
Dalam kaitannya dengan hal diatas, untuk mempersingkat waktu
dan mengurangi tingkat ketidakseimbangan dalam neraca
pembayaran internasional para anggota.
ORGAN-ORGAN UTAMA IMF: The Board of Governors, The
International Monetary and Financial Committee, the Executive Board
and the Managing Director.
Pengambilan keputusan didasarkan pada 'weighted voting' yakni
suara dari tiap anggota didasarkan pada kuota.
Kuota ditentukan berdasarkan kekuatan ekonomi dari negara
diantaranya menyangkut GDP. AS memiliki kekuatan kuota
terbesar dalam mengendalikan putusan IMF.
Horst Koehler
“IMF didirikan untuk mempromosikan kerjasama dalam bidang
keuangan internasional dan stabilitas nilai tukar dan membantu
kelancaran liberalisasi perdagangan global”
FUNGSI IMF
*Memberikan
*Memberikan bantuan
bantuan dana
dana terhadap
terhadap
Negara-negara
Negara-negara berkembang.
berkembang.
*Menciptakan
*Menciptakan stabilitas
stabilitas nilai-nilai
nilai-nilai Konvensi
Konvensi
Keuangan
Keuangan Dunia.
Dunia.
*Memberikan
*Memberikan pinjaman
pinjaman kepada
kepada negara-negara
negara-negara
Anggotanya.
Anggotanya. Pinjaman
Pinjaman yang
yang diberikan
diberikan untuk
untuk
Membantu
Membantu negara-negara
negara-negara anggota
anggota yang
yang memiliki
memiliki
Masalah
Masalah dalam
dalam neraca
neraca pembayarannya.
pembayarannya.
BENTUK PINJAMAN IMF
1.Pinjaman Siaga (Stand by Arrangements) yang ditujukan utnuk mengatasi
masalah neraca pembayaran jangka pendek.
2.Fasilitas Pendanaan yang Lebih Panjang untuk membantu mengatasi
masalah ekonomi struktural yang menyebabkan kelemahan serius dalam
neraca pembayarannya.
3.Fasilitas Pertumbuhan dan Pengurangan Kemiskinan. Memiliki bunga
rendah ditujukan untuk negara anggota yang miskin.
4.Fasilitas Cadangan Tambahan yang ditujukan bagi negara-negara yang
mengalami gangguan ekonomi akibat larinya modal ke luar negeri.
5.Kredit Kontijen yang ditujukan bagi negara yang mengalami imbas
negatif dari kejadian buruk diluar negaranya.
6.Bantuan Darurat yang ditujukan bagi negara yang mengalami bencana
ekonomi yang diakibatkan oleh alam.
THE WORLD BANK GROUP
International Bank and Reconstruction Development
*Didirikan
*Didirikantahun
tahun1944
1944bersama-sama
bersama-samadengan
denganIMF.
IMF.
*Digagas
*Digagasoleh
olehBretton
BrettonWoods.
Woods.
*Kesepakatan
*Kesepakatanekonomi
ekonomi'Bretton
'BrettonWoods
WoodsSystem'
System'
*Keanggotaan
*KeanggotaanIBRD
IBRDmenuntut
menuntutkeanggotaan
keanggotaanIMF.
IMF.
*Dana
*Danayang
yangdimiliki
dimilikiIBRD
IBRDmirip
miripdengan
denganyang
yangdimiliki
dimilikiIMF.
IMF.
*Anggota
*Anggotamembayar
membayarberdasarkan
berdasarkankemampuan
kemampuankekuatan
kekuatanekonomi.
ekonomi.
*The
*TheInternational
InternationalFinance
FinanceCooperation
Cooperation(IFC),
(IFC),International
International
Development
DevelopmentAssociation
Association(IDA),
(IDA),The
TheInternational
InternationalInvestment
Investment
Dispute
Dispute(ICSID),
(ICSID),The
TheMultilateral
MultilateralInvestment
InvestmentGuarantee
GuaranteeAgency
Agency
(MIGA).
(MIGA).
*The
*TheWorld
WorldBank
BankGroup
Groupmemiliki
memilikikesamaan
kesamaanstruktur
strukturorganisasi
organisasi
dan
danproses
prosespengambilan
pengambilankeputusan.
keputusan.
WTO-GATT
The General Agreement on Tariff and Trade (GATT) adalah sebuah
perjanjian multilateral yang dibentuk di bawah naungan ITO
(International Trade Organization).
● Tujuan? Mengikat aktifitas perdagangan, ekspor-impor, pajak, jasa, dan
barang negara-negara dalam satu kesatuan Hukum Ekonomi
Internasional.
● GATT mulai berlaku sejak tahun 1948-1955 dan terdapat enam putaran
negosiasi sejak diberlakukannya GATT: Annecy (1949), Torquay (1951),
Jenewa (1956), Putaran Dillon (1960-1962), Putaran Kennedy (1964-1967)
dan Putaran Tokyo (1973-1979).
● Putaran Uruguay (1986-1994) mendorong terbentuknya WTO yang mulai
berlaku 1 Januari 1995 dan membentuk suatu organisasi tunggal bagi
perdagangan internasional.
●
WTO: Empat Pillar
GATT
GATT1994
1994
General
GeneralAgreement
Agreement on
onTrade
Trade in
in Service
Service
(GATS)
(GATS)
The
TheAgreement
Agreement on
onTrade-Related
Trade-RelatedAspect
Aspect of
of
Intellectual
Intellectual Property
Property Rights
Rights (TRIPS)
(TRIPS)
The
The Dispute
Dispute Settlement
Settlement Understanding
Understanding
WTO: Tiga Organ Utama
The
The Minsteria
Minsteria Conference:
Conference: Badan
Badan aktifitas
aktifitas
melakukan
melakukan pertemuan
pertemuan 22 tahun
tahun sekali
sekali
The
The General
General Council:
Council: terdiri
terdiri dari
dari semua
semua
perwakilan
perwakilan anggota
anggota dan
dan berfungsi
berfungsi sebagai
sebagai
penyelesai
penyelesai sengketa.
sengketa.
Sekretariat
Sekretariat sebagai
sebagai fasilitator
fasilitatorterselenggaranya
terselenggaranya
Koordinasi
Koordinasi dari
dari Badan
BadanWTO
WTO
DISPUTE SETTLEMENT UNDERSTANDING
(DSU)
 Merupakan mekanisme penyelesaian sengketa di WTO
yang sangat terpengaruh oleh mekanisme yang di miliki
oleh GATT 1994 yang menekankan pada peran ad hoc
panels yang terdiri dari tiga atau lima orang.
 Penyelesaian sengketa setelah persetujuan peraturan
Uruguay: sengketa pada umumnya muncul sebagai akibat
adanya pelanggaran oleh suatu negara atau beberapa
terhadap kewajibannya di bawah aturan-aturan WTO.
Negara lain yang dirugikan akibat pelanggaran tersebut
mengajukan/melakukan gugatan sebagai sengketa (tidak
menutup kemungkinan untuk munculnya pihak ketiga
dalam sengketa tersebut).
PENYELESAIAN SENGKETA DALAM WTO

The Dispute Settlement Body, terdiri dari semua anggota.

Upaya pertama adalah dengan melakukan negosiasi.

Jika gagal, maka dapat meminta Sekjen untuk bertindak sebagai
penengah (mediator).

Jika masih gagal, maka negara yang dirugikan dapat meminta untuk
dibentuknya sebuah panel.

Appeals atau banding: hanya mempersoalkan interprestasi hukum, bukan
untuk menguji kembali bukti yang ada.

Sanksi-sanksi yang dijatuhkan harus dijatuhkan pada sektor yang sama
dengan sengketa dan bertujuan untuk meminimalisir kemungkinan
tindakan-tindakan melebar pada sektor-sektor lain.
Negara Pendonor Pertumbuhan
Perkembangan Ekonomi
Kelompok 7 Negara Industri Maju: AS, Inggris, Italia,
Jepang, Jerman, Canada dan Perancis (Uni Eropa).
Kelompok G-7 dibentuk untuk meningkatkan kerjasama
antara negara maju.
Negara-negara G-7 menguasai sekitar 2/3 GNP dunia dan
sekitar separuh perdagangan internasional.
G-7 melakukan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) setiap
tahun untuk membahas masalah-masalah khusus yang
menjadi perhatian anggotanya.
KEUNTUNGAN SISTEM PERDAGANGAN
WTO BAGI INDONESIA

Sistem perdagangan multilateral WTO mendorong terciptanya
perdamaian.

Persengketaan antar negara dapat ditangani secara konstruktif melalui
perundingan.

Peraturan-peraturan yang sesuai dengan sistem multilateral akan
memudahkan perdagangan antar negara, baik ekspor maupun import.

Sistem perdagangan multilateral mendorong pengurangan tarif dan
hambatan non-tarif, sehingga biaya hidup menjadi lebih murah.
Misalnya praktek dumping.

Sistem perdagangan multilateral memberikan banyak pilihan atas produk
dengan kualitas berbeda kepada konsumen.
 Sistem perdagangan multilateral meningkatkan pendapatan suatu
negara.
 Sistem
perdagangan multilateral mendorong pertumbuhan ekonomi.
 Pinsip-prinsip
dasar sistem perdagangan WTO yang nondiskriminasi bila secara konsisten diterapkan akan mendorong
perdagangan berjalan lebih efisien.
 Pemerintah
negara-negara anggota akan terlindungi dari praktekpraktek persaingan dagang antar negara yang tidak sehat.
 Sistem perdagangan multilateral mendorong terciptanya
pemerintahan yang bersih.
Download