bab vi analisis lingkungan perusahaan

advertisement
BAB VI
ANALISIS LINGKUNGAN PERUSAHAAN
Analisis lingkungan perusahaan merupakan salah satu proses yang harus
dilakukan dalam manajemen strategis yang bertujuan untuk mengidentifikasi
lingkungan perusahaan. Pada umumnya lingkungan perusahaan terdiri dari
lingkungan internal dan lingkungan eksternal. Lingkungan eksternal terdiri dari
lingkungan makro dan lingkungan mikro.
6.1.
Analisis Lingkungan Internal
Lingkungan internal merupakan lingkungan yang berada didalam
perusahaan serta berpengaruh langsung terhadap arah dan tindakan perusahaan.
Analisis lingkungan internal dilakukan untuk mengidentifikasi kekuatan dan
kelemahan yang dimiliki oleh Tyas Orchid. Faktor-faktor internal yang dianalisis
meliputi aspek manajemen, pemasaran, keuangan dan akuntansi, produksi dan
operasi, sumberdaya manusia serta penelitian dan pengembangan.
6. 1. 1. Manajemen
Untuk menganalisis fungsi manajemen Tyas Orchid terdapat beberapa
aspek yang perlu dikaji antara lain aspek perencanaan, pengorganisasian,
pemberian motivasi, pengelolaan staf dan aspek pengendalian.
1) Perencanaan
Saat ini usaha Tyas Orchid belum memiliki perencanaan tertulis baik untuk
jangka pendek, menengah maupun jangka panjang. Hal ini terlihat dari belum
adanya pernyataan visi, misi dan tujuan perusahaan yang dirumuskan secara
tertulis, jelas dan spesifik. Meskipun demikian, kondisi ini tidak
mempengaruhi pemilik Tyas Orchid untuk mengembangkan usahanya. Hal ini
terlihat dari keputusan yang diambil oleh pemilik Tyas Orchid pada saat akan
memasuki bisnis wedding decoration.
2) Pengorganisasian
Struktur organisasi Tyas Orchid terlihat pada Gambar 5 menunjukkan bahwa
posisi manajemen puncak dipegang langsung oleh pemilik, dimana pada posisi
ini pemilik bertanggung jawab terhadap pengambilan keputusan strategis yang
terkait dengan kelancaran usaha. Selain itu pemilik juga bertanggung jawab
terhadap beberapa bidang yaitu bidang pemasaran seperti melakukan promosi
langsung ke konsumen melalui proposal bisnis dan brosur, bidang operasional
seperti merangkai langsung rangkaian bunga untuk pesanan khusus, bidang
keuangan seperti pembayaran upah karyawan, pembelian bahan baku, kasir
dan berbagai hal yang terkait dengan arus keluar masuk keuangan perusahaan.
Untuk bagian produksi atau pembudidayaan, pihak yang diberi wewenang
untuk bertanggungjawab berasal dari keluar keluarga dimana posisi ini
bertugas melakukan kegiatan pembudidayaan tanaman hias, pemupukan,
pergantian media tanam dan penyiraman. Karyawan bagian produksi
merupakan karyawan yang telah berpengalaman dibidang tanaman hias.
Untuk bagian perangkaian diberikan wewenang kepada pihak yang berasal
dari luar keluarga dan bertugas untuk merangkaian bunga dan tanaman hias
serta
melakukan
pengemasan.
Untuk
pengiriman,
pihak
yang
bertanggungjawab yaitu berasal dari luar keluarga dan bertugas untuk
melakukan pengiriman pesanan bunga dan tanaman rental serta perawatan
tanaman rental. Dalam menjalankan operasionalisasi perusahaan, pemilik
Tyas Orchid menerapkan pendekatan top down, dimana seluruh komando
dilakukan langsung oleh pemilik usaha kemudian unit-unit dibawahnya hanya
melaksanakan hal-hal yang direncanakan.
3) Pemberian Motivasi
Meskipun pendekatan yang dilakukan oleh pemilik Tyas Orchid lebih bersifat
top down dalam operasionalisasi perusahaan akan tetapi pemilik tidak
menganggap karyawan sebagai bawahan melainkan sebagai rekan kerja. Hal
ini karena peran serta karyawan juga terlibat dalam keberhasilan suatu usaha.
Salah satu tindakan yang dilakukan oleh pemilik untuk meningkatkan
motivasi karyawan adalah dengan cara melibatkan diri untuk ikut serta dalam
proses produksi seperti pemilihan tanaman untuk disewakan dan membuat
rangkaian bunga. Pemberian motivasi terhadap karyawan penting dilakukan
karena terkait dengan loyalitas para karyawan terhadap perusahaan sehingga
para karyawan tersebut tetap merasa nyaman selama bekerja.
57 4) Pengelolaan Staf
Pengelolaan staf dalam sebuah perusahaan terkait dengan budaya atau iklim
kerja yang diterapkan oleh perusahaan tertentu. Budaya atau iklim kerja dalam
kumpulan nilai, harapan serta kebiasaan masing-masing orang yang ada
diperusahaan tersebut yang pada umumnya tetap dipertahankan dari satu
generasi ke generasi berikutnya. Dalam Tyas Orchid, budaya atau iklim kerja
yang terjadi cenderung ke arah kekeluargaan. Oleh karena itu, komunikasi
yang terjalin antara pemilik Tyas Orchid kepada para karyawannya tidak
bersifat kaku sehingga kondisi seperti ini memudahkan pemilik dalam
memberikan tugas kepada karyawan atau sebaliknya, jika para karyawan ingin
menyampaikan sesuatu kepada pemilik yang terkait dengan masalah kerja.
5) Pengendalian
Tyas Orchid melakukan pengendalian dari bidang produksi/pembudidayaan
dan perangkaian. Untuk bidang pembudidayaan sangat penting melakukan
pengendalian karena berpengaruh terhadap hasil yang akan diperoleh
perusahaan. Pengendalian dilakukan dalam hal pengadaan bahan baku seperti
pengadaan bibit, media tanam, pupuk, pestisida dan kebutuhan air. Selain itu
dilakukan juga pengendalian terhadap hama penyakit tanaman. Dibidang
perangkaian bunga dilakukan pengedalian seperti kualitas bunga yang akan
dirangkai mengingat tidak seluruh bunga yang dirangkai berasal dari kebun
sendiri melainkan beberapa jenis bunga dibeli dari penjual bunga potong yang
berada didaerah pasar Bogor dan Ciawi, sehingga kualitas bunga penting
untuk diperhatikan. Namun pemilik jarang melakukan kunjungan ke kebun
produksi dikarenakan waktu pemilik lebih banyak digunakan untuk
melakukan kegiatan promosi dan kegiatan pemasaran lainnya.
6. 1. 2. Pemasaran
Pemasaran
merupakan
proses
mendefinisikan,
mengantisipasi,
menciptakan, serta memenuhi kebutuhan dan keinginan pelanggan atas barang
dan jasa. Pemasaran terkait dengan bauran pemasaran yaitu aspek produk, harga,
distribusi dan aspek promosi. Menurut Rangkuti (2005), mendefinisikan
pemasaran sebagai suatu proses kegiatan yang dipengaruhi oleh berbagai faktor
58 sosial, budaya, politik, ekonomi dan manajerial. Akibat dari faktor tersebut maka
masing-masing individu maupun kelompok untuk mendapatkan kebutuhan dan
keinginan dengan menciptakan, menawarkan dan menukar produk yang memiliki
nilai komoditas. Berikut ini merupakan penjelasan mengenai masing-masing
bauran pemasaran pada Tyas Orchid :
1) Bauran Produk
Saat ini Tyas Orchid memiliki tanaman hias berjumlah kurang lebih 100 jenis
tanaman yang digolongkan menjadi tanaman Anggrek, tanaman tinggi, tanaman
sedang dan tanaman mini. Selain membudidayakan tanaman anggrek dan tanaman
hias lainnya Tyas Orchid juga menghasilkan rangkaian bunga tropis dan semi
tropis dengan berbagai ukuran. Tyas Orchid memiliki beberapa diversifikasi
produk untuk memperkecil resiko usahanya mengingat bahwa tren tanaman hias
yang sangat cepat berubah. Konsep produk yang ditawarkan oleh Tyas Orchid
yaitu simple namun tetap mengedepankan keindahan. Untuk lebih jelasnya
produk-produk yang dihasilkan oleh Tyas Orchid yaitu :
Tabel 13. Jenis-jenis Produk yang dihasilkan Tyas Orchid Tahun 2010
No
Diversifikasi Produk
Produk
1
Penjualan tanaman hias
Anggrek, Palem, Garberra, dll
2
Penjualan rangkaian bunga
3
Jasa penyewaan tanaman hias
dalam pot
4
Jasa penyewaan rangakaian bunga
dalam pot
5
Wedding Decoration
Rangkaian bunga tropis dan semi
tropis dengan berbagai ukuran,
corsage, bouqet, bunga papan
Anggrek
Dendrobium,
Anggrek
Phalaenopsis,
tanaman
tinggi,
tanaman sedang, tanaman mini
Rangkaian bunga tropis dan semi
tropis dengan ukuran small, medium,
large dan singel flower
Dekorasi pernikahan minimalis,
tradisional, modren dan modifikasi
2) Bauran Harga
Harga merupakan satu-satunya unsur dari bauran pemasaran yang
menghasilkan penerimaan bagi perusahaan sedangkan yang lainnya menimbulkan
biaya. Harga jual menunjukkan posisi perusahaan dalam persaingan. Penetapan
harga umumnya dilakukan pada usaha tanaman hias yaitu penetapan harga mark-
59 up, penetapan harga umum dan penetapan harga persepsi nilai. Penetapan harga
mark-up dilakukan dengan menambahkan mark-up pada biaya produksi tanaman.
Penetapan harga umum dilakukan dengan menyesuaikan harganya dengan harga
pesaing. Penetapan harga persepsi nilai yaitu penerapan harga berdasarkan nilai
yang dipersepsikan oleh pelanggan dalam hal ini biasanya harga tanaman
ditentukan oleh tren tanaman yang sedang berlangsung dan juga kualitas tanaman.
Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan dengan pemilik maka penetapan
harga pada produk Tyas Orchid didasarkan atas pendekatan harga umum, yaitu
dengan menyesuaikan harganya dengan harga pesaing. Namun selain penetapan
harga umum, harga tanaman hias juga ditentukan dari tren tanaman yang sedang
berlangsung dan kualitas tanaman. Tyas Orchid juga memberikan perbedaan
harga kepada konsumen yang membeli dalam jumlah banyak dan juga
memberikan potongan harga kepada para pelanggannya.
Koleksi tanaman hias yang terdapat di Tyas orchid pada umumnya merupakan
jenis Anggrek seperti dendrobium dan phalaenopsis namun terdapat beberapa
jenis tanaman hias jenis lain seperti puring, palem kuning, dendron, dracanea,
walisongo, dan lain-lain. Untuk harga produk
tanaman hias yang dijual di
perusahaan Tyas Orchid tergantung dari jenis tanaman hiasnya dan ukuran
tanamannya. Adapun harga-harga produk yang dihasilkan oleh Tyas Orchid yaitu:
Tabel 14. Harga Produk Tyas Orchid 2010
No
Unit Bisnis
1 Penjualan tanaman hias
2
Penjualan rangkaian bunga
3
Jasa penyewaan tanaman hias
dalam pot
Jasa penyewaan rangakaian bunga
dalam pot
Wedding Decoration
4
5
Harga
Rp. 17.500,- s/d Rp. 300.000,Rp. 30.000,- s/d Rp. 500.000,Rp. 15.000,- s/d Rp. 40.000,Rp. 10.000,- s/d Rp. 100.000,> Rp. 7.000.000 atau disesuaikan
dengan budget konsumen
3) Bauran Promosi
Perusahaan Tyas Orchid telah berdiri selama tujuh tahun. Saat ini perusahaan
Tyas Orchid telah melakukan promosi dalam memasarkan produk-produknya.
Promosi yang dilakukan oleh perusahaan Tyas Orchid yaitu melalui brosur.
60 Namun brosur tersebut hanya mempromosikan produk-produk Tyas Orchid dari
unit bisnis penyewaan tanaman hias dalam pot dan penyewaan rangkaian bunga
sedangkan untuk unit bisnis penjualan tanaman hias dan unit bisnis lainnya
perusahaan hanya mengandalkan promosi melalui mulut ke mulut dan pemberian
kartu nama kepada para relasi-relasi Tyas Orchid. Perusahaan belum melakukan
promosi melalui media cetak seperti koran dan majalah. Selain melakukan
promosi melalui media brosur, Tyas Orchid telah melakukan promosi produkproduknya dengan ikut serta dalam kegiatan pameran tanaman hias baik yang
diadakan oleh pemerintah kota Bogor maupun pihak swasta. Selebihnya
masyarakat mengetahui keberadaan perusahaan Tyas Orchid dari mulut ke mulut.
Pemilik Tyas Orchid Bapak Cecep dan Ibu Lia selalu melakukan promosi
tidak hanya melalui brosur yang telah dibuat namun juga mempromosikan
produk-produk tanaman hias mereka dengan cara melakukan kerjasama dengan
beberapa pihak yang memiliki bisnis yang membutuhkan tanaman hias sebagai
pendukungnya. Misalnya usaha catering, penata rias, penyewaan tenda dan lainlain. Hal ini dilakukan agar produk-produk yang dihasilkan Tyas Orchid dapat
lebih dikenal oleh masyarakat Kota Bogor sehingga dapat meningkatkan
penjualan. Kegiatan promosi masih dilakukan langsung oleh pemilik. Berdasarkan
wawancara dengan pemilik, pemilik memerlukan tenaga kerja pemasaran namun
hal tersebut belum dapat dilaksanakan karena keterbatasan dana pemilik.
4) Bauran Distribusi
Distribusi merupakan kegiatan yang harus dilakukan oleh sebuah perusahaan
untuk
menyalurkan,
mengirimkan
serta
menyampaikan
barang
yang
dipasarkannya kepada konsumen. Menurut Umar (1999), biasanya hampir
sebagian besar perusahaan atau seorang produsen menggunakan perantara
pemasaran untuk memasarkan produknya dengan cara membangun suatu saluran
distribusi yaitu sekelompok organisasi yang saling tergantung dalam keterlibatan
mereka pada proses yang memungkinkan suatu produk atau jasa tersedia untuk
digunakan atau dikonsumsi oleh konsumen. Hampir seluruh pendistribusian
produk Tyas Orchid dilakukan secara langsung. Umumnya konsumen yang ingin
melakukan pembelian produk-produk Tyas Orchid menghubungi langsung ibu Lia
(pemilik) dan melakukan pemesanan.
61 Perusahaan menjalankan kegiatan pemasarannya di wilayah Bogor dan
sekitarnya. Perusahaan mendistribusikan produknya secara langsung pada
konsumen. Pemesanan produk dapat dilakukan melalui teleshopping (pemesanan
jarak jauh) seperti telepon, SMS phone ataupun dengan mendatangi langsung
perusahaan.
Dalam
mendistribusikan
produknya,
Tyas
Orchid
masih
menggunakan jasa penyewaan mobil pick up. Hal ini dilakukan karena menurut
pemilik Tyas Orchid menggunakan jasa penyewaan mobil lebih murah daripada
jika harus membeli mobil sendiri. Penggunaan jasa penyewaan mobil dilakukan
jika perusahaan melakukan pengiriman dalam jumlah besar namun jika hanya
melakukan pengiriman dalam jumlah sedikit perusahaan hanya menggunakan
sepeda motor inventaris perusahaan atau menggunakan mobil pribadi pemilik
Tyas Orchid.
Pengiriman dilakukan rutin seminggu sekali. Produk yang dikirim kepada
konsumen biasanya adalah produk tanaman hias rental dalam pot. Tyas Orchid
merupakan supplier tetap tanaman hias dalam pot untuk beberapa perusahaan
yang ada di daerah Bogor dan sekitarnya seperti Novotel Hotel, Sahira Butik
Hotel, Bank Permata Bogor, Bank Mandiri Cab. Djuanda Bogor, BTPN Bogor
dan Natasha Skin Care Bogor. Perusahaan-perusahaan tersebut telah melakukan
kerjasama dengan Tyas Orchid lebih dari setahun.
Metode pembayaran dilakukan secara tunai (cash). Pertimbangan harga dari
produk selain dipengaruhi oleh keunikan tanaman, dipengaruhi juga dari faktor
ukuran besar dan kecil (ukuran tinggi tanaman). Untuk produk rangkaian bunga
dan tanaman hias, harga dipengaruhi dari jenis dan jumlah tanaman hias yang
digunakan dan kerumitan dalam merangkainya.
6. 1. 3. Keuangan/Akuntansi
Modal merupakan bagian terpenting dalam suatu usaha. Modal awal usaha
adalah dana pribadi pemilik, sedangkan dana dan modal operasional serta usaha
adalah berasal dari keuntungan perusahaan selama perusahaan telah berjalan.
Sampai saat ini semua modal yang digunakan dalam menjalankan usaha tanaman
hias merupakan modal dari pemilik sendiri. Legalitas badan hukum yang belum
dimiliki Tyas Orchid mengakibatkan adanya kesulitan perusahaan untuk dapat
62 melakukan peminjaman dana ke lembaga keuangan yang ada. Hal ini menjadi
kelemahan perusahaan. Modal yang sepenuhnya merupakan dana pribadi menjadi
faktor keterbatasan dalam pemenuhan fasilitas perusahaan, misalnya pengadaan
laboratorium, pengadaan alat penyiram tanaman dengan menggunakan sprayer,
pengadaan greenhouse, dan lain-lain. Hal ini menjadi salah satu kelemahan yang
menyebabkan perusahaan belum mampu mengoptimalkan kegiatan produksi dan
operasinya.
6. 1. 4. Produksi/Operasi
Kegiatan produksi dan operasi Tyas Orchid masih dilakukan secara
sederhana dan fasilitas seadanya. Perusahaan belum memiliki laboratorium
pendukung. Perusahaan sangat menjaga kualitas produknya. Dalam kegiatan
transaksi pemasaran, perusahaan melakukan pemeriksaan secara kolektif tanaman
yang akan dijual atau disewakan. Tanaman yang hanya memenuhi syarat yang
akan dijual atau disewakan kepada konsumen. Daun yang sobek, terbakar atau
batang yang patah tidak akan ditawarkan oleh perusahaan kepada konsumennya.
Perusahaan sampai saat ini sangat konsisten terhadap kualitas produknya. Hal
inilah yang menjadi kekuatan perusahaan. Selama menjalankan usaha, perusahaan
tidak pernah menerima komplain dari konsumen.
6. 1. 5. Sumber Daya Manusia
Salah satu kunci keberhasilan sebuah perusahaan dalam menjalankan
bisnisnya, karena ditunjang oleh kualitas sumberdaya manusia yang dimiliki. Oleh
karena itu, pentingnya bagi setiap perusahaan untuk menjaga loyalitas tenaga
kerja sebab secara tidak langsung tenaga kerja juga berperan serta dalam
menentukan pertumbuhan perusahaan.
Secara umum perekrutan tenaga kerja pada Tyas Orchid tidak melalui
prosedur yang formal dan terstruktur. Selain itu tidak ada persyaratan atau
kualifikasi yang sangat khusus yang mengharuskan setiap calon tenaga kerja
memiliki keterampilan tentang cara membudidayakan tanaman hias. Satu hal
terpenting yang harus dimiliki oleh calon tenaga kerja Tyas Orchid ialah semangat
kerja yang tinggi, ulet dan cekatan dalam melakukan setiap pekerjaan. Disamping
63 itu, tenaga kerja yang dibutuhkan oleh Tyas Orchid tidak dituntut untuk memiliki
pendidikan yang tinggi. Hal ini terlihat dari tingkat pendidikan para pekerjanya
yang sebagian besar hanya lulusan SMA. Tenaga kerja tetap yang dimiliki Tyas
Orchid ada tiga orang yaitu Bapak Warmat, Bapak Hemi dan Bapak Iwan. Selain
itu Tyas Orchid juga memiliki satu karyawan harian untuk membantu menangani
pengiriman bunga yaitu Bapak Iwan.
Tenaga kerja yang dimiliki oleh Tyas Orchid merupakan tenaga kerja
terampil walaupun tenaga kerja tersebut tidak memiliki latar belakang pendidikan
mengenai tanaman hias. Mereka memiliki pengetahuan mengenai tanaman hias
berdasarkan pengalaman kerja mereka. Maka dari itu latarbelakang pendidikan
tidak terlalu penting bagi Tyas Orchid dalam perekrutan tenaga kerja. Untuk hari
kerja pada Tyas Orchid selama enam hari, yaitu mulai dari hari Senin sampai
dengan hari Sabtu dan untuk hari Minggu libur. Waktu kerja di Tyas Orchid yaitu
mulai pukul 07.30 – 16.30 WIB.
Sistem pembayaran upah atau kompensasi yang diterapkan oleh pihak
Tyas Orchid adalah sebulan sekali, dimana pembayaran upah diberikan setiap
diawal bulan. Selain memberikan gaji, Tyas Orchid telah memberikan pinjaman
kredit bagi karyawannya yang ingin membeli sepeda motor. Setiap tahun Tyas
Orchid juga memberikan Tunjangan Hari Raya (THR) kepada karyawannya yang
jumlahnya sebesar gaji pokok. Disamping itu Tyas Orchid juga memberikan
makan siang kepada setiap karyawannya. Pemberian fasilitas tersebut merupakan
bentuk perhatian pihak Tyas Orchid terhadap para pekerjanya karena perusahaan
menyadari bahwa tenagakerja merupakan salah satu aset perusahaan yang secara
tidak langsung mendukung kelancaran usaha Tyas Orchid.
6. 1. 6. Penelitian dan Pengembangan
Bidang penelitian dan pengembangan merupakan salah satu bagian dari
suatu perusahaan yang memiliki fungsi terkait dengan pengembangan produk baru
dan riset pasar. Biasanya perusahaan harus memiliki anggaran biaya tersendiri
untuk menjalankan departemen litbangnya sehingga tidak semua perusahaan harus
memiliki bidang ini. Pada umumnya banyak perusahaan tanaman hias yang
berskala kecil tidak memiliki badan litbang karena adanya keterbatasan tenaga
64 ahli dalam mengelola badan litbang. Namun disamping itu, faktor keterbatasan
modal juga menjadi penyebab utama sebuah perusahaan tidak memiliki bidang
ini.
Saat ini Tyas Orchid termasuk salah satu perusahaan tanaman hias
berskala kecil menengah yang tidak memiliki bidang litbang. Hal ini karena usaha
yang masih berskala kecil sampai menegah hanya berorientasinya terbatas pada
bagaimana modal yang digunakan untuk menjalankan usaha dapat kembali dan
memperoleh keuntungan dari penjualan produknya. Ketiadaan bidang penelitian
dan pengembangan (litbang) dalam perusahaan merupakan kelemahan bagi Tyas
Orchid.
6.2.
Analisis Lingkungan Eksternal
Lingkungan eksternal merupakan situasi dan kondisi yang berada di luar
perusahaan yang secara langsung atau tidak langsung dapat mempengaruhi
kinerja perusahaan. Lingkungan eksternal terdiri dari lingkungan makro dan
lingkungan mikro. Lingkungan eksternal bertujuan untuk mengidentifikasi
faktor-faktor kunci yang menjadi peluang dan ancaman bagi usaha Tyas Orchid.
6. 2. 1. Lingkungan Makro
Lingkungan makro perusahaan terdiri dari faktor-faktor yang bersumber
dari luar dan biasanya tidak berhubungan dengan situasi operasional suatu
perusahaan tertentu. Faktor-faktor utama yang dianalisis dalam lingkungan makro
yaitu faktor politik, ekonomi, sosial dan faktor teknologi. Selain faktor-faktor
tersebut yang menjadi faktor eksternal faktor alam juga merupakan salah satu
faktor eksternal yang dapat mempengaruhi strategi yang akan ditetapkan oleh
perusahaan. Berikut ini merupakan penjelasan mengenai lingkungan makro, yaitu:
1) Politik
Stabilitas politik dan keamanan merupakan aspek penting yang mempengaruhi
iklim usaha disuatu negara. Keadaan politik dan keamanan yang tidak stabil
akan memberikan dampak negatif terhadap keberlangsungan suatu usaha
karena para pelaku usaha merasa tidak nyaman terhadap usaha yang
dijalankannya. Kondisi ini juga berlaku sebaliknya. Oleh karena itu,
pemerintah sebagai pengambil kebijakan harus mempertimbangkan secara
65 hati-hati terhadap setiap keputusan yang diambilnya. Berikut ini merupakan
beberapa
kebijakan
pemerintah
yang
memiliki
pengaruh
terhadap
perkembangan usaha tanaman hias :
a) Adanya Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 2007 Pasal 2 ayat 1 tentang
penghapusan PPN impor barang modal yang termasuk didalamnya bibit dan
benih tanaman hias merupakan ancaman bagi usaha tanaman hias. Dengan
adanya peraturan ini mengakibatkan harga bibit dan benih tanaman hias impor
yang lebih murah. Hal ini menyebabkan membanjirnya produk-produk
tanaman hias impor di Indonesia sehingga harga pasar dalam negeri menjadi
jatuh.
b) Peraturan Menteri Perdagangan Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2007
Pasal 8 ayat 3 yang menyatakan bahwa penerbitan Surat Izin Usaha
Perdagangan dilakukan dengan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP). PTSP
dibentuk oleh pemerintah guna menghindari pungutan-pungutan liar yang
tidak resmi. Dengan adanya PTSP ini diharapkan pengurusan SIUP dapat
lebih mudah.
2) Ekonomi
Pada umumnya kondisi ekonomi memiliki pengaruh secara tidak langsung
terhadap perkembangan suatu pelaku usaha yang terdapat pada suatu daerah
tertentu. Jika kondisi ekonomi cenderung stabil bahkan menunjukkan
pertumbuhan ke arah positif maka kondisi tersebut dapat mendukung
kelancaran usaha yang berkembang di suatu daerah tertentu dan dapat pula
mendorong tumbuhnya kelompok-kelompok usaha yang baru. Akan tetapi,
jika perekonomian cenderung menunjukkan ke arah negatif maka dapat terjadi
sebaliknya, dimana kondisi ini dapat menghambat kelancaran suatu usaha
bahkan dapat melumpuhkan kelompok usaha tertentu. Adapun beberapa faktor
yang berkaitan dengan kondisi ekonomi suatu daerah, antara lain :
a) Pertumbuhan Sektor Ekonomi
Kondisi perkonomian kota Bogor dapat dilihat dengan menggunakan
indikator Produk Domestik Regional atas dasar harga konstan. Produk
Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga konstan menunjukkan
nilai tambah barang dan jasa yang dihitung menggunakan harga pada
66 tahun tertentu sebagai dasar, dimana dalam perhitungan ini digunakan
harga tahun 2000. Berikut ini merupakan Produk Domestik Regional
Bruto atas dasar harga konstan Kota Bogor pada tahun 2004 sampai tahun
2008 (Tabel 15)
Tabel 15. Produk Domestik Regional Bruto Atas Dasar Harga Konstan
Kota Bogor pada Tahun 2004 – 2008 ( Jutaan Rupiah )
Tahun
Nilai PDRB atas Dasar Harga Konstan
2004
3.361.438,93
2005
3.567.230,91
2006
3.782.273,71
2007*
4.012.743,17
2008**
4.252.821,78
Sumber : Badan Pusat Statistik Kota Bogor (2009)
*
) Angka Perbaikan
**
) Angka Sementara
Berdasarkan Tabel 15 dapat diketahui bahwa nilai PDRB atas dasar harga
konstan yang dihasilkan oleh kota Bogor mengalami peningkatan dari
tahun ke tahun sebelumnya. Kondisi ini menunjukkan bahwa keadaan
perekonomian di kota Bogor pada tahun 2008 semakin baik dibandingkan
tahun-tahun sebelumnya.
b) Pengeluaran Rumah Tangga
Pengeluaran rumah tangga adalah rata-rata biaya yang dikeluarkan rumah
tangga untuk konsumsi rumah tangga. Konsumsi rumah tangga dapat
dibedakan menjadi dua kelompok, yaitu konsumsi makanan dan komsumsi
non makanan (perumahan, pakaian, pendidikan, kesehatan, pajak,
asuransi, dan lain-lain). Persentase pengeluaran makanan dan non
makanan ini dapat digunakan sebagai salah satu indikator tingkat
kesejahteraan penduduk. Hal ini dapat dilihat dari distribusi pengeluaran
menurut kelompok pendapatan. Berikut ini merupakan data tentang
pengeluaran rat-rata penduduk Kota Bogor per kapita sebulan (Tabel 17)
67 Tabel 16. Pengeluaran Rata-Rata Penduduk Kota Bogor per Kapita
Sebulan pada Tahun 2004 – 2007
Pengeluaran Rata-rata per Pengeluaran Rata-rata per
Kapita Sebulan untuk
Kapita Sebulan untuk
Tahun
Kelompok Makanan
Kelompok non Makanan
(Rp)
(Rp)
2004
203.033
161.345
2005
176.518
181.098
2006
202.248
250.390
2007
249.624
412.983
Sumber : Badan Pusat Statistik Kota Bogor (2010)
Berdasarkan Tabel 16 terlihat bahwa selama kurun waktu lima tahun
terakhir sebagian besar pengeluaran penduduk kota Bogor relatif lebih
banyak digunakan untuk kebutuhan non/bukan makanan daripada
kebutuhan
makanan.
Besarnya
pengeluaran
kebutuhan
non/bukan
makanan menunjukkan bahwa masyarakat kota Bogor telah dapat
memenuhi kebutuhan akan makanannya sehingga setelah mereka dapat
memenuhi
kebutuhan
pokoknya
maka
masyarakat
Kota
Bogor
menghabiskan sebagian pendapatannya untuk memenuhi kebutuhan
non/bukan makanan. Produk-produk yang dihasilkan Tyas Orchid
merupakan salah satu dari berbagai macam produk non/bukan makanan.
Oleh karena itu, kondisi ini dapat menjadi peluang bagi kelompok usaha
produk non/bukan makanan untuk mengembangkan usahanya.
c) Ketersediaan Kredit secara Umum
Masalah keterbatasan modal sering dihadapi oleh para pelaku usaha kecil
menengah dalam mengembangkan usahanya. Untuk mengatasi masalah
permodalan bagi pelaku usaha telah dilakukan beberapa upaya oleh
pemerintah pusat maupun pemerintah daerah yang berkerjasama dengan
lembaga keuangan, diantaranya skim kredit yang ditawarkan oleh BRI
(Bank Rakyat Indonesia) melalui program KUR (Kredit Usaha Rakyat).
Kerjasama tersebut dapat menjadi peluang bagi banyak usaha kecil dan
menengah dalam hal pembiayaan untuk pengembangan usaha.
3) Sosial, Budaya, Demografi dan lingkungan
Faktor alam berkaitan erat dengan kegiatan produksi agribisnis tanaman hias.
Tyas Orchid perlu mengantisipasi ancaman maupun peluang yang mungkin
68 timbul dan kecenderungan lingkungan alam. Sebagai ancaman yang dihadapi
perusahaan, kecenderungan perubahan lingkungan mempengaruhi kualitas
produk perusahaan. Adanya perubahan suhu yang tidak stabil sebagai contoh
pergantian antara musim hujan dan musim panas yang berlangsung dengan
cepat. Perubahan faktor lingkungan yang kurang stabil akibat perubahan cuaca
yang berlangsung cepat seperti perubahan suhu, kelembapan dan intensitas
cahaya mempengaruhi kualitas tanaman. Hal ini menyebabkan beberapa
tanaman mengalami pertumbuhan yang kurang bagus yang pada akhirnya
akan mempengaruhi segi kualitas tanaman yang dihasilkan perusahaan. Hal ini
menjadi ancaman bagi perusahaan, sehingga dibutuhkan perhatian yang serius
untuk mampu menjaga kualitas produk yang telah ada. Ancaman lain yang
harus diantisipasi pihak perusahaan adalah tren pasar yang mengalami
perubahan pasar sangat cepat. Tren tanaman hias adalah sesuatu yang sangat
sulit untuk diperkirakan. Tren tanaman pada tahun 2004 yaitu aglonema
tergeser oleh tren tanaman anthurium pada tahun 2006. Hingga saat ini belum
ada lagi tren tanaman hias yang fenomenal seperti kedua jenis tanaman hias
tersebut. Keberadaan jenis tanaman baru yang mulai menjadi tren akan
berdampak pada penjualan tanaman hias yang menjadi tren sebelumnya juga
akan menurunkan penjualan tanaman hias lainnya
4) Teknologi
Perkembangan teknologi yang sangat cepat dapat memberikan kemudahankemudahan bagi siapa saja termasuk para pelaku usaha dalam upaya
mengembangkan bisnisnya. Kemudahan-kemudahan tersebut dapat dilihat
dari dua aspek yaitu aspek produksi dan aspek pemasaran.
Dalam aspek produksi, perkembangan teknologi dibidang tanaman hias dilihat
dari banyaknya teknologi-teknologi yang ditemukan dalam memperbanyak
tanaman hias misalnya teknik kultur jaringan. Perbanyakan tanaman hias
dengan teknologi ini dapat menghasilkan tanaman hias dengan kualitas unggul
dan memiliki nilai estetika yang cukup tinggi. Namun teknik ini tidak dapat
dilakukan oleh ahli yang tidak berpengalaman dibidang tanaman hias. Selain
itu teknik ini harus dilakukan dengan alat-alat dan prasarana yang memadai.
Saat ini Tyas Orchid hanya melakukan perbanyakan tanaman hias dengan cara
69 sederhana yaitu dengan memanfaatkan bagian tanaman berupa akar, batang
maupun biji. Selain itu perusahaan dalam melakukan penyiraman tanaman
masih menggunakan selang air dan tidak menggunakan sprayer. Teknologi
yang digunakan Tyas Orchid masih sederhana dalam melakukan proses
produksi.
Perkembangan teknologi tidak hanya terjadi pada aspek produksi saja
melainkan juga pada aspek pemasaran. Hal ini karena adanya perkembangan
teknologi dibidang telekomunikasi dan transportasi. Dengan adanya
perkembangan teknologi dibidang telekomunikasi seperti telepon atau
handphone maka mempermudah komunikasi antara perusahaan dengan
pelanggan ketika melakukan pemesanan produk. Selain itu saat ini telah
banyak perusahaan tanaman hias telah memasarkan produknya melalui
website. Namun hal ini belum dilakukan oleh Tyas Orchid dikarenakan
keterbatasan tenaga kerja pemasaran.
6. 2. 2. Lingkungan Mikro
Lingkungan mikro adalah yang langsung terkait dengan perusahaan dan
langsung mempengaruhi kemampuan perusahaan untuk melayani pasarnya yaitu
pemasok, perantara pasar, pelanggan dan pesaing. Analisis lingkungan mikro
dilakukan berdasarkan konsep Competitive Strategy Porter’s. Lima kekuatan
bersaing ini terdiri dari ancaman pendatang baru, ancaman produk pengganti,
kekuatan tawar menawar pembeli, kekuatan tawar menawar pemasok dan
persaingan antar perusahaan industri.
1) Ancaman Pendatang Baru
Keberadaan suatu industri pasti tidak akan terlepas dari ancaman masuknya
pendatang baru, sehingga masuknya perusahaan pendatang baru dapat
berimplikasi terhadap perusahaan yang telah ada, misalnya perebutan pasar
atau perebutan sumber daya produksi. Akan tetapi ancaman masuknya
perusahaan pendatang baru tergantung dari hambatan masuk dan kemampuan
para pendatang baru tersebut dalam merespon hambatan masuk yang ada.
Menurut Porter (1997), terdapat enam faktor hambatan masuk bagi pendatang
70 baru ke dalam suatu industri yaitu skala ekonomis, diferensiasi produk,
kebutuhan modal, biaya peralihan pemasok, akses ke saluran distribusi dan
biaya tidak menguntungkan terlepas dari skala.
a) Skala ekonomis
Pendatang baru dalam usaha tanaman hias masuk dengan skala ekonomis
yang beragam. Pendatang baru datang dengan skala ekonomis yang lebih
besar, lebih kecil bahkan sama dengan pesaing. Pendatang baru yang
masuk dengan skala ekonomis yang lebih besar tentu memiliki target
konsumen yang lebih banyak. Namun resiko yang dihadapi juga lebih
tinggi bagi pesaing yang masuk dengan skala ekonomis yang lebih besar.
Pesaing yang memasuki usaha dengan skala ekonomis yang lebih kecil
mungkin akan mengalami beban biaya yang tidak efisien. Ancaman akan
datang lebih besar dari pesaing yang masuk usaha tersebut dengan skala
ekonomis yang sama. Saat ini Tyas Orchid memiliki cukup banyak
pesaing yang berada di sekitar daerah Kota Bogor. Perusahaan-perusahaan
tersebut memiliki skala ekonomis yang beragam dan menghasilkan
beragam produk tanaman hias.
b) Diferensiasi produk
Pada umumnya produk yang dihasilkan oleh perusahaan tanaman hias
hampir sama secara fisik. Perbedaan yang terjadi antara perusahaan
tanaman hias dapat dilihat dari mutu produk termasuk kualitas produk,
variasi jenis, bentuk, warna dan ukuran, harga jual produk serta
pelayananan perusahaan terhadap pembeli. Pelayanan yang baik terhadap
konsumen dalam usaha tanaman hias merupakan bagian dalam
menghasilkan produk. Selama menjalankan usahanya, memberikan
pelayanan yang memuaskan kepada konsumen merupakan keharusan
dalam kegiatan Tyas Orchid. Perusahaan tidak hanya berorientasi
keuntungan namun orientasi perusahaan juga mengarah kepada kepuasan
kepada konsumennya.
c) Kebutuhan modal
Permodalan yang dibutuhkan dalam usaha tanaman hias tidak terlalu
besar. Pesaing baru dapat memasuki usaha ini dengan modal kecil terlebih
71 dahulu. Kebutuhan modal yang relatif kecil tersebut menjadi pedorong
bagi pendatang baru untuk memasuki usaha tersebut dengan menggunakan
modal yang sepenuhnya milik sendiri. Hal ini menegaskan bahwa modal
yang terbatas tidak menjadi penghalang dalam memasuki usaha tanaman
hias. Kondisi ini terlihat dari banyaknya perusahaan hias yang berdiri
berawal dari kesukaan pemiliknya mengkoleksi tanaman hias.
d) Biaya peralihan pemasok
Konsumen yang ingin berpindah dari Tyas Orchid ke perusahaan pesaing
tidak memiliki hambatan yang besar. Tidak terdapat biaya pengalihan
yang besar bagi konsumen yang berpindah kepada pesaing. Kemudahan
konsumen untuk berpindah kepada pesaing menjadi ancaman yang cukup
besar bagi perusahaan dan untuk mengatasi hal tersebut pihak perusahaan
harus membangun dan menanamkan loyalitas pada konsumennya.
e) Akses ke saluran distribusi
Pada industri tertentu, perusahaan-perusahaan yang telah mapan biasanya
telah memiliki saluran distribusi sendiri untuk pemasaran produknya
sehingga perusahaan pendatang baru mungkin sulit memasuki saluran
yang ada dan harus mengeluarkan biaya yang besar untuk membangun
saluran sendiri. Distribusi produk pada tanaman hias pada umumnya
merupakan distribusi langsung dimana konsumen mendatangi perusahaan
untuk mendapatkan produk maupun perusahaan datang menawarkan
produk kepada konsumennya. Pemesanan produk dapat dilakukan melalui
telepon langsung kepada pemilik perusahaan. Saat ini Tyas Orchid belum
memiliki armada pengangkutan sendiri. Namun berdasarkan wawancara
dengan pemilik Tyas Orchid, hal tersebut tidak menjadi masalah karena
Tyas Orchid dapat menggunakan jasa penyewaan mobil pick up untuk
mengantarkan tanaman hias ke konsumen dan jasa penyewaan mobil pick
up tersebut mudah untuk didapatkan.
f) Biaya tidak menguntungkan terlepas dari skala
Perusahaan tanaman hias yang telah mapan mungkin mempunyai
keunggulan biaya yang tidak dapat ditiru oleh perusahaan pendatang baru
yang akan masuk ke dalam bisnis tanaman hias, misalnya dalam hal
72 pengalaman, teknologi penguasaan terhadap sumber daya produksi, atau
lokasi yang menguntungkan. Meskipun demikian, para pendatang baru
masih berpotensi untuk masuk ke dalam bisnis tanaman hias karena bahan
baku maupun peralatan yang digunakan untuk memulai bisnis tanaman
hias cukup banyak tersedia.
2) Produk Pengganti (subsitusi)
Faktor-faktor penyebab meningkatnya permintaan tanaman hias antara lain
meningkatkan kesejahteraan masyarakat, meningkatnya jumlah penduduk,
berkembangnya
industri
pariwisata
dan
perkembangan
pembangunan
perkotaan yang memerlukan tanaman hias. Sampai saat ini berbagai jenis
tanaman hias telah dinikmati oleh masyarakat dari berbagai kalangan. Fungsi
tanaman hias telah berkembang yang mulanya hanya sebagai hiasan namun
saat ini telah memiliki banyak fungsi seperti penghargaan, penghormatan dan
sebagai penyaring udara kotor secara alami (polusi). Fungsi tanaman hias yang
demikian berkembang tidak dapat digantikan oleh produk manapun.
3) Kekuatan Tawar-Menawar Pembeli
Kekuatan tawar-menawar pembeli atau konsumen dikatakan cukup kuat jika
konsumen terkosentrasi atau besar jumlahnya, kosumen membeli dalam
jumlah banyak, produk yang dibeli standar atau tidak terdiferensiasi dan
pembeli menghadapi biaya perlaihan yang kecil. Untuk konsumen Tyas
Orchid dapat dikatakan memiliki kekuatan tawar-menawar yang cukup kuat
dan kondisi ini dapat menjadi ancaman bagi Tyas Orchid. Hal ini dikarenakan
pembeli atau konsumen Tyas Orchid memiliki alternatif pilihan yang sangat
beragam sehingga pembeli dapat memilih produk mana yang terbaik dengan
harga yang relatif murah. Hal ini disebabkan banyaknya perusahaan pesaing
yang ada di Kota Bogor, dimana masing-masing perusahaan menawarkan
produk tanaman hias dengan kualitas dan mutu baik dan harga jual produk
yang bervariasi. Selanjutnya pembeli juga menghadapi biaya peralihan yang
relatif kecil karena pembeli dapat dengan mudahnya berpindah dari suatu
perusahaan tanaman hias ke perusahaan tanaman hias yang lain dan pembeli
juga memiliki informasi yang lengkap tentang pasar karena pembeli
mengetahui lokasi produksi, produk-produk yang dihasilkan dan harga jual
73 produk dari masing-masing perusahaan tanaman hias. Meskipun saat ini Tyas
Orchid memiliki beberapa langganan tetap akan tetapi Tyas Orchid harus tetap
waspada terhadap kondisi seperti ini dimana pembeli memiliki kekuatan
tawar-menawar yang cukup kuat terhadap produk tanaman hias. Oleh karena
itu, diferensiasi produk mungkin dapat menjadi alternatif perusahaan dalam
memenuhi
kebutuhan
pelanggannya
sehingga
Tyas
Orchid
mampu
menciptakan kesetiaan pelanggan atau loyalitas pembeli terhadap produkproduk yang dihasilkan Tyas Orchid.
4) Kekuatan Tawar-Menawar Pemasok
Kekuatan tawar menawar pemasok dapat mempengaruhi intensitas persaingan
dalam suatu bisnis ketika terdapat sejumlah pemasok tetapi hanya sedikit
barang subsitusi yang cukup bagus dan biaya untuk mengganti bahan baku
sangat tinggi. Bagi Tyas Orchid, keberadaan pemasok bahan baku seperti
bibit, pupuk, media tanam dan pestisida memiliki peranan yang sangat penting
terhadap keberlangsungan proses produksi. Oleh karena itu, guna menjaga
kontinuitas persediaan bahan bakunya, Tyas Orchid tidak hanya terikat dengan
satu pemasok saja. Saat ini Tyas Orchid telah memiliki beberapa pemasok
untuk masing-masing bahan baku. Pada umumnya para pemasok tersebut
berada disekitar wilayah kota Bogor sehingga Tyas Orchid tidak menghadapi
biaya peralihan yang tinggi pada saat berganti pemasok jika seandainya salah
satu pemasok tidak mampu mencukupi kebutuhan bahan baku pada Tyas
Orchid atau jika bahan baku yang dibeli tersebut kurang memenuhi standar
baik dari segi harga, kualitas, maupun kuantitas. Berdasarkan penjelasan
diatas, kekuatan tawar-menawar pemasok terhadap Tyas Orchid dapat
dikatakan tidak terlalu kuat, karena Tyas Orchid tidak terlalu sulit untuk
berganti dari satu pemasok ke pemasok yang lain.
5) Persaingan antar Perusahaan Sejenis
Faktor-faktor yang mempengaruhi daya saing suatu usaha maupun produk
antara lain adalah harga, mutu, kemudahan akses terhadap sumberdaya yang
ada dan keunggulan komparatif yang dimiliki. Tyas Orchid harus mengetahui
siapa yang menjadi pesaing dalam memasarkan produknya. Pesaing adalah
perusahaan lain yang menawarkan produk yang sama dengan produk
74 perusahaan dan pasti setiap perusahaan menghadapi sejumlah pesaing.
Menilai posisi bersaing dapat meningkatkan kesempatan Tyas Orchid untuk
merancang strategi yang mengoptimalkan peluang yang muncul dari
lingkungan. Kriteria yang digunakan dalam menyususn profil pesaing
ditentukan oleh faktor-faktor situasional seperti kualitas produk, citra
perusahaan dan lain sebagainya.
Perkembangan bisnis tanaman hias di Kota Bogor beberapa tahun terakhir ini
mengalami peningkatan. Data Dinas Pertanian Kota Bogor terdapat 11
perusahaan dibidang tanaman hias. Oleh sebab itu, untuk menghadapi
persaingan didalam lingkungan usaha yang semakin kompetitif maka Tyas
Orchid harus dapat menonjolkan keunggulan produknya dibandingkan dengan
produk pesaing.
75 
Download