Ketersediaan Pangan Asal Hewan Menjelang Lebaran

advertisement
PUBLIKASI KINERJA DINAS PETERNAKAN
DAN PERIKANAN KABUPATEN BOGOR
KEAMANAN DAN KETERSEDIAAN PANGAN ASAL HEWAN
MENJELANG HARI RAYA IDUL FITRI 1436 H/2015 M
PANGAN ASAL HEWAN YANG ASUH
Sebagai salah satu
upaya pencapaian Misi
Ketiga Dinas Peternakan
dan
Perikanan
yaitu
Menciptakan Lingkungan
yang
Kondusif
bagi
Masyarakat Peternakan
Ir. Hj. SITI FARIKAH, MM
dan
Perikanan
serta
Kadisnakkan Kab. Bogor
Masyarakat
Veteriner
maka dalam rangka persiapan Idul Fitri, Dinas
Peternakan dan Perikanan Kabupaten Bogor
melakukan pengamanan terhadap peredaran bahan
pangan asal hewan (daging, telur, susu dan ikan) di
pasaran agar pangan yang beredar di masyarakat
dapat memenuhi kriteria ASUH (Aman, Sehat, Utuh
dan Halal).
Pengertian ASUH itu sendiri adalah:
- AMAN; Tidak mengandung penyakit dan residu
serta unsur lain yang dapat menyebabkan
penyakit dan mengganggu kesehatan manusia
- SEHAT; Mengandung zat-zat yang berguna dan
seimbang bagi kesehatan dan pertumbuhan
tubuh
- UTUH; Tidak dicampur dengan bagian lain dari
hewan tersebut atau dipalsukan dengan bagian
dari hewan lain
- HALAL; Sesuai dan tidak melanggar syariat
agama
islam,
baik
dzat-nya,
Cara
memperolehnya serta proses pengadaannya.
Dalam rangka menjamin keamanan peredaran
produk hewan di Kabupaten Bogor, khususnya pada
saat menjelang dan selama Ramadhan, serta
menjelang Idul Fitri, Dinas Peternakan dan
Perikanan melaksanakan langkah dan upaya antara
lain:
 Melaksanakan kegiatan sosialisasi keamanan
pangan asal hewan di tingkat konsumen yang
bekerjasama dengan Badan Kontak Majelis
Ta’lim (BKMT) Kabupaten Bogor dengan peserta
sebanyak 880 orang pengurus BKMT Kecamatan
di 22 Kecamatan (Bulan Maret s/d bulan Mei)
 Menyebarkan brosur dan pamflet seputar
keamanan
pangan
asal
hewan
serta
kewaspadaan peredaran produk hewan illegal
kepada masyarakat /konsumen produk hewan
 Menyebarkan surat edaran kewaspadaan
peredaran produk hewan ilegal serta himbauan
kepada pada pelaku tata niaga produk hewan di
pasar-pasar tradisional, Pasar ritel, unit usaha
Rumah Potong Hewan (RPH), Unit usaha Rumah
Potong Unggas (RPU) serta Unit Usaha
Pengolahan Daging
 Menerjunkan petugas untuk melakukan
pengawasan peredaran Pangan Asal Hewan dan
Olahannya di Pasar pasar Tradisional, Pasar Ritel
serta di gudang daging importir/distributor pada
saat menjelang ramadhan (munggah) dan H-7
menjelang Idul Fitri. Pengawasan dititik beratkan
pada pemeriksaan kualitas produk hewan,
kelengkapan surat-surat kesehatan daging,
kewaspadaan terhadap pemalsuan produk
seperti Ayam Tiren, Ayam Suntik, Daging Celeng
dan Produk yang mengandung bahan tambahan
makanan berbahaya (Boraks dan Formalin)
dengan melakukan uji cepat (rapid test), serta
pengawasan terhadap stock produk hewan yang
tersedia.
 Melaksanakan monitoring ketersediaan (stock)
daging, telur, ikan
 Melaksanakan monitoring terhadap feedloter
(tempat penggemukan sapi potong) dan importir
daging;
 Melaksanakan koordinasi dengan organisasi
profesi (GOPAN, PPUN, PINSAR, UPP) mengenai
kesiapan menjelang Ramadhan 1436 H
 Melaksanakan monitoring dan pembinaan ke
produsen pengolah PAH (daging, susu, telur)
 Melaksanakan monitoring dan pembinaan ke
RPH dan RPU swasta
MEMILIH PANGAN HEWANI YANG ASUH
Untuk mendapatkan produk pangan hewani
yang ASUH, masyarakat selaku konsumen
hendaknya memperhatikan hal-hal sebagai berikut:
 Membeli produk hewan (daging sapi/kerbau,
daging ayam, ikan) pada kios/toko yang resmi
 Tidak membeli produk hewan (daging) karena
tergiur harga murah
 Daging berasal dari pemotongan di rumah
potong hewan (RPH)
 Memilih daging yang berwarna cerah (segar,
tidak berwarna gelap, kehitaman), lembab dan
tidak berbau
 Jika dikemas, pilihlah kemasan utuh, bersih
berlabel halal dari MUI serta perhatikan tanggal
kadaluarsanya;
 Kalau di pasar ritel, belilah produk pangan asal
hewan yang disimpan pada lemari pendingin
(showcase) atau freezer
 Belilah daging dan ikan (mentah, segar dan
beku) pada akhir berbelanja dan dianjurkan
sesegera mungkin di bawa ke rumah untuk
langsung dimasak/diolah atau disimpan ke
dalam kulkas/freezer
 Daging segar, jeroan dan produk olahan daging
harus dikemas/dibungkus secara terpisah dan
baik
 Janganlah membeli produk daging/ikan kaleng
jika kalengnya kembung atau rusak.
Seiring meningkatnya permintaan konsumen
terhadap pangan asal hewan pada hari besar
keagamaan seperti Bulan Puasa dan Lebaran,
seringkali ditemui pedagang yang berlaku curang
dengan memalsukan produk yang dijual untuk
meraup keuntungan lebih. Untuk melindungi
konsumen dari produk yang demikian, berikut
disajikan beberapa cara membedakan produk
hewan palsu yang sering ditemukan.
Membedakan Antara Daging Sapi dan Daging Celeng
Parameter
Daging Sapi
Daging Celeng
Warna
Merah Cerah
Merah Pucat
Aroma
Agak amis Amis
tidak berbau
menyengat
Kandungan
Lapisan tipis
Agak tebal
lemak
Serabut otot
Agak kasar
Halus
Konsistensi
Kenyal
Agak lembek
Lapisan daging
Tanpa kulit
Ada lapisan
kulit
Membedakan Antara Daging Ayam yang Baik, Ayam
Tiren dan Ayam Berformalin
Parameter
Warna
Daging
Ayam yang
Baik
Putih bersih
dan agak
mengkilat
Bau/Aroma
Agak amis –
tidak berbau
Kekenyalan
Otot bagian
dada dan
paha kenyal
Putih pucat
Serabut otot
Warna hati
Bagian dalam
karkas
Coklat
kemerahan
sampai putih
kemerahan
Putih pucat
Daging Ayam
Tiren
Daging Ayam
Berformalin
Bercak-bercak
berdarah
pada bagian
leher, kepala,
punggung,
sayap dan
dada
Agak anyir
Putih cemerlang
Otot bagian
dada dan
paha lembek
Kemerahmerahan
Merah
kehitaman
Kemerahmerahan
Seperti bau
kaporit dan lalat
tidak mau
hinggap
Keras dan padat
Sangat pucat
Sangat pucat
Membedakan Antara Ikan Segar dan Ikan Berformalin
Parameter
Ikan Segar
Ikan Berformalin
Warna
Cemerlang spesifik
Pucat kusam
jenis
Tekstur
Elastis bila ditekan
Keras dan padat
bila ditekan
Bau
Segar spesifik jenis
Asam menyengat
Sayatan daging Cerah spesifik jenis
Pucat kusam
Isi Perut
Utuh
Hancur
Konsistensi
Bila dipegang lemas Bila dipegang
lunglai
keras, kaku dan
tegang
Daya tahan
Cepat busuk
Tidak rusak
dalam suhu
selama tiga hari
ruang
HIMBAUAN KEPADA KONSUMEN
Masyarakat sebagai konsumen hendaknnya
harus cerdas, kritis dan selektif pada saat akan
membeli produk pangan asal hewan terutama di
pasar-pasar tradisional, diantaranya dengan
mewaspadai berbagai bentuk pemalsuan produk
pangan asal hewan yang dapat membahayakan
kesehatan konsumen. Diantara bentuk pemalsuan
produk hewan yang harus diwaspadai antara lain:
daging sapi glonggongan, daging dan usus ayam
berformalin, daging ayam “Tiren” (mati kemarin),
daging ayam suntik, baso berboraks, baso oplosan
daging celeng, ikan asin berformalin dan bentuk
pemalsuan lainnya. Oleh karenanya dihimbau
kepada
masyarakat
apabila
mendengar/
menemukan bentuk pemalsuan produk hewan yang
disebutkan tadi diperjualbelikan untuk segera
melaporkan ke Dinas Peternakan dan Perikanan
Kabupaten Bogor dengan nomor 021-8765311.
Bagi masyarakat yang akan melaksanakan
pemotongan ternak secara patungan untuk
keperluan Idul Fitri 1436 H maka perlu
memperhatikan beberapa hal sebagai berikut :
a. Membeli ternak yang dilengkapi dengan Surat
Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH).
b. Ternak diperiksa kesehatannya sebelum
dipotong (ante mortem) dan setelah dipotong
(post mortem) oleh petugas pemeriksa yang
berwenang.
c. Ternak tidak dalam keadaan bunting.
d. Penanganan daging dipisahkan dengan jeroan,
secepat mungkin dibagikan/didistribusikan, serta
dibungkus dengan bahan yang memenuhi syarat
kesehatan (bersih)
e. Apabila menemukan kelainan pada daging atau
jeroan yang mengarah kepada gejala penyakit
hewan menular, segera melaporkan kepada
Petugas Dinas Peternakan dan Perikanan
Kabupaten Bogor.
HIMBAUAN UNTUK PELAKU TATA NIAGA
Memperhatikan 1) Undang-undang Nomor 18
Tahun 2009 tentang Peternakan dan Kesehatan
Hewan, 2) Peraturan Pemerintah Nomor. 95 tahun
2012, Tentang Kesehatan Masyarakat Veteriner dan
Kesejahteraan Hewan, 3) Surat Keputusan Menteri
Pertanian, Nomor 413/Kpts/T.N3107/1992, tentang
Pemotongan Hewan Potong dan Penanganan
Daging serta hasil ikutannya, maka dihimbau
kepada Pelaku Tata Niaga Ternak/Produk Hewan
(daging) dan Produk Hewan Olahan di Kabupaten
Bogor untuk memperhatikan hal-hal sebagai
berikut:
1. Bagi pedagang ternak, diwajibkan melakukan
jual beli ternak yang telah dilengkapi dengan
Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) serta
kartu tanda vaksinasi Anthraks (khususnya bagi
ternak yang berasal dari daerah Endemis
Anthraks).
2. Bagi pedagang daging diwajibkan menjual daging
yang berasal dari ternak sehat yang dipotong di
Rumah Potong Hewan (RPH) Pemerintah atau
Swasta dibawah pengawasan Dokter Hewan
atau Petugas yang ditunjuk dari Dinas
Peternakan dan Perikanan Kabupaten Bogor,
serta dilengkapi dengan Surat Keterangan
Kesehatan Daging (SKKD).
3. Bagi pedagang Produk Hewan (Daging, telur dan
susu) maupun Produk Hewan Olahan (Bakso,
dendeng, Nugget, Sosis, Yoghurt), dilarang
menambahkan
bahan
tambahan
makanan/pengawet yang berbahaya bagi
kesehatan konsumen (misalnya; formalin,
boraks, zat pewarna pakaian, dsb )
KETERSEDIAAN DAN HARGA MENJELANG LEBARAN
Masyarakat Kabupaten Bogor tidak perlu
khawatir terhadap ketersediaan (stock) pangan asal
hewan/ikan pada Ramadan dan Idul Fitri Tahun ini.
Sebagai gambaran, berdasarkan perhitungan
ketersediaan (stock) daging sapi/kerbau sebanyak
1.700 ton dengan kebutuhan mencapai 177 ton,
sehingga masih surplus 1.562 ton. Demikian juga
dengan komoditi lainnya seperti telur dan ikan akan
selalu tersedia.
Terkait dengan masalah harga, memang
preferensi konsumsi masyarakat terhadap daging,
telur dan ikan selama Ramadhan dan Idul Fitri
cenderung meningkat, sehingga terjadi peningkatan
kebutuhan masyarakat akan pangan asal hewan
tersebut yang berimbas kepada kenaikan harga.
Menjelang Hari Raya Idul Fitri ini diperkirakan harga
daging sapi/kerbau berada pada kisaran
Rp.120.000,- sementara pada hari biasa harga
berkisar Rp. 95.000,-, terjadi kenaikan sekitar 7%,
dan itu masih dianggap wajar.
Download